Stockholm, 7 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA MEROBAH MANHAJ HIJRAH RASULULLAH SAW & MENAFIKAN PERINTAH HIJRAH ALLAH SWT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN KELIHATAN ITU ROKHMAWAN & SALAFI-NYA MEROBAH MANHAJ HIJRAH RASULULLAH SAW & MENAFIKAN PERINTAH HIJRAH ALLAH SWT

"Kemudian bapak mengatakan bagaimana mungkin Rokhmawan dan grupnya bisa berhijrah ? inilah pemahaman yang sempit sekali (lihat cirri-ciri kaum khowarij). Memang Hijrah artinya secara harafiah adalah pindah tetapi maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan (pergi menuju ke hal yg baik dari hal yg jelek)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Tue, 6 Jul 2004 23:49:51 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin kelihatan saja itu Rokhmawan dan Salafi-nya seeanak udel menuduh dengan tuduhan memakai perisai "ciri-ciri Khowarij" ala Rokhmawan dan Salafi-nya.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya.

Pertama saudara tidak mau dan tidak menerima dengan sepenuh hati dan sepenuh keyakinan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah. Kedua, saudara dengan secara terang-terangan mengesampingkan ayat-ayat yang berisikan Hajaru (berhijrah) yang diulang-ulang sampai lima kali dalam surat Al-Anfal (harta-harta rampasan perang) pada ayat 72, 74, 75 yang diturunkan seluruhnya di Madinah berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua Hijrah menurut riwayat Ibnu Abbas ra. Saking pentingnya itu perintah berhijrah, pada ayat 72 surat Al-Anfal diulang sampai tiga kali. Begitu juga dalam surat Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100.

Bukan berhijrah seperti yang dilakukan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang menafsirkan sendiri pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan". Itu berhijrah di Negara sekular pancasila. Pindah dari Solo ke Jakarta tempat merajalelanya kemaksiatan, judi, pelacuran, minuman keras, hiburan malam, night club.

Itu berhijrah, wa hajaru wa jahidu fi sabilillah ini memang dilaksanakan oleh Rasulullah saw dari Mekkah ke Yatsrib, bukan hanya dilakukan dalam hati Rasulullah saw berhijrah ditempat saja di Mekkah tempat Negara musyrik Quraisy. Pokoknya kalau kata saudara Rokhmawan dan Salafi-nya cukup dengan "pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan" walaupun tempat tinggal tetap di Mekkah.

Nah, dari sini saja sudah kelihatan itu saudara Rokhmawan dan Salafi-nya menolak dan mengenyampingkan contoh dan manhaj hijrah Rasulullah saw. Sedangkan Allah SWT telah berulang-ulang mem-Firmankan dalam Al Qur'an untuk behijrah, berjihad di jalan Allah. Begitu juga langsung dicontohkan dan dijalankan Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Kalau cara dan manhaj hijrah yang dijalankan oleh Rokhmawan dan Salafi-nya itu yang ditunjukkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw, maka Rasulullah saw dan para sahabatnya dan seluruh kaum muslimin tidak perlu hijrah keluar dari Mekkah ke Yatsrib. Karena Rasulullah saw sudah "pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Tetapi, memang hijrah yang diperintahkan Allah SWT bukan hijrah ala saudara Rokhmawan dan Salafi-nya. Coba saja begitu Rasulullah saw sudah sedemikian tergencet dan ditekan oleh kaum musyrik Quraisy, disaat itulah perintah hijrah diperintahkan Allah kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw benar-benar melakukan hijrah, bukan hanya dalam hati dan hijrah perilaku dan tetap saja tinggal di Negeri musyrik Quraisy Mekkah.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, kalau memang benar saudara mengikuti manhaj Rasulullah saw, ikutilah manhaj Rasulullah saw dengan penuh keyakinan dan keimanan yang tinggi, bukan merobah-robah menurut kemauan hawa nafsu sendiri dan menurut Salafi-nya. Kalau Rasulullah saw melakukan dan mencontohkan dengan jelas, dengan benar itu cara berhijrah, maka lakukanlah dan terima dengan sepenuh hati dan sepenuh keyakinan. Bukan memutar balik dan menafsirkan menurut kehendak sendiri.

Akibatnya, kalau saudara Rokhmawan dan Salafi-nya tidak menerima cara hijrah Rasulullah saw, maka hijrah yang saudara Rokhmawan lakukan itu, ya cukup saja dengan "pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan" walaupun jasad hidup dalam lingkungan masyarakat dan negara yang hukum negaranya bersumberkan pancasila. Dasar hukumnya mengacu kepada UUD 1945 sekular yang dalam preambule-nya dicantumkan rincian-rincian pancasila yang tidak bisa dirobah dan diganggu gugat.

