Stockholm, 22 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU PEMERINTAH RI & TNI KALAU BERCAKAP ASAL BUKA MULUT SAJA TETAPI OTAK KOSONG
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATI DAN SUMITRO HARUS TAHU ITU PEMERINTAH RI & TNI KALAU BERCAKAP ASAL BUKA MULUT SAJA TETAPI OTAK KOSONG

"Allooo, Kang Ahmad yg sekarang di New Jersey, wih keren ya, lagi ngelobi siapa sih, salut deh sama si Akang, bukan saja memiliki kepribadian ganda ternyata juga orangnya ganda alias banyak sekali, liat aja tulisannya pasti beda2 intonasinya." (Tati, narastati@yahoo.com , Mon, 21 Jun 2004 23:27:41 -0700 (PDT))

Baiklah saudari Tati di Jakarata, Indonesia.

Pandangan saudari Tati ini memang tidak jauh berbeda dengan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, Wakil Presiden Hamzah Haz. Mengapa ?

Coba saja perhatikan apa yang ditulis saudari Tati pagi ini: "OK! kita jg berkecil hati jika pengadilan Swedia spt itu, biasalah ini kan baru babak penyisihan. Lihat aja babak-babak selanjutnya..ya paling juga babak belur (sst pak hasan tiro dkk maksudnya-red)"

Padahal, beberapa hari yang lalu, Kamis, 17 Juni 2004 saudari Tati sambil berjingkrak-jingkrak bersama saudara Sumitro sempat berceloteh tidak menentu: "Tapi kang sekecewa apapun Akang dlm hidup ini khususnya mendengar berita kemarin tentang mulai diselidikinya Pentolan GAM, jangan langsung ambil jalan singkat ya..kang! jg bikin detonator, kalaupun tlh terlakukan pasangnya jangan di badan ya, letaknya pun hati2 jauh-jauh dari masyarakat tak bersalah. Tempat saya aja yg bersalah."

Nah kan kelihatan, kalau orang yang kepalanya itu kosong, terutama tidak diisi dengan ilmu pengetahuan sejarah Negeri Acheh yang benar, sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI yang benar, dan ilmu tentang hukum dan berjalannya Peradilan di Swedia, maka penampilannya, ya, itu, seperti saudari Tati dan saudara Sumitro.

Begitu juga dengan itu yang namanya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto sambil sesumbar dengan rasa bangga menyerukan dan menghimbau kepada para anggota GAM dan TNA untuk menghentikan perjuangnnya. Eh, ternyata dijawab oleh Teungku Sofyan Dawood: "Kami masih akan berjuang dan tidak ada istilah bagi GAM untuk menghentikan perjuangan sampai kemerdekaan bagi Aceh terwujud" (Juru Bicara GAM Sofyan Dawood, Aceh, Rabu, 16 Juni 2004)

Kan kelihatan, itu yang berpangkat Jenderal, Endriartono Sutarto, sudah kena gebrak oleh Teungku Sofyan Dawood.

Coba perhatikan juga itu Menko Polkam ad interim Hari Sabarno berceloteh : "Kita tidak mau ada warga negara Swedia yang mengendalikan satu gerakan separatis di negara lain itu kan berarti sudah menyalahi hukum"

Tetapi, ketika bukti yang disodorkan pihak RI melalui Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand kepada pihak tim Hakim di Pengadilan Huddinge, pada tanggal 18 Juni 2004. Lagi-lagi kena gebrak itu Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, karena bukti yang disodorkan pihak RI kurang kuat dan lemah, tidak cukup untuk dijadikan alasan penahanan Petinggi ASNLF atau GAM.

