Sandnes, 22 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO, ROKHMAWAN, YUSA & HUBADMIN SESAT & MUNAFIK DEMI BELA PENJAJAH NEGARA KAFIR RI DENGAN SYSTEM THAGHUT-NYA
Husaini Daud Sp
Sandnes - NORWEGIA.

 

SUMITRO, ROKHMAWAN, YUSA, HUBADMIN ITU SYSTEM THAGHUT PANCASILA MEMBAWA KALIAN MUNAFIK DAN SESAT MENGANGGAP INDONESIA HANCUR HANCURLAH ISLAM

Andaikata kalian perhatikan tulisan-tulisan Ustaz Ahmad Sudirman dan juga dari Muhammad Al Qubra serta dari yang lain lainnya pertanyaan kalian itu sudah terjawab, tapi sepertinya kalian ini tidak memahami apa yang sudah diutarakan itu semua.

Saya kira sebaiknya kalian telusuri kembali tulisan-tulisan yang saya maksudkan. Andaikata saya tidak berfikir bahwa jawaban ini dapat berguna untuk pengamat yang mau berafala ta'qilun dan afala yatazakkarun, untuk apa kalau hanya menambah bingung kalian, soalnya kalian nampaknya bukan model untuk diajak berdebat.

Bagaimana mungkin berdebat tentang system Thaghut dengan orang yang mempertahankan system tersebut secara membabi buta, khususnya orang-orang seperti Sumitro, Rokhmawan dan banyak lagi yang lainnya.

Bagaimana mungkin kita berdebat tentang penjajah dengan orang orang yang bersekongkol dalam system penjajah, namun tidak pernah mengaku sebagai penjajah.

Bagaimana mungkin kita berdebat tentang penindasan dengan orang orang yang bersekongkol dalam proses penindasan.

Bagaimana mungkin kita berdebat dengan orang orang munafiq, sementara mereka tidak pernah mengaku munafiq. Bukankah justru orang munafiq yang lebih berbahaya terhadap Islam dibandingkan golongan yang lainnya.

Dalam Al Qur'an surah Al Qarah, informasi khusus tentang kafir hanya dua ayat (QS,2:6-7) sedangkan orang munafiq sampai 13 ayat (QS,2:8-20) dan masih dikhususkan satu surah lagi yaitu surah Al Munafiqun (QS,63:1-8) serta masih diulang-ulang lagi diberbagai surah yang lainnya.

Orang-orang munafiq tidak mengaku melakukan kerusakan ketika mereka membuat kerusakan, tidak pernah mengaku dhalim ketika berbuat dhalim, menganianya, mencuri, merampok, merampas, memperkosa, menindas, membunuh dan menjajah. Kesemuanya itu malah mereka tuduhkan kepada korban itu sendiri, betapa kejinya.

Lihatlah sepak terjang orang orang yang bersekongkol dalam system Hindunesia penja ah, masih saja mereka menuduh bangsa Acheh Sumatra, Papua dan Maluku yang ber salah, betapa kejinya.

Korban yang disalahkan, bukankah lebih tepat kita katakan mereka adalah monyet-monyet tengik, bukan manusia. Sebahagian besar dari anggota TNA terdiri dari anak orang orang Acheh yang orang tua mereka telah dibunuh, setelah dianianya oleh basyar-basyar itu (baca makhluk yang antythesis terhadap manusia).

Belum jelaskah buat kalian yang masih bersekongkol dalam system Penjajah Hindunesia Jawa itu. Masihkah kalian menganjurkan agar kami tidak melawan kalian seperti sontoloyo-sontoyo Jawa dulu saat dibredili tentera KNIL Belanda.

Bukankah kalian sudah mewarisi wataknya sekarang sebagaimana dikatakan saudara Umar Puteh: The black Dutchmen, si Belanda Hitam, malah sikap kalian lebih keji dari Belanda itu sendiri.

Masihkah kalian menganjurkan untuk mengajari ilmu agama kepada orang orang yang bersekongkol dalam system penjajah. Masihkah kalian menganggap Hindunesia, mayoritas penduduk nya Islam ? Islam yang bagaimana? Kalau mayoritas, penduduk Hindunesia Islam, NII lah yang exsis di kepulauan Melanesia dan Achehpun mustahil dijajah sejak dulu sampai sekarang ini. Mayoritas penduduk Hindunesia sekarang terdiri dari basyar-basyar, malah bukan manusia apalagi Islam.

