Stockholm, 23 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HADI ITU AMIEN RAIS OMONG KOSONG AKAN MENYELESAIKAN KONFLIK ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JALAS HADI ITU AMIEN RAIS OMONG KOSONG AKAN MENYELESAIKAN KONFLIK ACHEH DENGAN CARA ADIL

"Ha ha anda ini makin ngawur aja saya rasa anda ini orang yang "Ambisius" karena ngga dapat jabatan hingga stress berat alias dipresi sehingga kabur ke Swedia ngemis kenegara lain minta suaka lalu menjelek jelekan RI. Mana harga diri anda sebagai orang Aceh mestinya anda berjuan g di Aceh seperti Teuku cik di Tiro yang katanya kakeknya si Hasan itu tidak malah kabur begitu. Siapa yang kejar anda ?? saya rasa lalat pun tidak mau, eh .malah enak enakan di Swedia. Sukarno Mencaplok ??? Ha ha..ha kucing pun bisa tertawa, pepesan kosong. Coba tunjukan kepada saya negara mana yang membenarkan RI menjajah Aceh. Aceh adalah bagian NKRI yang tak bisa terpisahkan. Kalau pun sebagian rakyat Aceh miskin itu karena kerakusan segelintir orang Jakarta.masa orba dulu. Jadi, Hanya Orang yang tidak waras saja yang menyetujui pernyatan anda." (Hadi, hadifm@cbn.net.id , Wed, 23 Jun 2004 02:46:49 +0700)

Baiklah saudara Hadi di Jakarta, Indonesia.

Rupanya saudara Hadi ini memang hanya membaca cerita sejarah kosong Acheh dan RI yang dikarang oleh para penerus Soekarno.

Itu karena kelicikan Soekarno dan ambisi Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang ingin menguasai seluruh Nusantara.

Sekarang coba perhatikan apa yang saudara Hadi katakan: "Coba tunjukan kepada saya negara mana yang membenarkan RI menjajah Aceh. Aceh adalah bagian NKRI yang tak bisa terpisahkan."

Nah sekarang, saya akan jelaskan. Itu yang namanya Negeri Acheh masuk kedalam tubuh RIS yang selanjutnya masuk kedalam RI, yang sebenarnya saya sudah berpuluh kali menerangkannya.

Begini, itu 15 Negara Bagian RIS ditelan oleh Negara RI menggunakan dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950.

Kemudian adakah Negeri Aceh masuk kedalam negara bagian RIS yang ditelan RI dengan memakai dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS ?

Jawabannya, jelas, tidak ada.

Seterusnya, apa yang terjadi pada tanggal 14 Agustus 1950 dalam RIS ? Jawabannya, pada waktu itu terjadi perubahan besar-besaran dalam tubuh RIS. Dimana Parlemen dan Senat RIS mensahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dan pada hari dan tanggal yang sama Presiden RIS Soekarno menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang membagi Negara RI-Jawa-Yogya menjadi 10 daerah propinsi yaitu, 1.Jawa - Barat, 2.Jawa - Tengah, 3.Jawa - Timur, 4.Sumatera - Utara, 5.Sumatera - Tengah, 6.Sumatera - Selatan, 7.Kalimantan, 8.Sulawesi, 9.Maluku, 10.Sunda - Kecil apabila RIS telah dilebur menjadi Negara RI-Jawa-Yogya.

Nah disinilah baru kelihatan itu Negeri Aceh muncul. Mengapa ? Karena Presiden RIS Soekarno telah menelan, mencaplok dan memasukkan Negeri Aceh kedalam mulut Propinsi Sumatera Utara pakai alat dasar hukum PP RIS No.21/1950.

Kemudian Soekarno menyusul dengan menetapkan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Aceh Besar, 2. Pidie, 3. Aceh-Utara, 4. Aceh-Timur, 5. Aceh-Tengah, 6. Aceh-Barat, 7. Aceh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja.

Nah makin jelas, itu kelihatan tubuh Negeri Aceh sudah masuk kedalam perut RI yang pada tanggal 15 Agustus 1950 menjelma menjadi NKRI.

Jadi, saudara Hadi, tidak ada itu yang namanya Provinsi Aceh adalah bagian yang integral dari NKRI. Yang ada adalah Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh pihak Penguasa NKRI Presiden Megawati penerus Soekarno.

