Stockholm, 10 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HERMAWAN ITU ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA TIDAK BERANI MENJAWAB DENGAN KEYAKINAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AGUS HERMAWAN PERLU TAHU ITU ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA TIDAK BERANI MENJAWAB DENGAN PENUH KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN

"Saudara Rokhmawan sebaiknya kalau menjelaskan sesuatu pada seseorang yg susah mengertinya mendingan disingkat kaya begini saja "Bahwasanya yang berhak untuk mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik hanyalah Alloh SWT, akan tetapi walaupun yang berhak mengkafirkan orang islam adalah Alloh SWT, Dajjalpun ikut andil dalam mengkafirkan orang islam si A, si B." (Agus Hermawan, sadanas@equate.com , 23 maj 2004 12:51:57)

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Saudara Hermawan, itu saudara Rokhmawan dan Salafi-nya memang tidak mau percaya sepenuh hati pada ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, karena itu tidak berani menjawab dengan penuh keyakinan dan kepercayaan.

Yang ditanyakan oleh Ahmad Sudirman kepada saudara Rokhmawan dan Salafi-nya itu berbunyi: "Apakah pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47 ?".

Tetapi itu pertanyaan saya dirobah oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya menjadi: "pertanyaan Bpk Ahmad kepada Rokhmawan tentang SBY, Mega, Amin dll apakah mereka kafir, dlolim, fasyik" (Rokhmawan, 10 Juli 2004)

Jadi, apa yang saya tanyakan kepada saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, lain yang dikutipnya oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya. Itu yang dikutip oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya hasil mengada-ada sendiri, seenaknya.

Kemudian saya pernah menulis juga pada tanggal 7 Juli 2004 yang ditujukan kepada saudara Sumitro yang berbunyi: "Jelas saudara Sumitro itu Negara RI atau Negara pancasila adalah Negara kafir. Negara yang pemerintahnya dibawah pimpinan Presiden Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai kafir, zhalim, dan fasik, berdasarkan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Negara kafir RI dan Pemerintah Megawati yang telah digolongkan yang kalau dilihat dari apa yang dinyatakan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Asy-Sysikh yang menjelaskan perkataan Imam Ahmad: "Sehingga datang masalah yang tidak jauh berbeda dengan kekufuran itu", sebagai berikut:"Di antara kekufuran yang besar dan sangat jelas ialah menempatkan undang-undang yang terlaknat pada kedudukan wahyu yang diturunkan Jibril ke hati Muhammad saw, agar beliau menjadi salah seorang pemberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas. (lihat Tahkimul-kawanin, Mathabi'utsaqofah, Mekkah hal 1.)

Itulah Pemerintah Megawati, DPR dan MPR yang telah secara membabi buta "menempatkan undang-undang yang terlaknat pada kedudukan wahyu yang diturunkan Jibril ke hati Muhammad saw"

Begitu juga Pemerintah Megawati, DPR dan MPR dibawah Amien Rais berdasarkan nukilan lbnul-Qayyim sendiri dan perkataan Imam Ahmad menyatakan: "Sehingga datang masalah yang tidak jauh berbeda dengan bentuk kekufuran itu."Benar. Ternyata memang muncul masalah yang tidak jauh berbeda, bahwa menyingkirkan syariat, menganggapnya terbatas dan kurang. Sedangkan undang-undang modern lebih komplit dan bisa mensejajari kehidupan modern, merupakan kufur yang sangat jelas.

Itulah Pemerintah RI dibawah Megawati dan dibawah DPR dengan Ketua Umumnya Akbar Tandjung dan MPR-nya dibawah Ketuanya Amien Rais yang telah "menyampingkan syariat Allah dan menempatkan nafsu manusia pada kedudukan syariat termasuk sebagian perbuatan yang dikafirkan para ulama dahulu maupun sekarang, sebab hal ini terang-terangan mendatangkan mudharat terhadap agama. "Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. " (Al-A'raf: 54).