Masihkah kalian bertanya apa itu Aqidah, sudah berapa lama kamu menganggap diri sebagai orang Islam namun sampai sekarang masih belum tau apa itu Aqidah. Bagai mana mungkin kalian dapat memahami aqidah, sementara kalian masih saja berse kongkol dalam system Thaghut Hindunesia Penjajah yang Munafiq lagi.

Sudah penjajah tidak mengaku lagi. Kalau kalian jujur tentu tak perlu kalian tanyakan sudah banyak sekali kami kemukakan lewat tulisan tulisan di mimbar bebas ini, namun kalian olok-olok, pura pura bertanya seperti Rokhmawan yang pada mulanya bertanya pada Ustaz Ahmad Sudirman, tapi akhirnya dia melawan dan bahkan menghinanya dengan kata kata yang tidak layak dialamatkan kepadanya.

Di mulut kalian seringkali keluar kata kata "maaf". Apa artinya maaf kalau kita tak benar Aqidahnya. Kan sama persis seperti TNI/POLRI yang selalu meminta maaf dalam setiap pidatonya di depan orang orang Acheh yang tidak berdaya membantah kata kata bohong "serigala serigala" itu pakai Istilah Ali Syariati, Idiolog Republik Islam Iran. Kalau begitu caranya penuhlah dunia itu dengan kata kata "maaf".

Hai Sumitro cs!

Kalian menganggap agama itu hanya hablum minallah, membebaskan kaum duafa seolah olah bukan agama, padahal disitulah terletak kuci pintu syurga dan itulah kerja utamanya para Rasul di planet Bumi ini.

Bagaimana mungkin kami berdakwah kepada sontoloyo-sontoloyo itu, kami sudah duluan ditangkap serigala-serigala itu sebelum kami berbicara, makanya Ustaz Sudirman terpaksa Hijrah keluar negri dan di mimbar yang bebas beginilah dia berdakwah keseluruh pelosok dunia, malah bukan hanya ke Hindunesia Jawa. Dan dakwahnya tidak pernah rugi kendatipun mendapat hinaan dari kalian sontoloyo-sontoloyo Jawa.

Kemenangan itu ada dua tempat yaitu kemenangan dunia dan kemengan Akhirat. Bagi orang orang Islam sejati, kemenangan Akhiratlah yang terpenting, namun kedua duanya harapan kami. Justru itulah Allah menuntut untuk diperjuangkannya. Andaikata tidak seorangpun yang beriman lewat lidah nabi Nuh, tetap saja dia bertempat dalam syurga sebagaimana Nabi Muhammad yang berhasil Dunia dan Akhirat. Sebab bagaimana mungkin kita hidup ditengah tengah orang orang munafiq macam kalian, dapat berhasil dakwahnya buat orang orang yang sudah "kenyang makan Singkong" pakai istilah Muhammad Al Qubra.

Hai Sumitro cs!

Mengobarkan perang untuk melawan kaum yang dhalim (baca hindu nesia Jawa Penjajah) adalah anjuran Allah sendiri. Disini saja kalian sudah murtad hukumya, masih juga berjingkrak jingkrak untuk mengaku diri sebagai orang Islam, bagaimana mungkin memenuhi permintaan kalian untuk berdakwah kepada orang orang Hindunesia Jawa, Islam versi Sumitro cs. Kalau pemimpin kaum dhuafa Muncul (baca Tgk Hasan Muhammad di Tiro) untuk melawan kaum yang dhalim (baca Penjajah Hindunesia Jawa Thaghut), barulah terbukanya pin tu Syahid.

Jadi orang-orang yang dianianya dan dibunuh serigala serigala yang berlevelkan TNI/POLRI adalah syahid-syahid, bukan korban. Mereka itu adalah orang orang yang kalah didunia namun menang diakhirat. Disinilah maknanya motto saya: "Yang menang belum tentu benar, yang benar pasti menang" (lihat kembali tulisan Drs. Husaini Daud dalam melawan Husaini Bal-am di Acheh). Yazid bin Muawiyah menang dalam perang Karbala, tapi dia kalah di akhirat (masuk neraka), sedangkan Hussein bin Ali kalah dalam perang tersebut namun dia menang di Akhirat (masuk Syurga). Pada saat Hussein bersama 73 sahabatnya yang setia serta seluruh ke luarga (seluruh isteri dan anak anak mereka) meninggalkan haji untuk pergi ke Karbala, Ibnu Abbas mengusulkan agar mengurungkan niatnya, namun Hussein menjawab sudah merupakan keputusan yang disampaikan Rasulullah dalam mimpinya. Apa pesannya itu, tanya Ibnu Abbas. Maaf itu rahasia jawab Hussein Sebelum Hussein syahid, dia membuka rahasia mimpinya itu bahwa Rasulullah saw mengatakan kepadanya melalui pertempuran di Karbala-lah kamu mendapat kedudukan sebagai Ketua pemuda di Syurga.

