Stockholm, 26 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN ITU SALAFIYYAH-WAHABIYIN SAUDI MEMPERJUANGKAN BANINYA & KEBANGSAANNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ROKHMAWAN DAN SALAFI-SOLO LIHAT ITU KAUM SALAFIYYAH-WAHABIYIN SAUDI MEMPERJUANGKAN BANINYA & KEBANGSAANNYA

"Di dalam situs ahmad.swaramuslim.net, setelah saya menbacar artikel dan komentar anda (Peace Org) sejak lama maka kemungkinam saya bisa menyimpulkan anda ini seorang kader NII, Anggota GAM/TNA (kalau salah mohon dibetulkan). Yang jelas anda kelihatan sekali kalau membela Bpk.Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dkk, NII, GAM/TNA yang tujuan sebenarnya adalah ingin merdeka dan menentukan nasib sendiri dan yang lebih parah lagi mereka menjadian islam dibalik perjuangannya dengan cara menghalalkan segala cara termasuk membunuh sesama umat Islam, penduduk juga mengkafir-kafirkan umat Islam yang tidak pro dengan GAM/TNA. Bagaimana mungkin kami bisa berjuang bergabung dengan mereka kalau yang mereka perangi dan bunuh adalah sesama umat Islam apalagi setelah kami mendalami dan melihat bukti di lapangan ternyata mereka (GAM/TNA, NII) banyak melakukan bid'ah. Walaupun kami berjuang untuk menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukumnya di bumi ini namun kami tidak akan membunuh, berperang dengan umat Islam yang lainnya apalagi mengkafir-kafirkannya. Untuk anda (bpk Ahmad Sudirman cs) perjuangan Hasan Tiro cs hanya untuk Aceh padahal perjuangan Rosululloh SAW tidak hanya untuk Madinah dan Makkah tetapi untuk semua umat di bumi ini. Rosululloh SAW bersabda, "Bukan golonganku orang yg menyeru kepada ashobiyah, bukan dari golonganku orang yg berperang untuk ashobiyah dan bukan golonganku orang yang mati karena ahobiyah"." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Sun, 25 Jul 2004 21:51:54 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan Agus Santosa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat, munafik, yang telah dikontrol Wahabiyin Saudi Arabia yang telah tunduk, patuh dan meminta pertolongan kepada George W. Bush Senior dan Yunior Amerika.

Makin jelas terlihat saja Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat dan munafiknya ini telah dicucuk hidung mereka oleh kaum Wahabiyin Saudi Arabia yang telah tunduk, patuh dan meminta pertolongan kepada George W. Bush dari Negara kafir Amerika.

Rokhmawan itu saudara Peace Org yang saya tahu, dia bukan kader NII dan bukan anggota GAM dan TNA. Tetapi saudara Peace Org adalah seorang muslim yang mukmin yang selalu berdebat dan berdiskusi dengan Ahmad Sudirman di mimbar bebas dan di ahmad.swaramuslim.net on line.

Rokhmawan dan Salafi-Solo yang ditarik hidung oleh Wahabiyin Saudi, saudara memang buta, tidak menyadari dan tidak mau belajar, bahwa itu akibat tindakan politik agresi Soekarno yang menelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh sehingga timbul konflik Acheh.

Ini dulu yang harus Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat pelajari dan dalami, agar supaya kalian tidak melantur dan mengulang-ulang alasan "perang sesama umat Islam". Mengapa ?

Karena kalau kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo tidak mau mengerti dan menyadari bahwa RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka selama itu kalian hanya melihat rakyat muslim Acheh membunuh muslim Negara kafir RI. Jadi kalian simpulkan perang di Acheh perang antara umat Islam. Itu salah kaprah Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat yang ditelah dikontrol Wahabiyin Saudi.

Itu pihak Pemerintah RI dengan Keppres No.28/2003 yang merupakan dasar hukum Darurat Militer di Acheh dan sekaligus sebagai deklarasi perang terhadap rakyat muslim Acheh di Negeri Acheh.

Apakah pihak Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono ketika mendeklarkan perang melawan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk mennetukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila itu menyebutkan perang sesama muslim di Negara kafir RI.

