Stockholm, 25 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO SESAT, MUNAFIK DILUAR JALUR SALAFIYYAH-WAHABIYIN SAUDI ARABIA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO SESAT DAN MUNAFIK DILUAR JALUR SALAFIYYAH-WAHABIYIN SAUDI ARABIA

"Bagaimana bisa dikatakan mereka (Hasan Tiro dan kroni-kroninya, Ahmad Sudirman cs ) sebagai pemimpin umat Islam yang sebenarnya khususnya di Aceh kalau mereka hanya pandai berkata tanpa turun tangan ke Aceh. Wahai rakyat Aceh yang saya hormati dan Anggota GAM/TNA di manapun berada jangan tertipu oleh gerakan Hasan Tiro cs, walaupun mereka bertujuan ingin menerapkan syariat Islam di Aceh tetapi dengan cara memimpin dari kejauhan (Swedia), ini tidak dicontohkan Rosululloh saw dimana beliau adakalanya memimpin langsung perang melawan kafir quraisy. Anda sekalian jangan mudah dibohongi Bpk Ahmad cs dengan komentarnya dimimbar bebas ini, bukalah mata hati kalian, mereka hidup tanpa ada rasa ketakutan karena suara tembakan TNI, mereka bisa bercengkerama dengan keluarganya, mereka bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari bahkan anda lihat sendiri Hasan Tiro masih bisa mengenakan jas mahal dengan santainya. Sedangkan anda (rakyat Aceh, Anggota GAM/TNA yg sedang berada di daerah DOM dan sekitarnya ) berjuang habis-habisan dengan mengorbankan harta, jiwa dan kehormatan anda, anda hidup dengan ketakutan yang mencekam karena pertikaian 2 kelompok besar (GAM dan TNI), anda hidup dengan penuh kemiskinan dll. Keadilan yang manakah yang selalu mereka (bpk Ahmad cs) lontarkan kepada rakyat aceh ?. Sangat ironis sekali" (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Fri, 23 Jul 2004 00:07:54 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat, munafik, biadab telah keluar dari jalur Salafiyyah-Wahabiyin Saudi Arabia.

Jelas kelihatan itu Rokhmawan dan Salafi-Solo memang sesat, munafik, biadab dan telah keluar dari apa yang telah digariskan oleh Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin 'Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi al-Hambali an-Najdi atau yang dikenal dengan nama Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab pendiri Salafiyyah, yaitu pergerakan pembaharuan ketauhidan yang bertujuan memurnikan kembali ketauhidan yang telah tercemar oleh pelbagai macam bid'ah dan khurafat yang membawa kepada kemusyrikan, dimana orang-orang Salafiyyah ini disebut Wahabiyin, yakni orang-orang yang menjalankan gerakan Wahabiyah.

Rokhmawan dan Salafi-Solo yang sesat dan munafik, lebih baik kembali ke Saudi Arabia pusat pergerakan kalian bersama kaum Wahabiyin dan Salafiyyah kalian.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo yang sesat dan munafik, daripada mendukung dan menyokong para pimpinan Negara kafir RI dibawah Megawati dari PDI-P lebih baik kalian kembali ke Arab Saudi sana bergabung dengan kelompok Wahabiyin dan Salafiyyah kalian.

Kalian di Negara kafir RI mau menghancurkan thaghut pancasila tetapi salah kaprah. Kalian tidak tahu begaimana menghacurkan sistem thaghut pancasila digantikan dengan ideologi Wahabiyin ini.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-sesat, munafik di Solo jangan menipu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila. Ikut-ikutan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati.

Mana percaya itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila kepada kelompok Wahabiyin atau Salafiyyah ini yang datang ke Negara kafir RI menumpang lewat orang-orang yang sudah dicuci otaknya oleh para Wahabiyin dan Salafiyyah di Saudi Arabia.

