Stockholm, 16 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO MEMANG BENAR SESAT KARENA MEMBANGKANG ALLAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO TELAH MENOLAK DAN MEMBUANG SURAT AL-MAIDAH:44, 45, 47 DAN JADILAH MEREKA KELOMPOK ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO SESAT. HATI-HATI DENGAN KELOMPOK ROKHMAWAN & SALAFI-NYA.

"Dan yang paling parah lagi Bpk Ahmad cs dan M.Al-Kubro menuduh saya dan salafy termasuk golongan sesat. Atas dasar apa Bpk Ahmad cs mengatakan itu ?. Jangan hanya pandai ngomong saja. Anak SD pun bisa mengatakan kalau Bpk Ahmad cs adalah sesaaaat dan setiap sesat neraka (tanpa bukti, fakta), berikan buktinya kalau Manhaj kami sesat. Pasti bapak akan bilang kalau Manhaj Salafy telah menafikkan Surat Al-Maidah 44, 45, 47, 48. Pak siapa yang menafikkan ?. Justru bapak ini yang asal-asalan dalam menafsirkan Ayat tsb tanpa menggunakan dalil aqli, dalil naqli yang kuat. Jelas sekali kalau kami ada dasarnya apakah orang islam yang tidak berhukum kpd Alloh itu termasuk kafir atau tidak. Baca dan resapi Tingkatan-tingkatan amal seseorang di syurga. Yang jelas untuk mengukur orang islam itu kafir atau tidak di lihat dari tingkat kekufurannya, walaupun begitu kita tidak boleh mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik baik di depannya langsung atau di bicarakankepada lain pihak." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 15 Jul 2004 21:47:07 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Ternyata memang benar Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo adalah golongan sesat yang membangkang perintah Allah dalam ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah. Menolak ayat-ayat Allah SWT tentang perintah Hijrah Al-Anfal:72, 74, 75, Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100. Menafsirkan seenaknya sendiri pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Disuruh mendiskusikan pertanyaan saya sebelum ini dengan seluruh anggota Salafi dan para ustaznya di Solo tidak dijalankannya.

Dimana pertanyaan saya yang harus didiskusikan dengan ustaz Salafi-nya di Solo yang belum pernah dijawabnya adalah: "Apakah pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47 ?". Dan apakah saudara Rokhmawan dan seluruh anggota Salafi yang ada di Negara kafir RI yakin dan percaya dengan sepenuh hati dan menjalankan sepenuh hati tanpa penolakan dan pembangkangan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah itu ?.

Nah, karena memang Rokhmawan ini keras kepala dan kosong pengetahuannya tentang Islam yang benar, maka dari pada mendisuksikannya dengan para anggota dan ustaz Salafi-nya di Solo, untuk menjawab pertanyaan saya diatas, malahan menjawab dengan jawaban yang salah kaprah: " Sebenarnya kalau mau jujur, Bapak Ahmad cs sudah berhasil saya giring ke pojok ring "tinju" dan tinggal menunggu wasit untuk memberhentikan pertandingan ini, namun ternyata semangat "Tinju" yang ada pada Bapak Ahmad cs sudah tidak ada sehingga dia memutuskan untuk segera mengakhiri dengan alasan "pertarungan" bisa di ulang lagi."

Karena memang Rokhmawan yang ngaku anggota Salafi di Solo telah sesat akhirnya tidak sanggup menjawab pertanyaan diatas, malahan menjawabnya dengan jawaban yang konyol: "Bapak Ahmad cs sudah berhasil saya giring ke pojok ring "tinju" dan tinggal menunggu wasit untuk memberhentikan pertandingan ini"

Disamping itu karena otak Rokhmawan ini otaknya didengkul dicobanya juga menjawab pertanyaan saya diatas dengan jawaban: "Pasti bapak akan bilang kalau Manhaj Salafy telah menafikkan Surat Al-Maidah 44, 45, 47, 48. Pak siapa yang menafikkan ?. Justru bapak ini yang asal-asalan dalam menafsirkan Ayat tsb tanpa menggunakan dalil aqli, dalil naqli yang kuat. Jelas sekali kalau kami ada dasarnya apakah orang islam yang tidak berhukum kpd Alloh itu termasuk kafir atau tidak."

Nah kelihatan, bagaimana otak Rokhmawan yang ada didengkul itu memang kosong ilmu Islamnya. Ketika saya menyatakan dalam tulisan sebelum ini: "Dimana jawabannya cukup dengan satu kata yaitu ya atau tidak."

