Stavanger, 13 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

THE BLACK DUTCHMEN, SI BELANDA HITAM ATAU SI KHAWARIJ KAFIR PANCASILA
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

MENYOROT LEBIH DALAM THE BLACK DUTCHMEN, SI BELANDA HITAM ATAU SI KHAWARIJ KAFIR PANCASILA.

17 Agustus, 1993 Indonesia Jawa telah menjadi nama resmi baru NKRI, negara The Black Dutchmen atau negara Kumpulan si Belanda Hitam atau negara Kumpulan si Khawarij (Kafir) Pancasila, setelah nama itu diabadikan kembali oleh Tengku Hasan di Tiro dipersidangan PBB, di Geneva, Swiss pada hari itu!

NKRI=Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa? atau Negara Kafir (Pancasila) Republik Indonesia Jawa?

Text ucapan asal Tengku Hasan di Tiro di persidangan PBB di Geneva, Swiss pada tanggal 17 Agustus, 1993 itu, telah diarah cetak ulang oleh ketua persidangan dari Perancis tampa ada perobahan apapun, walaupun ada bantahan keras dari NKRI, karena hal yang demikian, dipandang sebagai suatu hak demokrasi sejati.

Tahun itu, didua hari persidangan 17 -18 Agustus, 1993 itu, Tengku Hasan di Tiro cq Negara Acheh Sumatra telah membuat tuntutan:

Agar pihak PBB segera bertindak mengirim special reporter ke Acheh dengan upaya apapun untuk bertindak menyetop penyembelihan besar-besaran yang telah dan sedang dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa serta tidak bertamandun/tidak berprikemanusiaan oleh ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa keatas bangsa Acheh, yang telah melebihi 50.000 jiwa.

Tuntutan tersebut telah mendapat sokongan dari enam negara: Perancis, Inggeris, USA, Ukhraina, Norwegia dan Aljazair yang membuat persidangan itu, riuh-rendah oleh kumpulan Indonesia Jawa, The Black Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau Kumpulan si Kawarij (Kafir) Pancasila yang coba menentang Negara Acheh Sumatra.

Namun mereka terpaksa keluar-masuk tukar-salin pakaian karena gerah "kepanasan", sehingga-hingga Menteri Luar Negeri mereka ketika itu, Ali Alatas si imigrant gelap dari Yemen itu, terpaksa mengirim perutusan tambahan baru khusus dari Jakarta untuk mengatasi kemelut "Indonesia Jawa" dipersidangan itu yang coba diberantakan.

Dipersidang tahun berikutnya 1994, Negara Acheh Sumatra mendapat lagi sokonngan dari 2 negara lain: Greece dan Cameroon.

Mengapakah kita membicarakan Indonesia Jawa?

Nama itu sebenarnya datangnya dari The Black Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau Kumpulan si Khawarij (Kafir) Pancasila seperti rujukan dibawah ini:

a. Untuk membedakan Negara Indonesia Jawa (NIJ) itu dari Negara Islam Indonesia (NII) dan Negara Indonesia Timur (NIT).

b. Dr. Mohamammad Hatta ex-Wakil Presiden RI-Jawa-Yogya, telah mengatakan bahwa: Perjuangan politik pemimpin-pemimpin Jawa semata-mata untuk kepentingan bangsa Jawa.

c. Pramoedya Ananta Toer, telah mengatakan: Pemakaian nama Indonesia oleh pemimpin Jawa adalah untuk menyembunyikan Jawa-sentrisnya.

d. I-Tsing, pengembara Cina telah mengatakan pada tahun 645 M. bahwa: Jawa bukan Melayu!

e. Prof Dr Nurcholis Madjid atau Cak Nur telah mengatakan didepan peserta Seminar Diaspora Melayu Antara Bangsa di Hotel Hilton, Shah Alam, Malaysia: Jawa sedikit Melayunya tetapi banyak Islamnya. bangsa Ambon banyak Melayunya tetapi sedikit Islamnya. Ucapannya yang demikian itu untuk menampik ajakan Prof Dr Sidiq Fadhil (asal Jawa Ponorogo yang telah menjadi bangsa Melayu, Malaysia) yang telah mengajaknya (Cak Nur) untuk menerima Melayu sebagai bangsanya di seminar itu. Demikian Jawanya Cak Nur itu.

