Stockholm, 24 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HADI HANYA MENGEKOR AMIEN RAIS YANG TIDAK PUNYA ARGUMENTASI KUAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU HADI HANYA MENGEKOR AMIEN RAIS YANG TIDAK PUNYA ARGUMENTASI KUAT

"Saya dan pak Mitro sudah uraikan penjelasannya kan bagai mana Aceh merupakan bagian NKRI. Bukan menjajah. Dunia sudah tau RI tidak menjajah Aceh, tapi disebabkan oleh penghianat penghianat bangsa RI sendiri. NKRI tak akan pernah berdiri kalau bukan karena perjuangan orang orang Aceh, Jawa, Makasar, Ambon dll tak perlulah saya sebut satu persatu pahlawan aceh dan lainnya yang membentuk NKRI, saya kira akang sudah punya daftarnya he he. Jadi yang sekarang terjadi adalah perjuangan orang sakit hati karena ngga kebagian proyek mengatas namakan rakyat aceh dan Islam demi kepentingan Politik sempit oleh segentir orang aceh dan sunda ( Hasan Tiro cs dan Ahmad Cs ) yang haus kekuasaan. Oleh karena itu sadar lah kang anda sebgai orang Sunda otak dan pemikiran anda sudah termakan propaganda GAM. Pulanglah biar anda bisa melahap lagi beras Cianjur dan lalapan2x segar nya..he he .Tapi susah juga ya !! apa masya di Pasundan masih mau terima kang Ahmad yang sudah jadi penghianat bangsa ini. Kalau anda hidup jaman Rasul mungkin sudah di gantung nih he he." (Hadi, hadifm@cbn.net.id , Wed, 23 Jun 2004 02:46:49 +0700)

Baiklah saudara Hadi di Jakarta, Indonesia.

Itu tanggapan saudara Sumitro telah saya membalasnya. Harus sabar tunggu giliran.

Memang kelihatan saudara Hadi ini, bagaimana mampu dan bisa memberikan argumentasi yang benar dilihat dari fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarahnya untuk menyatakan kebenaran bahwa itu Negeri Acheh ada dalam tubuh RIS, RI, dan NKRI.

Perhatikan saja apa yang dijadikan dasar argumentasi saudara Hadi untuk mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI: "Saya dan pak Mitro sudah uraikan penjelasannya kan bagai mana Aceh merupakan bagian NKRI. Bukan menjajah. Dunia sudah tau RI tidak menjajah Aceh, tapi disebabkan oleh penghianat penghianat bangsa RI sendiri. NKRI tak akan pernah berdiri kalau bukan karena perjuangan orang orang Aceh, Jawa, Makasar, Ambon dll tak perlulah saya sebut satu persatu pahlawan Aceh dan lainnya yang membentuk NKRI"

Kemudian alasan lainnya, menurut saudara Hadi, seperti yang ditulisnya sebelum ini: "dimata saya Sukarno adalah mempersatukan Nusantara, seperti Patih Gajah Mada dan kalifah2x Islam terdahulu expansi sampai ke negri Spayol. Apakah itu salah ? ini politik bung. Politik GAM vs NKRI bukan NKRI Vs Rakyat aceh. Kalau rakyat Aceh ingin merdeka tentunya mereka akan berjuang mati matian seperti pada jaman Belanda dulu."

Jelas, itu alasan argumentasi saudara Hadi, sangatlah lemah dilihat dari sudut fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah.

Kata saudara Hadi itu Negeri Acheh ada dalam tubuh RIS, RI, NKRI "merupakan bagian NKRI. Bukan menjajah. Dunia sudah tau RI tidak menjajah Aceh, tapi disebabkan oleh penghianat penghianat bangsa RI sendiri."

Jadi, menurut Hadi, Acheh itu ada saja begitu dalam tubuh RI, NKRI. Dunia sudah tau RI tidak menjajah, tetapi tapi disebabkan oleh penghianat penghianat bangsa RI sendiri.

Mana itu merupakan dasar argumentasi yang kuat dilihat dari sudut fakta dan bukti, hukum dan sejarah.

Kemudian lagi diperkuat oleh alasan lainnya: "NKRI tak akan pernah berdiri kalau bukan karena perjuangan orang orang Aceh, Jawa, Makasar, Ambon dll"

Coba, perhatikan lagi. Orang-orang Acheh yang mana yang mendukung pembentukan peleburan RIS kedalam RI yang menjelma jadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 ?

