Stockholm, 12 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA MASUK & MENDUKUNG SISTEM THOGHUT PANCASILA DI NEGARA KAFIR RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU ROKHMAWAN & SALAFI-NYA MEMANG MASUK & MENDUKUNG SISTEM THOGHUT PANCASILA DI NEGARA KAFIR RI

"Nah yang menjadi persoalan adalah keberadaan firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah yang ada di bumi ini terutama NII , LDII, GAM/TNA dan sejenisnya. Mereka mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jamaah bahkan yang lebih dahsyat lagi mereka telah membangga-banggakan golongannya sendiri tanpa menghiraukan golongan lain <na'udubillahimin dzalik> hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam Alqur'an, simak terjemahan alqur'an surat al-mukminun ayat 53 - 54 : " kemudian mereka pengikut-pengikut rosul itu menjadikan agama mereka terpecah menjadi beberapa pecahan." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Mon, 12 Jul 2004 00:40:47 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Saudara Rokhmawan jangan merasa diri dan kelompok Salafi-nya paling "Ahlu Sunnah wa Al- Jamaah". Saudara sekarang hidup bukan dalam masa Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib, dan bukan di masa Khulafaur Rasyidin, dan bukan pula di masa dinasti Umaiyah di Syria, juga bukan dalam masa dinasti Abbasiyah di Irak, begitu juga bukan dimasa Usmaniyah di Andaluzie, bukan dimasa dinasti Fathimiyah, dan bukan dimasa dinasti Usmaniyah di Turki. Tetapi saudara Rokhmawan dan Salafi-nya sekarang hidup dan bergelimang dalam sistem thoghut pancasila di Negara kafir RI yang hukum negaranya bersumberkan pada pacasila hasil kutak-katik Soekarno.

Kemudian tidak sampai disitu saja, saudara Rokhmawan dan Salafi-nya mempersoalkan kelompok yang lainnya, seperti: "Nah yang menjadi persoalan adalah keberadaan firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah yang ada di bumi ini terutama NII , LDII, GAM/TNA dan sejenisnya. Mereka mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jamaah bahkan yang lebih dahsyat lagi mereka telah membangga-banggakan golongannya sendiri tanpa menghiraukan golongan lain <na'udubillahimin dzalik> hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam Alqur'an, simak terjemahan alqur'an surat al-mukminun ayat 53 - 54 : " kemudian mereka pengikut-pengikut rosul itu menjadikan agama mereka terpecah menjadi beberapa pecahan"

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya kalau bersikap dan berperilaku yang demikian, menuduh, menganggap yang lain bukan kelompok Ahlu Sunnah wa Al-Jamaah, selain kelompok Salafi-nya, dan menganggap kelompok saudara Rokhmawan dan Salafi-nya yang paling "Ahlu Sunnah wa Al- Jamaah", maka jelas saudara telah membuat perpecahan dan pengelompokan. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw: "Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk neraka. Para sahabat bertanya: "Siapa golongan yang selamat ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Al-Jama'ah". Diriwayatkan oleh Abu Huroirah, Rasulullah saw bersabda: "Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasranipun demikian. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan." (Tirmidzi 2564, Kitab Ul-Imaan). Dalam kitab sharh dari Tirmidzi, Imam Ahwazi berkata: "Penjelasan dari hadits ini, bahwa hadits ini berasal dari Abdullah bin Amru, bahwa semua dari golongan itu masuk neraka dan satu golongan yang masuk surga dan satu golongan ini adalah yang mengikuti Rasulullah saw. Golongan yang selamat itu adalah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah."

Coba saja sekarang perhatikan, di Negara kafir RI ini yang hukum negaranya bersumberkan pada pancasila. Apakah memang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya tidak terlibat dalam sistem thoghut pancasila ?. Berapa orang dari grup Salafi yang tidak ikut dalam Pemilu Legislatif 5 April 2004 dan Pemilu Presiden Negara kafir RI pada 5 Juli 2004 ?. Apakah semua anggota Salafi di Negara sekular pancasila menjadi golput ? tidak mencoblos dalam Pemilu 5 April dan 5 Juli 2004 ?.

Kalau saudara Rokhmawan dan Salafi-nya masih terlibat dalam Pemilu 5 April dan 5 Juli 2004, itu berarti saudara Rokhmawan dan Salafi-nya telah terlibat dalam sistem thoghut pancasila yang sangat dikutuk oleh Islam. Dan tentu saja kelompok saudara yang menamakan Salafi itu bukanlah apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw: "Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk neraka. Para sahabat bertanya: "Siapa golongan yang selamat ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Al-Jama'ah".

