Stockholm, 21 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MIRZA KEDODORAN MELIHAT DA'I BACHTIAR & HARI SABARNO MATI KUTU
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUKU MIRZA MANA AHMAD SUDIRMAN MAU BEGITU SAJA MENGAKUI DAN MENERIMA TUDUHAN PIHAK RI SEBELUM DIBUKTIKAN DIDEPAN PENGADILAN

"Secara Implisit Ahmad Sudirman sudah mengakui bahwa GAM lah yang membunuh tokoh-tokoh intelektual Aceh yang tidak sejalan dengan mereka. Hal yang sama juga dia mengakui bahwa GAM lah membakar sekolah-sekolah di Aceh yang dulu begitu tidak diakuinya. Mana maling sih yang ngaku, tapi kadangkala orang bisa keseleo lidah, bangkai yang namanya kebohongan itu memang tidak bisa ditutupi. Terlepas apakah mereka di hukum atau tidak dengan hukum buatan manusia, itu soal lain." (Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Sun, 20 Jun 2004 23:30:56 -0700 (PDT))

Baiklah Teuku Mirza di Jakarta, Indonesia.

Teuku Mirza, kalau Ahmad Sudirman menampilkan tuduhan pihak RI yang disampaikan kepada pihak Kementrian Luar Negeri Swedia yang diteruskan kepada Menteri Kehakiman Swedia dan terus diserahkan kepada Kepala Kejaksaan Stockholm dan Kepolisian Stockholm, bukan berarti secara implisit Ahmad Sudirman mengakui itu tuduhan.

Ahmad Sudirman kan harus mengetahui tuduhan-tuduhan dan bukti-bukti apa yang disampaikan oleh pihak RI terhadap pihak ASNLF atau GAM di Swedia. Dari apa yang dituduhkan oleh pihak RI itu kan mencakup bukti-bukti yang menyangkut kasus peledakan bom di Bursa Efek Jakarta tanggal 13 September 2000, Mall Atrium tanggal 23 September 2001, Bina Graha Cijantung Mall tanggal 1 Juli 2002, Balai Kota Medan tanggal 31 Maret 2003, dan di Jalan Belawan Deli Medan tanggal 1 April 2003, 2 kasus pembunuhan, salah satunya kasus pembunuhan rektor Universitas Syiah Kuala, Prof.Dr.Dayan Dawod, 6 kasus pembakaran sekolah dan 243 kasus penculikan.

Nah, dengan dikemukakan tuduhan dan bukti-bukti dari pihak RI tersebut, bukan berarti Ahmad Sudirman mengakui bahwa tuduhan dan bukti-bukti itu benar, sebelum dibuktikan didepan Pengadilan Swedia. Sikap Ahmad Sudirman ini telah berulang kali dituliskan di mimbar bebas ini.

Kemudian, Ahmad Sudirman terus melihat dan mengikuti perjalanan kerja dari Kejaksaan Stockholm dan pihak Kepolisian Stockholm. Ternyata itu bukti-bukti tuduhan pihak RI telah sedemikian rupa dipersingkat dan disaring kembali oleh pihak Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand, yakni yang tinggal adalah hanya dua bukti yaitu 6 kasus pembakaran sekolah dan 243 kasus penculikan. Sedangkan tuduhan memimpin Pemerintah Acheh Merdeka di pengasingan di Swedia untuk tujuan memisahkan Acheh dari Republik Indonesia, itu kan tuduhan yang berbau politis yang tidak dibahasa di Pengadilan Huddinge.

Dua bukti inipun, mana Ahmad Sudirman begitu saja mau mengakui dan mau menerimanya sebelum dibuktikan didepan Pengadilan Huddinge.

Apalagi bukti-bukti yang lainnya yang telah disaring dan dipersingkat oleh Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand, mana bisa begitu saja, baik secara explisit ataupun implisit, diakui dan diterima oleh Ahmad Sudirman, sebelum diuji kebenaran bukti-bukti itu didepan Pengadilan Huddinge.

Ternyata, dua bukti yang diajukan oleh pihak Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand kehadapan tim Jaksa Pengadilan Huddinge untuk dijadikan alasan penahanan Teungku Zaini Abdullah dan Teungku Malik Mahmud, sudah ditolak oleh pihak tim Hakim. Alasannya, tidak cukup bukti-buktinya.

