Stockholm, 8 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA TIDAK MAU BERSATU & MENAFIKAN AYAT 44, 45, 47, 48 SURAT AL-MAIDAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SIAPA YANG TIDAK INGIN MERAPATKAN BARISAN SELAIN ROKHMAWAN & SALAFI-NYA YANG TELAH MENAFIKAN AYAT 44, 45, 47, 48 SURAT AL-MAIDAH

"Kenapa bapak Ahmad masih mempertahankan pendapatnya yang berdasarkan Surat Al-maidah 44, 45, 47 saja tanpa memperhatika hadist shoheh ? Menurut saya pribadi dikarenakan Bapak Ahmad cs hanya ada satu kata Merdeka, sehingga segala cara ditempuh untuk mencapainya. Termasuk dengan cara mengkafir-kafirkan orang Islam (ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW), orang islam yang memusuhinya atau tidak sependapat dengannya dianggap musuh islam atau kafir (lihat UUD NII ), memangnya islam itu hanya NII dan GAM/TNA, memangnya ada dalil naqlinya yang menyatakan bahwa orang islam yang memusuhi saudaranya (karena kesesatannya) adalah musuh islam atau kafir ? Sehingga dengan begitu mereka (GAM/TNA, NII) termasuk kaum khawarij. Kenapa manhaj kami mengatakan demikian karena mereka jahil terhadap ilmu fiqih, fitrah manusia dan syariat islam, mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang islam hanya karena tidak sefaham dengannya / karena melakukan dosa besar, karena pemahaman mereka tentang islam sangantlah sempit. Sebenarnya saya sangat setuju dengan imbauan Abu farhan untuk merapatkan barisan atau umat islam harus bersatu demi tegaknya syariat islam, tetapi mungkin manhaj kami tidak akan bersatu dengan kaum khowarij sebelum mereka meninggalkan kejahilannya." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Wed, 7 Jul 2004 23:13:20 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Akhirnya, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya memang tidak mau menerima dan tidak bisa menerima secara sepenuh hati, dan sepenuh keyakinan terhadap apa yang telah di Firmankan Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47, 48.

Dan memang karena alasan itulah saudara Rokhmawan dan Salafi-nya memakai tameng "cici-ciri khowarij" untuk memukul, menjatuhkan, menggolongkan semua lawan-lawan saudara Rokhmawan dan salafi-nya yang tidak sesuai, sejalan, seideologi dengan saudara Rokhmawan dan manhaj Salafi-nya kedalam golongan khawarij.

Dengan alasan saudara Rokhmawan dan Salafi-nya terhadap pertanyaan yang saya ajukan dalam tulisan sebelum ini, ternyata dijawab oleh saudara Rokhmawan: "Kenapa bapak Ahmad masih mempertahankan pendapatnya yang berdasarkan Surat Al-maidah 44, 45, 47 saja tanpa memperhatika hadist shoheh ? Menurut saya pribadi dikarenakan Bapak Ahmad cs hanya ada satu kata Merdeka, sehingga segala cara ditempuh untuk mencapainya."

Akhirnya terbongkarlah bahwa memang sebenarnya saudara Rokhmawan dan Salafi-nya itu secara terang-terangan menolak ayat 44, 45, 47, 48 surat Al Maidah dan merobah ayat-ayat yang mengandung perintah Hajaru yang diperintahkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw dengan cara menafsirkan manhaj hijrah Rasulullah saw dengan tafsir seenak sendiri, serta menafikan semua ayat-ayat perintah hajaru yang diturunkan Allah SWT dan diperintahkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, kalau saudara mengatakan: "Termasuk dengan cara mengkafir-kafirkan orang Islam (ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW), orang islam yang memusuhinya atau tidak sependapat dengannya dianggap musuh islam atau kafir (lihat UUD NII ), memangnya islam itu hanya NII dan GAM/TNA, memangnya ada dalil naqlinya yang menyatakan bahwa orang islam yang memusuhi saudaranya (karena kesesatannya) adalah musuh islam atau kafir ? Sehingga dengan begitu mereka (GAM/TNA, NII) termasuk kaum khawarij."