Selanjutnya, setelah Negeri Aceh ditelan dan dicaplok Soekarno melalui RIS-nya pada tanggal 14 Agustus 1950 untuk dimasukan kedalam perut RI, dan setelah RI dijelmakan menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950, maka pada tanggal 26 September 1950 Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 merekomendasikan kepada Sidang Umum PBB yang diadakan pada tanggal 27 September 1950 untuk menerima NKRI menjadi negara anggota PBB yang ke-60.

Jadi, saudara Hadi. Itu PBB tidak mengetahui bahwa Negeri Acheh itu telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI.

Inilah yang menjadi akar utama masalah konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari
setengah abad ini.

Akar utama konflik Acheh bukan seperti yang dikatakan saudara Hadi: "Kalau pun sebagian rakyat Aceh miskin itu karena kerakusan segelintir orang Jakarta.masa orba dulu."

Jadi itulah hasil ambisi agresi Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogya-nya untuk menguasai seluruh Negara-Negara bagian RIS dan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure RIS dan diluar daerah wilayah de-facto RI.

Nah sekarang, giliran saudara Hadi, coba tunjukkan oleh saudara Hadi di mimbar bebas ini, bagaimana caranya itu Negeri Acheh bisa berada dalam tubuh RIS, RI yang menjelma menjadi NKRI ?

Karena jawaban saudara yang diatas: "Aceh adalah bagian NKRI yang tak bisa terpisahkan," adalah jawaban yang tidak lengkap dan yang amburadul, tidak ada fakta, bukti, dasar hukum dan sejarahnya yang benar.

Saudara Hadi, masalahnya bukan karena power, kalau memang itu Amien Rais mengetahui dan mau mengakui secara jujur bahwa konflik Acheh itu bukan disebabkan karena masalah "kemiskinan, ketidak adilan, kerakusan segelintir orang di Jakarta masa Orba", melainkan karena Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan diteruskan oleh RI sampai detik sekarang ini.

Inilah yang mejadi akar masalah utama konflik Acheh, saudara Hadi.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman mengatakan Amien Rais adalah hanya memberikan janji gombal kepada rakyat Acheh, itu memang ada fakta dan buktinya. Pertama Amien rais tetap dan tidak ingin mengakui bahwa itu Negeri Acheh memang diduduki dan dijajah oleh Soekarno. Kedua, Amien rais ngotot mengakan NKRI telah final. Ketiga, Amien Rais tidak menyetujui adanya penentuan pendapat bagi seluruh rakyat Acheh melalui jajak pendapat atau referendum untuk memilih dua opsi, opsi YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI.

Itu soal dia tokoh Islam atau bukan, itu tidak menjadi alasan. Mengapa ? Karena kalau dia masih tetap menutup diri tidak mau mengakui dan tidak mau menerima apa yang dikerjakan oleh pihak Presiden RIS Soekarno terhadap Negeri Acheh yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh secara sepihak, tanpa mendapat persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Acheh dan Pemimpin Acheh, adalah suatu tindakan pelanggaran hukum internasional dalam bentuk pendudukan dan penjajahan.

Kemudian, itu kalau memang janji-janji itu tidak akan mampu dijalankan, janganlah banyak berjanji. Kalau alasan belum punya power, itu adalah alasan yang masih kurang kuat. Itu adalah alasan yang diada-adakan saja.

Selanjutnya, karena memang itu Amien Rais tidak mengakui kelakuan dan kebijaksanaan politik agresi Soekarno menelan semua Negara Bagian RIS dan Negeri di luar RIS, seperti Acheh, Papua, Maluku Selatan, maka itu janji Amien Rais "Memberikan Kompensasi optimal terhadap kezhaliman sosial dan ekonomi yang di derita masyarakat Aceh, serta tidak akan pernah mengulangi lagi pelanggaran ham di tanah Aceh oleh pemerintah Jakarta" adalah merupakan jalan keluar yang datang dari pihak penjajah.

Sudah jelas itu kelihatan dari apa yang akan diselesaikan oleh Amien Rais "Memberikan Kompensasi optimal terhadap kezhaliman sosial dan ekonomi yang di derita masyarakat Aceh", adalah bukan akar utama timbulnya konflik Acheh, saudara Hadi.

Itu masalah kezhaliman sosial dan ekonomi, adalah akibat dari pihak Penguasa RI yang telah menganggap bahwa Negeri Acheh itu adalah milik RI dan apa yang telah dijalankan oleh pusat itu adalah kebijaksanaan pemerintah pusat.