Itu tidak terjadi demikian, ketika Yudhoyono yang waktu itu masuh menjabat sebagai Menko Polkam membacakan Keppres No.28/2003 pada malam tanggal 18 Mei 2003 yang lalu itu bertujuan untuk menumpas dan menghancurkan GAM dan TNA.

Jadi, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat, karena kalian memang tidak mau belajar dan tidak mau memahami bahwa sebenarnya pihak Pemerintah RI dibawah pimpinan Megawati dari partai sekular PDI-P dan Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan kepada Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu untuk mengerahkan lebih dari 50 000 pasukan TNI/POLRI menghantam dan membumi-hanguskan Negeri Acheh dan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara jafir Pancasila.

Kemudian dari pihak GAM dan TNA jelas tidak tinggal diam. Mereka bertahan dan melawan serangan dari tentara Negara kafir Pancasila yang diperintahkan oleh Ryamizard Ryacudu dan Sutarto atas instruksi dari Presiden Megawati dari PDI-P dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Itu tentara Negara kafir RI yang dikenal dengan nama TNI/POLRI telah disumpah taat dan setia pada pancasila, yang sangat bertentangan dengan Islam. Mereka itu kalau memang kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo tidak sesat, akan menyatakan bahwa TNI itu pasukan Negara kafir RI yang telah disumpah taat dan setia pada thaghut pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Tetapi, ternyata kalian itu Rokhmawan dan Salafi-Solo seat itu tidak berani menyatakan hal itu. Bahkan sebaliknya diam bungkam seribu bahasa, hanya kedengaran kalian Rokhmawan menulis, kami mendukung jalan damai. Tetapi kalian tidak mau mengakui bahwa pemerintah RI tetap menjalankan strategi dan taktik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo yang berada dibawah ketiak Wahabiyin Saudi, memang benar-benar buta dan tidak mau menghayati dan membenarkan bahwa pihak Pemerintah RI dan TNI/POLRI-nya yang membunuh secara membabi buta dengan berbagai cara dan jalan untuk menghancurkan rakyat muslim Acheh yang tela sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Kemudian, itu salah kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo menyatakan Ahmad Sudirman mengkafir-kafirkan ummat Islam yang tidak pro dengan GAM dan TNA. Mengapa ?

Karena apa yang tertuang dalam ayat 44, 45, 47 surat Al-Maidah itu sudah jelas, bahwa para pimpinan atau siapapun yang tidak menetapkan aturan, hukum, undang-undang menurut apa yang diturunkan Allah SWT, dinamakan kafir, zhalim, fasik.

Itu jelas Rokhmawan dan Salafi-Solo yang ditarik hidung Wahabiyin Saudi. Allah SWT yang telah memutuskan dan memberikan hukuman kafir, zhalim, fasik berdasarkan Al-Maidah:44, 45, 47.

Tetapi, karena kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo sesat tidak meyakini dan tidak mau menjalankan sepenuh hati dan seyakin-yakinnya surat Al-Maidah: 44, 45, 47, maka akibatnya dengan seenak udel sendiri kalian menganggap Ahmad Sudirman mengkafir-kafirkan ummat Islam yang tidak pro dengan GAM dan TNA.

Jadi, kalian itu Rokhmawan dan Salafi-Solo, akibat dari kalian tidak meyakini dan tidak mau menjalankan sepenuh hati dan seyakin-yakinnya surat Al-Maidah: 44, 45, 47 itulah yang menyebabkan kalian melihat konflik Acheh sebagai konflik pembunuhan yang dilakukan GAM dan TNA kepada umat Islam.

Kan, kelihatan salah kaprah dan tidak nyambung kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo dalam mengambil kesimpulan dari konflik Acheh. Masa konflik Acheh yang ditimbulkan oleh Soekarno sebagai Presiden RIS menjajah Negeri Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950 dinamakan sebagai pembunuhan yang dlakukan GAM dan TNA terhadap umat Islam, ketika rakyat muslim Acheh bangkit menuntut kembali Negeri Acheh yang telah dijajah Soekarno itu.

