Stockholm, 12 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

APHA MAOP KACUNGNYA TNI MENUNTUT DARURAT PERANG UNTUK MELAWAN GAM DAN TNA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

APHA MAOP MANA PIHAK TNI/POLRI SANGGUP MENGHANCURKAN GAM DAN TNA, SELAMA ACHEH DIJAJAH RI, ITU GAM DAN TNA TERUS HIDUP

"Saya masuk lagi ya. Saya udah kehabisan kata-kata kotor untuk menyebut apa pada GAM setan ini. Apakah merampok, memeras dan menculik adalah perilaku islami atau perilaku satani. Mohon pak Ahmad menilainya. Jangan tanya buktinya ? Karena kalau anda serius ingin buktinya, silahkan anda ke Aceh, saya akan mempertemukan anda dengan para korban. Saya serius. Kami orang Aceh protes keras kepada pemerintah karena selama DM dicabut, hidup kami mulai tidak aman lagi. Kami menuntut pemerintah agar segera melibas habis semua GAM bajingan yang telah merampok, menculik dan menyandera rakyat sipil. Yang saya belum dapat informasi ialah, apakah pak ahmad juga ikut menikmati uang tebusan tersebut. Na uzubillah min zalik. Kalian memang drakula berbulu wali. Belagak aulia padahal tukang hisap darah orang Aceh." (Apha MAOP, awakaway@telkom.net , Sun, 11 Jul 2004 15:50:05 +0700)

Baiklah saudara Apha Maop di Acheh.

Saudara Apha Maop memang sudah lama menceburkan diri di mimbar bebas ini, dimulai dari tanggal 1 Januari 2004 yang lalu. Tetapi sudah beberapa kali keluar masuk. Walaupun saudara Apha Maop keluar masuk mimbar bebas ini, tetapi tidak bisa keluar lepas dari mimbar bebas ini. Hanya menonton dipinggir saja. Saudara Apha Maop ini walaupun orang Acheh tetapi jiwanya sudah seperti jiwa penjajah RI. Dulu ketika Mayjen TNI Endang Suwarya dan Kolonel Laut Ditya Soedarsono masih berkuasa di Acheh, itu saudara Apha Maop minta dipersenjatai untuk melawan GAM katanya. Tetapi pihak Kolonel Laut Ditya Soedarsono tidak memberikan jawaban dan tidak mengabulkannya.

Rupanya, hari Minggu, 11 Juli 2004, saudara Apha Maop sudah tidak sabar lagi untuk angkat suara di mimbar bebas dengan kata pembukaannya: "Saya masuk lagi ya." Kemudian diteruskan dengan cerita gombalnya: "Sebagian anggota milis ini adalah bajingan setan jahannam. Saya baru dapat info terbaru. (saya me-wawancara-i langsung korban, maaf identitasnya saya rahasiakan). Setelah Darurat Militer di Aceh dicabut, tingkah laku GAM setan makin menjadi-jadi. Sekarang mereka menculik para penumpang bus dan dibawa ke gunung. Sampai di gunung para sandera didata dan diseleksi tingkat ekonominya. Dari tukang jahit sepatu di kaki 5, pegawai negeri sampai pengusaha. Dari para sandera GAM meminta tebusan pada keluarganya. Besarnya uang tebusan bervariasi menurut tingkat ekonominya. Untuk tukang jahit kaki 5 di minta Rp 500.000. Pegawai negeri dihargai Rp 500.000.000 (1/5 Milyar) dst. Pokoknya sekali menjaring mereka bisa dapat tidak kurang dari 1 M"

Nah, seolah-olah itu saudara Apha Maop sebagai wartawan, mewawancarai korban penculikan. Tetapi tidak disebutkan entah kapan itu penculikan terjadi dan kapan dibebaskan itu yang diculik, hanya cukup disebutkan: "maaf identitasnya saya rahasiakan"

Kelihatan Apha Maop melambungkan isue penculikan untuk meminta uang tebusan, dengan maksud dan tujuan untuk memberikan tambahan minyak bensin bagi pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dan Pihak Penguasa Darurat Sipil Pusat Presiden Megawati dan TNI/POLRI-nya untuk terus menumpas rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Tetapi, yang saudara Apha Maop tidak menyadari bahwa justru pihak Pemerintah RI dan PDSD Acheh adalah sebagai pihak yang merampok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh yang sudah berlangsung lebih dari 50 tahun.