f. Jenderal Martono, Menteri Transmigrasi Indonesia telah mengatakan dalam The Ecologist, London 2 Maret, 1968: ..........suku-suku bangsa yang berbagai ragam ini lambat laun akan hilang, karena integrasi dan akhirnya akan lahir satu jenis manusia Jawa. Demikianlah bahayanya transmigrasi itu bagi bangsa-bangsa Melayu nusantara.

g. Revolusi (Penjawanisasi) belum selesai, teriak Soekarno, si Penipu licik itu, yang kemudian amanat itu dengan resminya disampaikan kepada Suharto Kleptokracy pada 11 Maret, 1966.

h. Lihat seluruh struktur strategy personil militer dan sipil sepenuhnya dikontrol oleh bangsa Jawa. Hampir 99 % Jenderal ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa dan Petinggi-Petinggi Sipil NKRI adalah bangsa Jawa.

Kamu: Rokhmawan Agus Santosa Salafi, Sumitro, Netty Suwarto, J. Kamrasyid, Hidajat Sjarif, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam dari Edmonto, Alberta-Canada dan Sagir Alva si kuda lumping Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono, The Black Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau Kumpulan si Khawarij (Kafir) Pancasila, kelihatan sibuk tidak menentu, buat "debat buta" dengan Ustadz Ahmad Sudirman dari Swedia dan dengan angkuh serta sombong telah memperkatakan sesuatu yang jahat dan kotor kapada bangsa Acheh Sumatra cq GAM dan perjuangannya sebagai penyambung kembali perjuangan Endatu-nenek moyang mereka, yang telah lebih 100.000 jiwa terkorban, disembelih oleh KNIL Belanda dan tentara upahannya anak-anak Jawa Madura, The Black Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau kini disifatkan oleh Rokhmawan Shalafi dan kumpulannya sebagai Kumpulan si Khawarij (Kafir) Pancasila.

Kami tahu, jenis mereka-mereka seperti Rokhmawan Salafi itu, memangnya tidak tahu dengan jelas dan baik apa itu ASNLF atau apa itu GAM dan apa pula itu TNA, Tentara Negara Acheh, sehingga seenak udelnya mengatakan macam-macam terhadapnya. Dan kami juga tahu, diantara orangnya Rokhmawan Salafi yang menamakan dirinya seperti nama Lek Kromo, sebenarnya dia itu si Gareng yang greng-greng di Scandinavia, yang tidak jelas benar tahu apa itu ASNLF atau GAM atau TNA, Tentara Negara Acheh.

Makanya, perlu kami sarankan kepada kamu sekalian, khususnya Rokhmawan Salafi, kalaulah kamu sedang berdepan dengan Ustadz Ahmad Sudirman yang telah kami kenal baik dan bijaksana itu, sejak seribu tahun yang lalu, hendaknya bukan untuk berhujjah buta, tetapi lebih baiklah memillih untuk duduk bermuzakarah dengan beliau!

Selain itu, kami ingatkan janganlah kamu, Rokhmawan Salafi menggunakan ayat-ayat Al Qur„n, sembarangan seperti cara-cara yang pernah digunakan oleh kafir Snouck Horgronj‰, untuk menyakinkan The Black Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau kini seperti Kumpulan si Khawarij (Kafir) Pancasila, menyerang Ahmad Sudirman atau ASNLF atau GAM ataupun TNA, Tentara Negara Acheh.

Anak kafir Snouck Horgronj‰ ini, memang tidak pernah takut kepada murkanya Allah SWT, walaupun dia telah menukarkan namanya menjadi Haji Ghafur. Atau kini duplikatnya Apha Maop, aneuk kaphe penjajah Indonesia Jawa!