Jadi, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo yang hidung kalian telah ditarik Wahabiyin Saudi itu masih juga tidak mau menerima dan tidak mau menyadari bahwa RI menjajah Negeri Acheh, maka selama itu kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo telah menyesatkan seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh dengan keterangan dan tulisan kalian yang menyebutkan: "mereka perangi dan bunuh adalah sesama umat Islam"

Padahal yang benar dan jelas berdasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan hukumnya adalah pihak Pemerintah RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati besama TNI/POLRI yang membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuiasaan Negara kafir RI.

Dan jelas-jelas itu pasukan TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada pancasila adalah terang-terangan menyimpang dari ajaran ketauhidan yang oleh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab dianggap khurafat dan bid'ah itu.

Jadi, mereka pasukan TNI/POLRI yang kalian Rokhmawan dan salafi-Solo dukung kebijaksanaan politiknya untuk menduduki dan menjajah Negeri Acheh, karena kalian anggap GAM dan TNA membunuh umat Islam.

Makin sesat saja kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo kalian yang hidung kalian telah ditarik oleh para Wahabiyin Saudi Arabia yang tunduk patuh kepada George W. Bush dari negara Federasi kafir Amerika.

Rokhmawan dan Salafi-Solo mengapa kalian sesat ?

Pertama, tidak meyakini dan tidak mempercayai sepenuh keyakinan dan sepenuh hati serta tidak mau menjalankan sepenuh hati dan sepenuh keyakinan dasar hukum Allah SWT yang tertuang dalam surat Al-Maidah ayat 44, 45, 47. Sehingga telah berani secara terang-terangan membela para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, dan para pimpinan RI itu masih dianggap sebagai bukan kafir, bukan zhalim, dan bukan fasik, walaupun tindakan para pimpinan RI itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Kedua, menolak manhaj hijrah Rasulullah saw dan perintah hijrah dari Allah SWT sebagaimana yang telah di-Firmankan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw dalam surat Al-Anfal:72, 74, 75, Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100.

Ketiga, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solonya telah menafsirkan seenak perut kalian pengertian hijrah dengan: "maksud yang sesungguhnya adalah pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Keempat, kalian Rokhmawan dan salafi-nya di Solo telah secara terang-terangan membenarkan pendudukan, penjajahan, dan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada pancasila.

Kelima, kalian Rokhmawan dan Salafi-nya di Solo secara terang-terangan menyokong dan mendukung TNI/POLRI membunuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara kafir RI, walapun kalian pernah menulis: "tetap melalui perundingan dengan menghadirkan pihak2 diluar GAM dan RI." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Wed, 16 Jun 2004 23:31:12 -0700 (PDT))

Keenam, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo secara terang-terangan telah menjadi dinding penghalang para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan untuk membuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT, dan menganggap para pimpinan RI itu sebagai bukan kafir, bukan zhalim, dan bukan fasik, walaupun tindakan para pimpinan RI itu bertentangan dengan dasar hukum yang telah diturunkan Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 44, 45, 47.

Ketujuh, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo telah secara terang-terangan telah menggolongkan NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir kedalam Khawarij, dengan alasan jahil dalam fikih Islam, jahil terhadap fitrah manusia, jahil terhadap syariat Islam. Padahal kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solonya itu telah sesat dan telah ditarik hidungnya oleh para Wahabiyin Saudi Arabia yang telah dengan jelas terlihat meminta pertolongan, tunduk dan patuh kepada George W.Bush dari Negara Federasi kafir Amerika.

Kedelapan, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo telah secara terang-terangan membuka konfrontasi langsung dengan NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir.

Kesembilan, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo secara terang-terangan telah memecah belah ummat Islam dengan melalui cara tidak mengakui dan tidak menerima apa yang dilakukan Soekarno terhadap rakyat dan Negeri Acheh sebagai suatu kejahatan yang melanggrar dasar hukum internasional, dasar hukum nasional dan dasar Islam.

Apakah lebih baik itu Soekarno yang telah mencampur adukkan nasionalisme agama dan komunis dibanding dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memperjuangkan Negeri Acheh bebas dari penjajahan yang dilakukan Soekarno?

Apakah Jenderal Soeharto raja koruptor terbesar di seluruh dunia di abad moderen ini lebih baik dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memperjuangkan rakyat muslim Acheh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI ?.