Sistem thoghut pancasila itu mencakup seluruh susunan dari unsur-unsur, mulai dari asas tempat berdirinya bangunan negara RI yang terdiri dari perangkat kenegaraan, lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, sampai kepada unsur yang menunjang jalannya perangkat kenegaraan itu, dan unsur hukum yang berlaku didalamnya.

Sekarang, kalau saudara Rokhmawan dan Salafi-nya masih terlibat dalam lumpur sistem thoghut pancasila di Negara kafir RI ini, maka apa yang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya nyatakan: "firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah yang ada di bumi ini terutama NII , LDII, GAM/TNA dan sejenisnya. Mereka mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jamaah bahkan yang lebih dahsyat lagi mereka telah membangga-banggakan golongannya sendiri tanpa menghiraukan golongan lain", tanpa saudara Rokhmawan dan Salafi-nya sadari, telah menimpa juga saudara Rokhmawan dan Salafi-nya.

Bagaimana bisa saudara Rokhmawan dan Salafi-nya mengaku kelompok Ahlu Sunnah wa Al- Jamaah, kalau masih juga membangga-banggakan kelompoknya sendiri, menganggap kelompoknya yang paling benar. Kelompok yang lain digolongkan kepada kelompok Khawarij.

Jadi, saudara Rokhmawan, saudara dan Salafi-nya adalah tidak ada bedanya dengan kelompok lainnya. Apapun yang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya klaim. Saudara tetap saja hidup bergelimang dalam sistem thoghut pancasila di Negara kafir RI yang hukum negaranya bersumberkan pada pancasila.

Bukan hanya sampai disitu saja, tetapi juga saudara Rokhmawan dan Salafi-nya telah mendukung kejahatan dan yang telah dijalankan oleh Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogyanya menelan dan mencaplok Negeri Acheh, Maluku Selatan, dan Papua, dengan meniru kebijaksanaan Patih Gajah Mada dari kerajaan Hindu Majapahit.

Inilah yang telah dilakukan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Negara kafir RI sekarang ini. Bagaimana para pimpinan RI, dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, DPR, MPR yang menetapkan dan memutuskan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, lalu memutuskan perkara tidak berdasarkan pada aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT, oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya masih tetap dianggap bukan termasuk kafir, zhalim, fasik. Dimana mereka masih terus dilindungi. Padahal sudah jelas mereka itu telah melakukan suatu tindakan pelanggaran hukum yang oleh Allah SWT telah dinyatakan sebagai kafir, zhalim, dan fasik. Yang ternyata dasar hukum tersebut yang tercantum dalam ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah tidak diyakini sepenuh hati dan tidak diterima dengan sepenuh keyakinan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya. Dan bukan itu saja, saudara Rokhmawan yang mengklaim dirinya sebagai Ahlu Sunnah wa Al-Jamaah ternyata telah berani secara terang-terangan merobah manhaj Rasulullah saw dalam hal hijrah, dan secara terang-terangan telah berani juga menafikan semua ayat perintah Hijrah.

Jadi, bagaimana bisa saudara Rokhmawan dan Salafi-nya sekarang masih mengklaim sebagai kelompok dan golongan Ahlu Sunnah wa Al-Jamaah ?.

Terakhir, sebaiknya saudara Rokhmawan dan Salafi-nya harus menyadari dan memohon taubat ke Khadlirat Allah SWT atas apa yang telah saudara Rokhmawan dan Salafi-nya lakukan sampai sekarang ini di Negara kafir RI yang hukum negaranya bersumberkan pada pancasila. Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya bukan hanya hidup di Negara kafir RI, tetapi juga telah terlibat dalam sistem thoghut pancasila dengan ikut terlibat dalam Pemilu Legislatif 5 April dan Pemilu Presiden 5 Juli 2004.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 12 Jul 2004 00:40:47 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Pak Ahmad Sudirman cs Tidak Mau Ber-i'tiba' Kepada Rosululloh SAW
To: acheh_karbala@yahoo.com
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id,