Jelas, itu karena saudara Rokhmawan dan Salafi-nya menolak secara terang-terangan ayat 44, 45, 47, 48 surat Al Maidah dengan berbagai macam dalih dan alasan.

Itu GAM dan TNA tidak mengkafirkan orang yang memusuhinya, melainkan pihak GAM dan TNA telah membaca, mempelajari, menghayati, mengamalkan apa yang telah diFirmankan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw seperti yang terkandung dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47, dan 48.

Pihak GAM dan TNA telah melihat dan memperhatikan bahwa pihak Pemerintah RI, DPR, MPR telah membuat lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang telah ditetapkan dan diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw untuk dilaksanakan oleh ummatnya seluruh kaum muslimin dimanapun berada.

Nah, kalau ada orang atau siapa saja yang merasa terpukul dengan isi ayat 44, 45, 47, 48 surat Al-Maidah itu bukan karena salah GAM dan TNA, melainkan karena mereka itu yang merasa terpukul tidak mau menerima secera sepenuh hati dan sepenuh keyakinan akan kebenaran ayat-ayat yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, seperti ayat 44, 45, 47, 48 surat Al-Maidah.

Begitu juga dari pihak NII, tidak ada dalam Kanun Azasy NII dan juga dalam Straf Recht NII SM Kartosoewirjo yang mengkafirkan golongan lain, atau orang lain. Yang ada dalam Straf Rech NII adalah seperti yang tercantum ini:

"Bismillahirrahmanirrahim. Tuntunan No.11.Wa idza hakamtum bainan nasi an tahkumu bil adli. BAB I, Pasal 2 HUKUM ISLAM DALAM MASA PERANG. 5.Didalam masa perang dalam Negara Islam Indonesia, hanja ada dua golongan Ummat, ialah: 1.Ummat (rakjat) Negara Islam (Ummat Muslimin). 2.Ummat (rakjat) pendjadjah (Ummat Kafirin)"

Nah, itulah yang ada dalam Straf Recht NII tentang masalah kafir. Ummat kafirin atau ummat (rakjat) pendjadjah, yang menjajah Negara Islam (Ummat Muslimin) dan ummat (rakjat)nja. Dan itu terjadi dalam masa perang, bukan dalam masa damai.

Dasar lainnya tidak ada dalam Kanun Azasy NII ataupun dalam Straf Recht NII yang menyangkut masalah kafir ini. Saya sudah mengirimkan kepada saudara Rokhmawan Kanun Azasy atau UUD NII Imam SM Kartosoewirjo dan Straf Recht NII melalui jalur pribadi, sebelum saudara Rokhmawan menceburkan diri dalam mimbar bebas ini berdebat melawan saya.

Jadi, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, sekali lagi saya nyatakan disini, itu alasan dengan menggunakan alat tumpul ciri-ciri khowarij untuk dipakai menjerat golongan lain yang ada diluar Salafi-nya adalah hanya merupakan tameng menutupi saudara Rokhmawan dan Salafi-nya akan ketidak inginan dan ketidak mauan menerima dengan seluruh keyakinan dan sepenuh hati atas ayat-ayat 44, 45, 47, 48 surat Al-Maidah dan juga atau kesadaran penuh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya merobah manhaj hijrah Rasulullah saw dan atas penafian ayat-ayat perintah hajaru yang telah berulang-ulang di Firmankan Allah SWT dalam Al Qur'an dengan cara menafsirkannya sendiri menurut hawa nafsu.

Terakhir, kelihatan dengan jelas siapa yang sebenarnya tidak ingin bersatu dan merapatkan barisan sebagaimana yang disarankan oleh saudara Abu Farhan dalam tulisannya sebelum ini, kalau bukan saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang mendeklarasikan: "Sebenarnya saya sangat setuju dengan imbauan Abu farhan untuk merapatkan barisan atau umat islam harus bersatu demi tegaknya syariat islam, tetapi mungkin manhaj kami tidak akan bersatu dengan kaum khowarij sebelum mereka meninggalkan kejahilannya.".