Justru yang ada adalah pihak Presiden RIS Soekarno yang menelan Negeri Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan memakai PP RIS No.211950 dan PERPPU No.5/1950 secara sepihak, tanpa kerelaan, keikhlasan, persetujuan seluruh rakyat Acheh dan Pemimpin Rakyat Acheh.

Untuk membantah argumentasi ini saja, saudara Hadi memang tidak mampu menjawabnya dengan benar. Selain hanya menyatakan: "dimata saya Sukarno adalah mempersatukan Nusantara, seperti Patih Gajah Mada dan kalifah2x Islam terdahulu expansi sampai ke negri Spayol. Apakah itu salah ? ini politik bung."

Jadi, merampas, menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh yang dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno dianggap sebagai "mempersatukan Nusantara" dengan membawa-bawa Patih Gajah Mada dari Kerajaan Hindu Majapahit. Karena menurut saudara Hadi, sama antara Soekarno dan Gajah Mada memiliki "semangat mempersatukan Nusantara". Tetapi ada bedanya menurut Hadi, Gajah Mada menggunakan kekuatan militer ketika menyerang dan menduduki Samudera-Pasai-Islam di Aceh, Soekarno dengan melalui perundingan kesepakatan oleh wakil2x orang Aceh.

Nah, kan salah kaprah itu jawaban saudara Hadi. Pertama, tidak ada itu Soekarno memasukkan kata "mempersatukan Nusantara" dalam isi PP RIS No.21/1950 ketika mencaplok, menelan, Negeri Acheh melalui mulut Propinsi Sumatera Utara. Kedua, Soekarno ketika menetapkan PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950 tidak melalui jalan perundingan kesepakatan dengan wakil-wakil dari seluruh rakyat Acheh yang ada dalam RIS.

Bagaimana ada wakil-wakil rakyat Acheh dalam RIS, sedangkan Negeri Acheh bukan anggota Negara Bagian RIS ?.

Dari alasan ini saja, sudah kelihatan saudara Hadi mengada-ada dan mengarang-ngarang saja, seenak udelnya. Rakyat RI bisa ditipu dengan alasan ini. Tetapi Ahmad Sudirman mana bisa ditipu dengan alasan yang seenaknya dari saudara Hadi ini.

Selanjutnya, perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila dituduh oleh saudara Hadi dengan: "perjuangan orang sakit hati karena ngga kebagian proyek mengatas namakan rakyat aceh dan Islam demi kepentingan Politik sempit oleh segentir orang aceh dan sunda ( Hasan Tiro cs dan Ahmad Cs ) yang haus kekuasaan."

Coba disini juga saudara Hadi seenaknya memberikan jawaban. Masa Ahmad Sudirman yang menolong, menyokong, membantu rakyat Acheh untuk mencapai kemerdekannya dituduh oleh saudara Hadi sebagai "orang sakit hati karena ngga kebagian proyek mengatas namakan rakyat aceh dan Islam demi kepentingan Politik sempit"

Jelas, Ahmad Sudirman telah berpuluh kali di mimbar bebas ini mengatakan bahwa karena Ahmad Sudirman telah mempelajari, menggali, mengubrak-abrik, menganalisa, meneliti, menghayati, dan menyimpulkan dari semua fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah bahwa memang benar Negeri Acheh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RI sampai detik sekarang ini.

Nah, karena Ahmad Sudirman telah mengetahui secara jelas dan benar bahwa Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RI, maka untuk penyelesaiannya adalah diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan nasib mereka sendiri dan memberikan suara dan sikapnya, apakah YA bebas dari RI atau TIDAK bebas dari RI.

Inilah jalan satu-satunya yang paling jujur, adil, dan bijaksana dalam usaha menyelesaikan konflik Acheh yang telah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

Ahmad Sudirman tidak termakan propaganda GAM. Tetapi Ahmad Sudirman telah menggali semua sejarah Acheh yang benar dan semua sejarah nasional mengenai pertumbuhan dan perkembangan Negara RI.

Karena itu Ahmad Sudirman telah mengetahui secara jelas, gamblang, dan benar apa yang telah terjadi dalam proses ketika terjadi pembentukan dan perkembangan Negara RI yang menjelma menjadi NKRI ini dan hubungannya dengan Negeri Acheh.

