Sandnes, 4 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MENYOROT PENDIDIKAN ISLAM KAFFAH
Husaini Daud Sp
Sandnes - NORWEGIA.

 

BERBICARA PENDIDIKAN ISLAM KAFFAH ADALAH SALAH SATUNYA BERBICARA SISTEM KEDAULATAN ALLAH

Berbicara tentang dunia pendidikan, tak akan pernah selesai sebelum menuntaskan pembicaraan tentang manusia itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui sesungguhnya manusialah pelaku pendidikan itu. Keberhasilan kita dalam merumuskan konsep pendidikan, tergantung sangat pada keberhasilan kita dalam mendefinisikan manusia itu sendiri.

Konsep pendidikan yang kita saksikan dewasa ini di seluruh dunia, masih sangat jauh dari esensi pendidikan kemanusiaan. Di negara-negara yang maju seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman, Jepang, Australia dan lain-lainnya, secara psykologis mereka sedang mengalami stress berat. Hal ini terjadi disebabkan mereka kehilangan model yaitu sosok manusia yang mampu membimbing mereka ke jalan yang benar. Mereka kehilangan teladan, representatif sosok yang mampu membuat mereka untuk beresensi lalu mereka gagal untuk merumuskan tujuan hidup mereka sesungguhnya.

Di abad ke 21 ini kita masih berhadapan dengan tiga pertanyaan besar dunia:
Apakah manusia itu sesungguhnya?
Apakah tujuan hidupnya (untuk apa dia dijadikan)
Apa sajakah kebutuhannya?

Tiga pertanyaan di atas merupakan hal yang teramat penting untuk kita lontarkan ke panggung dunia agar dapat didiskusikan dengan seksama. Bila kita ingin menuntaskan suatu persoalan, kita harus arif melihat akar permasalahan. Berbicara tentang manusia dan pendidikan, tidak boleh tidak kita harus kembali kepada sang Khaliq sebagai sumber pendidikan dan pencipta manusia itu sendiri (Surah Al-Alaq 1-5).

Untuk mengetahui apakah manusia itu, pertama sekali mari kita lihat sebuah Legenda ilmiah berikut: Seorang sarjana Bumi akan mengadakan penelitian di planet Mars. Setibanya di Mars, dia menemui sebuah University dimana seorang sarjana planet Mars sedang memberi kuliah kepada
mahasiswanya tentang penelitiannya di Bumi. Sarjana Bumi memutuskan untuk mendengarkan kuliah sarjana planet Mars bagaimana hasil penelitiannya di Bumi. Sarjana Bumi mencatat point yang dikira penting dari ucapan sarjana Mars:".......manusia itu pintar, kuat dan bagus bentuknya, tapi mereka angkuh,serakah,licik dan kejam. Hobby mereka adalah berperang sesamanya. Mula-mula saya kira mereka berperang untuk memakan dagingnya, rupanya prediksi saya keliru. Mereka meninggalkan mayat-mayat begitu saja setelah menyanyikan lagu heroiknya. Mereka berperang untuk tuannya, tanpa memiliki tujuan yang benar, untuk apa sebenarnya berperang......."

Apa yang di nyatakan sarjana Mars tidak menunjukkan esensi manusia, tapi basyar. Basyar adalah makhluk yang tidak pernah beresensi. Mereka adalah orang-orang yang tidak memahami tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka tidak menemui kebenaran disebabkan banyaknya kedhaliman yang telah mereka kerjakan di planet Bumi ini. Mereka memang pintar tapi tidak teguh Iman. Betapapun kebenaran kita sampaikan kepada mereka namun mereka tetap membantahnya dengan menggunakan versi "Hikayat Musang". berikut ini dengarkan apa kata Albert Camus tentang tiori manusia:"Aku ada karena aku memberontak, kalau aku tidak memberontak aku tidak pernah ada" Inilah yang dikatakan manusia dan ini juga yang saya terima sebagai tiori yang benar sebagai manusia. Adam adalah malaikat yang baru menjadi manusia setelah memberontak terhadap intuisi Syurga. Kecuali Adam takseorangpun dibenarkan memberontak terhadap tatanan Allah. Pemberontakan terhadap tatanan Thaghut adalah proses Esensi manusia. Lihatlah bagaimana Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad yang masing-masing memberontak terhadap tatanan Namrud,Firaun, Kaisar-kaisar di Roma dan Abu Sofyan bin Harb. Hussain bin Ali terhadap Yazid, Hasan Tiro & Ahmad Sudirman, Kahar Muzakkar, Kanto Suwiryo dan lain-lain terhadap tatanan Thaghut Hindunesia-Jawa. Untuk lebih jelas mari kita lihat versi Pemilik dunia ini sebagai argumentasi yang mutlaq kebenarannya.

