Stockholm, 24 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI SESAT, MUNAFIK IKUTAN TNI/POLRI MENJAJAH ACHEH PAKAI SISTEM THAGHUT PANCASILA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU ROKHMAWAN & SALAFI SESAT DAN MUNAFIK DI SOLO IKUTAN TNI/POLRI MENJAJAH ACHEH PAKAI SISTEM THAGHUT PANCASILA

"Bapak Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dan kroni-kroninya mengatakan pemerintahan Indonesia telah mendzolimi rakyatnya sendiri, itu memang tidak salah tetapi ketahuilah bahwa bpk Ahmad cs dan Hasan Tiro beserta kroni-kroninya juga telah berbuat dzolim terhadap rakyat aceh dengan cara memeras perjuangan anda (rakyat aceh, GAM/TNA) untuk berperang melawan TNI. Sudah berapa ribu jiwa manusia yang menjadi korban akibat peperangan antara GAM dan TNI ?, namun mereka (Hasan Tiro cs) masih tetap bisa menghirup udara segar, hidup bebas merdeka, tubuh segar bugar. Ini adalah suatu kedloliman juga seperti apa yang digambarkan Alloh SWT ketika Rosululloh SAW isro' mi'roj (orang-orang yang senantiasa menggunting-gunting lidahnya sendiri )." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 23 Jul 2004 00:07:54 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin lama, makin kelihatan itu Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang sesat, munafik dan biadab itu makin merajalela. Mengapa ?

Karena, coba perhatikan, bagaimana Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo mengatakan akan merobah thaghut pancasila, tetapi ternyata secara terang-terangan Rokhmawan dan Salafi-nya justru mempertahankan thaghut pancasila melalui ikutan ekor Megawati, TNI/POLRI menduduki dan menjajah Negeri Acheh dengan mempergunakan sistem thaghut pancasila.

Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo memang buta terkena racun thaghut pancasila, tetapi bersamaan itu dimanfaatkan oleh Megawati Cs, TNI/POLRI untuk dipakai menghancurkan GAM, TNA dan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Rokhmawan dan Salafi-nya yang sesat di Solo itu sampai kapanpun tidak akan sanggup memberikan argumentasi yang jelas dan benar menurut fakta, bukti, sejarah dan hukum yang membenarkan Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950 pakai PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950 yang diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI dari mulai tanggal 15 Agustus 1950.

Karena memang Rokhmawan dan Salafi-nya yang sesat dan munafik di Solo itu bodoh. Jelas mereka Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo makin bisa saja hidungnya ditarik oleh pihak AM Hendropriyono dari Badan Intellijen Negara dan oleh Endriartono Sutarto yang menjabat sebagai Panglima TNI, dan Ryamizard Ryacudu yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat RI.

Rokhmawan dan Salafi-nya memang kalian adalah menjadi musuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Apakah kalian Rokhmawan dan Salafi-nya yang sesat dan munafik di Solo akan memakai Laskar Jihad-nya untuk menggempur rakyat Acheh dan menjajah Negeri Acheh sebagaimana kalian lakukan di Ambon ?

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya jangan harap kalian akan berhasil di Negeri Acheh. Kalian adalah orang-orang sesat dan munafik yang membela sistem thaghut pancasila untuk dipakai menjajah Negeri Acheh ikutan TNI/POLRI yang sudah disumpah untuk taat dan setia pada pancasila buatan Soekarno.

Jangan banyak cerita dengan memakai ayat-ayat Al Qur'an dan hadist Nabi Rasulullah saw, kalau kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo menentang dan menolak untuk menjalankan sepenuh keyakinan dan sepenuh hati ayat-ayat dasar hukum yang diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, sebagaimana tertuang dalam surat Al-Maidah: 44, 45, 47.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya telah menjadi musuh NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir. Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo yang telah membuat perpecahan dikalangan kaum muslimin. Apa yang telah keluar dari mulut kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo merupkan racun penyebab kehancuran ummat Islam di Nusantara ini, tanpa kalian sadari.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-nya telah mengobarkan api permusuhan diantara kaum muslimin di Nusantara ini. Dengan telah mendeklarkan NII, Hizbut Tahrir, LDII, GAM, TNA sebagai golongan Khawarij, maka secara langsung kalian telah mendeklarkan perang secara terbuka terhadap kaum muslimin yang ada diluar kelompok sesat Salafi dan munafik yang ada di Solo.