Dimana pertanyaan yang harus dijawab Rokhmawan dan Salafi-nya di Dolo itu adalah: "apakah saudara Rokhmawan dan seluruh anggota Salafi yang ada di Negara kafir RI yakin dan percaya dengan sepenuh hati dan menjalankan sepenuh hati tanpa penolakan dan pembangkangan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah itu ?.

Ternyata bukan dijawabnya dengan kata "ya" atau "tidak", malahan dijawab dengan: "Jelas sekali kalau kami ada dasarnya apakah orang islam yang tidak berhukum kpd Alloh itu termasuk kafir atau tidak."

Jadi sekarang sudah kelihatan memang benar itu Rokhmawan yang mengaku sebagai Salafi di Solo adalah benar-benar sesat.

Dengan alasan: "menolak dan tidak meyakini sepenuh hati ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah. Mengesampingkan ayat-ayat perintah Hajaru (berhijrah) yang diulang-ulang sampai lima kali dalam surat Al-Anfal (harta-harta rampasan perang) pada ayat 72, 74, 75 yang diturunkan seluruhnya di Madinah berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua Hijrah menurut riwayat Ibnu Abbas ra, surat Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100. Menafsirkan seenak sendiri pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan"

Karena itulah mengapa Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo tidak berani menjawab pertanyaan saya: "Apakah pimpinan Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47 ?".

Rokhmawan tidak berani menjawab dengan jelas dan terang karena Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo menolak dan tidak meyakini sepenuh hati surat Al-Maidah: 44, 45, 47.

Jadi, sekarang sudah jelas dan sudah terang bagi seluruh peserta mimbar bebas baik yang ada di Negeri Acheh dan di RI dan juga diseluruh dunia bahwa akhirnya terbukti Rokhmawan dan Salafi-nya adalah golongan sesat yang termasuk dalam golongan yang jumlahnya 72 sebagaimana disabdakan Rasulullah saw: "Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk neraka. Para sahabat bertanya: "Siapa golongan yang selamat ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Al-Jama'ah". Diriwayatkan oleh Abu Huroirah, Rasulullah saw bersabda: "Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasranipun demikian. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan." (Tirmidzi 2564, Kitab Ul-Imaan). Dalam kitab sharh dari Tirmidzi, Imam Ahwazi berkata: "Penjelasan dari hadits ini, bahwa hadits ini berasal dari Abdullah bin Amru, bahwa semua dari golongan itu masuk neraka dan satu golongan yang masuk surga dan satu golongan ini adalah yang mengikuti Rasulullah saw. Golongan yang selamat itu adalah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah."

Karena itu memang masuk akal kalau Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang menolak dan tidak meyakini ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah itu juga mendukung dan menyokong politik Pemerintah Megawati untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila perlu diketahui bahwa Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo adalah golongan sesat yang sekaligus menyokong dan mendukung penuh politik Megawati untuk menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Mereka itulah Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo merupakan bagian dari sistem thoghut pancasila yang merampok, menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Terakhir jawaban saya atas pernyataan Rokhmawan yang menulis: "Bapak Ahmad Sudirman sendiri pernah menulis artikelnya pada tanggal 31 oktober 1999 dg judul "Gus Dur Bukan Presiden Negara Islam", dimuat dalam situs www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm. Beliau menuliskan demikian : "Memang benar, Gus Dur, Mega, Amien, Akbar Tanjung adalah muslim, tetapi tidak berarti bahwa Negara yang dipimpinnya adalah Negara Islam, sebagaimana yang dianggap oleh beberapa kelompok baik di Indonesia maupun diluar Indonesia".

Jelas saya menulis tulisan itu 5 tahun yang lalu ketika Gus Dur mulai menjadi Presiden. Mega mulai menjadi Wakil Presiden. Amien mulai menjadi Ketua MPR, dan Akbar Tandjung mulai menjadi Ketua DPR. Saya menduga, karena Gus Dur muslim, Mega muslimah, Akbar muslim, dan Amien Rais juga muslim kalau sudah menduduki kursi Presiden, Wakil Presiden, Ketua DPR dan Ketua MPR akan mengikuti apa yang diperintahkan Allah SWT. Apalagi ditambah dengan Gus Dur dari NU dan Amien Rais dari Muhammadiyah.

