Stockholm, 25 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU YANG TIDAK MAU DAMAI DI ACHEH PIHAK RI DAN TNI BUKAN ASNLF/GAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO HARUS TAHU ITU YANG TIDAK MAU DAMAI DI ACHEH PIHAK RI DAN TNI BUKAN ASNLF/GAM

"Hi bang Ahmad tenang, tenang jangan emosi dong, tarik napas yang panja yach, gini kang, pada awal saya udah menyatakan bahwa GAM pernah dilatih diantaranya di Lybia, lantas anda menjawab: pernah kah GAM sekarang dilatih disana ? lloh, saya hanya menyampaikan bahwa GAM itu pernah dilatih di Lybia terlepas apakah 5 atau 10 tahun yang lalu, yang jelas GAM itu pernah dilatih disana, khan? lantas dengan kepintaran anda bermain-main dengan kata-kata maka anda tidak menjawab atau mengakui bahwa GAM 'pernah" dilatih di Lybia justru anda balik bertanya pernahkan GAM dilatih "sekarang" di sana? Itu berarti anda memang sengaja menjebak dengan permainan kata2 anda, iya khan? Kalau anda jantan dan sportif harusnya anda menjawab ajah langsung "yup, GAM memang pernah dilatih di Lybia atau yg lainnya pada tahun sekian dengan jumalah sekian" itu namanya sportif, bukannya nutup-nutupin dan menjawab dengan pertanyaan atau menjebak dengan permainan kata2 anda. Anda kira saya bodoh apa? Ahmad, Ahmad, sudahlah mad, saya hanya ingin rakyat Aceh itu damai dan aman sehingga mereka dapat menjalankan kehidupannya dengan baik dan sejahtera, karena sudah cukup lama mereka menderita akibat ulah anda CS, GAM dan TNI. Kalian berdua GAM dan TNI sama-sama salah dan tidak ada yang benar, karena GAM dan TNI sama2 TIDAK menginginkan rakkyat Aceh hidup tenang dan beribadah dengan tenang pula. Kenapa sich ulama2 atau ahli2 agama seperti anda ini tidak menjadi guru atau ulama yang memberikan ceramah2 agama mendidik rakyat dalam beribadah yang baik pada rakyat khususnya di Acheh sehingga syariat Islam itu benar2 dijalankan dengan baik tanpa harus terpisah-pisah ?" (Sumitro , mitro@kpei.co.id , Fri, 25 Jun 2004 08:51:26 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Saudara Sumitro, kang Ahmad tidak emosi. Yang justru heran melihat saudara Sumitro yang kalau membaca tulisan kang Ahmad dibaca hanya sekilas, sehingga ketika menanggapinya, hasilnya salah kaprah dan amburadul tidak menentu, alias gombal.

Coba bagaimana tidak gombal, ketika saudara Sumitro bercerita: "Para pemimpin lapangan mereka ini adalah para sipil maupun meliter asal Aceh yang dikenai hukuman indisiplin serta dipecat karena berbagai macam hal serta para penganggur2 yang dimanfaatkan oleh aktor intelektual GAM yakni HASAN TIRO dkk tersebut. (mereka inilah yang dilatih khusus untuk menjadi pemimpin di lapangan seperti dilatih di Lybia, Afganistan, Malaysia, dll.) (Sumitro , Thu, 24 Jun 2004 09:07:57 +0700)"

Nah, ketika kang Ahmad membaca itu cerita saudara Sumitro, lalu kang Ahmad menanggapi: "Nah, inipun cerita gombal yang tidak menentu. Siapa yang memecat dan siapa yang memberikan hukuman? Apakah pihak musuh RI atau siapa ?. Kalau pihak RI jelas itu adalah pihak yang mengobarkan perang dan memang ingin menghancurkan ASNLF atau GAM. Kemudian lagi itu masalah latihan, apakah memang ada sekarang itu latihan militer bagi rakyat Acheh di Malaysia, Afghanistan, dan Lybia ?. Saudara Sumitro, janganlah membuat cerita macam-macam dengan berbagai kebohongannya." (Ahmad Sudirman, 24 Juni 2004)

Kemudian, tentang latihan di Lybia, semua rakyat di RI sudah tahu, itu cerita lama, 5 tahun yang lalu. Sehingga tidak kang Ahmad gubris. Tetapi, yang menjadi suatu permasalah besar adalah, ketika saudara Sumitro menuliskan: "mereka inilah yang dilatih khusus untuk menjadi pemimpin di lapangan seperti dilatih di Lybia, Afganistan, Malaysia, dll."

Apa itu permasalahan besar ?. Permasalah yang besar itu ketika saudara Sumitro memasukkan nama Malaysia dan Afghanistan. Sehingga kang Amad langsung saja bertanya: "apakah memang ada sekarang itu latihan militer bagi rakyat Acheh di Malaysia, Afghanistan, dan Lybia ?"