Dari sejak sekarang apapun yang kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo nyatakan, itu semua merupakan ucapan dan perkataan gombal sama sebagaimana yang dikatakan oleh pihak Pimpinan Negara kafir RI dan TNI/POLRI-nya yang telah membunuh dan menghancurkan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kalian Rokhmawan dan Salafi sesat dan munafik di Solo, kalau memang kalian tetap mempergunakan sistem thaghut pancasila untuk menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh, maka hadapilah rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kalian kerahkan itu serdadu kalian ala Laskar Jihad yang akan menghadapi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara kafir Pancasila.

Negeri Acheh bukan Ambon. Kalian Rokhmawan yang telah mempertahankan dan merapok Negeri Acheh dengan melalui cara mendukung dan menyokong penuh TNI/POLRI membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila, akan menghadapi rakyat muslim Acheh.

Ucapan-ucapan gombal kalian Rokhmawan dan Salafi sesat dan munafik di Solo tidak akan banyak mempengaruhi rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kalian dengan konco-konco kalian dari Salafi di Solo ala Laskar Jihad akan berhadapan dengan GAM dan TNA di Negeri Acheh. Kalian Rokhmawan dengan bendera thaghut pancasila-nya akan berhadapan dengan GAM dan TNA di Negeri Acheh.

Bersiaplah Rokhmawan dan Salafi sesat dan munafik di Solo, karena kelancangan mulut kalian yang telah mengobarkan perang melalui cara yang rendah dan hina dengan menyatakan "Menurut Manhaj Shalafush Shahih golongan/harakoh yang termasuk dalam kategori kaum khowarij adalah seperti NII, Termasuk NII nya Abdullah Sungkar, Abu Bakar Baasyir, GAM/TNA termasuk Hasan Tiro dkk, Hizbut Tahir, LDII dll (Rokhmawan, Wed, 21 Jul 2004 20:44:57 -0700 (PDT))

Kalian Rokhmawan dan Salafi sesat dan munafik di Solo tanpa kalian sadari telah dipergunakan oleh AM Hendropriyono dari BIN dan oleh Da'i Bachtiar, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu dari TNI/POLRI untuk menghancurkan kaum muslimin. Kalian Rokhmawan dan salafi sesat dan munafik di Solo telah menjadi bensin yang disulut oleh BIN dan TNI/POLRI untuk menghancurkan ummat Islam. Kalian Rokhmawan dan salafi-nya yang datang dari negara Arab, kalian telah dijadikan alat untuk menghancurkan kesatuan ummat Islam. Kalian Rokhmawan dan Salafi sesat, munafik di Solo telah dijadikan alat untuk menggempur NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir dan LDII.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 23 Jul 2004 23:15:34 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Sudirman Telah Menipu, Mempropaganda, Menghasut dan Memfitnah (Bagian 2)
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Pak Ahmad Sudirman Telah Menipu, Mempropaganda, Menghasut dan Memfitnah ( Bagian 2)

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas penjelasan Bpk Ahmad Sudirman mengenai NII Kartosuwiryo dan NII Adah Djaejani Tirtapraja, dengan asbab uraian bpk Alhamdulillah dengan hidayah Alloh SWT, istri saya bisa lebih mudah memahami NII yg sebenarnya. Bapak jangan berkata kalau Rokhmawan ini tidak tahu terimakasih, sudah dikasih penjelasan..eee akhir-akhirnya balik memukul dari belakang. Justru dengan komentar-komentar saya yang sudah terkirimkan insyaalloh lebih berfaedah bagi bpk Ahmad Sudirman cs. Saya menulis komentar-komentar ini bukan untuk berdebat kusir melainkan bertujuan meluruskan argumen bapak yang salah kaprah dan tidak ada ulama Rusydi satupun yang sependapat dengan bapak terbukti di seluruh penjuru dunia ini tidak ada ulama rusydi satupun yang berani secara terang-terangan mengatakan orang islam si A, ai B termasuk kafir, dlolim, fasyik ( kecuali hanya bpk Ahmad Sudirman cs, NII, GAM/TNA ).

