Stockholm, 17 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA SESAT, MUNAFIK, TERORIS YANG DIMANFAATKAN BIN & TNI UNTUK PUKUL NII, GAM & TNA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

WALAUPUN ROKHMAWAN DAN SALAFI-NYA DI SOLO SEBAGAI KELOMPOK TERORIS TETAPI UNTUK SAAT INI DIJADIKAN ALAT OLEH BIN, TNI, DAN MEGA UNTUK MEMUKUL NII, GAM & TNA

"Kemudian untuk mengatakan atau memvonis orang ini sesat, jamaah ini sesat maka di perlukan ilmu agama islam yang luas (Al-qur'an dan Al-hadits), bukti dan fakta, perbuatan tingkah laku. Jelas sekali setelah kami mempejarinya baik ilmu, bukti, fakta, tingkah laku/perbuatan orang-orang NII dan Anggota GAM/TNA maka dia adalah termasuk Kaum Khowarij bukan termasuk golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 16 Jul 2004 23:33:15 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Rupanya Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo dijadikan alat oleh BIN, TNI dan Megawati untuk menghancurkan NII, GAM dan TNA.

Karena memang Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo sangat memusuhi NII, GAM, TNA, maka kesempatan ini dipakai oleh pihak BIN, TNI dan Megawati untuk melawan NII, GAM, dan TNA.

Dari cara permainan Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo jelas kelihatan bahwa mereka itu telah dengan seenak udelnya mengatakan kelompok Salafi-nya yang di Solo kelompok atau golongan Ahlu Sunnah wa Al-Jama'ah dan menganggap NII, GAM dan TNA sebagai golongan Khawarij.

Jelas kelihatan sekali itu tujuan dan maksud Rokhmawan dan Salafi-nya yang di Solo itu mau menghancurkan NII, GAM, TNA yang berada diluar kelompok mereka.

Nah, kesempatan inilah yang dipakai oleh pihak BIN, TNI dan Megawati untuk membiarkan dulu pihak Rokhmawan dan Salafi-nya bercuap-cuap untuk menghancurkan NII, GAM dan TNA. Dimana taktik ini adalah merupakan taktik lama yang dipakai BIN, TNI, dan Megawati. Karena BIN, TNI dan Megawati memang sudah tidak mampu melumpuhkan GAM dan TNA di Negeri Acheh.

Karena sekarang muncul kelompok sesat Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang kemungkinan besar juga kelompok teroris yang yang ngaku-ngaku Salafi yang sekarang kumpul di Solo. Mereka memang sudah dicuci otaknya oleh para pimpinannya untuk menghantam GAM, TNA dan NII. Dengan melalui cara menggolongkan kepada Khawarij. Karena cara itu adalah cara yang paling gampang untuk memukul GAM, TNA dan NII. Padahal taktik mereka adalah taktik konyol yang telah dimanfaatkan oleh pihak BIN, TNI, dan Megawati tanpa disadari oleh pihak Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo. Hidung mereka telah ditarik oleh pihak BIN, TNI dan Megawati.

Karena itu sekarang pihak NII, GAM dan TNA sudah bisa melihat bahwa Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo adalah memang kelompok sesat, munafik, dan teroris yang menganggap dirinya sebagai kelompok Salafi yang bermarkas di Solo. Solo tempat para teroris. Karena mereka itu kelompok teroris yang sesat, maka mudah saja menggolongkan kelompok yang ada diluar kelompok Rokhmawan dan salafi-nya di Solo itu sebagai golongan Khawarij.

NII, GAM dan TNA digolongkan kepada Khawarij oleh saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo itu sudah bisa ditebak, yakni mereka itu bukan anggota Salafi yang sebenarnya, melainkan kelompok Salafi di Solo yang sesat yang lebih banyak memakai cara-cara teroris dalam tindakannya. Apalagi sarang mereka itu di Solo tempat berkumpulnya para teroris.

