Stockholm, 24 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU AKAR UTAMA KONFLIK ACHEH DIMASUKKAN RI KE DALAM PETI BESI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO HARUS TAHU ITU AKAR UTAMA KONFLIK ACHEH DIMASUKKAN RI KE DALAM PETI BESI

"Ha ha ha Ahmad, Ahmad anda itu terlalu konyol dan terlalau jauh membandingkan antara pemerintahan Indonesia dalam hal ini soekarno tahun 1900 an dengan pemerintahan dinasti Umaiyah di Sepanyol (Andaluzie) dari tahun 300 H-422 H atau 912 M - 1031 M). Enggak samalah kang, jaman masehi dengan abad 20 an, jauh amat sih bandinginnya. Khan peradabannya beda bang? Wong penjajahan jaman dulu, seperti di Spanyol itu benar2 jaman yang enggak punya peradaban sama sekali dimana yang dipake adalah hukum rimba enggak ada yang namanya hak azasi dll yang ada adalah sistem perbudakan dimana penguasa bebas melakukan apa saja tanpa terikat oleh hukum dan norma. Wong Indonesia terikat sama hukum negara maupun hukum Internasional kok?. Kembali ke Indonesia. Saudara Ahmad menyatakan bahwa Soekarno mencaplok dan menjajah Aceh. Anda tahu enggak sih bentuk penjajahan, kalaupun saat itu Soekarno melakukan penjajahan, maka udah pasti sudah dilawan sama rakyat Aceh. Wong Belanda yang waktu itu persenjataannya lengkap dan modern azah enggak ada apa2nya apalagi Indonesia waktu itu." (Sumitro , mitro@kpei.co.id , Thu, 24 Jun 2004 09:07:57 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Saudara Sumitro, saudara ini memang perlu banyak belajar sejarah, tata negara, hukum, agar supaya bisa berdebat melawan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Bukan hanya sekedar bercuap saja.

Itu yang Ahmad Sudirman kemukakan adalah apa yang diminta oleh saudara Hadi, ketika dia meminta kepada Ahmad Sudirman: "Ha ha kok mengutip hanya separuh sih ? semuanya dong ? kenapa Gajah Mada nya yang di ekpos Khalifah Islamnya juga juga dong. Yang lengkap ya biar adil.!" (Hadi, hadifm@cbn.net.id , 23 juni 2004 10:48:19). "Itu hanya istilah 2x dan terminologi saja Sukarno Mencaplok, menelan, menjajah dst, tapi dimata saya Sukarno adalah mempersatukan Nusantara, seperti Patih Gajah Mada dan kalifah2x Islam terdahulu expansi sampai ke negri Spayol. Apakah itu salah ? ini politik bung. Politik GAM vs NKRI bukan NKRI Vs Rakyat aceh.kalau rakyat Aceh ingin merdeka tentunya mereka akan berjuang mati matian seperti pada jaman Belanda dulu." (Hadi, hadifm@cbn.net.id , Wed, 23 Jun 2004 02:46:49 +0700).

Ketika Ahmad Sudirman menulis tentang politik agresi Patih Gajah Mada dari Kerajaan Hindu Majapahit yang dicontoh oleh Soekarno karena ada kesamaannya yaitu adanya "semangat mempersatukan Nusantara" seperti yang dinyatakan oleh saudara Hadi.

Tetapi, celakanya semangat untuk mempersatukan Nusantara yang dijalankan oleh Soekarno yang dilakukan di Negeri Acheh adalah dengan cara menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah.

Nah itu yang dinamakan mempersatukan Nusantara oleh saudara Hadi. Kemudian menurut saudara Hadi, Soekarno menggunakan cara perundingan kesepakatan dengan wakil-wakil rakyat Acheh. Padahal yang sebenarnya itu tidak ada perundingan untuk mencapai kesepakatan antara wakil-wakil rakyat Acheh di RIS. Karena Negeri Acheh bukan Negara Bagian RIS.

