Stockholm, 4 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA KARENA PICIKNYA MENGGOLONGKAN GAM KEDALAM KHAWARIJ
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN MEMANG ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA ITU PICIK SEHINGGA DENGAN SEENAKNYA MENGGOLONGKAN GAM KEDALAM KAUM KHAWARIJ

"Kemudian setelah saya menjabarkan kaum khowarij yang dilandasi dengan dalil-dalil aqli maupun naqli yang shahih, kenapa bapak Ahmad Sudirman tidak mau mengomentarinya ? padahal dulu katanya GAM/TNA bukan kaum khowarij dengan alasan yg akan di perjuangkan demi tegaknya islam/demi keadilan rakyat aceh. Sedangkan yang terjadi pada NII, GAM/TNA dll mereka tergesa-gesa dalam berdakwah (ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW). Untuk contohnya saja mereka ingin segera memberlakukan syariat Islam (hokum had, rajam dll) tanpa mengetahui langkah-langkahnya terlebih dahulu/syarat yg diperlukannya. Mereka (NII, GAM dll) menganggap bahwasanya kaum yg memusuhinya baik itu NU, Muhammadiyah dll dianggap musuh islam (kafir) lihat saja dalam Qonun Asazinya, memangnya ada dasarnya pak, maksud saya dalil naqlinya ? memangnya islam itu hanya NII, GAM/TNA ? sehingga mereka langsung saja mengkafirkan orang baik islam maupun non islam yg memusuhinya adalah musuh islam(kafir)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Sat, 3 Jul 2004 00:02:37 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya memang picik dia hanya melihat dan hanya memfokuskan kepada kaum khawarij sebagai musuh mereka. Sehingga dengan mengutak-atik kaum Khawarij dimasukkanlah dan digolongkanlah "NII, LDII, Hizbut Tahir, Gam/TNA termasuk antek-anteknya Hasan Tiro dll. Justru inilah salah satu cirri dari kaum khowarij sedangkan kalau kita melihat Anggota GAM/TNA termasuk Hasan Tiro dll maka mereka bisa di katakana kaum khowarij dan jangan mentang-mentang yang akan di perjuangkan GAM/TNA adalah demi tegaknya syariat islam, kita lihat saja sejarah khowarij pada Pemerintahan Ali Bin Abi Tholib di mana mereka (kaum khowarij juga ingin menegakkan Syariat islam)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 1 Jul 2004 23:34:04 -0700 (PDT))

Saya dalam tulisan sebelum ini telah mengatakan bahwa ASNLF/GAM tidak bisa disamakan dengan kaum Khawarij. Itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak bisa disamakan dengan kaum khawarij yang melawan Ali ra.

Apa hubungannya ASNLF/GAM dengan kaum Khawarij. Aapkah sama tujuan ASNLF/GAM dengan tujuan dan maksud kaum Khawarij ?.

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila sedang berjuang untuk membebaskan Negerinya yang diduduki dan dijajah oleh RI.

Apakah memang kaum Khawarij itu dulu berjuang untuk memebaskan Negerinya dari penjajahan Chalifah Ali bin Abu Thalib ?.

Lagi pula apakah Pemerintah Megawati itu bisa diqiaskan kepada Khilafah Islam dibawah pimpinan Khalifah Ali bin Abu Thalib ? Sehingga dengan seenak perut sendiri saudara Rokhmawan dan Salafi-nya menyimpulkan bahwa GAM adalah masuk golongan kaum Khawarij. Padahal GAM sedang memperjuangkan tuntutan kemerdekaan Negeri Acheh dari Negara RI.

Itu, kalau ada orang Acheh, seperti saudara Husaini Daud yang memiliki pandangan "Secara filosofis orang-orang seperti Sukarno, Suharto, Habibi, Gusdur, megawati, SBY, Wiranto dan lain-lain serta semua pengikut mereka adalah kafir dan tidak salah juga kalau kita katakan orang-orang dhalim atau fasiq. Namun secara syar-`i mereka semua adalah munafiq." (Husaini Daud, 28 Juni 2004)

Itu jangan lalu dengan seenak udel saudara Rokhmawan dan Salafi-nya mengambil kesimpulan bahwa GAM masuk golongan Khawarij.

ASNLF atau GAM adalah sebuat wadah perjuangan untuk memerdekaan Negeri Acheh yang diduduki dan dijajah Acheh.

