Stockholm, 9 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA TERUS BERPUTAR-PUTAR MENGELAK DARI AYAT 44, 45, 47, 48 SURAT AL-MAIDAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ROKHMAWAN & SALAFI-NYA TERUS BERPUTAR-PUTAR TIDAK ADA UJUNG PANGKALNYA UNTUK MENGELAK DARI AYAT 44, 45, 47, 48 SURAT AL-MAIDAH

"Bapak mengatakan yg intinya GAM/TNA tidak mengkafirkan orang islam tetapi mereka telah mampu memahami Surat Al-maidah 44,45,47. Yaaa saya salut kalau memang mereka mampu memahaminya (tetapi utk mereka), yang menjadi persolan adalah sebenarnya mengapa bapak Ahmad, Husaini cs berani mengkafirkan seseorang dengan menunjuk si A, si B dll, padahal mereka masih senantiasa menjalankan syariat islam (sholat, puasa, zakat, haji dll) dengan kata lain mereka masih islam. Padahal Rosululloh SAW sendiri tidak pernah mengkafirkan si A, si B yang masih ada kalimat laa ilaaha illalloh muhammadurrosululloh. Telah kita ketahui yang mengakafirkan orang islam si A, si B hanyalah Alloh SWT dan pada saat Dajjal di munculkan Alloh SWT maka pekerjaan Dajjal ini antara lain mengkafir-kafirkan orang islam, memang Alloh SWT memberikan hak sebebas-bebasnya kepada Dajjal seperti menghidupkan orang yg mati, menumbuhkan tumbuhan dengan sekejab dll." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 09 Jul 2004 13:06:06 +0700)

Baiklah saudara Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin lama, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya berdiskusi di mimbar bebas ini, saya perhatikan, ternyata makin terus berputar-putar tidak ada ujung pangkalnya. Mengapa ? Karena telah saya ajukan satu pertanyaan yang masih tetap belum dijawabnya dengan nash yang kuat dan benar, dimana bunyi pertanyaan itu adalah: "Apakah pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47 ?".

Itu pertanyaan tersebut diatas oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya tidak dijawabnya berdasarkan nash yang kuat dan benar. Kecuali terakhir saudara Rokhmawan dan Salafi-nya menjawab: "Kita kembali lagi kepada terjemahan Al-maidah 44,45,47, jangan dikira pak Manhaj kami tidak bisa menerima sepenuh hati Firman Alloh SWT tsb (seperti bapak tuduhkan kepada kami). Tetapi untuk mengkafirkan si A, si B padahal dia islam, inilah yang tidak di contohkan Rosululloh SAW."

Nah, kan itu jawaban saudara Rokhmawan dan Salafi-nya bukan didasarkan pada nash yang kuat dan benar.

Sedangkan itu dalam ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah sudah jelas Allah SWT yang ber-Firman: "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir" (QS,5: 44). "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zhalim" (QS, 5: 45). "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik" (QS, 5: 47). "

Siapa yang mengatakan kafir, zhalim, dan fasik dalam ayat diatas tersebut, itu semuanya Allah SWT, bukan Rasul-Nya Muhammad saw, bukan para sahabat Rasulullah saw, bukan ummat Islam pengikut Rasulullah saw.

Mengapa saudara Rokhmawan dan Salafi-nya begitu susah dan keras kepala untuk menerima dengan sepenuh hati semua apa yang terkandung dalam ayat 44, 45, 47, 48 surat Al-Maidah. Sehinggga berputar-putar dengan berbagai alasan dan dalih.

Nah berdasarkan apa yang di-Firmankan Allah SWT itu saya menulis: "pemimpin model Megawati yang dengan tetap berkeras kepala mempertahankan sumber hukum pancasila dan tidak mau menerapkan system Islam, lalu menetapkan aturan, hukum, undang-undang bukan berdasarkan aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, maka Megawati sebagai Presiden RI ini kalau dilihat dari sudut syariat Islam berdasarkan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, dinamakan kafir, zhalim, dan fasik."

