Stockholm, 7 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO & ROKHMAWAN ITU NEGARA KAFIR RI MENZHALIMI RAKYAT DAN MENJAJAH NEGERI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUDAH JELAS SUMITRO & ROKHMAWAN ITU NEGARA KAFIR RI PEMERINTAHNYA MENZHALIMI RAKYAT DAN MENJAJAH NEGERI ACHEH

"Bang Ahmad bagaiamana saya tidak mendukung argumennya pak Rokhmawan wong apa yang dilakukan oleh GAM itu sangat mirip dengan apa yg dilakukan kaum khawarij? Tahukah anda apa pemahaman Khawarij itu? Pemahaman Khawarij itu adalah pemahaman yang sesat! Pemahamannya telah memakan banya korban. Yang menjadi korbannya adalah orang-orang jahil, tidak berilmu dan berlagak punya ilmu atau berilmu tapi masih sedikit pemahamannya tentang dien ini, dan ini juga diterapkan oleh GAM pada anggota2nya dilapangan dimana mereka merekrut rakyat2 Aceh yang lugu untuk mengikuti mereka memerangi kaumnya sendiri.para pemuda aceh banyak menjadi korban." (Sumitro mitro@kpei.co.id , Wed, 7 Jul 2004 17:57:18 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Akhirnya memang kelihatan itu saudara Sumitro dan juga saudara Rokhmawan yang tidak mampu lagi memberikan alasan dasar hukum yang jelas, berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum bahwa Negeri Acheh ada dalam tubuh RIS, RI atau NKRI, ternyata alasan yang paling sederhana dan konyol menggolongkan ASNLF atau GAM dan TNA kedalam golongan Khawarij.

Begitu juga itu saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang tidak mampu memberikan alasan dasar kuat berdasar dalil nash yang kuat yang mempertahankan para pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Jelas saudara Sumitro itu Negara RI atau Negara pancasila adalah Negara kafir. Negara yang pemerintahnya dibawah pimpinan Presiden Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai kafir, zhalim, dan fasik, berdasarkan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Itulah Pemerintah Megawati dari Negara kafir RI yang sekarang sedang menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Dimana pasukan TNI/POLRI-nya terus membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Siapakah yang lebih jahat dan zhalim dibanding dengan apa yang telah dijalankan oleh para pimpinan Pemerintah RI dan TNI yang telah disumpah untuk taat dan setia menjalankan pancasila dan yang telah membunuh rakyat Acheh dan menjajah Negeri Acheh ?

Saudara Sumitro harus sadar kalian telah secara membabi buta tanpa ilmu pengetahuan Islam dan dalil nash yang kuat membela dan mendukung Negara kafir RI dibawah Pemerintah Megawati yang telah mengadakan tandingan dalam membuat aturan, hukum, dan undang-undang disamping aturan, hukum, dan undang-undang Allah SWT.

Pemerintah Megawati yang katanya tidak didukung dan tidak disokong oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya tetapi tetap dipertahankan kebijaksanaan politiknya dalam menduduki dan menjajah Negeri Acheh oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya.

Negara kafir RI dan Pemerintah Megawati yang telah digolongkan yang kalau dilihat dari apa yang dinyatakan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Asy-Sysikh yang menjelaskan perkataan Imam Ahmad: "Sehingga datang masalah yang tidak jauh berbeda dengan kekufuran itu", sebagai berikut:"Di antara kekufuran yang besar dan sangat jelas ialah menempatkan undang-undang yang terlaknat pada kedudukan wahyu yang diturunkan Jibril ke hati Muhammad saw, agar beliau menjadi salah seorang pemberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas. (lihat Tahkimul-kawanin, Mathabi'utsaqofah, Mekkah hal 1.)

Itulah Pemerintah Megawati, DPR dan MPR yang telah secara membabi buta "menempatkan undang-undang yang terlaknat pada kedudukan wahyu yang diturunkan Jibril ke hati Muhammad saw"

Begitu juga Pemerintah Megawati, DPR dan MPR dibawah Amien Rais berdasarkan nukilan lbnul-Qayyim sendiri dan perkataan Imam Ahmad menyatakan: "Sehingga datang masalah yang tidak jauh berbeda dengan bentuk kekufuran itu."Benar. Ternyata memang muncul masalah yang tidak jauh berbeda, bahwa menyingkirkan syariat, menganggapnya terbatas dan kurang. Sedangkan undang-undang modern lebih komplit dan bisa mensejajari kehidupan modern, merupakan kufur yang sangat jelas.

