Stockholm, 12 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA MEROBAH MANHAJ RASULULLAH SAW & PERTAHANKAN RI YANG BERSUMBER HUKUM THOGHUT PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA TELAH MEROBAH MANHAJ RASULULLAH SAW & PERTAHANKAN RI YANG BERSUMBER HUKUM THOGHUT PANCASILA

"Yang jelas Bapak Ahmad Sudirman cs tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW dalam berdakwah. Ingat syarat amalan diterima oleh Alloh adalah ikhlas dan mu'taba'. Ikhlas karena Alloh SWT, tanpa keraguan sedikitpun dan mengikuti sunnah Rosululloh SAW. Alloh SWT melihat hamba-Nya dari niat dan amal perbuatannya. Walaupun niatnya karena Alloh SWT tetapi tidak dicontohkan Rosululloh SAW maka amalan tsb akan tertolak. Apa pernah Rosululloh SAW menggembar-gemborkan Kemerdekaan Arab dari penjajahan kafir quraisy ?." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Mon, 12 Jul 2004 00:40:47 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin kelihatan saja saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang memang keras kepala. Sudah keras kepala, ditambah lagi dengan tidak mau mempercayai sepenuh hati dan tidak sepenuh keyakinan akan kebenaran ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, serta tidak menjalankannya sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT.

Selanjutnya, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya telah merobah manhaj Rasulullah saw dalam hal hijrah perjuangan Rasulullah, dan menafikan seluruh ayat-ayat yang menyangkut perintah hijrah yang telah diperintahkan Allah SWT.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya bagaimana saudara mau memahami manhaj Rasulullah saw dengan benar, sedang yang jelas-jelas manhaj Rasulullah tentang hijrah saja saudara Rokhmawan dan Salafi-nya telah merobah menurut sekehendak hawa nafsu sendiri.

Bagaimana saudara Rokhmawan dan Salafi-nya mau mengikuti manhaj Rasulullah saw, kalau terus saja melindungi para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati, DPR, MPR yang secara terang-terangan telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT lalu memutuskan perkara tidak berdasarkan pada aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, dimana tindakan mereka itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47".

Bagaimana Rokhmawan dan Salafi-nya yang membela penuh apa yang dilakukan oleh Soekarno dengan Negara RI-kafir-Jawa-Yogyanya yang telah menjadi negara Bagian RIS yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Bagaimana Rokhmawan dan Salafi-nya tetap dengan sekuat tenaga untuk menafikan apa yang telah diperintahkan Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47 dengan tetap melindungi para pimpinan Negara kafir RI yang telah menzhalimi rakyat Acheh dan telah merampok, menduduki, menjajah Negeri Acheh.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, tidak perlu saudara tetap berkeras kepala untuk tetap menafikan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah untuk dipakai alat untuk menggolongkan kedalam khawarij bagi orang-orang dan golongan-golongan yang ada diluar kelompok saudara dan yang tidak seide dengan jalan pikiran saudara dan Salafi-nya yang telah menafikan semua perintah hijrah yang diperintahkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, dan yang telah merobah manhaj hijrah rasulullah dengan penafsiran seenak sendiri: "pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya itu alasan saudara dengan khawarij yang gombal adalah alasan yang saudara dan Salafi-nya rekayasa saja, dan secara langsung saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang memecah belah ummat dengan menganggap golongan saudara dan Salafi-nya yang telah mengikuti manhaj Rasulullah tetapi kenyataannya justru sebaliknya merobah manhaj hijrah Rasululullah saw dan menafikan semua ayat-ayat hijrah yang diperintahkan Allah SWT untuk dilaksanakan.

Tidak ada lagi alasan lain bagi saudara Rokhmawan dan Salafi-nya untuk berpura-pura mengikuti manhaj Rasulullah saw, karena sebenarnya saudara dan Salafi-nya telah secara terang-terangan menafikan dan membelokkan manhaj Rasulullah itu sendiri.

