Stockholm, 23 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO SESAT, MUNAFIK, DUKUNG TNI/POLRI MEMBUNUH RAKYAT & MENJAJAH ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO SESAT, MUNAFIK, DUKUNG TNI/POLRI MEMBUNUH RAKYAT & MENJAJAH ACHEH

"Atas dasar apa bapak mengatakan kalau kami yang telah mengobarkan perang ?. Apa hanya karena Manhaj Kami menggolongkan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij ?. Alangkah lugunya anda pak Ahmad Sudirman cs, sudah saya bilang dari dulu-dulu kalau NII, GAM/TNA tidak mau kami golongkan ke dalam Kaum Khowarij maka hapus saja itu kejahilan-kejahilan yang ada pada NII, GAM/TNA seperti jahil terhadap fitrah manusia, jahil terhadap fikih dan syariat islam, mudah mengkafirkan orang islam si A, si B dll. Gitu aza kok pusing pak, sebenarnya kalau bpk Ahmad Sudirman cs dapat ber-afala ta'kiluun dan ber-afala tadzakkaruun (tanpa ada rasa sakit hati, balas dendam, benci dll) maka dapat mengambil saran-saran saya di atas tadi. Justru yang telah mengobarkan api peperangan sampai detik ini antara GAM/TNA dengan TNI/RI adalah bpk Ahmad Sudirman cs yang telah dengan terang-terangan mereka mengatakan kepada rakyat aceh, Anggota GAM/TNA dan umat islam di seluruh dunia ini bahwasanya Mega, Gus dur , Amin Rais, SBY dan pengikutnya termasuk kafir, dlolim, fasyik. Baiklah untuk sementara saya dapat memahami argumen bapak tetapi dengarkan yang satu ini: Dengan anda (Bpk Ahmad cs) yang telah mengatakan mereka (SBY, Mega, Amin Rais dll beserta pengikutnya ) kafir, dolim, fasyik atas dasar Surat Al-Maidah 44, 45, 47 berarti dengan sendirinya senjata yang bapak agung-agungkan untuk memeranginya justru menjadi bumerang bagi bpk Ahmad cs. Bukankah NII, GAM/TNA , Hasan Tiro dan antek-anteknya serta Bpk Ahmad Sudirman cs hidup di negara yang tiada berhukumkan dengan hukum Alloh SWT ? (lucu sekali maling teriak maling)." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 23 Jul 2004 00:07:54 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Lihat apa yang dijawab oleh Rokhmawan dan Salfi-nya di Solo yang sesat, munafik dan teroris itu. Jelas, kelihatan bahwa itu Rokhmawan dan Salafi-nya tidak mengetahui atau memang tetap keras kepala, membandel, membangkang tidak mau menerima dan tidak mau mengakui bahwa Negeri Acheh itu di rampok, ditelan, dirampas, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 dan diteruskan pada tanggal 15 Agustus 1950 oleh RI yang menjelma NKRI.

Jelas, itu Rokhmawan tetap bodoh dan menganggap bahwa Negeri Acheh itu milik RI. Darimana dan atas dasar apa itu Negeri Acheh ada dalam tubuh RI, coba jawab dulu saudara Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo ?.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang sesat dan munafik itu, selama kalian menganggap itu Negeri Acheh milik RI hasil rampokan Soekarno pada 14 Agustus 1950 dengan memakai hukum buatannya sendiri PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950, maka selama itu kalian telah ikut mendukung, menyokong, perampokan, pendudukan, dan penjajahan yang dilakukan oleh Negar akafir RI.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo secara terang-terangan dan langsung mendukung dan menyokong pembunuhan yang dilakukan oleh TNI/POLRI terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Mana jalan keluar yang kalian ajukan untuk penyelesaian konflik Acheh yang berbeda dengan jalan penyelesaian yang telah diajukan dan dijalankan oleh Pemerintah RI ?.

Kalian memang bodoh, dan hanya terus mau tanpa kalian sadari ditarik hidung kalian oleh Badan Intellijen Negara, TNI/POLRI dan Pemerintah Negara kafir RI Megawati.