Tetapi rupanya dalam kenyataannya sangat bertolak belakang. Dan memang ternyata mereka, Gus Dur, Mega, Amien Rais, dan Akbar Tandjung setelah menduduki lembaga Eksekutif dan Legislatif dalam menetapkan aturan, hukum, dan undang-undang tidak menurut apa yang diturunkan Allah SWT.

Jadi, bagaimana sekarang saya tidak mengolongkan mereka kedalam apa yang disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47. Karena memang alasan saya kuat. Ketika diawal jadi Presiden dan Ketua MPR kelihatan seperti muslim yang ingin tegaknya Islam. Eh, tahu-tahu setelah duduk di kursi empuk Presiden dan kursi Ketua MPR berani melanggar aturan Allah SWT.

Kembali saya nyatakan di mimbar bebas ini bahwa karena Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang golongan sesat, maka apapun yang dikatakannya memang itu adalah alasan untuk menutupi kesesatannya.

Bagi rakyat Acheh harus berhati-hati dengan orang model Rokhmawan dan Salafi-nya yang datang dari Solo. Karena mereka itu adalah jelas-jelas yang membangkang dan menolak serta tidak mengimani pada sebagian ayat-ayat Allah SWT, sebagaimana yang telah saya jelaskan dan terangkan diatas.

Kalau Rokhmawan dan Salafi-nya datang ke Negeri Acheh, perlu diketahui bahwa mereka itu adalah sama seperti Pemerintah RI yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Berhati-hatilah terhadap mereka itu. Jiwa Rokhmawan dan Salafi-nya dari Solo sama dengan jiwa TNI yang telah disumpah setia dan taap pada pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 15 Jul 2004 21:47:07 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu NII, GAM/TNA Termasuk Kaum Khowarij
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id,redaksi@satunet.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Itu NII, GAM/TNA Termasuk Kaum Khowarij

Saudara-saudarku se-iman di manapun berada kelihatan sekali itu Bapak Ahmad Sudirman cs, M.Al-kubro sudah tidak mau berdiskusi dan berdebat melawan Rokhmawan dengan kata-katanya yang halus " Sebelum berdebat di mimbar bebas ini diskusikanlah dg anggota salafy lainnya". Sebenarnya kalau mau jujur, Bapak Ahmad cs sudah berhasil saya giring ke pojok ring "tinju" dan tinggal menunggu wasit untuk memberhentikan pertandingan ini, namun ternyata semangat "Tinju" yang ada pada Bapak Ahmad cs sudah tidak ada sehingga dia memutuskan untuk segera mengakhiri dengan alasan "pertarungan" bisa di ulang lagi.

Bapak Ahmad Sudirman yang kami hormati sudahlah bilang saja kalau bapak sudah kehabisan akal untuk berdebat melawan Rokhmawan, jangan menutup-nutupi dengan perkataan anda yang menyuruh agar saya berdiskusi dulu dengan anggota Salafy yg lainnya sebelum terjun ke mimbar bebas ini. Saya anda suruh diskusi mengenai apa ?. Semua persoalan yang ada dalam benak bapak terutama menyangkut kafir, dlolim, fasyik sudah sering kami diskusikan pada waktu duluuu tetapi kadang-kadang kami masih mendiskusikannya lagi terutama menyangkut para pejabat yg duduk dalam pemerintahan RI apakah dia kafir, dlolim, fasyik. Sebenarnya kalau bapak membaca ulang komentar saya yang dulu yg membicarakan ttg kafir maka akan di temukan jawaban di sana sebagai berikut. Untuk menentukan orang islam itu kafir atau tidak maka dilihat dari tingkat kekufurannya, kalau orang islam yang masih senantiasa menjalankan kewajibannya seperti sholat, puasa dll walaupun kadar keimanannya sangat sedikit sekali dia masih tetap di katakana sebagai seorang yang muslim.

Bapak Ahmad Sudirman sendiri pernah menulis artikelnya pada tanggal 31 oktober 1999 dg judul "Gus Dur Bukan Presiden Negara Islam", dimuat dalam situs www.dataphone.se/~ahmad/daftar.htm. Beliau menuliskan demikian :

"Memang benar, Gus Dur, Mega, Amien, Akbar Tanjung adalah muslim, tetapi tidak berarti bahwa Negara yang dipimpinnya adalah Negara Islam, sebagaimana yang dianggap oleh beberapa kelompok baik di Indonesia maupun diluar Indonesia".

