Stockholm, 26 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA, TATI, ROKHMAWAN ITU HUSAINI DAUD MAMPU MELIHAT KEGOMBALAN PIMPINAN RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MATIUS DHARMINTA, TATI, ROKHMAWAN ITU HUSAINI DAUD TELAH MAMPU MELIHAT KEGOMBALAN PIMPINAN RI YANG MENGAKU MUSLIM

"Yang namanya belang tak bisa di bilang mulus, yang namanya lorek tak bisa di bilang putih, yang namanya culun juga tak bisa di bilang genius. karena itu semua udah merupakan syifat. Kalaupun dipermukaan udah dibalut dengan berbagai lapisan, pada akhirnya tampak juga ujut aslinya. Yang belang ya tetap belang, yang lorek ya tetap lorek dan yang culun juga tampak jelas keculunanya. Dimana letak dan apa tujuan semua itu? telaah sendiri." (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Fri, 25 Jun 2004 20:16:23 -0700 (PDT))

"Alhamdulillah, kena telak tuh kelompok kang Ahmad cs, ada yg paham dg tafsir Al-Quran. Makanya jg asal kalo mo cuap2. Hallo kang Ahmad yg dirundung kecewa! Saya gak usah dikirimi lagi deh email dari anda, habis buang waktu sy bacanya menuhi mailbook-saya. Habis info anda nyelenh gak bermutu gak ada yg benar. Mending sy baca email dari pengirim yg lain info mereka berimbang malah nambah pemahaman sy. Akang mah ngajak orang "tensi" kayak debatnya tukang pedati. Bikin orang yg tadinya sopan jadi kesal. Yg lebih parah lagi penilaian orang diluar Islam jadi semakin "buruk" makanya sy hancurin berkas yg dah dicopy. Yang jelas, masyarakat Aceh kecuali yg diiming-imingi GAM dah forget it! Kelompok Hasan Tiro alias ASNLF/GAM." (Tati, narastati@yahoo.com , Fri, 25 Jun 2004 22:21:48 -0700 (PDT))

"Para imam kita seperti Syafii, Hanafi bahkan imam Bukhori yang terkenal dengan kemahirannya dalam meriwayatkan hadits ketika menafsirkan ayat Al-quran sangat begitu hati-hatinya. Dan ketika menghadapi beberapa pertanyaan maka yg di jawabnya hanya sebagian kecil dari pertanyaan tsb padahal kalau dijawab semuapun insyaalloh bisa dan benar. Ini semua di lakukan demi kehati-hatiannya dalam berfatwa dll. Untuk kita ketahui bersama apabila kita menafsirkan ayat al-qu'ran dan ternyata salah kemudian diikuti orang lain maka kita akan menanggung dosa yang berlipat-lipat. Bapak Husein Daud telah menuliskan ayat al-quran demikian "Barangsiapa yang tidak menghukumi dengan hokum Alloh berarti mereka kafir". Tafsir Al-Quran ini memang benar tapi ketahuilah di ayat lain juga di katakana bahwa "Barangsiapa yang tidak menghukumi dengan hokum Alloh berarti mereka fasik" dan masih ada ayat lainnya yg berkenaan dg hal ini. Bapak telah melakukan kesalahan yang besar yaitu menganggap semua orang baik itu muslim, orang kafir yang tidak menghukumi dg hokum Alloh adalah kafir. Ini tidak ada dasarnya sama sekali!! Bapak asal omong saja tanpa menguasai ilmu agama Islam yang begitu banyak. Memang orang kafir tidak mungkin menghukumi dg hokum Alloh karena ini bertentangan dengan kekafirannya. Sedangkan orang Islam yang berhukum dengan selain hokum Alloh tidak bisa dikatakan sebagai orang kafir melainkan orang fasyik, munafik dll. Pengertian orang kafir dengan orang fasik, munafik, musyrik jelas berbeda, tentu bapak sudah tahu. Pak lihat tuh UUD NII mengenai kafir." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 25 Jun 2004 21:43:12 -0700 (PDT))

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia, saudara Rokhmawan di Jawa Tengah, Indonesia dan saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Sebaiknya harus bersyukur masih ada orang seperti saudara Husaini Daud yang dengan sedemikian semangat dan penuh gairah melahirkan pemikirannya tentang Islam yang ditunjang oleh beberapa sumber Islam seperti Al Quran dan beberapa contoh Rasulullah saw dan pendapat tokoh Islam.