Kaum muslimin tidak bisa lagi ditipu dan dibohongi dengan apa yang dipropagandakan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang telah menolak dan tidak mempercayai dengan sepenuh keyakinan dan sepenuh hati ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, sehingga dengan alasan tidak menerimanya ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah itu pertama, bisa melindungi para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati, DPR, MPR yang secara terang-terangan telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT lalu memutuskan perkara tidak berdasarkan pada aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, padahal tindakan mereka itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47. Kedua, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya dengan menolak dan tidak mempercayai sepenuh hati ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah bisa dengan leluasa menggolongkan orang dan kelompok yang ada diluar saudara Rokhmawan dan Salafinya dan yang tidak seide dengan kelompok saudara, digolongkan dengan khawarij gombal.

Jadi, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, tidaklah perlu saudara mempermainkan ayat-ayat Al-Qur'an dan manhaj Rasulullah saw kalau hanya dipakai untuk memecah belah umat Islam dengan mengelompokkan orang-orang yang Salafi dan bukan Salafi. Sedangkan dalam kenyataannya, justru saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang memecah ummat Islam didunia ini dengan menyatakan Salafi dan diluar Salafi. Dan saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang dengan seenaknya merobah dan menolak ayat-ayat Allah SWT yang harus dijalankan dan dilaksanakan.

Bagaimana sikap saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang sebenarnya terhadap para pimpinan Negara kafir RI ini yang telah secara nyata-nyata menentang dan tidak mau patuh kepada apa yang diperintahkan Allah SWT untuk dijalankan. Dasar hukum dan sumber hukum Negara RI ini yang telah dengan jelas dan nyata bertentangan dengan Islam, masih tetap saja para pimpinannya dilindungi dan dipertahankankan perbuatannya yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan dan diturunkan Allah SWT.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya. Rasulullah saw jelas telah menjalankan perintah besar dari Allah SWT dengan menjalankan hijrah. Hijrah itu merupakan hasil perjuangan besar Rasulullah saw dalam membebaskan umat muslim di Mekkah dari tekanan, penindasan, pembunuhan yang dilakukan oleh kaum musyrik Quraisy Mekkah. Rasulullah saw telah membebaskan negeri Yastrib dari pengaruh kekuasaan negara musyrik Quraisy Mekkah. Dengan perintah hijrah dari Allah SWT itulah merupakan cara, metode, manhaj Rasulullah saw dalam memerdekakan seluruh kaum muslimin dari pengaruh kekangan, penindasan, penyiksaan, penekanan pihak kaum musyrik Quraisy Mekkah. Dengan manhaj hijrah Rasulullah saw itu telah membebaskan seluruh kaum muslimin di Mekkah dari penjajahan kaum musyrik Quraisy Mekkah untuk hidup bebas merdeka dibawah daulah Islam di Yatsrib.

Jadi, saudara Rokhmawan, tidak perlu lagi saudara berbohong dihadapan ummat dengan metode, manhaj Rasulullah saw, padahal saudara Rokhmawan dan Salafi-nya telah merobah itu manhaj Rasulullah dan menafikan semua perintah Allah SWT untuk hijrah.

Sekarang kaum muslimin tidak bisa lagi ditipu dan dibodohi dengan berbagai alasan yang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya kemukakan, karena kenyataannya, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya telah menolak dengan cara tidak menerima sepenuh keyakinan ayat-ayat yang diturunkan Allah SWT, seperti ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah dan ayat-ayat hijrah.

Selanjutnya apa yang telah dilakukan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya ini adalah apa yang dikutip dan disimpulkan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya seperti yang ditulisnya ini: "sebenarnya bapak Ahmad ini hanya mengkambinghitamkan pemerintahan RI saja lihat saja dalam tulisannya yang intinya "Sebenarnya Pemerintahan RI yang memecah NII menjadi 14 faksi. Atas dasar apa bapak mengatakan demikian ? Padahal dalam artikel yang bapak tulis khusus buat saya mengatakan yang intinya : Perpecahan tersebut dikarenakan : 1.Karena NII Kartosuwiryo pada waktu itu belum memperoleh pengakuan secara dejure dan defacto sehingga umat islam belum banyak yang mengetahuinya. 2.Karena adanya ketidaktahuan orang-orang yang ingin meneruskan perjuangan Kartosuwiryo dengan adanya UUD NII dll. 3.Mereka sudah tahu, tetapi karena ingin tujuan tertentu sehingga memaksakan aturan-aturan sediri."