Kemana itu Ja'far Umar Thalib pemimpin Laskar Jihad kalian ?. Apakah sudah meninggalkan gerakan Wahabiyah atau gerakan Salafiyyah-nya ?. Coba baca itu mengapa Ja'far Umar Thalib dikatakan meninggalkan golongan Wahabiyin dan Salafiyyah di Saudi Arabia dalam tulisan di http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=664

Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat dan munafik, coba lihat kembali sejarah dan sepak terjang yang telah dijalankan oleh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab pendiri gerakan Wahabiyah atau Salafiyyah kalian itu.

Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab lahir pada tahun 1115 H (1701 M) di 'Uyainah (Najd) yang terletak 70 km dari arah barat laut Riyadh, dan meninggal dunia pada 29 Syawal 1206 H (1793 M) dalam usia 92 tahun, setelah menjabat Menteri Penarangan Kerajaan Saudi Arabia selama 46 tahun.

Contoh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab menghancurkan bid'ah dan khurafat yang membawa kepada kemusyrikan adalah seperti di tempat kelahirannya di Uyainah yang dipimpin oleh Amir Uthman bin Mu'ammar telah menghancurkan sebuah bangunan yang dibina di atas maqam Zaid bin al-Khattab, saudara kandung Umar bin al-Khattab, dengan alasan bahwa menurut hadith Rasulullah saw membina sebuah bangunan di atas kubur adalah dilarang, karena yang demikian itu akan menjurus kepada kemusyrikan. Waktu penghancuran bangunan itu Amir Uthman bin Mu'ammar menyiapkan 600 orang pasukan untuk menjaga Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dari serangan orang-orang Badwi yang tinggal didekat maqam Zaid bin al-Khattab.

Bukan hanya bangunan diatas maqam Zaid bin al-Khattab yang dihancurkan Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, melainkan semua maqam-maqam yang dipandang berbahaya bagi aqidah ketauhidan.

Disamping Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab menghancurkan bangunan diatas maqam-maqam juga menerapkan hukum Islam seperti hukum rajam bagi orang yang melakukan zina. Pernah Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab melaksanakan hukum rajam terhadap seorang wanita yang mengaku berzina dan meminta agar dirinya dihukum rajam, walaupun Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab meminta agar wanita tersebut menarik kembali pengakuannya itu agar tidak terkena hukum rajam, tetapi wanita itu menolak, maka hukum rajam dijalankan kepada wanita tersebut.

Hanya Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab tidak lama tinggal dan berjuang di kampung kelahirannya, 'Uyainah. Karena kelompok Bani Khalid Sulaiman bin Ari'ar al-Khalidi, dari suku Badui menentang gerakan Wahabiyah ini. Amir Uthman bin Mu'ammar menyerah kepada pihak Khalid Sulaiman bin Ari'ar al-Khalidi karena diancam: "Apabila Amir Uthman tetap membiarkan dan mengizinkan Syeikh Muhammad terus berdakwah dan bertempat tinggal di wilayahnya, serta tidak mau membunuh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, maka semua pajak dan upeti wilayah Badui yang selama ini dibayar kepada Amir Uthman akan diputuskan (ketika itu wilayah Badwi tunduk dibawah kekuasaan pemerintahan Uyainah).". Akhirnya Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab keluar dari 'Uyainah pergi berhijrah ke Negeri Dar'iyah yang dikuasi oleh Amir Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Saudi Arabia).

Di Negeri Dar'iyah, Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab diterima oleh Amir Ibnu Saud dan akan berjuang bersama-sama dengan Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab menjalankan dakhwah penghancuran bid'ah dan khurafat. Dari Negeri Dar'iyah inilah Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dengan dukungan penuh keluarga Amir Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Saudi Arabia) menjalankan gerakan Wahabiyah yang dijalankan oleh orang-orang Salafiyyah-nya ke penjuru tanah Arab.

Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dalam memperjuangkan gerakan Wahabiyahnya dengan menempuh berbagai cara, dari mulai cara lemah lebut, kasar sampai angkat senjata.