Itulah Pemerintah RI dibawah Megawati dan dibawah DPR dengan Ketua Umumnya Akbar Tandjung dan MPR-nya dibawah Ketuanya Amien Rais yang telah "menyampingkan syariat Allah dan menempatkan nafsu manusia pada kedudukan syariat termasuk sebagian perbuatan yang dikafirkan para ulama dahulu maupun sekarang, sebab hal ini terang-terangan mendatangkan mudharat terhadap agama. "Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. " (Al-A'raf: 54).

Itulah Negara kafir RI dibawah pimpinan Presiden Megawati, DPR dan MPR yang menurut Syaikhul-Islam Ibnu Thaimiyah berkata dalam buku Minhajus Sunnah: "Tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak percaya tentang kewajiban memutuskan hukum seperti apa yang diturunkan Allah terhadap Rasul-Nya, dia adalah orang kafir. Barangsiapa yang memperkenankan untuk memutuskan hukum di antara manusia dan menganggapnya sudah adil tanpa harus mengikuti apa yang diturunkan Allah, adalah orang kafir. Setiap umat tentu memerintahkan agar membuat hukum yang adil. Bisa jadi keadilan dalam masalah agama dilihat dari apa yang dibuat oleh para pemimpin mereka. Bahkan banyak orang-orang yang mengaku Islam, memutuskan hukum berdasarkan tradisi, tidak seperti yang diturunkan Allah, sebagai mana tradisi di kalangan orang-orang badui. Mereka beranggapan bahwa itulah yang harus diperbuat dalam memutuskan hukum di samping Kitab dan Sunnah. Ini juga dinamakan kufur. Memang banyak orang yang masuk Islam. Tapi mereka tidak memutuskan hukum kecuali berdasarkan tradisi-tradisi yang berlaku. Andaikata mereka mengetahui bahwa mereka tidak boleh berhukum kecuali kepada apa yang diturunkan Allah, tapi mereka tetap tdak mau mengikutinya, dan justru mereka berhukum kepada selain apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.(Majmu'atut-tauhid hal 278)

Itulah Pemerintah RI yang dipimpin oleh Megawati yang kebijaksanaan politiknya menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan TNI/POLRI-nya yang telah disumpah untuk taat dan menjalankan pancasila telah membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Dan jelas, sampai kiamatpun tidak akan bisa diqiaskan yang namanya Negara kafir RI dan Pemerintahnya yang telah menetapkan hukum Negaranya bersumberkan pada pancasila dengan Khilafah Islamiyah dibawah pimpinan Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Adalah suatu kebodohan kalau ada orang yang menganggap bahwa Khalifah Ali bin Abi Thalib bisa dijadikan qias bagi Pemerintah Negara kafir RI dibawah pimpinan Presiden Megawati.

Mereka yang menjadi pemimpin negara kafir RI dan yang mendukung kebijaksanaan politik menduduki dan menjajah Negeri Acheh adalah sama dengan para pimpinannya. Para pimpinan Negara kafir RI dibawah Presiden Megawati, DPR dibawah Akbar Tandjung dan MPR dibawah Amien Rais adalah telah berani secara terang-terangan melakukan tantangan terhadap Allah SWT dengan melakukan pembuatan lembaga pembuat aturan, hukum, dan undang-undang disamping aturan, hukum, dan undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Saudara Sumitro, saudara adalah telah secara sadar mendukung penghancuran, pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh, dan pembunuhan rakyat Acheh oleh TNI yang telah menyimpang dari Islam dengan cara setia dan taat kepada pancasila dan UUD 1945 sekular.

Dan mereka itulah yang dikenakan hukuman oleh Allah SWT sebagaimana tercantum dalam ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, kafir, zhalim, fasik.

Sadarlah wahai saudara Sumitro dan saudara Rokhmawan dan Salafi-nya bahwa saudara-saudaralah yang telah menyuburkan tindakan penyekutaun dalam hal pembuatan aturan, hukum, dan undang-undang disamping aturan, hukum, dan undang-undang Allah SWT di Negara kafir RI.

Kalianlah yang telah menjerumuskan seluruh rakyat Acheh dan Negeri Acheh kedalam kancah pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh penjajah RI dibawah perintah Presiden Megawati dan TNI/POLRI-nya.