Eh, rupanya itu bukti yang dipakai dasar alasan oleh pihak RI salah satunya diambil dari Amri bin Abdul Wahab, yang telah menyerahkan diri kepada RI tanggal 12 Mei 2003 dengan cara membuat surat pernyataan menyerahkan diri diatas sehelai kertas bermaterai Rp 6.000,00 , dan yang mengaku-ngaku ada perintah dari Panglima Tertinggi Tentara Negara Acheh (TNA), Muzakkir Manaf, dan ada perintah dari Teungku Zaini, Teungku Malik, dan Teungku Hasan di Tiro untuk membakar bangunan sekolah yang bukan sekolah Islam.

Mana bisa bukti model demikian diajukan kehadapan tim Hakim Pengadilan Huddinge. Ah, itu kelihatan bodohnya itu Menko Polkam ad interim Hari Sabarno. Eh, waktu itu yang jadi Menko Polkam adalah itu Mr Big Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi dua-duanya sama bodohnya itu Menko Polkam.

Kemudian, kita lihat apa itu kerja Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar yang hidungnya sudah mulai membelok keatas saking kegirangan: "Kita dapat membantu mereka dalam memberikan informasi, juga dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses hukum lebih lanjut. Sekarang pun masih terus kita lanjutkan, koordinasi apa saja jika diperlukan untuk proses persidangan berikutnya"

Tetapi, kenyataannya waktu diuji dihadapan tim Hakim di Pengadilan Huddinge, apa yang dijalankan oleh pihak jenderal dari Kepolisian ini dibungkam dan disapu bersih oleh Advokat Leif Sibersky penasehat hukum teungku Malik Mahmud dengan tangkisannya menyatakan: "sangkaan itu adalah satu permainan politik. Kami tidak mau pengadilan politik di Swedia. Pengadilan di Swedia tidak dibenarkan diatur oleh masukan dari pemerintah asing"

Jelas kelihatan disini, dipikir itu Jenderal Polisi satu ini, di Stockholm dan Huddinge sama seperti di kampungnya di Jakarta sana. Pokoknya hantam saja. Mentang-mentang dikasih angin oleh Ketua Jaksa Penuntut Tomas Lindstrand.

Selanjutnya perhatikan itu Wakil Presiden Hamzah Haz yang ikut-ikutan nimbrung: "Itu salah satu hasil dari diplomasi pemerintah, kita dari dulu secara simultan melakukannya baik melalui mengamankan dari segi pemulihan keamanan di Aceh sekaligus dengan mencari akarnya, yaitu siapa yang di belakang ini, Hasan Tiro cs itu. Ini sudah dilakukan hampir dua tahun dan sekarang ini dengan respon yang sungguh-sungguh dari pemerintah Swedia mereka melakukan penangkapan itu." (Hamzah Haz, kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2004)

Memang kelihatan Wakil Presiden asal Kalimantan yang satu ini kalau berbicara asal mulut terbuka saja. Apakah itu Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda berhasil melobi Pemerintah Swedia ?. Memang, itu Noer Hassan bisa berjumpa dan melobi Kementrian Luar negeri dan Kementrian Kehakiman Swedia. Tetapi, dia lupa bahwa Pengadilan di Swedia adalah berdiri sendiri. Apa kata Perdana Menteri atau Menteri Kehakiman Swedia tentang masalah persidangan dalam Pengadilan Swedia, mana didengar itu oleh tim Jaksa dan para advokat dalam Pengadilan di Swedia. Paling dikatakan kepada Perdana Menteri dan Menteri Kehakiman, jangan ikut urusan dalam Pengadilan. Nah, habis perkara.

Jadi, saudari Tati dan saudara Sumitro, kalian ini memang ikut-ikutan saja apa kata itu para Jenderal dan pimpinan kalian yang memang kalau bercakap dan berpikir seenaknya saja. Pokonya main hantam kromo, tinju sana, tinju sini. Tetapi satupun tidak kena. Itulah kalau kepala itu kosong. Coba isi itu kepala dengan pengetahuan yang sedikit bermanfaat. Isilah dengan sejarah perkembangan Negeri Acheh yang benar, sejarah nasional, pertumbuhan dan perkembangan RI yang benar, dan masalah hukum dan pelaksanaannya di Swedia. Jangan hanya mengandalkan otot saja, seperti itu Ryamizard Ryacudu orang Palembang satu itu.