Syeikh Muhammad Basyir as-Sahsawani, dalam bukunya yang berjudul Shiyanah al-Insan menulis dalam Risalah Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab yang dikirimkan kepada 'Abdurrahman bin 'Abdullah: "Aqidah dan agama yang aku anut, ialah mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah, sebagai tuntunan yang dipegang oleh para Imam Muslimin, seperti Imam-imam Mazhab empat dan pengikut-pengikutnya sampai hari kiamat. Aku hanyalah suka menjelaskan kepada orang-orang tentang pemurnian agama dan aku larang mereka berdoa (mohon syafaat) pada orang yang hidup atau orang mati daripada orang-orang soleh dan lainnya". Shiyanah al-Insan, hal. 473)

Begitu juga Abdullah bin Muhammad bin 'Abdul Wahab, menulis dalam risalahnya sebagai ringkasan dari beberapa hasil karya ayahnya, Syeikh Ibnu 'Abdul Wahab: "Bahwa mazhab kami dalam Ushuluddin (Tauhid) adalah mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan cara (sistem) pemahaman kami adalah mengikuti cara Ulama Salaf. Sedangkan dalam hal masalah furu' (fiqh) kami cenderung mengikuti mazhab Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Kami tidak pernah mengingkari (melarang) seseorang bermazhab dengan salah satu daripada mazhab yang empat. Dan kami tidak mempersetujui seseorang bermazhab kepada mazhab yang luar dari mazhab empat, seprti mazhab Rafidhah, Zaidiyah, Imamiyah dan lain-lain lagi. Kami tidak membenarkan mereka mengikuti mazhab-mazhab yang batil. Malah kami memaksa mereka supaya bertaqlid (ikut) kepada salah satu dari mazhab empat tersebut. Kami tidak pernah sama sekali mengaku bahwa kami sudah sampai ke tingkat mujtahid mutlaq, juga tidak seorang pun di antara para pengikut kami yang berani mendakwakan dirinya dengan demikian. Hanya ada beberapa masalah yang kalau kami lihat di sana ada nash yang jelas, baik dari Qur'an mahupun Sunnah, dan setelah kami periksa dengan teliti tidak ada yang menasakhkannya, atau yang mentaskhsiskannya atau yang menentangnya, lebih kuat daripadanya, serta dipegangi pula oleh salah seorang Imam empat, maka kami mengambilnya dan kami meninggalkan mazhab yang kami anut, seperti dalam masalah warisan yang menyangkut dengan kakek dan saudara lelaki; Dalam hal ini kami berpendirian mendahulukan kakek, meskipun menyalahi mazhab kami (Hambali)." (Shiyanah al-Insan, hal. 474)

Kami beri'tiqad bahwa seseorang yang mengerjakan dosa besar, seperti melakukan pembunuhan terhadap seseorang Muslim tanpa alasan yang wajar, begitu juga seperti berzina, riba' dan minum arak, meskipun berulang-ulang, maka orang itu hukumnya tidaklah keluar dari Islam (murtad), dan tidak kekal dalam neraka, apabila ia tetap bertauhid kepada Allah dalam semua ibadahnya." (Shiyanah al-Insan, hal. 475)

Ada tiga golongan yang menjadi musuh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dengan gerakan Wahabiyah atau Salafiyyah-nya, yakni:

Pertama, golongan ulama khurafat, yaitu ulama yang menganggap mendirikan bangunan di atas kuburan dan dijadikan masjid untuk shalat, berdoa, mempersekutukan Allah dengan penghuni kubur, meminta bantuan dan syafaat padanya, adalah agama dan ibadah. Jika ada orang-orang yang melarang mereka, maka mereka menganggap orang yang melarang itu itu membenci auliya' dan orang soleh.

Kedua, golongan ulama taashub, yang taqlid belaka dan percaya pada berita-berita negatif tentang Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab.

Ketiga, golongan yang takut kehilangan pangkat dan jawatan, pengaruh dan kedudukan.

