Stockholm, 20 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU PEMERINTAH RI, TNI DAN POLRI MAKIN KALANGKABUT MENGHADAPI ASNLF/GAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU PEMERINTAH RI, TNI DAN POLRI MAKIN KALANGKABUT MENGHADAPI ASNLF/GAM

"Anda jg gembira dulu mentang2 anda sudah tahu kelebihan hukum Swedia kan cuma negara itu yg mau menampung orang2 bermasalah spt kalian. Dan anda2 juga tahu kelebihan kalo numpang di Swedia, dan hukumnya yg menenangkan Anda sekalian walaupun bukan sesuai syariat Islam. Anda bela-belain banget" (Tati, narastati@yahoo.com , Sun, 20 Jun 2004 02:16:42 -0700 (PDT))

Baiklah saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Saudari Tati, masalah bukan gembira atau tidak gembira, melainkan saya melihat bahwa memang pihak RI itu telah berusaha sedemikian keras untuk menjerat para Petinggi GAM di Swedia.

Tetapi, persoalannya, pihak RI tidak mau mempalajari, menganalisa, mendalami, situasi baik hukum atau masyarakat tempat di mana para petinggi GAM itu berada.

Saya dari pagi-pagi sekali telah menyatakan dalam tulisan "Jangan terlalu optimis mengharap Jaksa Swedia akan menuntut Tokoh GAM dengan dasar terorisme" www.dataphone.se/~ahmad/030618.htm .

Dimana dalam tulisan itu, yang saya publikasikan pada tanggal 18 Juni 2003, tahun lalu, dinyatakan bahwa "Motif dan tujuan utama dari pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda dan Presiden Megawati mengirimkan bukti-bukti yang menyangkut kasus peledakan bom di Bursa Efek Jakarta tanggal 13 September 2000, Mall Atrium tanggal 23 September 2001, Bina Graha Cijantung Mall tanggal 1 Juli 2002, Balai Kota Medan tanggal 31 Maret 2003, dan di Jalan Belawan Deli Medan tanggal 1 April 2003 hasil penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 kumpulan Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Menlu Swedia Anna Lindh Cs dan Menteri Kehakiman Swedia Thomas Bodstrom pada hari Selasa, 10 Juni 2003 yang lalu adalah untuk memisahkan tokoh-tokoh GAM di Swedia dengan rakyat Aceh. Karena selama tokoh-tokoh GAM, khususnya yang ada di Swedia masih dianggap mempunyai hubungan langsung dengan rakyat Aceh, maka menurut Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda dan Presiden Megawati persoalan Aceh tidak akan selesai. Dan menuduh Teungku Hasan di Tiro sebagai penanggung jawab tindakan terorisme di wilayah hukum Indonesia. Hanya sayang kejadian dari peristiwa peladakan bom-bom itu terjadi sebelum Undang-Undang tindak pidana terorisme yang sudah disyahkan oleh Parlemen Swedia akan diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2003. Jadi memang bukti-bukti yang diajukan pihak RI itu tidak akan tersaring oleh Undang-Undang tindak pidana terorisme Swedia, karena bukti-bukti itu dikumpulkannya terlalu cepat."

Jadi, saya telah menyatakan, bahwa semua tuduhan tindak pidana terorisme dalam bentuk peledakan-peledakan bom yang kejadiannya sebelum tanggal 1 Juli 2003, tidak akan tersaring oleh dasar hukum Undang Undang tindak pidana terorisme Swedia.

Selanjutnya pihak RI memasukkan bukti lain yang berupa 2 kasus pembunuhan, salah satunya kasus pembunuhan rektor Universitas Syiah Kuala, Prof.Dr.Dayan Dawod, 6 kasus pembakaran sekolah dan 243 kasus penculikan, dengan harapan akan bisa dipakai menjerat Teungku Hasan di Tiro dan yang lainnya.

Nah, kasus pembunuhan, yang salah satunya kasus pembunuhan rektor Universitas Syiah Kuala, Prof.Dr.Dayan Dawod adalah juga terjadi sebelum tanggal 1 Juli 2003. Maka jelas kasus inipun tidak bisa disaring dengan Undang Undang tindak pidana terorisme Swedia.