Baiklah akan saya lanjutkan komentar saya kemaren yang sempat terputus karena ada sesuatu yang lebih penting. Sedikit akan saya ulang komentar saya kemaren dari bawah.

Hm sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan.

Alloh SWT berfirman , "Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-taubah:23).

Kemudian Alloh SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)...dst" (An- nisaa:144). Alloh SWT juga berfirman , "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali-imran:28).

Anda semua (Bpk Ahmad Sudirman cs) berani-beraninya melangkahi Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Saya mengatakan demikian karena kelihatan dengan jelas sekali kalau anda semua (Bpk Ahmad Sudirman cs) memang benar-benar telah melangkahi dan mendahului ketentuan-ketentuan Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Dalam Surat Al-maidah 44, 45, 47 jelas sekali Alloh SWT menurunkan berkenaan dengan orang-orang yahudi dan nasrani (yang bertauhid dengan nabi musa dan isa ), memang benar kalau yahudi dan nasrani tersebut tidak berhukum dengan hukum Alloh SWT yg diturunkan kepada Rosululloh SAW maka mereka termasuk kafir, fasyik atau dollim.

Namun ayat tsb tidak di mansukhkan dan berlaku juga bagi umat islam. Nah karena ayat ini juga ditujukan untuk umatnya Rosululloh SAW maka beliau dan para sahabatnya sangat berhati-hati dalam menafsirkan ayat Al-maidah 44,45,47. Rosululloh SAW sendiri telah bersabda sebagaimana yang telah saya tuliskan lewat komentar sebelum ini, " Akan datang suatu jaman dimana umat islam bagaikan seonggok daging yang diperebutkan oleh binatang". Lalu para sahabat bertanya, apakah umat islam sangat sedikit ?. Rosululloh SAW bersabda "umat islam pada saat itu banyak, tetapi iman mereka bagaikan buih dilautan". Kurang lebih bunyi hadist tsb ( mohon diralat kalau ada yg salah atau kurang pas ).

Jadi dengan hadist tersebut di atas jelas sekali bahwasanya Rosululloh SAW masih mengakui adanya umat islam pada akhir zaman (zaman yg fahsya', penuh fitnah, dosa, umat islam belum atau tidak mau berhukumkan dengan hukum Alloh SWT dan lebih senang menturutkan hawa nafsu) walaupun imannya sebesar biji sawi (Al-zalzalah ayat 7). Semoga kita sekaliyan dijauhkan Alloh SWT dari hal yang demikian ( Amiin ).

Dari sedikit uraian saya ini maka bpk Ahmad Sudirman cs telah menyalahi hadist Rosululloh SAW dan telah melangkahinya.

Kemudian Alloh SWT dalam memvonis orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik insyaalloh nanti setelah di alam setelah dunia (Barzah, Mahsyar dll ). Alloh SWT tidak mungkin mengatakan kepada Rosululloh SAW bahwasanya orang islam si A, si B adalah kafir, dlolim, fasyik.

Sangat lugu sekali pendapat bapak Ahmad Sudirman cs yang mengatakan kurang lebih demikian, Tidak ada umat islam pada saat itu yang mengaku islam dengan membentuk lembaga bandingan Alloh SWT ketika sudah diturunkan Surat Almaidah Ayat 44, 45, 47 kepada Rosululloh SAW. Coba anda ( Bpk Ahmad ) ceritakan shiroh nabawiyah yang sebenar-benarnya. Sebelum Ayat tersebut turun maka ada beberapa sahabat Rosululloh SAW meminta izin kepada beliau untuk tinggal dan berdakwah kepada bangsa selain Makkah yaitu seperti di eithopia (dulu namanya apa, saya lupa ), syiria, syam dll. Kita ambil contoh ketika para sahabatnya tinggal dan berdakwah ke eithopia, setelah mereka berdakwah kepada para pejabat negara tsb apakah ada yang akhirnya masuk islam ?. Apakah negara tersebut menjadi negara islam ?.

