Stavanger, 24 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PLUS I + SAGIR ALVA KUDA KEPANG DITYA SOEDARSONO SI KECOA JERMAN
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

MENYOROT SAGIR ALVA KUDA KEPANG DITYA SOEDARSONO SI KECOA JERMAN

Agusto Pinochet, ditahan di London, ketika sedang menjalankan upaya "bisnis diplomasi" nya dengan United Kingdom, karena kesalahannya sebagai pelanggar berat Hak-Hak Azasi Manusia membunuh bangsanya sendiri, termasuk pembunuhan rakyat Spanyola, untuk mempertahankan hegomony kediktatoran militernya, yang terjerat dengan undang-undang: British Act 1991, sebagaimana yang pernah untuk pertama kali digunakan keatas Anthony Sawoniuk, seorang ex-polis Belarus yang mempunyai rekod kejahatan kemanusiaan membunuh bangsa Yahudi Polandia.

Untuk menghindari dia diseret ke Mahkamah, maka semasa didalam tempat tahanan dia diajar bagaimana supaya sanggup belajar untuk berpikir sebagaimana seorang penderita sakit angin akhmar (bahasa ukm?) atau angin merah ataupun stroke (bahasa kecoa Jerman?) lakukan dan juga bergaya bagaimana caranya berjalan menggunakan tongkat, yang lazim digunakan oleh pasien penyakit angin merah itu.

Maka dengan bantuan sekumpulan pembelanya plus "diploma" dari dalam tempat tahanannya itu, maka terlepaslah dia dari kekuatan radius tarikan British 1991 Act itu, tetapi rakyat Chile, terutama keluarga korban dan pemerintah yang berkuasa sekarang terus berusaha menyeretnya ke mahkanmah keadilan di Santiago!

Rupanya, dapat dimaklumi yang semua karekteristik dan pengalaman Agusto Pinochet itu disalin dengan teliti dan rapi oleh Suharto Kleptokracy (si Pencuri), sebaik saja dia ditumbang dan dijungkir balikkan oleh kekuatan massa Amien Rais dan kekuatan irama lagu, dendangan suara merdu Wiranto, sipenyanyi kroncong-seriosa itu.

Suharto Kleptokracy (si Pencuri) manusia biadab yang telah menyembelih lebih 50.000 jiwa bangsa Acheh semasa DOM (Daerah Operasi Militer), lebih 10.000 jiwa pembunuhan masyarakat Islam di Tanjong Priok Jakarta di Talangsari-Sumatra Selatan, di Projek irigasi di Madura, di Kantor Pusat PDI dan korban mmesin pembunuhan misteriusnya (petrus) dan 3.000.000 ummat komunis (korban 1965 dan Pulau Buru, termasuk 300.000 jiwa di Pulau Jawa saja).

Dari kejahatannya terhadap manusia dan kemanusiaan yang melebihi apa yang pernah dilakukan oleh Joseph Stalin dari Russia, Polpot dari Kampuchea atau Slobodan Milosovic dari Serbia namun seorangpun tidak pernah berani menamakannya sebagai babi Jawania!

Sagir Alvapun (kuda kepang Ditya Soedarsono si kecoa Jerman) agaknya tidak juga mempunyai keberanian dan wewenang memanggili Suharto Kleptokracy (si Pencuri) sebagai babi Jawania!

Dr Ripka Tjiptaningpun, walaupun telah berada didepan "mahkamah kemanusiaan" PBB di Geneva, Swiss, tidak pernah juga berani, memanggil Suharto Kleptokracy (si Pencuri ), sebagai babi Jawania! Sekalipun dia suka membanggakan dirinya sebagai: Aku bangga, sebagai anak komunis!

Dr Ripka Tjiptaning !

3.000.000 jiwa lebih ummat komunis itu bukan sedikit, malahan yang terbesar jumlahnya dalam sejarah manusia dan kemanusian setelah dilakukan Adolf Hitler!

Sebagaimana anak-anak DI/TII/NII, korban pembunuhan jutaan ummat Islam Indonesia oleh Soekarno si Penipu licik itu, juga tidak pernah berani memanggil Soekarno si Penipu licik itu, sebagai babi Jawania! Sekalipun mereka masih suka membanggakan diri mereka sebagai: Kami bangga sebagai anak NII !

