New Jersey, 21 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO DAN PIMPINAN RI PANDAINYA MENIPU DIRI
Acheh Merdeka
New Jersey - US.

 

JELAS ITU KELIHATAN DENGAN MATA ITU SUMITRO DAN PIMPINAN RI PANDAINYA MENIPU DIRI

Salam manis.
Kalau kata orang Acheh, Sumitro ini, sebagaimana juga para pemimpin Negara Kolonial RI (NKRI) lainnya, orang yang "sehari tiga kali zohor". Langsung tidak bisa dipercaya, putar lidah, putar kata pada setiap kesempatan.

Cuba bayangkan kembali apa mereka katakan ketika kedua pemimpin Acheh itu ditangkap:

-Hasan Tiro, Malik Mahmood, Zaini Abdullah ditangkap kejaksaan Swedia.
-Pemerintah Swedia telah setuju untuk mengekstradisi ke Jakarta Hasan Tiro, Malik Mahmood dan Zaini Abdullah
-Polisi Indonesia telah mengirim 3 perwira Polri untuk menyidik ketiga tersangka
-Hasan Tiro, Malik Mahmood, Zaini Abdullah bungkem tidak mau menjawab soalan 3 perwira Polri...
-Pembebasan Hasan Tiro, Malik Mahmood, Zaini Abdullah hanya masalah teknik, pemeriksaan oleh Kejaksaan Sweden diteruskan...

Tidak ada satupun dari pernyataan itu yang betul. Sumitro melompat-lompat girang mengejek-ejek penangkapan tersebut, sekarang bilang: Yach...saya patut mengerti akan kegembiraan kalian para GAM ...

Betulkah Sumitro mengerti? Bahwa anda dan pemimpin-pemimpin anda sebenarnya adalah sekumpulan orang-orang yang hanya menipu diri sendiri?

Kami bangsa Acheh tidak peduli kalau anda suka mencuri, berbohong, membunuh, memperkosa, dan melakukan tindakan-tindakan biadab lainnya di kampung anda sendiri. Tetapi yang menjadi masalah anda berbuat demimian terhadap bangsa kami.

Seluruh dunia orang tau:
-Dr. Teungku Hasan di Tiro tidak pernah ditangkap. Seorang Petinggi Kepolisian dan seorang Petinggi Kejaksaan Sweden datang ke apartmentnya pada hari Jumat pukul 11 pagi menanyakan beberapa hal, antara lain: "Kenalkah Your Excellency pada Malik Mahmood dan Zaini Abdullah", yang dijawab oleh Teungku Hasan dengan: Yes, they are my ministers. Penyoalan itu berlangsung tidak lebih 15 menit dan Teungku Hasan didampingi oleh Jurubicara ASNLF Bakhtiar Abdullah.

-Pemerintah Swedia tidak pernah memberi persetujuan demikian karena dalam undang-undang Sweden, tidak seperti di negara acak-acakan Indonesia, pemisahan antara Eksekutif, Judikatif dan Legislatif adalah jelas. Pemerintah Sweden tidak mungkin mengekstradisi ketiga pemimpin Acheh itu keluar dari Sweden begitu saja, kalaupun ia berniat demikian, apatah lagi memang niat demikian tidak ada, dari kenyataan bahwa Sweden memberi perlindungan kepada pemimpim-pemimpin Acheh itu dengan pengetahuan yang jelas siapa mereka itu. Mereka bukan hanya sekedar pengungsi, tetapi Pemimpin-pemimpin perjuangan kemerdekaan.

Undang-undang Sweden juga tidak membenarkan ekstradisi warganegaranya ke negara lain, apalagi bila antara kedua negara bersangkutan tidak ada perjanjian ektradisi. Jadi jelaslah pernyataan para pemimpin Indonesia itu adalah ISAP JEMPOL TIPU RAKYAT SENDIRI semata-mata. Rakyat Indonesia sudah seperti rakyat mesir di zaman Firaun. Firaun membuat pesta 44 hari dengan hanya memberi makan kacang kuning dengan dimasak berbagai cara. Setelah 44 hari semuanya menjadi bodoh, apa saja yang dikatakan Firaun disambut rakyat dengan Daulat Tuanku. Jadi mas, tolong kurangkan makan tempe ya, sekali-kali kok makan ikan juga dong. Kemana wang korupsi yang demikian banyak itu dibawa?