Naaah khan kelihatan sekali itu Pak Ahmad selalu ngaco dalam tulisannya, kadang ke sana kadang ke sini (Tidak teguh pendiriannya), sebenarnya saya bisa menganalis dari artikel-artikelnya bahwasanya Bpk Ahmad Sudirman dulu ketika menulis artikel mengenai negara kafir, dia tidak pernah menyebut Amin Rais, SBY, Mega dll termasuk kafir, dlolim, fasyik melainka para pejabatnya dan yg mendukungnya termasuk dalam kategori sebagaiman yg disebutkan dalam Surat Al-Maidah 44,45,47 akan tetapi sejak Bpk Husaini Daud menampilkan argumennya yang salah kaprah bin amburadul, dia (Bpk.Ahmad Sudirman cs) ikut-ikutan mengamininya bahkan malah semakin tidak menentudalam berdiskusi. Pak sebenarnya siapa sech yang jadi ustazd ? Pak Ahmad or PakHusaini ?.

Dan yang paling parah lagi Bpk Ahmad cs dan M.Al-Kubro menuduh saya dan salafy termasuk golongan sesat. Atas dasar apa Bpk Ahmad cs mengatakan itu ?. Jangan hanya pandai ngomong saja. Anak SD pun bisa mengatakan kalau Bpk Ahmad cs adalah sesaaaat dan setiap sesat neraka ( tanpa bukti, fakta), berikan buktinya kalau Manhaj kami sesat. Pasti bapak akan bilang kalau Manhaj Salafy telah menafikkan Surat Al-Maidah 44, 45, 47, 48. Pak siapa yang menafikkan ?. Justru bapak ini yang asal-asalan dalam menafsirkan Ayat tsb tanpa menggunakan dalil aqli, dalil naqli yang kuat. Jelas sekali kalau kami ada dasarnya apakah orang islam yang tidak berhukum kpd Alloh itu termasuk kafir atau tidak. Baca dan resapi Tingkatan-tingkatan amal seseorang di syurga. Yang jelas untuk mengukur orang islam itu kafir atau tidak di lihat dari tingkat kekufurannya, walaupun begitu kita tidak boleh mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik baik di depannya langsung atau di bicarakankepada lain pihak.

Sedangkan yang terjadi pada Bpk Ahmad cs ( termasuk NII, GAM/TNA) dengan mudahnya mereka mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik. Justru dengan pernyataan mereka maka dengan sendirinya mereka termasuk Kaum Khowarij, karena mudah mengkafirkan orang islam, jahil thp fikih, syariat islam dan fitrah manusia, pemahaman agamanya rendah dll. Coba apa ada ulama yang berpendapat seperti bapak berani mengatakam orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik ?. Padahal itu pertanyaan sudah lama saya tujukan kepada Bpk Ahmad dan sampai sekarang belum ada jawabannya, karena sudah pasti tidak ada ulama Rusydi satu pun yang berani mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik. Seandainya Bpk Ahmad menulis ada ulama yang begitu berarti bapak Ahmad cs telah membuat-buatnya agar argumennya yg salah kaprah bisa di amini Manhaj kami dll. Sudah berkali-kali saya sampaikan bahwasanya yang berhak memvonis orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik hanyalah Alloh SWT, makhluknya tidak boleh ikut andil walaupun begitu Dajjal pun ikut mengkafir2 kan orang islam si A, si B.

Kemudian akan sedikit saya sampaikan mengenai hadist-hadits Rosululloh SAW sbb : Rosululloh SAW bersahda : "Pemisah antara seseorang dengan kekufuran dan kemusyrikan adalah meninggalkan sholat" ( HR. Abu Dawud & An-Nasa'i).

Rosululloh SAW bersahda : "Tidak ada pemisah antara seseorang dengan kekufuran selain meninggalkan sholat" (HR.An-Nasa'I).

Rosululloh SAW bersahda : "Pemisah antara kekufuran dg keimanan adalah meninggalkan sholat" (HR.At-Tirmidli).

Rosululloh SAW bersahda : "Pemisah antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan sholat" (HR.Ibnu Majah).

Dari Mu'adz bin Anas Ra beliau berkata Rosululloh SAW bersabda, "Kebathilan, kekufuran, kemunafikan terbesara adalah orang yang mendengarkan suara adzan untuk mendirikan sholat namun dia tidak memenuhinya" (HR.Ahmad & Thabroni).

Pelajari hadist shohih tersebut di atas.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------