Stockholm, 26 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO DENGAN HIMBAUAN GOMBAL DAN TETAP DUKUNG PENJAJAHAN DI NEGERI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO ITU TIDAK ADA GUNANYA MENGHIMBAU KALAU PARA PIMPINAN NEGARA KAFIR RI TETAP MENDUDUKI DAN MENJAJAH NEGERI ACHEH

"Seandainya si Ahmad ini bukan pelarian atau ex WNI yang dicabut kewarganegaraannya, seandainya karena WNI nya dicabut si Ahmad tidak dendam, tidak marah, sakit hati dan kalbu serta hati sanubari si Ahmad tidak diselimuti oleh belas dendam maka perjuangan dia akan ada hasil dan selalu di ridhoi oleh Allah SWT. Bagamana mungkin bang Ahmad mampu mendingin dan meyejukkan hati umat kalau latar belakangnya karena dendam dan amarah. Perjuangan si Ahmad tidak murni lagi karena tergerak hatinya untuk kebajikan namun karena dendam dan amarah dan sakit hati karena latar belakangnya. Anda mungkin menyatakan bahwa anda bahagia di negeri orang namun kalau boleh jujur hati anda sebenarnya teriris, tiap hari anda ingat akan kampung halaman anda maka anda akan menagis bahkan tangisan anda tidak berair mata karena telah kering karena saban waktu anda merindukan kampung halaman anda." (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Mon, 26 Jul 2004 10:57:29 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Sumitro, isi tanggapan saudara ini memang gombal, kosong tidak ada artinya. Mengapa ?

Karena pertama, sokongan dan dukungan Ahmad Sudirman terhadap perjuangan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila bukan didasarkan pada "dicabut kewarganegaraan, dendam, marah, dan sakit hati", tetapi didasarkan pada dasar hukum, fakta, bukti dan sejarah yang benar dan jelas yang menyatakan bahwa memang benar Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan hukum buatannya sendiri PP RIS No.21/1950 pada 14 Agustus 1950 dan PERPPU No.5/1950 yang dilanjutkan olehRI yang menjelma jadi NKRI sejak 15 Agustus 1950.

Jelas Sumitro, itulah dasar hukum, fakta, bukti dan sejarah yang dijadikan landasan Ahmad Sudirman untuk menyokong dan mendukung penuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kedua, apa yang dijelaskan dan diterangkan oleh Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini tentang pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI adalah merupakan suatu kebenaran yang ditunjang oleh fakta, bukti, hukum, dan sejarah yang benar dan jelas yang juga merupakan fakta, bukti, dasar hukum yang dibuat oleh pihak Sekretariat RI. Dan tentu saja penjelasan Ahmad Sudirman ini akan membuat pihak pimpinan Negara kafir RI menjadi berang dan hatinya tidak sejuk, karena terbongkar kemunafikan, kebohongan, dan penipuan pihak Soekarno yang dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati Cs, termasuk Sumitro.

Ketiga, Ahmad Sudirman tidak cengeng mengingat Negeri kafir RI. Mengapa ? Karena Negeri kafir RI ini yang telah menjadi penyebab konflik di Negeri Acheh, Papua dan di Maluku Selatan ini. Soal kampung halaman itu adalah soal bumi Allah SWT. Saya bisa mengadakan hubungan langsung dengan yang di kampung halaman dalam sekejap mata. Bukan suatu hal yang sulit dan susah. Soal air mata, untuk apa dikeluarkan untuk menangisi para pimpinan Negara kafir RI yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI.

Keempat, jelas setiap hari raya Fithri dan hari raya Haji, Ahmad Sudirman bisa bertemu dan bersilaturakhmi dengan kaum muslimin yang ada di Swedia dan di manapun juga, baik silaturakhmi langsung atau tidak langsung. Jadi, bukan suatu masalah besar kalau tidak berhari raya Fithri dan hari raya Haji di Negeri kafir RI yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Kelima, soal kumpul dengan keluarga Insya Allah akan terjadi dengan Izin Allah SWT cepat atau lambat. Semuanya Allah SWT yang akan memberikan Bimbingan dan PetunjukNya.

