Stockholm, 9 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU PEMERINTAH RI, DPR, MPR YANG TELAH MENYIMPANG DARI SYARIAT ISLAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAUDARA SUMITRO TIDAK SADAR BAHWA PEMERINTAH RI, DPR, MPR ITULAH YANG TELAH MENYIMPANG DARI SYARIAT ISLAM

"Seandainya tujuan sebenarnya GAM adalah seperti itu yakni murni ingin menjadikan Islam sebagai pengatur kehidupan maka saya akan sangat mendukungnya. Tapi itu loh, gerakan GAM yang didalamnya Hasan Tiro, Sofjan Daud dan Ahmad CS yang menyimpang dari hukum Islam itu sendiri. Coba bayangkan GAM menghalalkan pembunuhan terhadap sesama moeslim padahal kan Islam mengharamkan membunuh sesama moeslim apapun keadaannya, terus juga me-kafir-kan sesama moeslim seperti Amien Rais , SBY dan 98,8 % rakyat Indonesia yang moeslim dll yang setiap waktu sholat, dan melaksanakan kewajibannya terhadap Alla SWT hanya karena hidup dalam naungan Pancasila dan UUD'45. Kita harusnya memisahkan dong agama dengan negara jangan karena pancasila jadi dasar hukum suatu negara terus rakyatnya dikatakan kafir berarti Hasan Tiro, Ahmad Sudirman yang tinggal dinegara Swedia itu kafir juga donk?. Belum lagi memrampok, memeras dan mengintimidasi rakyat Aceh sendiri dan menghalalkan berdagang ganja untuk beli senjata nah apakah Islam seperti itu yang diharapkan?" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Thu, 8 Jul 2004 13:14:11 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Saudara Sumitro, saudara jangan dulu melihat kepada ASNLF atau GAM dengan mengatakan: "gerakan GAM yang didalamnya Hasan Tiro, Sofjan Daud dan Ahmad CS yang menyimpang dari hukum Islam itu sendiri", padahal didepan mata saudara Sumitro itu yang namanya Negara RI atau Negara Pancasila dibawah Presiden Megawati, DPR, MPR adalah secara jelas dan gamblang telah menyimpang dari hukum Islam. Mengapa?

Coba saja gali itu hukum negara RI yang menjelma jadi NKRI ini, apakah hukum negara RI ini bersumberkan kepada Islam yang mengandung syariat Islam didalamnya ?. Jelas, saudara Sumitro, itu dasar hukum Negara Pancasila bukan bersumberkan kepada Islam, melainkan bersumberkan kepada pancasila hasil kutak-katik Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang telah dirumuskan kembali oleh Panitia Sembilan, tetapi ditolak oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) rincian sila Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya , dan ditukar dengan rincian Ketuhanan yang maha esa. (Saya telah jelaskan dalam tulisan sebelum ini)

Kemudian yang menghalalkan cara membunuh rakyat sipil Acheh, rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila adalah bukan ASNLF atau GAM dan TNA, melainkan Pemerintah RI dan TNI/POLRI-nya dengan mempergunakan berbagai dasar hukum, diantaranya dasar hukum Keppres No.28/2003 yang telah diganti dengan Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003.

Nah, itu pasukan TNI/POLRI adalah pasukan Negara RI yang telah disumpah untuk setia dan taat kepada pancasila dan UUD 1945 sekular dan diperintahkan untuk membunuh dan menghancurkan rakyat Acheh yang muslim. Apakah itu bukan satu perbuatan bejad yang tidak ada taranya di dunia ini, dan itulah yang dikutuk oleh Islam.

Selanjutnya, itu soal yang disinggung saudara Sumitro: "juga me-kafir-kan sesama moeslim seperti Amien Rais , SBY dan 98,8 % rakyat Indonesia yang moeslim dll yang setiap waktu sholat, dan melaksanakan kewajibannya terhadap Alla SWT hanya karena hidup dalam naungan Pancasila dan UUD'45. Kita harusnya memisahkan dong agama dengan negara jangan karena pancasila jadi dasar hukum suatu negara terus rakyatnya dikatakan kafir berarti Hasan Tiro, Ahmad Sudirman yang tinggal dinegara Swedia itu kafir juga donk?."