Rokhmawan Salafi, ilmu kamu masih lagi seperti baru lengket bertempel-tempelan, apalagi setelah kami simpulkan bahwa tingkatan ilmu kalian itu perlu naik merangkak ketratak yang keseribu berbandingkan ilmu Ustadz Ahmad Sudirman, atau agaknya seperti kami coba membandingkan kemampuan teknologi nuklir Amerika dengan kemampuan teknologi nuklir China yang ketinggalan jauh, sejauh 30 tahun kijang belari terbang.

Kalaulah Ustadz Ahmad Sudirman itu, bukanlah pengelola milis ini, tentu beliaupun akan menepis sambil menulis tajam mengiris, lebih tajam dari kerisnya Mpu Gandring dan meruncing melebihi runcingnya bambu runcing arek-arek Suro Buoyo si Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono yang kini sedang merayap kesana kemari sambil menyelinap-nyelinap coba hendak lari bersembunyi dari kejaran tajamnya mata pena Ustadz Ahmad Sudirman. Awas dan Awas!

Awas! Kemanapun kau lari hai kecoa Jerman, namun akan terus dikejari! Dosa-dosa besarmu dengan si Endang Suwarya, menyembelih rata-rata 20 jiwa bangsa Acheh setiap hari yang hampir melebihi 9.000 jiwa, telah tercatat untuk diingat sampai dunia kiamat, generasi demi generasi!

Rata-rata Jenderal Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa seperti Adolf Eichmann!
Apakah pernah ada keris Mpu Gandring itu? Tentu jawabnya tidak! Bagaimana dikatakan ada sedangkan Mpu Gandring itu sendiri tidak pernah ada. Mpu Gandringpun ada hanya dalam imaginisasi "dongengan" Mpu Tantular. Mpu Tantularpun sebenarnya hanya ada pada struktur lain didalam dirinya Mohammad Yamin, sebagai seorang pengompreng-ngomprang kepalsuan sejarah Jawa!

Tetapi dongengan itupun, telah dimake-up seperti sejarah Jawa "tulen"?! Apakah Rokhmawan Salafi telah mengafal "sejarah Jawa" yang disepuh itu, bukan?

Sekarang kami berikan pula bandingan NII dengan RI-Jawa-Yogyanya Rokhmawan Salafi: Imam S.M. Kartoseowirjo menegakkan Negara Islam Indonesia tidak perlu membina lagi nasionalismenya, tetapi, walaupun demikian seluruh pulau Jawa dalam sehari telah menerimanya sebagai sebuah wilayah negara yang berdaulat, sebaik saja NII itu di proklamirkan, sebaik sahaja Darul Islam/Tentara Islam Indonesia terbentuk.

Terproklamirkannya NII dan terbentuknya DI/TII, sangat membimbangkan Penjajah Belanda sehingga penjajah Belanda itu sendiri, terpaksa berpikir seribu kali untuk menyegerakan gagasan pembentukan Negara RISnya.

Ini dapat kamu, Rokhmawan Salafi baca kembali bagaimana reaksi setelah 7 Agustus 1949, setelah NII terproklamirkan dan RIS terakui, sebagaimana paparan berulang Ustadz Ahmad Sudirman sebelumnya.

Kami yakin Ustadz Ahmad Sudirman sememangnya telah mengguratkan sebarisan catatan dikaki buku sejarah 30 tahunnya Indonesia merdekanya bahwa: Kolonilis Belanda memang takut dan kecut terhadap NII atau Darul Islam/Tentara Islam Indonesia! Dikarenakan "dasar negara" NII-DI/Tentara Islam Indonesianya Imam S.M. Kartosuwiryo itulah, maka wajah geopolitik Nusantara berobah!

Lantas mengapakah kalian, Rokhmawan Shalafi, coba meremehkan NII-DI/TII? Kamu tela'ah kembali apa yang telah Ustadz Ahmad Sudirman katakan, bahwa wilayah daulat RI-Jawa-Yogya hanya seluas alun-alun Pendopo Sultan Hamengkubuwono IX, di Yogya. Itupun sudah luas, kalau dibandingkan sebelumnya luas wilayah daulat RI-Jawa-Yogya hanya seluas tanah sampingan gedung kantor kebudayaan Jakarta.