Setelah Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab meninggal pada 29 Syawal 1206 H (1793 M), gerakan Wahabiyah atau gerakan Salafiyyah ini diteruskan oleh anak-anak dan cucu-cucunya, murid-murid dan para pendukung-nya. Seperti anak-anak Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, yakni Syeikh Imam 'Abdullah bin Muhammad, Syeikh Husin bin Muhammad, Syeikh Ibrahim bin Muhammad, Syeikh Ali bin Muhammad. Dari cucu-cucu Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, yakni Syeikh 'Abdurrahman bin Hasan, Syeikh Ali bin Husin, Syeikh Sulaiman bin 'Abdullah bin Muhammad. Dari murid-murid Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, yakni Syeikh Hamad bin Nasir bin Mu'ammar.

Sebelum Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dan Amir Ibnu Saud meninggal daerah Najd telah dikuasainya. Sebelas tahun sepeninggal Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dan Amir Ibnu Saud, muncul Imam Saud bin 'Abdul 'Aziz cucu Amir Muhammad bin Saud. Imam Saud bin 'Abdul 'Aziz inilah yang menaklukan Madinah dan Mekkah yang sebelumnya telah berhasil menduduki Tha'if. Ketika Tha'if jatuh, pasukan Wahabiyah atau Salafiyyah ini membongkar maqam yang di atasnya didirikan masjid, di antara maqam yang dibongkar itu maqam Ibnu Abbas r.a. Mekkah berhasil diduduki pada bulan Muharram 1218 H.

Di Mekkah dan Madinah inipun pasukan Wahabiyah atau Salafiyyah menghancurkan seluruh patung-patung yang berbentuk kubah di atas makam yang dianggap keramat, termasuk kubah yang didirikan di atas maqam Khadijah r.a, isteri pertama Rasulullah saw.

Pada tahun 1226 H pasukan Wahabiyah atau Salafiyyah menghadapi gempuran pasukan Mesir dan Turki. Dimana perang antara Wahabiyah atau Salafiyyah dengan pihak pasukan Mesir dan Turki berlangsung tujuh tahun, sampai tahun 1234 H. Daerah Hijaz diduduki oleh pasukan Mesir dan Turki sampai tahun 1342 H. Baru pada tahun 1343 H, ketika Imam 'Abdul 'Aziz bin 'Abdurrahman bin Faisal bin Turki bin 'Abdullah bin Muhammad bin Saud, cucu keempat dari pendiri dinasti Saudiyah, Amir Muhammad bin Saud al-Awal daerah Hijaz yang didalamnya termasuk Mekkah dan Madinah dapat direbut kembali dari tangan Mesir dan Turki. Hubungan antara Saudi dan Mesir tetap buruk, tetapi setelah Faisal naik tahta menjadi Raja di Saudi Arabia hubungan Saudi dengan Mesir dapat dipulihkan kembali.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 23 Jul 2004 23:15:34 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Pak Ahmad Sudirman Telah Menipu, Mempropaganda, Menghasut dan Memfitnah (Bagian 2)
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Pak Ahmad Sudirman Telah Menipu, Mempropaganda, Menghasut dan Memfitnah ( Bagian 2)

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas penjelasan Bpk Ahmad Sudirman mengenai NII Kartosuwiryo dan NII Adah Djaejani Tirtapraja, dengan asbab uraian bpk Alhamdulillah dengan hidayah Alloh SWT, istri saya bisa lebih mudah memahami NII yg sebenarnya. Bapak jangan berkata kalau Rokhmawan ini tidak tahu terimakasih, sudah dikasih penjelasan..eee akhir-akhirnya balik memukul dari belakang. Justru dengan komentar-komentar saya yang sudah terkirimkan insyaalloh lebih berfaedah bagi bpk Ahmad Sudirman cs. Saya menulis komentar-komentar ini bukan untuk berdebat kusir melainkan bertujuan meluruskan argumen bapak yang salah kaprah dan tidak ada ulama Rusydi satupun yang sependapat dengan bapak terbukti di seluruh penjuru dunia ini tidak ada ulama rusydi satupun yang berani secara terang-terangan mengatakan orang islam si A, ai B termasuk kafir, dlolim, fasyik ( kecuali hanya bpk Ahmad Sudirman cs, NII, GAM/TNA ).