Bukti, fakta, sejarah dan dasar hukum penjajahan di Negeri Acheh yang dilakukan oleh pihak RI ini terus saja ditutupi dan disembunyikan dengan berbagai cara yang berbentuk kamuflase. Dari mulai menuduh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila sebagai pemberontak, separatis, teroris, dan tuduhan lainnya yang tidak berdasar. Untuk menutupi kejahatan pihak Pemerintah RI ini dibuatlah berbagai macam dasar hukum sepihak, dari mulai Inspres, Keppres, UU dengan maksud dan tujuan untuk tetap bisa menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Orang-orang model saudara Apha Maop ini makanan empuk bagi pihak Pemerintah RI dan PDSD Acheh untuk dijadikan alat memukul sesama rakyat Acheh. Itu pimpinan Pemerintah RI yang dikuasai oleh orang-orang Jawa, dari mulai Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sebentar lagi Susilo Bambang Yudhoyono akan terus menjalankan taktik dan strategi pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Jelas, saudara Apha Maop, apa yang saudara lakukan itu bukan didasarkan untuk mencari penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai. Apalagi dengan berteriak-teriak: "Kami orang Aceh protes keras kepada pemerintah karena selama DM dicabut, hidup kami mulai tidak aman lagi. Kami menuntut pemerintah agar segera melibas habis semua GAM bajingan yang telah merampok, menculik dan menyandera rakyat sipil."

Itu yang diteriakkan oleh saudara Apha Maop adalah usaha untuk terus berlangsungnya pembunuhan terhadap rakyat Acheh yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI.

Jadi, itu saudara Apha Maop memulai dengan meneriakkan penculikan, lalu meminta kepada Penguasa RI dan TNI untuk mengganti Darurat Sipil dengan Darurat Perang dengan tujuan untuk menumpas GAM.

Tetapi, jelas itu usaha saudara Apha Maop tidak akan berhasil. Mengapa ? Karena pihak Pemerintah RI mengetahui bahwa itu GAM dan TNA tidak akan mungkin bisa dihancurkan walaupun dengan menerapkan Darurat Perang. Paling yang dilakukan oleh pihak Pemerintah RI adalah seperti yang dlakukannya sekarang dengan cara bercokol terus TNI/POLRI-nya di Negerti Acheh sambil terus melakukan pembunuhan tetapi dengan ditutupi pakai Darurat Sipil agar supaya tidak menyolok mata pihak dunia Internasional.

Nah, itu kan taktik penipuan dan akal bulus pihak Pemerintah pusat Megawati, yang kemungkinan besar taktik penipuan dan akal bulus ini akan terus dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dengan slogan penyelesaian konflik Acheh yang aman dan damai. Padahal dengan melalui moncong senjata pasukan TNI/POLRI-nya di Negeri Acheh.

Selanjutnya itu saudara Apha Maop mau menbuat isue gombal dengan menulis: "Yang saya belum dapat informasi ialah, apakah pak Ahmad juga ikut menikmati uang tebusan tersebut. Na uzubillah min zalik. Kalian memang drakula berbulu wali. Belagak aulia padahal tukang hisap darah orang Aceh."

Jelas, saudara Apha Maop, satu sen-pun Ahmad Sudirman tidak menerima uang dari pihak ASNLF atau GAM. Ahmad Sudirman tidak perlu dibayar oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Acheh yang didukung dan disokong penuh oleh Ahmad Sudirman tanpa perlu rakyat Acheh membalas jasa apapun.

Ahmad Sudirman mendukung dan menyokong penuh rakyat Acheh adalah karena Ahmad Sudirman telah mengetahui dengan jelas dan benar berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum bahwa Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh pihak Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 pakai PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950 yang diteruskan oleh pihak RI yang menjelma menjadi NKRI sampai detik sekarang ini.

