Stockholm, 24 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA SESAT, MUNAFIK, BIADAB BANTU MEGAWATI CS MENZHALIMI RAKYAT ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ROKHMAWAN & SALAFI-NYA DI SOLO YANG SESAT, MUNAFIK DAN BIADAB APA YANG KALIAN KEMUKAKAN DIMIMBAR BEBAS INI KEHADAPAN RAKYAT ACHEH HANYA PENIPUAN DAN KATA-KATA GOMBAL SAJA

"Hm sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan. Kemudian bpk Ahmad berkata yang intinya walaupun saya tinggal di swedia negara kafir seperti indonesia namun swedia tidak mendlolimi Aceh, warganya. Ini mah alasan murahan dan tidak laku untuk kalangan umat islam (Seandainya ada ulama Rusydi membaca komentar-komentar bpk Ahmad sudah pasti ulama tsb akan tertawa geli ). Begitu lugunya bpk Ahmad ini ketika berdebat dengan Rokhmawan, pak walaupun negara swedia sana bisA seadil-adilnya ibarat bisa memberi keadilan terhadap warganya atau aceh seperti adilnya umar bin khotob terhadap warganya tetapi apabila mereka (swedia) yg tidak mau memeluk islam maka jelas tempatnya adalah neraka dan tidak mungkin di angkat Alloh SWT ke syurga-Nya." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 23 Jul 2004 00:07:54 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin jelas saja, Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo makin meluncur kelembah kebinasaan bersama para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati sekarang ini. Mengapa ?

Sudah jelas itu para pimpinan Negara kafir RI, DPR, MPR telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, tetapi oleh Rokhamawan dan Salafi-nya di Solo para pimpinan RI itu masih dianggap sebagai bukan kafir, bukan zhalim, dan bukan fasik, walaupun tindakan para pimpinan RI itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Mereka para pimpinan Negara kafir RI, DPR dan MPR adalah telah digolongkan dan disebutkan hukumannya oleh Allah SWT dalam ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah yang oleh Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo ditentang dan tidak diterima, serta tidak diyakini seyakin-yakinnya dan sepenuh hati.

Jelas itu dasar hukumnya. Justru yang mempelintir dan menolak dasar hukum Allah SWT itu adalah Rokhmawan dan salafi-nya di Solo, karena mereka itu adalah telah sesat, munafik dan terus mendukung politik perampokan, pencaplokan, penelanan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh yang dimulai oleh Presiden RIS Soekarno dilanjutkan sampai sekarang oleh Presiden Negara kafir RI Megawati dari PDI-P.

Memang selama Rokhmawan dan Salafi-nya menolak dan tidak mau menjalankan dasar hukum Allah SWT yang tertuang dalam surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47, maka selama itu Rokhmawan dan salafi-nya di Solo akan terus tenggelam dalam kesesatan.

Sampai-sampai mereka Rokhmawan dan Salafi-nya tidak menyadari dengan ikut mendukung dan membantu pelaksanaan kebijaksanaan politik roda pemerintahan Negara kafir Pancasila melalui mendukung penjajahan di Negeri Acheh dan pergantian pimpinan Pemerintah Negara kafir RI, DPR, MPR, maka itu merupakan suatu tanda bahwa Rokhmawan dan Salafi-nya telah membantah dan membangkang serta menolak ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpin (mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-Taubah, QS, 9: 23). "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali ..." (An-Nisaa, QS, 4: 144). "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah..." (Ali-'Imran, QS, 3: 28).

Lihat dan perhatikan di Negara kafir RI yang hukum negaranya bersumberkan kepada thaghut pancasila hasil kutak-katik Soekarno yang didukung penuh oleh Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo.

Siapa yang menjadi pemimpin sekarang di Negara kafir RI ?. Apakah mereka itu dari PDI-P memperjuangkan tegaknya agama Allah ?. Apakah Megawati Cs dari PDI-P berjuang di Negara kafir RI untuk merobah sistem thaghut pancasila dengan sistem Islam ?. Apakah Para pimpinan RI yang berasal dari PDI-P, Golkar yang mendominasi di DPR, MPR itu berjuang untuk menegakkan apa yang diturunkan Allah SWT ?. Apakah mereka para pimpinan RI dari PDI-P dan Golkar itu membuat aturan, hukum, undang-undang menurut aturan, hukum, undang-undang Allah SWT ? Apakah para pimpinan Negara kafir RI yang dihuni oleh Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo itu berusaha dalam partai-partai politiknya untuk berjuang demi tegaknya Islam di Nusantara ini ?