Akhirnya, jelas negara kafir RI dan Pemerintahnya yang telah secara berani dan terang-terangan mengadakan tandingan terhadap Allah SWT dalam hal pembuatan hukum, itulah yang akan kena azhab Allah SWT baik di dunia ataupun kelak di akherat. Cepat atau lambat azab Allah SWT akan menimpa kepada negara kafir RI yang penuh dengan kemaksiatan di kota-kota besarnya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada <redaksi@waspada.co.id>
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO CERITA ACHEH ASAL CUAP
Date: Wed, 7 Jul 2004 17:57:18 +0700

Assalamu'allaikum,

Bang Ahmad bagaiamana saya tidak mendukung argumennya pak Rokhmawan wong apa yang dilakukan oleh GAM itu sangat mirip dengan apa yg dilakukan kaum khawarij? Tahukah anda apa pemahaman Khawarij itu? Pemahaman Khawarij itu adalah pemahaman yang sesat! Pemahamannya telah memakan banya korban. Yang menjadi korbannya adalah orang-orang jahil, tidak berilmu dan berlagak punya ilmu atau berilmu tapi masih sedikit pemahamannya tentang dien ini, dan ini juga diterapkan oleh GAM pada anggota2nya dilapangan dimana mereka merekrut rakyat2 Aceh yang lugu untuk mengikuti mereka memerangi kaumnya sendiri.para pemuda aceh banyak menjadi korban.

Dengan hanya bermodal semangat semu mereka ikut-ikutan mengkafirkan kaum muslimin dalam hal ini rakyat indonesia yang sebagian muslim hanya karena landasan hukumnya pancasila dan UUD'45.. Kalian kafirkan ayah, ibu, dan saudara-saudara kalian ( termasuk ibu,bapak dan saudara2 bang ahmad) yang tidak sealiran atau tidak sepengajian dengan kalian. Sebaliknya kalian menganggap hanya diri kalianlah saja yang sempurna Islamnya dan menganggap yang lainnya kafir. Ringan sekali lidah kalian menuduh rakyat Indonesia yang sebagaian besar kaum muslimin sebagai orang kafir atau telah murtad dari agamanya. Kalian tidak mengetahui patokan-patokan syar`i untuk menghukumi seseorang itu menjadi kafir, fasik, sesat, atau yang lainnya. Kasihan kalian.

Baiklah sekali lagi saya paparkan siapa sich kaum khawarij dan miripnya perjuangan kaum tsb dengan GAM. Kaum khawarij memberontak kepada pemerintahan muslimin yang sah. Hingga akibat pahit pemberontakan yang mereka lakukan ditelan oleh semua kaum muslimin. Sejarah Islam mencatat bahwa gerakan yang mereka lakukan selalu menyengsarakan kaum muslimin. Cara
seperti ini tidak dibenarkan sama sekali dalam Islam.Oleh karena itu wahai para pemuda kalaian harus tahu patokan-patokan dalam beramar ma`ruf dan nahi mungkar. Apakah perbuatan yang dia lakukan itu bermanfaat atau tidak, apakah tindakannya itu membuahkan hasil yang baik atau bahkan menjerumuskan dirinya dalam kesesatan.

Harakah-harakah, yayasan-yayasan, organisasi-organsasi, dan kelompok-kelompok yang berpemahaman seperti pemahaman Khawarij ini tumbuh subur. Kita dapat melihat dengan kaca mata ilmu bahwa beberapa kelompok yang ada sekarang ini seperti: Harakah Hijrah wat Takwirnya DR. Umar Abdurrhaman, DI/TII/NII, Islam Jama`ah, atau Darul Hadits atau Lemkari atau LDII atau entah apalagi namanya yang akan diberikan kalau kebusukannya terungkap.Atas dasar itulah maka GAM gerakannya mirip dengan kaum Khawarij karena mereka adalah kelompok NII yang sekarang dipimpin oleh Hasan Tiro. Yang penting bagi kita untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka itu.lantas siapaka kaum khawarij itu ??

Imam Al Barbahari berkata: "Setiap orang yang memberontak kepada imam (pemerintah) kaum muslimin adalah Khawarij. Dan berarti dia telah memecah kesatuan kaum muslimin dan menentang sunnah. Dan matinya seperti mati jahiliyyah." (Syarhus Sunnah karya Imam Al Barbahari, tahqiq Abu Yasir Khalid Ar Radadi hal. 78).