Nah, itulah alasan kosong dan keropos yang dijadikan dasar argumentasi saudara Rokhmawan dan Salafi-nya untuk tidak melakukan dan merapatkan barisan ummat Islam. Alasan picik ciri-ciri Khowarij dan menganggap diri Rokhmawan dan Salafi-nya sebagai orang dan kelompok yang tidak jahil adalah alasan yang dangkal dan tidak masuk akal dan tidak ada ditunjang dalil nashnya yang kuat dan benar.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 7 Jul 2004 23:13:20 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Bertaubatlah segera dengan Taubatan Nasuha
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillahirrohmaanirrohiim

"Ikutilah sunnahku dan sahabatku, barangsiapa mengada-adakan suatu perkara dalam beragama berarti bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat adalah neraka".

Bapak Ahmad Sudirman yang semoga mendapat ampunan dari Alloh SWT ( karena berani mengkafirkan orang islam dengan terang-terangan dll), bapak pasti belum bisa mempelajari Tingkatan-tingkatan Amal seseorang nanti di syurga ya ? kalau bapak bisa mempelajarinya dengan benar, maka dapat ditemukan mereka orang islam yang melakukan kedloliman, kefasyikan tidak bisa dikatakan sebagai orang kafir. Dan yang jelas itu tingkatan syurga bukan hanya untuk orang yang beriman 100 % kpd Alloh SWT saja.

Bapak pernah mengatakan Tingkatan-tingkatan amal seseorang di syurga menurut Ibnu Qoyyim tsb adalah untuk orang-orang yang beriman kepada Alloh SWT. Bapak kok masih menyanggahnya juga. Sudah dikatakan oleh Ibnu Qoyyim orang yang berdosa besar masih ada bagian di syurga. Dan khusus untuk dosa syirik, apabila orang yang melakukannya mau bertaubat dg taubatan nasuha maka tempatnya adalah syurga 1 tingkat di atas orang yg lebih berat amal kebaikannya dan 1 tingkat di bawah Ahlun nijat (orang-orang yg selamat). Mbok dipelajari lagi itu Tingkatan-tingkatan amal seseorang di syurga nanti (apa mungkin bapak sudah terlanjur menghapusnya ?). Baiklah akan saya copykan lagi dan coba di print kemudian pelajari lagi yang sungguh-sungguh..

Tinkatan-tingkatan manusia di syurga

1.Ulul Azmi. Peringkat tertinggi di syurga adalah peringkat risalah, dengan usaha mereka maka kebaikan dunia dan akhirat terwujud, usaha merekalah yang membuat manusia tunduk,taat, menyembah kpd Alloh SWT ( QS. Asy-syura : 13 )

2.Nabi dan Rosul. Para nabi dan Rosul yang berjumlah 25 selain ulul azmi, tingkatan mereka sesuai dengan peringkat dan keutamaan mereka masing-masing.

3.Para Nabi Yang Tidak Tercantum Dalam Al-qu'an. Mereka tidak di utus kepada umatnya masing-masing namun mereka memiliki sifat nubuwwah dan tidak memiliki risalah. Alloh mengistimewakan mereka dengan memberikan wahyu kepada mereka lewat perantaraan malaikat.

4.Pewaris Dan Pengganti Rosul Di Masing-masing Umatnya. Merekalah yang menegakkan kembali ajaran Rosul, dalam berilmu dan beramal, mereka mengajak kpd manusia sesuai dengan manhajnya yang lurus. Mereka adalah peringkat shiddiqin ( Annisa' : 69 )

5.Para Pemimpin Yang Adil. Karena usaha merekalah maka keadaan mendi aman, tentram dan sejahtera. Orang miskin di Bantu, orang lemah di tolong, hokum Alloh di tegakkan, kerusakan ( teroris ) di musnahkan, mereka ber amar ma'ruf nahi munkar dll. Mereka berada di mimbar-mimbar di sebelah tangan Ar-rahman yg di pasang di hari qiamat. Rosululloh bersabda "Sesungguhnya orang-orang yg adil berada di mimbar-mimbar cahaya pada hari qiamat di sebelah kanan Ar-rahman dan kedua tangannya adalah kanan yaitu mereka yg adil dlm pemerintahannya, keluarganya dan jabatan yg di amanahkan kpdnya" (HR.Muslim).