Untuk menjawab pertanyaan apakah manusia itu juga harus berpedoman pada kalam Ilahi (wahyu) (Q.S 2:30). Bila kitab al-Qur'an kita baca keseluruhannya akan kita temui banyak kesimpulan, diantaranya kesimpulan tentang Malaikat, Iblis dan Adam. Sesungguhnya ketiga jenis mahkluk di atas pada awalnya adalah Malaikat. Yaitu Malaikat yang diciptakan dari sinar (saya istilahkan dengan M1), Malaikat yang diciptakan dari api (saya istilahkan dengan M2) dan Malaikat yang diciptakan dari tanah (saya istilahkan dengan M3). Adapun urutan penciptaannya M1, M2, dan terakhir sekali adalah M3.

M1 adalah Malaikat yang tunduk patuh secara mutlak kepada Allah, sejak dari penciptaannya sampai hari kiamat, bahkan hari Akhirat. M2 Malaikat pembangkang, tak mahu tunduk patuh kepada Allah. Setelah Allah menciptakan M3, Allah memberi perintah kepada M1 dan M2 supaya sujud kepada M3. M2 berkilah dengan kesombongannya bahawa dia dijadikan dari api sedangkan M3 (Adam) dijadikan dari tanah yang menurut M2, M3 lebih hina daripada M2. Disamping itu M2 juga beragumentasi bahwa dia dijadikan lebih duluan dari M3( Lalu Allah mencabut status malaikatnya dan menggantikannya dengan nama Iblis atau Syaithan dan dia termasuk golongan kafir, sementara tempatnya kelak dalam neraka(QS,7:11-18)) Sedangkan M3 setelah bernegosiasi dengan M1 ternyata dia lebih unggul dari M1. M3 memiliki ilmu, ilmu tentang nama-nama yang tidak dimiliki oleh M1. Justru itu pantaslah Allah mengnaggkat dia sebagai wakilnya di bumi. Hal ini diabadikan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 30- 34.

M3 ditempatkan Allah dalam surga bersama permaisurinya Siti Hawa. Allah memberitahukan mereka berdua agar jangan mendekati pohon ini (hazihis syajarata) sebagai batas daerah operasinya di kawasan Syurga. Secara syar'I M1 dan permaisurinya digelincirkan Syaithan dengan mengatakan bahawa pohon itu bernama pohon kekal (khuldi). Agar kekal tinggal di Syurga, M3 ditawaran untuk memakannya. Dan M3-pun tergoda bersama permaisurinya. Karena telah melanggar batas yang telah ditentukan Allah, M3 berobah statusnya menjadi manusia yang bernama Adam dan keduanya diperintahkan turun ke bumi. Kerana pelanggaran yang dilakukan M3 akibat ulah M2, Allah masih menerima taubatnya di dunia yang kelak akan kembali lagi ke
syurga. Hal ini dapat kita lihat dalam Surah AlBaqarah ayat 35-38.

Secara philosofis kendatipun Syaithan menggoda M3, M3 tahu persis akibat memakan buah kayu tersebut yang secara philosophis juga lebih tepat dikatakan buah kearifan. Ketika M3 sadar mereka tidak produktif di alam surgawi, mereka berkorban demi kemanusiaan dengan cara memakan buah kearifan . Kendatipun resikonya diturunkan ke bumi, sebagai hukuman dari pelanggaran yang mereka lakukan, namun mereka juga punya nilai plus yaitu disamping punya wawasan dan kearifan mereka juga sudah dapat berproduksi sementara sebelum memakan buah kearifan, mereka harus tunduk patuh secara mutlak terhadap konstitusi yang ada di Syurga, tanpa memberi kesempatan kepada mereka untuk berfikir bebas dan juga bebas berbuat dengan segala resikonya.