Nah, ini kan, baru mau masuk ke pintu pertama saja, itu bukti-bukti yang diberikan oleh pihak RI tentang pembakaran 6 gedung sekolah dan penculikan sebanyak 243 orang yang disampikan oleh pihak Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand sudah ditolaknya.

Barulah sekarang Amad Sudirman mengakui dan menerima bahwa bukti-bukti yang disampaikan oleh pihak RI kepada pihak Kementrian Luar Negeri Swedia yang diteruskan kepada Menteri Kehakiman Swedia dan terus diserahkan kepada Kepala Kejaksaan Stockholm dan Kepolisian Stockholm, ternyata setelah diuji oleh tim Hakim Pengadilan Huddinge pada tanggal 18 Juni 2004 dinyatakan tidak diterima dengan alasan tidak cukup buktinya. Karena itu Teungku Zaini Abdullah dan Teungku Malik Mahmud yang telah ditahan sejak tanggal 15 Juni 2004 harus segera dibebaskan tanpa syarat.

Jadi, Teuku Mirza, barulah sekarang, setelah tim Hakim Pengadilan Huddinge menolak dan tidak meluluskan bukti-bukti yang diajukan oleh pihak Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand, kelihatan dengan jelas bahwa apa yang dituduhkan oleh pihak RI berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan oleh mereka ternyata lemah dan tidak kuat, sehingga ditolak oleh pihak tim Hakim Pengadilan Huddinge.

Sekarang, barulah Ahmad Sudirman mengetahui dan mengakui derta menerima bahwa tuduhan dan bukti-bukti yang disampaikan oleh pihak Pemerintah RI terhadap Petinggi ASNLF atau GAM di Swedia adalah tidak benar atau bohong karena bukti-buktinya tidak benar, sangat lemah, tidak cukup, dan tidak kuat.

Selanjutnya, itu Teuku Mirza menulis: "Satu hal saya ingat hadist Nabi...Manusia yang paling buruk adalah manusia yang panjang umur tapi tapi buruk amalannya."

Jelas, siapa yang buruk amalannya. Yang jelas itu Soekarno dan para penerusnya yang tetap menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Mereka tidak mau mengakui dan tidak mau menerima bahwa Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RIS yang diteruskan oleh pihak RI. Fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarahnya sudah jelas dan nyata. Dimana pihak RI dan para pendukungnya, termasuk Teuku Mirza, tidak ada seorangpun yang mampu membantah dan menghancurkan argumentasi yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman.

Adapun sepak terjang perjuangan Teungku Hasan di Tiro, jelas sudah kelihatan oleh rakyat Acheh dan rakyat RI, juga oleh mata dunia, yakni menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Padahal Negeri Acheh sebelumnya sudah berdiri dan berdaulat, kalau tidak diduduki dan dijajah oleh Belanda, Jepang, dan sekarang oleh pihak RI ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 20 Jun 2004 23:30:56 -0700 (PDT)
From: teuku mirza teuku_mirza2000@yahoo.com
Subject: RE: TATI ITU PEMERINTAH RI, TNI DAN POLRI MAKIN KALANGKABUT MENGH ADAPI ASNLF/GAM
To: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: narastati@yahoo.com

Secara Implisit Ahmad Sudirman sudah mengakui bahwa GAM lah yang membunuh tokoh-tokoh intelektual Aceh yang tidak sejalan dengan mereka.....hal yang sama juga dia mengakui bahwa GAM lah membakar sekolah-sekolah di Aceh.....yang dulu begitu tidak diakuinya....mana maling sih yang ngaku....tapi kadangkala orang bisa keseleo lidah......bangkai yang namanya kebohongan itu memang tidak bisa ditutupi......
Terlepas apakah mereka di hukum atau tidak dengan hukum buatan manusia, itu soal lain.......

Satu hal saya ingat hadist Nabi...Manusia yang paling buruk adalah manusia yang panjang umur tapi tapi buruk amalannya......

Saya ingat hasan leube muhammad tanjung bungong.....sangat mengena dengan hadist tersebut.....

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
teuku_mirza2000@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------