Kemudian lagi kalau digali makin dalam, memang benar apa yang dikatakan oleh saudara Husaini Daud itu, yang penjelasaannya telah saya berulang-ulang tulisankan dalam tulisan sebelum ini.

Apakah saudara Rokhmawan dan Salafi-nya menganggap bahwa itu Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan para pendukungnya itu tidak melanggar apa yang telah ditetapkan Allah SWT untuk dijalankan dan dilaksanakan.

Itu mereka para pimpinan RI tersebut telah melakukan usaha tandingan terhadap Allah SWT. Dengan membangkang untuk tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. Dimana pembangkangan dalam pembentukan aturan, hukum, dan undang-undang ini adalah merupakan suatu sikap dari para pimpinan RI dan para pendukungnya untuk menandingi aturan, hukum, undang-undang Allah SWT.

Nah kalau sudah demikian maka Allah telah memutuskan: "Inna Allaha la yaghfiru an yusraka bihi wa yaghfiru ma duna dzalika liman yasya'u (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya" ( An-Nisa, QS 4: 48, 116) .

Jadi itu para pimpinan RI yang dikatakan oleh saudara Husaini Daud: "Sukarno, Suharto, Habibi, Gusdur, megawati, SBY, Wiranto dan lain-lain serta semua pengikut mereka adalah kafir dan tidak salah juga kalau kita katakan orang-orang dhalim atau fasiq. Namun secara syar-`i mereka semua adalah munafiq" (Husaini Daud, 28 Juni 2004) memang benar adanya. Mereka itu membangkan, mengadakan tandingan disamping Allah SWT dalam hal membuat aturan, hukum, undang-undang. Dengan menjadikan pancasila sebagai sumber hukum itu saja sudah merupakan suatu usaha menandingi Allah SWT dalam masalah aturan, hukum, undang-undang .

Celakanya, mereka para pimpinan Negara RI dan para pengikut dan pendudkung mereka itu terus saja ngotot dan keras kepala untuk mempertahankan sumber hukum pancasila.

Jadi, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya secara kelembagaan, itu ASNLF atau GAM tidak bisa disamakan dengan kaum Khawarij. ASNLF atau GAM sedang berjuang untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila. Pemerintah RI adalah tidak bisa diqiaskan kepada Khilafah Islam di masa Khalifah 'Ustman bin Affan dan dimasa Khalifah Ali bin Abu Thalib. Kaum Khawarij bukan memperjuangkan kemerdekaan Negerinya dari pihak Khilafah Islam dibawah Khalifah Ali bin Abu Thalib.

Kalau ada orang Acheh yang menyatakan bahwa para pimpinan Negara RI dan para pendukungnya tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, sehingga dinamakan sebagai kafir, zhalim, fasik memang ada dasar hukumnya yang kuat. Kemudian orang Acheh tersebut tidak bisa disamakan dengan ASNLF atau GAM sebagai satu organisasi pembebasan kemerdekaan Negeri Acheh dari pihak penjajah RI.

Kemudian soal syariat Islam di Negeri Acheh yang didasarkan kepada UU No.18 tahun 2001 buatan DPR dan Pemerintah Megawati yang diterapkan di Acheh itu isinya penuh kebohongan dan akal bulus pihak DPR dan pihak Pemerintah Acheh terhadap seluruh rakyat Acheh.

Bagaimana di Negeri Acheh disuruh diterapkan syariat Islam, sedangkan di wilayah RI lainnya, itu sumber hukum pancasila masih tetap saja dipertahankan dengan kuat. Itulah munafik para pimpinan Pemerintah RI, DPR dan MPR ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 3 Jul 2004 00:02:37 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Bapak Ahmad Sudirman cs Belajarlah Kepada Sdr Sumitro Tentang Ayat Mutasyabihat dan Ayat Mukhkamat
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bapak Ahmad Sudirman cs Belajarlah Kepada Sdr Sumitro Tentang Ayat Mutasyabihat dan Ayat Mukhkamat.

Wah capek juga yaaa berdiskusi/berdebat dengan Bapak Ahmad Sudirman cs ( Pak nggak usah mempertahankan pendapat bapak yg hanya di benarkan oleh kalangan bapak saja). Coba perhatikan dan baca yg dalam-dalam lagi setiap saya mengomentarinya, dia (Bapak Ahmad Sudirman cs) bisanya (maaf) cuma itu-itu saja.