Ahmad Sudirman tidak perlu itu beras Cianjur dan lalap-lalapan yang segar. Itu semua tidak penting bagi kang Ahmad.

Kemudian lagi, itu soal penghiatan bangsa yang dituduhkan oleh saudara Hadi.
Memangnya Ahmad Sudirman yang telah membongkar sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dan hubungannya dengan Negeri Acheh secara jelas, benar dan ada fakta buktinya, ada dasar hukum dan sejarahnya dituduh sebagai penghianat ?.

Ah, itu yang menuduh penghianat kepada kang Ahmad adalah orang-orang yang tipis pengetahuannya tentang sejarah Acheh dan sejarah nasional RI, seperti saudara Hadi yang hanya mengekor kepada Amien Rais ini, yang hanya pandai memberikan janji-janji gombal saja kepada rakyat Acheh.

Jadi, semua yang diajukan, dijawab, ditanggapi oleh Ahmad Sudirman, jelas isinya tidak amburadul, tidak memutar balikkan fakta, semuanya didasarkan pada fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang jelas, benar dan dari sumber yang telah diakui dan dikeluarkannya sendiri oleh pihak Sekretariat RI.

Selanjutnya saudara Hadi menanyakan: "Sekarang saya ingin tanya kang Ahmad Apasih artinya kata "jajah" dan defenisi negara penjajah dan negara terjajah ? jelas pertanyaan2 ini mengandung makna yang berbeda, tolong jelaskan."

Memang saudara Hadi, berusaha untuk berkeliling-keliling. Karena dia sendiri sudah tahu jawabannya apa itu arti kata jajah. Juga itu definisi negara penjajah dan negara terjajah. Jadi sebenarnya bukan ingin dijawab oleh Ahmad Sudirman, dia hanya ingin mencari celah-celah saja, dengan menampilkan Negeri Acheh itu kan sekarang rakyatnya itu: "mereka tenang tenang saja. Damai menggunakan Rupiah bahkan berbondong2x pulang ke Aceh waktu Idul Firti. Anggota TNI banyak orang Aceh, Pejabat Pemerintahan Dan PNS banyak orang Aceh.bahkan mentri nya pun jaman Gusdur dulu dari PAN adalah orang Aceh. Apakah itu namanya Penjajahan ?? ha ha anak SD pun tau. Mana yang di jajah atau tidak." (Hadi, Wed, 23 Jun 2004 11:35:39 +0700 )

Nah karena Ahmad Sudirman selalu menuliskan kata jajah, menjajah, penjajahan. Itu kan berasal dari kata jajah yang merupakan kata benda. Dimana kata benda jajah ini tidak mempunyai arti yang berdiri sendiri apabila tidak diberikan awalan, misalnya awalan me, maka menjadilah kata kerja menjajah. Dimana arti menjajah ini bisa diartikan dari kalimat Negara RI diteruskan oleh RI dibawah pimpinan Presiden Soekarno menjajah Negeri Acheh lebih dari 50 tahun lamanya. Nah dari kalimat tersebut bisa diambil pengertian bahwa menjajah yang asal kata bendanya jajah berarti menguasai dan memerintah suatu Negeri.

Sekarang sudah jelas, kalau kata kerja menjajah itu diberikan kata benda yang berfungsi sebagai subjek diawalnya, seperti kata RI sebagai subjek, dan diberikan pula kata benda sebagai objek diakhirnya, seperti kata Acheh, maka menjadilah satu untaian kalimat yang berbunyi RI menjajah Acheh. Artinya Negara RI menguasai dan memerintah Negeri Acheh.

Nah sekarang, kalau melihat kepada Negara RI maka bisa disebut sebagai negara penjajah. Karena Negara RI telah menguasai dan memerintah Negeri Acheh sejak Negeri Acheh ditelan, dicaplok, oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan memakai PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950. Sedangkan negerti Acheh yang telah ditelan, dan dicaplok oleh Soekarno dengan memakai mulut Propinsi Sumatera Utara itu dinamakan dengan Negeri terjajah. Dan bisa dibuatkan dalam untaian kalimat yang berbunyi Negeri Acheh yang terjajah lebih dari 50 tahun itu sedang berjuang untuk memperoleh kemerdekaannya dari Negara penjajah RI.