Asy Syahrastani berkata: "Setiap orang yang memberontak kepada imam yang disepakati kaum muslimin disebut Khawarij. Sama saja, apakah ia memberontak di masa shahabat kepada imam yang Rasyidin atau selah mereka di masa para tabi`in dan para imam di setiap zaman."(Al Milal wan Nihal hal.114).

Khawarij juga adalah orang yang mengkafirkan kaum muslimin hanya karena mereka melakukan dosa-dosa. Imam Ibnul jauzi berkata dalam kitabnya Talbis Iblis: "Khawarij yang pertama dan yang paling jelek adalah : Dzul Kuwaishirah. Abu Sa`id berkata: "Ali pernah mengirim dari Yaman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sepotong emas dalam kantung kulit yang telah disamak dan emas itu belum dibersihkan dari kotorannya. Maka Nabi membaginyakepada empat orang : Za`id Al Khalil, Al Aqra` bin Habis, `Uyainah bin Hishn dan Alqamah Watsah atau `Amir bin Ath Thufail. Maka sebagian para shahabatnya, kaum Anshar serta selain mereka merasa kurang senang. Maka Nabi berkata: "Apakah kalian tidak percaya kepadaku, padahal wahyu turun kepadaku dari langit di waktu pagi dan sore?!"

Kemudian datanglah seorang laki-laki yang cekung kedua matanya, menonjol bagian atas kedua pipinya, menonjol dahinya, lebat jenggotnya, tergulung sarungnya dan botak kepalanya. Orang itu berkata: "Takutlah kamu kepada Allah, wahai Rasulullah!". Maka Nabi mengangkat kepalanya dan melihat orang itu kemudian berkata: "Celakalah engkau, bukanlah aku manusia yang paling takut kepada Allah?" Kemudian oran itu pergi. Maka Khalid berkata: "Wahai Rasulullah, bolehkah aku penggal lehernya?" Nabi berkata: "Mungkin dia masih shalat." Khalid berkata berapa banyak orang yang shalat dan berucap dengan lisannya (shahadat) ternyata bertentangan dengan isi hatinya?" Nabi berkata: "Aku tidak disuruh untuk menelitiisi hati manusia. Dan membelah dada mereka." Kemudian Nabi melihat kepada orang itu dalam keadaan berdiri karena takut sambil berkata:
"Sesungguhnya akan keluar dari orang ini satu kaum yang membaca Al Quranyang tidak melampaui tenggorokan mereka . mereka lepas dari agama seperti lepasnya anak panah dari buruannya."(HR. Bukhari no. 4351 dan Muslim no. 1064).

Imam Ibnul Jauzi berkata : "Orang itu dikenal dengan nama Dzul Kuwashirah At Tamimi. Dia adalah orang Khawarij yang pertama dalam Islam. Penyebab kebinasaannya adalah karena dia merasa puas dengan pendapatnya sendiri. Kalau dia berilmu, tentu ia akan tahu bahwa tidak ada pendapat yang lebih tinggi dari pendapat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Para pengikut orang ini termasuk orang-orang yang memerangi `Ali bin Abi Thalib. Itu terjadi ketika peperangan antara `Ali dengan Muawiyah telah berlarut-larut. Pasukan Muawiyah mengangkat mushaf-mushaf dan memanggil pasukan `Ali untuk bertahkim (mengadakan perundingan). Maka mereka berkata: "Kalian memilih satu orang dan kami juga memilih satu orang. Kemudian kita minta keduanya untuk memutuskan perkara berdasarkan kitabullah." Maka
manusia (yang terlibat dalam peperangan itu) berkata: "Kami setuju." Maka pasukan Muawiyah mengirim `Amr bin Al `Ash. Dan pasukan `Ali berkata kepadanya: "Kirimlah Abu Musa Al Ay`ari." `Ali berkata: "Aku tidak setuju kalau Abu Musa. Ini Ibnu Abbas , dia saja." Mereka berkata: "Kami tidak mau dengan orang yang masih ada hubungan kekeluargaan denganmu." Maka akhirnya dia mengirim Abu Musa dan keputusan diundur dan diundur sampai Ramadhan. Maka Urwah bin Udzainnah berkata: "Kalian telah berhukum kepada manusia pada perintah Allah. Tidak ada hukum kecuali milik Allah."(Ini slogan yang selalu didengungkan oleh Khawarij sampai sekarang . ucapan ini benar, tetapi makna yang dimaukan tidak benar.).