Setelah saya buka kembali kumpulan arsip surat balasan khusus melalui jalur pribadi kepada saudara Rokhmawan yang banyaknya 4 buah email, yang pertama ditulis dan dikirimkan pada hari Kamis, 13 Mei 2004, 16:48:21 +0200 dengan judul subject "NII Kartosoewirjo dan NII Adah Djaelani Tirtapradja". Email yang kedua, yang dikirimkan hari Senin, 17 Mei 2004 dengan judul subject "Masih tentang NII Adah Djaelani Tirtapradja". Email ketiga, dikirimkan pada hari Jumat, 11 Juni 2004 dengan judul subject "Re: nanya lagi pak...". Dan terakhir email keempat dikirimkan pada hari Selasa, 15 Juni 2004 dengan judul subject "Re: B-9". Ternyata dari keempat isi email yang dikirimkan khusus kepada saudara Rokhmawan itu, tidak ada saya menulis seperti yang disimpulkan oleh saudara Rokhmawan itu.

Untuk meluruskan masalah yang disimpulkan tentang NII oleh saudara Rokhawan itu, perlu saudara Rokhmawan menyebutkan dari tulisan khusus saya yang mana yang pernah saya kirimkan khusus kepada saudara Rokhmawan.

Karena dari sebagian tulisan-tulisan khusus tersebut yang dikirimkan kepada saudara Rokhmawan sebagian dimuat juga di ahmad.swaramuslim.net dan bisa dibaca oleh umum seperti tulisan "NII Adah Djaelani ditinjau dari sudut NII Kartosoewirjo"

Dan dalam tulisan tersebut sudah jelas alasan mengapa NII itu terpecah setelah Imam SM Kartosoewirjo sahid. Jelas disanalah banyak peranan dari pihak Pemerintah Soekarno, Soeharto untuk memecah belah NII dengan menggunakan orang-orang yang ditanam oleh BIN.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 12 Jul 2004 00:40:47 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Pak Ahmad Sudirman cs Tidak Mau Ber-i'tiba' Kepada Rosululloh SAW
To: acheh_karbala@yahoo.com
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id,

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu Pak Ahmad Sudirman cs Tidak Mau Ber-i'tiba' Kepada Rosululloh SAW
Sebenarnya saya pribadi sangat setuju atas saran seseorang di mimbar bebas ini yang intinya "Kita tidak usah menghiraukan artikel-artikelnya Kang Ahmad dan mulai sekarang mari kita tinggalkan milis ini". Wah bagaimana ya jelas tidak mungkin bagi saya yang insyaalloh Manhajnya lurus untuk membiarkan seseorang dalam menafsirkan ayat Al-qur'an seenaknya sendiri dengan maksud ingin memerdekakan bangsanya ( tujuan politik praktis). Seandainya saya membiarkan mereka berarti saya membiarkan saudara-saudara islam yang lainnya untuk dipengaruhi Bapak Ahmad yang hanya ingin memerdekakan aceh tetapi tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW. Insyaalloh dengan kemampuan dari Alloh SWT yang diberikan kepada saya, saya tetap akan meluruskan argumen Bapak Ahmad Sudirman cs.

Baiklah Bapak Ahmad yang saya hormati, mari kita lanjutkan diskusinya, sebenarnya bapak Ahmad ini hanya mengkambinghitamkan pemerintahan RI saja lihat saja dalam tulisannya yang intinya "Sebenarnya Pemerintahan RI yang memecah NII menjadi 14 faksi. Atas dasar apa bapak mengatakan demikian ? Padahal dalam artikel yang bapak tulis khusus buat saya mengatakan yang intinya : Perpecahan tersebut dikarenakan : 1.Karena NII Kartosuwiryo pada waktu itu belum memperoleh pengakuan secara dejure dan defacto sehingga umat islam belum banyak yang mengetahuinya. 2.Karena adanya ketidaktahuan orang-orang yang ingin meneruskan perjuangan
Kartosuwiryo dengan adanya UUD NII dll. 3.Mereka sudah tahu, tetapi karena ingin tujuan tertentu sehingga memaksakan aturan-aturan sediri.