Baiklah akan saya lanjutkan komentar saya kemaren yang sempat terputus karena ada sesuatu yang lebih penting. Sedikit akan saya ulang komentar saya kemaren dari bawah.

Hm sudah saya tebak Bapak Ahmad cs tidak akan berani menampilkan ayat Al-qur'an yg berhubungan dengan hukum orang islam yg mengangkat pemimpin dari kaum kafir/non-islam. Baiklah akan saya tampilkan hukum yang berkaitan dengan yg saya maksudkan.

Alloh SWT berfirman , "Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim" (At-taubah:23).

Kemudian Alloh SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)...dst" (An- nisaa:144). Alloh SWT juga berfirman , "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali-imran:28).

Anda semua (Bpk Ahmad Sudirman cs) berani-beraninya melangkahi Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Saya mengatakan demikian karena kelihatan dengan jelas sekali kalau anda semua (Bpk Ahmad Sudirman cs) memang benar-benar telah melangkahi dan mendahului ketentuan-ketentuan Alloh SWT dan Rosululloh SAW. Dalam Surat Al-maidah 44, 45, 47 jelas sekali Alloh SWT menurunkan berkenaan dengan orang-orang yahudi dan nasrani (yang bertauhid dengan nabi musa dan isa ), memang benar kalau yahudi dan nasrani tersebut tidak berhukum dengan hukum Alloh SWT yg diturunkan kepada Rosululloh SAW maka mereka termasuk kafir, fasyik atau dollim.

Namun ayat tsb tidak di mansukhkan dan berlaku juga bagi umat islam. Nah karena ayat ini juga ditujukan untuk umatnya Rosululloh SAW maka beliau dan para sahabatnya sangat berhati-hati dalam menafsirkan ayat Al-maidah 44,45,47. Rosululloh SAW sendiri telah bersabda sebagaimana yang telah saya tuliskan lewat komentar sebelum ini, " Akan datang suatu jaman dimana umat islam bagaikan seonggok daging yang diperebutkan oleh binatang". Lalu para sahabat bertanya, apakah umat islam sangat sedikit ?. Rosululloh SAW bersabda "umat islam pada saat itu banyak, tetapi iman mereka bagaikan buih dilautan". Kurang lebih bunyi hadist tsb ( mohon diralat kalau ada yg salah atau kurang pas ).

Jadi dengan hadist tersebut di atas jelas sekali bahwasanya Rosululloh SAW masih mengakui adanya umat islam pada akhir zaman (zaman yg fahsya', penuh fitnah, dosa, umat islam belum atau tidak mau berhukumkan dengan hukum Alloh SWT dan lebih senang menturutkan hawa nafsu) walaupun imannya sebesar biji sawi (Al-zalzalah ayat 7). Semoga kita sekaliyan dijauhkan Alloh SWT dari hal yang demikian ( Amiin ).

Dari sedikit uraian saya ini maka bpk Ahmad Sudirman cs telah menyalahi hadist Rosululloh SAW dan telah melangkahinya.

Kemudian Alloh SWT dalam memvonis orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik insyaalloh nanti setelah di alam setelah dunia (Barzah, Mahsyar dll ). Alloh SWT tidak mungkin mengatakan kepada Rosululloh SAW bahwasanya orang islam si A, si B adalah kafir, dlolim, fasyik.

Sangat lugu sekali pendapat bapak Ahmad Sudirman cs yang mengatakan kurang lebih demikian, Tidak ada umat islam pada saat itu yang mengaku islam dengan membentuk lembaga bandingan Alloh SWT ketika sudah diturunkan Surat Almaidah Ayat 44, 45, 47 kepada Rosululloh SAW. Coba anda ( Bpk Ahmad ) ceritakan shiroh nabawiyah yang sebenar-benarnya. Sebelum Ayat tersebut turun maka ada beberapa sahabat Rosululloh SAW meminta izin kepada beliau untuk tinggal dan berdakwah kepada bangsa selain Makkah yaitu seperti di eithopia (dulu namanya apa, saya lupa ), syiria, syam dll. Kita ambil contoh ketika para sahabatnya tinggal dan berdakwah ke eithopia, setelah mereka berdakwah kepada para pejabat negara tsb apakah ada yang akhirnya masuk islam ?. Apakah negara tersebut menjadi negara islam ?.