Begitu juga dengan pelanggaran ham. Pihak jenderal Soeharto menganggap Negeri Acheh adalah bagian dari RI. Karena itu apabila timbul rakyat Acheh yang menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dianggap sebagai pembuat makar, pemberontak, separatis, gerombolan bersenjata.

Jadi, masalahnya tetap itu pihak Pemerintah Pusat tidak mau dan tidak ingin menerima dan mengakui bahwa Negeri Acheh itu sebenarnya sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI.

Disinilah, memang kalau tetap saja pihak RI menganggap bahwa masalah Acheh adalah masalah integral RI, maka selama itu konflik Acheh akan terus berlangsung. Sebabnya ? Karena memang Negeri Acheh bukan bagian integral RI atau Negeri Acheh bukan bagian integral NKRI. Itu Negeri Acheh memang ditelan oleh RIS, diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Seterusnya, mengapa Ahmad Sudirman mengatakan Amien Rais itu mengekor Megawati dan TNI dalam hal Negeri Acheh ?. Jelas, itu Amien Rais menyetujui dan mengiyakan diterapkannya Keppres No.28 Tahun 2003.

Kenapa itu Amien rais yang ketua MPR tidak menolah keppres No.28/2003 kalau memang tidak menyetujui perang di Acheh ?.

Itukan Keppres No.28/2003 adalah merupakan deklarasi perang dari pihak RI terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Mengapa tidak distop itu Keppres No.28/2003 oleh Amien Rais sebagai Ketua MPR ?

Itu kan isi daripada keppres No.28/2003 adalah pelaksanaan Darurat Militer, yang menjadi dasar hukum dikerahkannya 50 000 pasukan TNI ke Negeri Acheh, yang sampai sekarang tidak ditarik kembali dari Acheh, walaupun status Darurat Militer telah diturunkan menjadi Darurat Sipil.

Itu Ahmad Sudirman tidak membeo Teungku Hasan di Tiro. Ahmad Sudirman, karena telah membaca, menggali, mendalami, mempelajari, menganalisa, menghayati, merenungkan, dan menyimpulkan, ternyata memang benar itu Negeri Acheh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dengan memakai PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950, tanpa persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Acheh dan pemimpin rakyat Acheh.

Ahmad Sudirman bukan orang Acheh, Ahmad Sudirman asal Sunda. Tetapi, Ahmad Sudirman menyokong dan mendukung perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila. Mengapa ? Karena Ahmad Sudirman telah memahami dan mendalami itu sejarah Acheh yang sebenarnya, dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dari awal sampai detik sekarang ini.

Kemudian, itu menyinggung GAM menculik. Siapa yang diculik ?. Itu yang ditahan oleh pihak TNA adalah karena pihak RI telah mendeklarasikan perang terhadap TNA dan GAM. Maka siapa saja yang mendukung dan menyokong RI, maka dianggap musuh oleh pihak TNA dan GAM. Pihak TNA menangkap dan menahan itu ada alasan. Kalau memang ternyata para tahanan TNA itu setelah diperiksa tidak bersalah, mak akan dibebaskan. Soal waktu pembebasan, itu tergantung situasinya. Dan itu semua tahanan TNA dan GAM sudah dibebaskan oleh Teungku Ishak Daud. Soal cepat atau lambat pembebasan tahanan GAM dan TNA itu hanyalah soal waktu saja.

Seterusnya, soal membakar dan merampok. Siapa yang membakar dan siapa yang merampok. Itu kan jelas, sudah diproses semua tuduhan model begini oleh pihak RI kepada pihak Petinggi ASNLF atau GAM di Swedia melalui Pemerintah Swedia, yang diteruskan kepada pihak Kejaksaan Swedia di Stockholm dan bagian Kepolisian. Tetapi, ternyata semua bukti-bukti yang dituduhkan oleh pihak RI melalui Ketua Jaksa Penuntut di Stockholm terhadap pihak Petinggi GAM oleh tim Hakim di Pengadilan Huddinge, Swedia dianggap tidak kuat dan lemah.

Jadi, saudara Hadi, kalau hanya sekedar menuduh, membakar, merampok, itu semua orang bisa mengatakan kata-kata itu. Tetapi, adakah bukti-buktinya yang kuat. Itukan di Acheh sejak 19 Mei 2003 telah diberlakukan Darurat Militer dan telah berkobar perang. Hukum Darurat Militer-lah yang berlaku di Negeri Acheh sejak tangal 19 Mei 2003 itu.