Selanjutnya, saudara Hadi menulis: "Sekarang saya balik posisinya andai kata nih kang Ahmad. Kalau Hasan Tiro kembali ke Aceh lalu mendirikan sebuah partai politik lalu ikut pemilu dan ternyata dia menang dan dia Hasan Tiro menjadi Presiden RI ke 7. Apakah anda masih bisa bilang bahwa pemerintah RI menjajah Aceh ?"

Jawaban kang Ahmad adalah Teungku Hasan di Tiro tidak akan kembali ke Acheh sebelum Negeri Acheh merdeka. Karena Teungku Hasan di Tiro tidak kembali ke Acheh sebelum Acheh merdeka, maka kang Ahmad tidak bisa berspekulasi dengan berbagai macam proyek, membuat partai politik-lah, ikut pemilu-lah, menjadi Presiden-lah. Jadi, selama itu Negeri Acheh dijajah oleh RI, maka selama itu Teungku Hasan di Tiro tidak akan kembali ke Acheh.

Kemudian itu pertanyaan lainnya dari saudara Hadi: "Maluku ( RMS ), dan separatis Papua memberontak apakah masih bisa anda bilang bahwa RMS dan papua merdeka di jajah NKRI ? Jawab dengan jujur. Apakah anda akan membelanya juga sebagai orang Sunda ? atau anda akan menyebutnya mereka adalah pemberontak dan separatis yang wajib di tumpas ? Saya haqul yakin kasus Aceh 1000% selesai dan jawaban anda pasti akan menumpas separatis2x itu."

Ya, jelas jawaban Ahmad Sudirman untuk Maluku Selatan telah saya tuliskan dalam tulisan "Harus diakui dengan jujur sejarah Soekarno pakai RIS mencaplok Maluku Selatan" www.dataphone.se/~ahmad/040503.htm . Dan dalam tulisan "Melihat Soumokil dengan RMS-nya dari sudut fakta & bukti, dasar hukum & sejarah" www.dataphone.se/~ahmad/040322a.htm

Dan jawaban untuk Papua telah saya tuliskan dalam tulisan "Papua dan Aceh sama-sama dicaplok Soekarno Cs masuk kedalam RI-Jawa-Yogya" www.dataphone.se/~ahmad/040127c.htm . Dan dalam tulisan "Soekarno yang mencaplok, Megawati yang menjerat Irian Barat" www.dataphone.se/~ahmad/030626.htm

Kemudian selama itu bukti tidak bisa dipatahkan oleh pihak Pemerintah RI dan oleh para pendukungnya, maka tetap saya berpegang pada dasar fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah tersebut yang sampai saat sekarang tidak ada yang mampu membantah dan mematahkannya.

Jelas, selama memang benar itu fakta, bukti, dasar hukum dan sejarahnya yang menyangkut Maluku Selatan, dan Papua Barat, maka selama itu saya tetap mempertahankan argumentasi saya. Dan saya menganggap pihak RI menjajah Papua Barat dan Maluku Selatan.

Selanjutnya, kang Ahmad karena sudah membaca, menggali, mempelajari, memahami, mengerti, dan menyimpulkan, maka kang Ahmad bukan mempertahankan politik orang-orang GAM yang tidak kebagian kueh kekuasaan, seperti yang dituduhkan oleh saudara Hadi. Tetapi kang Ahmad menjelaskan, memberikan keterangan kepada seluruh rakyat di Negeri Acheh dan di RI tentang apa yang sudah dilakukan oleh pihak Soekarno terhadap Negeri Acheh ini. Agar supaya seluruh rakyat Acheh mengetahui bahwa memang benar Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RI.

Kemudian, tetap kang Ahmad menyatakan bahwa tarik semua TNI yang ada di Acheh, serahkan penyelesaiannya kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan nasib mereka sendiri dimasa yang akan datang.

Lalu itu soal, GAM banyak mengancam, seperti yang dilontarkan saudara Hadi, adalah tidak beralasan. Masa GAM mengamcam rakyat Acheh sendiri yang sedang berjuang untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Kalau ada rakyat di Acheh yang mendukung dan bekerjasama dengan pihak TNI, ya jelas itu adalah musuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila, dan juga musuh dari ASNLF atau GAM.