Rupanya, karena memang otak saudara Sumitro ini kosong, tidak bisa menjawabnya, kecuali dengan melampirkan cerita lama dari "Rilis Serambi Selasa, 30 November 1999, Serambi-Jakarta, tentang Tgk Abdullah Syafei, Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mengakui keterlibatan Lybia dalam pelatihan militer pasukan GAM"

Ditambah pula saudara Sumitro sambil bercuap-cuap tidak menentu: "Saudara Ahmad Anda ini benar-benar pembohong! anda menyatakan bahwa GAM tidak pernah berlatih di Lybia Tapi Panglima GAM Abdullah Syafe'i justru yang mengakuinya. Justru anda ini yang asal cuap-cuap enggak karuan. Anda tahu enggak sich. Anggota GAM yang dilatih di Lybia itu pada tahun 1997-1999 itu lebih dari 600 orang Ahmad, ahmad, anda sadarlah bahwa lama2 kebohongan anda itu terungkap sendiri karena sudah semakin numpuk tuh kebohongan jadi tumpah dech.!" (Sumitro , Fri, 25 Jun 2004 08:51:26 +0700)

Coba perhatikan, cerita lama yang sudah dikenal diseluruh RI, dikutip lagi, untuk menunjukkan kepada kang Ahmad bahwa Lybia terlibat dalam pelatihan GAM.

Sedangkan, saudara Sumitro kebobolan dan ketahuan bohongnya, ketika ia tidak bisa menjawab Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Afghanistan memberikan latihan kepada GAM, seperti yang dituduhkannya itu.

Jadi, saudara Sumitro. Lain kali kalau menerima tulisan kang Ahmad, baca teliti. Apa yang kang Ahmad tulis, perhatikan baik-baik. Setelah dibaca, dianalisa, dihayati, dan disimpulkan, baru tuliskan dan kirimkan ke mimbar bebas ini.

Itu kang Ahmad menulis bukan untuk "menjebak dengan permainan kata2" seperti yang dituduhkan oleh saudara Sumitro. Kang Ahmad menulis, menanggapi, itu dengan serius, biar yang menerima tulisan kang Ahmad mengerti dan paham. Bukan seperti saudara Sumitro, yang hanya main seruduk sana seruduk sini. Tidak menentu.

Coba saja perhatikan, saudara Sumitro ketika menerima tulisan kang Ahmad, baca sekilas, duduk didepan komputer, pekerjaan kantor ditinggalin, tangan terus langsung mengetik, tanpa diteliti dengan seksama, setelah selesai, dibaca sekilas, langsung dikirimkan ke mimbar bebas. Tau-tau setelah isinya dibaca kang Ahmad, rupanya semua isinya gombal.

Buktinya, saudara Sumitro tidak tahu dan tidak punya bukti yang menyatakan Malaysia dan Afghanistan memberikan bantuan pelatihan kepada ASNLF atau GAM. Tetapi dalam tulisannya ia dengan gagah menulis: "mereka inilah yang dilatih khusus untuk menjadi pemimpin di lapangan seperti dilatih di Lybia, Afganistan, Malaysia, dll"

Saudara Sumitro, semua mau damai. Tetapi, yang tidak mau damai dan tidak mau memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Acheh adalah Pemerintah RI dan TNI. Karena mereka tidak mau mengakui secara jujur bahwa Negeri Acheh telah ditelan, dicaplok, diduduki oleh Presiden RIS Soekarno, tanpa kerelaan, keikhlasan, dan persetujuan seluruh rakyat Acheh dan pemimpin rakyat Acheh.

Yang membuat rakyat Acheh menderita adalah pihak Pemerintah RI dan TNI-nya dari sejak masa Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, sampai sekarang Megawati.

Itu ASNLF atau GAM tampil, karena ulah Pemerintah RI dan TNI yang terus saja menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Coba kalau Pemerintah RI dan TNI mau mengakui dan menerima apa yang telah dilakukan Soekarno terhadap Negeri Acheh adalah suatu pelanggaran hukum internasional dan hukum nasional yang harus dikutuk oleh rakyat di seluruh dunia.

ASNLF atau GAM kan rakyat Acheh anggotanya. Masa rakyat Acheh tidak mau menginginkan Negerinya aman dan damai. Kan, tidak logis. Jelas, yang justru membuat Negeri Acheh tidak aman itu Pemerintah RI dan TNI-nya, dengan terus saja menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Itu ulama-ulama telah banyak memberikan ceramah, wejangan, pendidikan, sarahan, bimbingan, dalam hal agama. Tetapi masalahnya karena pihak Pemerintah RI dan TNI masih saja ingin terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka jadilah Negeri Acheh tidak aman. Rakyat takut kepada TNI dan POLRI.

Coba, kalau itu TNI ditarik semuanya dari Acheh. Cabut itu semua yang namanya Keppres yang sedang diberlakukan di Acheh. Kemudian seluruh rakyat Acheh diberikan kebebasan bersuara, berbuat, pokoknya apa yang diinginkannya, biarkan kemukakan, jangan dilarang. Mau teriak-lah, mau protes-lah, mau berjingkrak-jingkrak-lah, mau demonstrasi-lah, biarkan. Kan tidak rugi.