Jelas, Rokhmawan dan salafi-nya, kalian itu jangan munafik. Mereka itu para pimpinan Negara kafir RI, DPR, MPR, TNI/POLRI semuanya telah membangkang kepada apa yang telah menjadi dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw sewaktu Haji Wada' pada 10 H, yakni surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47.

Kemudian, siapa yang akan menjadi Presiden RI ke-6 yang akan dipilih pada tanggal 20 september 2004 ? Dari partai politik apa ? Apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati memiliki visi dan misi dalam program partainya untuk menegakkan agama Allah atau menegakkan Islam di bumi Nusantara ini ?.

Jelas, Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo, mereka itu yang kalian akan pilih pada tanggal 20 September 2004 adalah pemimpn yang akan menghancurkan Islam di bumi Nusantara. Tetapi kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo tetap mendukung dan membelanya.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya menolak dan menapikan mendukung Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono ?. Kalian itu munafik besar. Mengapa ?. Jelas kalian Rokhmawan dan Salafi-nya, dengan kalian mendukung politik penjajahan di Negeri Acheh itu menandakan kalian telah ikut mengobarkan perang di Acheh, ikut membunuh bersama TNI/POLRI terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang sesat dan munafik itu. Kalian memang tidak memiliki argumentasi yang jelas dan benar untuk mempertahankan kejahatan Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Sampai detik ini kalian Rokhmawan tidak sepatah katapun memberikan argumentasi yang benar dan jelas, mengapa itu Negeri Acheh ada dalam tubuh Negara kafir RI. Sampai sekarang tidak pernah sedikitpun kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memberikan dan menyatakan argumentasi yang jelas dan benar bahwa apa yang dilakukan oleh Soekarno terhadap Negeri Acheh adalah suatu tindakan yang bisa diterima menurut dasar hukum internasional, dasar hukum nasional, dan dasar hukum Islam.

Jadi, Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo, memang kalian itu sesat, munafik dan biadab pula dengan ikut membantu dan menyokong penuh TNI/POLRI membnuh dan membantai rakyat muslim Aheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Apa yang bisa kalian pertanggungjawabkan dengan kalian ikut terlibat dalam sistem thoghut pancasila di Negara kafir Pancasila dibawah pimpinan Megawati dari PDI-P yang tidak memperjuangkan tegaknya Islam di Nusantara ini ?.

Kalian malahan mau berlepas tangan, dengan mengatakan akan merobah sistem thaghut, tetapi tanpa disadari justru mempertahankan sistem thaghut itu sendiri, dengan mendukung kebijaksanaan politik pembunuhan dan penjajahan Rakyat muslim Acheh. Dan ikut mendindingi para pimpinan Negara kafir RI yang telah secara terang-terangan membangkang kepada apa yang telah menjadi dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw sewaktu Haji Wada' pada 10 H, yakni surat Al-Maiodah ayat 44, 45, 47.

Maka wajar saja kalau akibat dari pembangkangan para pimpinan Negara kafir RI terhadap ayat-ayat Allah SWT itu menjadikan Negara kafir RI ini makin terpuruk dan sengsara saja. Dimana salah satunya akibat dari Rokhawan dan Salafi-nya di Solo melindungi para pimpinan Negara kafir RI dengan melalui penolakan dan pembangkangan dalam menjalankan apa yang telah menjadi dasar hukum Allah SWT dalam surat Al-Maidah: 44, 45, 47 yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang sesat dan munafik. Itu ketika pemerintah Daulah Islam berpindah dari Yatsrib ke Damaskus di Syria dibawah pimpinan dinasti Umayyah adalah dasar hukum daulahnya adalah bersumberkan kepada Islam. Begitu juga ketika Pusat Pemerintahan Daulah Islam dipindahkan ke Bagdad di Irak, itu dasar hukum Daulahnya bersumberkan kepada Islam. Juga pada masa dinasti Usmaniyah di Andaluzie dasar hukum Daulahnya bersumberkan kepada Islam. Juga dinasti Fathimiyah dasar hukum Daulahnya bersumberkan pada Islam. Juga dinasti Usmaniyah di Turki dasar hukum Daulahnya bersumberkan kepada Islam.