Apakah Abdurrahman Wahid yang telah begitu tergiur dan bersahabat dengan zionist Simon Peres dan suka menjarahi kuburan Soekarno bersama Mega yang dikutuk oleh kaum Wahabiyin yang diikuti Rokhmawan dan salafi-Solonya itu lebih baik dibanding dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memperjuangkan rakyat muslim Acheh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir RI ?.

Apakah Megawati Soekarno dari PDI-P partai politik sekular yang mengobarkan perang di Negeri Acheh lebih baik dibandingkan dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memperjuangkan dan menuntut kemerdekaan Negeri Acheh dari penjajah RI ?

Jadi, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo kalian itu memang telah sesat dan munafik. Perhatikan apa yang kalian lihat di Saudi Arabia ? Kalian percaya itu para pimpinan di Kerajaan saudi Arabia ingin menegakkan syariat Islam secara kaffah sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw ketika membangun Daulah Islam di Yatsrib ?. Jangan munafik Rokhmawan dan Salafi-Solo. Itu kelompok Wahabiyin yang menentukan jalannya hukum di Saudi Arabia. Mereka itulah yang dicontoh oleh kalian Rokhmawan dan salafi-Solo-nya di Negara kafir RI. Sistem thaghut pancasila mau diganti dengan sistem Wahabiyah atau Salafiyyah. Salah kaprah. Celakanya kalian Rokhmawan dan salafi-Solo tidak tahu bagaimana untuk merobah dan mengganti sistem thaghut pancasila dengan sistem Wahabiyah atau Salafiyyah kalian itu.

Itu kalau kalian melihat apa yang diperjuangkan oleh kelompok Wahabiyin di Saudi jelas itu mereka sangat panatik pada suku dan baninya, yakni kepada Wahabi dan Suudinya. Jangan munafik Rokhmawan dan salafi-Solo. Kalian telah tertipu oleh doktrinasi-doktrinasi kaum Wahabiyin Saudi Arabia. Kalian Rokhmawan dan salafi-Solo, itu doktrinasi-doktrinasi kaum Wahabiyin Suudiyah dibawa masuk ke Negara kafir RI. Kalian propagandakan itu ideologi Wahabiyin atau Salafiyyah kalian made in Saudi itu dalam masyarakat Acheh dan masyarakat di Negara kafir RI yang bersistem thaghut pancasila. Yang dalam misi kalian adalah merobah sistem thaghut pancasila dengan sistem wahabiyah atau salafiyyah ala Wahabi Saudi.

Jadi, kalianlah Rokhmawan dan Salafi-Solo yang berjuang untuk bani Abdul Wahab dan fanatik kepada suku kalian bani Suud dan bani Wahab. Mereka itulah yang membangun dinasti Wahabiyin di Kerajaan Saudi Arabia, yang kalian agung-agungkan di Solo dipesantren Salafiyyah-Wahabiyin-Suudi kalian di Solo itu.

Perjuangan rakyat muslim Acheh bukan perjuangan kebangsaan sebagaimana yang kalian tuliskan. Tetapi rakyat muslim Acheh sedang menuntut kemerdekaan Negeri-nya yang dijajah oleh kaum Soekarno asal Jawa yang kalian dukung dan sokong itu.

Rakyat muslim Acheh telah berdiri Negaranya jauh sebelum itu Negara kafir RI berdiri. Sebelum itu Soekarno lahir keatas dunia di Jawa itu. Negeri Acheh telah berdiri dengan megahnya.

Jadi, kalau sekarang rakyat Acheh menuntut Negeri Acheh yang diduduki dan dijajah Soekarno melalui RIS, RI, NKRI-nya maka itu adalah hak dan kewajiban rakyat muslim Acheh untuk membela agama, negara dan rakyat muslim Acheh yang telah ditindas dan dijajah oleh Soekarno seorang nasionalis, komunis, dan penipu licik.

Apakah kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo tidak menyadari bahwa para pimpinan Negara kafir RI Indonesia sedang memperjuangkan nasionalitas Indonesia-nya ? Lihat itu Amien Rais dengan Partai Amanat Nasionalnya ? Itu sudah terbelenggu dengan nasionalismenya, kebangsaannya, ke-Indonesiaan-nya.