Tujuan Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang mau menghancurkan NII, GAM dan TNA. Tetapi sayang tujuan mereka sekarang terbongkar. Dimana sebenarnya Rokhmawan dan salafi-nya di Solo bukan hanya kelompok sesat dan munafikun, tetapi juga kelompok teroris yang disatu pihak mau menghancurkan sistem thoghut pancasila, tetapi dilain pihak mau juga menghancurkan NII, GAM dan TNA.

Nah sekarang, kaum teroris Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo ini memiliki dua musuh. Pertama musuh NII, GAM dan TNA kedua musuh BIN, TNI, dan Pemerintah Megawati. Tetapi untuk sementara pihak BIN dan TNI memanfaatkan kelompok Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo ini untuk dijadikan senjata memukul NII, GAM dan TNA.

Tetapi, mereka pihak BIN, TNI dan Megawati akhirnya akan meringkus juga itu kelompok teroris Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo ini. Hanya sekarang persoalannya, apakah itu teroris Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo dalam waktu dekat mampu menghancurkan NII, GAM dan TNA atau tidak?. Jelas, sampai kapanpun mereka kelompok teroris Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo tidak akan mampu menghancurkan NII, GAM dan TNA.

Bagaimanapun akhirnya pihak BIN, TNI dan Megawati dan kemungkinan besar Susilo Bambang Yudhoyono akan menyapu bersih kelompok teroris Rokhmawan dan salafi-nya di Solo yang dianggap berbahaya. Mereka kelompok teroris Rokhmawan dan salafi-nya di Solo memang sudah terang-terangan akan merobah sistem pancasila tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya. Karena mereka itu hanyalah kelompok Salafi-Salafi-an, alias Salafi palsu yang pandainya hanya mempergunakan alasan Khawarij untuk melumpuhkan lawannya.

Saudara Rokhmawan keadaan saudara di Negara kafir Pancasila tidak akan lama lagi. Kelompok saudara akan diringkus pihak BIN, TNI dan Megawati dan kemungkinan oleh itu Yudhoyono apabila saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo tidak mampu melumpuhkan NII, GAM, TNA. Karena menurut pihak BIN, TNI dan Mega untuk menghancurkan GAM dan TNA adalah sangat susah, tetapi untuk menghancurkan kelompok teroris Rokhmawan dan salafi-nya di Solo sangat mudah.

Nah sekarang kelompok teroris Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo adalah musuh NII, GAM dan TNA, juga sekaligus musuh BIN, TNI dan Mega. Walaupun untuk saat sekarang itu kelompok teroris Rokhmawan dipakai oleh pihak BIN, TNI dan Mega sebagai alat untuk menjelek-jelekkan GAM, TNA dan NII dengan tuduhan Khawarij. Padahal kelompok Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo adalah juga kelompok sesat yang menafikan dan menolak ayat-ayat Al-Quran, sebagaimana yang telah saya jelaskan dalam tulisan sebelum ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 16 Jul 2004 23:33:15 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Sudirman cs Itu NII, TNA/GAM Bukan Termasuk Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Melainkan Kaum Khowarij
To: ahmad@dataphone.se
Cc: om_puteh@hotmail.com, narastati@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com, mubasysyir@plasa.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com,mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id,suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, mitro@kpei.co.id, yusrahabib21@hotmail.com, imarrahad@eramuslim.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Pak Ahmad Sudirman cs Itu NII, TNA/GAM Bukan Termasuk Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Melainkan Kaum Khowarij

Wah hebat sekali akhirnya semangat "Tinju" pak Ahmad bangkit lagi, tetapi sayangnya kali ini Bapak Ahmad melancarkan "Pukulannya" selalu meleset.

Hm...sementara saya tujukan kepada Ahmad Latif yang telah mengirimkam emailnya kpd saya dimana dia berkata kurang lebih yg intinya " Kalau dalam berdiskusi di niati untuk mencari kebenaran maka akan terselesaikan permasalahannya tetapi Rokhmawan ini bukan mencari kebenaran melainkan mencari kemenangan".