Dia atas segalanya mereka melepaskan diri dari status Malaikat yang tunduk patuh secara mutlak kepada Allah menjadi manusia yang bebas berbuat dan mengembangkan keturunannya (berproduksi). Pengorbanan M3 sangat diharapkan manusia sebagai keberuntungan. Andaikata M3 tidak mahu memakan buah kearifan sampai hari ini mereka tetap berdua saja yaitu M3 dan permaisurinya Siti Hawa. Sebab di Syurga hanya tempat bersenang-senang dan menikmati fasilitas Syurga yang serba kompleks, gemerlap dan fantastis, bukan tempat bekerja dan melahirkan bayi. Andaikata di Syurga dapat melahirkan bayi, otomatis memerlukan kerja, paling kurang Baby Sister, buat perawatan bayi-bayi. Padahal di Surga tidak ada anak-anak dan juga tidak ada orang tua, umur mereka semua muda belia dan jangan lupa kelak Hasan dan Husin sebagi ketua pemudanya di syurga(Hadist)

Adam sebagai manusia pertama, diciptakan Allah dari tanah, elemen yang paling hina namun dikombinasikan dengan roh Allah, spirit suci. Justru itu pada manusia terdapat dua kecenderungan. Kecenderungan mengikuti tanah sebagai bahan bakunya yang membuat dia hina dan kecenderungan mengikuti spirit Allah, roh suci yang menjadikan dia sangat mulia dalam pandangan Allah. Tubuh manusia berasal dari tanah namun kendatipun dia cantik (ganteng) tidaklah berarti apa-apa kalau tidak ada nyawa, roh suci. Tubuh tanpa nyawa akan menjadi santapan cacing-cacing tanah.

Kehidupan di dunia menghadapkan manusia pada dua jalan. Jalan yang mendaki lagi sukar dan jalan yang mulus lagi menyenangkan(QS,90:10). Jalan yang mendaki lagi sukar adalah jalan yang membebaskan kaum dhuafa dari belenggu penindasan dan penjajahan, yang menimpa kuduk-kuduk mereka, membebaskan manusia dari sistem perbudakan baik perbudakan ortodok mahupun perbudakan modern (QS,7:157&QS,90:12-18)). Untuk menempuh jalan ini tidak boleh tidak dituntut untuk mendirikan sistem Allah. Untuk mendirikan sistem Allah membutuhkan kemantapan power dan Ideology sebab pasti akan berhadapan dengan kekuatan system Thaghut, jelasnya pasti akan berhadapan dengan medan tempur. Justru itulah para Rasul dilengkapi dengan Ideologi, Mizan dan Power (QS Al-Hadid :25). Setelah periode para Rasul berakhir, tugas mendirikan sistem Allah dilanjutkan para Imam (ulama warasatul Ambiya). Andaikata di suatu negeri tidak ada ulama warasatul ambiya, tugas tersebut akan diambil alih oleh penyeru-penyeru kebenaran secara kolektif sebab tugas mendirikan sistem Allah adalah Haq lawan kata daripada Bathil. Hal ini perlu digarisbawahi sebab banyak orang yang terkecoh dengan pendapat klasik yang mengatakan hukumnya wajib. Haq dalam konteks ini kedudukannya di atas wajib. Bila hukumnya wajib, andaikata tidak didirikan paling-paling berdosa. Sedangkan perkara dosa masih ada jalan untuk meminta ampun. Sedangkan perkara Haq, bila tidak didirikan hukumnya bathil. Resiko berada dalam sistem yang batil adalah neraka. Andaikata kita tidak berada dalam sistem Allah (Haq), otomatis kita berada dalam sistem Thaghut (bathil)kecuali taqiah. Untuk kasus ini Allah berfirman; Qul Ja al Haqqu wazahaqal Baathil, innal Bathila kana Zahuuqa)

Jalan yang mulus lagi menyenangkan adalah jalan qabil, pembunuh manusia, jalan Namruz, Firaun, Jalan Kaisar-Kaisar di Roma, Jalan Abu Sofyan, jalan Muawiyah, jalan Yazid, Jalan orang-orang yang bersatu padu dalam system Thaghut Hindunesia-Jawa kecuali "Taqiah" dan Basyar-basyar. Kesemuanya adalah jalan orang-orang yang mencari kebahagiaan di dunia ini diatas penderitaan orang lain. Mereka itu umumnya baik secara langsung mahupun tidak langsung, penentang ayat-ayat Allah. Mereka sekedar bereksistensi dan tak pernah beresensi. Manakala berbicara tentang negara Islam, Kedaulatan Allah, Sistem Allah sebagian mereka langsung menentangnya, sementara
sebagian yang lain merasa grogi, memperlihatkan sikap yang tidak senang dengan mengemukakan berbagai dalih, tidak mungkinlah, mustahillah, mimpilah, dsb. Mereka mengaku diri sebagai orang beriman, Islam. Mereka sesungguhnya telah dinyatakan Allah dengan jelas dalam AlQuran Karim surat AlBaqarah ayat 8-20. Hal ini juga terdapat dalam surah Surah yang lainnya seperti Surah Al-Munafiqun dari ayat 1 sampai ayat 8 dan juga ayat-ayat di surah-surah lainnya.