Lihat saja, katanya saudara Rokhmawan dan Salafi-nya tidak mendukung Megawati, tetapi ketika dimajukan kehadapannya surat Al Maidah ayat 44, 45, 47 dan ayat-ayat yang mengandung perintah hijrah, eh, malahan diputarbalikkan. Ayat-ayat 44, 45, 47 adalah ayat mutasyabihat katanya, dan itu perintah hijrah ditafsirkan sendiri dengan"maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Terakhir, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, kalau saudara memang benar mengikuti manhaj Rasulullah saw, maka janganlah sekali-kali merobah, memotong, menafsirkan apa yang telah dicontohkan dan dijalankan Rasulullah saw dengan kehendak dan hawa nafsu saudara sendiri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 6 Jul 2004 23:49:51 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: assalaamu'alaikum wr.wb
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillahirrohmaanirrohiim

" Ikutilah sunnahku dan sahabatku, barangsiapa mengada-adakan suatu perkara dalam beragama berarti bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat adalah neraka".

Bapak Ahmad Sudirman dalam berdiskusi memang anda pintar sekali tetap sayangnya anda selalu lari dari permasalahan yang utama yaitu bahwasanya sesungguhnya kami mengelompokkan NII, GAM/TNA, LDII, Hizbut Tahir ke dalam kelompok kaum khowarij berdasarkan ilmu sejarah, bukti, fakta, dalil aqli dan dalil naqli yang shohih, kami mengelompokkan bukan karena mereka di luar jamaah kami melainkan mereka memang cirri-cirinya (kaum khowarij dulu) ada pada mereka. Jadi jangan salahkan kami kalau mengelompokkan jamaah anda ke kaum khowarij, sudah saya bilang kalau NII, GAM/TNA tidak mau dikatakan kaum khowarij yaaa seharusnya kejahilan-kejahilan yang ada pada anda dan cirri-ciri yg lain segera dihilangkan.

Anggota kami pernah ada yang ditugasi oleh ustadz kami ke NAD dan ternyata setelah berada di Aceh selama kurang lebih 1 bulan mereka menyimpulkan bahwasanya GAM/TNA banyak juga yang melakukan pemerasan kepada penduduk aceh terutama orang kaya yang buaka asli aceh, apabila tidak mau memberikan sumbangan maka GAM ini tidak segan-segannya menganiaya penduduk tadi, GAM juga ada yg menjual ganja begitupula dengan TNI. Kenapa GAM dan TNI bisa melakukan begitu, dikarenakan mereka GAM dan TNI yg melakukan kejahatan thd penduduk sipil tersebut termasuk orang yang tidak berpangkat. Misal ada pemuda pengangguran di aceh yang
pemahaman agamanya minim langsung ikut-ikutan saja bergabung ke GAM begitu dia tahu kalau GAM ditakuti penduduk yang tidak pro dengan aceh dengan seenaknya dia memanfaatkan kesempatan yaitu memeras, menjual ganja dll, begitupula yang terjadi dengan TNI, dia adalah orang-orang yang merasa tidak diperhatikan Pemerintah terutama dalam masalah kebutuhan pangan, finansial dll. Mungkin bapak akan menolak anggapa ini dengan keras-keras dan mengatakan ini adalah fitnah. Ya...mana mungkin pencuri dikatakan pencuri dan seandainya bapak pergi langsung ke NAD maka bapak baru akan percaya. Selama ini bapak mendapat informasi hanya dari GAM/TNA. Sedangkan kami mendapatkan informasi adalah dengan terjun langsung ke NAD, yang kami tidak mendukung siapa-siapa, tidak berpihak kpd GAM maupun TNI, sedangkan bapak jelas sekali berpihak kepada GAM dan memusuhi RI, jelas sekali di saat ada yang tahu akan
boroknya GAM maka dengan segala argumen dan memutarbalikkan fakta, bapak akan segera menyanggahnya. Bukankah begitu pak ?

Kita kembali kpd permasalahan di atas yaitu NII, GAM/TNA, Hizbut Tahir, LDII merupakan harakah yang terjangkiti virus khowarij dan boleh dikatakan walau tidak ada hubungan sama sekali dengan kaum khowarij dulu tetapi mereka sebenarnya adalah kaum khowarij, ini karena cirri-ciri kaum khowarij dulu ada pada kelompok mereka dan dipegang erat-eratnya seperti Jahil thd fitarah manusia, jahil thd ilmu fiqih yang bersumber hadist shohih, jahil thd syariat islam yang begitu banyak, mengkafirkan orang islam dll. Kemudian telah kita ketahui di RI ini banyak sekali jamaah yang tidak saya golongkan kepada kaum khowarij seperti NU, Muhammadiyah, Ikwanul Muslimin
dll dikarenakan memang mereka tidak memiliki cirri-ciri kaum khowarij yg dulu walaupun satu saja. Bukankah kami tidak seperti yang bapak kira bahwasanya saya menggolongkannya ke kaum khowarij dikarenakan diluar jamaah kami ? Sekali lagi pelajari itu pengertian kaum khowarij dan cirri-cirinya. Dan alangkah baiknya mulai detik saat ini hapus saja cirri-ciri kaum khowarij yg ada pada NII, GAM/TNA, cukup itu saja...