Sdr Ahmad Latif siapa yang anda maksud ingin mencari kebenaran ?. Apakah semua anggota milis ini ?. Apakah saya ?. Kalau saya jelas tidak akan mencari kebenaran lewat mimbar bebas ini apalagi yang di depan saya ini ( Pak Ahmad Sudirman, Hasan Tiro dll)) adalah seorang pelarian politik yang pengecut ( memimpin GAM dari Swedia tanpa pernah turun langsung ke aceh melawan TNI, padahal Rosululloh SAW adakalanya langsung ikut terjun ke pertempuran) jelas tidak mungkin karena bisa saja yg dia lontarkan adalah fitnah agama islam, seandainya saya ingin mencari kebenaran maka jelas lewat Ta'lim/Pengajian, baca buku islam, buka situs islam dll. Kemudian kalau di katakan saya mencari kemenangan itu salah besar, saya tidak mencari kemenangan tetapi ingin meluruskan pedapat Pak Ahmad Sudirman cs yang super ngaco, salah kaprah bin amburadul dan tidak mau ber-I'tiba' kepada Rosululloh SAW dan para sahabatnya melainkan mereka malah mengikuti hawa nafsunya sendiri yaitu ingin merdeka dengan cara menghalalkan segala cara seperti menkafirkan orang islam si A, si B, membunuh masyarakat sipil dll.

Justru lewat mimbar bebas ini kelihatan sekali kalau bapak Ahmad cs ingin mencari menangnya saja padahal katanya dia menghargai pendapat orang lain, mana buktinya ?. Baca lagi itu komentar-komentarnya dari thn 1999 mana mau dia mengalah karena memang orang NII dan GAM/TNA itu orangnya keras kepala ( tetapi tidak semua karena istri sayapun dulu Kader NII ).

Jelas sekali kalau saya ingin meluruskan argumen Bpk Ahmad cs yg keliru sekali, tetapi tatkala itu sudah saya usahakan malah Bpak Ahmad Sudirman cs marah-marah kepada saya dan mengatakan kami sesat dan munafik. Bapak Ahmad itu selalu tidak bisa di pegang katanya pada hal dulu dia pernah menuliskan artikelnya dengan judul kurang lebih "Selama tujuan sama,caranya berbeda maka masih bisa diselaraskan". Buktinya mana ? justru dengan sifatnya yang konyol bin ngotot berarti dia telah memaksakan kehendak, pendapatnya agar dapat di terima seluruh umat islam dimanapun berada. Anggap aja semua lapisan umat islam baik itu NU, Muhammadiyah dll bisa mengikuti pendapat bpk Ahmad cs maka niscaya akan terjadi kebathilan yang cukup besar yaitu orang islam saling mengkafirkan dan saling membunuh.

Kemudian Bapak Ahmad juga telah mencari-cari alasan, bukti dengan mengkutak-katik ayat Al-qur'an yang menyatakan kalau Rokhmawan dan Manhaj Salafi sesat dan munafik. Anda Bpk Ahmad cs jangan kayak anak SD mengartikan ayat Al-qur'an hanya dengan terjemahannya saja.

Padahal di seluruh negara di dunia ini mana ada itu ulama rusydi berani mengatakan Manhaj kami sesat, munafik. Jelas tidak berani karena mereka para ulama Rusydi tersebut benar-benar telah mempelajari dan mengetahui bahwasanya Manhaj Salafy adalah suatu pemahaman yang lurus yang bersumberkan pada Al-Qur'an dan Al-Hadist yg shoheh dan orang yang ada di dalamnya orang yang benar-benar berilmu agama islam. Paling-paling yang mengatakan sesat adalah Pak Dirman cs atau orang NII, GAM/TNA karena memang justru merekalah yang pemahaman agama islamnya sangat sempit.

