Stockholm, 23 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MIRZA TERUS SOKONG KEJAHATAN TNI DAN PEMERINTAH RI UNTUK MENDUDUKI & MENJAJAH ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU TEUKU MIRZA TERUS SOKONG KEJAHATAN TNI DAN PEMERINTAH RI UNTUK MENDUDUKI & MENJAJAH ACHEH

"Yang dimaksud menyelesaikan masalah Aceh menurut si Ahmad Sudirman ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat Aceh untuk melaksanakan referendum. Jelas itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan oleh siapapun penguasa di NKRI. Secara pribadi saya menilai justru pemerintah memberikan begitu banyak ruang bagi GAM dengan mengadakan berbagai macam dialog. Tapi jenis manusia GAM adalah jenis manusia kufur dan tidak cerdas memaknai nikmat dan karunia Allah SWT." (Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Tue, 22 Jun 2004 19:48:41 -0700 (PDT))

"Kalo Saudara Tati meyarankankan cara-cara damai semestinya yang ditempuh oleh GAM sebagaimana caranya Pak Amien Rais, tak mungkin lah, karena cara-cara yang demikian prasyarat yang dimiliki adalah kepercayaan. Sekarang siapa sih yang percaya sama GAM. Cuma orang-orang dungu, makanya programkan GAM salah satunya membuat masyarakat Aceh semakin dungu dengan pembakaran sekolah-sekolah dan pembunuhan guru-guru dan para intelektual Aceh. Motif mereka adalah kekuasaan dan bukan kemaslahatan ummah. Jadi tak mungkin lah dengan cara-cara damai. Karena keuntungan mereka adalah konflik. Dengan konflik mereka dapat uang, mereka akan susah hati, resah kalo melihat rakyat Aceh dalam kedamaian." (Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Tue, 22 Jun 2004 20:26:11 -0700 (PDT))

Baiklah Teuku Mirza di Jakarta, Indonesia.

Teuku Mirza ini memang dari dulu tidak punya itu argumentasi yang kuat, paling yang ikut bercuap dengan mengatakan: "Yang dimaksud menyelesaikan masalah Aceh menurut si Ahmad Sudirman ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat Aceh untuk melaksanakan referendum. Jelas itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan oleh siapapun penguasa di NKRI. Secara pribadi saya menilai justru pemerintah memberikan begitu banyak ruang bagi GAM dengan mengadakan berbagai macam dialog. Tapi jenis manusia GAM adalah jenis manusia kufur dan tidak cerdas memaknai nikmat dan karunia Allah SWT."

Lihat dan perhatikan apa yang diungkapkan oleh Teuku Mirza ini: "Secara pribadi saya menilai justru pemerintah memberikan begitu banyak ruang bagi GAM dengan mengadakan berbagai macam dialog. Tapi jenis manusia GAM adalah jenis manusia kufur dan tidak cerdas memaknai nikmat dan karunia Allah SWT"

Kapan RI banyak memberikan ruang bagi GAM dengan berbagai macam dialog ?. Yang jelas dan terbukti adalah pihak RI kalau berdialog itu berdasarkan kerangka NKRI dimana Negeri Acheh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh RI itu merupakan bagian integral RI.

Itu namanya bukan dialog, melainkan, mau terus menduduki dan menjajah Acheh. Kalau yang namanya mau dialog dan berunding dengan benar. Pertama, harus mengetahui akar masalah utama kenapa timbul konflik Acheh. Kedua, mengapa itu rakyat Acheh tampil menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Ketiga, itu fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, penjajahan Negeri Acheh oleh pihak RIS, RI, NKRI harus dipertanggungjawabkan dahulu oleh RI, jangan disembunyikan dan dianggap sepi saja. Keempat, rakyat Acheh harus diberikan kebebasan, tidak perlu mempergunakan dasar hukum buatan sepihak, seperti Inspres dan Keppres.