Ketika Rasulullah saw berkuasa di Daulah Islam di Yatsrib, dan setelah menerima dasar hukum surat Al-Maidah: 44, 45, 47 pada tahun 10 H pada Haji Wada', itu itu belum ada pemerintahan Daulah Rasulullah menyebar keluar dari daerah Yatsrib dan Mekkah. Dan tidak ada itu para sahabat Rasulullah saw dalam Daulah Islam dibawah Rasulullah saw membuat aturan, hukum, undang-undang tidak menurut aturan, hukum, undang-undang Allah SWT.

Kemudian ada para sahabat yang ditugaskan ke negeri lain diluar kekuasaan de-facto dan de-jure Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib untuk berdakhwah. Itu jelas tugas para sahabat hanya untuk berdakhwah. Tetapi secara hukum negeri yang didakhwahi itu berada diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Daulah Islam Rasulullah. Negeri-negeri tersebut tidak terkena hukum yang diberlakukan dalam Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib.

Lain halnya setelah Rasulullah saw wafat, kemudian Daulah Islam meluas sampai ke Syria, kemudian meluas ke Irak, ke Andaluzie dan Turki, maka itu negeri-negeri yang berada dibawah kekuasaan Pemerintah Islam tunduk dan patuh kepada dasar hukum Daulah yang bersumberkan kepada Islam.

Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo, kalian masih bodoh dan tidak mau memahami bagaimana Rasulullah saw menegakkan Islam secara menyeluruh ini. Kalian ternyata masih dangkal dan menyesatkan dalam memahami perjuangan Rasulullah saw membangun dan menegakkan Islam secara kaffah. Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya masih dangkal dalam melihat proses perjuangan Rasulullah saw mempertahankan Islam secara kaffah dari mulai di Mekkah sampai di Yatsrib. Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang masih dangkal dalam melihat dan mempelajari serta menghayati Rasulullah saw membangun dan menegakkan Daulah Islam di Yatsrib.

Karena kedangkalan dan kepicikan kalian Rokhmawan dalam melihat, mempelajari, menghayati, menganalisa, mencontoh sepak terjang dan sunnah Rasulullah saw dalam membangun dan menegakkan Daulah Islam di Yatsrib inilah, maka akibatnya salah fatal sekarang ini. Buktinya, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya tidak menyadari bahwa kalian justru menghancurkan Islam itu sendiri. Kalian tidak menyadari dengan kalian menolak dan tidak mau menjalankan sepenuh keyakinan dasar hukum surat Al-Maidah: 44, 45, 47 inilah yang menjadi sebab kalian buta membela kezhaliman, kefasikan, kekafiran para pimpinan Negara kafir RI sekarang ini. Sampai-sampai kalian membenarkan kebijaksanaan politik perampokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh yang dilakukan sampai detik ini oleh Presiden Negara kafir RI dari PDI-P ini.

Rokhmawan dan salafi-nya di Solo, apa yang kalian katakan kepada rakyat Acheh itu adalah omong kosong dan gombal saja, sama seperti ketika Megawati, Susilo Bambang Yuhdoyono, Wiranto, Hamzah Haz dan Amien Rais berpidato kosong dan gombal dihadapan rakyat Acheh sewatu kampanye pemilu 5 April dan 5 Juli 2004.

Memang kalian Rokhmawan dan salafi-nya sesat, munafik dan biadab dengan menyokong, membantu, mendorong pembunuhan dan perang di Negeri Acheh.

Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo tidak ada guna dan manfaat kalian membawa-bawa ayat-ayat Al-Quran tentang hukum kepemimpinan, kalau kalian Rokhmawan dan salafi-nya sendiri ikut terlibat dalam proses berlangsungnya pergantian pimpinan dan proses pembangkangan terhadap ayat-ayat Allah yang mengandung dasar hukum, seperi surat Al-Maidah: 44, 45, 47.

