Stockholm, 11 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO SELESAIKAN KONFLIK ACHEH MELALUI SENJATA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

VISI DAN MISI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO UNTUK MENYELESAIKAN KONFLIK DI ACHEH MELALUI KEKERASAN SENJATA BERSAMA TNI/POLRI-NYA

Ternyata apa yang telah dijadikan visi dan misi Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat-nya mengenai penyelesaian konflik di Acheh adalah sangat bertolak belakang dengan apa yang digembar-gemborkannya dengan semboyan "menuju masyarakat yang aman dan damai dan sasaran pembangunan Indonesia yang aman damai." (http://www.sby-oke.com/pic/visi-misi.pdf )

Mengapa misi Susilo Bambang Yudhoyono menuju masyarakat yang aman dan damai di Negeri Acheh adalah hanya merupakan suatu penipuan dan akal bulus saja ? Karena Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan mampu menyelesaikan konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini kalau tetap menjalankan strategi pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh dengan cara mempergunakan ikatan pancasila, membentangkan semboyan bhineka tunggal ika, dan mendeklarkan NKRI sudah final.

Disini kelihatan Susilo Bambang Yudhoyono bersama Partai Demokrat-nya tetap tidak mengakui suatu kenyataan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang membentangkan Negeri Acheh yang telah ditelan, diduduki dan dijajah oleh RIS, RI yang menjelma menjadi NKRI melalui tangan Soekarno dari sejak 14 Agustus 1950.

Selama Yudhoyono dan PD-nya tetap menutup mata dan tidak mengakui akan kenyataan yang sebenarnya berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyangkut penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak Presiden RIS Soekarno yang diteruskan sampai sekarang oleh pihak Pemerintah RI dibawah Presiden Megawati dari PDI-P, maka Yudhoyono dan PD-nya selama memegang 5 tahun mandat memimpin Negara RI tidak akan mungkin bisa menyelesaikan dan menuntaskan konflik Acheh secara aman dan damai.

Dalam melaksanakan misi yang digembar-gemborkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat-nya menuju masyarakat yang aman dan damai dan penyelesaian konflik di Acheh yang aman dan damai hanyalah tipuan belaka dan merupakan janji kosong dari pihak Yudhoyono dan PD-nya.

Karena tidaklah mungkin itu konflik Acheh bisa diselesaikan dengan melalui kekerasan senjata bersama TNI-nya tanpa pihak Yudhoyono mau mengakui dan mau menerima kenyataan sejarah, fakta dan bukti, dan dasar hukum yang jelas yang menunjukkan bahwa Negeri Acheh itu adalah bukan milik dan bukan bagian dari RI yang menjelma menjadi NKRI. Melainkan Negeri Acheh adalah Negeri yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI sampai detik sekarang ini.

Strategi Yudhoyono dan PD-nya mempergunakan konsepsi NKRI, pancasila sudah final dalam menyelesaikan konflik Acheh adalah merupakan strategi yang konyol yang seluruh rakyat Acheh telah mengetahuinya bahwa strategi itu telah dilakukan dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati. Strategi yang bersandarkan kepada NKRI sudah final berarti pihak Pemerintah RI secara membabi buta untuk terus tidak mengakui dan tidak menerima bahwa itu Negeri Acheh adalah Negeri yang ditelan dan diduduki oleh RI.

Jalan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik Acheh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini adalah diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap mereka di masa depan, melalui cara jajak pendapat atau referendum dengan menampilkan dua opsi, yakni opsi YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI dengan disaksikan oleh satu badan internasional seperti PBB.

Itulah strategi penyelesaian konflik di Acheh yang aman dan damai, tanpa harus mengerahkan kekuatan puluhan ribu pasukan TNI/POLRI ke Negeri Acheh.

Tetapi, kalau pihak Yudhoyono dan PD-nya menolak dan tidak mau mempertimbangkan jalan penyelesaian yang aman damai ini, maka sampai Yudhoyono berakhir masa jabatannya sebagai Presiden RI ke-6 tahun 2009 itu konflik Acheh tetap tidak akan bisa diselesaikan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se