Selanjutnya, Ahmad Sudirman mengupas, dinasti Umaiyah di Andaluzie dan dinasti Usmaniyah Turki yang diminta oleh saudara Hadi untuk dijelaskan yang dihubungkan dengan politik agresi Soekarno ketika menelan, mencaplok Negeri-Negeri yang berada diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure RIS.

Karena menurut saudara Hadi expansi sampai ke Negeri Sepanyol tidak salah, tindakan expandi itu tindakan politik.

Dalam tanggapan Ahmad Sudirman itu menjadi penekanan disini adalah tindakan dan kebijaksanaan expansi dan akibat dari tindakan expansi. Karena yang namanya penguasaan dan pendudukan suatu Negeri oleh Negeri lain adalah tidak berbeda. Apakah itu terjadi di abad 3 atau terjadi di abad 20.

Ternyata akibat dari expansi secara politik oleh satu Negeri terhadap Negeri lain akhirnya menimbulkan kehancuran dan pecahnya Negeri pelaku expansi tersebut.

Coba saja perhatikan tidak lama jatuh dan hancur Majapahit, setelah menduduki Samudera-Pasai-Islam di Acheh. Begitu juga kejatuhan dinasti Umaiyah Andaluzie di Sepanyol. Juga kejatuhan dinasti Usmaiyah Turki di Syria dan Mesir.

Jadi, itulah yang menjadi gambaran dan contoh, bagaimana akibat akhir yang dialami oleh Negeri-Negeri yang melakukan expansi ke Negeri lain dan menguasai serta mendudukinya.

Begitu juga kalau diperhatikan di Negeri Acheh ini. Dimana konflik Acheh ini telah berlangsung lebih dari setengah abad. Masih juga tidak bisa diselesaikan. Mengapa ? Karena masalah akar utama penyebab timbulnya konflik oleh pihak Pemerintah RI dimasukkan kedalam peti besi. Tidak boleh dibongkar, dan kalaupun ada yang membongkarnya, dianggap itu sejarah sesat. Sebagaimana yang selalu dikemukakan oleh para peserta diskusi yang mendukung kebijaksaan politik Pemerintah RI di mimbar bebas ini.

Saudara Sumitro, jelas itu Soekarno melakukan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh melalui caranya yang licik yaitu dengan cara membuat dan menetapkan PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Cara pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh melalui cara inilah jalan yang paling mudah dilakukan oleh Soekarno. Soekarno tidak perlu mempergunakan pasukan TNI-nya.

Tetapi, tidak lama kemudian, apa yang terjadi ?. Ternyata Teungku Muhammad Daud Beureueh bangkit dengan didukung oleh rakyat Acheh menyatakan bahwa Negeri Acheh berdiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau Negara RI atau Negara KRI dan berdirilah Negara Islam Indonesia di Negeri Acheh.

Akhirnya, Soekarno mengetahui kenyataan pahit ini, maka dikerahkan pasukan TNI-nya untuk menggempur Teungku Muhammad Daud Beureueh dan rakyat pejuang Acheh. Ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh, dinyatakan menyerah oleh pihak RI, muncullah Teungku Hasan di Tiro dengan deklarasi ulang Negara Acheh-nya pada tanggal 4 Desember 1976. Dan penggempuran terhadap rakyat Acheh dan para pejuang Acheh terus digencarkan oleh pasukan TNI sampai sekarang ini.

Jelas rakyat Acheh tidak mengobarkan perang, yang memulai mengobarkan perang adalah pihak RI. Setelah Negeri Acheh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RIS, RI, NKRI. Para pejuang rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila adalah bukan orang-orang bodoh. Mereka itulah justru orang-orang yang telah sadar dan telah memahami bahwa memang benar Negeri Acheh itu diduduki dan dijajah RI. Para pejuang Acheh bukan orang yang kecewa dan dendam. Tetapi mereka adalah para pejuang yang terus berkobar semangatnya untuk menuntut dan meraih kembali Negeri-nya yang telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RI.