Teungku Hasan di Tiro tidak tertarik dengan segala macam umpan yang disodorkan oleh pihak RI, jadi Bupati-lah, jadi Gubernur-lah, jadi Lurah-lah. Apalagi Ahmad Sudirman. Memangnya Ahmad Sudirman tertarik dengan semua jabatan tersebut. Ah, itu soal kecil, dan sepele.

Tentang Islam dimanapun bisa dipelajari. Yang penting harus dipelajari dengan sungguh-sungguh, dengan hati terbuka, dengan selalu memohon petunjuk kepada Allah, dengan selalu meminta perlindungan kepada Allah, dan dengan selalu minta diberi ilmu oleh Allah. Dan belajar dari orang-orang muslim yang mukmin, yang betul-betul ikhlas dan selalu memohon keridhoan Allah.

Soal di Swedia di negara sekular. Itu kan sama juga seperti di Indonesia, segudang itu orang-orang sekular. Sudahlah Negara RI dasar hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila, dipimpin pula oleh orang-orang nasionalis sempit yang sekular.

Kemudian itu soal dimana-mana sex bebas seperti yang dikatakan oleh saudara Hadi. Memang sex bebas dimana-mana di Swedia ini ?. Di Swedia orang membeli sex dianggap kriminil. Sedangkan di Negara RI, apa pula dianggap kriminil. Pelacuran dimana-mana. Lihat saja itu di Jakarta. Apakah itu bukan sex bebas, dengan berbagai tempat pelacurannya. Jangan munafik saudara Hadi.

Ah, jangan melihat ke Malaysia. Apakah saudara Hadi sudah mempelajari secara mendalam itu Negara Federasi Malaysia sebenarnya dan bagaimana sebenarnya kehidupan politik, sosial, agama, budaya, dan yang lainnya?. Jangan ngaco kalau menulis di mimbar bebas ini.

Itu soal Amien Rais adalah saya sudah mengatakan berkali-kali, beliau itu tidak akan mampu menyelesaikan konflik Acheh, karena dia memang tetap ngotot tidak mau mengakui dan tidak mau menerima apa yang telah dilakukan oleh Soekarno merampok, menelan, mencaplok, menduduki Negeri Acheh sebagai suatu tindakan pelanggaran hukum internasional dan perlu dikutuk oleh semua orang.

Jadi, sekali lagi saya menyatakan kalau itu Amien Rais memberikan janji untuk penyelesaian konflik Acheh, itu adalah janji gombal atau janji palsu.

Kemudian itu terakhir, apa yang ditulis dalam hompepage www.asnlf.net itu adalah hak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila. Kalau saudara Hadi mengatakan banyak fakta yang bohong, cobalah kirimkan kepada mereka, luruskan dengan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang benar dan jelas.

Apa pula mau bayar-bayar "Mr.Bond (007) untuk menangkap Hasan Tiro cs dan Ahmad cs di Swedia". Memangnya seperti di kampung saudara Hadi di Jakarta sono. Kalau di Negara RI yang berlandaskan pancasila yang para aparat hukumnya tidak mampu menegakkan hukum dengan jujur dan adil, bisa saja itu terjadi.

Jangan bicara bodoh dan seenaknya saudara Hadi. Ini sedang berbicara dan berdebat di mimbar bebas, yang dibaca oleh orang-orang diseluruh dunia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: H4D! <hadifm@cbn.net.id>
Date: 24 juni 2004 08:35:25
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, <acehkita@yahoogroups.com>
Cc: <rpidie@yahoo.com>, "Sumitro" <mitro@kpei.co.id>
Subject: Re: HADI MENGAKUI PENDUDUKAN & PENJAJAHAN DI ACHEH MENCONTOH GAJAH MADA

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Ass. Wr wb

Ha ha makin ngalor ngidul aja nih sih kang ahmad sampai ke sejarah Gajah Mada segala kenapa ngga sekalian hayam wuruk.Kutai dll saya cerita ehhh malah si akang mendongeng... he he membabi buta dan menempatkan jawaban saya tidak pada tempatnya. Ternyata anda cukup paham dengan sejarah Gajah Mada, kalau anda paham tentunya anda mengerti maksut saya.tetapi anda tidak ngerti dan tidak cukup pintar menela'ah nya. Malah langsung melintir jawaban saya, di expose
Habis habisan dengan komentar2 miring ha ha kang kang memang itulah cara 2x GAM menyebarkan propaganda basi nya seperti dalam situsnya GAM banyak sekali fitnah, bohong dll