`Ali kemudian pulang dari Shiffin dan masuk ke Kufah,tetapi orang-orang Khawarij tidak mau masuk bersamanya. Mereka pergi ke suatu tempat yang bernama Harura` sebanyak dua belas ribu orang kemudian berdomisili di situ. Mereka meneriakkan slogan: "Tidak ada hukum kecuali Hukum Allah!!".

Itulah awal tumbuhnya mereka. Dan mereka memproklamirkan bahwa komandan perang adalah: Syabats bin Rib`I At Tamimi dan imam shalat adalah: Abdullah bin Al Kawwa` Al Yasykuri.

Khawarij adalah orang yang sangat kuat ibadahnya, tetapi mereka meyakini bahwa mereka lebih berilmu dari `Ali bin Abi Thalib. Dan inilah penyakit yang berbahaya. Di antara sifat orang Khawarij adalah:

1.Jahil terhadap fitrah dan syariat Islam

Ini tampak dari sabda nabi Shalallahu Alaihi Wasallam: "Mereka membaca Al Qur`an, tetapi tidak melewati kerongkongan mereka."(HR. Bukhari no. 3610 dan Muslim no. 4351). Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa mereka banyak membaca Al Qur`an ,tetapi beliau sendiri mencela mereka, mengapa demikian? Karena mereka tidak faham tentang Al Qur`an. Mereka mencoba memahami sendiri-sendiri Al Qur`an dengan akal-akal mereka. Mereka enggan belajar kepada para shahabat. Maka dari itu Ibnu Abbas berkata: "Aku dating dari sisi kaum Muhajirin dan Anshar serta menantu Nabi. Al Qur`an turun kepada mereka. Dan mereka lebih tahu tentang tafsirnya dari kalian." Dan: "Al Qur`an turun kepada mereka yang ikut bersama kelompok kalian, sedangkan mereka adalah orang yang paling tahu tafsirnya.".saudara ahmad CS hendaknya seseorang merasa takut kepada Allah kalau dia menafsirkan ayat seenak perutnya tanpa didasari keterangan dari para ulama ahli tafsir yang berpemahaman Salaf.Dan penangkal penyalit ini adalah dengan belajar, bukan dengan berlagak pintar. Maka belajarlah,karena para Salaf shalih adalah
orang yang rajin belajar. Alangkah celakanya orang seperti anda yang baru belajar beberapa saat, kemudian menyatakan diri sebagai ulama, ahli hadits, faqih, mutjahid, dst.

Al Hafidh Ibnu Hajar berkata: "Imam An Nawawi berkata: "yang dimaksud adalah mereka tidak mendapat bagian kecuali hanya melewati lidah saja dan tidak sampai kepada kerongkongan mereka, terlebih lagi hati-hati mereka. Padahal yang dimaukan adalah mentadabburinya (memperhatikan dan merenungkan dengan teliti) agar sampai ke hati." (Fathul Bari 12/293).

2.Mereka adalah orang-orang yang melampaui batas dalam beribadah.
Ini tampak dari keterangan Ibnu Abbas tentang mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang hitam jidatnya, pucat wajahnya karena seringnya begadang di waktu malam, .......dst. Dan juga diterangkan oleh haditsRasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam: "Akan dating suatu kaum pada kalian yang kalian akan merasa rendah bila shalat dibandingkan dengan shalat mereka, puasa kalian dibandingkan dengan puasa mereka, amal-amal kalian dibandingkan dengan aml-amal mereka. Mereka membaca Al Qur`an, (tetapi) tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka lepas dari agama ini seperti lepasnya anak panah dari buruannya." (Bukhari no. 5058 dan muslim no. 147, 1064).

Mereka melampaui batas dalam beribadah hingga terjerumus ke dalam bid`ah. Merek tidak tahu bahwa: "Sederhana dalam sunnah lebih baik dari pada bersungguh dalam bid`ah" "Inilah adalah ucapan emas. Telah shahih dari beberapa shahabat, di antaranya: Abu Darda`, dan Ibnu Mas`ud.