Soal mengambil pajak. Itu bagi ASNLF atau GAM memang punya anggota. Dari anggota ASNLF atau GAM inilah yang dipungut pajak, sumbangan, iuran, atau apalah namanya. Sama dengan pihak Partai atau organisasi yang perlu iuran, atau sumbangan atau bantuan dari para anggota partai atau organisasi dan dari para partisipan atau orang luar yang mau menyumbang. Jadi masalah pajak, iuran, sumbangan yang dipungut ASNLF atau GAM dari para anggota dan partisipan-nya itu hal yang wajar, mengapa dibesar-besarkan.

Itu yang tidak dibenarkan ole Islam adalah kalau mencuri, merampok, menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah. Contohnya itu Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh, itu sangat dilarang dan dikutuk oleh Islam.

Selanjutnya, itu soal Pemilu 5 April 2004 di negeri Acheh adalah ketika masih berlakunya Darurat Militer. Itu sudah pelanggaran hukum. Hal ini telah saya bahas banyak sekali di mimbar bebas ini. Pemilu Legislatif 5 April 2004 adalah pemilu akal bulus dan penipuan.

Begitu juga dengan Pemilu 5 Juli 2004 untuk memilih Capres dan Cawapres adalah juga pemilu penipuan dan akal bulus. Karena masih diberlakukan Darurat Sipil di Acheh. Dimana rakyat Acheh tidak diberikan kebebasan. Dalam Keppres No.43 Tahun 2004 ini juga isinya sama yaitu mendasarkan pada dasar hukum Undang-Undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. Dimana itu kalau dalam darurat sipil penguasaan keadaan darurat sipil dilakukan oleh Kepala Daerah serendah-rendahnya dari Daerah tingkat II selaku Penguasa Darurat Sipil Daerah yang daerah hukumnya ditetapkan oleh Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang, yang dibantu oleh seorang Komandan Militer tertinggi dari daerah yang bersangkutan, seorang Kepala Polisi dari daerah yang bersangkutan, dan seorang Pengawas/Kepala Kejaksaan dari daerah yang bersangkutan. Sedangkan dalam darurat militer penguasaan keadaan darurat militer dilakukan oleh Komandan Militer tertinggi serendah-rendahnya Komandan kesatuan Resimen Angkatan Darat atau Komandan Kesatuan Angkatan Laut/Angkatan Udara yang sederajat dengan itu selaku Penguasa Darurat Militer Daerah yang daerah-hukumnya ditetapkan oleh Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang, yang dibantu oleh seorang Kepala Daerah dari daerah yang bersangkutan, seorang Kepala Polisi dari daerah yang bersangkutan, dan seorang Pengawas/Kepala Kejaksaan dari daerah yang bersangkutan.

Jadi, kalau melihat dasar hukum yang dipakai oleh pihak NKRI di Negeri Acheh ini, jelas dasarnya yang dipakai adalah dasar hukum yang dibuat dan ditetapkan oleh Soekarno dulu, tahun 1959.

Itu Pemilu 5 Juli 2004 bukan ukuran. Mengapa ? Karena rakyat Acheh tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Rakyat Acheh yang berada dalam hukum Darurat Sipil itu tidak bebas. Itu dasar hukum yang dipakai adalah sama dengan dasar hukum yang dipakai dalam Darurat Militer, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. Itu sama saja, Pemilu 5 Juli 2004 adalah pemilu akal bulus dan pemilu penipuan. Semua dipaksa untuk nyoblos. Kalau tidak menyoblos dituduh penghianat-lah, GAM-lah, pemberontak-lah, separatis-lah, pembuat makar-lah.

Itu Ahmad Sudirman yang paling duluan mengatakan bahwa Pemilu 5 Juli 2004 adalah pemilu akal bulus dan penipuan licik terhadap seluruh rakyat Acheh. Mengapa ? karena itu masih diberlakukan dasar hukum Undang-Undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya.

Coba, cabut itu keppres No.43 Tahun 2004, sebelum Pemilu 5 Juli 2004. Baru itu namanya pemilu. Berikan kebebasan bagi seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap, jangan dipaksa, jangan ditakuti dan jangan dituduh macam-macam.

Sekarang, mana bisa itu rakyat Acheh memboikot pemilu 5 Juli 2004 dalam keadaan status Darurat Sipil ?. Janganlah saudara Hadi bicara seenak udel. Mem-beo Amien Rais kerja saudara ini. Coba baca itu isi Undang-Undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya, yang menyangkut Bab Darurat Sipil, sebelum menulis di mimbar bebas tentang pemilu Capres dan Cawapres di Acheh.