Kebodohan kalian Rokhmawan dan Salafi-nya adalah secara terang-terangan menggolongankan NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII kedalam golongan Khawarij. Kalian memang seenak udel sendiri menggolongkan kelompok yang ada di luar Salafi di Solo. Padahal kelompok kalian Salafi di Solo adalah kelompok sesat dan munafik. Baca lagi tulisan-tulisan saya sebelum ini.

Sampai kapanpun tidak akan dicabut itu isi tulisan tersebut, karena memang kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang benar-benar telah menampilkan sikap dan tabiat kalian yang sesat, membangkang, membandel, terhadap ayat-ayat Allah. Baca lagi tulisan-tulisan saya sebelum ini.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya yang sesat dan munafik jelas-jelas tidak meyakini sepenuh keyakinan dan tidak ingin dan tidak mau menjalankan sepenuh hati tanpa pembangkangan atas ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah.

Kalian karena memang tidak menerima, tidak meyakini, dan tidak mau menjalankan sepenuh hati, dan sepenuh keyakinan atas ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah, maka kalian telah berani dan secara terang-terangan membela para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, dan para pimpinan RI itu masih dianggap sebagai bukan kafir, bukan zhalim, dan bukan fasik, walaupun tindakan para pimpinan RI itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Itu Negara kafir RI yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh, dimana TNI/POLRI-nya telah membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila, yang didukung penuh oleh Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo.

Apakah kalian tidak tahu atau tidak sadar itu TNI/POLRI yang kalian dukung itu melakukan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh ?. Kalian anggap itu Negeri Acheh adalah masuk dalam kerangka Negara kafir RI ? Betapa bodoh kalian Rokhmawan dan salafi-nya kalau kalian menganggap Negeri Acheh adalah masuk dalam kerangka Negara kafir RI.

Jelas, kami memang untuk sementara ini hidup di Kerajaan Swedia yang hukumnya bersumberkan kepada non Islam, sama seperti di Negara kafir RI tempat kalian Rokhmawan dan salafi-nya hidup dan mencari makan, yang hukum negaranya bersumberkan kepada thaghut pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Persoalannya, pihak Pemerintah Kerajaan Swedia tidak melakukan kezhaliman terhadap rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila yang sekarang sedang tinggal di Kerajaan Swedia.

Sebaliknya Pemerintah Negara kafir RI justru melakukan pembunuhan dan pembantaian terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI. Sudahlan Negerinya negeri kafir, ditambah pula dengan Pemerintah dan TNI/POLRI-nya membunuh dan membantai rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kalian Rokhmawan dan salafi-nya di Solo yang sesat, munafik, dan teroris itu, kalian masih tetap munafik tidak mengakui itu Negara RI adalah Negara kafir RI. Karena memang kalian itu telah sesat dan menafikan ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah. Kalian itu Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo adalah munafik.

Jadi, Rokhmawan dan salafi-nya di Solo, apapun yang kalian kemukakan di mimbar bebas ini tidak ada artinya, alias gombal. Mengapa ?

Karena pertama kalian Rokhmawan dan Salafi-nya secara terang-terangan tidak meyakini sepenuh keyakinan, tidak mau menjalankan sepenuh keyakinan dan sepenuh hati apa yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw ketika waktu Haji Wada' 10 H yakni ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah.

Kedua, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo menolak manhaj hijrah Rasulullah saw dan perintah hijrah dari Allah SWT sebagaimana yang telah di-Firmankan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw dalam surat Al-Maidah, Al-Anfal:72, 74, 75, Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100.

Ketiga, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya telah menafsirkan seenak perut kalian pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Keempat, telah secara terang-terangan mendukung dan menyokong para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, dan para pimpinan RI itu masih dianggap sebagai bukan kafir, bukan zhalim, dan bukan fasik, walaupun tindakan para pimpinan RI itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Kelima, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo secara terang-terangan dan terbuka mengakui Negeri Acheh adalah milik Negara kafir RI.

Keenam, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo secara terang-terangan menyokong dan mendukung TNI/POLRI membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara kafir RI.

Ketujuh, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo telah secara terang-terangan membuka konfrontasi langsung dengan NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir.

Kedelapan, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo secara terang-terangan telah menggolongkan NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII kedalam golongan Khawarij.

