Stockholm, 6 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU GUS DUR & TNI KALAU MELANGGAR KONSTITUSI SALAH FATAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SUMITRO ITU ABDURRAHMAN WAHID ALIAS GUS DUR DAN TNI KALAU MELANGGAR KONSTITUSI ATAU UUD 1945 MENURUT HUKUM DI NEGARA PANCASILA ADALAH SALAH FATAL

"Bukan itu yang diperhitungkan bang Mamad (ma'af Ahmad maksudnya) untuk situasi saat itu bisa saja TNI dalam hal ini Meliter mengambil alih kekuasaan tapi itu tidak dilakukan karena menurut SBY hal itu tidak mencerminkan demokrasi sesuai dengan apa yang menjadi tujuan hidup bernegara dari seorang bernama SBY. Terlepas apakah DPR/ dan Megawati itu setuju atau tidak yang jelas kartu as ada pada SBY dan anda tahu konflik yang terjadi dalam tubuh TNI saat itu Ahmad sedikit saya bocorkan bahwa saat keinginan GD mengeluarkan Dekrit maka dalam TNI ada konflik dimana satu sisi ada yang mendorong supaya militer mengambil alih dan kubu lain menentang. Nah yang menentang Meliter ambil alih kekuasaan pada waktu itu diantaranya SBY, makanya sebagai pejabat yang punya hak dan otoritas untuk mengambil keputusan maka SBY dengan jiwa demokrasi dan nasional yang tinggi MENOLAK mentah2 keputusan GD walaupun akhirnya Beliau di pecat." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 6 Jul 2004 12:18:50 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Itu omong kosong kalau TNI mau mengambil alih kekuasaan atau kudeta terhadap Gus Dur? Cerita dibuat-buat saja oleh pihak TNI, biar dianggap pahlawan kesiangan. Yang jelas itu siapa saja baik itu Presiden Abdurrahman Wahid atau TNI yang melanggar Konstitusi atau UUD 1945 Negara sekular Pancasila adalah salah fatal dan telah menyimpang jauh dari jalur hukum yang berlaku di Negara sekular Pancasila ini.

Disinilah akar masalahnya. Mengapa itu Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saya katakan bodoh ?. Karena saya katakan Gus Dur itu bodoh, dia tidak memahami dikeluarkannya Dekrit Presiden untuk membubarkan Parlemen (DPR dan MPR) adalah bertentangan dengan konstitusi atau UUD 1945 Negara sekular Pancasila. Berlainan sekali dengan apa yang dilakukan oleh Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959. Penjelasannya telah saya kemukakan dalam tulisan sebelum ini.

Kalau itu konflik dalam tubuh TNI, dimanapun selalu ada konflik, baik itu dalam tubuh TNI ataupun dalam tubuh Kabinet Gotong Royong Megawati ataupun dalam Kabinet Gus Dur dulu diantara para anggota Menteri Kabinetnya.

Jadi, itu Susilo Bambang Yudhoyono bisa saja pada waktu itu mengetahui bahwa Dekrit yang dibuat oleh Presiden Abdurrahman Wahid dasar hukumnya lemah. Tidak ada ditunjang oleh dasar hukum UUD 1945. Malahan justru menghancurkan UUD 1945 itu sendiri. Karena itu Susilo Bambang Yudhoyono tidak patuh pada perintah Presidennya. Karena memang Presidennya bodoh dalam hal mengeluarkan Dekrit pembubaran Parlemen.

Kemudian itu kalau Pemerintah RI yang dipimpin oleh orang-orang yang haus kekuasaan dibiarkan merajalela di Negeri Acheh, maka akan terus saja dibuat seenak-perut sendiri melakukan pelanggaran kejahatan HAM terhadap rakyat Acheh.

Karena itu mata masyarakat dunia Internasional dan PBB makin terbuka bahwa kalau dibiarkan itu kelakuan Pemerintah RI dan TNI-nya melanggar HAM berat di Acheh, konflik Acheh akan terus memanas dan tidak mungkin bisa diselesaikan. Sehingga akibatnya menimpa kepada negara-negara terdekat.

Lalu, itu pelanggaran yang dilakukan oleh pihak GAM dan TNA, jelas kalau ada fakta dan buktinya, silahkan tampilkan, jangan hanya cuap saja. GAM melanggar HAM, GAM membunuh, tetapi fakta dan buktinya hanya dibuat-buat saja oleh pihak TNI/POLRI.

Lihat saja itu yang dikatakan fakta dan bukti yang disodorkan oleh pihak Pemerintah RI, waktu itu oleh pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono kepada pihak Pemerintah Swedia. Ternyata setelah dipelajari secara mendalam, eh, rupanya fakta dan buktinya setelah diajukan kehadapan Tim Hakim Pengadilan Huddinge, Swedia dinyakan bahwa semua fakta dan bukti itu tidak lengkap dan tidak kuat alias gombal.