Bapak Ahmad yg kami hormati sekali lagi bacalah komentar saya dan jawablah (komentarilah) dengan menggunakan ilmu agama islam yg begitu banyak. Untuk contoh saja saya pernah menyodorkan surat al-zalzalah ayat 7 dan 8. Bapak Ahmad setelah membaca ini dia tidak mengomentari padahal tafsiran ayat 7 tsb berhubungan erat dengan tingkatan amal manusia di syurga nomer dua dari bawah.

Kemudian dulu saya pernah bertanya kepada bapak mengenai OPSI, YA bebas dr RI dan TIDAK bebas dari RI, akan saya copykan pertanyaan saya kepada Bapak Ahmad Sudirman "Seandainya setelah OPSI tsb ternyata banyak rakyat aceh yang menginginkan TIDAK bebas dari RI maka keputusan tersebut harus di patuhi. Naaah apa bapak menjamin tidak ada permusuhan lagi antara Anggota GAM/TNA terhadap TNI/RI (setelah mereka banyak yg memilih TIDAK bebas dari RI) ? seandainya Anggota GAM tetap menginginkan kemerdekaan ( yang ternyata banyak rakyat aceh yang tetap ingin TIDAK bebas dari RI ) bahkan mengadakan perlawanan terhadap RI secara membabi buta maka apa yang akan bapak lakukan terhadap GAM ? apa bapak akan balik menasehati atau malah ikut menyerang GAM dengan sungguh-sungguh dan berpihak kpd RI maksud saya tidak memusuhi RI ?

Ada keraguan di hati saya , seandainya memang banyak rakyat aceh yg menginginkan TIDAK bebas dari RI maka Anggota GAM/TNA tetap akan berjuang untuk kemerdekaannya bahkan mungkin perlawanannya akan lebih dahsyat lagi ( ingat lho pak tidak semua Anggota GAM/TNA itu orang-orang yang bersih, beriman ) bapak bayangkan saja perjuangan mereka (GAM/TNA) yang berpuluh-puluh tahun dan mengorbankan harta dan jiwa bahkan nyawa sekaligus, tetapi ternyata banyak rakyat aceh yang menginginkan TIDAK bebas dari RI, kemungkinan mereka Anggota GAM/TNA akan kecewa dg rakyatnya, pak keadaan ini tidak semudah kita membalikkan tangan....

Kemudian saya mau bertanya kepada bapak bagaimana solusi bapak agar tidak terjadi peperangan antara GAM/TNA melawan RI untuk yang akan datang (mengingat OPSI tsb tidak di setujui RI) ? Yang jelas bagi saya umat islam, menginginkan keadaan yang damai, sejahtera tanpa ada pertumpahan darah serta tegaknya syariat islam ( ingat memperjuangkan syariat islam tidak di ajarkan Rosul dengan cara kekerasan melainkan dengan cara, nasehat yang hikmah dan bijaksana). Perang pada zaman Rosul dahulu adalah perang terhadap orang-orang kafir harby...sedangkan terhadap orang-orang islam yang munafik, fasyik dll perangnya tidak sama dengan bagaimana cara memerangi orang kafir harby...Perang atau jihad jangan di identikkan dengan membunuh apalagi terhadap sesama muslim. Buka itu hukum pembunuhan dalam Al-qur'an, di sana diterangkan
bahwasanya membunuh orang-orang kafir jimmi di hukum membayar diat dan memerdekakan
seorang budak kalau tidak bisa maka harus berpuasa 2 bulan berturut-turut. Sedangkan kalau membunuh orang islam ( tidak di terangkan islam yang bagaimana) hukumannya tidak lain adalah neraka jahannam ( ini Al-qur'an jangan di terjemahkan seenaknya saja tanpa mengetahui syarat-syarat untuk menafsirkan ayat Al-qur'an).

Tolong pak Ahmad dijawab/komentari dulu tuh pertanyaan saya terutama yang menyangkut hokum pembunuhan, jawab dan komentari dengan menggunakan hujjah yg jelas.

Kemudian setelah saya menjabarkan kaum khowarij yang dilandasi dengan dalil-dalil aqli maupun naqli yang shahih, kenapa bapak Ahmad Sudirman tidak mau mengomentarinya ? padahal dulu katanya GAM/TNA bukan kaum khowarij dengan alasan yg akan di perjuangkan demi tegaknya islam/demi keadilan rakyat aceh.