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu Pak Ahmad Sudirman cs Tidak Mau Ber-i'tiba' Kepada Rosululloh SAW
Sebenarnya saya pribadi sangat setuju atas saran seseorang di mimbar bebas ini yang intinya "Kita tidak usah menghiraukan artikel-artikelnya Kang Ahmad dan mulai sekarang mari kita tinggalkan milis ini". Wah bagaimana ya jelas tidak mungkin bagi saya yang insyaalloh Manhajnya lurus untuk membiarkan seseorang dalam menafsirkan ayat Al-qur'an seenaknya sendiri dengan maksud ingin memerdekakan bangsanya ( tujuan politik praktis). Seandainya saya membiarkan mereka berarti saya membiarkan saudara-saudara islam yang lainnya untuk dipengaruhi Bapak Ahmad yang hanya ingin memerdekakan aceh tetapi tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW. Insyaalloh dengan kemampuan dari Alloh SWT yang diberikan kepada saya, saya tetap akan meluruskan argumen Bapak Ahmad Sudirman cs.

Baiklah Bapak Ahmad yang saya hormati, mari kita lanjutkan diskusinya, sebenarnya bapak Ahmad ini hanya mengkambinghitamkan pemerintahan RI saja lihat saja dalam tulisannya yang intinya "Sebenarnya Pemerintahan RI yang memecah NII menjadi 14 faksi. Atas dasar apa bapak mengatakan demikian ? Padahal dalam artikel yang bapak tulis khusus buat saya mengatakan yang intinya : Perpecahan tersebut dikarenakan : 1.Karena NII Kartosuwiryo pada waktu itu belum memperoleh pengakuan secara dejure dan defacto sehingga umat islam belum banyak yang mengetahuinya. 2.Karena adanya ketidaktahuan orang-orang yang ingin meneruskan perjuangan
Kartosuwiryo dengan adanya UUD NII dll. 3.Mereka sudah tahu, tetapi karena ingin tujuan tertentu sehingga memaksakan aturan-aturan sediri.

Naah khan kelihatan sekali Bapak Ahmad kalau menulis menanggapi komentar saya hanya asal-asalan. Bapak boleh meralat artikel bapak sesuai dengan nafsu bapak yang mengkambing-hitamkan bahwasanya Pemerintahan RI yang memecah-belah NII (sebenarnya perpecahan dalam tubuh NII dikarenakan lemahnya iman mereka).

Bapak tidak setuju kalau Manhaj kami menggolongkan NII, GAM/TNA termasuk golongan kaum khowarij khan ? Kalau begitu mereka itu termasuk golongan apa ?. Pak simak uraian saya ini dan renungkanlah, ambil hikmahnya dan inti sarinya. Rosululloh SAW bersabda : "Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan yang 72 golongan akan masuk neraka dan yang satu golongan masuk surga ". Lalu para sahabat bertanya siapa yang akan masuk syurga . Rosululloh SAW pun bersabada : "Yang akan masuk syurga yaitu Ahlussunnah wal jamaah". Kurang lebih begitu bunyi hadis yang diriwayatkan bukhori-muslim.

Keadaan pada zaman yang fahsya' ini memang terbukti berkenaan dengan hadist di atas. Bagi umat awam mungkin hadis tersebut tidak begitu di risaukannya, mereka berpendapat bahwa dengan bersyahadat, sholat, zakat, puasa dan haji bagi yang mampu, itu sudah cukup. Ini memang benar karena dalam Alqur'anul karim maupun hadistpun juga mengajarkan hal semacam itu, simak hadist berikut ini, Rosulullah bersabda "islam dibangun atas lima tiang agama, bersyahadat, menjalankan sholat, membayar zakat, puasa dan melakukan haji " <HR. Bukhori-muslim>.

Nah yang menjadi persoalan adalah keberadaan firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah yang ada di bumi ini terutama NII , LDII, GAM/TNA dan sejenisnya. Mereka mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jamaah bahkan yang lebih dahsyat lagi mereka telah membangga-banggakan golongannya sendiri tanpa menghiraukan golongan lain <na'udubillahimin dzalik> hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam Alqur'an, simak terjemahan alqur'an surat al-mukminun ayat 53 - 54 : " kemudian mereka pengikut-pengikut rosul itu menjadikan agama mereka terpecah menjadi beberapa pecahan.