Naah khan kelihatan sekali Bapak Ahmad kalau menulis menanggapi komentar saya hanya asal-asalan. Bapak boleh meralat artikel bapak sesuai dengan nafsu bapak yang mengkambing-hitamkan bahwasanya Pemerintahan RI yang memecah-belah NII (sebenarnya perpecahan dalam tubuh NII dikarenakan lemahnya iman mereka).

Bapak tidak setuju kalau Manhaj kami menggolongkan NII, GAM/TNA termasuk golongan kaum khowarij khan ? Kalau begitu mereka itu termasuk golongan apa ?. Pak simak uraian saya ini dan renungkanlah, ambil hikmahnya dan inti sarinya. Rosululloh SAW bersabda : "Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan yang 72 golongan akan masuk neraka dan yang satu golongan masuk surga ". Lalu para sahabat bertanya siapa yang akan masuk syurga . Rosululloh SAW pun bersabada : "Yang akan masuk syurga yaitu Ahlussunnah wal jamaah". Kurang lebih begitu bunyi hadis yang diriwayatkan bukhori-muslim. Keadaan pada zaman yang fahsya' ini memang terbukti
berkenaan dengan hadist di atas. Bagi umat awam mungkin hadis tersebut tidak begitu di risaukannya, mereka berpendapat bahwa dengan bersyahadat, sholat, zakat, puasa dan haji bagi yang mampu, itu sudah cukup. Ini memang benar karena dalam Alqur'anul karim maupun hadistpun juga mengajarkan hal semacam itu, simak hadist berikut ini, Rosulullah bersabda "islam dibangun atas lima tiang agama, bersyahadat, menjalankan sholat, membayar zakat, puasa dan melakukan haji " <HR. Bukhori-muslim>. Nah yang menjadi persoalan adalah keberadaan firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah yang ada di bumi ini terutama NII , LDII, GAM/TNA dan sejenisnya. Mereka mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jamaah bahkan yang lebih dahsyat lagi mereka telah membangga-banggakan golongannya sendiri tanpa menghiraukan golongan lain < na'udubillahimin dzalik > hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam Alqur'an, simak terjemahan alqur'an surat al-mukminun ayat 53 - 54 : " kemudian mereka pengikut-pengikut rosul itu menjadikan agama mereka terpecah menjadi beberapa pecahan.Tiap-tiap golongan merasa bangga terhadap apa yang ada pada sisi mereka. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ". Sebenarnya sebagai umat yang jauh dari rosulullah apalagi sifat nubuwwah tidak ada pada hati dan jiwa mereka, maka tidak dibenarkan mengklaim dirinya sebagai golongan Ahlussunnah Wal Jamaah. Untuk lebih jelasnya mari kita tengok pada kehidupan sahabat-sahabat Rosululloh SAW seperti abu bakar ashshidiq, umar bin khotob dll. Suatu ketika ali bin abi tholib diberitahu oleh rosululloh tentang daftar sahabat-sahabat yg akan masuk neraka maka umar bertanya kepada ali "apakah diantara daftar tersebut ada namaku ?". ali pun menjawab "tidak ada" maka umar pun bertanya "apakah diantara daftar tersebut ada nama muridku ?" maka ali pun menjawab "ada". Kita telah tahu siapa umar bin khotob, dia salah satu dari khulafaurrosidin. Sudah otomatis keimanan beliau telah teruji dan tak diragukan lagi, tetapi walaupun begitu umar masih bertanya-tanya apakah dia masuk syurga atau tidak. Keadaan seperti ini banyak dialami oleh para sahabat Rosul dan tidak hanya sekedar bertanya saja tetapi mereka lebih sering bermunajat dan beristighfar serta berdoa kepada Allah SWT agar mereka dijadikan hamba yang di ridloi-Nya. Nah mengapa pada zaman yang fahsya' ini banyak firkoh maupun jamaah yang mangklaim dirinya sebagai golongan Ahlussunnah Wal Jamaah padahal para sahabat Rosululloh tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah.