Ini kan, tidak. Itu pihak RI, terus mengotot, bahwa Negeri Acheh adalah milik RI, milik Soekarno, milik Mega. Boleh berunding asal dalam kerangka NKRI. Jadi, bagaimana bisa berunding dengan baik. Lihat saja, perundingan terakhir di Tokyo, Jepang, 17-18 Mei 2003, yang secara terang-terangan digagalkan oleh pihak RI. Dengan menampilkan point, "GAM fully accepts the Special Autonomy status provided by the Nanggroe Aceh Darussalam Law within the framework of the unitary state of the Republic of Indonesia and consequently agrees not to seek the independence of Aceh; In this regard, GAM is committed to dropping the armed struggle; to disband the "Tentra Neugara Aceh", and to participate in the political process as stipulated in the COHA"

Nah, kalau berunding dengan dasar kerangka NKRI, itu namanya bukan mau berunding lagi, tetapi mau terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Dan memang terbukti, dengan langkah pertama, memasukkan point GAM harus menerima UU N0.18/2001 dan tetap dalam kerangka NKRI, yang memang tidak mungkin diterima oleh pihak GAM, maka langsung saja, malamnya tanggal 18 Mei 2003, tepatnya, pukul 00.00 besoknya, tanggal 19 Mei 2003 pasukan TNI sebanyak 50 000 pasukan dikerahkan ke Negeri Acheh. Pecahlah perang di Acheh yang disaksikan dan dilihat oleh seluruh rakyat di dunia.

Jadi, bohong saja, itu Teuku Mirza menyatakan bahwa "pemerintah memberikan begitu banyak ruang bagi GAM dengan mengadakan berbagai macam dialog ".

Kemudian, itu Teuku Mirza mengatakan: "jenis manusia GAM adalah jenis manusia kufur dan tidak cerdas memaknai nikmat dan karunia Allah SWT."

Teuku Mirza, yang kufur nikmat dan tidak cerdas itu para pimpinan RI dan pimpinan TNI-nya. Seperti Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu. Masa Negeri Acheh mau diakui milik mereka, milik RI, milik NKRI. Kan itu sudah menyalahi apa yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan: "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Nah, Teuku Mirza ini memang otaknya sudah sama seperti Sutarto dan Ryacudu. Coba saja perhatikan apa yang dikatakannya: "Sebenarnya omong kosong dialog dengan GAM. Satu-satunya jalan adalah tumpas habis mereka dengan cara-cara militer dan operasi inteligence yang kuat dan tajam sehingga korban dipihak rakyat sipil dapat diminimalkan."

Itu kan, tandanya orang yang sudah kehabisan argumentasi. Maunya, ambil jalan singkat saja. Pakai cara militer. Bunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kalau orang yang cerdas dan bijaksana. Kan menggali akar masalah utama yang sebenarnya. Tetapi, kalau Teuku Mirza ini, memang sudah berdarah dan berdaging seperti TNI, ya, itu, dalam menyelesaikan konflik Acheh ini, langsung saja main gebuk, sikat, bunuh. Model Teuku Mirza ini walaupun asal Acheh tetapi sudah makan, minum, dan darah dagingnya sudah seperti TNI yang telah disumpah untuk tetap setia menjalankan pancasila dan UUD 1945.

Nah, model-model Teuku Mirza inilah merupakan penyakit bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Dan model-model Teuku Mirza inilah yang akan disanjung dan didorong-dorong oleh pihak RI untuk menggempur dan membunuh rakyat Acheh.

Jelas, Ahmad Sudirman tidak kecewa. Apa yang kecewa. Justru, sebaliknya, bahwa apa yang dilakukan dan ditetapkan oleh Megawati ketika menetapkan Kepperes No.28/2003 adalah menunjukkan kepada dunia internasional dan rakyat Acheh bahwa Megawati itu sebenarya tidak ingin damai, tetapi ingin mengobarkan perang terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila.