Kumaha si akang apakah Islam mengajarkan gitu kang ?? subhanallah. Ini salah satu contoh pemelintiran dan pemberian jawaban yang amburadul menjawab tidak sesuai esensi pertanyaan . Tapi cenderung ngawur alias ngga nyambung bin jaka sembung bawa golok ( kagak nyambung Goblok ) memutar balikan dan menafikan fakta fakta yang ada. He he mau lagi tidak para pembaca terhormat ?? cermati saja antara pertanyaan saya yang lain dan jawaban kang ahmad:

"Dan memang dengan cara propaganda bohong yang dilancarkan oleh pihak Soekarno dan para penerusnya, maka dikatakan oleh saudara Hadi: "mereka tenang tenang saja. Damai menggunakan Rupiah bahkan berbondong2x pulang ke Aceh waktu Idul Firti. Anggota TNI banyak orang Aceh, Pejabat Pemerintahan Dan PNS banyak orang Aceh.bahkan mentri nya pun jaman Gusdur dulu dari PAN adalah orang Aceh. Apakah itu namanya Penjajahan ?? ha ha anak SD pun tau. Mana yang di jajah atau tidak."

Tetapi, sekarang ternyata propaganda bohong pihak Soekarno dan para penerusnya telah dibongkar oleh Ahmad Sudirman. Sehingga akhirnya saudara Hadi pengekor Amien Rais mengakui bahwa " Itu hanya istilah 2x dan terminologi saja Sukarno Mencaplok, menelan, menjajah dst, tapi dimata
Saya sukarno adalah mempersatukan Nusantara, seperti Patih Gajah Mada" (Ahmad Sudirman)

Perjuangan Gajah Mada dan Bung Karno jelas ada kesamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah dalam semangat mempersatukan Nusantara, itu saja lainya tidak. Sukarno menilai kalau RIS terpecah pecah musuh bersama (Belanda) tidak akan pernah terusir dari Indonesia dan si Van Mook itu akan jadi besar kepala karena teori nya berhasil di jalankan di Indonesia.

Sedangkan perbedaannya adalah cara2x perjuangan mempersatukan Nusantaranya kalau Gajah Mada jelas pasukannya agresi ke negri orang. Sedang Sukarno melalui perundingan kesepakatan oleh wakil2x orang Aceh. Ini sah secara konstitusional seperti yang di jelaskan oleh pak Sumitro itu. Makanya bales dong email pak Sumitro. kalau bisa saya kutip: (biar pak Sumitro tidak iri dan puas karena email saya di jawab terus dengan cepat sedang email beliau tidak ha ha. Saya wakilkan nih pak Sumitro.)

"Pada saat perjanjian Renville (1948) dimana perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang berakhir dengan pindahnya Soekarno dan Pasukan republik pindah ke Jogjakarta dan saat hijrahnya Soekarno tersebut maka Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo ( SMK ) memberontak dan mendirikan NII yang pada 7 agustus 1949 memproklamasikan kemerdekaannya. Untuk diketahui pada saat perjanjian renvelle antara belanda dan Indonesia dan Soekarno dan pasukannya pindah ke Jogjakarta , NII saat itu hanya JAWA BARAT. Tapi pemberontak SMK terus memperluas daerah ( pemekaran ) sampai ke Daerah Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh. Jadi Itulah sejarahnya bahwasannya sebelum perjanjian renville dengan Belanda. Aceh merupakan bagian dari Indonesia namun karena memanfaatkan perjanjian Renville maka SMK pemberontak dan mendirikan Negara Islam Indonesia yang tidak sesuai dengan azas Pancasila dan UUD 1945. Dimana pada perjanjian Linggarjati maupun Renville NKRI waktu itu masih merupakan wilayah2 serikat. Itu berdasarkan KMB (komprerensi meja Bundar). Salah satu hasil Konperensi Meja Bundar antara Delegasi Kerajaan Belanda, Republik Indonesia dan BFO (Wakil Daerah / Negara buatan Belanda ( hasil ciptaan Van Mook ) di luar Republik Indonesia) yaitu lahirlah kedaulatan negara dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) termasuk didalamnya adalah Aceh. Kedaulatan RIS dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat RIS. Dengan kebulatan tekad untuk menghindari terjadinya pemberontakan2 maka DPR dan anggota Senat RIS menyatukan langkah dan persepsi untuk membentuk NKRI dimana akhirnya dalam Sidang Gabungan DPR dan Senat RIS tanggal 15 Agustus 1950 Presiden Soekarno membacakan "Piagam Pernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang disetujui oleh seluruh anggota sidang. Jadi apa yang dikatakan oleh ahmad sudirman dengan pencaplokan dll itu enggak benar." (Sumitro)