Yang justru Ahmad Sudirman menyayangkan dan menyesalkan sedalam-dalamnya pihak Pemerintah RI, karena pihak RI masih terus saja tidak mau mengakui dan tidak mau menerima kejahatan Soekarno merampas, merampok, menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Saudara Apha Maop apa yang saudara katakan: "Ketahuilah sobat-sobatku, bahwa kita sedang berdebat dengan orang sakit jiwa. Pak Ahmad itu orang islam yang membaca ayat yang salah. Entah ayat apa yang di bacanya sehingga begitu mati-matian membela GAM haram jadah. Mari kita tinggalkan milis ini, biar pak Ahmad ini tidak punya kerjaan lagi dan dia akan di pecat oleh Hasan Tiro. Dengan di pecatnya pak Ahmad ini, Hasan Tiro tidak perlu lagi menggajinya sehingga biaya hidupnya sebagai gembel di Swedia bisa mencukupi. Dan dia tak perlu merampok lagi di Aceh. Karena sekarang hidupnya bermewah-mewah di Swedia dengan biaya yang didapat dari uang orang Aceh yang diambil dengan cara yang berdarah-darah."

Jelas, saudara Apha Maop, itu Ahmad Sudirman tidak sakit jiwa. Sebaliknya Ahmad Sudirman adalah seorang muslim yang mukmin yang jiwanya sehat walafiat dan telah mempelajari secara mendalam sejarah Acheh sehingga terbongkar itu kejahatan Soekarno yang merampas, menelan, mencaplok, menduduki, dna menjajah Negeri Acheh. Karena itu pihak Pemerintah RI tidak ada jalan lain, kalau mau damai harus mengakui bahwa itu Negeri Acheh sedang diduduki dan dijajah pihak RI.

Disamping itu karena Ahmad Sudirman mempelajari, menghayati dan mengamalkan Islam itulah sehingga terbongkar kelakuan jahat Soekarno dan para penerusnya seperti Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati yang telah membuat lembaga pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw, yang bertentangan dengan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah. Sehingga para pimpinan RI yang menetapkan dan memutuskan perkara tidak berdasarkan aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dinamakan, kafir, zhalim, dan fasik.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date:Sun, 11 Jul 2004 15:50:05 +0700Sun
From:"Apha MAOP" <awakaway@telkom.net>
To:"'Ahmad Sudirman'" <ahmad@dataphone.se>CC:"'Serambi Indonesia'" <serambi_indonesia@yahoo.com>, "'Aceh Kita'" <redaksi@acehkita.com>, "'ahmad jibril '" <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, "'balipost'" <balipost@indo.net.id>, "'waspada'" <newsletter@waspada.co.id>, "'PR'" <redaksi@pikiran-rakyat.com>, "'Pontianak'" <editor@pontianak.wasantara.net.id>

Assalamualaikum, Wr Wb.

Saya masuk lagi yaaa.

Bagi yang belum kenal saya. Saya perkenalkan nama saya Apha MAOP.Orang Aceh "Asli lho" (Orang Aceh yang benar-benar tinggal dan hidup di Aceh). Karena di milis ini ada orang Aceh yang tinggalnya entah dimana dan entah apakah dia pernah melihat Aceh dan banyak entah-entah lainnya. Tapi yang bikin heran kalau dia ngomong, seolah-olah dia pahlawan Aceh. Padahal dia udah kenyang dan besar (bahkan mungkin udah tua) di negeri kafir. Didalam darahnya telah mengalir darah yang dibuat dengan makanan produk kafir. Tapi kalau ngomong selalu aja ngatain orang lain kafir. Istilah dalam islamnya apa yaa untuk manusia seperti ini?

Setelah sekian lama saya tinggalkan milis ini, ternyata kuliah dari pak Ahmad tidak habis-habis di bahas. Padahal udah 2 semester tuh. Apakah masih sekitar caplok mencaplok. Saya sebenarnya udah malas berkunjung ke milis ini, karena walaupun milis ini bernyanyi membela Aceh, tapi yang terjadi adalah sebaliknya.

Sebagian anggota milis ini adalah bajingan setan jahannam.Saya baru dapat info terbaru. (saya me-wawancara-i langsung korban, maaf identitasnya saya rahasiakan). Setelah Darurat Militer di Aceh dicabut, tingkah laku GAM setan makin menjadi-jadi. Sekarang mereka menculik para penumpang bus dan dibawa ke gunung. Sampai di gunung para sandera didata dan diseleksi tingkat ekonominya. Dari tukang jahit sepatu di kaki 5, pegawai negeri sampai pengusaha. Dari para sandera GAM meminta tebusan pada keluarganya. Besarnya uang tebusan bervariasi menurut tingkat ekonominya. Untuk tukang jahit kaki 5 di minta Rp 500.000. Pegawai negeri dihargai Rp 500.000.000 (1/5 Milyar) dst. Pokoknya sekali menjaring mereka bisa dapat tidak kurang dari 1 M.

