Jakarta, 5 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BUKAN KARENA BEDA AQIDAH TETAPI BEDA DAULAH
Salman
Jakarta - INDONESIA.

 

TATI MELAMBUNGKAN ISUE-ISUE NGAWUR TIDAK LEBIH DARI UPAYA MENGHINDAR DARI PERASAAN BERDOSA KARENA TIDAK IKUT MEMPERTAHANKAN DAULAH ISLAMIYAH

Subhanalloh, saudari Tati ini bicaranya keras juga, udah gitu bisanya cuman jadi pengikut tanpa mau lebih ingin belajar faham mengenai Islam dengan nash (dalil naqli wal aqli).

Menanggapi isue-isue ngelantur tanpa substansi nash seperti yang diungkapkan saudari Tati ini, saya hanya ingin memberikan muhasabah pada kita semua (khususnya para mujahid mujahidah Daulah Islamiyah), bahwasanya isue-isue ngawur tersebut, jika direnungkan dengan bening hati, sebetulnya tidak lebih dari sekadar upaya menghindar dari perasaan berdosa karena tidak ikut mempertahankan Daulah Islamiyyah. Sebenarnya secara pribadi, mereka (semisal saudari Tati) pun sadar bahwa tidak ada yang pantas dibela dan dibangun oleh seorang muslim, selain Daulah Islamiyyah yang menjungjung tinggi Dienul Islam. Namun karena mental tidak siap, akhirnya 'mengobati hati' dengan meyakin-yakinkan diri bahwa Daulah Islamiyyah itu salah dan harus ditinggalkan.

Secara psikologis, salah satu cara untuk menghilangkan keresahan jiwa akibat tidak membantu sesuatu yang benar, adalah dengan cara menyalahkannya.

Kasus-kasus seperti ini sering dipaparkan Qur`an, diantaranya Qur`an S. 3:156, S.8:49-51, S.9:42&81-83, S. 33:13-14. Jadi kalau bertemu dengan orang seperti itu, jangan langsung terpancing emosi. Ucapkan saja dalam hati "Shodaqollohul `adhim", mahabenar Alloh dan Mahasuci Dia yang telah mempertemukan kita dengan orang-orang yg dilukiskan dalam kitab-Nya. Bila memungkinkan untuk didakwahi, anda dakwahi. Jika tidak (ngeyel), doakan saja semoga Alloh membukakan hatinya disamping tetap meneguhkan hati kita. Hati-hati, jangan sampai teracuni ocehan kaum muawwiqin di antara mereka (Q.S. 33:18).

Jadi, bila mujahid Daulah Islamiyyah berjumpa mereka, tidak perlu marah, sebab begitulah keadaan mental rakyat yang negaranya sedang berperang dengan Daulah Islamiyyah! Sekalipun mereka muslim, tapi tentu kapasitas mental muslim dzimmi tidaklah sama dengan mereka yang masih berkobar api jihad di jiwa! Ini perlu dimaklumi ...

Bagi orang seperti ini, walaupun dalil-dalil yang kita sampaikan sejelas matahari di siang bolong, mereka tetap akan 'menggelapkannya' dengan berbagai dalih nafsunya.

Masalahnya memang bukan karena beda aqidah, tapi beda Daulah. Karenanya wajar kalau praktik amal dan wawasan tidak sama, sebab kaki berpijak pada tempat yang berbeda.

Hemat saya, bayangkan saja dalam hati, kira-kira kalau negara Islam itu sudah (de facto dan de yure) ke luar ke dalam, tegasnya utuh, merdeka dan berjaya, orang ini akan protes dan bersikeras mau keluar dari wilayah negara Islam atau tidak ? kalau jawabannya "Tidak!" Ah..sudahlah, berarti orang ini memang calon warga negara Islam yang baik di masa depan, hari ini dia ngomong macem-macem cuma karena berat untuk ikut saja, enggan menata dari awal, toh nantinya kalau sudah ada, dia pun akan menikmatinya juga. Sudahlah... biar dipaksa-paksa juga kalau memang bakatnya cuma jadi 'rakyat masa depan', agak sukar diajak sekarang, kita dengar saja bagaimana kilahnya bila Daulah Islamiyyah berjaya kelak!

Wallohu`alam bishowab.

Ya Muallifal qulub, allif baina qulubinaa fi sabilikal haqq, aamiin.

Salman

imarrahad@eramuslim.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Thu, 1 Jul 2004 23:24:20 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: ABU BASHIR MUNCUL DI SAAT-SAAT SETELAH PERJANJIAN GENCATAN SENJATA HUDAIBIYAH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, siliwangi27@hotmail.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp
Cc: mitro@kpei.co.id, hassan.wirajuda@ties.itu.int, megawati@gmx.net, alchaidar@yahoo.com, bang_iyan@eudoramail.com, netty_suwarto@hotmail.com, rpidie@yahoo.com, sofyanis@plasa.com, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, pdmdnad@telkom.net, om_puteh@hotmail.com

Pa khabar Kang USTADZ Ahmad?