Jadi, saudara Rokhmawan dan Salafi-Solo, sebelum kalian mengatakan kepada NII, GAM, TNA memperjuangkan kebangsaan, coba bercermin dahulu kepada Kerajaan Saudi Arabia dengan kaum Wahabiyin dan Salafiyyinnya, apakah mereka itu memperjuangkan bani Suud dan Abdul Wahabnya atau Islam secara kaffah, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw di Yatsrib.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 25 Jul 2004 21:51:54 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Bapak Husaini Daud cs Terkena Bumerangnya Sendiri
To: ahmad@dataphone.se
Cc: serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com, solopos@bumi.net.id, editor@jawapos.co.id, achehmerdeka@yahoo.com, redaksi@sinarharapan.co.id, redaksi@forum.co.id, gatra@gatra.com, koran@tempo.co.id

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Bapak Husaini Daud cs Terkena Bumerangnya Sendiri. Semoga Alloh SWT membukakan pintu hati anda untuk segera bertaubat dengan taubatan nasukha. Sebelum saya mengomentari bpk Husaini Daud sesuai janji saya kemaren sabtu, saya akan berkomentar kepada sdr. Peace org (Warga Australia ya ?).

Di dalam situs ahmad.swaramuslim.net, setelah saya menbacar artikel dan komentar anda sejak lama maka kemungkinam saya bisa menyimpulkan anda ini seorang kader NII, Anggota GAM/TNA (kalau salah mohon dibetulkan).

Yang jelas anda kelihatan sekali kalau membela Bpk.Ahmad Sudirman cs, Hasan Tiro dkk, NII, GAM/TNA yang tujuan sebenarnya adalah ingin merdeka dan menentukan nasib sendiri dan yang lebih parah lagi mereka menjadian islam dibalik perjuangannya dengan cara menghalalkan segala cara termasuk membunuh sesama umat Islam, penduduk juga mengkafir-kafirkan umat Islam yang tidak pro dengan GAM/TNA.

Bagaimana mungkin kami bisa berjuang bergabung dengan mereka kalau yang mereka perangi dan bunuh adalah sesama umat Islam apalagi setelah kami mendalami dan melihat bukti di lapangan ternyata mereka (GAM/TNA, NII) banyak melakukan bid'ah. Walaupun kami berjuang untuk menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukumnya di bumi ini namun kami tidak akan membunuh, berperang dengan umat Islam yang lainnya apalagi mengkafir-kafirkannya.

Sdr Peace org hati anda sudah tertutup oleh tipu muslihat bpk. Ahmad Sudirman cs dalam mimbar bebas ini maupun di situsnya. Lihatlah perkataan mereka (Pak Ahmad cs) kepada Manhaj kami dan saudara-saudara yang masih aktif mengikuti diskusinya, begitu mudahnya mereka mengatakan kami sesat, munafik, teroris, biadab dan perkataan kasar lainnya tanpa ada dasar, bukti, fakta di lapangan ( apakah ini ciri-ciri muslim sejati ).

Adapun nash-nash Al-qur'an yang di maksudkannya untuk mengatakan Manhaj kami sesat dll, maka itu belum cukup sebagai dalil dan yang jelas ini belum di sepakati oleh para ulama rusydi kecuali hanya Bpk Ahmad Sudirman cs.

Jelas sekali untuk mengatakan sesat dll harus ada dalil aqli (pendapat Imam kita) dan dalil naqli (Al-qur'an dan Al-hadist yang shihih), sejarah, bukti dan fakta di lapangan. Berbeda dengan ketika Manhaj kami menggolongkan NII, GAM/TNA termasuk kaum khowarij berdasarkan sejarah, dalil aqli dan naqli, bukti dan fakta di lapangan.

Kemudian mengenai perang yang dilakukan antara mu'awiyah dan Ali bin abu tolib, maupun perang jamal maka ini adalah fitnah Islam (mulai terjadi fitnah dikalangan umat islam sendiri).