Alangkah baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan Ahlussunnah Wal Jamaah karena kebanyakan diantara firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah belum mengetahui maksud yang sebenarnya apa itu Ahlussunnah Wal Jamaah. Ahlussunnah berasal dari dua kata ahlu dan sunnah, ahlu sendiri berasal dari kata ahli/ahlan yang artinya keluarga sedangkan ahlu dapat diartikan pengikut. Sunnah artinya segala perbuatan/tingkah laku, pola pikir dan fisik Rosul. Sedangkan jamaah disini artinya adalah jamaahnya Rosul yaitu Sahabatnya. Jadi Ahlussunnah Wal Jamaah artinya kurang lebih adalah orang atau kelompok yang senantiasa mengikuti perbuatan dan pola fikir rosul/mengutamakan sunnahnya Rosululloh dan para sahabatnya dalam kehidupan sehari-hari seperti beraqidah, beribadah, berahklak, bermu'amallah, bermuasyaraoh dan berdakwah.

Alangkah baiknya mari kita ulas sedikit demi sedikit sunnah rosul.Sunnah Rosul terdri dari 3 yaitu suroh, siroh dan sariroh. Suroh tak lain adalah gambaran/bentuk fisik rosul dari ujung rambut sampai ke ujung mata kaki, seperti rosul memelihara jenggot, mencukur kumis, memakai jubah/gamis, memakai sorban/kopyah dsb. Sedangkan siroh artinya yaitu perjalanan nabi dari sejak bangun tidur sampai tidur lagi katakanlah perjalanan nabi sehari penuh/24 jam, dalam perjalanan nabi banyak sekali sunnah yg dikerjakan dari hal-hal yang kelihatannya kecil seperti menyingkirkan duri dari jalanan, adab-adab ke mesjid, adab-adab makan-minum, adab-adab bepergian, adab-adab istinja',adab silaturohim, do'a-do'a sehari-hari, adab ta'lim, adab musyawarah, adab mudzakaroh......sampai jihad dan dakwah.Sedangkan sariroh merupakan pola pikir rosululloh yaitu bagaimana bayi yang terakhir terlahir di dunia ini bisa mengucapkan syahadat dengan sempurna, bagaimana semua umat manusia terhindar dari adzab neraka dan yang terakhir bagaimana seluruh umat manusia ini bisa masuk syurganya Allah SWT.

Nah pertanyaan saya apakah NII, GAM/TNA memenuhi kriteria di-atas, ?. Padahal jelas disebutkan dalam sabda Rosululloh SAW bahwasanya yang bukan termasuk golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah maka akan masuk neraka (na'udzubillahi min dzalik). Kita tengok dalam kehidupan mereka, apakah mereka mencontoh suroh/fisik Rosul ? Tidak sama sekali, kalau ada paling sedikit sekaliiii bahkan bapak Husaini dengan seenaknya mengatakan yang intinya "adakalanya kita berpenampilan islam dan adakalanya kita berpenampilan biasa ( Mana pernah Rosululloh SAW berpenampilan seperti orang jahiliyah ), justru dari pernyataan salah satu peserta di mimbar bebas ini yang kemungkinan besar dia Anggota GAM atau yang pro GAM, akan mengkaburkan sunnah Rosululloh SAW . Apakah mereka mencontoh sariroh/ pola piker Rosululloh SAW ?