Tiap-tiap golongan merasa bangga terhadap apa yang ada pada sisi mereka. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ". Sebenarnya sebagai umat yang jauh dari rosulullah apalagi sifat nubuwwah tidak ada pada hati dan jiwa mereka, maka tidak dibenarkan mengklaim dirinya sebagai golongan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Untuk lebih jelasnya mari kita tengok pada kehidupan sahabat-sahabat Rosululloh SAW seperti abu bakar ashshidiq, umar bin khotob dll. Suatu ketika ali bin abi tholib diberitahu oleh rosululloh tentang daftar sahabat-sahabat yg akan masuk neraka maka umar bertanya kepada ali "apakah diantara daftar tersebut ada namaku ?". ali pun menjawab "tidak ada" maka umar pun bertanya "apakah diantara daftar tersebut ada nama muridku ?" maka ali pun menjawab "ada".

Kita telah tahu siapa umar bin khotob, dia salah satu dari khulafaurrosidin. Sudah otomatis keimanan beliau telah teruji dan tak diragukan lagi, tetapi walaupun begitu umar masih bertanya-tanya apakah dia masuk syurga atau tidak. Keadaan seperti ini banyak dialami oleh para sahabat Rosul dan tidak hanya sekedar bertanya saja tetapi mereka lebih sering bermunajat dan beristighfar serta berdoa kepada Allah SWT agar mereka dijadikan hamba yang di ridloi-Nya. Nah mengapa pada zaman yang fahsya' ini banyak firkoh maupun jamaah yang mangklaim dirinya sebagai golongan Ahlussunnah Wal Jamaah padahal para sahabat Rosululloh tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah.

Alangkah baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan Ahlussunnah Wal Jamaah karena kebanyakan diantara firkoh-firkoh maupun jamaah-jamaah belum mengetahui maksud yang sebenarnya apa itu Ahlussunnah Wal Jamaah. Ahlussunnah berasal dari dua kata ahlu dan sunnah, ahlu sendiri berasal dari kata ahli/ahlan yang artinya keluarga sedangkan ahlu dapat diartikan pengikut. Sunnah artinya segala perbuatan/tingkah laku, pola pikir dan fisik Rosul. Sedangkan jamaah disini artinya adalah jamaahnya Rosul yaitu Sahabatnya. Jadi Ahlussunnah Wal Jamaah artinya kurang lebih adalah orang atau kelompok yang senantiasa mengikuti perbuatan dan pola fikir rosul/mengutamakan sunnahnya Rosululloh dan para sahabatnya dalam kehidupan sehari-hari seperti beraqidah, beribadah, berahklak, bermu'amallah, bermuasyaraoh dan berdakwah.

Alangkah baiknya mari kita ulas sedikit demi sedikit sunnah rosul.Sunnah Rosul terdri dari 3 yaitu suroh, siroh dan sariroh. Suroh tak lain adalah gambaran/bentuk fisik rosul dari ujung rambut sampai ke ujung mata kaki, seperti rosul memelihara jenggot, mencukur kumis, memakai jubah/gamis, memakai sorban/kopyah dsb. Sedangkan siroh artinya yaitu perjalanan nabi dari sejak bangun tidur sampai tidur lagi katakanlah perjalanan nabi sehari penuh/24 jam, dalam perjalanan nabi banyak sekali sunnah yg dikerjakan dari hal-hal yang kelihatannya kecil seperti menyingkirkan duri dari jalanan, adab-adab ke mesjid, adab-adab makan-minum, adab-adab bepergian, adab-adab istinja',adab silaturohim, do'a-do'a sehari-hari, adab ta'lim, adab musyawarah, adab mudzakaroh......sampai jihad dan dakwah.Sedangkan sariroh merupakan pola pikir rosululloh yaitu bagaimana bayi yang terakhir terlahir di dunia ini bisa mengucapkan syahadat dengan sempurna, bagaimana semua umat manusia terhindar dari adzab neraka dan yang terakhir bagaimana seluruh umat manusia ini bisa masuk syurganya Allah SWT.

Nah pertanyaan saya apakah NII, GAM/TNA memenuhi kriteria di-atas, ?. Padahal jelas disebutkan dalam sabda Rosululloh SAW bahwasanya yang bukan termasuk golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah maka akan masuk neraka (na'udzubillahi min dzalik). Kita tengok dalam kehidupan mereka, apakah mereka mencontoh suroh/fisik Rosul ? Tidak sama sekali, kalau ada paling sedikit sekaliiii bahkan bapak Husaini dengan seenaknya mengatakan yang intinya "adakalanya kita berpenampilan islam dan adakalanya kita berpenampilan biasa ( Mana pernah Rosululloh SAW berpenampilan seperti orang jahiliyah ), justru dari pernyataan salah satu peserta di mimbar bebas ini yang kemungkinan besar dia Anggota GAM atau yang pro GAM, akan mengkaburkan sunnah Rosululloh SAW . Apakah mereka mencontoh sariroh/ pola piker Rosululloh SAW ?

