Sandnes, 15 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO TERMASUK DALAM GOLONGAN SESAT
Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.

 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA KARENA BURUK SANGKA TERHADAP AYAT AYAT ALLAH MENJADILAH GOLONGAN SESAT

Memang cara kamu mengambil kesimpulan dari suatu realita yang terjadi, keliru 180 derajat. Jelasnya kalian tidak mampu mengambil kesimpulan yang haq saat banyaknya versi pemikiran jaman sekarang. Justru itulah kalian masuk dalam golongan yang sesat.

Apapun dan berapapun golongan yang sesat disampaikan versi hadist. Apakah hadist sahih ataupun hadist palsu, tidak akan mempengaruhi kita dalam mengambil kesimpulan yang benar, selagi kita tetap berpegang teguh pada ayat, ayat Allah. Persoalan buat kalian yang mati-matian membela Pemimpin Thaghut dan Systemnya adalah pasti kalian tergolong dalam Golongan yang sesat, kendatipun selalu kalian tuduhkan kepada kami.

Lihatlah betapa bloon nya mereka (baca Rokhmawan cs), sebagaimana yang dituliskan berikut ini:

"Sekali lagi anda jangan menulis komentar seenaknya sendiri. Siapa yang bilang umat islam pada jaman Rosululloh SAW dulu belum ada system toghut ?. Anda itu jangan hanya membicarakan pada saat kejayaan umat islam. Memang pada saat kejayaan umat islam atau dengan kata lain Rosululloh SAW telah berhasil mengemban tugas sebagai khilafah fil ardli, tidak itu sistem toghut di bangsa arab dulu. Perlu di ketahui bahwa islam/ketauhidan sudah ada sejak nabi Adam 'Alaihi Salam. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW di lahirkan ke dunia ini , setelah beliau dewasa pada usia 40 maka beliau diangkat menjadi Rosululloh dan merupakan khotamun ambiya'. Nah apakah ketika beliau SAW masih berdakwah di makkah yang pada waktu itu dipimpin oleh kafir quraisy seperti Abu Jahal dan Abu Lahab ini tidak dikatakan Sistym Toghut ?. Sdr Al-kubro, Bapak Ahmad cs anda jangan mengada-ada dengan cerita anda sendir ( memangnya saya ini anak SD yang mudah di cekoki sejarah Nabi SAW versi M.Al-kubro ). Anda salah besar sekali pada saat Rosululloh SAW berdakwah di Makkah dengan cara sembunyai-sembunyi, maka yang pertama-tama masuk islam dan mengakui ke nabian beliau adalah Siti Khodijah R.ha yang tak lain adalah istrinya Rosululloh SAW, kemuadian setelah itu di ikuti oleh Abu Bakar Ash-Shidiq Ra. Nah apaka pada saat itu di makkah sudah ada itu pemerintahan islam ? Apakah Rosululloh SAW mengkafir-kafirkan sahabat-sahabatnya yang pada saat itu yang menjadi pemimpin di makkah adalah Abu Jahal ?. Jawbannya jelas sekali tidak pernah sekalipun, bahkan ketika beliau berhijrah ke Madinah dan berhasil mendirikan DIR Madinahnya apakah orang islam yang masih tinggal di Makkah di anggap kafir, dlolim, fasyik hanya karena mereka masih di pimpin Abu Jahal dll ?" (Rokhmawan, 14 Juli 2004)

Jelas sekali Rokhmawan ketidakmampuannya mengambil kesimpulan, dan juga keliru dalam memahami tulisan saya. Lihat kembali tulisan saya berikut ini:

"Dijaman Rasululah saw belum ada orang yang mengaku Islam hidup dalam system Thaghut dan membela pemimpin-pemimpin Thaghut (baca Rokhmawan cs). Bagaimana mungkin Rasulullah saw mengkafirkan mereka, sedangkan realitanya belum ada. Betapa lugunya kamu, sama lugunya dengan Gusdur. Yang mengkafirkan Sukarno, Suhartoisme dan semua orang-orang yang bersekongkol dalam system Thaghut Pancasila adalah Allah SWT sendiri melalui Surah Al-Maidah ayat 44, 45 dan 47". (Muhammad Al Qubra, 14 Juli 2004)