Kesembilan, kalian Rokhmawan dan salafi-nya telah secara terang-terangan memusuhi GAM dan TNA serta rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kesepuluh, kalian Rokhmawan dan salafi-nya di Solo telah secara terang-terangan membenarkan pendudukan, penjajahan, dan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI di Negeri Acheh.

Terakhir, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo sampai kapanpun kalian tetap sesat, munafik, teroris, kalau tidak kalian merobah sikap pembangkangan terhadap ayat-ayat Allah dan manhaj hijrah Rasulullah saw, dan selama kalian tidak mendukung dan menyokong kejahatan Soekarno dan penerusnya menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 23 Jul 2004 00:07:54 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Pak Ahmad Sudirman Benar-benar Telah Memfitnah Umat Islam
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillahirrohmaanirroohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Pak Ahmad Sudirman Benar-benar Telah Memfitnah Umat Islam. Semoga Alloh SWT membukakan pintu taubat untuk Pak Ahmad Sudirman cs yang terang-terangan telah memfinah umat islam di seluruh dunia. Bapak Ahmad Sudirman begitu beraninya mengatakan kami sesat, munafik dan teroris. Padahal saya sudah menuliskan bahwasanya tidak ada ulama rusydi satupun di bumi ini baik dari dulu hingga sekarang yang mengatakan Manhaj Salafy sesat, munafik dan eroris. Karena memang para ulama tersebut telah mengkaji, mempelajari Manhaj Salafy dan telah membuktikan sendiri tingkah dan perbuatan kami di bumi yang berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadis. Kemudian yang dikatakan teroris itu bukan seperti yang di tuliskan bpk Ahmad yang intinya demikian, Karena Rokhmawan dan salafynya telah mendeklarkan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij. Dari kata-kata ini saja sudah kelihatan sekali kalau bpk Ahmad Sudirman cs marah besar kepada Manhaj Salafy.

Memang benar kalau kita menegur orang yang berbuat salah/dosa besar kemungkinan besar kita akan mendapat ancaman, fitnah dll dari orang tsb seandainya dia tidak dibukakan hatinya oleh Alloh SWT. Demikian pula yang terjadi antara saya, Manhaj Salafy dengan Bpk Ahmad Sudirman cs, NII, GAM/TNA. Ketika bpk Ahmad Sudirman menafsirkan ayat Al-qur'an menurut hawa nafsunya dengan mengataka orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik kemudian saya berusaha meluruskan argumenya yang salah kaprah tersebut maka dengan seenaknya bpk Ahmad Sudirman langsung memfitnah, menuduh, mencaci-maki Manhaj kami, celakanya lagi ada beberapa orang seperti omar puteh, husaini daud dll ikut-iktuan membelanya dengan cara berkata yang kasar terhadap saya.

Lebih celakanya lagi ketika saya dan Manhaj kami menyampaikan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij (Padahal pengertian ini menurut para Imam kita berdasarkan dalil-dalil yang kuat) langsung saja bpk Ahmad Sudirman mengancam saya dan Manhaj Salafy dengan tulisannya demikian "Dimanapun kaum muslimin menemukan mereka maka hadapilah mereka dan mereka itu adalah musuh kaum muslimin diseluruh dunia". Naah khan dari kalimat ini saja bpk Ahmad sudah menghasut, menpropaganda umat islam dengan cara memfitnah Manhaj kami. Atas dasar apa bapak Ahmad Sudirman mengatakan demikian ?. Memangnya kaum muslimin itu hanya NII, GAM/TNA ?. Sebenarnya dari kata-kata di atas apabila dihubungkan dengan penggolongan kami bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij maka seolah-olah pak Ahmad Sudirman akan mengatakan kaum muslimin di dunia ini adalah NII, GAM/TNA. Orang yang benar-benar dapat memahaminya akan dapat menyimpulkannya.

Kemudian Bapak Ahmad menuliskan , "Mereka Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang telah mengobarkan perang dengan cara mendukung dan menyokong penuh perang di Negeri Acheh yang dilancarkan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila. Mereka Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang telah mengobarkan perang dengan cara mendukung dan menyokong penuh perang di Negeri Acheh yang dilancarkan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila".