Jelas, Negara kafir RI dengan para pimpinannya yang membangkang terhadap perintah-perintah hukum yang diturunkan Allah SWT, dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI, dan juga rakyatnya sendiri, itu lebih jahat dan biadab dibandingkan dengan Pemerintahan di Swedia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 23 Jul 2004 23:15:34 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Sudirman Telah Menipu, Mempropaganda, Menghasut dan Memfitnah (Bagian 2)
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Pak Ahmad Sudirman Telah Menipu, Mempropaganda, Menghasut dan Memfitnah ( Bagian 2)

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas penjelasan Bpk Ahmad Sudirman mengenai NII Kartosuwiryo dan NII Adah Djaejani Tirtapraja, dengan asbab uraian bpk Alhamdulillah dengan hidayah Alloh SWT, istri saya bisa lebih mudah memahami NII yg sebenarnya. Bapak jangan berkata kalau Rokhmawan ini tidak tahu terimakasih, sudah dikasih penjelasan..eee akhir-akhirnya balik memukul dari belakang. Justru dengan komentar-komentar saya yang sudah terkirimkan insyaalloh lebih berfaedah bagi bpk Ahmad Sudirman cs. Saya menulis komentar-komentar ini bukan untuk berdebat kusir melainkan bertujuan meluruskan argumen bapak yang salah kaprah dan tidak ada ulama Rusydi satupun yang sependapat dengan bapak terbukti di seluruh penjuru dunia ini tidak ada ulama rusydi satupun yang berani secara terang-terangan mengatakan orang islam si A, ai B termasuk kafir, dlolim, fasyik ( kecuali hanya bpk Ahmad Sudirman cs, NII, GAM/TNA ).

Baiklah akan saya lanjutkan komentar saya kemaren yang sempat terputus karena ada sesuatu yang lebih penting. Sedikit akan saya ulang komentar saya kemaren dari bawah.

Hm sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan.

Alloh SWT berfirman , "Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-taubah:23).

Kemudian Alloh SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)...dst" (An- nisaa:144). Alloh SWT juga berfirman , "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali-imran:28).

Anda semua (Bpk Ahmad Sudirman cs) berani-beraninya melangkahi Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Saya mengatakan demikian karena kelihatan dengan jelas sekali kalau anda semua (Bpk Ahmad Sudirman cs) memang benar-benar telah melangkahi dan mendahului ketentuan-ketentuan Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Dalam Surat Al-maidah 44, 45, 47 jelas sekali Alloh SWT menurunkan berkenaan dengan orang-orang yahudi dan nasrani (yang bertauhid dengan nabi musa dan isa ), memang benar kalau yahudi dan nasrani tersebut tidak berhukum dengan hukum Alloh SWT yg diturunkan kepada Rosululloh SAW maka mereka termasuk kafir, fasyik atau dollim.

Namun ayat tsb tidak di mansukhkan dan berlaku juga bagi umat islam. Nah karena ayat ini juga ditujukan untuk umatnya Rosululloh SAW maka beliau dan para sahabatnya sangat berhati-hati dalam menafsirkan ayat Al-maidah 44,45,47. Rosululloh SAW sendiri telah bersabda sebagaimana yang telah saya tuliskan lewat komentar sebelum ini, " Akan datang suatu jaman dimana umat islam bagaikan seonggok daging yang diperebutkan oleh binatang". Lalu para sahabat bertanya, apakah umat islam sangat sedikit ?. Rosululloh SAW bersabda "umat islam pada saat itu banyak, tetapi iman mereka bagaikan buih dilautan". Kurang lebih bunyi hadist tsb ( mohon diralat kalau ada yg salah atau kurang pas ).

Jadi dengan hadist tersebut di atas jelas sekali bahwasanya Rosululloh SAW masih mengakui adanya umat islam pada akhir zaman (zaman yg fahsya', penuh fitnah, dosa, umat islam belum atau tidak mau berhukumkan dengan hukum Alloh SWT dan lebih senang menturutkan hawa nafsu) walaupun imannya sebesar biji sawi (Al-zalzalah ayat 7). Semoga kita sekaliyan dijauhkan Alloh SWT dari hal yang demikian ( Amiin ).

Dari sedikit uraian saya ini maka bpk Ahmad Sudirman cs telah menyalahi hadist Rosululloh SAW dan telah melangkahinya.