Untuk menjawab pertanyaan kedua: apakah tujuan hidup manusia. Ada beberapa pendapat yang beredar di kalangan umat Islam tentang tujuan hidup. Ada yang mengatakan tujuan hidup adalah untuk mencari kesenangan, kebahagiaan, kesejahteraan, ketenteraman, keamanan, and keharmonisan. Orang-orang yang mengakui tujuan hidup seperti itu, sangat tidak mungkin untuk diajak mendirikan sistem Allah. Mereka tidak mahu mengambil resiko yang akan membahayakan kehidupannya. Sementara yang lain meyakini bahawa tujuan hidup adalah untuk beribadah. Mereka meyakini bahawa yang dimaksudkan ibadah hanyalah sholat, shaum (puasa) bertahlil dan bersamadiyah, berdo'a, membaca Quran dan naik Haji ke Baitullah. Mereka itu keliru 180 derajat. Kekeliruan ini disebabkan ketidaktepatan dalam menterjemahkan kata "liya`buduni" dalam Surah
Azzariyat ayat 56. Adapun terjemahan yang tepat adalah: "tunduk patuh kepadaKU" lengkapnya: "tidaklah kujadikan jin dan mnusia kecuali untuk tunduk patuh kepadaKu".

Namun demikian tidaklah salah kita terjemahkan beribadah kepada-Ku asal saja kita mampu memahami apakah "ibadah" itu sesungguhnya?. Apa saja kegiatan manusia di dunia ini disebut ibadah mulai dari aktivitas yang terkecil (kedip mata) sampai membangun daulah Allah (system Allah). Tinggal lagi alamat ibadah tersebut ada dua, yaitu Allah dan Thaghut. Kedip mata saat membaca Kitab Al-Quran untuk membuat lebih jelas/terang berarti beribadah kepada Allah, sedangkan kedip mata saat berjumpa dengan lawan jenis adalah beribadah kepada Thaghut. Mendirikan system Allah berarti beribadah kepada Allah sedangkan mendirikan system Thaghut berarti beribadah kepada Thaghut. Disamping itu kita juga harus memahami benar bahwa ibadah itu memiliki dua dymensi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya bagaikan dua sisi amata uang. Yaitu sisi ritual (hablum minallah) dan sisi sosial (hablum minan Naas). Ibadah dalam
persepsi orang sesat, hanyalah mencakup sisi ritual saja, mereka cenderung
mangabaikan sisi sosialnya, termasuk ibadah sosial yang terbesar yaitu mendirikan sistem Allah
(kedaulatan Allah).

Membaca Quran adalah ibadah ritual. Ketika kita pahami dalam bahasa kita sendiri untuk kita amalkan, barulah masuk wilayah sosial, kecuali penduduk dunia yang berbahasa Arab. Hal inilah yang membuat orang keliru. Banyak sekali orang-orang yang mengaku dirinya orang Islam, namun tidak memahami akan fungsi Al-Quran. Padahal Allah sendiri telah menyatakan dalam Al-Quran "Kitab (Quran ini) tak ada keraguan padanya adalah sebagai petunjuk bagi orang-orang yang takwa". Namun mereka sepertinya telah merobah fungsi Al-Quran dari hudal lin naas kepada lil Qari. Bagaimana mungkin pada satu sisi kita mengaku al-Quran sebagai pedoman hidup, di sisi yang lain kita hanya membaca-baca saja tanpa berusaha memahami pesan-pesan Allah dalam pedoman itu sendiri. Dewasa ini memang sudah menjadi kenyataan dimana-mana hampir di seluruh dunia, banyak sekali sekolah-sekolah yang kurikulumnya sekedar membaca Qur-an, menghafal Qur-an dan menggunakan Qur-an sebagai seni, baik seni qari maupun seni kaligrafi
sepertinya tak ada sama sekali sekolah memahami Qu-ran. Kalau kita pikir berdasarkan pesan Allah sendiri "afala Ta'qilun dan afala yatazakkarun", bagaimana mungkin ada sekolah memahami Quran di negara-negara yang menggunakan system Thaghut. Andaikata ada sekolah memahami Quran di negara tersbeut pastilah akan bermuara kepada mendirikan system Allah. Itulah yang membuat mereka berusaha untuk mempelintirkan fungsi Quran di tengah-tengah ummat Islam(ayat-ayat muhkamat dikatakan mutasyabihat). Ini sebetulnya kerjanya antek-antek Snough Hugronye. Snough Hughronye adalah orientasli Bangsa Belanda yang telah mengenyam pendidikan di Saudi Arabia selama lebih kurang 20 tahun dan berhasil mengelabui sebahagian besar bangsa Aceh yang menukar namanya dengan Abdul Ghafur.