Rokhmawan, buka mata hati kalian lebar-lebar dan lihatlah betapa lugunya kamu mengambil kesimpulan dari tanggapan saya diatas: "Dijaman Rasululah saw belum ada orang yang mengaku Islam hidup dalam system Thaghut dan membela pemimpin-pemimpin Thaghut (baca Rokhmawan cs).

Yang kamu baca hanya kalimat :"Dijaman Rasululah saw belum ada orang yang me ngaku Islam hidup dalam system Thaghut...", dan membela pemimpin thaghut (baca Rokhmawan cs) tidak nampak dimata kamu.

Kamu sudah tertutup mata hati disebabkan buruk sangkamu terhadap ayat ayat Allah. Semua orang Islam dalam wilayah kekuasaan Abu Sofyan memperjuangkan system Allah, tak seorangpun diantara mereka yang tergolong dalam system thaghut serta melanggengkan system Thaghut/membuat tandingan dengan Allah sebagaimana yang di aplikasikan Sukarno, Suharto, Gusdur, Megawati dan yang akan menyusul sebentar lagi serta kalian sendiri, Rokhmawan cs (pelaku kezhaliman dan pembela kezhaliman adalah Persekongkolan penindasan diatas planet bumi ini).

Mampukah kalian memahami tulisan ku ini ?

Orang semacam kalian memang tidak mungkin taubat sebab betapa banyaknya ucapan dan tulisan kalian yang menentang ayat-ayat Allah demi membela pemimpin pemimpin Zhalim. Setelah nyawa kalian berada di kerokongan barulah kalian sadar seperti Fira'un di laut Merah.

Dapatkah kalian memahami kalimat tersebut diatas ?

Sebetulnya kalian tidak membela pemimpin zhalim, namun membuat mereka tetap zhalim akibat mendengar fatwa "Bal'amnya" kalian. Andaikata orang-orang semacam kalian tidak ada dalam system Hindunesia Jawa, mungkin sebahagian pemimpin zhalim yang belum begitu banyak terseret dalam kezhalimannya akan taubat dan berbalih haluan 180 derajat.

Mampukah kalian memahami apa yang kutuliskan ini ?

Hal seperti itu perlu kutegaskan sebab kalian mudah sekali mempelintirkan Ayat-ayat Allah, apalagi tulisanku ini.

Tepat sekali apa yang dinyatakan Ustaz Ahmad Sudirman dibawah ini, agar berhenti saja dulu untuk melanjutkan perdebatan, sebaliknya berdiskusilah dulu dengan salafi yang lain:

"Jadi semua yang saya kemukakan disini adalah berdasarkan kepada dasar hukum surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47 yang diturunkan Allah SWT ketika Rasulullah saw melakukan Haji Wada' pada tahun 10 Hijrah tahun terakhir Rasulullah saw menjalankan dan menyampaikan Risalahnya. Karena itu untuk diskusi selanjutnya sebelum topik utama atau awal masalah yang timbul yakni yang menyangkut surat Al-Maidah: 44, 45, 47 belum ada jawabannya dari saudara Rokhmawan dan Salafi-nya, maka tidak perlu saudara Rokhmawan melebarkan kesana-kemari yang tidak ada ujung pangkalnya. Silahkan diskusikan dulu pertanyaan saya diatas dengan para ustaz Salafi saudara di Solo, sebelum saudara Rokhmawan berdebat lagi dengan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini". (Ahmad Sudirman, 15 Juli 2004)

"Pil Kenine memang pahit, tapi itulah yang dapat mengobati penyakit malarianya kalian". (Husaini Daud)

Billahi fi sabililhaq.

Muhammad Al Qubra.

acheh_karbala@yahoo.no
Sandnes, Norwegia.