Begitu juga pernah saya menulis: "Mereka para pimpinan RI, DPR, MPR yang karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah, maka orang semacam ini disebut kafir, sebagaimana tertulis dalam ayat 44 surat Al-Maidah. Adapun para pimpinan RI, DPR, MPR yang karena menurut hawa nafsu dan merugikan orang lain maka dinamakan zhalim, sebagaimana tercantum dalam ayat 45 surat Al-Maidah itu. Adapun para pimpinan RI, DPR, MPR yang tidak menjalankan hukum Allah, bukan karena benci dan tidak pula merugikan orang lain, maka mereka itu dinamakan fasik, sebagaimana yang telah di Firmankan Allah SWT dalam ayat 47 surat Al-Maidah itu."

Itukan sudah jelas dan gamblang, bahkan menurut Syaikhul-Islam Ibnu Thaimiyah: "Tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak percaya tentang kewajiban memutuskan hukum seperti apa yang diturunkan Allah terhadap Rasul-Nya, dia adalah orang kafir. Barangsiapa yang memperkenankan untuk memutuskan hukum di antara manusia dan menganggapnya sudah adil tanpa harus mengikuti apa yang diturunkan Allah, adalah orang kafir." (Majmu'atut-tauhid hal 278)

Jadi, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, saudara tidak perlu lagi berputar-putar, berbelit-belit dari inti persoalan. Karena makin saudara berputar-putar untuk mengelak dari apa yang telah di Firman-kan Allah SWT dalam ayat 44, 45, 47, 48 surat Al-Maidah itu, maka makin kabur saudara dalam menjalankan apa yang telah diperntahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Terakhir, saya sudah menyatakan berpuluh kali bahwa yang mengobarkan perang di Negeri Acheh adalah pihak Pemerintah Megawati dan Kabinet Gotong Royongnya yang didukung oleh DPR dan MPR-nya dengan memakai dasar hukum Keppres No.28/2003 yang telah diperbaharui dan diganti dengan Keppres No.43/2004 dan Keppres No.43/2003.

Kalau pihak Pemerintah RI, DPR, MPR mau berdamai secara jujur, adil, maka tariklah seluruh pasukan TNI/POLRI yang lebih dari 50.000 pasukan itu dari Negeri Acheh. Berikan kebebasan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan nasib mereka sendiri dimasa depan dengan melalui cara jajak pendapat atau referendum yang berisikan dua opsi, opsi YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI dengan disaksikan oleh badan Internasional seperti PBB:

Kalau pihak Pemerintah RI masih terus saja menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka jelas rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila akan terus berjuang menghadapi pasukan TNI yang telah disumpah untuk taat dan membela pancasila dan UUD 1945 yang sekular. Dan Ahmad Sudirman akan terus mendukung dan menyokong rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 09 Jul 2004 13:06:06 +0700
From: "rokhmawan agus santosa" rokh-mawan@plasa.com
Subject: Mumpung masih Ada Waaktu Segera Tabatlah
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

"Ikutilah sunnahku dan sahabatku, barangsiapa yg membuat suatu perkara yg baru dlm beragama berarti ia melakukan bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat adalah neraka"

Bapak Ahmad Sudirman yang semoga mendapat ampuni dari Alloh SWT, ketahuan kalau bapak belum bisa mempelajari itu Tingkatan-tingkatan amal seseorang di syurga menurut Ibnu
Qoyyim tsb.

Bapak mengatakan yg intinya GAM/TNA tidak mengkafirkan orang islam tetapi mereka telah mampu memahami Surat Al-maidah 44,45,47. Yaaa saya salut kalau memang mereka mampu memahaminya (tetapi utk mereka), yang menjadi persolan adalah sebenarnya mengapa bapak Ahmad, Husaini cs berani mengkafirkan seseorang dengan menunjuk si A, si B
dll, padahal mereka masih senantiasa menjalankan syariat islam (sholat, puasa, zakat, haji dll) dengan kata lain mereka masih islam. Padahal Rosululloh SAW sendiri tidak pernah mengkafirkan si A, si B yang masih ada kalimat laa ilaaha illalloh muhammadurrosululloh. Telah kita ketahui
yang mengakafirkan orang islam si A, si B hanyalah Alloh SWT dan pada saat Dajjal di munculkan Alloh SWT maka pekerjaan Dajjal ini antara lain mengkafir-kafirkan orang islam, memang Alloh SWT memberikan hak sebebas-bebasnya kepada Dajjal seperti menghidupkan orang yg mati, menumbuhkan tumbuhan dengan sekejab dll.

