Stockholm, 26 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID ITU PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM RI YANG MENGIKAT RAKYATNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JAYADI KAMRASYID HARUS TAHU ITU PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM RI YANG MENGIKAT RAKYATNYA

"Dengan saudara Husaini Daud menampilkan pemikirannya: "Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam sementara Pedoman Hidup Mereka adalah Pancasila, sedangkan orang Islam sejati Pedoman Hidupnya adalah Al-Qur-an" (Ahmad Sudirman, 26 Juni 2004) Kang Ahmad, tidak ada yang menganggap Pancasila sebagai pedoman hidup, khususnya Saya sendiri sebagai orang Islam. Pancasila adalah pedoman bernegara, merupakan muara "kepentingan" dalam bangunan Indonesia yang bhineka dimana kebebasan menganut agama yang diyakini masing-masing individu dijamin oleh negara. Bagi Saya itulah implementasi ideologik ajaran Islam dalam konteks ke Indonesiaan dan kekinian. Anda tidak mau ikut. Tidak apa-apa. Kan betah di negara kafir (menggunakan definisi Kang Ahmad) he he." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Sat, 26 Jun 2004 04:29:47 EDT)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Saudara Jayadi Kamrasyid, saudara sebagai mantan anggota Ketua Pusat KNPI, memang wajar mengatakan: "Kang Ahmad, tidak ada yang menganggap Pancasila sebagai pedoman hidup, khususnya Saya sendiri sebagai orang Islam. Pancasila adalah pedoman bernegara, merupakan muara "kepentingan" dalam bangunan Indonesia yang bhineka dimana kebebasan menganut agama yang diyakini masing-masing individu dijamin oleh negara. Bagi Saya itulah implementasi ideologik ajaran Islam dalam konteks ke Indonesiaan dan kekinian. Anda tidak mau ikut. Tidak apa-apa. Kan betah di negara kafir (menggunakan definisi Kang Ahmad)"

Perlu saya tambahkan saudara Kamrasyid, itu pancasila adalah sebagai sumber hukum negara RI. Tidak ada sumber-sumber hukum lain yang diakui di Negara RI, selain sumber hukum pancasila.

Syariat Islam yang ada dalam UU No.18/2001 di Negeri Acheh, tunduk dan patuh serta berada dibawah sumber hukum pancasila. Hal ini telah saya kupas dalam tulisan saya sebelum ini.

Pancasila sebagai sumber hukum semua dasar hukum yang dibuat di Negara RI, maka hasilnya mengikat seluruh rakyat di RI.

Karena pancasila yang merupakan sumber hukum di negara RI dan produk hukumnya mengikat seluruh rakyat di RI, maka sudah jelas, pancasila juga secara langsung merupakan pedoman hidup rakyat RI.

Coba saja perhatikan, ketika Pengadilan RI menjatuhkan hukuman, itu alasan hukumnya didasarkan kepada dasar hukum yang dibuat berdasarkan sumber hukum pancasila.

Semua dasar-dasar hukum yang ada dan diakui di RI bersumberkan kepada pancasila. Butiran-butiran pancasila diletakkan didalam Preambule atau UUD 1945. Dimana Preambule atau Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh dirubah. Kecuali batang tubuhnya. Artinya Bab, Pasal, dan ayat-ayatnya.

Jadi, saudara Kamrasyid, itu pancasila merupakan pedoman hidup rakyat di RI. Bagaimana tidak ? Semua dasar hukum yang berlaku di RI bersumberkan kepada pancasila. Apakah ada dasar hukum yang berlaku di RI bersumberkan kepada sumber hukum Islam, yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah ?. Tidak ada saudara Jayadi Kamrasyid. Sumber hukum Islam tidak diakui di Negara RI yang berdasarkan pancasila dan bersumberkan hukumnya kepada pancasila.

Kemudian, saudara Kamrasyid mengatakan: "Pancasila adalah pedoman bernegara, merupakan muara "kepentingan" dalam bangunan Indonesia yang bhineka dimana kebebasan menganut agama yang diyakini masing-masing individu dijamin oleh negara."