Keenam, soal kampung halaman tidak perlu ditangisi. Itu hanyalah sebagai tempat yang telah diciptakan Allah SWT untuk hamba-Nya. Yang penting harus bersyukur dan tetap yakin dan percaya sepenuh hati akan ayat-ayat Allah SWT yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Ketujuh, jelas, apa yang telah saya gali, pelajari, analisa, simpulkan tentang fakta, bukti, sejarah, dan hukum tentang Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah Soekarno dengan RIS, RI, NKRI bukan merupakan hasil bisikan syaitan dan iblis, melainkan hasil pemikiran dan analisa yang dalam Ahmad Sudirman dengan tetap memohon Petunjuk, Bimbingan, dan Pertolongan Allah SWT.

Kedelapan, jelas apa yang telah dijelaskan kepada seluruh rakyat di Negeri Acheh dan di RI bukan merupakan suatu provokasi, melainkan suatu penjelasan yang benar dan kuat akan kejahatan Soekarno yang telah menjajah Negeri Acheh.

Kesembilan, justru yang menghancurkan Islam adalah bukan Ahmad Sudirman dengan semua penjelasan tentang pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI, tetapi yang menghancurkan Islam adalah para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, DPR, MPR yang telah membuat lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang undang disamping aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT, sebagaimana yang telah di-Firmankan Allah SWT dalam surat Al-Maidah: 44, 45, 47 sewaktu Haji Wada' pada tahun 10 H. Dan celakanya itu para pimpinan Negara kafir RI ini dibenarkan oleh saudara Sumitro cs.

Kesepuluh, bercerai-berainya kaum muslimin bukan disebabkan oleh apa yang dijelaskan dan diterangkan Ahmad Sudirman dalam mimbar bebas ini, melainkan oleh apa yang telah dilakukan oleh para pimpinan Negara kafir RI dan mereka yang mendukung dan menyokong kebijaksanaan politik menduduki dan menjajah Negeri Acheh, seperti saudara Sumitro dan Rokhmawan bersama Salafi-Solo yang dikontrol Wahabiyin Saudi Arabia-nya itu.

Kesebelas, Ahmad Sudirman menulis dan menjelaskan tentang pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI bukan karena iman Ahmad Sudirman lemah dan menyerah kepada kemauan iblis, dan bukan karena iblis telah menguasai Ahmad Sudirman, tetapi apa yang ditulis dan diterangkan Ahmad Sudirman tentang Negeri Acheh yang dijajah pihak RI itu merupakan hasil penyelidikan ilmiah yang mendalam, yang sampai detik sekarang ini pihak pimpinan Negara kafir RI termasuk Sumitro dan Rokhmawan tidak mampu membantahnya.

Keduabelas, himbauan saudara Sumitro adalah himbauan gombal yang tidak memiliki dasar fakta, bukti, sejarah dan hukum yang jelas. Himbauan Sumitro adalah himbauan angin lalu saja. Karena pihak pimpinan Negara kafir RI tetap menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Ketigabelas, Ahmad Sudirman di Swedia bukan terbuang, tetapi Ahmad Sudirman di Swedia adalah dalam usaha untuk terus berjuang demi tegaknya Islam dimanapun juga, dan untuk membela rakyat yang ditindas dan dijajah seperti rakyat muslim Acheh, rakyat Papua dan rakyat di Maluku Selatan yang negeri mereka dicaplok, ditelan, diduduki, dan dijajah oleh Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Amien Rais, Akbar Tandjung dan termasuk Sumitro cs dan mereka yang menyokong dan mendukung penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI.

Keempat belas, selama pihak pimpinan Negara kafir Ri tetap membangkang dan bungkam untuk tidak mengakui secara jujur akan kejahatan Soekarno menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka selama itu konflik Acheh tidak akan selesai.

Kelimabelas, jalan penyelesaian konflik Acheh adalah melalui cara damai dan aman, yakni melalui jajak pendapat dengan cara referendum bagi seluruh rakyat Acheh dengan dua opsi, opsi pertama YA bebas dari RI dan opsi kedua TIDAK bebas dari RI dengan disaksikan oleh badan Internasional seperti PBB.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, JKT POST <jktpost2@cbn.net.id>, Redaksi Detik redaksi@detik.com
Cc: siliwangi27@hotmail.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: HIDAJAT SJARIF SENANG MENDENGAR ZIONIST SIMON PERES KESENANGAN ABDURRAHMAN WAHID
Date: Mon, 26 Jul 2004 10:57:29 +0700

Seandainya si Ahmad ini bukan pelarian atau ex WNI yang dicabut kewarganegaraannya, seandainya karena WNI nya dicabut si Ahmad tidak dendam, tidak marah, sakit hati dan kalbu serta hati sanubari si Ahmad tidak diselimuti oleh belas dendam maka perjuangan dia akan ada hasil dan selalu di ridhoi oleh Allah SWT.