O yaaa sampai kapanpun itu NII, GAM/TNA, Pak Ahmad Sudirman cs akan tetap dalam kejahilannya ( Jahil thp fikih islam, fitrah manusia, syariat islam) , kalau mereka tidak di bukakan hatinya oleh Alloh SWT dan semoga Alloh SWT berkenan membukakan hatinya untuk dapat memahami islam yang syammil ini.

Kemudian untuk mengatakan atau memvonis orang ini sesat, jamaah ini sesat maka di perlukan ilmu agama islam yang luas (Al-qur'an dan Al-hadits), bukti dan fakta, perbuatan tingkah laku. Jelas sekali setelah kami mempejarinya baik ilmu, bukti, fakta, tingkah laku/perbuatan orang-orang NII dan Anggota GAM/TNA maka dia adalah termasuk Kaum Khowarij bukan termasuk golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Baiklah akan saya ambil kesimpulan mengenai pengertian Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Ahlus Sunnah Wal Jamaah artinya adalah orang-orang yang senantiasa mengikuti/mengutamakan sunnah Rosululloh SAW dan para sahabatnya dalam kehidupan sehari-hari baik itu mengenai cara berpenampilan, pola pikir maupun tata cara dalam kehidupannya.

Sunnah-sunnah yang ada pada Rosululloh SAW antara lain adalah : Memakai jubbah, memelihara jenggot, cukur kumis dll, doa-doa keseharian, adab-adab sehari-hari ( adab tidur, adab ke belakang, adab ke masjid, adah ta'lim, adab mudzakaroh dll), kemudian juga cara berfikir Rosululloh SAW yaitu agar manusia di dunia bisa terselamat dari neraka dan masuk syurga. Rosululloh ketika hampir wafatnya beliau meninggalkan dua pusaka (Al-qur'an dan Al-hadist) dan beliau mengucapkan 3 perkara yaitu sholat, wanita dan ummatnya. Inilah 3 perkara yang paling penting sehingga di saat beliau hampir wafat masih sempat memikirkan ke 3 perkara tsb yaitu agar kita selalu mengutamakan sholat bagaimanapun keadaan kita, agar wanita di dunia ini bisa sempurna, ta'at kepada suaminya dll kemudian bagaimana keadaan umatnya nanti setelah beliau wafat.

Dalam kehidupan kita sehari-hari apabila seseorang akan meninggalkan dunia sudah pasti dia akan berwasiat mengenai hal yang paling penting. Kita harus meyakini 100 % apa yang telah di sabdakan oleh Rosululloh SAW, seandainya kita tidak mengetahui apakah hadits-hadits Rosululloh SAW ini Shoheh, dloif dan palsu maka dianjurkan agar kita berilmu ( ilmu Hadist ).

Nah kenyataan sekarang orang yang ingin mengikuti Sunnah Rosululloh SAW banyak yang belum ber-ilmu ( NII, TNA/GAM sama sekali tidak bisa memahami ilmu hadist karena mereka tidak mau belajar kepada ulama Rusydi). Sehingga dengan demikan mereka yang katanya ingin mendirikan negara islam justru malah menhancurkan agama islam itu sendiri seperti yang terjadi pada NII, GAM/TNA.

Bapak Ahmad telah menuliskan di dalam artikelnya 5 thn yang lalu yaitu Negara Islam bukan tujuan melainkan alat. Nah inilah pendapat yang tidak benar semuanya. Menurut Manhaj Sslafy dan jumhur ulama', Negara Islam adalah hasil dari orang-orang yang beriman & bertakwa kpd Alloh SWT, sedangkan tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk menyembah, beribadah (dalam arti luas) kpd Alloh SWT. Sedangkan alat untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan cara berdakwah, beraqidah, berakhlak, bermuamalah, bermu'asyaroh dengan mengikuti Sunnahnya Rosululloh SAW. Bapak Ahmad keliru kalau Negara Islam itu sebagai alat ( tidak ada ulama yang mengatakan demikian ), seandainya negara sebagai alat untuk beribadah kepada Alloh SWT jelas maka fitnahlah yang akan terjadi seperti kasus di Aceh dll (terjadi pembunuhan antara umat islam dll).