Jawabnya Tidak, buktinya ketika TNI dengan seenaknya sendiri menggempur GAM/TNA, mereka bukannya ingin menghindari pertempuran melainkan melawannya dengan segala cara. Seharusnya GAM/TNA menghindarinya agar tidak terjadi pertempuran. Kalau memang GAM/TNA ingin menegakkan syariat islam seharusnya mengikuti sariroh/pola pikir nabi (dakwah ke thoif) ini umat islam lho. Paling yang diambil contoh dari kehidupan Rosululloh SAW hanyalah siroh nabi seperti yang saya sebutkan di atas, itupun sedikit juga yang melaksanakannya. Yang jelas telah kita ketahui NII, GAM/TNA jelas-jelas banyak yang bertentangan dengan Sunnah Rosul dan sahabatnya bahkan mereka telah mengikuti Kaum Khowarij dengan cirri-ciri jahil thd fikih islam, fitrah manusia, syariat islam. Mereka juga mudah mengkafirkan orang islam hanya karena tidak sefaham dengannya, mereka sempit pemahaman agamanya.

Kemudian menanggapi Muhammad Al-qubro di norwegia. Hm....seharusnya yang menjadi lawan diskusi saya adalah yaaa Muhammad Al-qubro ini karena mengapa ? setiap tulisan saya ditanggapinya tidak walaupun tidak semua tidak seperti Bapak Ahmad ini, paling yang ditanggapi hanya sebagian kecil saja dan itupun tanggapanya salah. Tapi tidak mengapa saya menghargai atas keluguan bapak Ahmad yang tidak bisa engambil kesimpulan sebuah artikel atau komentar.

Sekarang saya tujukan kepada Muhamad Al-qubro di norwegia, apakah anda tahu yang dinamakan aqidah (pasti tahukan)? sehingga dengan seenaknya anda menulis " Mereka tidak memahami mana yang dimaksudkan "Aqidah". Di mulut mereka mengaku tidak ada tuhan selain Allah, namun dalam kehidupan mereka membuat tandingan dengan Allah. Mereka tidak memahami bahwa kalau tidak mengaplikasikan sebagaimana kata Allah dalam keuhidupan keluarga, masjarakat dan negara, kita belum termasuk dalam katagori orang-orang yang beriman kendatipun telah kita ucapkan dengan lidah dan kita tasdiqkan dengan hati.

Memang benar seperti yang anda katakan bahwasanya belum dikatakan sebagai orang yang beriman kalau kita belum mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun kita telah mengucapkan dengan lisan dan meyakini dalam hati. Jangan samakan iman dengan aqidah, jelas berbeda kalau anda mengetahui artinya.

Kemudian M.Al-kubro menuliskan : "Mereka menganggap Islam tidak boleh melawan musuh dengan kekerasan biarpun kita sudah dijajah, tak boleh melawan dengan senjata, cukup dengan dakwah terus-menerus. Seperti sontoloyo-sontoloyo Jawa saat dibredili Belanda dulu sehingga belum apa-apa sudah menyerah. Lalu dibawa ke Acheh sebagai umpan peluru".

Naaah kelihatan sekali kalau Muhamad Al-kubro ini tidak mengerti aqidah islam sehingga dia melantur saja dalam menulis komentar di mimbar bebas ini. Memang benar kita umat islam tidak dibenarkan Rosululloh SAW untuk melawan orang islam yang memusuhi kita, seandainya kita melawannya maka akan terjadilah pembunuhan sesama umat islam ( Bapak Ahmad sendiri mengatakan "saya umat muslim yang beriman", jelas umat muslim berbeda dengan mukmin) yang akan mengakibatkan kedua-duanya masuk neraka. Baca komentar saya yang lalu yang mengatakan bahwasanya Sahabat Rosul bertanya kpd Rosululloh SAW, Sesungguhnya ada dua pemuda islam berkelahi/membunuh, yang membunuh jelas masuk neraka bagaimana yang terbunuh ? Rosululloh SAW pun bersabda "kedua-duanya masuk neraka" (HR.Bukhori-Muslim). Kemudian tengok pembunuhan pertama kali di dunia yang dilakukan oleh qobil. Aapakah habil juga melawannya ?. Justru dalam Al-qur'an disebutkan habil berlari dari kejaran qobil dan akhirnya dapat dikejarnya seketika itu habil berkata sekali-kali saya tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu/melawanmu. Naaah khan...seharusnya kita bisa mengambil inti sari dari kisah tsb. Akan tetapi sayang sekali hanya karena menginginkan kemerdekaan bagi rakyat aceh, kita secara langsung, tidak langsung telah mengobarkan api peperangan dengan cara mengkafir-kafirkan orang islam si A, si B yang belum/tidak berhukum kepada hokum Alloh SWT.