Walaupun begitu nyatanya para sahabat Rosululloh yang kami maksud tetap tinggal dan berdakwah dengan hikmah dan bijaksana. Setelah turun itu Surat Al-maidah ayat 44, 45, 47, apakah Rosululloh SAW juga mengkafirkan, mendlolimkan, memfasyikkan sahabatnya yang tinggal di negara tersebut padahal beliau wafat pada thn 11 H ?. Sama sekali tidak pernah. Kemudian ambil contoh negara syiria, syam dll yang akhirnya bisa ditundukkan oleh islam dan masuk/memeluk agama islam, apakah negara tersebut juga memberlakukan hukum sesuai dengan hukum di Madinah dan Makkah yang berdasarkan dengan Alqur'an dan Al-hadist (Seperti hukum rajam, potong tangan ) ?. Kalau Madinnah dan Makkah serta sekitarnya jelas akan mengikuti hukum rajam, potong tangan dll. Tetapi bukan berarti umat islam di seluruh negara yang berhasil ditundukkan islam berhukum dengan hukum tsb (tengok pemerintahan khulafaurrosyidin sampai khilafah ustmaniyah di turki). Yang dimaksud tunduk dalam kalimat negara di sekitar arab dapat ditundukkan oleh islam di bawah kaki Rosululloh SAW dan Khulafaurrosyidin adalah negara tersebut semulanya penduduk dan pejabatnya non-islam akhirnya berhasil didakwahi Rosululloh SAW di bawah kaki para sahabatnya dan mereka memeluk islam dan mau mengikuti aturan islam terutama mengenai 5 rukun islam dll. Kemudian ada lagi negara-negara disekitarnya dimana pejabatnya dan penduduknya pada saat itu tidak mau memeluk islam tetapi ada perjanjian dengan islam seperti tidak memusuhi islam, sanggup membayar pajak, infak, upeti kepada pemerintahan khulafaurrosyidin. Insyaallah itulah yg dinamakan 2/3 dunia dapat dikuasai oleh islam (masa kejasyaan umat islam ). Silahkan bpk Ahmad mau mengomentari apa saja.

Sayang sekali komentar saya kemaren yg belum selesai sudah di komentari bpk Ahmad Sudirman tetapi tidak mengapa saya memaklumi. O yaaa lihat itu Pak Ahmad tidak berani mengomentari pendapapat-pendapat kami yang memojokkannya paling-paling yang selalu dikatakan kata-kata yang seharusnya tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang muslim lebih-lebih seorang ustaz Ahmad Sudirman (Ustadz untuk kalangan siapa sech ? untuk anak-anak seperti TPA ya.. seperti yg diucapkan sumitro ) seperti otak di dengkul, sesat, munafik, teroris, biadab dll.

Kemudian bpk Ahmad berkata yang intinya walaupun saya tinggal di swedia negara kafir seperti indonesia namun swedia tidak mendlolimi Aceh, warganya. Ini mah alasan murahan dan tidak laku untuk kalangan umat islam (Seandainya ada ulama Rusydi membaca komentar-komentar bpk Ahmad sudah pasti ulama tsb akan tertawa geli ).

Begitu lugunya bpk Ahmad ini ketika berdebat dengan Rokhmawan, pak walaupun negara swedia sana bisA seadil-adilnya ibarat bisa memberi keadilan terhadap warganya atau aceh seperti adilnya umar bin khotob terhadap warganya tetapi apabila mereka (swedia) yg tidak mau memeluk islam maka jelas tempatnya adalah neraka dan tidak mungkin di angkat Alloh SWT ke syurga-Nya.