Nah, disinipun saudara Sumitro sudah salah kaprah, saudara tidak membaca apa yang sudah diterangkan dan dijelaskan dalam tulisan-tulisan saya kepada saudara Rokhmawan dan Salafi-nya. Itu GAM dan TNA tidak "mengkafirkan sesama muslim seperti Amien Rais , SBY dan 98,8 % rakyat Indonesia", melainkan pihak GAM dan TNA melihat bahwa pihak Pemerintah RI, DPR, MPR telah membuat lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT. Nah, menurut surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47 telah secara jelas dan nyata Allah SWT telah mem-Firman-kan: "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir" (QS,5: 44). "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zhalim" (QS, 5: 45). "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik" (QS, 5: 47).

Jadi itu pemimpin model Megawati yang dengan tetap berkeras kepala mempertahankan sumber hukum pancasila dan tidak mau menerapkan system Islam, lalu menetapkan aturan, hukum, undang-undang bukan berdasarkan aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, maka Megawati sebagai Presiden RI ini kalau dilihat dari sudut syariat Islam berdasarkan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, dinamakan kafir, zhalim, dan fasik.

Apakah saudara Sumitro sebagai seorang muslim akan mempertahankan Megawati padahal ia seorang muslimah, tetapi tetap dengan kesadarannya dan dengan kekerasan kepala-nya mempertahankan sumber hukum pancasila, menolak dan tidak mau syariat Islam ditegakkan di RI, kemudian Megawati tetap dikatakan oleh saudara Sumitro bukan orang fasik, zhalim, dan kafir ?.

Apakah saudara Sumitro sudah berani sampai ketingkat yang demikian untuk menentang dan membangkan kepada perintah Allah SWT untuk menerapkan apa yang telah di-Firman-kan-Nya dan di-Wayu-kan-Nya kepada Rasul-Nya Muhammad saw ?

Seterusnya, itu yang merampok kekayaan Negeri Acheh bukan GAM dan TNA, melainkan Pemerintah RI, DPR, MPR dan tentu saja TNI/POLRI-nya. Itu Negeri Acheh ditelan, dicaplok, diduduki, dijajah oleh Presiden RIS Soekarno diteruskan sampai sekarang oleh Presiden RI Megawati sebagai penerus Soekarno untuk tetap menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Kemudian itu soal jual beli ganja seperti yang dituduhkan oleh saudara Sumitro. Jelas, yang menjual ganja itu pihak anggota TNI juga. Coba tunjukkan dimana itu ladang ganja, apakah didaerah wilayah kekuasaan GAM dan TNA atau ada dibawah wilayah kontrol Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dan TNI/POLRI-nya ?. Kemudian, siapa yang memiliki ladang tempat menanam ganja itu, coba tampilkan dan tuliskan di mimbar bebas ini. Jangan hanya asal cuap saja saudara Sumitro. Kalau hanya asal cuap siapa sajapun bisa melakukannya.

Juga itu yang dituduhkan saudara Sumitro: "berdagang ganja untuk beli senjata nah apakah Islam seperti itu yang diharapkan?"

Nah disinipun, saudara Sumitro asal cuap saja. Mengapa ? Karena pertama, saudara Sumitro tidak memberikan fakta dan bukti mengenai penanaman ganja di Negeri Acheh, diwilayah mana, milik siapa ladang yang dipakai tanam ganja itu, dan siapa yang mengolah ganja itu, dan siapa yang mengedarkan dan menjualnya. Kedua, tidak ada bukti itu senjata dibeli dengan uang apa, dari mana, dan siapa yang membeli senjata, dan siapa yang menjual senjata itu.

Jadi, itu semua sudah jelas apa yang ditulis oleh saudara Sumitro hanyalah omong kosong alias gombal dan merupakan tuduhan saja kepada pihak GAM dan TNA.

Nah sekarang, dengan cara-cara yang dikemukakan oleh saudara Sumitro kepada saudara Sukma tersebut diatas, jelas mana mau dan bisa menerima itu saudara Sukma atas penjelasan saudara Sumitro yang tanpa fakta dan bukti ini.