Kemudian propaganda dan kebohongan yang ditulis oleh saudara Sumitro seperti: "Para Pentolan GAM yakni orang2 yang gagal dan tidak mampu bersaing sehingga pelampiasannya ke dendam seperti Hasan Tiro, Zaini Abdullah, Malik Mahmud (bisanya mereka ini hidup enak, mewah dan ongkang2 kaki tinggal memerintah di negeri orang)"

Jelas, itu hanyalah cerita isap jempol dan gombal saja. Para pendiri ASNLF atau GAM bukanlah orang-orang yang gagal dan tidak mempunyai kemampuan. Justru mereka adalah orang-orang yang telah menyadari dan memahami bahwa apa yang telah dilakukan oleh pihak Soekarno terhadap Negeri Acheh adalah suatu tindakan pendudukan dan penjajahan yang bertentangan dengan hukum Internasional dan hukum nasional.

Selanjutnya anggapan saudara Sumitro: "Para pemimpin lapangan mereka ini adalah para sipil maupun meliter asal Aceh yang dikenai hukuman indisiplin serta dipecat karena berbagai macam hal serta para penganggur2 yang dimanfaatkan oleh aktor intelektual GAM yakni Hasan Tiro dkk tersebut. (mereka inilah yang dilatih khusus untuk menjadi pemimpin di lapangan seperti dilatih di Lybia, Afganistan, Malaysia, dll)

Nah, inipun cerita gombal yang tidak menentu. Siapa yang memecat dan siapa yang memberikan hukuman? Apakah pihak musuh RI atau siapa ?. Kalau pihak RI jelas itu adalah pihak yang mengobarkan perang dan memang ingin menghancurkan ASNLF atau GAM. Kemudian lagi itu masalah latihan, apakah memang ada sekarang itu latihan militer bagi rakyat Acheh di Malaysia, Afghanistan, dan Lybia ?. Saudara Sumitro, janganlah membuat cerita macam-macam dengan berbagai kebohongannya.

Seterusnya saudara Sumitro menulis: "Adalah para rakyat yang memang dipaksa untuk ikut kalau tidak maka keluarganya diancam (sekarang para anggota GAM ini banyak yang menyerahkan diri dan telah mengakui bahwa ikut sertanya mereka karena dipaksa dan diancam keselamatannya dan keluarga)."

Nah, disipun, saudara Sumitro ini, sama seperti pihak Pemerintah RI menuliskan bukti, tetapi setelah diuji, ternyata sangat lemah. Sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dasar bukti yang kuat. Begitupun dalam hal cerita yang dibuat oleh saudara Sumitro ini. Siapa itu para anggota GAM yang dipaksa untuk ikut GAM ?. Kalau mengarang cerita model begini memang mudah.

Lalu Sumitro meneruskan: "Para janda, anak, keluraga yang suami, anak, istri atau kerabatnya terbunuh pada waktu perang (korban ini biasanya dijadikan tameng oleh GAM sebagai umpan atau tumbal sehingga GAM begitu gampang untuk mempengaruhi keluarganya untuk ikut GAM dan menuduh yang melakukannya adalan TNI.)"

Ah, inipun cerita asal tulis saja. Sumitro, kalau membuat cerita di mimbar bebas ini, harus benar. Jangan terus berbual. Saudara ini memang pandainya hanya berbual dan isap jempol saja. Mana ada orang yang percaya sama cerita kosong ini.

Jelas, saudara Sumitro walaupun usia Teungku Hasan di Tiro sekarang sudah hampir mencapai 74 tahun, bukan 80 tahun, karena Beliau lahir pada tanggal 4 september 1930. Tetapi perjuangan Teungku Hasan di Tiro tidak mengendor. Dan Allah akan membuktikan bahwa siapa yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh ini ?. Teungku Hasan di Tiro atau Soekarno dan para penerusnya, seperti Megawati cs.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>,Hidajat Sjarif siliwangi27@hotmail.com
Cc: hadifm@cbn.net.id, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HADI ITU AKHIRNYA DAERAH-DAERAH UMAIYAH-SEPANYOL & USMANIYAH-TURKI BEBAS
Date: Thu, 24 Jun 2004 09:07:57 +0700