6.Para Mujahidin Yang Berjihad Di Jalan Aloh. Mereka adalah tentara Alloh yg menegakkan agama islam, memerangi kebathilan, kemungkaran, kekafiran dan musuh-musuh-Nya. Mereka akan mendapat pahala dari setiap orang yang terlindungi karena keberadaanya. Orang islam jadi tenang dan tentram dlm beribadah.

7.Ahlul Itsar. Mereka adalah orang islam yang senantiasa mendahulukan kepentingan saudaranya.
Banyak bersedekah untuk fakir miskin, mereka adalah orang-orang yg paling bermanfaat bagi saudaranya. Dalam berinfak, bershodaqoh di lakukan siang dan malam Mereka adalah orang yang bersyukur atas kekayaan yg di berikan Alloh kpdnya dan tidak di belanjaka untuk hal-hal yg mubah, mubadlir melainkan banyak dibelanjakan untuk kepentingan saudaranya ( Al-baqoroh : 261; Al-baqoroh : 274; Al-hadid : 24; ). Mereka termasuk orang-orang yang bersegera mengerjakan kebajikan, mengerjakan amalan sunnah dan meninggalkan perbuatan yg makruh, mubah, mubadlir.

8.Orang Yang Alloh Bukakan Pintu Kebaikan. Mereka adalah orang yang ahli dalam mengerjakan sholat, shoum, tilawah (hafidz ), haji, I'tikaf, dzikir, tahjjud dll. Mereka senantiasa menjaga ke istiqomahan, jika ia melakukan kekhilafan, kesalahan segera bertaubat kpd Alloh SWT.

9.Orang-orang yang Selamat ( Ahlun Nijat ). Mereka adalah orang islam yang hanya mengerjakan yang wajib, meninggalkan yang di larang Alloh SWT. Hanya itu yg mereka kerjakan tidak lebih tidak kurang. Rosululloh SAW bersabda kepada seseorang yg berkata " Demi Alloh, aku tidak akan menambahnya dan tidak akan menguranginya, maka Rosul menjawab kamu akan selamat jika kamu jujur dengan ucapanmu " (HR.Bukhori-Muslim). Lihat dan fahami surat Annisaa' : 31.

10.Orang yang Dikaruniai Taubat Sebelum Kematiannya. Mereka adalah orang isam yang senantiasa dalan hidupnya melakukan dosa-dosa besar seperti zina, membunuh, menyekutukan Alloh. Namun atas karunia Alloh orang tsb bertaubat dengan taubatan nasukha sehingga ketika ia mati, ia termasuk orang-orang yg diampuni Alloh. Dan karena taubatnya inilah ( taubatan nasukha) maka ia seolah-olah tidak memiliki dosa lagi. Bahkan taubatnya menyebabkan amal kejahatannya
di ganti Alloh dengan amal ke sholehan.

11.Orang-orang Yang Kadang Bermaksyiat Kadang Berbuat Kesholehan. Bahkan mereka pernah berbuat dosa besar selain syirik, sehingga mereka mati dalam keadaan belum meninggalkan dosa besar selain syirik. Namun walaupun begitu amal kesholehannya lebih banyak dari pada dosanya. Dan jika di timbang lebih berat amal kesholehannya ( Al-a'roff : 8-9 ). "Barang siapa yang timbangan kebaikannya lebih berat dari pada timbangan kejahatannya, maka mereka adalah penghuni AL-A'ROF).