Apa pula harus referendum di Swedia untuk mengusir Teungku Hasan di Tiro ?. Memangnya Tengku Hasan di Tiro melakukan pelanggaran hukum di Swedia ?. Justru yang melanggar Hak Hak Asasi Manusia di negeri Acheh adalah itu pihak RI dan TNI-nya. Itulah yang perlu ditarik dari Negeri Acheh. Tarik semua TNI dari Negeri Acheh. Tidak ada gunanya terus bercokol dan menduduki serta menjajah Negeri Acheh.

Yang membuat teror di Negeri Acheh itu adalah TNI atas perintah Sutarto dan Ryacudu. Karena mereka menganggap Negeri Acheh itu sudah jadi milik NKRI, hasil rampokan dan rampasan yang dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno.

Itu ASNLF atau GAM memangnya bisa dihancurkan TNI. Itu kan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu hanya omongnya saja yang besar.

Apa pula GAM harus mencontoh perjuangan Amien Rais ? GAM tidak ada urusan dengan Soeharto. Soeharto mau dijatuhkan secara damai atau secara kekerasan itu urusan Amen Rais. Bukan urusan ASNLF atau GAM. Yang diperjuangkan ASNLF atau GAM adalah menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Masalahnya, sekarang adalah karena itu para penerus Soekarno tetap tidak mengakui kejahatan Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Termasuk Amien Rais. Dia kan tetap mempertahankan itu Negeri Acheh hasil rampokan Soekarno. Itu NKRI dianggap final. Artinya, itu Negeri Acheh milik NKRI, milik Soekarno, milik Amien Rais. Padahal itu Negeri Acheh bukan milik RI, bukan milik RIS, bukan milik NKRI, bukan milik Soekarno ?. Mengapa harus dipertahankan oleh pihak RI ketika rakyat Acheh menuntut itu Negeri Acheh yang telah dirampas Soekarno untuk dikembalikan kepada seluruh rakyat Acheh?.

Saudara Hadi, yang harus bertobat adalah saudara Hadi, Amien Rais, dan seluruh pemimpin RI dan TNI/POLRI-nya yang telah secara membabi buta tidak mau mengakui dan tidak ingin menerima kejahatan Soekarno yang telah menelan Negeri Acheh secara sepihak dan ilegal.

Saudara Hadi, itu TNI yang diperintahkan oleh Ryacudu dan Sutarto untuk menghancurkan Negeri Acheh dan membunuh rakyat Acheh, bukan GAM. Anggota GAM adalah rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Insya Allah sampai kapanpun perjuangan rakyat Acheh akan terus berlangsung.

Itu yang mengobarkan perang dan memusuhi rakyat Acheh adalah pihak pemerintah RI dan para pendukungnya. GAM tidak memerangi umat Islam. Yang justru mengobarkan dan mendeklarasikan perang adalah Presiden Megawati cs dan TNI-nya. Mereka yang telah disumpah setia untuk mempertahankan pancasila dan UUD 1945. Justru TNI itulah yang membunuh ummat Islam Acheh atas perintah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu. Mereka para pemimpin RI yang justru yang menghancurkan Islam. Merekalah yang kaum sekular. Termasuk juga Amien Rais yang tetap mempertahankan pancasila dan menolak Syariat Islam. Itulah mereka yang berkopeah hitam biar kelihatan seperti seorang mulim. Padahal Syariat Islam ditolak untuk ditegakkan di RI.

Dan tentu saja yang harus bertobat adalah itu para penerus Soekarno yang sekular dan tidak mau menegakkan syariat Islam di RI dan yang terus membunuh rakyat Aceh dan menduduki serta menjajah Negeri Acheh.

Tidak akan berobah itu di Negeri Acheh, walaupun itu Amien Rais yang menjadi Presiden. Mengapa ? Karena itu yang namanya Amien Rais tetap membohongi dirinya sendiri dengan tidak mengakui dan tidak ingin menerima kejahatan Soekarno yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

ASNLF atau GAM tidak mau berperang, melainkan karena pihak pemerintah RI dan TNI-nya yang mendeklarasikan perang terhadap ASNLF atagu GAM dan TNA. Pihak Pemerintah RI dan para pendukungnya untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh, melalui berbagai cara dari mulai penerapan Undang Undang Tentang Keadaan bahaya, Inspres, Keppres.

Yang meminta bantuan siapa, kalau bukan itu Presiden Megawati dan Kabinet Gotong Royong-nya kepada Geoge W. Bush. Siapa yang terus-terus-an ditarik hidungnya oleh IMF dan Bank Dunia?.