Itu Ahmad Sudirman hidup bukan dari hasil "mengutip pajak nanggrou" sebagai yang dikatakan oleh Teuku Mirza. Itu kan hanya propaganda murahan Ryacudu dan Sutarto saja. Bercuap-cuap tentang pajak naggrou. Sedangkan anak buah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu di Acheh sekarang ini melakukan pungli, atau pajak angkutan, atau apalah namanya, makin merajalela.

Kemudian itu menyinggung Amien Rais dengan program penyelesaian konflik Acheh-nya yang disokong Teuku Mirza. Ya, itu memang wajar. Karena Teuku Mirza sendiri orang yang ada dalam kontrol TNI. Jadi, kalau Amien Rais itu yang juga ngotot tidak mau mengakui kejahatan Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh, maka dengan sangat mudah itu konsep penyelesaian konflik Acheh ala Amien Rais terus disokong oleh Teuku Mirza. Padahal itu program penyelesaian konflik Acheh yang akan disodorkan Amien Rais hanyalah konsep penyelesaian gombal saja. Paling dipanggil dan diperintahkan lagi kepada itu pasukan TNI melalui Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu untuk menggempur Acheh dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibs endiri bebas daripengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Jelas, yang motifnya kekuasaan itu adalah Amien Rais yang sedemikian berambisi sekali untuk menduduki Kursi Presiden RI, sambil mengumbar janji-janji gombalnya tentang penyelesaian konflik Acheh.

Ya, jelas, penyelesaian Acheh itu harus diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh. Caranya yang adil, jujur, dan bijaksana adalah dengan memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan penentuan pendapat melalui cara jajak pendapat atau referendum dengan mengajukan dua opsi, opsi YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI dengan disaksikan oleh satu badan Internasional seperti PBB.

Nah, inilah jalan penyelasaian yang jujur, adil, dan bijaksana untuk menyelesaikan konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

Dan tentu saja yang terakhir dikatakan oleh Teuku Mirza adalah: "Mereka akan memaki siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka dan tidak memberikan keuntungan buat mereka dan memuji siapa saja, yang memberikan dukungan buat mereka, zionist yahudi pun jadi kawan buat mereka asal sejalan dan memberikan keuntungan buat GAM, walaupun jelas jelas zionist yahudi itu adalah penjajah."

Nah, kelihatan itu Teuku Mirza, tidak menyadari bahwa yang mencaci dan menghancurkan itu adalah pihak TNI terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas daripengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Dan kejahatan TNI itu adalah memang kejam dan sama atau lebih kejam seperti pasukan zionist yahudi Israel yang membantai rakyat Palestina, dan menduduki, serta menjajah Negeri Palestina.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 22 Jun 2004 19:48:41 -0700 (PDT)
From: teuku mirza <teuku_mirza2000@yahoo.com>
Subject: RE: HADI ITU AMIEN RAIS OMONG KOSONG AKAN MENYELESAIKAN KONFLIK A CHEH
To: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>
Cc: hadifm@cbn.net.id

Yang dimaksud menyelesaikan masalah Aceh menurut si Ahmad Sudirman ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat Aceh untuk melaksanakan referendum.

Jelas itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan oleh siapapun penguasa di NKRI. Secara pribadi saya menilai justru pemerintah memberikan begitu banyak ruang bagi GAM dengan mengadakan berbagai macam dialog. Tapi jenis manusia GAM adalah jenis manusia kufur dan tidak cerdas memaknai nikmat dan karunia Allah SWT.

Sebenarnya omong kosong dialog dengan GAM. Satu-satunya jalan adalah tumpas habis mereka dengan cara-cara militer dan operasi inteligence yang kuat dan tajam sehingga korban dipihak rakyat sipil dapat diminimalkan.