Kemudian apakah dengan pernyataan bapak Ahmad yang mengatakan umat islam yang masih berhukumkan selain hukum Alloh SWT adalah kafir, dlolim, fasyik juga berlaku untuk Warga NII, Hasan Tiro, bpk Ahmad sendiri bersama antek-anteknya ?. Telah kita ketahui bersama bahwasanya NII hidup di Indonesia yang berhukumkan pancasila dan UUD 45 ( Tidak berhukum Al-qur'an dan Al-hadits ), sedangkan Hasan Tiro dan Bpk Ahmad cs hidup di Swedia yang berhukumkan non-islam.

Kemudian saya tujukan kpd Muhamad Al-kubro, anda menulis demikian :

1. Pemerintah Swedia tidak mendhalimi siapapun, malah membantu siapapun yang datang kesana termasuk Ustaz Ahmad Sudirman, sementara RI adalah negara "Penjajah", yaitu menjajah Papua Barat, Maluku, Borneo, Selebes, Acheh-Sumatra dan banyak lagi yang lainnya. RI sebagai penjajah (colonealis state), namun tidak pernah mengaku, termasuk mendhalimi rakyatnya sendiri (baca peristiwa Tanjung Periuk dan lainnya). Kata Rokhmawan Swedia lebih parah dari Indonesia, betapa lugunya dia, takmampu memahami realita.

2. Orang-orang Islam yang tinggal di Swedia umpama tamu yang menumpang dirumah orang yang baik dan sosial the ownernya. Sebagai tamu yang tau diri tentu tdak punya haq untuk memprotes segala peraturan yang berlaku. Kalau tamu termasuk orang Islam idiologi, dia dapat memperjuangkan Negerinya dari jarak-jauh dengan berbagai cara (Ustaz Sudirman cs adalah modelnya). Berhubung di kepulauan Melanesia ada beberapa negara yang sedang menuntut kemerdekaannya, Ustaz Ahmad Sudirman memperjuangkan dengan segenap kemampuan yang ada padanya untuk hal tersebut.

3. Orang-orang Islam yang ada di Swedia yang sedang memperjuangkan negaranya masing masing seperti, Teungku Hasan Muhammad di Tiro cs, Ustaz Ahmad Sudirman .Nah justru anda begitu lugu sekali dan tidak tau tentang apa yang di tuliskan Bpk Ahmad lewat mimbar bebas ini, jelas sekali kalau bapak Ahmad Sudirman memandang suatu negara apakah itu negara islam atau negara kafir terletak pada hukum dasar yang digunakannya. Dan menurut dia indonesia sama swedia sama-sama negara kafir karena berhukum selain hukum Alloh SWT.

Nah khan kok anda M.Al-kubro ingin membela swedia kafir itu ?. Jelas sekali kalau kita di perintah Rosululloh SAW berkumpul-kumpul dengan orang yg sholeh, seiman. Alasan yang anda berikan kepada saya seperti di atas itu adalah alasan yang murahan dan tidak laku di kalangan umat islam. Masak swedia yang jelas menolak aturan islam derajatnya lebih baik dari indonesia. Anda jangan mengada-ada sdr M.Al-kubro, memangnya anda yang menentukan derajat suatu negara di sisi Alloh SWT. Anda nggak usah berdebat melawan Rokhmawan karena apa yg u tuliskan sangat amburadul. Ingat bagaimanapun juga orang islam derajatnya insyaalooh lebih tinggi dari pada orang non-islam sekalipun dia bisa adil.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------