Kemudian dengan cara menuduh kepada GAM dan TNA yang tanpa fakta dan bukti yang jelas dan benar mencoba untuk mempengaruhi saudara Sukma dengan mengatakn: "Itulah makanya saya tidak respek terhadap gerakan GAM, jadi tolonglah dipahami itu, dan jangan sekali-kali terutama Sukma terpengaruh dengan manisnya rayuan dan indahnya kata2 dari saudara Ahmad sehingga anda lupa diri dan masuk dalam lubang kemurtad-an karena sesungguhnya Ahmad dan GAM sangat licik dan pintar dalam hal mempengaruhi orang terutama lewat kata2 dan keahliannya dalam berargumentasi."

Nah kan kelihatan, bagaimana itu saudara Sumitro untuk mempengaruhi orang lain, dalam hal ini saudara Sukma agar membelot dan membela pihak penjajah RI dengan menuduh kepada Ahmad Sudirman dan GAM tanpa fakta dan bukti yang benar.

Jelas, saudara Sumitro kalau itu emas, tetap saja itu emas, tidak akan berobah menjadi tembaga. Kebenaran akan terbukti lambat atau cepat, walaupun terus ditutupi oleh pihak Pemerintah RI, DPR, MPR. Akhirnya Negeri Acheh itu akan kembali ketangan seluruh rakyat Acheh, Insya Allah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>,
ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik <redaksi@detik.com>, Redaksi Kompas <redaksi@kompas.com>, Redaksi Satu Net <redaksi@satunet.com>, Redaksi Waspada redaksi@waspada.co.id
Cc: Syifasukma@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUKMA: BUNG ROKHMAWAN SIAPA YANG MUKMIN SIAPA YANG KAFIR
Date: Thu, 8 Jul 2004 13:14:11 +0700

Assalamu'allaikum,

"Kadang kita ini dibikin bingung menghadapi mensikapi saudara-saudara kita yang mengaku Muslim tetapi mereka menolak aturan agama yang dianutnya bahkan membenci, memerangi, memenjarakan, menyiksa bahkan membunuh mereka yang justru komitmen ingin menjadikan Islam yang mengatur diri, keluarga dan masyarakatnya." (Sukma, syifasukma@yahoo.com , 8 Juli 2004)

Seandainya tujuan sebenarnya GAM adalah seperti itu yakni murni ingin menjadikan Islam sebagai pengatur kehidupan maka saya akan sangat mendukungnya. Tapi itu loh, gerakan GAM yang didalamnya Hasan Tiro, Sofjan Daud dan Ahmad CS yang menyimpang dari hukum Islam itu sendiri. Coba bayangkan GAM menghalalkan pembunuhan terhadap sesama moeslim padahal kan Islam mengharamkan membunuh sesama moeslim apapun keadaannya, terus juga me-kafir-kan sesama moeslim seperti Amien Rais , SBY dan 98,8 % rakyat Indonesia yang moeslim dll yang setiap waktu sholat, dan melaksanakan kewajibannya terhadap Alla SWT hanya karena hidup dalam naungan Pancasila dan UUD'45. Kita harusnya memisahkan dong agama dengan negara jangan karena pancasila jadi dasar hukum suatu negara terus rakyatnya dikatakan kafir berarti Hasan Tiro, Ahmad Sudirman yang tinggal dinegara Swedia itu kafir juga donk?. Belum lagi memrampok, memeras dan mengintimidasi rakyat Aceh sendiri dan menghalalkan berdagang ganja untuk beli senjata nah apakah Islam seperti itu yang diharapkan?

Itulah makanya saya tidak respek terhadap gerakan GAM, jadi tolonglah dipahami itu, dan jangan sekali-kali terutama Sukma terpengaruh dengan manisnya rayuan dan indahnya kata2 dari saudara Ahmad sehingga anda lupa diri dan masuk dalam lubang kemurtad-an karena sesungguhnya Ahmad dan GAM sangat licik dan pintar dalam hal mempengaruhi orang terutama lewat kata2 dan keahliannya dalam berargumentasi.

Demikian dan wassallamu'allaikum.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------