Stockholm, 6 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU SENATOR AS LEBIH BAIK DARI PADA SBY & PARA PENDUKUNG PENJAJAHAN DI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SUMITRO ITU PARA SENATOR AS LEBIH BAIK DARI PADA SBY & PARA PENDUKUNG PENJAJAHAN DI ACHEH

"Kok anggota2 senat AS tidak disinggung Mad ? kenapa ? anda tidak mengakui pendapat saya ? Terus anda menyuruh saya menyampaikan bukti2 GAM melanggar HAM terus bagaimana dengan cerita Tati, Netty dll atau berita2 dari para wartawan2 (media) tentang penyerangan yang dilakukan oleh GAM ? (GAM khan licik). Jadi anda setuju bahwa GAM itu sempurna dan tidak pernah melanggar HAM ?" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 6 Jul 2004 13:32:26 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Jelas saudara Sumitro, itu para Senator Amerika yang telah mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Kofi Annan yang isinya mendesak Sekjen PBB supaya mengangkat seorang Wakil Khusus Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Indonesia bagi memantau dan melaporkan keadaan di Acheh dan di Papua. Wakil Khusus ini nantinya akan memberikan rekomendasi kepada Dewan Keamanan PBB (Security Council) dan Majlis Umum (General Assembly) dalam langkah-langkah yang mungkin diambil untuk menghentikan konflik yang sangat merisaukan dan banyak membawa maut yang terus membakar kawasan-kawasan tersebut itu."

Mereka para Senator AS itu lebih baik ketimbang Susilo Bambang Yudhoyono dan para pendukung penjajahan di Negeri Acheh, termasuk saudara Sumitro sendiri, mengapa ?. Karena para Senator AS itu telah melihat pelanggaran kejahatan HAM yang dilakukan oleh pihak Pemerintah RI dan TNI-nya di Negeri Acheh.

Seharusnya yang malu itu adalah Presiden Megawati cs dan juga itu Susilo Bambang Yudhoyono yang membuat Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003. Tetapi, karena Megawati dan SBY keras kepala, maka dianggap sepi saja itu pelanggaran berat kejahatan HAM yang dilakukan terhadap rakyat Acheh di Negeri Acheh.

Coba apa kata itu Juru Bicara Mentri Luar Negeri Marty Natalegawa: "Thanks for the concern, but I think they have to focus on their own internal affairs" (Terimakasih atas perhatiannya. Tetapi saya berpikir mereka (para Senator US) harus memfokuskan kepada masalah dalam negeri mereka sendiri) (Ministry of Foreign Affairs spokesman Marty Natalegawa, The Jakarta Post, Sunday, Juli 4, 2004) .

Itu kan bahasa diplomasi umum sebagai alat dan kedok untuk menutupi kejahatan pelanggaran berat HAM di Negeri Acheh.

Seharusnya itu Jubir Menlu Marty Natalegawa kalau mau jujur, adil dan bijaksana akan menjawab: "Terimakasih atas perhatiannya. Kami akan melihat dan meneleiti kembali secara seksama dan kalau ditemukan fakta dan buktinya akan kami ajukan orang yang bersalah kedepan pengadilan HAM nasional di RI"

Ini kan tidak begitu jawaban dari Marty Natalegawa, kasarnya itu Jubir Mary menyatakan "urus saja itu negerimu, ngapain ikut campur urusan negara orang".

Jadi itu komentar Jubir Menlu Marty Natalegawa diatas terhadap surat para Senator AS kepada Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Kofi Annan, hanya sekedar untuk menutupi kebusukan dan kejahatan pelanggaran berat HAM yang dilakukan oleh pihak RI dan TNI-nya.

Tetapi, akhirnya akan terbongkar juga. Tidak bisa terus menerus disembunyikan itu palanggaran kejahatan berat HAM terhadap rakyat Acheh ini.

Memang itu pihak Pemerintah George W. Bush di Irak telah banyak melakukan pelanggaran berat HAM. Tetapi pihak Congress dan Senat tidak tinggal diam. Karena mendapat kritikan dari Congress dan Senat itulah pihak Administrasi Bush kelabakan dan mengakui kesalahan fatal yang dilakukan para serdadunya di Irak terhadap para tawanan Irak.

Lain di RI, semua pada diam. Apalagi itu saudara Sumitro. Mana berani saudara Sumitro mengatakan bahwa itu Megawati sedang menduduki dan menjajah Acheh. Kemudian akan disusul pula oleh Susilo Bambang Yudhoyono kalau terpilih jadi Presiden RI ke-6 untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Jelas itu saudara Sumitro pendukung berat SBY diam seribu bahasa tentang pelanggaran kejahatan berat HAM di Negeri Acheh yang dilakukan pihak TNI/POLRI.

Kemudian itu katanya saudara Sumitro punya fakta dan bukti pelanggaran HAM yang dilakukan GAM dan TNA seperti yang dikemukakan oleh saudari Tati dan saudari Netty. Coba saja kumpulkan kemudian kita uji satu persatu, apakah memang benar itu fakta dan buktinya. Jangan hanya sekedar menulis dan melemparkan begitu saja kedepan umum. Kemudian bercuap di mimbar bebas ini seenak perut sendiri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>,Waspada <waspada@waspada.co.id>
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO ITU GUS DUR & TNI KALAU MELANGGAR KONSTITUSI SALAH FATAL
Date: Tue, 6 Jul 2004 13:32:26 +0700

Kok anggota2 senat AS tidak disinggung Mad ? kenapa ? anda tidak mengakui pendapat saya ?

Terus anda menyuruh saya menyampaikan bukti2 GAM melanggar HAM terus bagaimana dengan cerita Tati, Netty dll atau berita2 dari para wartawan2 (media) tentang penyerangan yang dilakukan oleh GAM ? (GAM khan licik). Jadi anda setuju bahwa GAM itu sempurna dan tidak pernah melanggar HAM ?

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------