Stockholm, 17 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO SUDAH SESAT, MUNAFIK, JADI KACUNG TNI PULA MENJAJAH NEGERI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN KELIHATAN ITU ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA DI SOLO SUDAH SESAT, MUNAFIK, JADI KACUNG TNI PULA MENJAJAH NEGERI ACHEH

"Pak Ahmad Sudirman cs Itu NII, TNA/GAM Bukan Termasuk Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Melainkan Kaum Khowarij. Bapak Ahmad telah menuliskan di dalam artikelnya 5 thn yang lalu yaitu Negara Islam bukan tujuan melainkan alat. Nah inilah pendapat yang tidak benar semuanya. Menurut Manhaj Sslafy dan jumhur ulama', Negara Islam adalah hasil dari orang-orang yang beriman & bertakwa kpd Alloh SWT, sedangkan tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk menyembah, beribadah (dalam arti luas) kpd Alloh SWT. Sedangkan alat untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan cara berdakwah, beraqidah, berakhlak, bermuamalah, bermu'asyaroh dengan mengikuti Sunnahnya Rosululloh SAW. Bapak Ahmad keliru kalau Negara Islam itu sebagai alat ( tidak ada ulama yang mengatakan demikian ), seandainya negara sebagai alat untuk beribadah kepada Alloh SWT jelas maka fitnahlah yang akan terjadi seperti kasus di Aceh dll (terjadi pembunuhan antara umat islam dll)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 16 Jul 2004 23:33:15 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya kalian tidak akan keluar lagi dari kesesatan, karena memang kalian itu menentang, membangkang, menolak, menafikan ayat-ayat Al-Qur'an, dan menolak manhaj hijrah Rasulullah saw dan perintah hijrah dari Allah SWT.

Mana itu Rokhmawan dan Salafi-nya mau menerima dengan penuh keyakinan tanpa membantah dan tanpa membangkang kepada Allah ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, Al-Anfal:72, 74, 75, Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100. Menafikan dan menolah manhaj hijrah Rasulullah saw. Menafsirkan seenaknya perutnya sendiri pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Sampai kapanpun saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo kalian tetap saja sesat dan munafik. Itu Salafi-nya di Solo dan saudara Rokhmawan sendiri adalah memang seperti yang disabdakan Rasulullah saw yang termasuk golongan yang jumlahnya 72 itu: "Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk neraka. Para sahabat bertanya: "Siapa golongan yang selamat ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: "Al-Jama'ah".

Mengapa ? Karena saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang membangkang pada ayat-ayat Allah SWT dan munafik. Tidak mencontoh dan menjalankan seperti yang dicontohkan dan diajarkan Rasulullah saw seperti manhaj hijrahnya Rasulullah saw. Merobah hijrah yang telah docontohkan Rasulullah saw seenak udelnya sendiri.

Yang paling munafik dan sesat saudara Rokhmawan dan salafi-nya di Solo adalah membangkang kepada dasar hukum Allah SWT yang telah diwahyukan kepada Rasul-Nya Muhammad saw dalam surat Al-Maidah: 44, 45, 47.

Sehingga secara terang-terangan membela para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, bukan zhalim, dan bukan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Karena memang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo telah sesat dan munafik, mana mau saudara Rokhmawan dan Salafi-nya mengakui manhaj hijrah Rasulullah saw sehingga berhasil membangun Daulah Islam di Yatsrib. Daulah Islam di Yatsrib itulah alat bukan tujuan. Dengan alat Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib itulah Rasulullah saw telah menerapkan, menjalankan, semua aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT.

Bukan hanya sekedar dakhwah-dakhwah saja seperti saudara Rokhmawan dan salafi-nya di Solo dengan mengqiaskan kepada masa periode di Mekkah.

Itu dengan alat Daulah Islam itulah Rasulullah saw telah berhasil dengan sempurna membangun dan menjalankan Islam sebagai cara dan jalan hidup di untuk kebahagiaan di dunia dan keberuntungan di Akherat. Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Tidak mungkin itu semua aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT bisa dengan sempurna dijalankan dan diterapkan tanpa adanya alat Daulah Islam di Yatsrib.

Dengan Daulah Islam itulah hukum-hukum Islam bisa diterapkan sampai jatuhnya dinasti Usmaniyah di Turki pada tahun 1923.

Sekarang tanpa adanya Daulah Islam mana mungkin itu semua hukum-hukum yang telah diturunkan Allah SWT sewaktu di Yatsrib bisa dilaksanakan oleh kaum muslimin.

Paling oleh para anggota kelompok Salafi-nya di Solo yang mengaku-ngaku menjalankan hukum Allah bersama para pimpinan di Negara kafir RI yang mencampur adukkan pelaksanaannya dengan sistem thaghut pancasila.