GAM tidak meminta bantuan kepada Jimmy Carter Center. Justru Negara Amerika, Uni Eropa dan Jepang yang turun tangan untuk menyelesaikan konflik Acheh ini. Tetapi, pihak Pemerintah RI bahkan menggagalkan. Lihat saja itu waktu Perundingan di Tokyo, Jepang. Siapa yang menggagalkan Perundingan ?. Dan siapa yang menyiapkan itu Keppres No. 28/2003 ? Mengapa itu Keppres No.28/2003 dipersiapkan jauh sebelum perundingan Tokyo akan dilangsungkan ?. Kemudian Perundingan Tokyo digagalkan, langsung itu Keppres No.28/2003 dijalankan di Negeri Acheh dengan mengerahkan 50 000 pasukan TNI ke Negeri Acheh.

Apa memang pernah Amien Rais menolong menyelesaikan konflik Acheh ?. Kalau memang benar Amien Rais telah menolong rakyat Acheh dan konflik Acheh dengan gerakan reformasinya, mengapa itu pihak Pemerintah RI dan TNI-nya terus gencar membunuh rakyat Acheh dan menduduki Negeri Acheh ?.

Kalau memang benar itu yang namanya Amien Rais telah membantu menyelesaikan konflik Acheh, mengapa membiarkan dan tidak memprotes ketika dilangsungkan dan diterapkan Keppres No.28/2003 yang isinya penuh dengan kekerasan senjata ?.

Itu yang namanya Politik Garam adalah politik salah kaprah. Politik munafik. Itu sama saja dengan politik Soekarno yang mencampur adukkan Nasionalisme, Islam, Komunis. Itu dengan menerima pancasila dalam perjuangan partai yang berakar pada ummat Islam, itu adalah politik munafik. Mana bisa berhasil itu menjalankan yang namanya politik munafik. Nasionalisme sempit dicampur adukkan dengan pancasila. Jadilah gado-gado, bukan asin lagi, tapi pedas pula, dicampur kacang.

Insya Allah kehidupan saya dan keluarga di Swedia sekuat dan semampu saya dan keluarga untuk tetap menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT. Tetap dimanapun tingal dan hidup disanalah Islam harus ditegakkan. Bukan itu paham nasionalisme sempit yang diperjuangkan oleh Amien Rais.

Saudara Hadi, kalau memang itu Amien Rais menolak penyelesaian Acheh dengan cara cara kekerasan, mengapa itu Keprers No.28/2003 dan keppres No.43/2003 tidak ditolaknya mentah-mentah ?. Itu kalau hanya sekedar mengingatkan, itu semua orang juga bisa.

Itu, tidak bisa hanya diingatkan, tetapi harus tegas, ditolak. Ini hanya mengingatkan. Tidak ada gunanya. Karena Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 tetap dijalankan oleh Megawati dan TNI.

Ah, apa pula ada pancasila & UUD 1945 versi Reformasi. Itu hanyalah hasil kutak-katik yang tidak ada arahnya yang jelas. Saya bertanya, maukah itu Amien Rais memasukkan isi Piagam Jakarta kedalam Preambule UUD 1945 ?. Tidak perlu pakai buat-buat versi pancasila dan UUD 1945 ala Reformasi. Tidak ada gunanya.

Atau maukah Amien Rais menggantikan itu pancasila yang sekarang dengan apa yang tercantum dalam Piagam Jakarta?. Partainya saja pakai pancasila. Bagaimana mau berani menjadikan Piagam Jakarta dalam Preambule UUD 1945 ?. Itu omong kosong saja, membuat versi pancasila dan UUD 1945 ala Reformasi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "H4D!" <hadifm@cbn.net.id>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <ahmad@dataphone.se>, "KOMPAS" kompas@kompas.com>, "Detik" <webmaster@detik.com>, "Redaksi Satu Net" <redaksi@satunet.com>, "Redaksi Kompas" <redaksi@kompas.com>, "Redaksi Detik" <redaksi@detik.com>, "balipost" <balipost@indo.net.id>, <jakarta.newsroom@reuters.com>
Cc: "Had!" <hadifm@cbn.net.id>
Subject: Re: HADI ITU AMIEN RAIS HANYA BERJANJI GOMBAL PADA RAKYAT ACHEH Date: Wed, 23 Jun 2004 02:46:49 +0700

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Ass. Wr wb

Ma'af baru dibalas karena saking banyaknya email di mailbox saya karena ikut milist Amien for president baru sempat saya baca. maklum makin banyak pendukung Amien Rais.

