Sandnes, 27 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HUSAINI DAUD MENJAWAB ROKHMAWAN & HERMAWAN TENTANG SOPAN SANTUN DAN KURANG AJAR
Husaini Daud Sp
Sandnes - NORWEGIA.

 

ANTARA SOPAN SANTUN DAN KURANG AJAR

Rokhmawan! Kamu sekarang berbelit untuk membela diri dari kesalahan fatal. Kalau kamu katakan saya tidak ada sopan santun dalam berdebat saya terima kalau kamu juga dapat menerima kukatakan kurang ajar dalam berdebat. Kalau kita berhadapan dengan orang-orang yang kurang ajar seperti kamu, persetanlah menjaga kesopanan.

Buruk sangka kamu terhadap pemimpin kami sebetulnya lebih dari kurang ajar. Orang-orang seperti kamu termasuk Agus Hermawan di Quwait yang menulis seperti berikut:
1.Terlalu sulit untuk tengku djuling untuk memahami...
2...gitu,...gimana kalau Ahmad Kampret aja, yah?

Sebetulnya orang-orang semacam itu harus dikasih pelajaran yang telak agar kekurang ajarannya tidak terulang lagi. Seperti guru di kelas dalam menghadapi anak didik, tentu ada anak yang cukup kita peringatkan hanya dengan memandangnya, ada juga dengan terpaksa memarahi dengan wajar agar jadi pengajaran bagi sianak itu terhadap kekurang ajarannya.

Rokhmawan ! secara garis besar, Islam terbagi kepada 3 wilayah: wilayah a'qidah, u'budiah/muamalah dan akhlak/sopan santun.

Kita masih mendapat ampunan Allah andaikata melanggar wilayah u'budiah/muamalah kecuali membunuh. Demikian juga melanggar wilayah akhlak. Namun kalau kita melanggar wilayah aqidah adalah fatal (berada di luar Islam, bagaimana mungkin kamu minta ampunan Allah, termasuk orang-orang yang bersatu padu dalam system hindunesia-Jawa, kecuali taqiah). Untuk lebih jelas buat kamu coba ikuti contoh berikut:

Seorang anak muda yang sedang duduk di suatu sudut kota, tiba-tiba mendapat informasi bahwa ada bom waktu yang ditempatkan di rumahnya. Sang anak bergegas pulang dan menggedor pintu kuat-kuat setelah dia memanggil ibunya yang lagi tidur dengan ayahnya, namun tidak digubrisnya. Ibunya bangun dan memaki anaknya bahwa dia tidak ada adab mengganggu orang tuanya yang sedang tidur. Sementara anaknya bertujuan untuk menyelamatkan orang tuanya dari ledakan bom. Dapatkah kamu kira bahwa anak itu tidak beradab. Betapa fatalnya buruk sangkamu terhadap seorang pemimpin yang sedang berusaha menyelamatkan kaum dhuafa dari penindasan dan penjajahan hindunesia-Jawa. (Tak ada ampunan Allah bagimu, kecuali bertaubat dulu). Tak ada dosa kita memaki Yazid-Yazid, sebab mereka telah memaki kita duluan bahkan sahabat kita dibunuhnya setelah dianiaya, demikian kerja antek-antek Sukarno (Yazid-Yazid moderen), padahal Israel saja tidak sebiadab mereka. Apakah kamu kira pembela-pembela Sukarno Cs dapat meminta ampun dari kesalahannya?

Pada saat Mekkah masuk dalam system Rasulullah, Imam Ali diperintahkan untuk menghancurkan semua berhala-berhala di Masjidil Haram, namun ada satu berhala yang tak dapat dijangkau. Rasulullah meminta Ali naik ke atas kuduknya agar berhala tersebut dapat dicapainya. Perbuatan Imam Ali naik ke kuduk Rasul dan juga mertua apakah dianggap tidak sopan ? Sopan santun tak ada artinya bila berhadapan dengan wilayah aqidah, do you understand?

Billahi fi sabililhaq.

Husaini Daud Sp

husaini54daud@yahoo.com
Sandnes, Norwegia
----------