Saya yakin semua orang Islam mengetahui tentang Hadist yang menyatakan Hussein sebagai ketua pemuda di Syurga.

Hal seperti diatas perlu saya kemukakan mengingat masih banyaknya orang orang yang keliru melihat korban kedhaliman dimana-mana. Orang orang seperti Sumitro cs sebetulnya bukan orang yang kita ajak berdebat, andaikata mereka jujur hendak memahami Islam tentu tidak demikian sikapnya terhadap Ustaz Ahmad Sudirman.

Betapa kelirunya mereka dalam memahami realita. Dikira kehancuran Hindunesia adalah kehancuran Islam, lalu dikambing hitamkan Amerika. Kan betul orang seperti Sumitro cs sebetulnya harus dibawa ke rumah sakit jiwa sebelum berdebat dengan Ustaz Ahmad Sudirman.

Bagaimana mungkin dia dapat me mahami realita sebelum "singkong" dikeluarkan dulu dalam kepalanya.

Billahi fi sabililhaq

Husaini Daud Sp

husaini54daud@yahoo.com
Sandnes, Norwegia
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>
Cc: husaini54daud@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HUSAINI DAUD: SUMITRO TERUS MAKIN TERSUNGKUR KEDALAM SYSTEM THAGHUT PANCASILA
Date: Thu, 22 Jul 2004 08:33:17 +0700

"Saudara-saudara sekalian saya salut akan saudara2 yang banyak sekali mencantumkan Ayat Al-Qur'an dan Hadist disini untuk menguatkan argumen anda sekalian bahkan ada yang nyata2 dipanggil ustaz seperti Ahmad Sudirman sang pelarian itu.

Demikian juga yang lainnya, Husaini Daud, Omar dll kalau memang anda ahli kitab dan paham betul tentang agama Islam sebenarnya. Mengapa anda tidak manfaatkan itu untuk mendidik umat Indonesia yang kata anda sekalin sebagai kafir? Itu akan lebih mulia di sisi Allah SWT dari pada anda mengobarkan semangat perang bukan? Rakyat Indonesia adalah sebagian besarnya moeslim dan masih perlu dididik dan dibina serta diarahkan sehingga benar2 menjadi moeslim yang beriman, dengan sendirinya akan berakhir pada kesadara untuk merubah sesuatu yang keliru yang ditetapkan oleh pemerintah. Bukankah itu lebih mulia daripada anda mengobarkan perang yang akibatnya kalian tahu sendiri korbannya adalah rakyat yang tidak berdosa sementara kalian yang pembesar2 atau pemimpin2 malah asyik bersenang-senang.

Lantas apakah kalian akan berkata Sumitro percuma mendidik rakyat Indonesia yang kafir karena mereka telah tertutup hatinya dll sebagainya.? Sebaiknya jangan ada pikiran seperti itu karena sebagai ulama WAJIB untuk merubah sesuatu yang tidak baik menjadi baik. Kalaupun dulunya Soekarno menetapkan pancasila sebagai dasar negara maka yang salah siapa ? Soekarno ? Saya rasa tidak bisa kita melimpahkan semua kesalahan itu kepada Soekarno tapi para pemimpin2 moeslim yang intinya adalah ISLAM juga salah kenapa tidak maksimal memperjuangkan syariah Islam dulunya.

Jadi pancasila kalau memang salah dalam mata Islam maka kesalahan ada pada kedua belah pihak.

Dengan demikian mari kita benahi diri kita apakah tujuan kita akan menguntungkan Islam kelak atau malah sebaliknya. Yang saya takutkan sekarang ini adalah berhasilnya para kapitalis (Amerika) yang punya agen2 diberbagai kelompok seperti GAM menghancurkan Indonesia yang berimbas kepada hancurnya dunia Islam. Kenapa Indonesia hancur maka hancurlah Islam? Karena Indonesia merupakan negara yang penduduknya paling besar moeslimnya. Dengan hancurnya Indonesia maka Islam akan terpecah dan tercerai berai dengan demikian semakin gampang bagi mereka untuk menghancurkan Islam. Apakah itu tujuan kalian ? semoga tidak."

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------