Jawabnya Tidak, buktinya ketika TNI dengan seenaknya sendiri menggempur GAM/TNA, mereka bukannya ingin menghindari pertempuran melainkan melawannya dengan segala cara. Seharusnya GAM/TNA menghindarinya agar tidak terjadi pertempuran. Kalau memang GAM/TNA ingin menegakkan syariat islam seharusnya mengikuti sariroh/pola pikir nabi (dakwah ke thoif) ini umat islam lho. Paling yang diambil contoh dari kehidupan Rosululloh SAW hanyalah siroh nabi seperti yang saya sebutkan di atas, itupun sedikit juga yang melaksanakannya. Yang jelas telah kita ketahui NII, GAM/TNA jelas-jelas banyak yang bertentangan dengan Sunnah Rosul dan sahabatnya bahkan mereka telah mengikuti Kaum Khowarij dengan cirri-ciri jahil thd fikih islam, fitrah manusia, syariat islam. Mereka juga mudah mengkafirkan orang islam hanya karena tidak sefaham dengannya, mereka sempit pemahaman agamanya.

Kemudian menanggapi Muhammad Al-qubro di norwegia. Hm....seharusnya yang menjadi lawan diskusi saya adalah yaaa Muhammad Al-qubro ini karena mengapa ? setiap tulisan saya ditanggapinya tidak walaupun tidak semua tidak seperti Bapak Ahmad ini, paling yang ditanggapi hanya sebagian kecil saja dan itupun tanggapanya salah. Tapi tidak mengapa saya menghargai atas keluguan bapak Ahmad yang tidak bisa engambil kesimpulan sebuah artikel atau komentar.

Sekarang saya tujukan kepada Muhamad Al-qubro di norwegia, apakah anda tahu yang dinamakan aqidah (pasti tahukan)? sehingga dengan seenaknya anda menulis " Mereka tidak memahami mana yang dimaksudkan "Aqidah". Di mulut mereka mengaku tidak ada tuhan selain Allah, namun dalam kehidupan mereka membuat tandingan dengan Allah. Mereka tidak memahami bahwa kalau tidak mengaplikasikan sebagaimana kata Allah dalam keuhidupan keluarga, masjarakat dan negara, kita belum termasuk dalam katagori orang-orang yang beriman kendatipun telah kita ucapkan dengan lidah dan kita tasdiqkan dengan hati.

Memang benar seperti yang anda katakan bahwasanya belum dikatakan sebagai orang yang beriman kalau kita belum mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun kita telah mengucapkan dengan lisan dan meyakini dalam hati. Jangan samakan iman dengan aqidah, jelas berbeda kalau anda mengetahui artinya.

Kemudian M.Al-kubro menuliskan : "Mereka menganggap Islam tidak boleh melawan musuh dengan kekerasan biarpun kita sudah dijajah, tak boleh melawan dengan senjata, cukup dengan dakwah terus-menerus. Seperti sontoloyo-sontoloyo Jawa saat dibredili Belanda dulu sehingga belum apa-apa sudah menyerah. Lalu dibawa ke Acheh sebagai umpan peluru".

Naaah kelihatan sekali kalau Muhamad Al-kubro ini tidak mengerti aqidah islam sehingga dia melantur saja dalam menulis komentar di mimbar bebas ini. Memang benar kita umat islam tidak dibenarkan Rosululloh SAW untuk melawan orang islam yang memusuhi kita, seandainya kita melawannya maka akan terjadilah pembunuhan sesama umat islam ( Bapak Ahmad sendiri mengatakan "saya umat muslim yang beriman", jelas umat muslim berbeda dengan mukmin) yang akan mengakibatkan kedua-duanya masuk neraka. Baca komentar saya yang lalu yang mengatakan bahwasanya Sahabat Rosul bertanya kpd Rosululloh SAW, Sesungguhnya ada dua pemuda islam berkelahi/membunuh, yang membunuh jelas masuk neraka bagaimana yang terbunuh ? Rosululloh SAW pun bersabda "kedua-duanya masuk neraka" (HR.Bukhori-Muslim). Kemudian tengok pembunuhan pertama kali di dunia yang dilakukan oleh qobil. Aapakah habil juga melawannya ?. Justru dalam Al-qur'an disebutkan habil berlari dari kejaran qobil dan akhirnya dapat dikejarnya seketika itu habil berkata sekali-kali saya tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu/melawanmu. Naaah khan...seharusnya kita bisa mengambil inti sari dari kisah tsb. Akan tetapi sayang sekali hanya karena menginginkan kemerdekaan bagi rakyat aceh, kita secara langsung, tidak langsung telah mengobarkan api peperangan dengan cara mengkafir-kafirkan orang islam si A, si B yang belum/tidak berhukum kepada hokum Alloh SWT.

