Stockholm, 20 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU PEMERINTAH RI, TNI/POLRI, DPR, MPR MATI KUTU MENGHADAPI GAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN KELIHATAN ITU PEMERINTAH RI, TNI/POLRI, DPR, MPR MATI KUTU MENGHADAPI GAM DAN PIMPINANNYA JUGA RAKYAT ACHEH PENDUKUNGNYA.

"Itu khan menurut anda, anda ini kaya yang megang kekuasan hukum di Swedia azah, ngehibur diri yach? Sebaiknya kita tunggu hasil akhirnya lah, dan apapun keputusannya moga2 itu merupakan yang terbaik bagi masyarakat Aceh (bukan anda si Ahmad, karena anda bukan orang Aceh tapi ingin menjadi menteri di Aceh)" (Sumitro mitro@kpei.co.id , Tue, 20 Jul 2004 15:08:13 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro, itu fakta dan bukti, bahwa tidak mungkin pihak Pemerintah RI dibawah Megawati dan TNI/POLRI dan kemungkinan akan diteruskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono setelah 20 September 2004 mampu menghancurkan GAM dan para pimpinannya, khususnya pimpinan GAM di Swedia.

Ini fakta dan bukti. TNI dibawah Ryamizard Ryacudu dan Endriartono Sutarto kalang kabut di Negeri Acheh menghadapi GAM dan TNA. Itu sampai kapanpun GAM dan TNA di Negeri Acheh tidak akan mungkin bisa dihancurkan oleh pihak TNI/POLRI.

Mengapa pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR tidak mungkin menghancurkan GAM dan TNA serta para pimpinannya khususnya di Swedia?

Karena pertama, pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR buta hukum Swedia.

Kedua, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR terlalu optimis bisa menjerat para pimpinan GAM di Swedia, tetapi tanpa kemampuan dan pengetahuan hukum yang cukup dalam menghadapi peradilan di Swedia.

Ketiga, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR menganggap enteng kekuatan GAM dan TNA dilapangan dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Keempat, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR terlalu kedepan dan ceroboh dalam berhubungan dan bertindak dengan pihakPemerintah Swedia, khususnya pihak Kejaksaan Swedia.

Kelima, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR ingin menunjukkan bahwa semua fakta dan bukti yang disampaikan ke pihak Kejaksaan Swedia di Stockholm adalah fakta dan bukti yang kuat dan benar.

Keenam, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR dalam mengumpulkan fakta dan bukti kebanyakan dari pihak BIN, TNI/POLRI, Deplu, dan dari orang-orang GAM yang menyerah kepada pihak RI dan TNI/POLRI.

Ketujuh, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR tidak mampu menyiapkan dan mengumpulkan bukti-bukti baru untuk melengkapi bukti yang sudah ada yang bisa dipakai menjerat para pimpinan GAM di Swedia.

Kedelapan, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR pandainya menipu dan licik terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kesembilan, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR terus saja tidak mau mengakui dan tidak mau menerima fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Soekarno telah menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh sejak 14 Agustus 1950 diteruskan oleh pihak RI yang menjelma menjadi NKRI dari sejak 15 Agustus 1950.

Kesepuluh, mereka pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR tidak mau belajar dari kegagalan menghadapi GAM. Tetapi sebaliknya menyalahkan dan merendahkan GAM.

Itulah sepuluh butiran mengapa pihak pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR mati kutu menghadapi GAM dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Jadi, Sumitro, selama itu Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR menutupi kebohongan dan kejahatan yang dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno terhadap rakyat dan Negeri Acheh, maka selama itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila akan terus berjuang. Anak keturunan rakyat Acheh akan terus berjuang sampai ituNegeri Acheh kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Sumitro, jelas Ahmad Sudirman tidak tergiur dengan jabatan Menteri sebagaimana yang saudara tulis: "anda bukan orang Aceh tapi ingin menjadi menteri di Aceh".

Yang jelas Ahmad Sudirman akan terus medukung dan menyokong rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila sampai itu Negeri Acheh dapat diraih kembali oleh seluruh rakyat Acheh dari cengkraman pihak Pemerintah RI, TNI/POLRI, DPR, MPR.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>,
Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Hidajat Sjarif siliwangi27@hotmail.com
Cc: ahmad@dataphone.se
Subject: RE: MENLU NOER HASSAN WIRAJUDA INGIN JERAT TGK MALIK MAHMUD & TGK ZAINI ABDULLAH HANYA MIMPI
Date: Tue, 20 Jul 2004 15:08:13 +0700

Itu khan menurut anda, anda ini kaya yang megang kekuasan hukum di Swedia azah, ngehibur diri yach?

Sebaiknya kita tunggu hasil akhirnya lah, dan apapun keputusannya moga2 itu merupakan yang terbaik bagi masyarakat Aceh (bukan anda si Ahmad, karena anda bukan orang Aceh tapi ingin menjadi menteri di Aceh)

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------