Kalau mengenai siti 'Aisyah (yang mengomandani perang Jamal melawan Ali bin Abi Tholib), jelas dia bukan kaum khowarij karena yang terjadi sebenarnya akan saya ceritakan secara ringkas.

Pada saat akan terjadinya perang jamal maka Siti 'Aisyah berkali-kali akan mengurungkan (membatalkan) niatnya, akan tetapi orang-orang yang dekat dengannya selalu meyakinkan agar 'Aisyah tetap memimpin perang melawan Ali bin Abu Tholib. Nah ketika Siti 'Aisyah sampai di suatu desa (kalau tidak salah desa hawwab) dia di gonggong oleh sekumpulan anjing. Maka Siti 'Aisyah bertanya kepada sahabatnya sampai di desa manakah kita ?. Sahabatnya menjawab desa hawwab. Kemudian teringatlah dia kepada Rosululloh SAW yang bersabda "Suatu saat salah satu diantara kalian (istri nabi SAW ) akan di gonggong oleh anjing hawwab". Setelah 'Aisyah teringat dengan sabda Rosululloh tsb maka niatnya mulai kendur, tetapi lagi-lagi sahabatnya meyakinkannya. Singkat cerita terjadilah peperangan yang tidak diinginkan oleh umat Islam.

Setelah perang dapat dipadamkan Ali bin Abu tholib, maka ali berkata kepada 'Aisyah, "Wahai wanita dalam sekedup bukankah Alloh SWT dan Rosululloh SAW memerintahkan wanita-wanita (anda sekalian) agar berdiam di rumah ?".

Kemudian setelah keadaan aman siti 'Aisyah mendatangi makam Rosululloh SAW. Di sana sudah ada makam Abu Bakar dan Umar bin khotob, tetapi masih ada satu lobang lagi yang belum terisi dan ini dimaksudkan untuk Siti 'Aisyah. Namun karena Siti 'Aisyah telah mengingkari janji Alloh dan Rosululloh SAW, dia tidak ingin dimakamkan di dekat makam tersebut. Kemudian Siti 'Aisyah menangis tersedu-sedu menyesali perbutannya, sampai keluarlah kata-katanya, "Seandainya aku jadi pohon, seandainya aku jadi air, seandainya aku jadi onta dll ". Dengan demikian tidak mungkin Siti 'Aisyah disamakan dengan kaum khowarij.

Kemudian untuk peperangan antara Ali dengan mu'awiyah telah di terangkan Bpk. Husaini Daud atau Bpk. Ahmad Sudirman. Yang jelas setelah perang padam dan terjadi perundingan maka orang-orang mu'awiyah tetap memerangi ali dan inilah yang dinamakan khowarij. Coba anda (Sdr Peace org pelajari Sejarah dan Pengertian Kaum Khowarij yang telah di tampilkan oleh bpk Ahmad di mimbar bebas ini), adapun alasan Kaum Khowarij adalah salah stunya karena Ali bin Abi Tholib berhukum dengan hukum manusia. Jadi mereka Kaum Khowarijpun tidak ingin berhukum dengan hukum selain Alloh SWT.

Kemudian dalam kami menggolongkan NII, GAM/TNA termasuk kaum khowarij dikarenakan mereka jahil dalam fikih islam, jahil terhadap fitrah manusia, jahil terhadap syariat islam, mudah mengkafirkan umat islam, suka mencela dll (hal ini tidak pernah mendapat tanggapan yang baik dan benar dari bpk Ahmad cs).

Nah coba sdr Peace org baca itu komentar-komentar bpk. Ahmad Suirman cs yang juga termasuk Warga NII maupun GAM/TNA, bukankah sifat, ciri-ciri mereka memang banyak kesamaannya.

O yaa kami menggolongkan mereka sebagai kaum khoowarij sudah lama jadi tidak karena kami berdiskusi dengan bpk. Ahmad cs dan kami membuktikan fakta di lapangan.

Saya sangat setuju kalau mereka hanya menentang pemerintahan RI tetapi tidak perang dengan sesama umat Islam. Jelas sekali kalau NII, GAM/TNA, TNI saling berperang ini namanya fitnah besar seperti halnya fitnahnya perang jamal. Yang jelas apabila umat Islam sudah saling membunuh dan berperang maka pertolongan Alloh SWT tidak akan datang. Saya kira itu dulu komentar utk sdr Peace org.