Kemudian Alloh SWT dalam memvonis orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik insyaalloh nanti setelah di alam setelah dunia (Barzah, Mahsyar dll ). Alloh SWT tidak mungkin mengatakan kepada Rosululloh SAW bahwasanya orang islam si A, si B adalah kafir, dlolim, fasyik.

Sangat lugu sekali pendapat bapak Ahmad Sudirman cs yang mengatakan kurang lebih demikian, Tidak ada umat islam pada saat itu yang mengaku islam dengan membentuk lembaga bandingan Alloh SWT ketika sudah diturunkan Surat Almaidah Ayat 44, 45, 47 kepada Rosululloh SAW. Coba anda ( Bpk Ahmad ) ceritakan shiroh nabawiyah yang sebenar-benarnya. Sebelum Ayat tersebut turun maka ada beberapa sahabat Rosululloh SAW meminta izin kepada beliau untuk tinggal dan berdakwah kepada bangsa selain Makkah yaitu seperti di eithopia (dulu namanya apa, saya lupa ), syiria, syam dll. Kita ambil contoh ketika para sahabatnya tinggal dan berdakwah ke eithopia, setelah mereka berdakwah kepada para pejabat negara tsb apakah ada yang akhirnya masuk islam ?. Apakah negara tersebut menjadi negara islam ?.

Walaupun begitu nyatanya para sahabat Rosululloh yang kami maksud tetap tinggal dan berdakwah dengan hikmah dan bijaksana. Setelah turun itu Surat Al-maidah ayat 44, 45, 47, apakah Rosululloh SAW juga mengkafirkan, mendlolimkan, memfasyikkan sahabatnya yang tinggal di negara tersebut padahal beliau wafat pada thn 11 H ?. Sama sekali tidak pernah. Kemudian ambil contoh negara syiria, syam dll yang akhirnya bisa ditundukkan oleh islam dan masuk/memeluk agama islam, apakah negara tersebut juga memberlakukan hukum sesuai dengan hukum di Madinah dan Makkah yang berdasarkan dengan Alqur'an dan Al-hadist (Seperti hukum rajam, potong tangan ) ?. Kalau Madinnah dan Makkah serta sekitarnya jelas akan mengikuti hukum rajam, potong tangan dll. Tetapi bukan berarti umat islam di seluruh negara yang berhasil ditundukkan islam berhukum dengan hukum tsb (tengok pemerintahan khulafaurrosyidin sampai khilafah ustmaniyah di turki). Yang dimaksud tunduk dalam kalimat negara di sekitar arab dapat ditundukkan oleh islam di bawah kaki Rosululloh SAW dan Khulafaurrosyidin adalah negara tersebut semulanya penduduk dan pejabatnya non-islam akhirnya berhasil didakwahi Rosululloh SAW di bawah kaki para sahabatnya dan mereka memeluk islam dan mau mengikuti aturan islam terutama mengenai 5 rukun islam dll. Kemudian ada lagi negara-negara disekitarnya dimana pejabatnya dan penduduknya pada saat itu tidak mau memeluk islam tetapi ada perjanjian dengan islam seperti tidak memusuhi islam, sanggup membayar pajak, infak, upeti kepada pemerintahan khulafaurrosyidin. Insyaallah itulah yg dinamakan 2/3 dunia dapat dikuasai oleh islam (masa kejasyaan umat islam ). Silahkan bpk Ahmad mau mengomentari apa saja.

Sayang sekali komentar saya kemaren yg belum selesai sudah di komentari bpk Ahmad Sudirman tetapi tidak mengapa saya memaklumi. O yaaa lihat itu Pak Ahmad tidak berani mengomentari pendapapat-pendapat kami yang memojokkannya paling-paling yang selalu dikatakan kata-kata yang seharusnya tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang muslim lebih-lebih seorang ustaz Ahmad Sudirman (Ustadz untuk kalangan siapa sech ? untuk anak-anak seperti TPA ya.. seperti yg diucapkan sumitro ) seperti otak di dengkul, sesat, munafik, teroris, biadab dll.

Kemudian bpk Ahmad berkata yang intinya walaupun saya tinggal di swedia negara kafir seperti indonesia namun swedia tidak mendlolimi Aceh, warganya. Ini mah alasan murahan dan tidak laku untuk kalangan umat islam (Seandainya ada ulama Rusydi membaca komentar-komentar bpk Ahmad sudah pasti ulama tsb akan tertawa geli ).