3.Menghalakan darah kaum muslimin dan menuduh mereka sebagai orang yang telah kafir
Sifat ini sudah melekat kental pada mereka. Tapi, yang mengherankan, mereka bersikap adil terhadp orang-orang kafir. Imam Ibnul Jauzi berkata:"Di perjalanan orang-orang Khawarij bertemu dengan Abdullah bin Khabbab, maka mereka berkata: Apakah engkau pernah mendengar dari ayahmu sebuah hadits yang dia dengar dari Rasulullah? Dia menjawab: Ya aku mendengar ayahku
berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pernah berbicara tentang fitnah . "Yang duduk lebih baik dari pada yang berdiri. Dan yang berdiri lebih baik dari pada yang yang berjalan. Dan yang berjalan lebih baik dari pada yang berlari. Mak ajika engkau mendapati masa seperti itu, jadilah engkau seorang hamba yang terbunuh." (HR. Ahmad 5/110, Ath Thobrani no. 3630 dan hadits ini memiliki beberapa syawahid.) mereka berkata : "Apakah engkau mendengar ini dari ayahmu yang dia sampaikan dari Rasulullah ?" Dia menjawab: "Ya." Maka mereka membawanya ke tepi sungai kemudian mereka penggal lehernya. Maka muncratlah darahnya seakan-akan dua tali sandal. Kemudian mereka membelah perut budak wanitanya yang sedang hamil.

PELAKU DOSA BESAR TIDAK MENJADI KAFIR
Ini adalah I`tiqad (keyakinan) Ahlussunnah Wal jama`ah. Dan Khawarij dalam hal ini menyelisihi Ahlussunnah. Mereka menyatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar seperti berzina, mencuri, minum khamar dan yang sejenisnya telah kafir. Ini bertentangan dengan ayat: "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan Allah. Dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia dikehendaki." (An Nisa: 48). "Dan Allah mengkhabarkan bahwa Dia tidak mengampuni dosa itu (Syirik) bagi orang yang belum bertaubat darinya." (Kitabut Tauhid, Syaikh Sholih Al Fauzan hal 9). "Dalam ayat ini ada bantahan kepada orang-orang Khawarij yang menganggap kafir karena melakukan dosa-dosa. Dan juga bantahan bagi Mu`tazilah yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar itu kekal di dalam neraka. Dan mereka
(para pelaku dosa besar) menurut Mu`tazilah bukan mukmin dan bukan kafir ."(Fathul Majid, Syaikh Abdurrahman, hal. 78).

4.Mereka adalah orang yang muda dan buruk pemahamannya.
Ini diambil dari hadits : "Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya. Pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Merek a membaca Al Qur`an , tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka lepas dari agama mereka seperti anak panah lepas dari buruannya." (Bukhari no. 3611 dan Muslim no. 1066.) Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Ahdatsu Asnan artinya bahwa mereka itu para pemuda . dan sufaha`ul Ahlam artinya akal mereka jelek. Imam An Nawawi berkata: Kemantapan dan bashirah yang kuat akan muncul ketika usia mencapai kesempurnaan." (Fathul Bari 12/287).

Firqah-firqah Khawarij
Imam Ibnul Jauzi berkata: "Haruriyah (nama lain dari Khawarij-pen) terbagi menjadi dua belas kelompok. Pertama; al Azraqiyah, mereka berkata : Kami tidak tahu seorangpun yang mukmin. Dan mereka mengkafirkan kaum muslimin (ahli kiblat), kecuali orang yang sefaham dengan mereka. Kedua : Ibadhiyah, mereka berkata: Siapa yang menerima pendapat kita adalah orang mukmin dan siapa yang bepaling adalah orang munafik. Ketiga : Ats Tsa`labiyah, mereka berkata : Sesungguhnya Allah tidak ada menetapkan qadha dan qadar. Keempat : Al Hazimiyyah, mereka berkata: Kami tidak tahu apa iman itu. Dan semua makhluk akan diberi udzur (dimaafkan karena ketidaktahuaanya). Kelima : Khalafiyah, mereka berkata : Pria dan wanita yang meninggalkan jihad berarti telah kafir (Ini seperti pendapat NII, dan jama`ah jihad lainnya semisal, Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Bashir). Keenam : Al Mujarromiyah, mereka berpendapat : Seseorang tidak boleh menyentuh orang lain , karena dia tidak tahu yang suci dengan najis. Dan janganlah dia makan bersama orang itu hingga orang itu bertaubat dan mandi (ini seperti pendapat LDII). Ketujuh:
Al Kanziyah, mereka berpendapat : Tidak pantas bagi seseorang untuk memberikan hartanya kepada orang lain, karena mungkin dia bukan orang yang berhak menerimanya. Dan hendaklah dia hendaklah dia menyimpan harta itu hingga muncul para pengikut kebenaran. Kedelapan: Asy Syimrakiyah, mereka berpendapat : Tidak mengapa menyentuh wanita ajnabi (yang bukan mahram), karena mereka adalah rahmat (ini seperti pendapat Hizbut Tahrir). Kesembilan: Al Akhnasiyah, mereka berpendapat: Orang yang mati tidak akan mendapat kebaikan dan kejelekan setelah matinya. Kesepuluh: al Muhakkimiyah, mereka berpendapat ; siapa yang berhukum kepada makhluk adalah kafir. Kesebelas : Mu`tazilah dari kalangan Khawarij, mereka berkata: Samar bagi
kami masalah `Ali dan Muawiyah, maka kami berlepas diri dari dua kelompok itu. Kedua belas: Al Maimuniyah, mereka berpendapat: Tidak ada imam, kecuali dengan restu orang-orang yang kami cintai." (Talbis Iblis hal. 32-33).