Kemudian atas dasar apa saudara M.Al-kubro ( nama asli nggak nih) mengatakan bahwasanya itu Rokhmawan mengatakan Ahmad Sudirman sama dengan Dajjal laknatulloh. Sedikitpun di hati saya tidak mengatakan itu, saya menganggap Bapak Ahmad Sudirman itu merupakan saudara saya yang perlu diluruskan pemahannya. Justru saya merasa kasihan terhadap Bapak Ahmad yang dengan seenaknya mengatakan si A, si B adalah kafir, dlolim, fasik. Sudah saya katakan itu haknya Alloh SWT, makhluknya tidak boleh ikut andil dalam mengkafirkan, dolim, fasyikkan orang islam si A, si B. Akan tetapi Dajajlpun ikut andil di dalamnya. Jangan menuduh yg bukan-bukan.

kemudian sangat saya sayangkan sekali dengan mudahnya sdr karbala mengatakan Rokhmawan, Sumitro dan Hadi-lah yang termasuk Dajjal menurut Al Qur-an. Memangnya anda itu yg berhak mengatakan seseorang itu adalah Dajjal (na'udzubillhi min dzalik). Kemudian sdr M.al-kubro mengatakan "Yaitu orang orang yang menuduh Pembela Al-Qur'an Dajjal, akan tetapi mereka tidak sadar (QS,2:9-10)". Siapa yang anda maksudkan yang menuduh, pembela ? Saya menuduh pak Ahmad, wah anda itu terlalu mengada-ada (tunjukan kata-kata saya yg mengatakan Bpk.Ahmad Sudirman is Dajjal). Siapa yg anda maksudkan orang yg membela Al-qur'an ? apa Pak Ahmad Sudirman ? yaa Al-hamdulillah kalau dia dikatakan oleh Alloh SWT sbg pembela Al-qur'an tetapi
sangat lucu sekali ingin membela Al-qur'an kok tidak mau ber-I'tiba' kpd Rosululloh SAW. Menurut saya jelas sekali Bpk Ahmad ini hanya membela rakyat aceh, anggota GAM/TNA dengan cara menafsirkan surat Al-maidah 44,45,47,48 seenaknya sehingga dia mengatakan si A, si B itu kafir, dlolim, fasyik.

Kemudian ditambah lagi dengan Bpk Ahmad Sudirman yang mengatakan Surat Al-maidah ayat 44,45, 47, 48 yang mengatakan adalah Alloh SWT, bukan Rosululloh, sahabat dan pengikutnya. Nah khan akhirnya bpk Ahmad juga tahu kalau yg mengatakan itu adalah Alloh SWT, sayangnya tidak bisa memahami. Coba jawab pertanyaan saya yang tidak pernah bpk Ahmad jawab sampai detik ini "apakah pernah Rosululloh SAW mengkafirkan orang islam si A, si B hanya karena mereka berhukum selain hokum Alloh SWT ?

Yang jelas Bapak Ahmad Sudirman cs tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW dalam berdakwah. Ingat syarat amalan diterima oleh Alloh adalah ikhlas dan mu'taba'. Ikhlas karena Alloh SWT, tanpa keraguan sedikitpun dan mengikuti sunnah Rosululloh SAW. Alloh SWT melihat hamba-Nya dari niat dan amal perbuatannya. Walaupun niatnya karena Alloh SWT tetapi tidak dicontohkan Rosululloh SAW maka amalan tsb akan tertolak. Apa pernah Rosululloh SAW menggembar-gemborkan Kemerdekaan Arab dari penjajahan kafir quraisy ?.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------