Stockholm, 2 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU NEGARA RI BUKAN NEGARA MADINAH TETAPI NEGARA QURAISY MEKKAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATI JANGAN MIMPI MEMBAYANGKAN NEGARA RI SEBAGAI NEGARA MADINAH

"Ha ha kang ustadz Ahmad sebenarnya anda cs, plus Hasan Tiro and The Gank (satuan GAM-nya) niru2 gaya Abu Basyir ya minta pengakuan kan ?! Kalo Abu Bashir bisa diterima di Madinah oleh Rasulullah, kenapa juga Akang cs, plus Hasan Tiro and The GAM gak diterima hidup bebas di negara saya Indonesia Tercinta! Artinya maaf-in deh kami ! Tidak lah YaOu ! jadi mendirikan agama Islam kan Cuma kedok or topeng buat nutupi tingkah laku kejahatan yg sesungguhnya. Duh..malangnya..si Akang Ahmad cs, demi teriakin "aku ingin pulang" sampe berbuat si nekad ini, jadi kacung Hasan Tiro (maaf ..Al Ustadz Ahmad Sudirman) yg diiming-imingi jadi Mentri Penerangan & Agama walau dimilis ini aja dulu." (Tati, narastati@yahoo.com , Thu, 1 Jul 2004 23:24:20 -0700 (PDT))

Baiklah saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Saudari Tati, itu Negara RI atau Negara Pancasila sampai dunia kiamatpun tidak akan menjadi Negara Madinah-nya Rasulullah saw. Itu Negara Pancasila RI hampir mirip Negara Mekkahnya kaum Quarisy musuh utama ummat Islam di Madinah dibawah pimpinan Rasulullah saw.

Baca yang teliti kalau ingin menanggapi tulisan kang Ahmad, jangan bangun tidur belum cuci muka langsung buka komputer lihat email kang Ahmad. Akhirnya jadi salah itu membaca dan mengambil pengertiannya.

Masa Negara sekular Pancasila atau Negara RI kafir yang sumber hukumnya pancasila disamakan dengan negara Madinah Rasulullah saw.

Memangnya kang Ahmad begitu pingin ke negara pancasila atau Negara Sekular RI atau Negara Kafir RI, mimpi saja belum pernah. Jangan mengada-ada cerita saudari Tati.

Itu, Abu Bashir adalah seorang Muslim dari Mekkah. Tetapi karena pihak Quraisy tidak senang dan ingin menghukum Abu Bashir, maka diusahakan setengah mati mau ditangkapnya. Karena Abu Bashir seorang Muslim, maka ia lari ke Madinah. Karena Rasulullah saw terikat perjanjian gencatan senjata Hudaibiyah, maka Rasulullah saw tidak bisa menerima Abu Bashir. Kemudian datang dua orang pengawal Quraisy ke Madinah untuk menangkap Abu Bashir dan dibawa kembali ke Mekkah.

Abu Bashir daripada ditangkap dan mendekam dalam penjara kaum Quraisy, lebih baik Abu Bashir melepaskan diri dari kawalan dan penjagaan orang Quraisy dan sempat membunuh salah seorang pengawal Quraisy musuh ummat Islam itu. Setelah bebas dari kawalan pengawal Quraisy Abu Bashir kembali dan bertemu dengan Rasulullah saw lagi dan menyatakan bahwa dirinya sekarang sudah menyerahkan diri dan tidak tertikat dengan perjanjian gencatan senjata Hudaibiyah. Kemudian mencari tempat yang aman disekitar pantai Laut Merah. Ternyata banyak orang-orang Islam Mekkah lainnya yang lari dari Mekkah dan bergabung dengan Abu Bashir. Karena kalau lari ke Madinah jelas Madinah tidak akan menerimanya, karena telah mengadakan perjanjian gencatan senjata Hudaibiyah dengan pihak musuh Mekkah.