Kita kembali lagi kepada terjemahan Al-maidah 44,45,47, jangan dikira pak Manhaj kami tidak bisa menerima sepenuh hati Firman Alloh SWT tsb (seperti bapak tuduhkan kepada kami). Tetapi untuk mengkafirkan si A, si B padahal dia islam, inilah yang tidak di contohkan Rosululloh SAW. Bapak sudah mempelajari perjalanan Rosul ketika isro' mi'roj belum ? kenapa itu si ahli ibadah (dlm artian luas) masuk neraka sedangkan si ahli maksyiat masuk syurga ? jelas jawabannya adalah di karenakan si ahli ibadah tsb ketika di dunia mudah mengkafirkan orang islam yang berbuat maksyiat dan memvonis bahwasanya Alloh SWT tidak akan mengampuni dosa si ahli maksyiat tsb. Bagaimana keadaan bapak Ahmad cs yang telah seenaknya mengkafirkan Amin Rais, SBY, Mega dll serta pengikutnya ? Kami jelas tidak memihak mereka semua, kami hanya menyayangkan Bapak Ahmad cs yang mengkafirkan orang islam si A, si B ( Ini pekerjaannya Dajjal, Kaum Khowarij). Sebaiknya Bapak Ahmad cs renungkan, koreksi, islah diri belum tentu iman anda
lebih baik daripada iman orang islam ( Amin Rais, SBY dll) yang anda kafirkan.

Bapak Ahmad Sudirman cs, bapak memakai ilmu fikihnya siapa sech ? Ilmu fikih yang kami gunakan jelas itu menurut hadist shohih. Tidak mungkin ilmu fikih ada dalam Al-qur'an melainkan ada di hadist yg shohih. Mungkin bapak akan menjawab begini hadist itu banyak yg palsu dan
dloif (seperti jawabannya Bpk Husaini). Naaah saya sarankan bapak belajar dulu ilmu hadist dan para perawinya apakah hadist tersebut berasal dari Rosul atau terputus di tengah jalan. Kemudian kalau bapak mengatakan Al-qur'an adalah ukuran untuk menentukan hadist itu shoheh atau tidak, jelas ini pendapat yg salah kaprah. Kalau kita berpijak hanya pada Al-qur'an (krn banyak hadist palsu dan dloif), berarti menyalahi Al-qur'an sendiri. Alloh SWT berfirman kurang lebih artinya;
"Taatlah kepada Alloh SWT, Rosul-Nya dan Ulil Amri". Dari uraian bapak Husaini Daud kemaren jelas seolah-olah dia menafikkan hadits shoheh (terbukti dengan tidak mau berhujjah dengan hadist shohih). Dan yang jelas selama ini Bapak Ahmad cs hanya berhujjah dengan Ayat Alqur'andan belum pernah/jarang berhujjah dengan hadist yang shoheh tetapi malahan bapak berhujjah dengan tafsiran para ulama yang jelas kadar keimanan mereka dibanding Rosululloh SAW tidak ada apa-apanya.

Bapak Ahmad, sebenarnya siapa sech yang mengobarkan peperangan di aceh ? jelas bapak Ahmad akan menjawab dengan tegas, NKRI. Apakah bapak tidak berpikir sesungguhnya secara tidak langsung bapak Ahmad sampai detik ini slalu mengobarkan peperangan juga. Mau bukti ?
Dengan pendapat bapak yang mengkafirkan SBY, Mega, Amin dll beserta pengikutnya, maka sama saja bapak mengobarkan perang karena apa ? telah kita ketahui bersama bahwa orang kafir harby boleh kita bunuh. Nah padahal yang bapak kafirkan ini (Amin, SBY, Mega dll serta pengikutnya) juga memusuhi GAM/TNA. Bapak pasti mau menyanggahnya juga ya ? silakan bapak mau omong apa saja, yang jelas kenyatannya begitu.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------