Buat kami, GAM adalah gerombolan liar dengan motif kekuasaan, bukan motif mencari kemaslahatan masyarakat Aceh. Apa yang mereka lakukan selalu berujung pada kemudharatan bagi masyarakat. Buat kami Rakyat Aceh, GAM adalah penyakit, duri dalam daging. Semakin Cepat GAM Habis, akan semakin Cepat Aceh Aman.

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
teuku_mirza2000@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Tue, 22 Jun 2004 20:26:11 -0700 (PDT)
From: teuku mirza <teuku_mirza2000@yahoo.com>
Subject: Re: Fwd: RE: HADI ITU AMIEN RAIS OMONG KOSONG AKAN MENYELESAIKAN KONFLIK A CHEH
To: tati - <narastati@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, jktpost2@cbn.net.id, hudoyo@cbn.net.id, editor@pontianak.wasantara.net.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com, ahmad_jibril1423@yahoo.com, megawati@gmx.net, hassan.wirajuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, achehmerdeka@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id, abu_farhan04@yahoo.com, rokh_mawan@yahoo.com, nettysuwarto@yahoo.com, rpidie@yahoo.com, sadanas@shb.equate.com, nizarwin@yahoo.com
Cc: mitro@kpei.co.id, hadifm@cbn.net.id

Tentu si Ahmad Sudirman ini kecewa berat sama Megawati yang telah mengeluarkan Keppres pembasmian GAM. Soalnya dengan dikeluarkan Keppres tersebut GAM tidak lagi leluasa mengutip pajak nanggrou. Akibatnya rejeki Ahmad Sudirman jadi menurun drastis. Padahal itu merupakan satu-satunya sumber pembiayaan GAM untuk dana propaganda. Kecewa kan jadinya?

Kalo Saudara Tati meyarankankan cara-cara damai semestinya yang ditempuh oleh GAM sebagaimana caranya Pak Amien Rais, tak mungkin lah, karena cara-cara yang demikian prasyarat yang dimiliki adalah kepercayaan. Sekarang siapa sih yang percaya sama GAM. Cuma orang-orang dungu, makanya programkan GAM salah satunya membuat masyarakat Aceh semakin dungu dengan pembakaran sekolah-sekolah dan pembunuhan guru-guru dan para intelektual Aceh.

Motif mereka adalah kekuasaan dan bukan kemaslahatan ummah. Jadi tak mungkin lah dengan cara-cara damai. Karena keuntungan mereka adalah konflik. Dengan konflik mereka dapat uang, mereka akan susah hati, resah kalo melihat rakyat Aceh dalam kedamaian.

Jadi kalo kita bicara apa yang menjadi program Pak Amien Rais adalah persetan buat mereka. Karena apa untungnya buat mereka ? nggak ada, walaupun niat dan programnya Pak Amien Rais memberikan manfaat besar bagi rakyat Aceh.

Kepuasan mereka, kalo Pak Amien kasih kesempatan referendum atau merdeka sekalian, trus si Hasan leube ini jadi raja, si Ahmad Sudirman jadi menteri penerangan, kalinya seperti harmoko, pasti niru dah. Trus Warwick jadi menteri pendidikan yang mendidikkan cara-cara memaki ala GAM, whatever lah, pastinya mereka udah ngebet banget ingin berkuasa. Keliatan kan dari cara bicara Ahmad Sudirman yang sangat obsesif. Kadangkala kita bingung baca tulisannya. Masihkah disadar ketika dia menulis ?

Mau mereka skemanya seperti itu. Pasti mereka memberikan gelar buat Pak Amien Pahlawan kemerdekaan ala GAM. Tanpa rasa malu.

Mereka akan memaki siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka dan tidak memberikan keuntungan buat mereka dan memuji siapa saja, yang memberikan dukungan buat mereka, zionist yahudi pun jadi kawan buat mereka asal sejalan dan memberikan keuntungan buat GAM, walaupun jelas jelas zionist yahudi itu adalah penjajah.

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
teuku_mirza2000@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------