Saudari Tati, itu yang membuat syariat Islam ala DPR dan ala Megawati bukan rakyat Acheh, melainkan itu Akbar Tandjung cs bersama Megawati cs. Coba baca lagi itu UU No.18 Tahun 2001. Jangan asal nyoroscos saja kalau bercakap. Lagi pula itu UU RI Nomor 18 tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang terdiri dari 14 Bab dan 34 pasal yang disahkan di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2001 oleh presiden RI Megawati, telah saya kupas dalam tulisan saya sebelum ini.

Itu kalau saudara Sumitro bercakap, isinya kosong, banyak bohongnya. Masa mau percaya kepada semua omongan saudara Sumitro ini. Dia itu benar-benar sudah banyak berbohong. Mana saudara Sumitro mampu membuktikan kebenaran ucapan dan tulisannya tentang Ahmad Sudirman. Saudara Sumitro ini terus bercuap karena memang sudah terlanjur berbicara dan menulis di mimbar bebas ini yang dibaca oleh orang-orang di seluruh dunia tanpa fakta dan bukti yang benar, dan sudah terlanjur diikuti oleh saudari Tati. Ketimbang dia mundur dan mengaku salah, dia malahan terus berbicara kosong, mau menunjukkan kepada rakyat RI, bahwa saudara Sumitro asal Jawa satu ini mampu membela Negeri Acheh yang diduduki dan dijajah Soekarno dan menganggap itu Negeri Acheh milik RI, milik Soekarno, milik Mega, milik Ryacudu dan milik Sabarno, juga milik dirinya sendiri.

Itu soal Teungku Hasan di Tiro di selidiki, itu adalah soal kecil, soal perjuangan. Dan Teungku Hasan di Tiro tidak ditangkap apalagi di tahan. Apa pula diributkan. Yang ribut itu kan pihak RI dengan para pendukungnya termasuk saudari Tati dan saudara Sumitro yang sudah begitu kegirangan karena mendengar berita bohong Teungku Hasan di Tiro ditangkap dan ditahan. Karena menurut anggapan pihak RI, kalau Teungku Hasan di Tiro ditangkap, itu perjuangan rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila menjadi mengendor dan hilang. Ah, itu hanya mimpi Mbak Mega dan Ryacudu serta Sutarto saja.

Kembali kepada tulisan saudara Warwick dari Malaysia. Itu Warwick punya hak untuk membela Negeri Acheh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh RI. Jadi kalau saudara Warwick mengatakan "Kayaknya sumitro itu adalah monyet atau beruk jawa yang baru lepas minum jamu cap ayam jago yang dijual oleh inem jamu gendong megawati." (Warwick, Tue, 22 Jun 2004 03:30:38 +0100 (BST)) Itu hak saudara Warwick.

Lagi pula kalau memang saudara Sumitro itu menggunakan pikirannya dan mau menggali sejarah Acheh dan RI yang sebenarnya, maka jelas tidak akan dianggap musuh oleh pihak Warwick. Alasannya, kan sudah jelas, itu saudara Sumitro membela RI yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh, dengan membabi buta, tanpa ilmu pengetahuan tentang Acheh dan RI yang sebenarnya. Seterusnya, saudara Sumitrio ini kalau menulis atau bercakap seenak udelnya saja. Dia tidak tahu, bahwa tulisannya itu dibaca orang diseluruh dunia. Bukan hanya dibaca tetapi diperhatikan dan dianalisa orang. Coba saja perhatikan apa yang dituliskan oleh saudara anggota Acheh Merdeka yang ditulis dari New Jersey.