Apa yang terjadi selanjutnya ? Ternyata itu kelompok Abu Bashir makin kuat dan bisa menghadang orang-orang Quraisy musuh ummat Islam nomor satu waktu itu. Akhirnya itu Penguasa Quraisy Mekkah minta pertolongan Rasulullah saw untuk menyelesaikan dan meminta Abu Bashir ke Madinah. Jadi, akhirnya itu taktik dan strategi Abu Bashir berhasil masuk kedalam Negara Madinah bergabung dengan kaum muslimin lainnya. Bukan masuk ke Mekkah tempat kaum Quraisy musuh ummat Islam.

Jadi, jelas itu Negara Madinah atau Daulah Islam Rasulullah di Madinah tidak bisa disamakan dengan Negara Pancasila atau Negara RI yang hukumnya bersumberkan pada pancasila. Jangan mimpi saudari Tati. Negara Pancasila paling bisa disamakan dengan negara kafir Quraisy Mekkah. Mana mau Abu Bashir kembali ke Mekkah walaupun asalnya orang Mekkah.

Itu Negara Pancasila atau Negara kafir RI memang negara penerus Soekarno yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Para pimpinannya lebih suka kepada pancasila sebagai dasar negara ketimbang kepada Islam padahal mereka itu hampir semuanya orang Islam. Kan keterlauan. Buat malu saja ummat Islam seluruh dunia.

Saudari Tati, tidak perlu saudari banyak cuap tentang Islam, kalau hanya dijadikan alat untuk dipakai menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Rakyat Acheh sudah mengetahui dan menyadari bahwa Negeri Acheh itu sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI.

Pura-pura cerita Islam ikutan saudara Rokhmawan dengan shalafi-nya. Padahal itu Rokhmawan sendiri mana dia itu dengan Shalafi-nya melakukan usaha untuk menegakkan syariat Islam di RI, paling enggeh saja itu kepada Megawati apalagi dulu kepada Abdurrahman Wahid. Bagaimana mau mengikuti contoh Rasulullah saw dan sahabatnya kalau melihat kelakuan para pimpinan di Negara Pancasila saja tidak berkutik, dan ikut saja dibawah ketiak Abdurrahman Wahid dan sekarang ketiak Megawati. Bahkan mereka menyokong dan mendukung pula kebijaksanaan politik Pemerintah RI untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Mereka itu memang keterlaluan. Sudah tahu itu pasukan TNI disumpah atas nama pancasila dan UUD 1945 masih tetap saja disokong dan didukung oleh saudara Rokhmawan dan Shalafi-nya untuk terus menjajah Negeri Acheh.

Coba sekarang beranikah saudara Rokhmawan dan Shalafinya menyatakan bahwa pihak Pemerintah RI dibawah Presiden Megawati dari PDI-P sedang menjajah Negeri Acheh ?.

Ah, mana berani itu saudara Rokhmawan dan Shalafi-nya mau menyatakan sikap dan pernyataan tersebut. Paling menjawab, ah, itu pemberontak, kaum khawarij, kaum gerakan separatis, lebih baik mendukung Negara Pancasila atau Negara kafir RI, dari pada mendukung rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 1 Jul 2004 23:24:20 -0700 (PDT)
From: tati - <narastati@yahoo.com>
Subject: Re: ABU BASHIR MUNCUL DI SAAT-SAAT SETELAH PERJANJIAN GENCATAN SENJATA HUDAIBIYAH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, siliwangi27@hotmail.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp
Cc: mitro@kpei.co.id, hassan.wirajuda@ties.itu.int, megawati@gmx.net, alchaidar@yahoo.com, bang_iyan@eudoramail.com, netty_suwarto@hotmail.com, rpidie@yahoo.com, sofyanis@plasa.com, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, pdmdnad@telkom.net, om_puteh@hotmail.com

Pa khabar Kang USTADZ Ahmad?
Menarik sekali tulisan akang ini koq mirip dg kehidupan akang and perjuangan bapak Akang si Hasan Tiro and The GAM, sesuai dg tulisan akang dibawah ini saya warnai ya.. Lalu, Abu Bashir pergi meninggalkan Madinah pergi kesatu tempat di dekat pantai Laut Merah. Abu Jandal juga yang telah dikembalikan ke Mekkah berusaha untuk melarikan diri dan bergabung dengan Abu Bashir. Makin banyak yang melakukan cara seperti yang dilakukan oleh Abu Bashir ini. Sehingga
ditempat itu menjadi tempat berkumpulnya orang-orang Islam Mekkah yang keluar dari Mekkah tetapi tidak bisa diterima oleh Madinah, karena terikat perjanjian gencatan senjata Hudaibiyah dst (baca dibawah..dg warna merah)