Bagamana mungkin bang Ahmad mampu mendingin dan meyejukkan hati umat kalau latar belakangnya karena dendam dan amarah. Perjuangan si Ahmad tidak murni lagi karena tergerak hatinya untuk kebajikan namun karena dendam dan amarah dan sakit hati karena latar belakangnya.

Anda mungkin menyatakan bahwa anda bahagia di negeri orang namun kalau boleh jujur hati anda sebenarnya teriris, tiap hari anda ingat akan kampung halaman anda maka anda akan menagis bahkan tangisan anda tidak berair mata karena telah kering karena saban waktu anda merindukan kampung halaman anda.

Lebih bagus dan Indah hujan batu dinegeri sendiri dari pada Hujan emas dinegeri orang itu. Bang Ahmad, apakah anda mampu membohongi diri sendiri Allah SWT kalau tiap lebaran dimana semua rakyat Indonesia bersilahturahmi dengan tetangga lebih2 dengan keluarga terutama dengan orang tua dan saudara2 saling berma'af-ma'afan dan berpelukan dimana berkumpulnya satu keluarga besar bercanda dan bersuka ria dalam satu atap yakni di rumah orang tua atau yang dituakan. Tiap tahun saat lebaran hal2 semacam itu selalu terjadi di Indonesia dan lebaran merupakan moment yang bagus untuk saling berkumpul antar keluarga. Oh ahmad coba lihat mata anda sekarang sudah tidak berair lagi karena saban hari anda menangis merindukan kampung halaman anda merindukan saudara2 anda, merindukan orang tua, kakek nenek, tetangga dan sahabat2 anda. Saudara Ahmad jangan bohong kalau anda tidak merindukan itu semua, karena dari kita dilahirkan di Indonesia kita semua telah melaksanakan acara2 semacam itu.

Namun saat anda merindukan itu semua tiba tiba muncul syaitan dan Iblis menggoda anda hai Ahmad kamu tersiksa seperti itu karena Soeharto dan pemerintah Indonesia yang mengusir, maka balaslah balaslah balaslah! suara2 iblis dan syaitan itu terus mengiang dikuping dan hati anda saban hari setelah anda merindukan kampung halaman dan saudara tolan anda dan bisikan2 itupun menang karena iman anda lemah. Itulah makanya di pelarian negeri nan jauh sana anda melampiaskan dendam dan amarah anda dengan tulisan2 yang berbau provokasi menggema maka Iblislah yang menang karena telah mengendalikan anda. Anda sebanarnya sadar (walau sedikit) bahwa apa yang anda lakukan itu bukan hanya menghancurkan Indonesia tapi menghancurka dunia Islam terutama rakyat Aceh karena dengan perjuangan anda itu maka Islam akan bercerai berai seperti keinginan dan cita2 kaum kapitalis dan nasrani. Dengan tercerai berainya Islam maka akan gampanglah Islam itu dihancurkan oleh mereka. Sebenarnya hal tersebut anda sadari namun kekuatan Iblis telah menguasai anda karena Iman anda lemah dimana Iblis memanfaatkan pengusiran terhadap anda sebagai senjata untuk mempengaruhi anda.

Saudara Ahmad dan saudara2 yang lainnya yang senasib (diusir dan dicabut WNI nya) ingatlah saat lebaran nanti anda semua pasti menangis lagi karena kerinduan kalian terhadap kampung halaman dan saudara2 serta orang tua kalian, maka saya menghimbau kembalilah ke Indonesia dan kalaupun kalian dipenjara maka itu lebih baik daripada anda terbuang dinegeri orang nun jauh disana saudara2 kalian dan tetangga2 kalian sangat merindukan kalian semua.

Demikian dan terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------