OOO yaaa saya tidak menyangka ternyata sdr sumitro ini juga faham bahwasanya di dalam kandungan makna Al-qur'an ada dua yaitu ayat mutasyabihat dan mukhkamat. Mengenai Surat Al-maidah ayat 44, 45, 47 ( ayat mutasyabihat) saya akan mengibaratkan dalam kehidupan sehari-hari, anggap saja saya ini seorang guru agama pada SD, saya menyuruh kepada anak didik saya untuk membaca dan menterjemahkan surat al-maidah ayat 44. Setelah selesai saya bertanya kepada murid-murid saya " Jadi orang yang berhukum kepada hukum non islam siapa anak-anak ? merekapun akan menjawab dengan serentak orang kafir, dlolim, fasyik pak ( anak SD pun tahu pak ). Nah untuk mengetahui apakah ayat yang satu dengan ayat yg lainnya berhubungan atau berdiri
sendiri dan utk mengetahui makna yg sebenarnya maka diperlukan ilmu hadist, ilmu fiqih, ilmu asbabun nuzul dll. Setelah kita mempelajari semuanya maka terutama ilmu asbabun nuzul dapat disimpulkan diturunkan surat Al-maidah ayat 44,45 47 ini kepada kaum yahudi, nasrani ( jelas kalau mereka orang kafir) dan ayat tsb tidak di mansukhkhan jadi dengan demikian ayat tersebut berlaku juga untuk islam tetapi sebelum kita menggolongkan mereka sebagai orang kafir maka di perlukan ilmu fikih yang berdasarkan hadits shohih, tafsiran sahabat Rosul dll., karena mengapa karena ini berhubungan dengan orang islam. Apalagi setelah kita melihat tngkatan-tingkatan amal seseorang nanti di syurga jelas di situ haditsnya hadist shohih bahkan diperkuat dengan ayat al-alqur'an lagi seperti al-humazah ayat 7/8, tafsiran sahabat dan jumhur ulama. Maka dari itu untuk mengetahui makna sebuah ayat Al-qur'an kita harus mengetahui mana itu ayat mutasyabihat dan mukhkamat seperti yang telah di perjelas sdr Sumitro.

Kemudian kalau kita pelajari itu pengertian Kaum Khowarij maka jelas jadinya siapa itu kaum khowarij. Pak Ahmad cs saya tidak mengatakan bahwasanya orang yang di luar kelompok saya (yg tdk sependapat) adalah kaum khowarij. Bapak menuliskan "Dengan cara mudah mengelompokkan orang-orang atau kelompok lain yang berada diluar kelompok mereka dan tidak sependapat dengan jalan pikiran mereka, maka dimasukkanlah kelompok-kelompok lain kedalam golongan menurut dasar pemikiran yang mereka gali".

Pak Ahmad mana mungkin itu Rokhmawan berani menggolongkan suatu kaum ke dalam kaum khowarij kalau tidak mengetahui sejarahnya secara luas. Dan yang jelas kami semua menggolongkannya berdasarkan ilmu dengan hujjah yang jelaaas skali yaitu dengan dalil aqli maupun dalil naqli yang shahih. Dalil aqli yang kami ambil jelas itu kesepakatan ulama/sebagian besar ulama, bahkan Rosulullohpun dan para sahabatnya juga berpendapat sama terutama terhadap ciri-ciri kaum khowarij. Perlu saya perjelas salah satu cirri kaum khowarij adalah merekah jahil terhadap fitrah manusia, hokum fiqih dan syariat islam. Sudah jelas bahwasanya manusia tidak luput dari salah dan dosa baik dosa besar maupun dosa kecil walaupun begitu sebagai orang yang beriman kita harus memperbaiki kesalahan/dosa-dosa yg kita lakukan dengan banyak berbuat keshalehan, "Sesungguhnya perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan jelek". Nah kalau orang khowarij, mereka menganggap manusia itu wajib terluput dari bersalah dan berdosa, ini bisa kita lihat dari pendapat mereka yang mengatakan orang islam yang berbuat dosa terutama dosa besar termasuk orang kafir. Mereka menganggap orang islam yg dlolim, fasyik dll adalah kafir (na'udzubillahimindzalik), alangkah mudahnya mereka menganggap begitu.