Anak-anak NII ! 2.000.000 jiwa lebih ummat Islam itu bukan sedikit, malahan yang terbesar jumlahnya dalam sejarah manusia dan kemanusiaan yang menimpa ummat Islam, yang pernah tercatat dalam sejarah dunia ummat Islam setelah dilakukan Suharto Kleptokracy (si Pencuri)!

Sagir Alvapun (kuda kepang Ditya Soedarsono si kecoa Jerman) agaknya tidak juga mempunyai keberanian dan wewenang, memanggili Soekarno (si Penipu licik) sebagai babi Jawania!

Sebagaimana diketahui, semua ummat komunis/marxis itu, sebenarnya orang yang ta'at, getol pergi kesurau atau rajin pergi kemesjid dan sembahyang dengan khusuk dan tawaduknya di Pulau Buru, herannya, mengapakah mereka dikatakan tidak ber-Tuhan, sehingga seenaknya Jenderal-Jenderal ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitam membuat alasan lain membunuh mereka, sedangkan mereka juga adalah muslim.

Makanya kepada kau Sagir Alva, telah kami beritahukan pada Friday, April 09, 2004 7:23:33 AM, itulah sebabnya saya beritahukan kepada kau, mereka-mereka korban '65 dan Pulau Buru, biarkan menjadi Golput, tetapi kemudian mendirikan partai baru: Partai Bangsa Jawa!

Jangan lagi percaya dengan PDI-P, walaupun Limbuk Taufik Kie Mas menumpahkan uang galon minyaknya untuk menyogok kalian. Jangan percaya siapapun dari partai sekarang, yang orang-orangnya duduk makan gaji buta di DPR atau MPR Jawa si Penjajah atau Belanda Hitam. Agar Partai Bangsa Jawa akan dikenal sebagai partai yang bersih 100% dari pengaruh Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitam!

Lain halnya mereka-mereka yang duduk di Biro-biro, yang suka digelar sebagai Komonisto Phobio atau seperti mereka-mereka dari Kumpula Khawarij Kafir Pancasila, yang tuhan mereka bisa diajak ber Gotong Royong! Tetapi mungkin saja beberapa kerat dari mereka-mereka ini, mungkin memikirkan seperti perlu masuk PDI-P, karena PDI-P telah dikenal oleh banyak kalangan sebagai sebuah partai avonturir sekarang ini!

Omar Puteh pun akan mendirikan Partai Bangsa Acheh di dalam Negara Acheh Sumatra, sebaik bangsa Acheh merdeka esok dan Negara Acheh Sumatra, berdaulat lusanya dari penjajahan Jawa si Penjajah atau dari cengkeraman si Belanda Hitam!.

Kami juga tidak akan lupa akan menganjurkan kepada ustadz Ahmad Sudirman agar mendirikan Partai Bangsa Sunda, jika bangsa Sunda-pun merdeka esok dan Negara Pasundan/Pajajaran kembali berdaulat lusanya dari penjajahan Jawa si Penjajah atau dari cengkeraman si Belanda Hitam! Tetapi saya yakin, Ustadz Ahmad Sudirman itu, akan menamakan partainya sebagai: Partai Islam Bangsa Sunda, inipun sudah alhamdulillah.

Malangnya Endang Suwarya, tidak ada tempat lagi dibumi Sunda, karena dia sudah membelot menjadi anggota Jawa si Penjajah atau telah menjadi si Belanda Hitam! tempatnya di Selat Karimata, didasar Laut Jawa!

Kau pula, Sagir Alva, kami anjurkan lebih gampang, bergabung saja kedalam partainya Ditya Soedarsono: Partai Kecoa Jerman! Endang Suwarya-pun secara sukarela ikut memilih Partai Kecoa Jerman!

Sagir Alva mengapakah anak-anak Jawa Madura ex- tentara upahan KNIL Belanda, yang telah menukar seragam KNIL Belandanya dengan baju combrengan gerilya, tetapi berani mengatakan kepada rakan-rakannya anak-anak Jawa Madura ex-tentara upahan KNIL Belanda lainnya yang menyeberang dan memakai uniform NICA berani memanggil rakannya sebagai "anjing Belandania"!