Begitu lugunya bpk Ahmad ini ketika berdebat dengan Rokhmawan, pak walaupun negara swedia sana bisA seadil-adilnya ibarat bisa memberi keadilan terhadap warganya atau aceh seperti adilnya umar bin khotob terhadap warganya tetapi apabila mereka (swedia) yg tidak mau memeluk islam maka jelas tempatnya adalah neraka dan tidak mungkin di angkat Alloh SWT ke syurga-Nya.

Alasan apapun yang bpk Ahmad Sudirman kemukakan di mimbar bebas ini tidak mungkin bisa diterima oleh umat islam yang benar-benar dapat memahami islam yang syamil ini. Sebenarnya anda semua ( bpk Ahmad cs ) tidak usah memberi komentar karena dengan komentar anda malah memperlihatkan betapa lugunya anda semua yang tidak bisa ber afalaa ta'qiluun, ber afalaa yatadzakkaruun melainkan lebih baik anda berkata yang sejujur-jujurnya " memang saya telah khilaf". Mudah khan...namun apabila ada komentar-komentar saya yg tidak anda komentari dengan alasan apapun berarti anda semua ( bpk Ahmad cs ) seorang yang pengecut...cut...cut ( sama pengecutnya anda sekaliyan yang katanya mau berdakwah untuk indonesia terutama aceh namun anda lari dan mencari pertolongan terhadap pemerintah swedia ).

Ingatkan dengan perjalanan Rosululloh ketika isro' mi'roj, dimana di dalam neraka ada orang-orang yang menggunting-gunting lidahnya sendiri. Kemudian setelah beliau bertanya kepada jibril maka jibrilpun menjawab mereka adalah mubaligh, ustadz, dari umatmu yang tidak mengamalkan apa yang di ucapkannya. Bagaimana bisa dikatakan mereka ( Hasan Tiro dan kroni-kroninya, Ahmad Sudirman cs ) sebagai pemimpin umat islam yang sebenarnya khususnya di aceh kalau mereka hanya pandai berkata tanpa turun tangan ke aceh.

Wahai rakyat aceh yang saya hormati dan Anggota GAM/TNA di manapun berada jangan tertipu oleh gerakan Hasan Tiro cs, walaupun mereka bertujuan ingin menerapkan syariat islam di aceh tetapi dengan cara memimpin dari kejauhan ( swedia ), ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW dimana beliau adakalanya memimpin langsung perang melawan kafir quraisy. Anda sekalian jangan mudah dibohongi Bpk Ahmad cs dengan komentarnya dimimbar bebas ini, bukalah mata hati kaliyan, mereka hidup tanpa ada rasa ketakutan karena suara tembakan TNI, mereka bisa bercengkerama dengan keluarganya, mereka bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari bahkan anda lihat sendiri Hasan Tiro masih bisa mengenakan jas mahal dengan santainya. Sedangkan anda (rakyat Aceh, Anggota GAM/TNA yg sedang berada di daerah DOM dan sekitarnya ) berjuang habis-habisan dengan mengorbankan harta, jiwa dan kehormatan anda, anda hidup dengan ketakutan yang mencekam karena pertikaian 2 kelompok besar (GAM dan TNI ), anda hidup dengan penuh kemiskinan dll. Keadilan yang manakah yang selalu mereka ( bpk Ahmad cs ) lontarkan kepada rakyat aceh ?. Sangat ironis sekali...

Bapak Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dan kroni-kroninya mengatakan pemerintahan Indonesia telah mendzolimi rakyatnya sendiri, itu memang tidak salah tetapi ketahuilah bahwa bpk Ahmad cs dan Hasan Tiro beserta kroni-kroninya juga telah berbuat dzolim terhadap rakyat aceh dengan cara memeras perjuangan anda (rakyat aceh, GAM/TNA ) untuk berperang melawan TNI. Sudah berapa ribu jiwa manusia yang menjadi korban akibat peperangan antara GAM dan TNI ?, namun mereka ( Hasan Tiro cs ) masih tetap bisa menghirup udara segar, hidup bebas merdeka, tubuh segar bugar. Ini adalah suatu kedloliman juga seperti apa yang digambarkan Alloh SWT ketika Rosululloh SAW isro' mi'roj ( orang-orang yang senantiasa menggunting-gunting lidahnya sendiri ).