Bapak juga menulis "Setelah saudara Rokhmawan tidak bisa memberikan alasan yang kuat untuk membantah dasar hukum surat Al-Maidah ayat 44, 45, dan 47 yang telah ditetapkan Allah SWT yang diberlakukan kepada kaum Yahudi (ayat 44, 45) , dan Nasrani (ayat 47), tetapi oleh Al Qur'an dibenarkan dan tidak dimansukhkan, maka syariat untuk kaum Yahudi dan Nasrani itu berlaku kepada kaum muslimin juga. Dan seluruh ulama berhujjah dengan ayat-ayat ini. Sebagaimana yang ditafsirkan oleh Hasbi Ash Shiddieqy(Al-Bayaan, Bag. 1, hal. 412)".

Justru bapak Ahmad cs ini yang tidak bisa mempertahankan dengan dalil (aqli dan naqli) yang kuat, mereka hanya berhujjah dengan Al-maidah 44, 46, 47. Kemudian kaum khowarij jahil terhadap ilmu fikih buktinya apa ? sudah saya jelaskan ilmu fiqih yang saya gunakan berdasarkan jumhur ulama, tafsir sahabat rosul bahkan hadis shahih, tetapi masih juga di sanggahnya, memangnya kita bisa berjalan dengan benar hanya menggunakan al-qur'an saja tanpa hadits shahih. Kalau saya pribadi mengibaratkan bahwasanya Al-qur'an itu bagaikan Mata kepala dan mata hati kita sedangkan Al-hadits yg shahih ibarat kaki kita, apabila kita hanya punya mata hati
dan mata kepala maka selamanya kita tidak bisa berjalan sebaliknya apabila kita hanya mengandalkan kaki kita untuk berjalan maka kita akan nabrak-nabrak oleh karena itu kedua-duanya harus diperlukan. Bagitu pula dengan Al-qur'an dan Al-hadits yg shahih. Padahal Alloh SWT berfirman " Taatlah kepada Alloh dan Rosul-Nya dan ulil amri". Rosulullohpun pernah
bersabda "Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 golongan yang 72 akan masuk
neraka dan yang satu akan masuk syurga". Lalu para sahabat beratanya, siapa itu yang masuk syurga ?. Rosulullohpun bersabda "dia adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah". Yang di namakan Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bukan suatu golongan tertentu tetapi yang jelas dia bisa memahami dan mengamalkan apa yg dinamakan Alhus Sunnah Wal Jamaah. Kapan-kapan insyaAlloh akan saya kupas.

Kemudian kaum khowarij juga jahil terhadap syariat islam yang begitu banyak, mereka menganggap syariat islam hanya berhubungan dengan masalah yang dlohir saja seperti hokum rajam, potong tangan dll. Syariat islam adala semua peraturan Alloh SWT yg mengatur kehidupan beragama baik itu yang berhubungan dg Alloh SWT maupun yg berhubungan dg manusia, baik itu yg bersifat dlohir maupun batin, baik itu yg bersifat infirodi maupun jama'i.

Bapak Ahmad menulis "Saudara Rokhmawan, saudara tidak sadar dengan kelompok saudara berada dibawah Pemerintah RI yang tidak mencontoh kepada apa yang selalu didengung-dengungkan oleh saudara dan akhli shalaf atau akhli yang katanya lebih dekat kepada Rasulullah saw dan para Sahabat".

Siapa yang bilang kalau Manhaj yang saya ikuti berada di bawah RI, memang saya akui
Pemerintahan RI tidak sesuai dengan apa yang ada pada kami tetapi bukan berarti saya
mendukungnya 100 %. Padahal apabila bapak melihat secara langsung apa yg manhaj kami
lakukan terhadap orang yang tidak sesuai dg Al-qur'an dan Al-hadits maka bapakpun
akan mengatakan inilah contoh perjuangan/dakwahnya Rosululloh yang sesungguhnya.

Dalam berdakwah kita harus melihat seperti dakwahnya Rosululloh SAW yaitu dengan
hikmah dan bijaksana, sebelum memberlakukan hokum syariat islam (seperti yg slama
ini anda fahami yaitu hokum had, rajam dll) maka ada langkah-langkahnya yang di
perlukan terlebih dahulu. Kita jangan tergesa-gesa dalam memberlakukan hukum had,
potong tangan, rajam dll di daerah atau wilayah negara yang tidak 100 % penduduknya
islam.