Negara kafir RI dibawah pimpinan Presiden Megawati, DPR dan MPR yang menurut Syaikhul-Islam Ibnu Thaimiyah berkata dalam buku Minhajus Sunnah: "Tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak percaya tentang kewajiban memutuskan hukum seperti apa yang diturunkan Allah terhadap Rasul-Nya, dia adalah orang kafir. Barangsiapa yang memperkenankan untuk memutuskan hukum di antara manusia dan menganggapnya sudah adil tanpa harus mengikuti apa yang diturunkan Allah, adalah orang kafir. Setiap umat tentu memerintahkan agar membuat hukum yang adil. Bisa jadi keadilan dalam masalah agama dilihat dari apa yang dibuat oleh para pemimpin mereka. Bahkan banyak orang-orang yang mengaku Islam, memutuskan hukum berdasarkan tradisi, tidak seperti yang diturunkan Allah, sebagai mana tradisi di kalangan orang-orang badui. Mereka beranggapan bahwa itulah yang harus diperbuat dalam memutuskan hukum di samping Kitab dan Sunnah. Ini juga dinamakan kufur. Memang banyak orang yang masuk Islam. Tapi mereka tidak memutuskan hukum kecuali berdasarkan tradisi-tradisi yang berlaku. Andaikata mereka mengetahui bahwa mereka tidak boleh berhukum kecuali kepada apa yang diturunkan Allah, tapi mereka tetap tdak mau mengikutinya, dan justru mereka berhukum kepada selain apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.(Majmu'atut-tauhid hal 278)

Itulah yang saya tanyakan kepada saudara Rokhmawan dan Salafi-nya dan apa yang pernah saya tujukan untuk saudara Sumitro.

Sedangkan saudara Rokhmawan dan Salafi-nya dalam tulisan-tulisannya itu tidak pernah menjawab pertanyaan yang saya ajukan kepadanya yang berbunyi: "Apakah pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47 ?", kecuali dalam jawaban emailnya yang terakhir yang dikirimkan hari ini Sabtu, 10 Juli 2004, yang telah merobah pertanyaan saya dan tidak mau menjawabnya, karena memang saudara Rokhmawan dan Saladi-nya tidak memiliki dasar nash yang kuat untuk menjawabnya.

Sekarang menyinggung pertanyaan saudara Hermawan yang berbunyi: "Sekarang saya tanya sama kang Ahmad bolehkah seorang muslim mengatakan kafir pada seorang muslim lainnya yg masih menjalankan kewajibannya sebagai muslim?"

Untuk menjawabnya disini saya mendasarkan pada dasar hukum Firman Allah SWT surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47. Barang siapa menetapkan dan memutuskan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, lalu memutuskan perkara tidak berdasarkan pada aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah, maka mereka itu disebut kafir (Al-Maidah: 44). Barang siapa menetapkan dan memutuskan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, lalu memutuskan perkara tidak berdasarkan pada aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT karena menurut hawa nafsu dan merugikan orang lain, maka mereka itu disebut zhalim (Al-Maidah: 45). Barang siapa menetapkan dan memutuskan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, lalu memutuskan perkara tidak berdasarkan pada aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT bukan karena benci dan tidak pula merugikan orang lain, maka mereka itu disebut fasik (Al-Maidah: 47).

Dasar hukum surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47 diatas, tidak melihat sipelaku yang menetapkan hukum, undang-undang disamping hukum, undang-undang Allah SWT dan memutuskan perkara tidak berdasarkan pada hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT apakah sipelaku itu orang muslim yang masih menjalankan kewajibannya sebagi muslim atau sudah tidak menjalankan lagi kewajibannya sebagai muslim.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 10 Jul 2004 12:45:14 +0300
From: sadanas@equate.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <redaksi@acehkita.com>, <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>,
<redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@detik.com>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, <kompas@kompas.com>, <Padmanaba@uboot.com>, <solopos@bumi.net.id>, <sea@swipnet.se>, <siliwangi27@hotmail.com>, <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>,
<editor@jawapos.co.id>, <habearifin@yahoo.com>, <mr_dharminta@yahoo.com>, <yuhe1st@yahoo.com>, <dityaaceh_2003@yahoo.com>, megawati@gmx.net
Cc: <rokh-mawan@plasa.com>, rokh_mawan@yahoo.com
Subject: RE: ROKHMAWAN & SALAFI-NYA TIDAK YAKIN PENUH PADA AYAT 44, 45, 47, 48 SURAT AL-MAIDAH