Kamu, Rokhmawan Shalafi musti:

a. Ketahui: Apakah Dasar Negara Islam Indonesia itu? Kamu musti dengan betul menjawabnya?

b. Mengakui bahwa Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dengan "mobilisasi dan mobilitasnya" tidak seperti tentara RI-Jawa-Yogya, ex-tentara kolonialis Belanda: KNIL dan Nica-Belanda, ex-tentara fasis Jepang: Heiho dan Gyugun itu, yang pengecut itu. Nah, kamu ketahui tentara kolonialis dan fasis Jepang itulah kemudian menjadi sejarah asal-usul ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa.

c. Dasar Negara Pancasila RI-Jawa-Yogya adalah dasar negara kafir yang kamu musti mengakuinya, seperti yang telah ditegaskan oleh Ustadz Ahmad Sudirman! Weltanschauung yang digodok dengan nasioanal-sozialistsche Jerman Arianya Adolf Hitelr + komunisnya Vlademir Illyich Lenin + San min Chu Inya Dr Sun Yat-sen, kemudian sebagai refleksi alat penjawanisasi bangsa Melayu Nusantara, oleh negara Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa.

Kalau disebuah negara yang dinamakan "Indonesia Jawa" yang jumlah penduduk muslimnya terbesar didunia (termasuk Islam mazhab Ronggowasito. Siapa dari salah seorang kalian sebagai kumpulan kkawarij Pancasila atau Islamnya Ronggowasito?) mengapa masih menerima dasar negara kafir Pancasila, tetapi menolak dasar negara Islam seperti yang diamanahkan Nabi Besar Muhammad SAW, malahan Soekarno si Penipu licik itu pernah menendang pintu keluar-masuk gedung Konstituante tampa terbela?

Ayoh beri jawaban pembelaan kamu Rokhmawan Salafi, terhadap tingkah-laku Soekarno si Penipu licik itu dan tidak perlu kamu sekalian mempersoalkan dasar negara dimana Ustadz Ahmad Sudirman atau kami bertempat tinggal yang sangat demokratis itu. Kami semua OK. Islam disana sangat-sangat dihormati, tidak seperti di Indonesia Jawa, dinegara kamu yang dasar negaranya Pancasila, dasar negara kafir itu! Apakah Islam mazhab Ronggowasito itu bukan kafir? Itu sebabnya NKRI yang telah dilabelkan sebagai Negara Kolonialis Republik Indonesia dan kini telah dilabelkan pula oleh Ustadz Ahmad Sudirman sebagai Negara Kafir Republik Indonesia. OK 100% OK!

d. Pada 1 Juni, 1945 Soekarno si Penipu licik itu, baru mencari-cari model identitas nasionalismenya! Nasionalisme Indonesia Jawa dibentuk, baru setelah negara "Indonesia Jawa" itu ditegakkan. Itukah dasar kebangsaan Indonesia yang dimaksudkan Pancasila oleh sila kebangsaannya?

Tahun 1904 ketika R.A. Kartini pemudi Katholik ini mati, masih mengatakan dirinya sebagai suku Jawa berkebangsaan Hindia Belanda (baca kumpulan tulisan-tulisannya yang "dijudulkan" oleh Armijn Pane: Habis gelap terbitlah terang. Begitu juga Wage Rudolf Supratman, yang juga seorang pemuda Katholik, si pencipta lagu Indonesia Raya, gubahan dari lagu Hula-Hula dari Amerika itu, juga masih sebagai anak suku Jawa berkebangsaan Hindia Belanda).

Dr Budi Utomo dan kawan-kawannya dari Stovia, masih juga mengatakan kebangkitan semangat Budi Utomo 20 Mei 1908, hanya sebagai kebangkitan bangsa Jawa yang telah lama tertidur lena selama 312 tahun. Sebagaimana juga telah ditegaskan oleh anak-anak Jawa yang bermazhab Komunis-Leninis, 9 tahun kemudian ditahun 1917, ketika Prof A. Baars, Hendriks Sneevliets dan Bransteder datang ke Pulau Jawa, bahwa sebenarnya kebangkitan bangsa Jawa 20 Mei 1908 itu hanya dari kalangan Priyayi saja, bukan grass root, bukan terus kekalangan rakyat jelata! Bukan bangsa Jawa yang mengusir Penjajah Belanda tetapi komunisnya yang telah mendotrinkan bahwa: feodalisme, kapitalisme, kolonialis dan imperialisme adalah musuh ideologis!

