Stockholm, 1 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI TAK ADA GUNA MAJUKAN ISLAM UNTUK BELA RI YANG HUKUMNYA BERSUMBER PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATI TIDAK ADA GUNA & FAEDAH MAJUKAN ISLAM SEBAGAI TAMENG UNTUK PERTAHANKAN RI YANG HUKUM NEGARANYA BERSUMBERKAN PANCASILA

"Kang Ahmad gimana? koq terdiam?! dah jelas belum uraian pak Rohmawawan, jangan bilang lagi kalo pak Rohmawawan krn pengaruh/di pengaruhi oleh ini..itu. Ini baru, berdasarkan bukti, fakta dan dasar hukum Islam yg bersumberkan qur'an dan hadis. Jabarannya luaskan? makanya jg suka comot-comot firman Allah asal ngarti-in saja. Alhamdulillah kebenaran datang. Ada yg faham tuh..ama tafsir Al-Qur'an. Nah akang cs, kalem. Ketahuan sih belangnya eh loreknya. Pak Rohmawawan saya senang sekali dg keterangan2 dari bp. apalagi bersumberkan Qur'an dan Hadis, saya tunggu bahasan bp. tentang perjuangan Hasan Tiro dkk, ditilik secara agama Islam dg mencontoh perjuangan nabi Muhammad Saw. biar Ahmad cs, gak usah sesumbar dg istilah-istilah konyolnya." (Tati, narastati@yahoo.com , Wed, 30 Jun 2004 23:59:03 -0700 (PDT))

Baiklah saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Memang kelihatan saudari Tati ini, sudahlah mengenai sejarah Acheh dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI yang benar tidak dikuasainya, mau pula ikut-ikutan mengekor memakai Islam guna mempertahankan Negara RI yang hukum negaranya bersumberkan pancasila.

Saudari Tati belajar dulu tentang Islam kalau mau ikut-ikutan membahas tentang Negara RI yang hukumnya bersumberkan pada pancasila yang non Islam, yang dinamakan juga Negara RI kafir.

Itu saudara Rokhmawan, dia itu yang menganut satu manhaj, cara, jalan, yang tidak dia sebutkan manhaj apa, untuk mencoba menafsirkan surat Al Maidah ayat 44, 45 dan 47 agar supaya bisa dikutak-katik untuk menutupi agar supaya para pimpinan RI dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie , Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati tidak terkena apa yang telah ditetapkan hukumnya oleh Allah SWT, yakni, "wa man lam yahkum bima anjala Allah fa ulaika humul kafirun" (Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir) (Al-Maidah, QS,5: 44). "wa man lam yahkum bima anjala Allah fa ulaika humul zhalimun" (Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zhalim) (Al-Maidah, QS,5: 45). "wa man lam yahkum bima anjala Allah fa ulaika humul fasikun" (Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik) (Al-Maidah, QS,5: 47).

Nah saudari Tati, ini dasar hukum yang jelas dan terang. Tidak ada satupun aya-ayat yang ada dalam Al Qur'an, yang membatalkan, menghilangkan, melemahkan dasar hukum surat Al-Maidah ayat 44, 45, dan 47 yang diturunkan di Yatsrib atau Madinah ini.

Jelas, kalau saudari Tati mau mempertahankan Negara RI yang dasar hukum negaranya bersumberkan pancasila dengan mempergunakan dasar-dasar Islam, maka jelas itu tidak ada gunanya. Kecuali itu sumber hukum pancasila dirobah atau diganti dengan sumber hukum Islam.

Tetapi, kalau tetap juga bersikukuh mempertahankan sumber hukum pancasila, maka jelas, jangan mencoba.coba untuk mempergunakan Islam sebagai perisai atau alat untuk memperkokoh pancasila. Karena, akhirnya bukan makin kuat, malahan makin melemah, dan bisa hancur itu pancasila.

Kemudian, itu uraian yang dilampirkan dibawah yang diambil dari "Tafsiran Ibnu Qoyyim Al-jauziah Tinkatan-tingkatan manusia di syurga" yang dikirimkan oleh saudara Rokhmawan kepada saudari Tati. Jelas, itu gambaran bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal"(Al-Kahfi : 107). "Adapun sekalian mereka yang telah beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, maka bagi merekalah Jannatul Ma'wa (surga yang menjadi tempat kediaman yang hakiki), sebagai sajian (pahala) - dari Allah- terhadap segala apa yang telah mereka kerjakan" (As-Sajdah : 19)

Sekarang, kalau kita di Negara RI yang dasar hukumnya bersumberkan pada pancasila, masih saja terus mempertahankan dasar hukum yang telah menyimpang dari apa yang diajarkan Rasulullah saw, bagaimana bisa berhasil menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT dan yang telah dicontohkan Rasulullah saw ?