Jelas sampai dunia kiamatpun tidak akan ada orang muslim yang tingkat kemampuan pengetahuan Islamnya setingkat Imam Syafii, Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Malik, Imam Bukhori dan Imam Muslim.

Nah, seharusnya dari kalangan generasi muslim baru yang telah jauh hidupnya dari kurun waktu Rasulullah saw dan para sahabatnya, justru harus saling isi mengisi. Memang benar pengetahuan Islam-nya saudara Husaini Daud kalau dibandingkan dengan para Imam Mazhab tersebut diatas tidak ada apa-apanya, tetapi saudara Husaini Daud telah berusaha dengan pengetahuan Islamnya yang masih kecil dibandingkan dengan para Imam diatas, telah mampu menampilkan pikirannya yang positif tentang Islam secara keseluruhan. Artinya Islam sebagai cara hidup rahmat bagi seluruh alam.

Tentu, saja kalau masih dianggap banyak kekurangan, cobalah diisi dan ditambah agar supaya menghasilakan buah pikiran yang lebih baik dan lebih bagus bagi kehidupan muslim, bukan hanya yang ada di Nusantara saja, tetapi juga yang ada di seluruh dunia.

Sekarang justru sebaliknya, ketika saudara Husaini Daud menampilkan pemikiran Islamnya, langsung saja dijegal ditengah jalan oleh saudara Rokhmawan, dan diamini oleh saudari Tati, dan juga ikut-ikutan saudara Matius Dharminta dari belakang menginjaknya.

Kalau saya perhatikan bahwa apa yang ditulis oleh saudara Husaini Daud dalam tulisannya "Islam Idiology vs Islam Kebudayaan (Acheh-Sumatra vs Hindunesia-Jawa)" cukup positif dibadingkan dengan usianya yang masih muda, dibawah 50 tahun, saya anggap masih muda.

Dengan saudara Husaini Daud menampilkan pemikirannya: "Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam sementara Pedoman Hidup Mereka adalah Pancasila, sedangkan orang Islam sejati Pedoman Hidupnya adalah Al-Qur-an. Pancasila berasal dari bahasa Sangskerta: Panca=Lima yang berarti lima sila. Kami orang Acheh-Sumatra menyebutnya Punca silap. Maksudnya disitulah punca silapnya orang-orang Hindunesia-Jawa. Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam, sementara kedhaliman mereka biarkan merajalela."

Nah, dari sini saja, saya melihat bagaimana saudara Husaini Daud melihat kehidpan rakyat di RI yang mayoritas muslim, tetapi dalam pedoman hidup negaranya bersumberkan kepada pancasila hasil kutak-katik Soekarno penelan, pencaplok, penjajah Negeri Acheh.

Selanjutnya, ketika saudara Husaini Daud menuliskan hasil pemikirannya: "Kalau Ahmad Sudirman menyatakan negara Hindunesia adalah negara kafir, orang orang Hindunesia macam cacing kepanasan, mereka tidak memahami bahwa di dunia ini hanya ada dua System, yaitu System Thaghut dan System Allah (Daulah Thaghut dan Daulah Allah). Negara manapun yang tidak memperlakukan Hukum Allah tergolong kedalam System Thaghut. Secara filosofis, siapapun yang bersatu dalam System tersebut, kecuali "Taqiyah" adalah kafir disisi Allah, kendatipun mereka mengaku diri sebagai orang Islam, (Q.S,2:6-7). Shalat, puasa, zakat naik Haji dan latin-lain sebagainya tak ada arti sama sekali kalau Aqidah nya tidak betul, kalau pedoman hidupnya bukan Al-Qur-an, kalau tidak mendambakan agar berlakunya hukum Allah dipermukaan bumi Allah ini. "