Lihat catatan dari Brigadir Jenderal Prof Dr Nugroho Susanto, yang telah menulis dalam lembaran sejarah militer, yang tersimpan di musium sejarah militer ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Jawa si Penjajah atau si Belanda Hitamnya!

Bagaimanakah tanggapan kau, Sagir Alva, kalau imbalan kejahatan Soekarno si Penipu licik, atas kejahatan membunuh 2.000.000 jiwa lebih ummat Islam Nusantara dan Suharto Kleptokracy (si Pencuri) itu, kalau kau masih juga tidak berani memanggili Suharto Kleptokracy (si Pencuri) atas kekejamannya terhadap 50.000 jiwa lebih bangsa Acheh dan 3.000.000 jiwa lebih ummat komunis/marxis sebagai babi Jawania, tentu kau, musti mempunyai keberanian, seperti keberanian anak-anak Jawa Madura ex-tentara upahan KNIL Belanda memanggili rakannya juga ex-tentara upahan KNIL Belanda yang telah menjadi tentra NICA, sebagai "anjing Belandania"!

Suharto Kleptokracy (si Pencuri), tidak pernah takut kepada kejahatannya membunuh jutaan ummat manusia, tetapi dia hanya sangat takut kalau diadili, karena kejahatannya mencuri harta bangsa-bangsa Melayu Nusantara di luar Pulau Jawa, termasuk di wilayah Pasundan dan Betawi, yang telah terkumpul diperkirakan melebihi US $ 3..5 billion (tiga setengah billion dolar Amerika Serikat) sebagai pencuri harta negara tercatat pada rank no 1 didunia.

Harta dari Negara Acheh Sumatra, Negara Republik Maluku Selatan dan Negara Papua Barat atau wilayah-wilayah lain di Nusantara, semuanya dia sapu bersih. Karena dia mau, uang sebanyak US$ 3.5 billion itu, dikhususkannya hanya untuk dimiliki oleh keluarganya yang akan berketurunan sebagai Fir'aun I hingga keanak-cucunya sebagai Fir'aun xyz.

Itulah sebabnya Suharto Kleptocracy (si Pencuri) diajar oleh pembelanya agar terus berlatih sejak keluar dari bilik tidurnya sehingga keantara ruang-keruang dirumahnya di Cendana Jakarta, dengan tujuan supaya akan memahirkan dia berjalan dengan gaya yang meyakinkan, sekaligus dengan melatih dengan memimikri wajahnya yang menghiba, minta senantiasa dikasihani seperti Agusto Pinochet.

Malahan dia diajar oleh anak-anaknya, bagaimana supaya bisa hidup menjadi gila, agar dengannya bisa selamat tidak disoal-siasat, dimana harta kekayaan dari curian US$ 3.5 billion Amerika Serikat itu disembunyikan. Karena mereka, anak-beranaknya telah memperkirakan yang Suharto itu esok atau lusa akan mati!

Bagi bangsa Acheh, bangsa-bangsa di Sulawesi: Di Poso, Minahasa dan Gorontalo, bangsa Maluku dan bangsa Papua Barat diingatkaan, kalaulah Suharto Kleptokracy (si Pencuri ) akan mati besok, sebelum diseret ke Mahkamah keadilan di Acheh, di Sulawesi: Poso, Minahasa dan Gorontalo, di Maluku dan di Papua Barat ataupun di Mahkamah International Criminal Court of Justic di Den Haag, Belanda, maka kita akan me-Mahkamah-kan juga tulang belulangnya , walaupun tersimpan dikuburannya, disebalik marmar Italia, kuburan termahal ketiga didunia, setelah Pyramid, di Mesir dan Taj Mahal di India.

Bagi masyarakat dunia sebenarnya maukan Suharto Kleptokracy (si Pencuri) musti disidangkan karena kejahatannya menyembelih 50.000 jiwa lebih bangsa Acheh masa DOM dan 3.000.000 jiwa lebih ummat komunis/marxis di Nusantara tahun 1965-1967 dan lain-lain kejahatan kemanusian dalam masa administrasi pemerintahannya, tetapi Abdurrahman Wahid alias Gusdur mau menyidangkannya, hanya karena kejahatannya mencuri US $ 3.5 billion lebih atau kalau uang itu di kembalikan, maka tuntutan itupun tidak akan pernah dijalankan Deputynya Megawati Soekarno Putri dan Suharto Kleptokracy (si Pencuri) itupun akan bebas dari segala tuntutan atau akan diberi pengampunan kepresidenan.