OK Bung Ahmad.

Menurut saya Amien Rais itu Tidak Gombal anda tidak fair, Kenapa? Karena anda sudah men "Jugment" padahal bukti ke gombalan Amien Rais belum terbukti. anda sudah berprasangka buruk itu sikap yang tidak baik bung Ahmad, apalagi di arahkan ke pada tokoh Islam pemimpin Islam yang mempuyai banyak jam'ah dan pendukung, Malah untuk sekarang ini sudah melibihi Rakyat
Aceh.

Kenapa saya bilang tidak Gombal ?? Karena beliau belum mempunyai Power untuk pengambilan keputusan, jadi wajar saja semua janji janji belum terwujud. Langkah Amien Rais menyelesaikan konflik Aceh adalah Beliau akan merebuilding Aceh Memberikan Kompensasi optimal terhadap kezhaliman sosial dan ekonomi yang di derita masyarakat Aceh, serta tidak akan pernah mengulangi lagi pelanggaran ham di tanah Aceh oleh pemerintah Jakarta. Itu disampaikan saat sidang paripurna di majelis MPR 08/08/2003 bisa anda lihat di 17 langkah Amien Rais membangun bangsa.

Jelas Amien Rais mempunyai pendirian dan tidak mengekor pada TNI apalagi pada Megawati yang sekuler itu. Semestinya anda sebagai umat Islam mendukung perjuangan beliau yang mempunyai niat baik untuk menyelesaikan konflik Aceh secara benar. .ada juga andalah sebenarnya yang mem beo kepada Hasan Tiro Subhanallah Anda GAM kerjaannya hanya menuduh dan memfitnah, Menculik Orang2x yang tal berdosa, menyandra Wartawan, Membakar dan merampok Rakyat Aceh yang tidak mendukung perjuangan anda, mengambil pajak secara paksa dari rakyat yang susah. Itu sudah banyak bukti dan kesaksian nya. Itu tidak di benarkan dalam Islam bung..

Kita lihat saja ya nanti tanggal 5 Juli 2004 yang akan datang seberapa banyak rakyat Aceh yang mendukung Amien Rais. Itu merupakan salah satu bukti seberapa banyak Rakyat aceh mencintai Amien Rais Yang Jujur, Bersih, Amanah. Dan dukungan ke capres capres lainnya Kalau 50% + 1 Rakyat aceh Golput / Boikot Pemilu barulah anda pantas bilang Aceh perlu di adakan referendum. Tapi kalau tidak ?? munkin Swedia perlu adakan referendum untuk mengusir Hasan Tiro cs dari Swedia. Karena membuat teror dan anarky di negara orang. Atau di adakan referendum di seluruh nusantara untuk menumpas GAM sampai ke akar akarnya.

GAM semestinya mencontoh perjuangan amien Rais Berjuang tanpa kekerasan, tanpa senjata, tanpa uang Tapi dengan HATI NURANI dan beliau berhasil menggalang mahasiswa untuk enggulingkan Suharto, sebentarkan ! Hanya beberapa bulan saja Suharto lengser alias turun. Kalau ada korban itupun hanya beberapa orang saja dan di sebabkan oleh ulah segelintir oknum TNI.Lain
dengan GAM penuh kekerasan, Darah dan Air mata Berapa banyak janda janda dan anak yatim akibat perang yang GAM lakukan

Astagfirullah...Bertaubat lah.bertahun tahun perang, mengobarkan kebencian kepada rakyat Aceh untuk membenci Jakarta.mengobarkan permusuhan dan perang yang jelas semakin menambah penderitaan rakyat aceh. saya ingatkan kepada anda boleh jadi hukum RI / Dunia tidak menjangkau anda tapi esok di rumah anda di tanah 1/2 X 2M Alias Kuburan akan anda pertanggung jawabkan
perbuatan anda di hadapan Al Khaliq

Gerakan Anda sampai kapan pun insya Allah Tidak Akan berhasil, Sebab yang anda perangi adalah umat Islam juga TNI2x Islam yang membela negaranya, umat Islam di seluruh Nusantara ini tidak mendukung gerakan anda karena perjuangan anda sudah dinilai ngaco, ngawur, membabi buta dan sudah keluar rel kaidah2x Islam, tidak seperti pahlawan2x Aceh terdahulu. Islam hanya di jadikan Topeng untuk kepentingan politik GAM.