Jelas, saudara Sumitro itu rakyat Acheh sedang berjihad melawan penjajah RI yang telah menugaskan para serdadu TNI-nya yang sudah disumpah untuk setia kepada pancasila dan UUD 1945 sekular untuk menyerang dan membnunuh rakyat Acheh. Itu sumpah setia pada pancasila dan UUD 1945 adalah sumpah setia yang menyimpang dari Islam.

Jangan ketakutan saudara Sumitro kalau rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila sekarang ini sedang berjihad melawan pihak penjajah RI yang sumber hukum negaranya pancasila yang bukan Islam.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO ITU KERJA YUDHOYONO NOL UNTUK ACHEH BUKAN UNTUK ABDUR RAHMAN WAHID
Date: Tue, 6 Jul 2004 12:18:50 +0700

Bukan itu yang diperhitungkan bang Mamad (ma'af Ahmad maksudnya) untuk situasi saat itu bisa saja TNI dalam hal ini Meliter mengambil alih kekuasaan tapi itu tidak dilakukan karena menurut SBY hal itu tidak mencerminkan demokrasi sesuai dengan apa yang menjadi tujuan hidup bernegara dari seorang bernama SBY. Terlepas apakah DPR/ dan Megawati itu setuju atau tidak yang jelas kartu as ada pada SBY dan anda tahu konflik yang terjadi dalam tubuh TNI saat itu Ahmad sedikit saya bocorkan bahwa saat keinginan GD mengeluarkan Dekrit maka dalam TNI ada konflik dimana satu sisi ada yang mendorong supaya militer mengambil alih dan kubu lain menentang.

Nah yang menentang Meliter ambil alih kekuasaan pada waktu itu diantaranya SBY, makanya sebagai pejabat yang punya hak dan otoritas untuk mengambil keputusan maka SBY dengan jiwa demokrasi dan nasional yang tinggi MENOLAK mentah2 keputusan GD walalupun akhirnya Beliau di pecat.

Jadi keputusan tidak dikeluarkannya dekrit saat itu prosesnya tidak segampang yang anda (Ahmad) bayangkan karena proses keputusan itu luar biasa beratnya.Jadi bang Ahmad jangan asal ngomong saja apa lagi bang Ahmad sampai menyatakan GD bodoh segala wong seorang kyai kok dibilang bodoh anda katany ustadz dididik dimana sich agama anda?. Anda menilai rencana GD dengan Dekrit jangan dilihat secara lahiriah saja tapi anda juga harus mempelajari dan mempertimbangkan kenapa GD berencana mengeluarkan dekrit dan apa yang melatar belakangi hal tersebut. Jadi jangan langsung anda bilang GD itu bodoh.

Kemudian anda menyatakan: "Sudara Sumitro, itu Susilo Bambang Yudhoyono akan kalangkabut nanti ketika menerapkan visi dan misinya di Acheh. Mengapa ? Karena mata dunia Internasional dan PBB akan terus menyorot kepada kelakuan Pemerintah RI yang telah melakukan pelanggaran HAM berat di Negeri Acheh dan Papua. Itu Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa bersembunyi lagi. Dunia Internasional dan PBB sudah siap untuk memantau dan melaporkan apa yang telah dilakukan pihak RI dan TNI/POLRI-nya di Negeri Acheh sebagai suatu pelanggaran kejahatan HAM terhadap rakyat Acheh. Dan tentu saja Negeri Acheh yang diduduki dan dijajah RI akan terus
diperjuangkan oleh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila."

HUSH ! para Senat Amerika anda bangga2 kan mereka itu siapa sich ? lihat saja apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Irak apakah mereka peduli terhadap pelanggaran2 HAM Amerika ( tentaranya) terhadap rakyat Irak ? Enggak usahlah banyak ngurusin pelanggaran orang sementara sendiri enggak sadar. Nach model Amerika ini yang bang ahmad bangga2kan ? ha ha ha.

Terus Anda juga menuduh TNI melanggar HAM terhadap masyarakat Aceh saya setuju itu karena ada beberapa oknum dari TNI yang melakukan itu tapi itu dilakukan diluar prosedur dan banyak dari mereka yang di hukum karenanya. Lantas bagaimana dengan GAM apakah bersih dari pelanggaran HAM? kenapa anda tidak mau mengakuinya ? karena Jihad ? iya ? JIHAD MBAHMU (jadi emosi denh aku)!

Kalian itu terlalu Egois mau menang sendiri. Bagi anda semua apa2 yang dilakukan GAM semuanya baik dan benar dan akhirnya alasannya karena JIHAD aduuuhhhhhhhhhhhhhh kalau bang Ahmad ada didepanku saat ini kepeluk erat anda dan aku pasti sedih dan terharu karena aku harus membawa anda yang cakep ini ke Rumah Sakit Jiwa. Sekian.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------