Orang-orang yang meyakini tujuan hidup hanya untuk beribadah ritual semata juga meyakini untuk mencari pahala semata-mata. Keyakinan mereka berbuat baik di dunia juga untuk memperoleh syurga di akhirat kelak. Untuk memperjelas masalah ini pembaca dipersilakan mengikuti alinea berikut dengan seksama. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah SWT."afala ta'kiluun... afala yatazakkarun" ?

Umpamakan saja kita mempunyai dua orang kemenakan yang pertama bernama Bal'am dan yang kedua bernama Mukhlis. Si Bal'am senantiasa siap melakukan apa saja yang kita suruh asal saja memberikan sedikit uang setiap tugas itu dilaksanakan. Sementara si Mukhlis juga siap apasaja yang kita suruh, namun dia tidak mengharapkan pemberian kita. Dia mahu melakukan apa saja yang kita suruh adalah semata-mata karena kita adalah pamannya. Sebagai paman sejati, kita mustahil mengabaikan keihklasan karya baktinya. Sudah barang pasti kita akan memberikan yang terbaik sebagai imbalannya pada suatu saat tertentu. Si Bal'am perumpamaan orang-orang yang berbuat baik di dunia dengan mengharapkan pahala yang nota benenya tentu saja syurga. Mereka
menfokuskan harapannya pada pemberian Allah, bukan padaNya. Sedangkan si Mukhlis, perumpamaan orang-orang yang berbuat baik di dunia secara ikhlas tanpa mengharapkan pahala. Mereka mahu berbuat baik semata-mata kerana Allah yang mereka yakini benar sebagi Tuhannya, Kekasihnya, Pemiliknya. Orang-orang yang memperhambakan diri kepada Allah semacam itu Allah pasti memberi syurga kepada mereka di hari akhirat kelak. Si Bal'am pasti akan menjadi orang jahat di permukaan bumi ini andaikata, Oh, "Andaikata" ini harus digarisbawahi agar tidak terjadi kesalahpahaman (mis-understanding) bak kata orang European. Andaikata Allah tidak membuat neraka, orang-orang seperti Si Bal'am pasti menjadi arang jahat di dunia ini, sebab mereka juga akan memperoleh fasilitas surga kelak di hari akhirat (Imam Khomeini: 40 Hadis-hadis Pilihan, Penerbit Mizan Bandung).

"Afala Ta'kilun afala yatazakkarun"

Karena manusia dijadikan Allah dari dua unsur, tanah dan spirit Allah, kebutuhanpun terdiri dari dua unsur, unsur material dan unsur spiritual. Dengan kata lain manusia membutuhkan kurikulum perut dan kurikulum otak. Karena manusia membutuhkan kedua jenis kurikulum tersebut, Allahpun melengkapi manusia dengan ilmu primer dan sekunder. Ilmuprimer adalah ilmu yang diturunkan Allah melalui para Rasul yaitu Al-Quran dan Hikmah (QS 62: 2). Sipapun yang telah memiliki ilmu tersebut pasti tidak akan sesat dalam hidup ini. Ilmu tersebut merupakan sebagai mesin untuk
menghidupkan lampu-lampu kehidupan yang dapat menerangi jalan hidup seseorang untuk
menunjuki jalan yang lurus (Mahdi Ghulyani: Falsafah Al-Quran dalam Perspektif Ilmu-ilmu Islam, Mizan Bandung). Di dunia Barat pada umumnya mengalami kekosongan daripada jenis ilmu-ilmu tersebut. Hal ini terjadi bersamaan dengan kehilangan manusia teladan, representatif, atau model untuk ditiru. Sedangkan di dunia Timur umumnya mengalami dekaden.