Nah, dari apa yang dituliskan oleh saudara Husaini Daud tersebut, jelas kalau aqidah muslim di RI, terutama para pimpinan RI, masih tetap bersikukuh dan ngotot untuk mempetahankan pancasila sebagai sumber hukum Negara RI, maka wajar dan masuk di akal, kalau saudara Husaini Daud mengatakannya: "Secara filosofis, siapapun yang bersatu dalam System tersebut, kecuali "Taqiyah" adalah kafir disisi Allah, kendatipun mereka mengaku diri sebagai orang Islam, (Q.S,2:6-7)."

Lihat saja, itu Megawati, Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Hasyim Muzadi, Sholahuddin Wahid, Wiranto, Hamzah Haz, apakah mereka itu telah sanggup menyuarakan seperti yang ditulis oleh saudara Husaini Daud ?.

Apa kata saudara Husaini Daud tentang mereka para pimpinan RI itu: "Betapa banyak orang Acheh-Sumatra, Papua, Burneo, Slebes dan Ambon yang mereka bunuh. Pembunuh manusia yang pertama sekali adalah Qabil, Justru itu mereka lebih tepat disebut "Qabil-qabil". Mereka mengaku Islam namun mereka memposisikan diri sebagai "Pencuri Berdasi" alias Koruptor, mereka mengaku Islam namun mereka memposisikan diri sebagai penzina, kecuali Habibi."

Coba perhatikan, apakah pemimpin-pemimpin RI yang model begitu yang terus dibesar-besarkan dan diagung-agungkan di RI ini ?. Itukan, mereka pakai kopeah atau topi hitam hanya untuk menunjukkan kepada rakyat RI bahwa dirinya adalah seorang muslim. Tetapi dalam praktek kenegaraannya, ya, seperti yang dituliskan oleh saudara Husaini Daud tersebut.

Nah, mengapa saudara Husaini Daud sampai kepada kesimpulan yang demikian, karena seperti yang dituliskannya: "Orang-orang Islam yang tidak benar 'aqidahnya (Idiologinya) sesungguhnya mereka bukan orang Islam, mereka adalah "buih-buih dilautan" bakkata Rasul. Mereka adalah orang-orang Islam Palsu, kata Ali Syariati, Architect Refolusi Islam Iran. Mereka tunduk Patuh kepada atasannya bukan kepada Allah. Jangankan kepada atasan, kepada ibu dan ayah pun, orang Islam sejati dilarang tunduk patuh, andaikata bertentangan dengan perintah Allah (Q.S,29:8). Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam, sementara mereka tidak mengingini berlakunya Hukum Allah di negaranya."

Nah, kan sudah jelas dan tegas, alasan yang dikemukakan oleh saudara Husaini Daud.

Kemudian, kalau memang saudara Husaini Daud, ataupun Ahmad Sudirman, masih tipis, rendah, atau tidak ada apa-apanya dalam pengetahuannya tentang Islam dibandingkan dengan para Imam Mazhab, cobalah saling isi mengisi. Demi tegaknya Islam dimuka bumi ini.

Jangan ikut-ikutan kepada para politikus sekular yang segudang di RI. Mereka itu hanyalah menyuarakan nasionalisme sempit yang hanya untuk kelompok, partai, dan gengnya saja. Mereka itulah yang menghambat dan menolak tegaknya Islam di muka bumi ini.

Lihat saja itu saudari Tati, yang kerjanya mengekor saja, paling bisa menjawab: "Alhamdulillah, kena telak tuh kelompok kang Ahmad cs, ada yg paham dg tafsir Al-Quran. Makanya jg asal, kalo mo cuap2."