Sehingga itu saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo tidak berani menjalankan dasar hukum yang tertuang dalam Al-Maidah: 44, 45, 47. Karena memang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya itu telah sesat dan munafik.

Walaupun kata saudara Rokhmawan itu Salafi banyak anggota di dunia, tetapi jelas kalau itu tidak memngikuti manhaj Rasulullah saw dan membangkang kepada dasar hukum yang telah duturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya, maka tetap saja seperti buih saja dan masuk kedalam golongan yang 72 jumlah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw diatas.

Jelas sampai kapanpun karena memang saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo telah membangkang dan tidak meyakini sepenuh hati dan tidak mau menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah dalam Al-Maidah: 44, 45, 47 maka tetap mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata dan kemunafikan.

Karena itu lebih baik saudara Rokhmawan masuk bersama TNI/POLRI untuk menjalankan sumpah taat dan setiap kepada thaghut pancasila dan kalian pergi ke Acheh untuk menghadapi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara Pancasila yang telah merampok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Rakyat Acheh yang muslim yang negerinya telah dirampok, diduduki, dan dijajah oleh Soekarno dengan negara kafir RI-nya yang sekarang dipertahankan oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo.

Saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang kalian adalah kacung-kacungnya Megawati dan TNI/POLRI dan para pimpinan negara kafir RI yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT dianggap sebagai bukan kafir, zhalim, dan fasik, padahal tindakan itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Bukan hanya kacung TNI saja tetapi juga para munafikun yang hidup dan makan di Negara kafir RI yang merampok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Bersiaplah saudara Rokhmawan dan salafi-nya menghadapi rakyat Acheh yang muslim yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara kafir Pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 16 Jul 2004 23:33:15 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Sudirman cs Itu NII, TNA/GAM Bukan Termasuk Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Melainkan Kaum Khowarij
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com,mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id,suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Pak Ahmad Sudirman cs Itu NII, TNA/GAM Bukan Termasuk Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Melainkan Kaum Khowarij

Wah hebat sekali akhirnya semangat "Tinju" pak Ahmad bangkit lagi, tetapi sayangnya kali ini Bapak Ahmad melancarkan "Pukulannya" selalu meleset.

Hm...sementara saya tujukan kepada Ahmad Latif yang telah mengirimkam emailnya kpd saya dimana dia berkata kurang lebih yg intinya " Kalau dalam berdiskusi di niati untuk mencari kebenaran maka akan terselesaikan permasalahannya tetapi Rokhmawan ini bukan mencari kebenaran melainkan mencari kemenangan".

Sdr Ahmad Latif siapa yang anda maksud ingin mencari kebenaran ?. Apakah semua anggota milis ini ?. Apakah saya ?. Kalau saya jelas tidak akan mencari kebenaran lewat mimbar bebas ini apalagi yang di depan saya ini ( Pak Ahmad Sudirman, Hasan Tiro dll)) adalah seorang pelarian politik yang pengecut ( memimpin GAM dari Swedia tanpa pernah turun langsung ke aceh melawan TNI, padahal Rosululloh SAW adakalanya langsung ikut terjun ke pertempuran) jelas tidak mungkin karena bisa saja yg dia lontarkan adalah fitnah agama islam, seandainya saya ingin mencari kebenaran maka jelas lewat Ta'lim/Pengajian, baca buku islam, buka situs islam dll. Kemudian kalau di katakan saya mencari kemenangan itu salah besar, saya tidak mencari kemenangan tetapi ingin meluruskan pedapat Pak Ahmad Sudirman cs yang super ngaco, salah kaprah bin amburadul dan tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW dan para sahabatnya melainkan mereka malah mengikuti hawa nafsunya sendiri yaitu ingin merdeka dengan cara menghalalkan segala cara seperti menkafirkan orang islam si A, si B, membunuh masyarakat sipil dll.

Justru lewat mimbar bebas ini kelihatan sekali kalau bapak Ahmad cs ingin mencari menangnya saja padahal katanya dia menghargai pendapat orang lain, mana buktinya ?. Baca lagi itu komentar-komentarnya dari thn 1999 mana mau dia mengalah karena memang orang NII dan GAM/TNA itu orangnya keras kepala ( tetapi tidak semua karena istri sayapun dulu Kader NII ).