12.Orang-orang yang Berimbang Amal Kebaikan dan Kesalahannya. Amal kesalahannya membuatnya terhalang dari rahmat-Nya dan amal keshalehannya menghalanginya utk mendapa adzab Alloh simak Al-a'rof 46-47. Ibnu Qoyyim berpendapat bahwasanya penghuni a'rof adalah orang yang terakhir kali masuk syurga yang tidak di masukkan neraka terlebih dahulu. Abu Hudzaifah dan Ibnu Abbas ra telah menafsirkan ayat di atas sebagai beriktu " Penghuni Al-a'rof adalah mereka yang berimbang antara amal kebaikan dan amal kesalahannya. Kesalahannya mencegahnya masuk syurga dan keshalehannya mencegahnya dari masuk neraka, kemudian mereka berdiri menunggu keutusan Alloh SWT dan akhirnya Alloh memasukkannya ke syurga dg rahmat-Nya.

13.Kelompok Yang Penuh Dengan Kemaksyiatan Dan Ringan Timbangan Kebaikannya. Mereka adalah kelompok orang islam yg mendapat ujian, cobaan ketika hidupnya denga banyak berbuat dosa baik dosa besar maupun dosa kecil, tetapi adakalanya mereka berbuat kesholehan sehingga ringan timbangan kebaikannya . Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini ada yang langsung mengkafirkan tetapi sebagian besar mengatakan mereka termasuk orang islam. Dan yang paling benar adalah pendapatnya Manhaj Shalafush Shahih/Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang berkeyakinan bahwa orang yang banyak dosa tsb baik dosa besa kecuali syirikr maupun dosa kecil akan masuk neraka sesuai dengan amalnya dan suatu saat entah berapa juta thn kemudian mereka akan masuk syurgaNya Alloh SWT di karenakan mereka kadang-kadang berbuat kesholehan walupun sebesar dzarroh.

14.Orang yang Tidak Memiliki Keimanan dan Tidak Ketaatan Tidak Bermaksyiat dan Tidak Pula Beramal Keshalehan. Mereka adalah orang gila, orang yang tidak pernah kedatangan dakwah walaupun sekali saja, anak kecil/bayi orang kafir, orang yang tuli sejak bayi.

Kenapa bapak Ahmad masih mempertahankan pendapatnya yang berdasarkan Surat Al-maidah
44, 45, 47 saja tanpa memperhatika hadist shoheh ? Menurut saya pribadi dikarenakan Bapak Ahmad cs hanya ada satu kata Merdeka, sehingga segala cara ditempuh untuk mencapainya. Termasuk dengan cara mengkafir-kafirkan orang Islam (ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW), orang islam yang memusuhinya atau tidak sependapat dengannya dianggap musuh islam atau kafir (lihat UUD NII ), memangnya islam itu hanya NII dan GAM/TNA, memangnya ada dalil naqlinya yang menyatakan bahwa orang islam yang memusuhi saudaranya (karena kesesatannya) adalah musuh islam atau kafir ? Sehingga dengan begitu mereka (GAM/TNA, NII) termasuk kaum khawarij. Kenapa manhaj kami mengatakan demikian karena mereka jahil terhadap ilmu fiqih, fitrah manusia dan syariat islam, mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang islam hanya karena tidak sefaham dengannya / karena melakukan dosa besar, karena pemahaman mereka tentang islam sangantlah sempit.

Sebenarnya saya sangat setuju dengan imbauan Abu farhan untuk merapatkan barisan atau umat islam harus bersatu demi tegaknya syariat islam, tetapi mungkin manhaj kami tidak akan bersatu dengan kaum khowarij sebelum mereka meninggalkan kejahilannya.

Untuk Bapak Ahmad Sudirman cs bertaubatlah sebelum nyawa kalian di kerongkongan.

Saya tidak akan menambahkan hadist shohih lagi, krn walaupun kami memberikan berpuluh-puluh dalil aqli dan dalil naqli tetap akan di sanggah Bapak Ahmad.

Wallohu'alam bi showab

Rokmawan

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------