Sebenarnya saya ingin menjawab komentar bpk Husaini Daud yang di tujukan kepada sdr.Sumitro, tetapi berhubung tulisan ini sudah agak panjang maka saya tutup sampai disini dulu dan insyaalloh kita berjumpa pada episode berikutnya di mimbar bebas ini pada hari senin yang akan datang....
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------

Date: Fri, 23 Jul 2004 00:07:54 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Pak Ahmad Sudirman Benar-benar Telah Memfitnah Umat Islam
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillahirrohmaanirroohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Pak Ahmad Sudirman Benar-benar Telah Memfitnah Umat Islam. Semoga Alloh SWT membukakan pintu taubat untuk Pak Ahmad Sudirman cs yang terang-terangan telah memfinah umat islam di seluruh dunia. Bapak Ahmad Sudirman begitu beraninya mengatakan kami sesat, munafik dan teroris. Padahal saya sudah menuliskan bahwasanya tidak ada ulama rusydi satupun di bumi ini baik dari dulu hingga sekarang yang mengatakan Manhaj Salafy sesat, munafik dan eroris. Karena memang para ulama tersebut telah mengkaji, mempelajari Manhaj Salafy dan telah membuktikan sendiri tingkah dan perbuatan kami di bumi yang berdasarkan Al-qur'an dan Al-hadis. Kemudian yang dikatakan teroris itu bukan seperti yang di tuliskan bpk Ahmad yang intinya demikian, Karena Rokhmawan dan salafynya telah mendeklarkan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij. Dari kata-kata ini saja sudah kelihatan sekali kalau bpk Ahmad Sudirman cs marah besar kepada Manhaj Salafy.

Memang benar kalau kita menegur orang yang berbuat salah/dosa besar kemungkinan besar kita akan mendapat ancaman, fitnah dll dari orang tsb seandainya dia tidak dibukakan hatinya oleh Alloh SWT. Demikian pula yang terjadi antara saya, Manhaj Salafy dengan Bpk Ahmad Sudirman cs, NII, GAM/TNA. Ketika bpk Ahmad Sudirman menafsirkan ayat Al-qur'an menurut hawa nafsunya dengan mengataka orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik kemudian saya berusaha meluruskan argumenya yang salah kaprah tersebut maka dengan seenaknya bpk Ahmad Sudirman langsung memfitnah, menuduh, mencaci-maki Manhaj kami, celakanya lagi ada beberapa orang seperti omar puteh, husaini daud dll ikut-iktuan membelanya dengan cara berkata yang kasar terhadap saya.

Lebih celakanya lagi ketika saya dan Manhaj kami menyampaikan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij (Padahal pengertian ini menurut para Imam kita berdasarkan dalil-dalil yang kuat) langsung saja bpk Ahmad Sudirman mengancam saya dan Manhaj Salafy dengan tulisannya demikian "Dimanapun kaum muslimin menemukan mereka maka hadapilah mereka dan mereka itu adalah musuh kaum muslimin diseluruh dunia". Naah khan dari kalimat ini saja bpk Ahmad sudah menghasut, menpropaganda umat islam dengan cara memfitnah Manhaj kami. Atas dasar apa bapak Ahmad Sudirman mengatakan demikian ?. Memangnya kaum muslimin itu hanya NII, GAM/TNA ?. Sebenarnya dari kata-kata di atas apabila dihubungkan dengan penggolongan kami bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij maka seolah-olah pak Ahmad Sudirman akan mengatakan kaum muslimin di dunia ini adalah NII, GAM/TNA. Orang yang benar-benar dapat memahaminya akan dapat menyimpulkannya.

Kemudian Bapak Ahmad menuliskan , "Mereka Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang telah mengobarkan perang dengan cara mendukung dan menyokong penuh perang di Negeri Acheh yang dilancarkan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila. Mereka Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang telah mengobarkan perang dengan cara mendukung dan menyokong penuh perang di Negeri Acheh yang dilancarkan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila".