Memang benar pancasila adalah pedoman bernegara, bahkan bukan pedoman lagi melainkan sumber hukum negara RI. Dari sumber hukum pacasila inilah dibangun pondasi negara RI ini. Kemudian, dijelaskan dalam batang tubuh UUD 1945, BAB XI AGAMA, Pasal 29, (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."

Pengertian "menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu" hanya ditujukan kepada individu perseorangan. Bukan untuk masyarakat, pemerintah, dan negara.

Nah, pengertian kebebasan beragama yang tercantum dalam UUD 1945 ini adalah sama seperti yang berlaku di negara-negara sekular lainnya di dunia ini. Silahkan beragama apapun, tetapi dasar hukum dan sumber hukum Negara tidak diambil dari sumber hukum agama. Artinya, dasar hukum negara bersumberkan hukumnya kepada pancasila, kalau di Negara RI.

Dalam Islam, agama itu tidak sempit, agama bukan hanya untuk pribadi, individu saja. Melainkan Islam berlaku untuk keseluruhan hidup, artinya Islam merupakan cara hidup. Islam diterapkan dalam diri pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara.

Nah kemudian, kalau saudara Jayadi Kamrasyid mengatakan: "Bagi Saya itulah implementasi ideologik ajaran Islam dalam konteks ke Indonesiaan dan kekinian. Anda tidak mau ikut. Tidak apa-apa. Kan betah di negara kafir (menggunakan definisi Kang Ahmad)"

Ya, itu hak saudara Jayadi sendiri. Tetapi, adalah sangat fatal akibatnya. Mengapa ? Karena, itu Islam tidak bisa diimplementasikan atau diterapkan, atau dilaksanakan dengan cara model di RI ini. Saudara Kamrasyid, mengambil secuil-secuil yang ada dalam Islam yang dianggap sesuai dengan butir-butir pancasila, kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bernegara di RI. Tetapi, tidak keseluruhan yang ada dalam Islam diimplemetasikan dalam kehidupan bernegara di RI. Jelas, itu salah besar. Dan yang secuil-secuil itu tidak bisa dianggap sebagai Islam secara komplit.

Nah, akibat dari pengambilan secuil-secuil apa yang ada dalam Islam setelah disesuaikan dengan butiran-butiran pancasila, maka terjadilah atau dibuatlah Undang Undang No.18 Tahun 2001 yang isinya menjadikan Islam dibawah pancasila. Atau dengan kata lain, sumber hukum Islam diletakkan dibawah sumber hukum pancasila. Inilah yang saya katakan kesalahan fatal.

Oleh karena itu wajar dan masuk diakal apabila saudara Husaini Daud menyatakan: "Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam sementara Pedoman Hidup Mereka adalah Pancasila, sedangkan orang Islam sejati Pedoman Hidupnya adalah Al-Qur-an" (Husaini Daud, 25 Juni 2004)

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 26 Jun 2004 04:29:47 EDT
Subject: Tolonglah Dengar Dikit...
To: "ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com

"Dengan saudara Husaini Daud menampilkan pemikirannya: "Bagaimana mungkin mereka dikatakan Islam sementara Pedoman Hidup Mereka adalah Pancasila, sedangkan orang Islam sejati Pedoman Hidupnya adalah Al-Qur-an" (Ahmad Sudirman, 26 Juni 2004)

Kang Ahmad:
Tidak ada yang menganggap Pancasila sebagai pedoman hidup, khususnya Saya sendiri sebagai orang Islam. Pancasila adalah pedoman bernegara, merupakan muara "kepentingan" dalam bangunan Indonesia yang bhineka dimana kebebasan menganut agama yang diyakini masing-masing individu dijamin oleh negara. Bagi Saya itulah implementasi ideologik ajaran Islam dalam konteks ke Indonesiaan dan kekinian. Anda tidak mau ikut. Tidak apa-apa. Kan betah di negara kafir (menggunakan definisi Kang Ahmad)..he..he.

Wassalam,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------