-Ketika perwira Polri tidak menampakkan wajah mereka di depan bangunan Pengadilan pun, jangankan di dalam mahkamah menyoal para tersangka. Apa pikir para pemimpin Indonesia Mahkamah Sweden macam mahkamah NKRI? Mentang-mentang Bob Hasan dan Tommy Suharto pencuri-pencuri besar itu bisa keluar masuk Nusa Kambangan sesuka hati, pikirnya di negara yang beradab seperti Sweden pun begitu juga. Memang mas, orang ngukur baju di badan sendiri kok ya? Pengacara KBRI memang ada meminta masuk mendengar jalannya persidangan tetapi di tolak oleh mahkamah, terpaksa keluar, sebab sidang itu sidang tertutup. Kemudian pengacara itu minta bicara dengan Dr. Zaini, ditolak mentah-mentah. Nggak ada urusan. Jadi bukanlah "memilih untuk tidak menjawab pertanyaan polisi kita yang adalah hak mereka di bawah undang-undang Sweden..."

Kedua pemimpin Acheh itu dibebaskan tanpa syarat. Sebut apa suka, masalah teknik kah, soal prosedur kah. Kalau pada anak tangga pertama saja (soal teknik) sudah nggak bisa lewat, gimana mau terus mas? Kalau mau cari-cari alasan cuti ke Stockholm dengan wang rakyat bilang aja. Pasti "wang tugas" nya tuh cukup banyak untuk beli oleh-oleh untuk anak-anak ya? Kasihan ah!

Hidup Acheh Merdeka

Acheh Merdeka

achehmerdeka@yahoo.com
New Jersey, US
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Hidajat Sjarif siliwangi27@hotmail.com
Cc: narastati@yahoo.com
Subject: RE: TATI ITU PEMERINTAH RI, TNI DAN POLRI MAKIN KALANGKABUT MENGH ADAPI ASNLF/GAM
Date: Mon, 21 Jun 2004 08:57:21 +0700

Yach...ahmad Sudirman boleh gembira dengan macam2 argumen anda yang senang dengan kemenangan anda akan dasar hukum di swedia. Anda semua ( GAM) berdasarkan hukum Di Swedia ( Duniawi ) anda memperoleh kemenangan walaupun korban2 anda orang2 tak berdosa tapi dasar hukum akherat kelak anda akan memperolehnya dengan adil berdasarkan kebenaran dari Allah SWT. Anda yakin bahwa anda dalam pihak yang benar sehingga perjuangan anda itu menghalalkan segala cara termasuk dengan membunuh rakyat sipil, anak2 , dewasa dan orang2
tua yang kesemuanya adalah orang2 yang tidak berdosa yang menerima akibatnya.Menurut GAM Itu adalah konsekuensi dari perang..???? Hanya Allah SWT yang Maha Tahu.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Hidajat Sjarif siliwangi27@hotmail.com
Cc: ndin_armadaputra2002@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: NURDIN ABDUL RAHMAN: RI DIPUKUL ASNLF/GAM DI TIGA MEDAN
Date: Mon, 21 Jun 2004 09:35:53 +0700

Yach...saya patut mengerti akan kegembiraan kalian para GAM atas pembebasan terhadap kedua pentolan GAM tersebut. Tapi ingat..di Swedia kalau yang saya tahu penahanan para tersangka itu punya batas waktu penahanan sehingga pada waktu diajukan ke pengadilan untuk memperpanjang penahaan terhadap tersangka pengadilan tidak mengijinkan karena belum cukup bukti untuk perpanjangan penahanan. Jadi keputusan tersebut hanya masalah tekhnis sedangkan materi dan substansinya akan tetap yakni sebagai pelanggar berat hukum Internasional.

Jadi kita tunggu saja yach perkembangan selanjutnya dan saya yakin bahwa ketiga pentolan GAM ini akan segera di PENJARA dan dinyatakan BERSALAH. Catat itu...karena keputusan itu akan dibantu oleh para roh dan jiwa para korban kebiadaban mereka selama ini terutam para korban BOM di BEJ .

Demikian.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------