Alasan apapun yang bpk Ahmad Sudirman kemukakan di mimbar bebas ini tidak mungkin bisa diterima oleh umat islam yang benar-benar dapat memahami islam yang syamil ini. Sebenarnya anda semua ( bpk Ahmad cs ) tidak usah memberi komentar karena dengan komentar anda malah memperlihatkan betapa lugunya anda semua yang tidak bisa ber afalaa ta'qiluun, ber afalaa yatadzakkaruun melainkan lebih baik anda berkata yang sejujur-jujurnya " memang saya telah khilaf". Mudah khan...namun apabila ada komentar-komentar saya yg tidak anda komentari dengan alasan apapun berarti anda semua (bpk Ahmad cs) seorang yang pengecut...cut...cut ( sama pengecutnya anda sekaliyan yang katanya mau berdakwah untuk indonesia terutama aceh namun anda lari dan mencari pertolongan terhadap pemerintah swedia ).

Ingatkan dengan perjalanan Rosululloh ketika isro' mi'roj, dimana di dalam neraka ada orang-orang yang menggunting-gunting lidahnya sendiri. Kemudian setelah beliau bertanya kepada jibril maka jibrilpun menjawab mereka adalah mubaligh, ustadz, dari umatmu yang tidak mengamalkan apa yang di ucapkannya. Bagaimana bisa dikatakan mereka (Hasan Tiro dan kroni-kroninya, Ahmad Sudirman cs ) sebagai pemimpin umat islam yang sebenarnya khususnya di aceh kalau mereka hanya pandai berkata tanpa turun tangan ke aceh.

Wahai rakyat aceh yang saya hormati dan Anggota GAM/TNA di manapun berada jangan tertipu oleh gerakan Hasan Tiro cs, walaupun mereka bertujuan ingin menerapkan syariat islam di aceh tetapi dengan cara memimpin dari kejauhan (Swedia), ini tidak dicontohkan Rosululloh SAW dimana beliau adakalanya memimpin langsung perang melawan kafir quraisy. Anda sekalian jangan mudah dibohongi Bpk Ahmad cs dengan komentarnya dimimbar bebas ini, bukalah mata hati kaliyan, mereka hidup tanpa ada rasa ketakutan karena suara tembakan TNI, mereka bisa bercengkerama dengan keluarganya, mereka bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari bahkan anda lihat sendiri Hasan Tiro masih bisa mengenakan jas mahal dengan santainya. Sedangkan anda (rakyat Aceh, Anggota GAM/TNA yg sedang berada di daerah DOM dan sekitarnya ) berjuang habis-habisan dengan mengorbankan harta, jiwa dan kehormatan anda, anda hidup dengan ketakutan yang mencekam karena pertikaian 2 kelompok besar (GAM dan TNI), anda hidup dengan penuh kemiskinan dll. Keadilan yang manakah yang selalu mereka (bpk Ahmad cs) lontarkan kepada rakyat aceh ?. Sangat ironis sekali...

Bapak Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dan kroni-kroninya mengatakan pemerintahan Indonesia telah mendzolimi rakyatnya sendiri, itu memang tidak salah tetapi ketahuilah bahwa bpk Ahmad cs dan Hasan Tiro beserta kroni-kroninya juga telah berbuat dzolim terhadap rakyat aceh dengan cara memeras perjuangan anda (rakyat aceh, GAM/TNA ) untuk berperang melawan TNI. Sudah berapa ribu jiwa manusia yang menjadi korban akibat peperangan antara GAM dan TNI ?, namun mereka (Hasan Tiro cs) masih tetap bisa menghirup udara segar, hidup bebas merdeka, tubuh segar bugar. Ini adalah suatu kedloliman juga seperti apa yang digambarkan Alloh SWT ketika Rosululloh SAW isro' mi'roj (orang-orang yang senantiasa menggunting-gunting lidahnya sendiri ).

Sebenarnya saya ingin menjawab komentar bpk Husaini Daud yang di tujukan kepada sdr.Sumitro, tetapi berhubung tulisan ini sudah agak panjang maka saya tutup sampai disini dulu dan insyaalloh kita berjumpa pada episode berikutnya di mimbar bebas ini pada hari senin yang akan datang....
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------