Sandnes, 24 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN CS YANG LUGU & MUNAFIK PERGUNAKAN AYAT-AYAT ALLAH YANG BALIK MUKUL DIRINYA
Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.

 

ORANG-ORANG LUGU & MUNAFIK BAL'AM KELAS TERI PERGUNAKAN AYAT-AYAT ALLAH UNTUK TUTUPI PIMPINAN NEGARA HINDUNESIA JAWA PENJAJAH BIADAB

Umpamakan negara Hindunesia Jawa Penjajah dan Biadab adalah "Negara Pencuri Enam". Bosnya yang berjumlah 6 orang bukan sembarangan pencuri. Mereka adalah Pencuri berdasi yang sangat professional. Mulai dari yang nomor 1. Soekarno. 2. Soeharto. 3. B.J. Habibie. 4. Abdurrahman Wahid alias Gusdur. 5. Megawati, dan yang keenam akan muncul pada tanggal 20 September 2004 kemungkinan besar adalah Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam system pencuri enam ini, lucunya keenam bosnya itu bersikukuh bahwa mereka ber-agama Islam. Pengakuan ini di kukuhkan dan dibela mati-matian oleh Bal'am-bal'am kelas kakap dan Bal'am kelas teri (baca Rokhmawan, Sumitro dan lain-lainnya).

Yang sedang berdebat dengan Ustaz Ahmad Sudirman lewat Mimbar Bebas ini adalah kelas teri sedangkan kelas kakap berdiam diri tidak berani angkat bicara sebab mereka berlagak "wibawa".

Janganlah anda menduga bahwa tingkat kelas kakap mampu ber-argumentasi, tidak sama sekali.

Bagaimana mungkin ayat Allah dapat dilawan, jangankan Bal'am, endatu Syaithan yang membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam yang sampai detik ini masih hidup, tidak mampu melawannya, yang bukan lagi kelas kakap tapi kelas monster.

Selanjutnya untuk lebih memudahkan jalan pikiran kita, anggap saja system pencuri itu bukan sebuah negara tapi sebuah "Kampung". Lalu datanglah Rokhmawan cs, memohon kepada bos pencuri enam itu untuk mendirikan sebuah Mesjid dan Pesantren. Permohonan Rokhmawan dapat diterima dengan catatan bahwa didalam mesjid itu dilarang "berpolitik" demikian juga di Pesantren. Masalah politik itu urusan politikus demikian juga masalah pencuri, pemabuk, penzina dan pembunuh adalah urusan polisi, anda tidak berhak memprotesnya. Rokhmawan menerimanya keputusan bos itu dengan lapang dada.

Di mesjid tersebut banyak sekali jamaahnya yang terutama sekali terdiri dari murid-murit Pesantren tsb. Yang lucunya si Pencuri Enam itupun ikut mengimami Rokhmawan dalam hampir setiap shalat Jum'at. Hal itu bertambah wibawa Rokhmawan cs sehingga berdaya upaya mempelintirkan ayat-ayat Allah demi menjaga wibawa Pencuri Enam itu. Untuk itu Rokhmawan cs mendapat "sedekah" dari sang Pencuri enam hasil rampokan harta rakyat.

Demikianlah yang lebih tepat kita sampaikan kepada Rokhmawan cs yang otaknya penuh dengan singkong, coba-coba belajar berdebat dengan Ustaz Ahmad Sudirman melalui mimbar bebas ini.

Anda pengamat jangan heran melihat mereka melecehkan Ustaz Ahmad Sudirman antara yang "Haq" dan yang "Bathil" sama sama meyakinkan bahwa merekalah yang benar, namun bagi orang- orang yang benar-benar termasuk dalam golongan mukmin sejati, mampu melihat bahwa yang benar itu berada dipihak yang tepat menggunakan ayat-ayat Allah dalam berargumentasi, kendatipun kedua belah pihak sama-sama menggunakan ayat-ayat Allah.

Lihatlah umpama ayat-ayat Allah yang digunakan Rokhmawan dibawah ini justru memperkuat argumentasi Ustaz, artinya ayat-ayat tersebut meng-KO-kan Rokhmawan itu sendiri, sosok seperti Rokhmawan-lah yang dimaksudkan Allah dalam ayat-ayat tersebut namun Rokhmawan cs tidak pernah sadar:

"Hm sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan." Alloh SWT berfirman , "Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara- saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-taubah:23)."

Justru Rokhmawan cs lah sosok yang dimaksudkan Allah dalam surah at-Taubat ayat 23 diatas. Justru pemimpin yang dibela oleh Rokhmawan-lah yang mengutamakan kekafiran, betapa tololnya mereka.

"Kemudian Alloh SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)...dst" (An- nisaa:144)."

Justru Rokhmawan cs lah yang mengambil Megawati sebagai wali. Orang macam Megawati saja kok bisa buta Rokhmawan melihatnya.

"Alloh SWT juga berfirman , "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali-imran:28)."

Maksud Rokhmawan cs, Ustaz Sudirman yang mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin, sebab Ustaz tinggal di Swedia. Padahal Rokhmawan cs lah yang mengambil (Kafir Megawati) sebagai pemimpin, sosok yang dialamatkan Allah dalam surah diatas. Sedangkan Ustaz Ahmad Sudirman sama posisinya seperti sahabat yang ditugaskan Rasulullah dulu ke negara kafir untuk berdakwah, sementara sahabat tersebut tetap berwali kepada Rasulullah.

Jadi kami bangsa Acheh Sumatra kendatipun berada di negara kafir tetap berwali kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro, demikian juga yang didalam negeri, kecuali ada sebahagian yang masih tertidur atau terbius dengan "Hikayat" Rokhmawan yang berasal dari Snough Houghronye.

Billahi fi sabililhaq

Muhammad Al Qubra.

acheh_karbala@yahoo.no
Sandnes, Norwegia.
----------