Tetapi, 6 kasus pembakaran sekolah dan 243 kasus penculikan yang dituduhkan terjadi sejak Mei 2003 sampai Juni 2004, maka kemungkinan besar bisa disaring oleh Undang Undang tindak pidana terorisme Swedia.

Hanya sayangnya, sejak tanggal 19 Mei 2003 telah diberlakukan Darurat Militer di Acheh berdasarkan dasar hukum Keppres No.28/2003. Karena itu di Acheh dianggap sebagai daerah perang. Apalagi pihak RI mengirimkan sampai 50 000 pasukan TNI ke Acheh untuk melawan GAM dan TNA.

Dengan alasan tersebut diatas, dasar hukum yang dipergunakan oleh pihak Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand adalah dasar hukum, hukum internasional. Dimana dinyatakan bahwa apabila warganegara Swedia melakukan tindakan pelanggaran hukum di Negara lain dengan mengangkat senjata dan mengakibatkan korban rakyat di negara tersebut, sedikitnya akan dijatuhi hukuman 4 tahun. Tetapi kalau sampai mengakibatkan korban rakyat yang lebih hebat lagi, maka akan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Nah, dasar hukum internasional inilah yang akhirnya dipakai oleh pihak Ketua Jaksa Penunut Tomas Lindstrand dengan bukti bahwa di Acheh 6 gedung sekolah dibakar dan 243 orang diculik oleh GAM yang distir atau dikontrol dari Swedia.

Jadi, jelaslah sudah, bahwa keinginan dari pihak RI untuk menjerat para Petinggi GAM dengan jeratan dasar hukum tindak pidana terorisme tidak bisa dijalankan di Swedia. Yang bisa dijalankankan adalah dasar hukum pelanggaran hukum internasional.

Tetapi sayang, bukti yang diajukan oleh pihak RI yang menyatakan ada hubungan antara para petinggi GAM di Swedia dengan tindakan pembakaran 6 gedung sekolah dan penculikan 243 orang oleh pihak GAM tidak ditunjang oleh bukti yang kuat.

Oleh karena itu, keinginan dari pihak Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand untuk memperpanjang masa tahanan para Petinggi GAM tidak diluluskan oleh tim Hakim Pengadilan Huddinge. Dengan demikian para Petinggi GAM yang sudah ditahan selama tiga hari, dari selasa, 15 Juni sampi Jumat 18 Juni 2004, harus segera dibebaskan tanpa syarat disebabkan kurangnya bukti.

Selanjutnya saudari Tati menyatakan: "Swedia kan cuma negara itu yg mau menampung orang2 bermasalah spt kalian."

Sebenarnya bukan hanya Swedia yang mau menerima rakyat Acheh, melainkan juga, Norwegia, Kanada, Amerika, Jerman

Kemudian itu disinggung dasar hukum di Swedia bukan bersumberkan kepada sumber hukum syariat Islam. Memang itu jelas Swedia bukan negara yang hukumnya bersumberkan kepada Islam. Sama juga dengan Negara RI yang hukum Negaranya bersumberkan kepada yang bukan Islam, atau kepada pancasila. Jadi dalam sumber hukum antara Swedia dan RI adalah sama. Kedua-duanya kalau dilihat dari sumber hukum, adalah dinamakan negara kafir.

Ahmad Sudirman bukan membelain Negara Swedia, melainkan Ahmad Sudirman mempelajari, menggali, menganalisa, dan menyimpulkan apa yang dituduhkan oleh pihak RI dengan bukti-buktinya dihubungkan dengan dasar hukum yang akan dipakai oleh pihak Swedia untuk menyaring semua bukti-bukti yang disampaikan oleh pihak RI melalui Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand.

Kenapa harus menghubung-hubungkan dengan yahudi Swedia ?. Mereka orang yahudi di Swedia tidak memiliki kekuasaan dalam Pemerintahan dan Parlemen dan apa pula harus dihubung-hubungkan dengan ASNLF atau GAM ini? ASNLF tidak punya hubungan dengan yahudi.