Ini, para mahasiswa baru saja teriak-teriak dengan bunyi referendum, eh, sudah ditangkapi, dituduh pula buat makar-lah, buat pelanggaran tindak teroris-lah, lalu diadili karena dituduh buat makar, kemudian dijebloskan pula ke LP selama 5 tahun penjara atau lebih.

Jadi, bagaimana rakyat Acheh suka dan senang tinggal dan hidup bersama RI dan TNI-nya, kalau pihak Pemerintah RI memperlakukan rakyat Acheh dengan cara yang kasar dan tidak berperikemanusiaan.

Tidak apa-apa, kalau itu ulama-ulama tampil dan terjun dalam bidang politik. Itu bagus. Dia ulama sekaligus politikus. Jadilah ia politikus yang pandai dalam berpolitik dan sekaligus mengerti dan paham tentang Islam. Jadi tidak akan kena tipu oleh itu politikus sekular macam orang-orang PDIP, GOLKAR, dan partai-partai politik lainnya yang dalam program kerjanya tidak dicantumkan usaha untuk menegakkan syariat Islam di RI.

Itu, yang membuat Islam mundur, bukan akibat adanya ASNLF atau GAM dan TNA, melainkan karena ulah Pemerintah RI dan TNI, serta para politikus sekular yang tidak menghendaki syariat Islam tegak di RI. Itu segudang politikus sekular yang tidak senang dan tidak suka syariat Islam tegak di Nusantara. Mereka itulah yang menjadi penyebab mundur dan lemahnya Islam di Nusantara ini. Jangan salahkan ASNLF atau GAM dan TNA.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta editor@jawapos.co.id
Cc: Sumitro mitro@kpei.co.id
Subject: RE: SUMITRO KALAU BICARA SEBAGIAN BESAR HANYA CERITA GOMBAL Date: Fri, 25 Jun 2004 11:48:35 +0700

Hi bang Ahmad tenang, tenang jangan emosi dong, tarik napas yang panja yach, gini kang, pada awal saya udah menyatakan bahwa GAM pernah dilatih diantaranya di Lybia, lantas anda menjawab: pernah kah GAM sekarang dilatih disana ? lloh, saya hanya menyampaikan bahwa GAM itu pernah dilatih di Lybia terlepas apakah 5 atau 10 tahun yang lalu, yang jelas GAM itu pernah dilatih disana, khan? lantas dengan kepintaran anda bermain-main dengan kata-kata maka anda tidak menjawab atau mengakui bahwa GAM 'pernah" dilatih di Lybia justru anda balik bertanya pernahkan GAM dilatih "sekarang" di sana? Itu berarti anda memang sengaja menjebak dengan permainan kata2 anda, iya khan?

Kalau anda jantan dan sportif harusnya anda menjawab ajah langsung "yup, GAM memang pernah dilatih di lybia atau yg lainnya pada tahun sekian dengan jumalah sekian" itu namanya sportif, bukannya nutup-nutupin dan menjawab dengan pertanyaan atau menjebak dengan permainan kata2 anda. Anda kira saya bodoh apa?

Ahmad, Ahmad, sudahlah mad, saya hanya ingin rakyat Aceh itu damai dan aman sehingga mereka dapat menjalankan kehidupannya dengan baik dan sejahtera, karena sudah cukup lama mereka menderita akibat ulah anda CS, GAM dan TNI. Kalian berdua GAM dan TNI sama-sama salah dan tidak ada yang benar, karena GAM dan TNI sama2 TIDAK menginginkan rakkyat Aceh hidup tenang dan beribadah dengan tenang pula. Kenapa sich ulama2 atau ahli2 agama seperti anda ini tidak menjadi guru atau ulama yang memberikan ceramah2 agama mendidik rakyat dalam beribadah yang baik pada rakyat khususnya di Acheh sehingga syariat Islam itu benar2 dijalankan dengan baik tanpa harus terpisah-pisah ?

Ulama2 dan para ahli agama sekarang ini kelihatannya lebih mementingkan duniawinya daripada akherat. Buktinya para ulama2 berebut menjadi politikus dan kekuasaan (termasuk anda Ahmad) daripada memperhatikan umat, malahan umat Islam sekarang bukannya maju malah mundur! Di Acheh misalnya, bagaiamana mereka bisa beribadah dengan khusuk dan baik kalau mereka enggak tenang, jangankan di rumah, di masjid saja mereka di bantai, yang akhirnya apa, rakyat Aceh jadi sengsara karena menjadi korban kalian GAM dan TNI.

Semoga Allah membukakan jalan yang terbaik bagi Aceh dan rakyat Aceh sehingga bisa hidup tenang dan damai, Amin.

Kang Ahmad, saya mau sholat Jum'at dulu yach, dan Insya-Allah saya selalu mendo'akan dalam setiap sholat saya untuk perdamaian di Aceh. Saya harap anda juga seperti itu yach?

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------