Ha ha ha Ahmad Ahmad anda itu terlalu konyol dan terlalau jauh membandingkan antara pemerintahan Indonesia dalam hal ini soekarno tahun 1900 an dengan pemerintahan dinasti Umaiyah di Sepanyol (Andaluzie) dari tahun 300 H-422 H atau 912 M - 1031 M). Enggak samalah kang, jaman masehi dengan abad 20 an, jauh amaaaatttttttt sih bandinginnya. Khan peradabannya beda bang? wong penjajahan jaman dulu, seperti di Spanyol itu benar2 jaman yang enggak punya peradaban sama sekali dimana yang dipake adalah hukum rimba enggak ada yang namanya hak azasi dll yang ada adalah sistem perbudakan dimana penguasa bebas melakukan apa saja tanpa terikat oleh hukum dan norma. Wong Indonesia terikat sama hukum negara maupun hukum Internasional kok?.

Kembali ke Indonesia. Saudara Ahmad menyatakan bahwa Soekarno mencaplok dan menjajah Aceh. Anda tahu enggak sih bentuk penjajahan, kalaupun saat itu Soekarno melakukan penjajahan, maka udah pasti sudah dilawan sama rakyat Aceh. Wong Belanda yang waktu itu persenjataannya lengkap dan modern azah enggak ada apa2nya apalagi Indonesia waktu itu.

Nach adanya perlawanan GAM ( bukan rakyat Aceh karena pentolan GAM warganegaranya diluar Indonesia) itu khan sejak Hasan Tiro si Tua yang sekarang udah ampir sekarat itu mulai berlangsung pada tahun 1980 an. Mana ada sich rakyat Aceh yang berperang dengan Indonesia ? khan GAM yang melawan terus siap saja sich GAM in? yang orang2 yang dendam dan kecewa bahkan bodoh yang haus kekuasaan dan harta. Coba, rakyat Aceh mana yang melawan ?

Adapun dalam GAM itu unsur2 adalah sbb:

1.Para Pentolan GAM yakni orang2 yang gagal dan tidak mampu bersaing sehingga pelampiasannya ke dendam seperti Hasan Tiro, Zaini Abdullah, Malik Mahmud (bisanya mereka ini hidup enak, mewah dan ongkang2 kaki tinggal memerintah di negeri orang)

2.Para pemimpin lapangan mereka ini adalah para sipil maupun meliter asal Aceh yang dikenai hukuman indisiplin serta dipecat karena berbagai macam hal serta para penganggur2 yang dimanfaatkan oleh aktor intelektual GAM yakni HASAN TIRO dkk tersebut. (mereka inilah yang dilatih khusus untuk menjadi pemimpin di lapangan seperti dilatih di Lybia, Afganistan, Malaysia, dll.

3.Adalah para rakyat yang memang dipaksa untuk iktu kalau tidak maka keluarganya diancam (sekarang para anggota GAM ini banyak yang menyerahkan diri dan telah mengakui bahwa ikut sertanya mereka karena dipaksa dan diancam keselamatannya dan keluarga).

4.Para janda, anak, keluraga yang suami, anak, istri atau kerabatnya terbunuh pada waktu perang (korban ini biasanya dijadikan tameng oleh GAM sebagai umpan atau tumbal sehingga GAM begitu gampang untuk mempengaruhi keluarganya untuk ikut GAM dan menuduh yang melakukannya adalan TNI.)

Jadi rakyat murni Aceh enggak ada tuh yang melawan TNI wong mereka enggak merasa di jajah kok. Hasan Tiro azah yang ambisi jadi RAJA, akhirnya sekarang do'i berumur 80 tahun dan biasanya kalau yang panjang umurnya kaya' gini memang sengaja oleh Allah biar ada kesempatan sadar akan kesalahan dan dosa2nya, tapi kaya'nya tuh urang enggak ada tanda2nya sadar tuh maka kasihan sekali dia ya?

Demikian dan semoga bermanfaat.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------