Jelas sekali kalau saya ingin meluruskan argumen Bpk Ahmad cs yg keliru sekali, tetapi tatkala itu sudah saya usahakan malah Bpak Ahmad Sudirman cs marah-marah kepada saya dan mengatakan kami sesat dan munafik. Bapak Ahmad itu selalu tidak bisa di pegang katanya pada hal dulu dia pernah menuliskan artikelnya dengan judul kurang lebih "Selama tujuan sama,caranya berbeda maka masih bisa diselaraskan". Buktinya mana ? justru dengan sifatnya yang konyol bin ngotot berarti dia telah memaksakan kehendak, pendapatnya agar dapat di terima seluruh umat islam dimanapun berada. Anggap aja semua lapisan umat islam baik itu NU, Muhammadiyah dll bisa mengikuti pendapat bpk Ahmad cs maka niscaya akan terjadi kebathilan yang cukup besar yaitu orang islam saling mengkafirkan dan saling membunuh.

Kemudian Bapak Ahmad juga telah mencari-cari alasan, bukti dengan mengkutak-katik ayat Al-qur'an yang menyatakan kalau Rokhmawan dan Manhaj Salafi sesat dan munafik. Anda Bpk Ahmad cs jangan kayak anak SD mengartikan ayat Al-qur'an hanya dengan terjemahannya saja.

Padahal di seluruh negara di dunia ini mana ada itu ulama rusydi berani mengatakan Manhaj kami sesat, munafik. Jelas tidak berani karena mereka para ulama Rusydi tersebut benar-benar telah mempelajari dan mengetahui bahwasanya Manhaj Salafy adalah suatu pemahaman yang lurus yang bersumberkan pada Al-Qur'an dan Al-Hadist yg shoheh dan orang yang ada di dalamnya orang yang benar-benar berilmu agama islam. Paling-paling yang mengatakan sesat adalah Pak Dirman cs atau orang NII, GAM/TNA karena memang justru merekalah yang pemahaman agama islamnya sangat sempit.

O yaaa sampai kapanpun itu NII, GAM/TNA, Pak Ahmad Sudirman cs akan tetap dalam kejahilannya ( Jahil thp fikih islam, fitrah manusia, syariat islam) , kalau mereka tidak di bukakan hatinya oleh Alloh SWT dan semoga Alloh SWT berkenan membukakan hatinya untuk dapat memahami islam yang syammil ini.

Kemudian untuk mengatakan atau memvonis orang ini sesat, jamaah ini sesat maka di perlukan ilmu agama islam yang luas (Al-qur'an dan Al-hadits), bukti dan fakta, perbuatan tingkah laku. Jelas sekali setelah kami mempejarinya baik ilmu, bukti, fakta, tingkah laku/perbuatan orang-orang NII dan Anggota GAM/TNA maka dia adalah termasuk Kaum Khowarij bukan termasuk golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Baiklah akan saya ambil kesimpulan mengenai pengertian Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Ahlus Sunnah Wal Jamaah artinya adalah orang-orang yang senantiasa mengikuti/mengutamakan sunnah Rosululloh SAW dan para sahabatnya dalam kehidupan sehari-hari baik itu mengenai cara berpenampilan, pola pikir maupun tata cara dalam kehidupannya.

Sunnah-sunnah yang ada pada Rosululloh SAW antara lain adalah : Memakai jubbah, memelihara jenggot, cukur kumis dll, doa-doa keseharian, adab-adab sehari-hari ( adab tidur, adab ke belakang, adab ke masjid, adah ta'lim, adab mudzakaroh dll), kemudian juga cara berfikir Rosululloh SAW yaitu agar manusia di dunia bisa terselamat dari neraka dan masuk syurga. Rosululloh ketika hampir wafatnya beliau meninggalkan dua pusaka (Al-qur'an dan Al-hadist) dan beliau mengucapkan 3 perkara yaitu sholat, wanita dan ummatnya. Inilah 3 perkara yang paling penting sehingga di saat beliau hampir wafat masih sempat memikirkan ke 3 perkara tsb yaitu agar kita selalu mengutamakan sholat bagaimanapun keadaan kita, agar wanita di dunia ini bisa sempurna, ta'at kepada suaminya dll kemudian bagaimana keadaan umatnya nanti setelah beliau wafat.

Dalam kehidupan kita sehari-hari apabila seseorang akan meninggalkan dunia sudah pasti dia akan berwasiat mengenai hal yang paling penting. Kita harus meyakini 100 % apa yang telah di sabdakan oleh Rosululloh SAW, seandainya kita tidak mengetahui apakah hadits-hadits Rosululloh SAW ini Shoheh, dloif dan palsu maka dianjurkan agar kita berilmu ( ilmu Hadist ).

Nah kenyataan sekarang orang yang ingin mengikuti Sunnah Rosululloh SAW banyak yang belum ber-ilmu ( NII, TNA/GAM sama sekali tidak bisa memahami ilmu hadist karena mereka tidak mau belajar kepada ulama Rusydi). Sehingga dengan demikan mereka yang katanya ingin mendirikan negara islam justru malah menhancurkan agama islam itu sendiri seperti yang terjadi pada NII, GAM/TNA.