Kemudian karena bapak Ahmad lari dari pokok permasalahan yaitu NII, GAM/TNA, LDII dll adalah kaum khowarij maka dia langsung mengalihkan perhatiannya ke arah pemerintahan megawati cs ( ini adalah salah satu strategi ulama syiah dll ). Bapak Ahmad anda jangan menulis yang tidak-tidak, mana ada itu Rokhmawan ingin mempertahankan pemerintahan megawati cs/pendudukan RI di aceh (tunjukkan tulisan saya yang mengatakan dengan tegas bahwasanya saya mempertahankannya), pasti tidak bisa. Karena bapak ahmad ini kalau menulis asal-asalan saja tanpa mempelajari dengan sunguh-sungguh tulisan-tulisa saya ( ini mirip sekali dengan saudari tati cs ketika mengomentari bapak ahmad).

Kemudian telah bapak tulis sendiri yang intinya Rosululloh SAW ketika berdakwah di mekah dilakuka dengan sunguh-sungguh, tanpa kenal lelah. Begitu pula dengan manhaj kami, dalam berdakwah kami tidak hanya menerbitkan buku/majalah islami saja melainkan kami juga sering berdakwah kesana-kemari seperti mengisi pengajian umum dll, kami sering menyinggung masalah aqidah, pemerintahan islam dll, kami juga memberantas kebid'ahan (yang jelas walaupun negara kita negara islam Indonesia tetapi manakala amalan bid'ah sering dilakukan pemerintahan dan warganya, jelas dia adalah sesat dan setiap sesat adalah neraka).

Kemudian bapak mengatakan bagaimana mungkin Rokhmawan dan grupnya bisa berhijrah ? inilah pemahaman yang sempit sekali (lihat cirri-ciri kaum khowarij). Memang Hijrah artinya secara harafiah adalah pindah tetapi maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan (pergi menuju ke hal yg baik dari hal yg jelek).

Kemudian bapak Ahmad mengatakan yang intinya Rokhmawan cs kebingungan ketika melihat megawati cs tetap mempertahankan pancasila ? manamungkin Rokhmawan cs bingung, justru yang kebingungan itu pak ahmad buktinya lihat saja di mimbar bebas ini ( dia banyak menghujat sukarno cs), padahal telah kita ketahui menghujat orang yang masih islam (sholat, puasa dll) tidak di benarkan dalam alqur'an (lihat terjemahan surat al-hujurot ayat 11). Rosululloh SAW bersabda " Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan hilang kehebatan islam, apabila umatku sudah meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar maka akan hilang keberkahan wahyu, apabila umatku saling mencacimaki/menghujat maka akan jatuh dalam pandangan Alloh". Nahh khan kenapa sekarang banyak kaum muslimin saling menghujat, menjelek-jelekan lebih-lebih kepada orang yang sudah tiada (ini tidak dicontohkan Rosul).

Mungkin bapak Ahmad akan bertanya lha kenapa Rokhmawan juga seenaknya menggolongkan kami kedalam khowarij ? Sudah saya bilang ini menurut cirri-ciri yang ada pada NII, GAM/TNA, LDII dll. Alloh SWT sendiri menegur kepada Rosululloh SAW "Ajaklah mereka kepada agama-Ku (yaa Muhammad) dengan hikmah dan bijaksana dan bantahlah mereka dengan yang lebih bijaksana.........". Kemudian Alloh juga menegurnya "Apakah akan kau paksakan mereka untuk beriman kepadaku". Kemudian Alloh menegurnya lagi "Seandainya kamu berlaku kasar maka mereka akan lari". Bapak Ahmad, ini umat islam yang saling menghujat saja akan jatuh dalam pandangan Alloh SWT, bagaimana kalau umat islam sudah saling mengkafirkan ? Yang berhak mengkafirkan orang islam itu hanya Alloh SWT, sedangkan Rosululloh SAW sendiri tidak pernah mengkafirkan orang islam yang banyak bermaksyiat.