Ha ha kang ustadz Ahmad sebenarnya anda cs, plus Hasan Tiro and The Gank (satuan GAM-nya) niru2 gaya Abu Basyir ya minta PENGAKUANKAN ?! Kalo Abu Bashir bisa diterima di Madinah oleh Rasulullah, kenapa juga Akang cs, plus Hasan Tiro and The GAM gak diterima hidup bebas di negara saya INDONESIA Tercinta! Artinya MAAF-IN deh kami ! Tidak lah YaOu ! jadi mendirikan agama Islam kan Cuma KEDOK or TOPENG.buat nutupi tingkah laku kejahatan yg sesungguhnya. Duh..malangnya..si Akang Ahmad cs, demi teriakin "AKU INGIN PULANG" sampe berbuat si nekad ini, jadi kacung Hasan Tiro (maaf ..Al Ustadz Ahmad Sudirman) yg diiming-imingi jadi MENTRI PENERANGAN & AGAMA walau dimilis ini aja dulu.

Akang taukan di jaman Rasulullah saja, orang Islam Mekah yg ingin keluar keMadinah setelah ada perjanjian, ditolak ama Nabi. padahal sudah luka2. malah dibiarkan menghuni daerah tak bertuan. apalagi kelompok Akang yg mo mengacaukan negara kami. Siapa yg gak MARRRRAH....!!! Orang negara kami jelas2 punya kedaulatan.

Kecuali akang cs (para pelarian), Hasan Tiro and The GAM kumpul di pulau tak bertuan atau yg saya referensikan di dekat SELAT KRA mo bikin heboh,bikin kejahatan,nodong ya terserah atau mo bikin Dynasti Umaiyah Baru, Silahkan!.kenapa sih.. niru jaman Rasulullah koq yg jeleknya menghalalkan segala cara-nya si Abu Basyir. Jadi inilah yg dijadikan panduan dan acuan dari kalangan akang ahmad cs, buat pembenaran apa yg dilakukan di Aceh, buat taktik juga ya..utk DIAKUI?!

Saya tidak percaya 100% pihak Akang plus Hasan Tiro bisa menegakkan Hukum Islam dg benar! 10% aja sy tidak yaqin anda bisa lakukan! Krn tanpa mengenal orang-orangnya berdasarkan tulisan serta rujukan yg diambil semuanya MENYIMPANG!. Niatnya kelihatan cuma satu; PENDUDUKKAN HASAN TIRO AND THE GAM-nya berkuasa di Aceh. Dan "INGIN PULANG" mereka2 yg terbuang/pelarian. Sementara sejarah aceh yg dikutak atik or revisi serta penolakan dg mengulang-ulang suatu alasan itu semua LIPS SERVICE ! adapun korban-korban yg yg tak bersalah berjatuhan, itu sudah di SET agar pemerintah kami memperhatikan,mensetujui KEINGINAN Anda-anda semua .

Buat Pak Husaini Daud seperti kata anda: Ustaz Ahmad Sudirman Dia itu "Hujjatulislam" Tak seorangpun mampu mematahkan argumentasinya. Lihat betapa banyak orang-orang hebat dalam system Hindunesia-Jawa, tak satupun dapat mematahkan Hujjahnya.

(jelas dong..orang ustadz Ahmad orangnya Ngeyel, ngotot lagi maksain pendapat. Inikan ciri-ciri/type kumpulan Anda... ngapain juga cendekiawan kami urun rembuk disini GAK LEVEL! sedangkan menjawab komentar Pak Rohmawawan yg lurus aja Ahmad Sudirman gak bisa. Ngomong sama Ahmad Sudirman kan enaknya ngelantur! Niru gayanya yg nulis suka2. e..gak boleh marah ya pak..Istighfar)
Wassalam,

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------