Di dalam ilmu primer tersebut di atas terdapat juga sinyal-sinyal berkenaan dengan ilmu-ilmu sekunder. Dengan istilah yang lain terdapat lampu-lampu untuk menerangi esensi dari ilmu-ilmu sekunder.

Ilmu sekunder dibutuhkan manusia untuk meraih kesejahteraan hidup di atas planet bumi ini. Dengan kata lain, ilmu sekunder yaitu ilmu untuk mempermak permukaan bumi ini sekalian dengan manusianya yaitu science dan tekhnologi. Ilmu tersebut diturunkan Allah di padang Arafah, tempat pertama bertemunya Adam dan Hawa. Sedangkan ilmu Hikmah diturunkan di Masyarul Haram, suatu tempat yang ditujukan Adam dan Hawa untuk mendapatkan kesadaran suci (Ali Syariati: Haji, Penerbit Rajawali, Surabaya).

Ilmu sekunder (science dan technology) merupakan suatu alat untuk meraih tujuan yang benar, yaitu mencari keridhaan Allah. Kalau pemilik alat tersebut juga memiliki petunjuk yang benar (baca ilmu primer) otomatis mereka akan menggunakan alat tersebut untuk mencari keridhaan Allah. Berbicara tentang alat sama dengan berbicara tentang sarana. Umpamakan saja "GLM" yang pernah digunakan TNA dalam meluluh lantakkan si pa-i Jawa. Persoalannya sekarang kalau GLM itu dipegang oleh orang-orang yang sedang mabuk (gila) tentu akan dilibas siapa saja yang melintas di depan mata kepalanya. Namun kalau pemegang GLM tersebut orang-orang beriman (memiliki ilmu primer yang benar) mereka tidak akan menembak siapapun kecuali musuh Allah, yaitu orang-orang yang wajib ditembak, berdasarkan petunjuk Allah sendiri dari AlQuran (QS,4:75-76,QS,2:193,216,QS,8:60-65,73,QS,4:71-78,QS,9:14-15),dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya. Dengan demikian kalau ada orang yang mengatakan bahwa ilmu science dan tehnologi itu ilmu sekuler, keliru 180 derajat. Ilmu tersebut netral, sekuler tidaknya ilmu itu tergantung kepada pemiliknya. Ilmu tersebut berasal dari Allah (Imanuddin Abdul Rahim, Pengantar buku Islam Alternatif, karya DR Jalaluddin Rahmat, Penerbit Mizan, Bandung).

Pendidikan

Berbicara tentang pendidikan adalah berbicara tentang kebutuhan manusia. Sebagaimana yang telah penulis uraikan di atas yang berhubungan dengan pertanyaan nomor 3 yaitu apa saja kebutuhan-kebutuhan manusia.

Dalam alinea-alinea berikut ini akan kita bicarakan konsep pendidikan Islam secara Kaffah. Berbicara mengenai konsep sama halnya dengan berbicara tentang percetakan dalam suatu pabrik/mesin pencetak. Jadi yang pertama kita piker model barang yang bagaimana yang dibutuhkan konsumen sedangkan konsep pendidikan adalah pencetak kader-kader yang dibutuhkan oleh pemilik konsep. Kalau kita ingin membuat konsep pendidikan Islam secara kaffah, pemilik konsepnya adalah Allah. Artinya konsep yang kita buat haruslah berdasarkan petunjuk Allah dalam Al-Quran. Justru itu kurikulum setiap jenjang pendidikan haruslah terdiri dari materi pemahaman Al-Quran di urutan nomor satu, mulai dari sekolah lanjutan pertama sampai ke Perguruan Tinggi. Di Perguruan Tinggi selain adanya materi Pemahaman Al-Quran sebagai mata kuliah mayor di setiap jurusan pemahaman Al-Quran juga harus merupaka syarat mutlak untuk meraih gelar sarjana. Sedangkan di S2, dan Program Doktoral otomatis tentang pemahaman Al-Quran dalah pakarnya. Konsep seperti ini akan membuahkan manusia-manusia yang pintar dan juga teguh iman. Setiap lembaga pendidikan dapat dipastikan bahawa materi yang terutama adalah Pemahaman Al-Quran. Lalu porsi kedua ditempatkan oleh Hadist Nabi, Sejarah Para Rasul, Imam-imam/Ulama Warasaul Ambiya. Selanjutnya diikuti oleh materi perbandingan mazhab yang difokuskan pada toleransi yang sangat tinggi antar semua mazhab. Mengingat pesan persatuan sangat diutamakan dalam Islam sejati (QS,3:103-107), sehingga kita sadar siapa musuh kita yang sebenarnya. Sering kali terjadi pertikaian antar mazhab di tengah-tengah komunitas kaum muslimin, padahal hal ini merupakan PR yang disodorkan oleh musuh-musuh kita.