Baiklah akan saya kisahkan perjalanan Rosululloh SAW di saat isro' mi'roj, Rosululloh SAW ketika melihat ahli maksyiat berada di syurga tetapi ahli ibadah (dlm pengertian luas) berada di neraka, maka Rosululloh SAW bertanya kepada jibril, mengapa bisa demikian hai jibril ? Malaikat jibrilpun berkata ketika hidupnya si ahli maksyiat tsb bertanya kepada ahli ibadah, apakah Alloh bisa mengampuni dosa-dosaku, maka si ahli ibadah tsb menjawab tempatmu adalah neraka, kamu tidak akan diampuni Alloh SWT karena dosamu yang begitu banyak dan besar, kamu termasuk orang-orang kafir. Akan tetapi si ahli maksyiat tsb tetap mengharap rahmat Alloh SWT agar dia bisa dmasukkan ke syurga-Nya.

Nah khan...orang yang ahli maksyiatpun masih diberi kesempatan untuk masuk syurga, tentunya ketika nyawanya sebelum dikerongkongan dia bertaubat dulu kpd Alloh SWT. Terpaksa saya akan membela orang-orang yang anda katakan kafir, seperti SBY, Amin Rais, Hamzah Haz, Megawati dll termasuk pengikutnya.

Mereka semua bukan ahli maksyiat ambil contoh saja Amin Rais dia sering melakukan puasa daud dengan istiqomahnya, sholat tahajud dll. Yang jelas mereka semua seperti kita masih melakukan sholat, puasa, zakat, haji dll, hanya saja mereka khilaf dalam mengartikan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hokum. Boleh saja bapak mengatakan dengan begitu mereka membuat tandingan Alloh SWT yaitu sistym islam diganti dengan system pancasila atau system kafir. Apabila seandainya mereka itu sudah di cap kafir itu adalah hanya hak Alloh SWT, makhluknya tidak boleh ikut andil dalam mengkafirkan orang islam. Dengan perkataan bapak yang mengatakan mereka itu termasuk orang kafir berarti sama saja bapak telah menggolongkan mereka masuk ke dalam neraka ? telah kita ketehui orang kafir baik kafir jimmy maupun harby akan masuk neraka selama-lamanya (na'udzubillahi min dzalik).

Jangan di bilang orang yang berbuat dosa besar itu hanya mereka yang tidak berhukum kepada hokum Alloh SWT, dosa besar itu banyak pak syirik, zinah, mencuri, meninggalkan sholat dll. Sudah jelas saya terangkan dalam Tingkatan-tingkatan Amal seseorang di syurga (baca lagi dan renungkanlah), di sana dikatakan tingkatan di syurga nomer dua dari bawah adalah mereka yg banyak berdosa baik dosa besar kecuali syirik maupun dosa kecil tetapi adakalanya mereka berbuat
keshalehan walau sekecil dzarroh. Bapak mungkin akan berkata mereka itu telah melakukan kesyirikan karena mereka berhukum kepada hokum selain Alloh. Bapak baca lagi sejarah kaum khowarij dengan seksama ya pak...

Namun seandainya mereka itu dikatakan syirik maka masih ada kemungkinan untuk bertaubat sebelum nyawa dikerongkongan, sedangkan yang terjadi pada pihak GAM/TNA, NII dlll yang mereka lakukan adalah bid'ah, memecah belah umat islam dll. Dan hal ini sulit untuk bertaubat karena "syaiton lebih mencintai amalan bid'ah daripada amalan syirik".

Naaah khan....Semua ini yang mengatakan, yang berpendapat bukan saya melainkan Manhaj kami berdasarkan sejarah/ilmu, dalil aqli dan dalil naqli yang shoheh, fakta dan bukti. Seandainya bapak tidak ingin GAM/TNA, NII dicap ke dlm golongan kaum khowarij maka tunjukkan sejarah
(jangan dibuat-buat), fakta, buktinya. Paling-paling bapak hanya bisa mengatakan pemerintahan mega tidak bisa di kiaskan seperti pemerintah ali (kalau yg ini saya sudah tahu, faham bin mahfu) dan apakah khowarij dulu ingin membebaskan dari penjajahan pemerintahan ali ?. Paling bapak bisanya hanya menampilkan dua bukti itupun buktinya tidak kuat sama sekali (ketahuan kalau bapak ahmad hanya akan lari dari kaum khowarij). Seandainya itu dianggap juga bukti kuat maka masak bukti dua bisa mengalahkan bukti, cirri-ciri yang begitu banyak dan fakta, dalil aqli serta
dalil naqli yg shoheh.

Bapak Ahmad mau lari kemana lagi.... Saya sarankan kepada bapak berantas itu kebid'ahan yang ada pada GAM/TNA, NII sebelum bapak melangkah jauh. Kemudian kalau bapak ahmad mau berdiskusi melawan Rokhmawan sertakan sejarah/ilmu, bukti, fakta, dalil aqli, dalil naqli yg shoheh, jangan seperti saudara sumitro cs ketika berdebat dengan bapak yang ingin mempertahankan pancasila, aceh tanpa sejarah, hukum, bukti dan fakta.

Wallohu'alam bi showab
Rokmawan

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------