Islam itu bukan agama untuk pribadi. Tetapi Islam ini untuk seluruh alam. Bagaimana bisa menegakkan dan menjalankan hukum-hukum Allah kalau umat Islam tidak memiliki perangkat hukumnya. Perangkat hukum itu adalah adanya negara, pemerintah, peradilan, pelaksana hukum. Tanpa adanya perangkat hukum tersebut, mana bisa diterapkan semua aturan dan hukum-hukum Allah yang telah dicontohkan dan dijalankan oleh Rasulullah saw itu.

Ini, di Negara Pancasila, mana itu aturan, hukum, yang telah diajarkan Rasulullah diterapkan ?. Paling, itu para pimpinan RI menyatakan tidak perlu itu aturan dan hukum Islam.

Jadi, saudari Tati, tidak perlu saudari mencoba untuk menjadikan Islam sebagai perisai mempertahankan Negara RI yang telah menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Tidak ada gunanya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 30 Jun 2004 23:59:03 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: Tafsiran Ibnu Qoyyim Al-jauziah
To: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, JKamrasyid@aol.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id,
suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com

Kang Ahmad gimana? koq terdiam?! dah jelas belum uraian pak Rohmawawan, jangan bilang lagi kalo pak Rohmawawan krn pengaruh/di pengaruhi oleh ini..itu. Ini baru, berdasarkan bukti, fakta dan dasar hukum Islam yg bersumberkan qur'an dan hadis. Jabarannya luaskan? makanya jg suka comot-comot firman Allah asal ngarti-in saja. Alhamdulillah kebenaran datang. Ada yg faham tuh..ama tafsir Al-Qur'an. Nah akang cs, kalem. Ketahuan sih belangnya eh loreknya.

Pak Rohmawawan saya senang sekali dg keterangan2 dari bp. apalagi bersumberkan Qur'an dan Hadis, saya tunggu bahasan bp. tentang perjuangan Hasan Tiro dkk, ditilik secara agama Islam dg mencontoh perjuangan nabi Muhammad Saw. biar Ahmad cs, gak usah sesumbar dg istilah-istilah konyolnya.

Kang Ahmad Sang Ustadz, nah kalau mo debat secara bukti, fakta, dan dasar hukum coba dg pak Rohmawawan ini, biar kita semua tahu sekaliber apa hebatnya pengetahuan pak ustadz Ahmad yg ngaku-ngaku mo mencetuskan berdirinya Hukum Syariat Islam sesuai UU Madina. Tapi syaratnya kang nulisnya jangan ngulang-ngulang ya, teruz gak pake permainan kata-kata buat bantahan. Jujur saja! sumber hukumnya Qur'an dan Hadis. (ssst gak boleh direvisi sesuai keinginan akang)

Kang bilang ama cs, kalo debat gak boleh pake ngancam, fair dong katanya muslim! Harusnya mampu mengontrol emosi.

Wassalam

rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com> wrote:
Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillahirromaanirrohiim

Tafsiran Ibnu Qoyyim Al-jauziah
Tinkatan-tingkatan manusia di syurga

1.Ulul Azmi. Peringkat tertinggi di syurga adalah peringkat risalah, dengan usaha mereka maka kebaikan dunia dan akhirat terwujud, usaha merekalah yang membuat manusia tunduk, taat, menyembah kpd Alloh SWT ( QS. Asy-syura : 13 )

2.Nabi dan Rosul. Para nabi dan Rosul yang berjumlah 25 selain ulul azmi, tingkatan mereka sesuai dengan peringkat dan keutamaan mereka masing-masing.

3.Para Nabi Yang Tidak Tercantum Dalam Al-Qu'an. Mereka tidak di utus kepada umatnya masing-masing namun mereka memiliki sifat nubuwwah dan tidak memiliki risalah. Alloh mengistimewakan mereka dengan memberikan wahyu kepada mereka lewat perantaraan malaikat.

4.Pewaris Dan Pengganti Rosul Di Masing-masing Umatnya. Merekalah yang menegakkan kembali ajaran Rosul, dalam berilmu dan beramal, mereka mengajak kpd manusia sesuai dengan manhajnya yang lurus. Mereka adalah peringkat shiddiqin (Annisa' : 69)

5.Para Pemimpin Yang Adil. Karena usaha merekalah maka keadaan mendi aman, tentram dan sejahtera. Orang miskin di Bantu, orang lemah di tolong, hokum Alloh di tegakkan, kerusakan ( teroris ) di musnahkan, mereka ber amar ma'ruf nahi munkar dll. Mereka berada di mimbar-mimbar di sebelah tangan Ar-rahman yg di pasang di hari qiamat. Rosululloh bersabda "Sesungguhnya orang-orang yg adil berada di mimbar-mimbar cahaya pada hari qiamat di sebelah kanan Ar-rahman dan kedua tangannya adalah kanan yaitu mereka yg adil dlm pemerintahannya, keluarganya dan jabatan yg di amanahkan kpdnya" (HR.Muslim).