Sedangkan yang terjadi pada NII, GAM/TNA dll mereka tergesa-gesa dalam berdakwah (ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW). Untuk contohnya saja mereka ingin segera memberlakukan syariat Islam (hokum had, rajam dll) tanpa mengetahui langkah-langkahnya terlebih dahulu/syarat yg diperlukannya. Mereka (NII, GAM dll) menganggap bahwasanya kaum yg memusuhinya baik itu NU, Muhammadiyah dll dianggap musuh islam (kafir) lihat saja dalam Qonun Asazinya, memangnya ada dasarnya pak, maksud saya dalil naqlinya ? memangnya islam itu hanya NII, GAM/TNA ? sehingga mereka langsung saja mengkafirkan orang baik islam maupun non islam yg memusuhinya adalah musuh islam(kafir).

Kemudian bapak juga menyarankan kepada saya/kelompok manhaj saya untuk meluruskan RI, bapak kalau menulis jangan asal tulis saja (jangan menyangka kalau golongan kami tidak mencoba meluruskannya), permasalaahannya adalah karena bapak ada dan berlindung di bawah ketiak negara swedia yg mayoritas penduduknya non-islam, jadi bapak nggak bakal tahu yang terjadi pada RI. Pak kami banyak menerbitkan buku bahkan majalah islam yang isinya secara garis besar bagaimana pentingnya menuntut ilmu, berdakwah yg sesuai dg Rosululloh SAW. Saya sarankan kepada bapak kalau bapak mau bukti/fakta yg nyata, silakan bapak kembali ke Indonesia dan belilah buku-buku yang telah kami terbitkan seperti Majalah Ash Shunnah dll. Kebetulan di dekat tempat tinggal saya telah berdiri sebuah pondok pesantren yaitu Pondok Imam Bukhori.

Seandainya bapak mau mempelajari Manhaj kami dan melihat kegiatan yg kami lakukan maka bapak baru akan percaya bahwasanya kami tidak tinggal diam melihat pemerintahan RI terutama masalah aceh ( maksud saya kami mencoba meluruskan/menunjukkan jalan yang benar sesuai dengan Manhaj kami yang di dasari dengan dalil aqli dan naqli yg shohih kepada mereka/RI). Tetapi yang jelas tidak sama dengan perjuangan aceh yang dengan menuntut kemerdekaan/keadilan sehingga berakhir dengan bunuh membunuh (ini tidak di contohkan sama sekali oleh Rosul) apalagi terhadap umat islam.

Kemudian bapak Ahmad Sudirman "Apakah tujuan utama jamaaah saudara berada di Negara RI yang kafir ini saudara Rokhmawan, apakah sama dengan tujuan utama NII, Hizbut Tahrir, LDII, Hizbut Tahir, GAM dan TNA"?

Kalau bapak membaca komentar saya dengan teliti dan seksama maka akan ditemukan
bahwasanya tujuan kami/manhaj kami adalah sama dengan tujuan NII (bahkan lebih dari
itu), hanya saja kami tidak akan merubah negara Indonesia menjadi NII tetapi yang akan kami robah adalah system yg di gunakan didalamnya, akan kami luruskan bahwasanya sumber dari segala sumber hokum adalah Al-quran dan Al-hadits yg Shahih. Tidak hanya itu tujuan kami, kami juga memberantas kebid'ahan dalam beragama, masih banyak sekali tujuan dari jamaah kami dan yang jelas kami akan membetulkan aqidah mereka.

Kemudian bapak juga bertanya kepada kami apakah kami mendukung megawati ? coba bapak pelajri dulu komentar saya yang intinya jelas saya/kami tidak mendukungnya.

Kemudian bapak menulis "Apakah saudara Rokhmawan dan kelompok saudara menganggap Pemerintah Megawati sama seperti Pemerintahan pada masa dibawah pimpinan Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abu Thalib ? Sehingga menuduh dan mengelompokkan orang-orang yang berjuang untuk kemerdekaan Negerinya adalah sebagai
kelompok khawarij"?

Jelas pemerintahan di Indonesia ini sejak dulu sampai sekarang tidak pernah sama dengan pemerintahan Khulafaurro Syidin bahkan bertentangan.

Saya/kami tidak menuduh tapi mengelompokkan NII, LDII, GAM/TNA dll kedalam kaum khowarij karena mereka cirri-cirinya sama seperti cirri-ciri kaum khowarij dulu dani ni bukan pendapat kami saja tetapi ini ada dalilnya yg shahih.

Wallohu 'alam Bi Showab

Rokmawan

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------