Jadi saran Saya bertobatlah anda dan rekan2x anda , semestinya anda membangun Aceh, bukan perang, kekerasan itu bukan jalan keluarnya bung. Kekerasan akan melahirkan kekerasan berikutnya,sekarang ini pemerintah sudah tidak menzhalimi rakyat Aceh, tidak seperti zaman orba
dahulu dibantai, culik dll Insya Allah Terpilihnya Amien Rais Keadilan di berbagai bidang akan terwujud di Aceh. Kalau mau perang mendingan ke Iraq sana bantuin para mujahid yang di tindas Yahudi Amerika..ehh..malah minta bantuan yahudi ( si Jimmy Carter Center - Amerika ). Sebagai penengah Wah makin DOSA aja nih

Semestinya anda GAM bersyukur dengan Adanya Amien Rais dan gerakan reformasinya menjadikan Aceh jauh lebih baik ketimbang jaman orba dulu. Ham lebih baik, syariat Islam dapat terealisasi walaupun menurut anda "penipuan" namun dalam kacamata saya itu sudah lumayan bagus. Sekarang yang terpenting adalah subtansi dari syariat Islam itu sudah terkandung. Seperti kata Amien Rais dia akan menerapkan "Politik Garam", asin dan gurihnya terasa. Pernahkah anda lihat Asin / Gurih ? tentu anda paham maksut saya. Dan saya ingin bertanya ? apakah kehidupan anda sehari hari sudah sesuai dengan syariat Islam ? Jawab lah dengan jujur pada diri anda !!

Siapa bilang Amien Rais menyetujui Perang ?? Makanya ikuti berita dong ! Jangan enak enakan makan keju dan roti aja di Swedia. Masih bagus pak Sumitro walau cuma makan gorengan dan minum jamu gendongnya Megawati tapi masih punya harga diri sebagai bangsa Indonesia.( Right Or Wrong Is My Country )

Sewaktu Darurat militer di gulirkan Amien Rais menolak penyelesaian Aceh dengan cara cara kekerasan coba anda cari dokumennya di detik.com / liputan6.com. Amien Rais hanya sebatas mengigatkan karena keterbatasannya Hanya sebagai Ketua MPR tentu anda paham kan sejauh mana MPR bertindak.lagipula Darurat militer ada karena ambisi GAM untuk berkuasa.

Ha.. ha.. anda ini makin ngawur aja saya rasa anda ini orang yang "Ambisius" karena ngga dapat jabatan hingga stress berat alias dipresi sehingga kabur ke Swedia ngemis kenegara lain minta suaka lalu menjelek jelekan RI. Mana harga diri anda sebagai orang Aceh mestinya anda berjuang di Aceh seperti Teuku cik di Tiro yang katanya kakeknya si Hasan itu.tidak malah kabur begitu. Siapa yang kejar anda ?? saya rasa lalat pun tidak mau, eh .malah enak enakan di Swedia

Sukarno Mencaplok ??? Ha ha..ha kucing pun bisa tertawa, pepesan kosong. Coba tunjukan kepada saya negara mana yang membenarkan RI menjajah aceh. Aceh adalah bagian NKRI yang tak bisa terpisahkan.kalau pun sebagian rakyat Aceh miskin itu karena kerakusan segelintir orang jakarta.masa orba dulu. Jadi, Hanya Orang yang tidak waras saja yang menyetujui pernyatan anda.

Masalah PANCASILA & UUD 45 nanti saya belikan buku sejarah versi Reformasi ya! cikal bakal Pancasila & UUD 45 adalah dari Piagam Jakarta dan Piagam Jakarta bersumber dari Qur'an
Jadi langkah yang brilian itu sperti Amien Rais " Menerapkan Politik Garam" Asin Gurih nya terasa. Kalau syariat Islam di tegakkan akan menimbulkan pro dan kontra, ujungnya perpecahan. karena masih banyak rakyat indonesia yang beragama Islam yang belum siap alias islam KTP doang.

Demikian tanggapan saya, mohon ma'af kalau sedikt keras semoga dapat menyadarkan anda dan rekan2x anda Coba di renungkan :

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(Al Baqarah:216)

Dan semoga anda Hanya Kepada Allah memohon pertolongan dan hanya kepada Allah memohon petunjuk, bukan dari yahudi yahudi amerika yang anda banggakan itu.

Wassalam

Hadi

hadifm@cbn.net.id
Jakarta, Indonesia
----------