"Kemudian atas pertanyaan Bpk Ahmad kepada Rokhmawan tentang SBY, Mega, Amin dll apakah mereka kafir, dlolim, fasyik. Sebenarnya ini tidak perlu saya jawab mengapa ? Apabila bapak Ahmad benar-benar memperhatikan komentar-komentar saya dengan seksama dan teliti maka pasti bapak bisa menemukan jawaban dari saya, tetapi sayangnya Bapak Ahmad ini orangnya terlalu lugu sehingga tidak bisa mengambil kesimpulannya (mirip anak SD dan SMP ketika di suruh gurunya utk mengambil kesimpulan suatu artikel, bacaan dll). Tapi tidak masalah karena bapak terlalu lugu maka akan saya simpulkan Bahwasanya yang berhak untuk mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik hanyalah Alloh SWT, akan tetapi walaupun yang berhak
mengakafirkan orang islam adalah Alloh SWT, Dajjalpun ikut andil dalam mengkafirkan orang islam si A, si B." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com, Fri, 9 Jul 2004 21:34:41 -0700 (PDT))

SAUDARA ROKHMAWAN SEBAIKNYA KALAU MENJELASKAN SESUATU PADA SESEORANG YG SUSAH MENGERTINYA MENDINGAN DISINGKAT KAYA BEGINI SAJA.

"Bahwasanya yang berhak untuk mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik hanyalah Alloh SWT, akan tetapi walaupun yang berhak mengakafirkan orang islam adalah Alloh SWT, Dajjalpun ikut andil dalam mengkafirkan orang islam si A, si B."

"Bahwasanya yang berhak untuk mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik hanyalah Alloh SWT, akan tetapi walaupun yang berhak mengakafirkan orang islam adalah Alloh SWT, Dajjalpun ikut andil dalam mengkafirkan orang islam si A, si B."

Jadi, saya setelah memperhatikan dan mempertimbangkan dengan sepenuh hati dan meminta petunjuk kepada Allah SWT dan ridha-Nya, ternyata setelah mengadakan diskusi dalam beberapa hari ini, akhirnya apa yang telah di-Firmankan Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47, 48 tidak bisa dijawab secara penuh keyakinan dan penuh kepercayaan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, selain dengan menjawab: "Sebenarnya ini tidak perlu saya jawab". Dengan alasan yang dilontarkan saudara Rokhmawan dan Salafi-nya: "Apabila bapak Ahmad benar-benar memperhatikan komentar-komentar saya dengan seksama dan teliti maka pasti bapak bisa menemukan jawaban dari saya, tetapi sayangnya Bapak Ahmad ini orangnya terlalu lugu sehingga tidak bisa mengambil kesimpulannya (mirip anak SD dan SMP ketika di suruh gurunya utk mengambil kesimpulan suatu artikel, bacaan dll)."

KANG AHMAD INI BAGAIMANA ITU KAN SUDAH DIJAWAB SAMA SAUDARA ROKHMAWAN...KOQ MASIH BILANG SAUDARA ROKHMAWAN TIDAK BISA JAWAB DENGAN PENUH KEYAKINAN.

SEKARANG SAYA TANYA SAMA KANG AHMAD BOLEHKAH SEORANG MUSLIM MENGATAKAN KAFIR PADA SEORANG MUSLIM LAINNYA YG MASIH MENJALANKAN KEWAJIBANNYA SEBAGAI MUSLIM?

KALAU JAWABAN AKANG SEORANG MUSLIM BOLEH MENGKAFIRKAN MUSLIM LAINNYA YA SAMA AJA AKANG INI DENGAN DAJJAL.

Agus Hermawan

sadanas@equate.com
EQUATE Petrochemical Company
Kuwait
----------