6.Para Mujahidin Yang Berjihad Di Jalan Aloh. Mereka adalah tentara Alloh yg menegakkan agama islam, memerangi kebathilan, kemungkaran, kekafiran dan musuh-musuh-Nya. Mereka akan mendapat pahala dari setiap orang yang terlindungi karena keberadaanya. Orang islam jadi tenang dan tentram dlm beribadah.

7.Ahlul Itsar. Mereka adalah orang islam yang senantiasa mendahulukan kepentingan saudaranya. Banyak bersedekah untuk fakir miskin, mereka adalah orang-orang yg paling bermanfaat bagi saudaranya. Dalam berinfak, bershodaqoh di lakukan siang dan malam Mereka adalah orang yang bersyukur atas kekayaan yg di berikan Alloh kpdnya dan tidak di belanjaka untuk hal-hal yg mubah, mubadlir melainkan banyak dibelanjakan untuk kepentingan saudaranya ( Al-baqoroh : 261; Al-baqoroh : 274; Al-hadid : 24). Mreka termasuk orang-orang yang bersegera mengerjakan kebajikan, mengerjakan amalan sunnah dan meninggalkan perbuatan yg makruh, mubah, mubadlir.

8.Orang Yang Alloh Bukakan Pintu Kebaikan. Mereka adalah orang yang ahli dalam mengerjakan sholat, shoum, tilawah (hafidz ), haji, I'tikaf, dzikir, tahjjud dll. Mereka senantiasa menjaga ke istiqomahan, jika ia melakukan kekhilafan, kesalahan segera bertaubat kpd Alloh SWT.

9.Orang-orang yang Selamat (Ahlun Nijat). Mereka adalah orang islam yang hanya mengerjakan yang wajib, meninggalkan yang dilarang Alloh SWT. Hanya itu yg mereka kerjakan tidak lebih tidak kurang. Rosululloh SAW bersabda kepada seseorang yg berkata " Demi Alloh, aku tidak akan menambahnya dan tidak akan menguranginya, maka Rosul menjawab kamu akan selamat jika kamu jujur dengan ucapanmu " (HR.Bukhori-Muslim). Lihat dan fahami surat Annisaa' : 31.

10.Orang yang Dikaruniai Taubat Sebelum Kematiannya. Mereka adalah orang isam yang senantiasa dalan hidupnya melakukan dosa-dosa besar seperti zina, membunuh, menyekutukan Alloh. Namun atas karunia Alloh orang tsb bertaubat dengan taubatan nasukha sehingga ketika ia mati, ia termasuk orang-orang yg diampuni Alloh. Dan karena taubatnya inilah ( taubatan nasukha) maka ia seolah-olah tidak memiliki dosa lagi. Bahkan taubatnya menyebabkan amal kejahatannya di ganti Alloh dengan amal ke sholehan.

11.Orang-orang Yang Kadang Bermaksyiat Kadang Berbuat Kesholehan. Bahkan mereka pernah berbuat dosa besar selain syirik, sehingga mereka mati dalam keadaan belum meninggalkan dosa besar selain syirik. Namun walaupun begitu amal kesholehannya lebih banyak dari pada dosanya. Dan jika di timbang lebih berat amal kesholehannya ( Al-a'roff : 8-9 ). "Barang siapa yang timbangan kebaikannya lebih berat dari pada timbangan kejahatannya, maka mereka adalah penghuni AL-A'ROF)

12.Orang-orang yang Berimbang Amal Kebaikan dan Kesalahannya. Amal kesalahannya membuatnya terhalang dari rahmat-Nya dan amal keshalehannya menghalanginya utk mendapa adzab Alloh simak Al-a'rof 46-47. Ibnu Qoyyim berpendapat bahwasanya penghuni a'rof adalah orang yang terakhir kali masuk syurga yang tidak di masukkan neraka terlebih dahulu. Abu Hudzaifah dan Ibnu Abbas ra telah menafsirkan ayat di atas sebagai beriktu " Penghuni Al-a'rof adalah mereka yang berimbang antara amal kebaikan dan amal kesalahannya. Kesalahannya mencegahnya masuk syurga dan keshalehannya mencegahnya dari masuk neraka, kemudian mereka berdiri menunggu keutusan Alloh SWT dan akhirnya Alloh memasukkannya ke syurga dg rahmat-Nya.