Atas dasar apa bapak mengatakan kalau kami yang telah mengobarkan perang ?. Apa hanya karena Manhaj Kami menggolongkan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij ?. Alangkah lugunya anda pak Ahmad Sudirman cs, sudah saya bilang dari dulu-dulu kalau NII, GAM/TNA tidak mau kami golongkan ke dalam Kaum Khowarij maka hapus saja itu kejahilan-kejahilan yang ada pada NII, GAM/TNA seperti jahil terhadap fitrah manusia, jahil terhadap fikih dan syariat islam, mudah mengkafirkan orang islam si A, si B dll. Gitu aza kok pusing pak, sebenarnya kalau bpk Ahmad Sudirman cs dapat ber-afala ta'kiluun dan ber-afala tadzakkaruun ( tanpa ada rasa sakit hati, balas dendam, benci dll ) maka dapat mengambil saran-saran saya di atas tadi. Justru yang telah mengobarkan api peperangan sampai detik ini antara GAM/TNA dengan TNI/RI adalah bpk Ahmad Sudirman cs yang telah dengan terang-terangan mereka mengatakan kepada rakyat aceh, Anggota GAM/TNA dan umat islam di seluruh dunia ini bahwasanya Mega, Gus dur , Amin Rais, SBY dan pengikutnya termasuk kafir, dlolim, fasyik. Baiklah untuk sementara saya dapat memahami argumen bapak tetapi dengarkan yang satu ini :

Dengan anda (Bpk Ahmad cs) yang telah mengatakan mereka (SBY, Mega, Amin Rais dll beserta pengikutnya ) kafir, dolim, fasyik atas dasar Surat Al-Maidah 44, 45, 47 berarti dengan sendirinya senjata yang bapak agung-agungkan untuk memeranginya justru menjadi bumerang bagi bpk Ahmad cs. Bukankah NII, GAM/TNA , Hasan Tiro dan antek-anteknya serta Bpk Ahmad Sudirman cs hidup di negara yang tiada berhukumkan dengan hukum Alloh SWT ? (lucu sekali maling teriak maling).

Sayang sekali bapak tidak bisa memahami ayat Al-qur'an lebih-lebih hadist yang shohih. Padahal Rosululloh SAW telah mengakui bahwa kita dan umat akhir zaman juga termasuk umat islam. Rosululloh SAW bersabada, " Akan datang suatu jaman dimana umat islam bagaikan seonggok daging yang diperebutkan oleh binatang". Lalu para sahabat bertanya, apakah umat islam sangat sedikit ?. Rosululloh SAW bersabda "umat islam pada saat itu banyak, tetapi iman mereka bagaikan buih dilautan". Kurang lebih bunyi hadist tsb ( mohon diralat kalau ada yg salah atau kurang pas ).

Dengan artikel-artikel yang Bpk Ahmad Sudirman buat terutama mengenai orang kafir, dlolim, fasyik berarti seolah-olah bpk Ahmad cs mengatakan "Saya cs juga kafir, dolim, fasyik". Bahkan yang lebih celaka lagi, telah kita ketahui di bumi Alloh SWT ini banyak sekali umat islam yang berhukumkan dengan hukum selain Alloh SWT ( Swedia, Amerika, Indonesia termasuk NII, GAM/TNA, India, Bangladesh, Pakistan, Palestina dll). Apakah dengan argumen bpk Ahmad yang salah kaprah tersebut juga berlaku bagi mereka semua (Na'udzubillaahi min dzalik ).

Kemudian atas dasar apa kalau kami telah mendukung dan menyokong penuh perang di Negeri Acheh yang dilancarkan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila ?. Begitu lugunya engkau bpk Ahmad Sudirman cs, anda sekalian tidak akan dapat memahami apa-apa yang telah kami tuliskan lewat komentar-komentar terhadap bpk cs, jika hati kalian tetap terkotori oleh gemerlapnya dunia (swedia), hawa nafsu, sakit hati, dendam dll.
Hm...sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan. Alloh SWT berfirman , "Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-taubah:23).

Kemudian Alloh SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)...dst" (An- nisaa:144). Alloh SWT juga berfirman , "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali-imran:28). Anda semua ( Bpk Ahmad Sudirman cs ) berani-beraninya melangkahi Alloh SWT dan Rosululloh SAW.
Bersambung...

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------