Itu sebabnya pula, Abdurrahman Wahid alias Gusdur, ketika sedang mengancang-ngancang mengikat hubungan diplomatik dengan Israel, disebabkan uang Suharto Kleptokracy (si Pencuri) itu, karena diduga uang curian itu, kemungkinan disimpan dalam bank-bank di negara tersebut, yang dengannya akan memudahkan untuk membuat urusan pengambilan uang tersebut untuk dibawa kembali ke Jakarta.

Tingkah-karenah Abdurrahman Wahid alias Gusdur itu, yang menganggap remeh nyawa 50.000 jiwa lebih bangsa Acheh, 3.000.000 jiwa lebih ummat komunis/marxis dan lain-lain kejahatan kemanusian telah mengundang kemarahan pembela-pembela hak-hak azasi kemanusiaan sedunia.

Reaksi pertama pernah terjadi, ketika Ny. Carmel Budiharjo dari majalah Tapol, London, yang pernah menangis terisak-isak setelah mendapat jawaban dari Abdurrahman Wahid alias Gusdur, mengenai langkah-langkah untuk menjalankan tuntutan kejahatan kemanusiaan terhadap Suharto Kleptokracy (si Pencuri), tetapi kasus itu, tidak akan tidak dijalankan, jika Suharto Kleptokracy si Pencuri bersedia mengembalikan semua kekayaan hasil curian harta negara itu.

Nyonya Carmel Budiharjo, terlalu sedih terhadap jenis tingkatan perasaan Abdurrahman Wahid alias Gusdur terhadap kejahatan Suharto Kleptokracy (si Pencuri) yang biadab dan tidak berprikemanusiaan itu!

(bersambung Plus II + Sagir Alpa Kuda Kepang Ditya Soedarsono si Kecoa dari Jerman).

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------

From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Date: Thursday, July 22, 2004 7:33:29 AM
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com, mitro@kpei.co.id, om_puteh@hotmail.com
Subject: Hasan Tiro sakit?

Ass.Wr.Wb.

Selamat siang bapak Ahmad. Bagaimana kabar bapak sekeluarga? Semoga bapak sekeluraga baik-baik selalu serta selalu mendapat perlindungan Allah SWT. Bapak Ahmad kalo kita lihat apa yang dinyatakan oleh Thomas Lindstrand, bahwa penyelidikan terhadap Hasan Tiro karena kondisi kesehatannya yang sejak lama tidak memungkinkan lagi untuk memimpin perjuangan ASNLF dipengasingan, sehingga dinyatakan bahwa yang menjalankan itu adalah Zaini Abdullah dan Malik Mahmud, dan karena itu penyelidikan tetap dilanjutkan kepada kedua-dua tokoh tersebut.

Nah kalo dilihat dari penyataan bapak Ahmad, yang mengatakan bahwa Hasan Tiro sehat-sehat saja berdasarkan apa yang disiarkan oleh tv Swedia, dimana Hasan Tiro memberikan keterangan tentang perjuangannya. Bukankah ini sesuatu hal yang bertolak belakang?

So disini saya mau bertanya apakah benar Hasan Tiro sakit, kalo memang tidak sakit, mengapa Thomas Lindstrand menyatakan sakit?, selanjutnya apakah Hasan Tiro hanya pura-pura sakit untuk mengelabui Thomas Lindstrand, sehingga penyelidikan Hasan Tiro dihentikan karena alasan sakit?

Pak Ahmad, saya kira ini saja pertanyaan dari saya, disini saya tidak ingin menuduh siapa yang telah berbohong, tapi hanya ingin kejelasan, karena saya melihat disini ada 2 hal yang bertolak belakang.

Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan rekan milis yang telah memberikan komentar baik yang positif ataupun negatif terhadap diri saya, dan saya mohon ma'af jika ada yang tersinggung terhadap komentar saya dalam milis ini.

Wassalam

Sagir Alva
----------