13.Kelompok Yang Penuh Dengan Kemaksyiatan Dan Ringan Timbangan Kebaikannya. Mereka adalah kelompok orang islam yg mendapat ujian, cobaan ketika hidupnya denga banyak berbuat dosa baik dosa besar maupun dosa kecil, tetapi adakalanya mereka berbuat kesholehan sehingga ringan timbangan kebaikannya . Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini ada yang langsung mengkafirkan tetapi sebagian besar mengatakan mereka termasuk orang islam. Dan yang paling benar adalah pendapatnya Manhaj Shalafush Shahih/Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang berkeyakinan bahwa orang yang banyak dosa tsb baik dosa besa kecuali syirikr maupun dosa kecil akan masuk neraka sesuai dengan amalnya dan suatu saat entah berapa juta thn kemudian mereka akan masuk syurgaNya Alloh SWT di karenakan mereka kadang-kadang berbuat kesholehan walupun sebesar dzarroh.

14.Orang yang Tidak Memiliki Keimanan dan Tidak Ketaatan Tidak Bermaksyiat dan Tidak. Pula Beramal Keshalehan Mereka adalah orang gila, orang yang tidak pernah kedatangan dakwah walaupun sekali saja, anak kecil/bayi orang kafir, orang yang tuli sejak bayi.

Demikian tadi telah saya uraikan walaupun hanya secara ringkas tapi insya Alloh apabila bapak bisa memahaminya maka pendapat bapak Husaini Daud yg di amini oleh Bapak Ahmad Sudirman yang mengatakan orang dlolim, fasyik, munafik bukan termasuk orang islam dapat di luruskan.

Dan selama ini apa yang bapak kemukakan di mimbar bebas ini (menganggap orang islam yang tidak sesuai dengan pendapat dan memusuhi anda adalah kafir) tidak di sepakati oleh jumhur ulama. Mereka (ulama) yang berpendapat seperti bapak adalah hanya sebagian kecil saja. Dan apakah pernah saya menuliskan tafsiran al-qur'an dg tafsiran yg salah ? perlu di ingat tafsiran di atas tidak hanya di sepakati oleh sebagian besar ulama saja tetapi sahabat Rosulpun menafsirkan seperti hal di atas (Abu Hudzaifah dan Ibnu Abbas ra dll), belum kalau di lihat dari kehidupan Rosululloh SAW yang ber akhlak karimah (Rosululloh di lempari batu, di ludahi, dimusuhi tetapi rosul tetap diam saja sambil tetap berdakwah). Sedikit saya akan kisahkan Dakwahnya Rosululloh ke kaum Thoif, ketika beliau menyeru mereka (kaum thoif ) agar mereka segera bertauhid kpd Alloh SWT dan tunduk, patuh, taat kpd-Nya namun akhirnya yang terjadi adalah Rosululloh SAW di lempari batu oleh semua penduduk tsb sehingga anak kecilpun ikut melemparinya sampai-sampai gigi Rosululloh SAW bayak yg rontok dll. Karena kecapekan maka Beliaupun istirahat di bawah pohon kurma kemudia datang malaikat jibril yang merasa kasihan kpd Beliau. Malaikat jibril berkata seandainya engkau mau, maka akan saya balikkan bumi orang yg melukaimu. Rosululloh besabda"

Walaupun mereka tidak mau beriman kepada Alloh dan menyaikitiku tetapi saya masih berharap suatu saat anak cucunya bisa beriman kpd Alloh SWT ". Setelah di pelajari bagaimana islam datang ke Indonesia maka akan di temukan ternyata anak keturunan orang thoif (namanya saya lupa) bisa beriman kepada Alloh SWT dan dia mendakwahkan ke daerah India yang pada waktu itu belum ada islam sama sekali. Kemudian setelah islam berkembang di India maka orang India yang beriman kepada Aloh akhirnya berdakwah ke Indonesia. Bayangkan seandainya Rosululloh pada saat itu mengiyakan taaran Malaikat Jibril, bisa dipastikan pada saat ini kita masih menganut
dinamisme, animisme dll.

Apakah sifat ini di temukan oleh orang-orang GAM/TNA dan Hasan Tiro ? mereka malah sebaliknya. Suatu saat saya akan berbicara tentang siapa itu Hasan Tiro di lihat dari perjuangan Rosululloh SAW, bukan dilihat dari kerangka NKRI ( banyak Anggota GAM/TNA yang salah kaprah mengidentikkan perjuangan Hasan Tiro sama persis dg perjuangan Rosululloh SAW )
Wallohu'alam bi Showab

Wassalaam
----------