Menarik sekali tulisan akang ini koq mirip dg kehidupan akang and perjuangan bapak Akang si Hasan Tiro and The GAM, sesuai dg tulisan akang dibawah ini saya warnai ya.. Lalu, Abu Bashir pergi meninggalkan Madinah pergi kesatu tempat di dekat pantai Laut Merah. Abu Jandal juga yang telah dikembalikan ke Mekkah berusaha untuk melarikan diri dan bergabung dengan Abu Bashir. Makin banyak yang melakukan cara seperti yang dilakukan oleh Abu Bashir ini. Sehingga ditempat itu menjadi tempat berkumpulnya orang-orang Islam Mekkah yang keluar dari Mekkah tetapi tidak bisa diterima oleh Madinah, karena terikat perjanjian gencatan senjata Hudaibiyah dst (baca dibawah..dg warna merah)

Ha ha kang ustadz Ahmad sebenarnya anda cs, plus Hasan Tiro and The Gank (satuan GAM-nya) niru2 gaya Abu Basyir ya minta PENGAKUANKAN ?! Kalo Abu Bashir bisa diterima di Madinah oleh Rasulullah, kenapa juga Akang cs, plus Hasan Tiro and The GAM gak diterima hidup bebas di negara saya INDONESIA Tercinta! Artinya MAAF-IN deh kami ! Tidak lah YaOu ! jadi mendirikan agama Islam kan Cuma KEDOK or TOPENG.buat nutupi tingkah laku kejahatan yg sesungguhnya. Duh..malangnya..si Akang Ahmad cs, demi teriakin "AKU INGIN PULANG" sampe berbuat si nekad ini, jadi kacung Hasan Tiro (maaf ..Al Ustadz Ahmad Sudirman) yg diiming-imingi jadi MENTRI PENERANGAN & AGAMA walau dimilis ini aja dulu.

Akang taukan di jaman Rasulullah saja, orang Islam Mekah yg ingin keluar keMadinah setelah ada perjanjian, ditolak ama Nabi. padahal sudah luka2. malah dibiarkan menghuni daerah tak bertuan. apalagi kelompok Akang yg mo mengacaukan negara kami. Siapa yg gak MARRRRAH....!!! Orang negara kami jelas2 punya kedaulatan.

Kecuali akang cs (para pelarian), Hasan Tiro and The GAM kumpul di pulau tak bertuan atau yg saya referensikan di dekat SELAT KRA mo bikin heboh,bikin kejahatan,nodong ya terserah atau mo bikin Dynasti Umaiyah Baru, Silahkan!.kenapa sih.. niru jaman Rasulullah koq yg jeleknya menghalalkan segala cara-nya si Abu Basyir. Jadi inilah yg dijadikan panduan dan acuan dari kalangan akang ahmad cs, buat pembenaran apa yg dilakukan di Aceh, buat taktik juga ya..utk DIAKUI?!

Saya tidak percaya 100% pihak Akang plus Hasan Tiro bisa menegakkan Hukum Islam dg benar! 10% aja sy tidak yaqin anda bisa lakukan! Krn tanpa mengenal orang-orangnya berdasarkan tulisan serta rujukan yg diambil semuanya MENYIMPANG!. Niatnya kelihatan cuma satu; PENDUDUKKAN HASAN TIRO AND THE GAM-nya berkuasa di Aceh. Dan "INGIN PULANG" mereka2 yg terbuang/pelarian. Sementara sejarah aceh yg dikutak atik or revisi serta penolakan dg mengulang-ulang suatu alasan itu semua LIPS SERVICE ! adapun korban-korban yg yg tak bersalah berjatuhan, itu sudah di SET agar pemerintah kami memperhatikan,mensetujui KEINGINAN Anda-anda semua .

Buat Pak Husaini Daud seperti kata anda: Ustaz Ahmad Sudirman Dia itu "Hujjatulislam" Tak seorangpun mampu mematahkan argumentasinya. Lihat betapa banyak orang-orang hebat dalam system Hindunesia-Jawa, tak satupun dapat mematahkan Hujjahnya.

(jelas dong..orang ustadz Ahmad orangnya Ngeyel, ngotot lagi maksain pendapat. Inikan ciri-ciri/type kumpulan Anda... ngapain juga cendekiawan kami urun rembuk disini GAK LEVEL! sedangkan menjawab komentar Pak Rohmawawan yg lurus aja Ahmad Sudirman gak bisa.
Ngomong sama Ahmad Sudirman kan enaknya ngelantur! Niru gayanya yg nulis suka2. e..gak boleh marah ya pak..Istighfar)

Wassalam,

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------