Atau seperti yang diungkapkan oleh saudara Matius Dharminta: "Yang namanya belang tak bisa di bilang mulus, yang namanya lorek tak bisa di bilang putih, yang namanya culun juga tak bisa di bilang genius. karena itu semua udah merupakan syifat. Kalaupun dipermukaan udah dibalut dengan berbagai lapisan, pada akhirnya tampak juga ujut aslinya. Yang belang ya tetap belang, yang lorek ya tetap lorek dan yang culun juga tampak jelas keculunanya. Dimana letak dan apa tujuan semua itu? telaah sendiri"

Itu kan kelihatan jelas, kalau saudara Matius memang sudah jelas, dia baru saja mencium nama Islam, sudah muntah. Begitu juga saudari Tati, wajar saja pemudi satu ini, karena memang terus saja dicekoki oleh para pimpinan RI yang menggembar-gemborkan persatuan, perdamaian, keadilan ala pancasila yang tidak menentu ujung pangkalnya.

Kemudian, kalau saudara Husaini Daud menyatakan: "Bangsa Acheh kini sudah memiliki Imam yang memenuhi target sebagaimana yang saya uraikan diatas. Justru itulah bangsa Acheh sekarang sudah sadar dan memahami apa "Tujuan Hidup" yang sesungguhnya (Q.S,51:56)."

Ya, itu hak saudara Husaini Daud sebagai orang Acheh berkata demikian. Mengapa harus sewot dan menuduh dengan berbagai macam tuduhan.

Coba perhatikan apakah ketika Afghanistan dibawah pimpinan Mohammad Omar yang dipanggil Amirul Mu'minin oleh rakyat Afghanistan, diikuti oleh seluruh kaum muslimin dan para pimpinan di RI ?.

Saya tidak mendengar satupun para pimpinan RI yang mengakui Mohammad Omar pemimpin Islam Afghanistan, Amirul Mu'minin, penegak Islam di Afghanistan. Paling yang terdengar, Taliban teroris, Talibat dengan Osama Bin Laden dan Al-Qaeda-nya. Mereka para pimpinan RI itu hanya mengekor George W. Bush, yang kerjanya berbohong saja.

Jadi, kita harus bersyukur dengan tampilnya generasi muda, seperti saudara Husaini Daud, walaupun pengetahuan Islamnya belum cukup dan matang dibandingkan dengan para imam Mazhab, tetapi telah berani menyuarakan keyakinannya tentang Islam untuk diterapkan dalam kehidupan yang menyeluruh, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, juga dalam kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan negara.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 25 Jun 2004 20:16:23 -0700 (PDT)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: HUSAINI DAUD: ISLAM IDIOLOGY VS ISLAM KEBUDAYAAN (ACHEH-SUMATRA VS HINDUNESIA-JAWA)
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: PPDI@yahoogroups.com

Yang namanya belang tak bisa di bilang mulus, yang namanya lorek tak bisa di bilang putih, yang namanya culun juga tak bisa di bilang genius. karena itu semua udah merupakan syifat. Kalaupun dipermukaan udah dibalut dengan berbagai lapisan, pada akhirnya tampak juga ujut aslinya. Yang belang ya tetap belang, yang lorek ya tetap lorek dan yang culun juga tampak jelas keculunanya. Dimana letak dan apa tujuan semua itu? telaah sendiri.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------

Date: Fri, 25 Jun 2004 22:21:48 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: itu Pak Husain Daun mengartikan ayat al-qur'an seenak udele dewe
To: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se, husaini54daud@yahoo.com, rpidie@yahoo.com
Cc: mitro@kpei.co.id, mr_dharminta@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id

Alhamdulillah, kena telak tuh..kelompok kang Ahmad cs, ada yg paham dg tafsir Al-Quran. Makanya jg ASAL...kalo mo cuap2.