Jelas itu namanya bukan pencaplokan, penjajah dll.. Intinya adalah Gam, Fretelin, RMS adalah penghianat penghianat bangsa yang melanggar perjanjian pendahulunya. Karena merasa di pinggirkan dan tidak dapat jabatan.jadi wajar saja kalau saya bilang Organisasi GAM, Fretelin RMS dan Gerakan separatis Papua adalah BARISAN PASUKAN SAKIT HATI REZIM ORDE LAMA DAN ORDE BARU."

Sekarang saya ingin tanya kang Ahmad Apasih artinya kata "jajah" dan defenisi negara penjajah dan negara terjajah ? jelas pertanyaan2 ini mengandung makna yang berbeda, tolong jelaskan.

Sekarang saya balik posisinya andai kata nih kang Ahmad.!! Kalau Hasan Tiro kembali ke Aceh lalu mendirikan sebuah partai politik lalu ikut pemilu dan Ternyata dia menang dan dia Hasan Tiro menjadi Presiden RI ke 7 . Apakah anda masih bisa bilang Bahwa pemerintah RI menjajah Aceh ??

Saya ingin kejujuran dari hati nurani anda . Apalagi ternyata Hasan Tiro mengganti pancasila dan Katanya " Syariat Islam " mau di terapkan di NKRI. eehhh ternyata Maluku ( RMS ), dan separatis papua memberontak apakah masih bisa anda bilang bahwa RMS dan papua merdeka di jajah NKRI ? Jawab dengan jujur. Apakah anda akan membelanya juga sebagai orang Sunda ? atau anda akan menyebutnya mereka adalah pemberontak dan separatis yang wajib di tumpas ? Saya haqul yakin kasus aceh 1000% selesai dan jawaban anda pasti akan menumpas separatis2x itu.

Jadi ini Politik kang Ahmad, Politik kepentingan Orang2x GAM yang tidak kebagian kue kekuasaan. Bukan kepentingan rakyat aceh keseluruhan, buktinya banyak rakyat Aceh ingin agar TNI jangan di tarik dulu karena Takut Teror dari GAM. Karena Gam banyak Mengancam, agar rakyat Aceh mendukung GAM. Sudah banyak bukti kang ahmad. Jadi wajar saja kalau saya sebut terminolog saja. Kalau anda menyebut nya penjajah kalau saya adalah Pemersatu nusantara.

Saya dan pak Mitro sudah uraikan penjelasannya kan bagai mana Aceh merupakan bagian NKRI. Bukan menjajah. Dunia sudah tau RI tidak menjajah Aceh, tapi disebabkan oleh penghianat penghianat bangsa RI sendiri. NKRI tak akan pernah berdiri kalau bukan karena perjuangan orang orang Aceh, Jawa, Makasar, Ambon dll tak perlulah saya sebut satu persatu pahlawan aceh dan lainnya yang membentuk NKRI, saya kira akang sudah punya daftarnya he he.

Jadi yang sekarang terjadi adalah perjuangan orang sakit hati karena ngga kebagian proyek mengatas namakan rakyat aceh dan Islam demi kepentingan Politik sempit oleh segentir orang aceh dan sunda ( Hasan Tiro cs dan Ahmad Cs ) yang haus kekuasaan. Oleh karena itu sadar lah kang anda sebgai orang Sunda otak dan pemikiran anda sudah termakan propaganda GAM. Pulanglah biar anda bisa melahap lagi beras Cianjur dan lalapan2x segar nya..he he .Tapi susah juga ya !! apa masya di Pasundan masih mau terima kang Ahmad yang sudah jadi penghianat bangsa ini. Kalau anda hidup jaman Rasul mungkin sudah di gantung nih...he he

Saran saya akhiri perang, itu bukan jalan keluarnya kang. Kasian rakyat Aceh sudah sangat menderita. Damailah saya yakin Megawati akan berikan jabatan minimal bupati lah buat Hasan Tiro. Kalau Gubernur ngga enak sama yang lain takut banyak yang iri biar keliatan berjenjang lah karirnya. Nah kalau kang Ahmad Lurah aja. ! Terserah mau pilih dimana ? Pidie, Lhoksumawe bebas lah. Asyik loh kang Ahmad banyak proyek nya. Khan banyak eks anggota GAM yang ngga punya KTP. Bikinin tuh lumayan khan buat tambahan bayar koneksi internet he he he hua ha ha ingat jangan korupsi yah haram hukumnya.