Atas dasar apa bapak mengatakan kalau kami yang telah mengobarkan perang ?. Apa hanya karena Manhaj Kami menggolongkan bahwasanya NII, GAM/TNA termasuk Kaum Khowarij ?. Alangkah lugunya anda pak Ahmad Sudirman cs, sudah saya bilang dari dulu-dulu kalau NII, GAM/TNA tidak mau kami golongkan ke dalam Kaum Khowarij maka hapus saja itu kejahilan-kejahilan yang ada pada NII, GAM/TNA seperti jahil terhadap fitrah manusia, jahil terhadap fikih dan syariat islam, mudah mengkafirkan orang islam si A, si B dll. Gitu aza kok pusing pak, sebenarnya kalau bpk Ahmad Sudirman cs dapat ber-afala ta'kiluun dan ber-afala tadzakkaruun ( tanpa ada rasa sakit hati, balas dendam, benci dll ) maka dapat mengambil saran-saran saya di atas tadi. Justru yang telah mengobarkan api peperangan sampai detik ini antara GAM/TNA dengan TNI/RI adalah bpk Ahmad Sudirman cs yang telah dengan terang-terangan mereka mengatakan kepada rakyat aceh, Anggota GAM/TNA dan umat islam di seluruh dunia ini bahwasanya Mega, Gus dur , Amin Rais, SBY dan pengikutnya termasuk kafir, dlolim, fasyik. Baiklah untuk sementara saya dapat memahami argumen bapak tetapi dengarkan yang satu ini :

Dengan anda (Bpk Ahmad cs) yang telah mengatakan mereka (SBY, Mega, Amin Rais dll beserta pengikutnya ) kafir, dolim, fasyik atas dasar Surat Al-Maidah 44, 45, 47 berarti dengan sendirinya senjata yang bapak agung-agungkan untuk memeranginya justru menjadi bumerang bagi bpk Ahmad cs. Bukankah NII, GAM/TNA , Hasan Tiro dan antek-anteknya serta Bpk Ahmad Sudirman cs hidup di negara yang tiada berhukumkan dengan hukum Alloh SWT ? (lucu sekali maling teriak maling).

Sayang sekali bapak tidak bisa memahami ayat Al-qur'an lebih-lebih hadist yang shohih. Padahal Rosululloh SAW telah mengakui bahwa kita dan umat akhir zaman juga termasuk umat islam. Rosululloh SAW bersabada, " Akan datang suatu jaman dimana umat islam bagaikan seonggok daging yang diperebutkan oleh binatang". Lalu para sahabat bertanya, apakah umat islam sangat sedikit ?. Rosululloh SAW bersabda "umat islam pada saat itu banyak, tetapi iman mereka bagaikan buih dilautan". Kurang lebih bunyi hadist tsb ( mohon diralat kalau ada yg salah atau kurang pas ).

Dengan artikel-artikel yang Bpk Ahmad Sudirman buat terutama mengenai orang kafir, dlolim, fasyik berarti seolah-olah bpk Ahmad cs mengatakan "Saya cs juga kafir, dolim, fasyik". Bahkan yang lebih celaka lagi, telah kita ketahui di bumi Alloh SWT ini banyak sekali umat islam yang berhukumkan dengan hukum selain Alloh SWT ( Swedia, Amerika, Indonesia termasuk NII, GAM/TNA, India, Bangladesh, Pakistan, Palestina dll). Apakah dengan argumen bpk Ahmad yang salah kaprah tersebut juga berlaku bagi mereka semua (Na'udzubillaahi min dzalik ).

Kemudian atas dasar apa kalau kami telah mendukung dan menyokong penuh perang di Negeri Acheh yang dilancarkan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila ?. Begitu lugunya engkau bpk Ahmad Sudirman cs, anda sekalian tidak akan dapat memahami apa-apa yang telah kami tuliskan lewat komentar-komentar terhadap bpk cs, jika hati kalian tetap terkotori oleh gemerlapnya dunia (swedia), hawa nafsu, sakit hati, dendam dll.
Hm...sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan. Alloh SWT berfirman , "Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-taubah:23).

Kemudian Alloh SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)...dst" (An- nisaa:144). Alloh SWT juga berfirman , "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali-imran:28). Anda semua ( Bpk Ahmad Sudirman cs ) berani-beraninya melangkahi Alloh SWT dan Rosululloh SAW.
Bersambung...

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------