Walaupun begitu nyatanya para sahabat Rosululloh yang kami maksud tetap tinggal dan berdakwah dengan hikmah dan bijaksana. Setelah turun itu Surat Al-maidah ayat 44, 45, 47, apakah Rosululloh SAW juga mengkafirkan, mendlolimkan, memfasyikkan sahabatnya yang tinggal di negara tersebut padahal beliau wafat pada thn 11 H ?. Sama sekali tidak pernah. Kemudian ambil contoh negara syiria, syam dll yang akhirnya bisa ditundukkan oleh islam dan masuk/memeluk agama islam, apakah negara tersebut juga memberlakukan hukum sesuai dengan hukum di Madinah dan Makkah yang berdasarkan dengan Alqur'an dan Al-hadist (Seperti hukum rajam, potong tangan ) ?. Kalau Madinnah dan Makkah serta sekitarnya jelas akan mengikuti hukum rajam, potong tangan dll. Tetapi bukan berarti umat islam di seluruh negara yang berhasil ditundukkan islam berhukum dengan hukum tsb (tengok pemerintahan khulafaurrosyidin sampai khilafah ustmaniyah di turki). Yang dimaksud tunduk dalam kalimat negara di sekitar arab dapat ditundukkan oleh islam di bawah kaki Rosululloh SAW dan Khulafaurrosyidin adalah negara tersebut semulanya penduduk dan pejabatnya non-islam akhirnya berhasil didakwahi Rosululloh SAW di bawah kaki para sahabatnya dan mereka memeluk islam dan mau mengikuti aturan islam terutama mengenai 5 rukun islam dll. Kemudian ada lagi negara-negara disekitarnya dimana pejabatnya dan penduduknya pada saat itu tidak mau memeluk islam tetapi ada perjanjian dengan islam seperti tidak memusuhi islam, sanggup membayar pajak, infak, upeti kepada pemerintahan khulafaurrosyidin. Insyaallah itulah yg dinamakan 2/3 dunia dapat dikuasai oleh islam (masa kejasyaan umat islam ). Silahkan bpk Ahmad mau mengomentari apa saja.

Sayang sekali komentar saya kemaren yg belum selesai sudah di komentari bpk Ahmad Sudirman tetapi tidak mengapa saya memaklumi. O yaaa lihat itu Pak Ahmad tidak berani mengomentari pendapapat-pendapat kami yang memojokkannya paling-paling yang selalu dikatakan kata-kata yang seharusnya tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang muslim lebih-lebih seorang ustaz Ahmad Sudirman (Ustadz untuk kalangan siapa sech ? untuk anak-anak seperti TPA ya.. seperti yg diucapkan sumitro ) seperti otak di dengkul, sesat, munafik, teroris, biadab dll.

Kemudian bpk Ahmad berkata yang intinya walaupun saya tinggal di swedia negara kafir seperti indonesia namun swedia tidak mendlolimi Aceh, warganya. Ini mah alasan murahan dan tidak laku untuk kalangan umat islam (Seandainya ada ulama Rusydi membaca komentar-komentar bpk Ahmad sudah pasti ulama tsb akan tertawa geli ).

Begitu lugunya bpk Ahmad ini ketika berdebat dengan Rokhmawan, pak walaupun negara swedia sana bisA seadil-adilnya ibarat bisa memberi keadilan terhadap warganya atau aceh seperti adilnya umar bin khotob terhadap warganya tetapi apabila mereka (swedia) yg tidak mau memeluk islam maka jelas tempatnya adalah neraka dan tidak mungkin di angkat Alloh SWT ke syurga-Nya.

