Stavanger, 29 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TOPOGRAPHY KEJAHATAN NKRI TERHADAP BANGSA ACHEH
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

MENYOROT TOPOGRAPHY KEJAHATAN NKRI TERHADAP BANGSA ACHEH.

Pengantar kata:
Sebenarnya, sejak 18 April 2004, persis sebulan menjelang setahunnya hari penggagalan KOHA di Tokyo, oleh NKRI/GOI pada 18 Mei 2003-18 Mei 2004, maka kami di Norwegia telah semupakat untuk menghimbau kepada bangsa Acheh seluruh Dunia, agar mulai 19 Mei 2004 (hari Megawati Soekarno Putri alias James Louden II , mengeluarkan pernyataan Prang Kolonial ke II keatas bangsa Acheh dan Negara Acheh Sumatra) hingga 19 Agustus 2004 (hari ulang tahun ke 59 "hasrat" Laksamana Terauchi menghadiahkan kemerdekaan percuma kepada bangsa Jawa), selama tiga bulan, sebagai: "Bulan-Bulan Pameran Topograpy Kejahatan Kolonialis-Imperialis Indonesia Jawa atas bangsa Acheh Sedunia".

Maka sehubungan dengan maksud dan tujuan penghimbauan tersebut diatas, dapatlah kiranya tulisan yang sederhana ini, akan bermanfaat kepada,
1. Yml. Tuan Hakim Lars Tomth di Pengadilan Distrik Huddinge, Stockholm.
2. Yth. Tuan Tomas Linstrand, Jaksa penuntut di Pengadilan Distrik Huddinge, Stockholm.
3. Yth. Tuan Leif Sibersky, Tuan Pembela.
4. Yth. Tuan Peter Althin, Tuan Pembela
5. Yth. Tuan Leif Gustafsson, Tuan Pembela
6. Yth. Tuan Ambassador of Sweden, Yaramula Camberra.
7. Yth. Tuan Dr Damien Kingsbury, Senior Lecturer, International Development, Deakin University.
8. Yth. Tuan Ambassador of Sweden, Washington D.C. 20005-1702.
9. Yth. Miss Anne Jaffe, New York, N. Y. 10023, USA.
10. Dan Kepada semua rakan dan sahabat yang telah membantu dan membela perjuangan bangsa Acheh dimana saja, yang belum sempat kami sebutkan disini.

Topography Kejahatan dan Kebiadaban Negara Kesatuan Republik Indonesia cq Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa sebagai Negara Teroris, sebagai State Terrorist terhadap bangsa Acheh telah tersimpan didalam file/arsip hati setiap bangsa Acheh, sebagaimana juga telah tersimpannya didalam file/arsip hati, setiap bangsa Maluku, bangsa Papua Barat, bangsa Sulawesi (di Poso, Minahasa dan Gorontalo), bangsa Timor Leste (Timor Timur), serta bangsa-bangsa lain diluar Pulau Jawa terhadap Topograpy Kejahatan dan Kebiadaban NKRI itu.

Republic of Indonesia is a State Terrorist! NKRI is a State Terrorist! Semua Jenderal-Jenderal NKRI adalah Teroris!

Topography Kejahatan NKRI sebagai Negara Teroris Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa secara "resminya" telah terpetakan-tertopographykan sejak Soekarno si Penipu licik itu menjadi Kepala Negara pertamanya, yang telah menyembelih jutaan ummat Islam, yang mau mendirikan Negara Islam Indonesia, yang menepiskan apa yang disebut Republik Indonesia-Jawa Jokya, lama sebelum adanya issue Republik Indonesia Serikat maupun apa yang dinamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia!

Penyembelihan besar-besaran ummat Islam Indonesia oleh Sukarno si Penipu licik itu telah pernah dibela oleh Dr Tengku Hasan di Tiro di PBB New York, karena kejahatan Sukarno si Penipu licik itu, yang telah melawan kestrukturan utama Hukum International, sebagai Penjahat Perang!

Topography Kejahatan NKRI cq Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa sebagai negara Teroris, sebagai State Terrorist terhadap bangsa Acheh dilanjutkan oleh Suharto Kleptokracy, pemimpin Orde Gestok atau Orde Panca Sila Sakti, setelah pertemuan empat mata antara Sukarno si Penipu licik dengan Suharto Kleptokracy di Istana Bogor pada 11 Maret, 1966:

Soekarno si Penipu licik dan Suharto Kleptokracy pada dasarnya telah bersetuju:
A.Menyembelih:

1. 300.000 hinngga 500.000 anak bangsa Jawa mazhab Marxisme-Leninisme di Pulau Jawa saja.
2. 1.000.000 (menurut laporan Laksmana Sudomo dan Amnesty International London hingga 3.000.000 (menurut laporan Kolonel Sarwo Eddy bapak mertua dari Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono) diseluruh Nusantara. Di Acheh saja ketika itu, di tahun 1966-1967 NKRI telah menyembelih bangsa Acheh melebihi 15.000 jiwa, yang dituduh juga sebagai pengikut Mazhab Marxisme-Leninisme, karena menuliskan nama mereka sebagai penerima cangkul-gratis.
a. Kesemua mereka yang terkorban itu telah kami namakan sebagai korban 1965 dan Pulau Buru!
b. Penyembelihan besar-beasran ummat Marxis-Leninisme inipun telah dibela oleh Dr Tjiptaning di PBB Geneva, Switzerland, karena kejahatan Suharto Kleptokracy ini, telah melawan kestrukturan utama Hukum International, sebagai Pemerkosa Hak-Hak Azasi Manusia dan Penjahat atas Manusia dan Kemanusiaan.

B. Melaksanakan agenda Revolusi Penjawanisasi bangsa-bangsa Melayu Nusantara termasuk bangsa Melayu-Sunda dan bangsa Melayu Betawi, dengan melantik Jenderal Martono sebagai Menteri Transmigrasi/Jawanisasi sebagai arsiteknya:

"Dengan Transmigrasi ini kami akan laksanakan apa yang telah kami janjikan: Untuk mengumpulkan satu bangsa, bangsa Indonesia. Suku-suku bangsa yang berbagai ragam ini lambat laun akan hilang karena integrasi dan akhirnya akan lahir satu jenis manusia Jawa! (Jenderal Martono, Mentri Transmigrasi Indonesia) Dikutip dari majalah the Ecologist London 2 Maret, 1968.

Maka sehubungan dengan agenda-program Jawanisasi sebagaimana dimaksud diatas khususnya di Acheh, Suharto Kleptokracy dan Jenderal-Jenderalnya telah mengoperasikan "mesin DOM" untuk melakukan gerakan Genocide, Homicide dan Etnocide dengan cara yang luar biasa dan tidak bertamandum dengan menyembelih lebih 50.000 jiwa bangsa Acheh dari 1989 hingga 1998. Atau 13 tahun setelah mereka lakukan penyembelihan lebih 5000 jiwa bangsa Acheh yang baru memproklamirkan kemerdekaannya kembali pada 4 Desember 1976 dari NKRI cq Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam itu.

Kejahatan Suharto Kleptokracy dan Jenderal-Jenderalnya yang masih hidup dan berkeliaran di Departement-departement pertahanan atau kemiliteran. Yang sepatutnya telah diseret ke International Criminal Court of Justice di Den Haag, Belanda, karena: Kejahatan mereka terhadap manusia dan kemanusiaan (Criminal Againts Humanity), Kejahatan mereka terhadap Pemerkosaan Hak-Hak Azasi Manusia (Human Rights Violence) dan sebagai Penjahat Perang (War Criminal) itu, yang telah melawan kestrukturan Hukum International.

Kemudian kejahatan serupa yang pernah dilakukan oleh Suharto Kleptokracy disambung oleh Abdurrahman Wahid alias Gusdur dan semua Jenderal-Jenderalnya.

Kemudian kejahatan yang pernah dilakukan oleh Suharto Kleptokracy dan Abdurrahman Wahid alias Gusdur, dilanjutkan kembali oleh Megawati Soekarno Putri, anak perempuannya Soekarno si Penipu licik itu, dan lebih dikenal dengan "mesin DM" nya.

Bentuk kejahatan dan kebiadaban keempat-empat Kepala Negara, NKRI cq Jawa si Penjajah atau Penjajah Indesia Jawa, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam sama seperti bentuk kejahatan dan kebiadaban "Aktor" dimedan penyembelihan Gulak Archipelago di Russia atau The Killing Fields di Cambodia atau seperti Sebranica di Bosnia-Herzogovina, yang melawan kestrukturan Hukum Internasional.

Sebahagian potongan Topography Kejahatan NKRI cq Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam telah dibayangkan oleh Yth. Tuan Dr Damien Kingsbury dan Yth Miss Anne Jaffe atau oleh rakan dan sahabat yang belum sempat kami sebutkan disini, kepada Yth. Tuan-Tuan Ambassador of Sweden, Yaramula, Camberra dan Ambassador of Sweden, Washington, D.C.

Kami memisahkan dulu potongan Topography Kejahatan RI-Jawa Jokya dari 1946-, 1953-, 1957-, dan 1965-, yang kami anggap sebagai latar belakang permulaan pemaparannya dari sejak 4 Desember 1976 hingga hari ini (termasuk hari NKRI cq Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam coba mengelabui mata Negara Swedia cq Yth Tuan Tomas Linstrand)

NKRI, sebagai maling teriak maling!
(bersambung Plus I + Topography Kejahatan NKRI Terhadap Bangsa Acheh)

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------