Kemudian atas dasar apa saudara M.Al-kubro ( nama asli nggak nih) mengatakan bahwasanya itu Rokhmawan mengatakan Ahmad Sudirman sama dengan Dajjal laknatulloh. Sedikitpun di hati saya tidak mengatakan itu, saya menganggap Bapak Ahmad Sudirman itu merupakan saudara saya yang perlu diluruskan pemahannya. Justru saya merasa kasihan terhadap Bapak Ahmad yang dengan seenaknya mengatakan si A, si B adalah kafir, dlolim, fasik. Sudah saya katakan itu haknya Alloh SWT, makhluknya tidak boleh ikut andil dalam mengkafirkan, dolim, fasyikkan orang islam si A, si B. Akan tetapi Dajajlpun ikut andil di dalamnya. Jangan menuduh yg bukan-bukan.

kemudian sangat saya sayangkan sekali dengan mudahnya sdr karbala mengatakan Rokhmawan, Sumitro dan Hadi-lah yang termasuk Dajjal menurut Al Qur-an. Memangnya anda itu yg berhak mengatakan seseorang itu adalah Dajjal (na'udzubillhi min dzalik). Kemudian sdr M.al-kubro mengatakan "Yaitu orang orang yang menuduh Pembela Al-Qur'an Dajjal, akan tetapi mereka tidak sadar (QS,2:9-10)". Siapa yang anda maksudkan yang menuduh, pembela ? Saya menuduh pak Ahmad, wah anda itu terlalu mengada-ada (tunjukan kata-kata saya yg mengatakan Bpk.Ahmad Sudirman is Dajjal). Siapa yg anda maksudkan orang yg membela Al-qur'an ? apa Pak Ahmad Sudirman ? yaa Al-hamdulillah kalau dia dikatakan oleh Alloh SWT sbg pembela Al-qur'an tetapi
sangat lucu sekali ingin membela Al-qur'an kok tidak mau ber-I'tiba' kpd Rosululloh SAW. Menurut saya jelas sekali Bpk Ahmad ini hanya membela rakyat aceh, anggota GAM/TNA dengan cara menafsirkan surat Al-maidah 44,45,47,48 seenaknya sehingga dia mengatakan si A, si B itu kafir, dlolim, fasyik.

Kemudian ditambah lagi dengan Bpk Ahmad Sudirman yang mengatakan Surat Al-maidah ayat 44,45, 47, 48 yang mengatakan adalah Alloh SWT, bukan Rosululloh, sahabat dan pengikutnya. Nah khan akhirnya bpk Ahmad juga tahu kalau yg mengatakan itu adalah Alloh SWT, sayangnya tidak bisa memahami. Coba jawab pertanyaan saya yang tidak pernah bpk Ahmad jawab sampai detik ini "apakah pernah Rosululloh SAW mengkafirkan orang islam si A, si B hanya karena mereka berhukum selain hokum Alloh SWT ?

Yang jelas Bapak Ahmad Sudirman cs tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW dalam berdakwah. Ingat syarat amalan diterima oleh Alloh adalah ikhlas dan mu'taba'. Ikhlas karena Alloh SWT, tanpa keraguan sedikitpun dan mengikuti sunnah Rosululloh SAW. Alloh SWT melihat hamba-Nya dari niat dan amal perbuatannya. Walaupun niatnya karena Alloh SWT tetapi tidak dicontohkan Rosululloh SAW maka amalan tsb akan tertolak. Apa pernah Rosululloh SAW menggembar-gemborkan Kemerdekaan Arab dari penjajahan kafir quraisy ?.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------