Alasan apapun yang bpk Ahmad Sudirman kemukakan di mimbar bebas ini tidak mungkin bisa diterima oleh umat islam yang benar-benar dapat memahami islam yang syamil ini. Sebenarnya anda semua ( bpk Ahmad cs ) tidak usah memberi komentar karena dengan komentar anda malah memperlihatkan betapa lugunya anda semua yang tidak bisa ber afalaa ta'qiluun, ber afalaa yatadzakkaruun melainkan lebih baik anda berkata yang sejujur-jujurnya " memang saya telah khilaf". Mudah khan...namun apabila ada komentar-komentar saya yg tidak anda komentari dengan alasan apapun berarti anda semua (bpk Ahmad cs) seorang yang pengecut...cut...cut ( sama pengecutnya anda sekaliyan yang katanya mau berdakwah untuk indonesia terutama aceh namun anda lari dan mencari pertolongan terhadap pemerintah swedia ).

Ingatkan dengan perjalanan Rosululloh ketika isro' mi'roj, dimana di dalam neraka ada orang-orang yang menggunting-gunting lidahnya sendiri. Kemudian setelah beliau bertanya kepada jibril maka jibrilpun menjawab mereka adalah mubaligh, ustadz, dari umatmu yang tidak mengamalkan apa yang di ucapkannya. Bagaimana bisa dikatakan mereka (Hasan Tiro dan kroni-kroninya, Ahmad Sudirman cs ) sebagai pemimpin umat islam yang sebenarnya khususnya di Aceh kalau mereka hanya pandai berkata tanpa turun tangan ke Aceh.

Wahai rakyat aceh yang saya hormati dan Anggota GAM/TNA di manapun berada jangan tertipu oleh gerakan Hasan Tiro cs, walaupun mereka bertujuan ingin menerapkan syariat islam di Aceh tetapi dengan cara memimpin dari kejauhan (Swedia), ini tidak dicontohkan Rosululloh saw dimana beliau adakalanya memimpin langsung perang melawan kafir quraisy. Anda sekalian jangan mudah dibohongi Bpk Ahmad cs dengan komentarnya dimimbar bebas ini, bukalah mata hati kalian, mereka hidup tanpa ada rasa ketakutan karena suara tembakan TNI, mereka bisa bercengkerama dengan keluarganya, mereka bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari bahkan anda lihat sendiri Hasan Tiro masih bisa mengenakan jas mahal dengan santainya. Sedangkan anda (rakyat Aceh, Anggota GAM/TNA yg sedang berada di daerah DOM dan sekitarnya ) berjuang habis-habisan dengan mengorbankan harta, jiwa dan kehormatan anda, anda hidup dengan ketakutan yang mencekam karena pertikaian 2 kelompok besar (GAM dan TNI), anda hidup dengan penuh kemiskinan dll. Keadilan yang manakah yang selalu mereka (bpk Ahmad cs) lontarkan kepada rakyat aceh ?. Sangat ironis sekali...

Bapak Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dan kroni-kroninya mengatakan pemerintahan Indonesia telah mendzolimi rakyatnya sendiri, itu memang tidak salah tetapi ketahuilah bahwa bpk Ahmad cs dan Hasan Tiro beserta kroni-kroninya juga telah berbuat dzolim terhadap rakyat aceh dengan cara memeras perjuangan anda (rakyat aceh, GAM/TNA ) untuk berperang melawan TNI. Sudah berapa ribu jiwa manusia yang menjadi korban akibat peperangan antara GAM dan TNI ?, namun mereka (Hasan Tiro cs) masih tetap bisa menghirup udara segar, hidup bebas merdeka, tubuh segar bugar. Ini adalah suatu kedloliman juga seperti apa yang digambarkan Alloh SWT ketika Rosululloh SAW isro' mi'roj (orang-orang yang senantiasa menggunting-gunting lidahnya sendiri ).

Sebenarnya saya ingin menjawab komentar bpk Husaini Daud yang di tujukan kepada sdr.Sumitro, tetapi berhubung tulisan ini sudah agak panjang maka saya tutup sampai disini dulu dan insyaalloh kita berjumpa pada episode berikutnya di mimbar bebas ini pada hari senin yang akan datang....
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------