Sebagaimana dengan GAM / ASNLF harakah-harakah Islam dewasa ini juga banyak terkena fikrah (pemikiran) seperti ini. Mereka menganggap kaum muslimin yang tidak sefaham dengan mereka sebagai orang-orang yang telah murtad dari agama Allah. Dan yang parahnya juga, mereka membolehkan untuk merampok, memeras dan mencuri barang milik selain kelompok mereka dengan alasan : Ini harta orang kafir (fai`)..Tetapi ketika dakwwah salafiyyah muncul dan kemudian menyeang mereka dan meluluhlantakan mereka, mereka pun sekarang berkata: Kami juga Salafy, ya akhi. Kami juga ahlus Sunnah. Ini mirip dengan seperti yang dikatakan oleh penyair;"Semua mengaku memiliki hubungan dengan Laila. Tapi Laila sendiri tidak mengakuinya."Maka hendaknya seorang itu melihat kembali dan mengoreksi langkah dakwah yang ia tempuh selama ini. Dan hendaknya ia kembali kepada manhaj salaf dalam aqidah dan manhaj. Dan itu akan didapat dengan belajar serta memohon bimbingan dari Allah. Atau kalau kita tidak akan menjadi seperi yang dikatakan oleh Allah: "Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini , sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al Kahfi 103-104).Dan amalannya hanya akan menjadi amalan yang meletihkan." (Al Ghasyiyah: 3).

Maka hendaknya seseorang itu berhati-hati dalam bekerja. Hendaklah dia sadar kalau amalannya akan menjadi sia-sia dan tidak berguna. Dan jadilah dia orang yang merugi di akhirat. Mari kita ajak mereka dengan tegas : "Kembali kepada Al Qur`an dan Sunnah dengan pemahaman para salaf umat ini."

BOLEHKAH SESEORANG MEMERANGI KHAWARIJ?
Imam Al Barbahari berkata: "Dihalalkan memerangi Khawarij bila mereka menyerang kaum muslimin, membunuh mereka, merampas harta dan mengganggu keluarga merega." (hal. 78).

Penutup
Sebagai penutup pembicaraan tentang Khawarij, berikut sebuah kisah tentang taubatnya seorang Khawarij. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al Lalika`i, setelah beliau membawakan sanadnya, beliau berkata: Muhammad bin Ya`qub Al Hasham berkata: Pernah ada dua orang Khawarij thawaf di Baitullah, maka salah seorang berkata kepada temannya: Tidak ada yang masuk surga dari semua yang ada ini kecuali hanya aku dan engkau saja. Maka temannya berkata: Apakah surga diciptakan Allah seluas langit dan bumi hanya akan ditempati oleh aku dan engkau? Temannya berkata: Betul. Maka temannya tadi berkata: Kalau begitu, ambillah surga itu untukmu. Maka orang itupun meninggalkan faham Khawarijnya. (Syarah Ushul I`tiqad Ahlus Sunnah wal Jama`ah 7/1234 tahqiq DR. Ahmad Sa`ad Hamdan no. 2317) . Allahu a`lam bish shawab

Wassallam.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------