Hallo kang Ahmad yg dirundung kecewa! Saya gak usah dikirimi lagi deh email dari anda, habis buang waktu sy bacanya menuhi mailbook-saya. Habis info anda NYELENEH GAK BERMUTU gak ada yg benar. Mending sy baca email dari pengirim yg lain info mereka berimbang malah nambah pemahaman sy.

Akang mah ngajak orang "TENSI" kayak debatnya tukang pedati. Bikin orang yg tadinya sopan jadi kesal. Yg lebih parah lagi penilaian orang diluar Islam jadi semakin "BURUK" makanya sy hancurin berkas yg dah dicopy.

Yang JELAS, masyarakat Aceh kecuali yg diiming-imingi GAM dah FORGET IT!!! Kelompok Hasan Tiro alias ASNLF/GAM.

Yg dibutuhkan saat ini KETENANGAN, KEDAMAIAN, dan saling menyembuhkan luka dg ikhlas. Kejadian yg berlaku adalah ulah dari orang-orang yg mencari keuntungan yakni oknum-oknum pemerintah yg dibawahi TNI/POLRI dan pemberontak ASNLF/GAM keduanya itu sama-sama ingin mencari KEKAYAAN, KEDUDUKAN ditambah dg kelompok Akang..AMBISI !!! dg mengorbankan orang-orang yg tak mengerti.

KESIMPULAN: Tulisan Akang yg kelihatan BODOH-nya dan AKA-AKALAN-nya (Anak kecil juga tahu !!! )

wassalam

Tati
narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Fri, 25 Jun 2004 21:43:12 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: itu Pak Husain Daun mengartikan ayat al-qur'an seenak udele dewe
To: husaini54daud@yahoo.com
Cc: ahmad@dataphone.se

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Pak Husein Daud yang kami hormati, saya bangga dengan anda karena dalam berdiskusi, anda mencantumkan ayat al-qur'an maupun hadits, jadi ada dasarnya. Tetapi ketahuilah bapak daud, tidak mudah menafsirkan ayat al-qur'an maupun hadits terutama terhadap ayat-ayat al-qur'an yang berhubungan dengan ancaman dan hukuman Alloh SWT kepada manusia.

Bapak Husein Daud yg kami hormati untuk menafsirkan sebuah ayat al-qur'an harus memenuhi beberapa syarat seperi yang pernah saya tuliskan lewat email ke pak Dirman. Sedangkan umat Islam zaman sekarang baik ulama, mubaligh atau orang awam mereka menafsirkan al-qur'an seenak udele dewe tanpa menguasai syarat-syarat yang di perlukannya.

Mungkin bapak sendiripun juga begitu paling-paling hanya menguasai ilmu bahasa arab dan sedikit ilmu hadits ditambah ilmu asbabun nuzul yang tidak mendetail sudah berani menafsirkan ayat Al-qur'an seenak udelmu dewe ( pak saya paling tidak suka dg orang yang ingin menegakkan syariat islam tetapi sering menafsirkan ayat al-quran seenak udele dewe). Bapak pasti tahu 15 cabang ilmu agama islam itu apa saja dan ini tidak mudah kita kuasai dengan detail, jangankan kita ulama/para syeikh pun sulit untuk menguasainya secara keseluruhan. Kita nggak usah berdebat kusir kalau tidak tahu ilmunya !!

Para imam kita seperti Syafii, Hanafi bahkan imam Bukhori yang terkenal dengan kemahirannya dalam meriwayatkan hadits ketika menafsirkan ayat Al-quran sangat begitu hati-hatinya. Dan ketika menghadapi beberapa pertanyaan maka yg di jawabnya hanya sebagian kecil dari pertanyaan tsb padahal kalau dijawab semuapun insyaalloh bisa dan benar. Ini semua di lakukan demi kehati-hatiannya dalam berfatwa dll. Untuk kita ketahui bersama apabila kita menafsirkan ayat al-qu'ran dan ternyata salah kemudian diikuti orang lain maka kita akan menanggung dosa yang berlipat-lipat.