Biaya Pendidikan sejak dari sekolah dasar sampai ke Perguruan Tinggi ditanggung sepenuhnya oleh negara, termasuk biaya transportasi. Sedangkan gaji para guru haruslah yang tertinggi dibandingkan pegawai-pegawai lainnya termasuk militer sekalipun. Dalam pandangan Islam, guru adalah posisi yang paling mulia di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini kita dapat meyaksikan apa yang terjadi di Aceh khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Dari penelitian yang pernah penulis buat dengan opsi guru, dokter, tentara, dan pegawai sipil, rata-rata responden lebih suka menjadi menjadi dokter dan tentara daripada guru. Minat untuk jadi guru lebih tipis bahkan dibandingkan dengan pegawai sipil sekalipun. Hal ini terjadi disebabkan financial guru yang kurang terjamin dibandingkan dengan pegawai lainnya.

Perpustakaan

Perpustakaan merupakan sarana yang paling penting dalam dunia pendidikan, sama halnya dengan apotik dalam dunia pengobatan. Karena itu perpustakaan haruslah selektif daripada unsur-unsur yang merusakkan idealis Islam. Buku-buku orientalis tidak boleh dibaca kecuali kecuali pasca sarjana, mengingat mereka adalah orang-orang yang telah mantap di bidang akidah/ ideology, siasah fatanah (politik Rasul) dan Sejarah Islam. Untuk orang-orang non akademi (masyarakat biasa) membutuhkan perpustakaan keliling yang juga gratis/ dibiayai oleh negara. Buku-buku di Perpustakaan Keliling juga harus selektif benar, sedangkan buku-buku yang masuk dari Luar Negeri harus melalui tim sensor yang benar-benar terpercaya dan bertanggung-jawab kepada Allah SWT. Apabila konsep Perpustakaan Keliling berhasil diterpakan akan membuahkan kesadaran masyarakat Islam yang luar biasa. Seorang kepala keluarga akan sadar bahwa ketika mereka kembali ke rumah tangga tidak hanya membawa roti kepada keluarganya tetapi juga buku. Roti pelambang makanan adalah sarana untuk memenuhi kurikulum perut (empat sehat lima sempurna), sedangkan buku untuk memenuhi kebutuhan kurikulum otak. Hal ini memang tidak akan berhasil selama pemimpin-pemimpin negara itu sendiri belum siap untuk hal seperti itu.

Jadi faktor kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan suatu konsep. Karena itu berbicara pendidikan kaffah adalah berbicara sistem kedaulatan Allah dimana pemimpin Top Leadernya pastilah Imam/ Ulama Warasatul Ambiya yang tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah.

Pemimpin yang bertipe seperti itulah yang benar-benar memimpin ummahnya ke jalan yang diredhai Allah dan ummahpun bersatu padu bergerak ke arah yang sama pada poros bimbingan Sang Imam (Wakil Tuhan). Negara yang memiliki ummah dan Imamah seperti itulah yang dapat disebut Baldatun Thaiyyibatun Wa Rabbun Ghafur. Tidak sembarangan negara dan tidak mungkin disandang oleh suatu negara yang nota benenya lebih tepat disebut negara Thaghut (baca Hindunesia-Jawa)

Penutup

Karena sumber pendidikan manusia berasal daripada Allah (Surah Al-Alaq 1-5), maka konsep pendidikan Islam haruslah dapat memberikan manusia-manusia yang pintar dan teguh iman bukan manusia-manusia sekuler. Kalau Manager Perusahaan harus memahami produksi yang bagaimana dibutuhkan konsumer, Manager Pendidikan harus memahami kualitas manusia yang bagaimana nyang dikehendaki Allah, bukan yang dikehendaki masyarakat/konsumen.

Billahi fi sabililhaq.

Husaini Daud Sp

husaini54daud@yahoo.com
Sandnes, Norwegia
----------