Kemudian mengenai komentar-komentar Bpk.Husaini Daud di mimbar bebas ini ternyata hanya permainan kata-kata dan dia terjebak pula dengan kata-katanya sendiri. Simak komentar saya di bawah ini: Ketika sdr Sumitro menuliskan komentarnya di mimbar bebas ini " Susah kalau kita menilai orang dari luarnya saja". Nah langsung itu bpk Husaini Daud tergopoh-gopoh dengan keluguannya mengibaratkan dengan sebuah pohon. Di mana pohon ini yang paling tersembunyi adalah akarnya. Namun apabila kita melihat batangnya kuat, daunnya rimbun buahnya banyak maka sudah dapat ditebak bahwa akarnyapun kuat. Sangat berbeda sekali komentar dia kpd sdr Sumitro dengan komentar dia terhadap saya ( Rokhmawan ).

Dulu saya mengatakan kalau Hasan Tiro bukan pemimpin islam yang sejati melainkan dia pemimpin untuk suatu pergerakan. Bagi saya, Hasan Tiro sama seperti pemimpin-pemipin pergerakan jaman sekarang. Mana ada itu Hasan tiro memakai jubah, jenggot panjang, cukur kumis dll (ciri-ciri kesolehan yang nampak dari luar). Langsung saja itu Bpk Husaini Daud dengan kemarahaanya membabi buta dalam menanggapi hal ini. Yang intinya bpk Husaini mengatakan ciri-ciri kesolehan itu tidak terletak pada jubbah, jenggot, cukur kumis dll.

Nah khan dari komentar-komentar di atas ternyata bpk Husaini Daud cs dalam berdiskusi tidak bisa menggunakan akal sehatnya. Mereka dalam berdiskusi susah di tebak kadang hari ini berkata begini namun besok berkata lain lagi bahkan bertentangan dengan yang kemaren (Sama dengan komentarnya bpk Ahmad ).

Bagaimana mungkin saya bisa menganggap Hasan Tiro itu seorang Imam sejati bagi umat Islam Aceh kalau dari luarnya saja tidak mencirikan kesholehan sama sekali. Adapun Rosululloh SAW, para khulafaurrosyidin, para tabi'in termasuk empat Imam besar, mereka semua kelihatan sekali ciri kesholehannya dari luar. Lebih-lebih kalau kita umat Islam yang benar-benar memahami Manhaj Rosululloh SAW, dapat menilai perjuangan Hasan Tiro sangat tidak sesuai denga perjuangan Rosululloh SAW.

Untuk anda (bpk Ahmad Sudirman cs) perjuangan Hasan Tiro cs hanya untuk Aceh padahal perjuangan Rosululloh SAW tidak hanya untuk Madinah dan Makkah tetapi untuk semua umat di bumi ini. Rosululloh SAW bersabda, " Bukan golonganku orang yg menyeru kepada ashobiyah, bukan dari golonganku orang yg berperang untuk ashobiyah dan bukan golonganku orang yang mati karena ahobiyah".

Mana ada itu NII, GAM/TNA berjuang untuk negara dan bangsa lain apalagi untuk seluruh umat Islam di bumi ini. Saran saya buat bpk. Husaini mulai sekarang anda tidak usah mengirim komentar anda yang amburadul dan plin-plan ( kadang kesana kadang kesini ), alangkah baiknya anda menjadi pembaca yang budiman saja dari pada mengomentari nggak jelas. Kemudian kalau anda ingin mengomentari maka fahami dulu apa yang di tuliskan dan pikir yang masak-masak apa yang akan u tuliskan (apakah komentar yg akan anda tulis bertentangan dengan komentar bpk yg dulu atau tidak).

NB : Kami tidak memihak kepada RI maupun GAM/TNA. Jelas Ilmu ilmu yang kami pelajari berdasarkan Aal-qur'an dan Al-hadist yang shohih, sedangkan ilmu yang mereka (NII, GAM/TNA) pelajari hanya berdasarkan Al-qur'an dengan penafsiran seenaknya sendiri berdasakan hawa nafsu.

Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------