Saya udah kehabisan kata-kata kotor untuk menyebut apa pada GAM setan ini. Apakah merampok, memeras dan menculik adalah perilaku islami atau perilaku satani.

Mohon pak Ahmad menilainya. Jangan tanya buktinya ? Karena kalau anda serius ingin buktinya, silahkan anda ke Aceh, saya akan mempertemukan anda dengan para korban. Saya serius. Kami orang Aceh protes keras kepada pemerintah karena selama DM dicabut, hidup kami mulai tidak aman lagi. Kami menuntut pemerintah agar segera melibas habis semua GAM bajingan yang telah merampok, menculik dan menyandera rakyat sipil.

Yang saya belum dapat informasi ialah, apakah pak ahmad juga ikut menikmati uang tebusan tersebut. Na uzubillah min zalik. Kalian memang drakula berbulu wali. Belagak aulia padahal tukang hisap darah orang Aceh.

Kepada rekan-rekan lain yang sedang berdebat dengan pak Ahmad ini, saya himbau untuk segera menghentikan debatannya. Karena debat kalian tidak ada gunanya dan hanya membuang-buang waktu saja. Ketahuilah sobat-sobatku, bahwa kita sedang berdebat dengan orang sakit jiwa. Pak Ahmad itu orang islam yang membaca ayat yang salah. Entah ayat apa yang di bacanya sehingga begitu mati-matian membela GAM HARAM JADAH. Mari kita tinggalkan milis ini, biar pak Ahmad ini tidak punya kerjaan lagi dan dia akan di pecat oleh Hasan Tiro. Dengan di pecatnya pak Ahmad ini, Hasan Tiro tidak perlu lagi menggajinya sehingga biaya hidupnya sebagai gembel di Swedia bisa mencukupi. Dan dia tak perlu merampok lagi di Aceh. Karena sekarang hidupnya bermewah-mewah di Swedia dengan biaya yang didapat dari uang orang Aceh yang diambil dengan cara yang berdarah-darah.

Saya dapat isu (belum tentu benar) bahwa RCTI juga menebus dalam pembebasan Ferry. Cuma mungkin di rahasiakan untuk kepentingan usaha (RCTI) di Aceh. Saya juga pernah di beritahu seseorang, bahwa di dunia ini ada 3 jenis orang yang tidak boleh kita lawan (mengalah bukan berarti kalah).1.Orang yang punya kuasa (penguasa), dia bisa mengatur hukum sehingga kita tidak akan pernah menang melawannya. 2.Orang kaya, dia bisa membeli hukum, jadi kita juga tidak akan menang. 3.Orang gila / sakit jiwa, karena yang benar hanya dia sendiri, semua orang lain salah.

Nah kita sekarang sedang berdebat dengan orang golongan ke 3. Kita hanya buang-buang waktu saja. Kalau memang rekan-rekan saya yang bukan etnis Aceh, tapi care dengan kami orang Aceh, saya mohon bantuannya untuk mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah Aceh secepat mungkin. Kalau perlu dengan darurat perang sekalipun. Yang penting GAM bisa dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.

Saya memang mendapat info kalau GAM setan yang di gunung itu melakukan shalat. Tapi dengan tingkah setannya (menculik, merampok, menyiksa dan membunuh), apakah mereka shalat karena Allah atau hanya untuk menimbulkan image pada para sanderanya bahwa mereka adalah orang baik-baik. Saya juga dapat info kalau para sandera diperlakukan dengan baik. Tapi saya pribadi menilainya sebagai perlindungan terhadap potensi tebusan mereka. Karena kalau sandera mati maka mereka tidak akan memperoleh tebusan. Makanya mereka berusaha menjaga tawanannya tetap hidup demi uang tebusan yang ratusan juta tersebut.

Apha MAOP

awakaway@telkom.net
Aceh