Karena banyak bangsa Jawa telah dengan sukarela telah memilih menjadi The Black Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau kini sebagai Kumpulan si Kawarij Kafir Pancasila! Sebab Indonesia sampai sekarang "para Professor dan Ahli Sejarah Indonesia Jawa", belum pernah berani mengatakan kapan Indonesia, yang pernah diwujudkan oleh orang Jermania: Bastian atau Solingen. Atau kau tanyakan kepada nenek-nenek kalian termasuk Sagir Alva kapan nenek-nenek kalian itu, telah menjadi Indonesia.

e. Lambang negaranya: Burung garuda Indonesia Soekarno si Penipu licik itu sebenarnya ciplakan dari burung elang Jermannya, Adolf Hiter dari Jermania, Jerman Raya. "Lemak elang Jerman" itulah kemudian dipharmasikan di Pulau Jawa dan dipromosikan keluar ke Nusantara, sebagai minyak angin yang mujarab! Setelah itu digantungkan label: bhineka tunggal ika, ciptaan Mpu Tantularnya, Muhammad Yamin dari cerita wayang: Praraton bab Sutasona, seolah-olah betul sebagai produk dari zaman Kertanegara.

Bhineka Tunggal Ikapun dalam programnya atau agenda Soekarno si Penipu licik dan Suharto Kleptokracy akan dilempar kedalam kawah lava gunung Merapi, jika seluruh bangsa Melayu Nusantara termasuk bangsa Sunda dan Betawi (serta Sagir Alva ) telah berobah betul-betul menjadi Indonesia Jawa, telah berobah menjadi Indonesia Jawa Raya, telah berobah menjadi Jawa dan telah berobah menjadi Jawa Raya, kemudian dinobatkan pula rajanya yang telah disiapkan oleh Jacob Mossel sejak 1755: Sultan Hamengkubuwono yang ke XYZ!

Kesimpulan.

I. Kumpulan si Khawarij Kafir Pancasila menentang Negara Islam Indonesia dan membunuh Kepala Negaranya PJM Imam S.M.Kartosuwiryo.

II. Kumpulan si Khawarij Kafir Pancasila menolak Dasar Negara Islam dan membubarkan Konstituante dan menukarkan dengan UUD 1945 yang hanya wujud beberapa baris saja.

III. Dasar Negara Indonesia Jawa si Penjajah atau Negara Kumpulan si Khawarij Kafir Pancasila adalah digodok Soekarno si Penipu licik dari struktur pemikiran Adolf Hitler+ Vlademir Illyich Lenin+Dr SunYat-sen+rempahan Soepomo dan Mohammad Yamin.

IV. Kumpulan si Khawarij Kafir Pancasila cq Jawa si Penjajah menyembelih puluhan ribu bangsa Acheh yang 100% Islam itu, karena berjuang untuk memerdekakan bangsanya dan yang akan mendaulatkan kembali Negara Acheh Sumatra.

V. Kumpulan si Khawarij Kafir Pancasila telah memburuk-burukan Negara Acheh Sumatra adalah sebagai negara fundamentalis, namun telah ditolak mentah-mentah oleh peserta sidang cq ketua persidangan dari Perancis itu sendiri pada 17 dan 18 Agustus, 1993 di persidangan PBB di Geneva, Swiss, malahan usulan Negara Acheh Sumatra itu mendapat sokongan dari 8 buah negara seperti tersebut diatas.

VI. Penyembelihan puluhan ribuan ummat Islam bangsa Acheh, kini telah mendapat perhatian kembali oleh 20 orang anggota Congess Amerika, sebagaimana surat mereka yang ditujukan kepada Sekretasi Jenderal PBB , YML Tuan Kofi Annan.

(bersambung ke Plus I + The Balck Dutchmen, Kumpulan si Belanda Hitam atau Kumpulan Kawarij Pancasila)

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------