"Terakhir, apa yang akan dijalankan oleh Amien Rais itu adalah semuanya berdasarkan politik nasionalisme yang sempit saja. Tidak ada itu Islam yang akan dijadikan pegangan. Justru siapa yang tidak mengikuti contoh Rasulullah saw dalam membangun Negara dan hukum-hukumnya, maka sudah jelas itu bukan mengikuti Sunnah Rasulullah. Apakah memang benar Amien Rais akan
menegakkan syariat Islam di RI apabila jadi Presiden RI?. Sama saja Amien Rais, Wiranto, Hamzah Haz, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono, ketika menyinggung konflik Acheh dan penyelesaiannya, semuanya hanya berjanji dengan janji gombal." (Ahmad Sudirman)

Kang ahmad sepertinya belajar lagi lah pendalam agama anda, jangan belajar di negara sekuler seperti Swedia, dimana sex bebas, zinah dan judi dihalalkan di negara itu. Pelajari Islam secara baik dan benar. Islam adalah Rahmatan lil alamin berlaku untuk seluruh makluk yang ada di mukabumi ini. jangan pahami Islam dengan makna yang sempit alias picik. Indonesia beraneka ragam budaya, ras, suku, bahasa dll. Seperti halnya di Malaysa coba kita lihat system nya, federal yang sekuler tapi kenapa kehidupan rakyatnya sangat Islami ? Kenapa ? karena pengelolaan negara nya benar, adil dan merata.dan di tanamkan nafas Islam dalam kehidupan kenegaraan oleh pemimpin2x yang soleh.

Seperti Amien Rais itu.saya tidak asal cuap aja kang. Saya mengikuti perkembangan dan kehidupan masing masing kandidat presiden.kehidupan Amien Rais hampir mendekati Rassullah ketimbang capres lainya.coba lihat situs www.m-amienrais.com , www.kompas.co.id (menu sosok) dikupas habis siapa Amien Rais itu. Dan berbagai situs lainnya. Saya sudah menelusuri, menimbang dll Akhirnya pada keputusan bahwa Amien Rais layak jadi pemimpin NKRI. Apakah Hasan Tiro demikian ?. Tentu saja tidak lihat saja tulisan dan omongannya, bohong, provokatif dan banyak fitnahnya. Jangan anda selalu mengira bahwa orang yang memakai sorban, gamis, jilbab dll sudah menjalankan syariat Islam ? Jangan lah anda tutup jalan pemikiran anda dengan simbol2 yang seperti itu sehingga anda tidak mampu lagi menilai secara realistis dan objektif.untuk apa simbol2x dan bendera2x dikibarkan tetapi hanya membawa banyak mudharat nya.yang terpenting adalah inti dari syariat Islam itu telah di jalankan sebagai mestinya oleh pemeluk pemeluknya. Seperti garam asin dan gurihnya terasa. Dan Malaysa telah sukses menjalankannya.

Oh ya kang Ahmad makasih infonya. sudah saya lihat situs gam ternyata ?? buannnyaaaaaaak sekali Fitnahnya , Berita berita yang tidak benar. Bukankah Islam mengajarkan agar memberikan berita yang benar dan bukan kabar bohong. Kalau kang Ahmad mau di bilang orang fasiq dan munafiq ya sudah. Saya hanya mengikatkan Fitnah lebih kejam dari pembunuhan kang..contoh NKRI didanai IMF/CGI/AS dll kalau dana perang sebesar itu Gam sudah bisa di tumpas dari dulu kang ! dan NKRI bisa bayar Mr.Bond (007) untuk menangkap Hasan Tiro cs dan Ahmad cs di Swedia hidup atau mati he he jangan lupa tobat ya.?
Sorry rada lama balesnya, maklum banyak kerjaan he he

Wassalam

Hadi

hadifm@cbn.net.id
Jakarta, Indonesia
----------