Bapak Husein Daud telah menuliskan ayat al-quran demikian "Barangsiapa yang tidak menghukumi dengan hokum Alloh berarti mereka kafir". Tafsir Al-Quran ini memang benar tapi ketahuilah di ayat lain juga di katakana bahwa "Barangsiapa yang tidak menghukumi dengan hokum Alloh berarti mereka fasik" dan masih ada ayat lainnya yg berkenaan dg hal ini.

Bapak telah melakukan kesalahan yang besar yaitu menganggap semua orang baik itu muslim, orang kafir yang tidak menghukumi dg hokum Alloh adalah kafir. Ini tidak ada dasarnya sama sekali!! Bapak asal omong saja tanpa menguasai ilmu agama Islam yang begitu banyak. Memang orang kafir tidak mungkin menghukumi dg hokum Alloh karena ini bertentangan dengan kekafirannya. Sedangkan orang Islam yang berhukum dengan selain hokum Alloh tidak bisa dikatakan sebagai orang kafir melainkan orang fasyik, munafik dll. Pengertian orang kafir dengan orang fasik, munafik, musyrik jelas berbeda, tentu bapak sudah tahu. Pak lihat tuh UUD NII mengenai kafir.

Kemudian bapak mengatakan kalau di Aceh sana sudah ada imam yang ingin menegakkan syariat Islam (Bangsa Acheh kini sudah memiliki Imam yang memenuhi target sebagaimana yang saya uraikan diatas). Waaah wah, bapak ini sungguh berlebih-lebihan dalam beragama ( ghuluw ), yang bapak maksud imam di sini siapa? Apa Hasan Tiro ? Bapak ini jangan terlalu berlebihanlah. Yang di maksud Imam itu bukan imam seperti imam sholat di masjid, kalau imam di masjidpun Hasan Tiro bisalah, jangankan Hasan Tiro Sumitro cs yg beragama Islam yg mengetahui wajibnya dlm bacaan sholat boleh jadi imam. Tetapi yang di maksud Imam di sini adalah amirulmukminin ( pemimpin kaum muslimin ) ingat pak, muslimin itu bukan hanya di Aceh, di negara-negara kafir banyak itu kaum muslimin, naah apa Hasan Tiro juga merupakan imam bagi mereka (bukan warga aceh, bukan GAM/TNA). Sebenarnya untuk mengatakan seorang imam tidak hanya di pandang dari segi kepimimpinannya melainkan segala aspek kehidupan harus sesuai dengan Rosul. Mana ada itu Amirul Mukminin atau imam seperti Hasan Tiro (menurutmu) ber-itiba' kpd Rosul, lihat saja dari hal-hal yang nampak/dlohir tidak di ketemukam cirri-ciri ke sholehan pada Hasan Tiro yang menunjukkan dia itu seorang Islam (berjenggot, pakai jubah, dahinya terdapat bekas sujud dll) ingaat pak " orang-orang yang bersama dengan Rosul mereka terlihat tanda dari bekas sujud dan lemah lembut terhadap sesama muslim, keras terhadap orang kafir". Masih banyak sekali cirri-ciri kesolehan atau orang0orang yang ber-itiba' kepada Rosul baik itu hal-hal yang dlohir maupun yang batin.

Bapak Husen Daud cs yang kami hormati sekali lagi jangan mudah menafsirkan ayat al-qur'an (" apabila ada orang yang menafsirkan al-qu'ran tetapi tidak menguasai ilmu yang menjadi syarat baginya, walaupun tafsirannya benar berarti orang tsb menafsirkan berdasakan hawa nafsunya")
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan

rokh_mawan@yahoo.com
Jateng, Indonesia
----------