Kalau itu para bekas anggota GAM yang akan berbicara dan menjadi saksi, ya, silahkan kalau mereka mempunyai fakta dan bukti. Tetapi yang jelas itu bukti yang diberikan oleh saudara Amri bin Abdul Wahab yang telah membelot dan menyerahkan diri kepada RI, jelas tidak dianggap sebagai bukti yang objetif. Karena hampir sebagian besar didasarkan pada kebohongan dan rasa permusuhan terhadap pihak ASNLF atau GAM dan TNA saja.

Seterusnya soal yang saudari Tati katakan: "tunggu saja saatnya, jg bangga dulu anda terlepas, jika Allah sudah menetapkan orang yg berlaku keterlaluan utk dipermalukan, pasti saatnya akan datang!"

Saudari Tati, Allah SWT lebih mengetahui siapa yang berbuat dlolim dan aniaya terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Dari jaman Soekarno, diteruskan oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang oleh Megawati dengan TNI-nya. Berapa puluh ribu rakyat Acheh yang menderita akibat pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh ini ?.

Itu soal pamor GAM yang sudah pudar di Negeri Acheh, seperti yang dikatakan saudari Tati. Ya, bisa saja saudari Tati mengatakan itu dan pihak RI mengatakan yang sama juga. Karena memang pihak RI dan saudari Tati sendiri tidak menginginkan Negeri Acheh yang telah diduduki dan dijajah oleh pihak RI lepas kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Sebenarnya, rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila makin kuat perjuangannya, karena mereka telah mengetahui dengan jelas dan benar bahwa RI telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Berapa banyak rakyat Acheh yang dijebloskan kedalam LP-LP di jawa dan di Acheh ?. Mereka itu semua mana bisa ditarik hidung dan dibungkan semangat perjuangannya. Walaupun mereka sekarang berada dalam LP-LP, tetapi jiwa mereka tetap saja untuk berusaha dan untuk berjuang mencapai kemerdekaan negeri Acheh dan tetap menjaga agama endatu mereka, yakni Islam.

Masalah Teungku Hasan di Tiro yang sudah mencapai 74 tahun usianya, jelas masih kuat dan masih bersemangat untuk terus menyuarakan kemerdekaan Negeri Acheh dan untuk tetap menjaga agama endatu meraka, yaitu Islam.

Justru yang harus sadar dan semoga diberi hidayah oleh Allah SWT adalah itu para penerus Soekarno termasuk Megawati yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Acheh. Mereka para penerus Soekarno ini tidak mau mengakui dan tidak mau menerima apa yang telah dilakukan Soekarno menelan dan mencaplok Acheh adalah suatu perbuatan pelanggaran hukum internasional dan penjajahan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 20 Jun 2004 02:16:42 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Fwd: POLRI GAGAL HADAPI GAM KARENA KEBODOHANNYA SENDIRI
To: ahmad@dataphone.se

Anda jg gembira dulu mentang2 anda sudah tahu kelebihan hukum Swedia kan cuma negara itu yg mau menampung orang2 bermasalah spt kalian. Dan anda2 juga tahu kelebihan kalo numpang di Swedia, dan hukumnya yg menenangkan Anda sekalian walaupun bukan sesuai syariat Islam. Anda bela-belain banget!

Tapi biar suatu saat mata yahudi Swedia ini terbuka orang2 bekas anggota GAM itu sendirilah nanti yg akan berbicara dan menjadi saksi dan Anda cs, tunggu saja saatnya jg bangga dulu anda terlepas jika Allah sudah menetapkan orang yg berlaku keterlaluan utk dipermalukan pasti saatnya akan datang!

Yg jelas saat ini PAMOR GAM sudah PUDAR di negri Aceh, masyarakat sudah banyak yg sadar dan pemerintah RI, akan memaafkan bagi anggota GAM yg sadar akan kekhilafannya selama ini, kecuali PENTOLAN GAM yg sudah lemah.

Pak Hasan Tiro, Insya Allah, Anda dlm cobaan sakit ini, diberi hidayah oleh Allah dan menyadari kekeliruan anda selama ini, Amin ya Allah

wassalam,

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------