Seterusnya, Ahmad Sudirman tidak memiliki kepribadian ganda. Mana ada dua kepribadian Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman membela dan mendukung rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila, karena memang Ahmad Sudirman telah mempelajari, memikirkan, menggali, menganalisa tentang apa yang telah dijalankan oleh pihak Soekarno dengan RIS dan RI-nya terhadap Negeri Acheh. Ahmad Sudirman bukan seorang yang mengikut begitu saja, atau membeo saja. Ahmad Sudirman mempergunakan pikiran, akal yang telah dianugerahkan Allah SWT. Makanya, Ahmad Sudirman tidak bisa dibodohi dan ditipu oleh pihak RI. Apalagi oleh Mbak Mega, Ryacudu, Sutarto, dan sekarang oleh Mas Sabarno orang Jawa satu itu.

Kemudian terakhir, Ahmad Sudirman hanya satu, tidak ada dua orangnya. Itu yang menulis "Sumitro dan Pimpinan RI pandainya menipu diri" dari New Jersey, itu adalah orang Acheh yang telah melihat, memperhatikan, menganalisa apa yang dituliskan oleh saudara Sumitro semuanya itu ternyata isinya bohong semua. Makanya itu saudara anggota Acheh Merdeka dari New Jersey membuat tulisan seperti itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 21 Jun 2004 23:27:41 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Fwd: RE: ACHEH MERDEKA: SUMITRO DAN PIMPINAN RI PANDAINYA MENIPU DIRI
To: mitro@kpei.co.id, ahmad@dataphone.se

Siang pak sumitro.....

Wah..kelihatannya GAM marah sekali dg Bapak. Habis bapak banyak membuka kedok mereka yg bertopeng Islam. Pak Sumitro biar aja ocehan mereka, kita jg terpancing. Namanya juga orang dlm kondisi KALUT dan Iman kurang! Maklum lah mereka2 ini kan orang yg kecewa, bayangkan sudah bertahun-tahun mereka melakukan perlawanan dg segala cara, mulai dg cara simpati sampai maksa mati. Tapi sampai saat ini NIAT mereka jadi pemimpin di Aceh, gak juga kesampaian. Gimana gak KECEWA?! Apalagi setelah dipakai trik dg mengangkat isu Islam /menegakkan syariat Islam tapi tidak juga mendapatkan dukungan. Eh, malah pak mitro ikut juga mematahkan bukti, fakta, dasar hukum Ahmad cs and the Gank, bagaimana tidak SAKIT HATI!

Bayangkan! "SUHU" yg mereka agungkan, HASAN TIRO dkk, ternyata mulai diselidiki, yah, terpaksalah mereka ngelobi tingkat tinggi dg DANA dan mulut berbusa ditambah lagi semangat GAM didaerah konflik mulai kendur (ini harus digembos)

Pak ngeri ya, tulisan dg nama email warwick, padahal ilmu agamanya kan sudah tinggi krn sudah diajar Ahmad cs, pelajaran syari'at Islam dan UU madinah. Pasti tau dong kesopanan Nabi Muhammad. Inikah contoh muslim yg ihsan dan kaffah? apa warwick university itu ngajar ilmu, KEJAHATAN?! Ngomongnya pun harus kasar. Demi menunjukkan ke Arogansi-annya..yey...SCARE...!

Allooo, Kang Ahmad yg sekarang di New Jersey, wih keren ya, lagi ngelobi siapa sih, salut deh sama si Akang, bukan saja memiliki KEPRIBADIAN GANDA ternyata juga orangnya Ganda alias banyak sekali, liat aja tulisannya pasti beda2 intonasinya.

OK! kita jg berkecil hati jika pengadilan Swedia spt itu, biasalah ini kan baru babak penyisihan. Lihat aja babak-babak selanjutnya..ya paling juga BABAK BELUR...(sst pak hasan tiro dkk maksudnya-red)

Wassalam,

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------