Bapak Ahmad telah menuliskan di dalam artikelnya 5 thn yang lalu yaitu Negara Islam bukan tujuan melainkan alat. Nah inilah pendapat yang tidak benar semuanya. Menurut Manhaj Sslafy dan jumhur ulama', Negara Islam adalah hasil dari orang-orang yang beriman & bertakwa kpd Alloh SWT, sedangkan tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk menyembah, beribadah (dalam arti luas) kpd Alloh SWT. Sedangkan alat untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan cara berdakwah, beraqidah, berakhlak, bermuamalah, bermu'asyaroh dengan mengikuti Sunnahnya Rosululloh SAW. Bapak Ahmad keliru kalau Negara Islam itu sebagai alat ( tidak ada ulama yang mengatakan demikian ), seandainya negara sebagai alat untuk beribadah kepada Alloh SWT jelas maka fitnahlah yang akan terjadi seperti kasus di Aceh dll (terjadi pembunuhan antara umat islam dll).

Kemudian apakah dengan pernyataan bapak Ahmad yang mengatakan umat islam yang masih berhukumkan selain hukum Alloh SWT adalah kafir, dlolim, fasyik juga berlaku untuk Warga NII, Hasan Tiro, bpk Ahmad sendiri bersama antek-anteknya ?. Telah kita ketahui bersama bahwasanya NII hidup di Indonesia yang berhukumkan pancasila dan UUD 45 ( Tidak berhukum Al-qur'an dan Al-hadits ), sedangkan Hasan Tiro dan Bpk Ahmad cs hidup di Swedia yang berhukumkan non-islam.

Kemudian saya tujukan kpd Muhamad Al-kubro, anda menulis demikian :

1. Pemerintah Swedia tidak mendhalimi siapapun, malah membantu siapapun yang datang kesana termasuk Ustaz Ahmad Sudirman, sementara RI adalah negara "Penjajah", yaitu menjajah Papua Barat, Maluku, Borneo, Selebes, Acheh-Sumatra dan banyak lagi yang lainnya. RI sebagai penjajah (colonealis state), namun tidak pernah mengaku, termasuk mendhalimi rakyatnya sendiri (baca peristiwa Tanjung Periuk dan lainnya). Kata Rokhmawan Swedia lebih parah dari Indonesia, betapa lugunya dia, takmampu memahami realita.

2. Orang-orang Islam yang tinggal di Swedia umpama tamu yang menumpang dirumah orang yang baik dan sosial the ownernya. Sebagai tamu yang tau diri tentu tdak punya haq untuk memprotes segala peraturan yang berlaku. Kalau tamu termasuk orang Islam idiologi, dia dapat memperjuangkan Negerinya dari jarak-jauh dengan berbagai cara (Ustaz Sudirman cs adalah modelnya). Berhubung di kepulauan Melanesia ada beberapa negara yang sedang menuntut kemerdekaannya, Ustaz Ahmad Sudirman memperjuangkan dengan segenap kemampuan yang ada padanya untuk hal tersebut.

3. Orang-orang Islam yang ada di Swedia yang sedang memperjuangkan negaranya masing masing seperti, Teungku Hasan Muhammad di Tiro cs, Ustaz Ahmad Sudirman .Nah justru anda begitu lugu sekali dan tidak tau tentang apa yang di tuliskan Bpk Ahmad lewat mimbar bebas ini, jelas sekali kalau bapak Ahmad Sudirman memandang suatu negara apakah itu negara islam atau negara kafir terletak pada hukum dasar yang digunakannya. Dan menurut dia indonesia sama swedia sama-sama negara kafir karena berhukum selain hukum Alloh SWT.

Nah khan kok anda M.Al-kubro ingin membela swedia kafir itu ?. Jelas sekali kalau kita di perintah Rosululloh SAW berkumpul-kumpul dengan orang yg sholeh, seiman. Alasan yang anda berikan kepada saya seperti di atas itu adalah alasan yang murahan dan tidak laku di kalangan umat islam. Masak swedia yang jelas menolak aturan islam derajatnya lebih baik dari indonesia. Anda jangan mengada-ada sdr M.Al-kubro, memangnya anda yang menentukan derajat suatu negara di sisi Alloh SWT. Anda nggak usah berdebat melawan Rokhmawan karena apa yg u tuliskan sangat amburadul. Ingat bagaimanapun juga orang islam derajatnya insyaalooh lebih tinggi dari pada orang non-islam sekalipun dia bisa adil.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------