Sandnes, 26 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO HANYA IKUTAN WAHABIYIN SAUDI
Husaini Daud Sp
Sandnes - NORWEGIA.

 

MEMANG ROKHMAWAN BAGAI BOCAH YANG MENELAN APA YANG NAMPAK DAN TERIAK IKUTAN KAUM WAHABIYIN-NYA

Sudah berapa kali dikatakan Muhammad Al Qubra bahwa dia tidak mampu memahami realita (lugu), namun kata-kata itu dialamatkan balik kepada kita. Yang model begini adalah maling teriak maling.

Sekarang saya buktikan untuk kesekian kali bahwa anda tidak mampu memahami realita, akibatnya sesat dalam beragama, saya jelaskan apa yang anda katakan dibawah ini:

"Kemudian mengenai komentar-komentar Bpk.Husaini Daud di mimbar bebas ini ternyata hanya permainan kata-kata dan dia terjebak pula dengan kata-katanya sendiri. Simak komentar saya di bawah ini : "Ketika sdr Sumitro menuliskan komentarnya di mimbar bebas ini "Susah kalau kita menilai orang dari luarnya saja". Nah langsung itu bpk Husaini Daud tergopoh-gopoh dengan keluguannya mengibaratkan dengan sebuah pohon. Di mana pohon ini yang paling tersembunyi adalah akarnya. Namun apabila kita melihat batangnya kuat, daunnya rimbun buahnya banyak maka sudah dapat ditebak bahwa akarnyapun kuat. Sangat berbeda sekali komentar dia kpd sdr Sumitro dengan komentar dia terhadap saya ( Rokhmawan, 25 Juli 2004 )."

"Dulu saya mengatakan kalau Hasan Tiro bukan pemimpin islam yang sejati melainkan dia pemimpin untuk suatu pergerakan. Bagi saya, Hasan Tiro sama seperti pemimpin-pemipin pergerakan jaman sekarang. Mana ada itu Hasan tiro memakai jubah, jenggot panjang, cukur kumis dll ( ciri-ciri kesolehan yang nampak dari luar ). Langsung saja itu Bpk Husaini Daud dengan kemarahaanya membabi buta dalam menanggapi hal ini. Yang intinya bpk Husaini mengatakan ciri-ciri kesolehan itu tidak terletak pada jubbah, jenggot, cukur kumis dll." "Nah khan dari komentar-komentar di atas ternyata bpk Husaini Daud cs dalam berdiskusi tidak bisa menggunakan akal sehatnya. Mereka dalam berdiskusi susah di tebak kadang hari ini berkata begini namun besok berkata lain lagi bahkan bertentangan dengan yang kemaren ( Sama dengan komentarnya bpk Ahmad )." (Rokhmawan, 25 Juli 2004)

Baiklah Rokhmawan, dengarkan penjelasan balik dari saya:

Kan terbukti bahwa Rokhmawan itu lugu tidak mampu memahami masalah. Seorang Imam yang meneladani Rasulullah bukan dilihat pada sorban dan janggutnya, tetapi pada misinya, karyanya, kerjanya, aktivitasnya, aksinya, paham?

Sebagai orang dungu, anda menelan mentah-mentah conto tumbuhan yang saya paparkan. Yang menelan mentah-mentah kan anak-anak sebab dia tidak mampu memasaknya. Tidakkah anda punya pikiran, apa yang dapat diperlihatkan sebatang tumbuh-tumbuhan sebagai bukti bahwa akarnya yang tersembunyi baik atau buruk, selain realita batang, dahan, daun dan buah.

Dapatkah dia berjalan, beraksi? Kenapa begitu tolol, lalu membantah Ustaz Ahmad lagi, bukan tandingan kamu. Perbandingan Ustaz Ahmad Sudirman dengan kamu adalah seperti Guru dengan murid yang sedang belajar berdialog.

Jadi belajarlah dulu sama Bal'am yang lain di Solo sebelum mendebat Ustaz Sudirman.

"Bagaimana mungkin saya bisa menganggap Hasan Tiro itu seorang Imam sejati bagi umat islam aceh kalau dari luarnya saja tidak mencirikan kesholehan sama sekali. Adapun Rosululloh SAW, para khulafaurrosyidin, para tabi'in termasuk empat Imam besar, mereka semua kelihatan sekali ciri kesholehannya dari luar. Lebih-lebih kalau kita umat islam yang benar-benar memahami Manhaj Rosululloh SAW, dapat menilai perjuangan Hasan Tiro sangat tidak sesuai denga perjuangan Rosululloh SAW. Untu anda ( bpk Ahmad Sudirman cs ) perjuangan Hasan Tiro cs hanya untuk aceh padahal perjuangan Rosululloh SAW tidak hanya untuk Madinnah dan Makkah tetapi untuk semua umat di bumi ini. Rosululloh SAW bersabda, "Bukan golonganku orang yg menyeru kepada ashobiyah, bukan dari golonganku orang yg berperang untuk ashobiyah dan bukan golonganku orang yang mati karena ahobiyah". Mana ada itu NII, GAM/TNA berjuang untuk negara dan bangsa lain apalagi untuk seluruh umat islam di bumi ini." (Rokhmawan, 25 Juli 2004)

Kamu Rokhmawan tak usah membawa- bawa manhaj Rasulullah, tak usah membawa bawa sejarah Rasulullah, kamu tak mampu memahami yang mana manhaj Rasul yang asli dan mana yang palsu. Andaikata kamu baca yang palsupun, tak mampu mencernanya alias lugu.

Bangsa Acheh tidak terdiri dari satu kaum, kamu jangan selalu bodoh, tapi kalau bodoh sekali kali tak apalah, masih boleh pakai paling kurang, ya tukang bawa bungkus, gitu. Kamu tidak mampu memahami pengertian "asyabiah". Jangan sok alimlah. Tumbuh tumbuhan saja tak mampu kamu pahami, lalu kamu anggap Imam seperti pohon berjanggut dan bersorban, kamu kira Imam tidak dapat bergerak macam tumbuh tumbuhan, cukup saja dengan berjenggot dan bersorban, betapa tololnya kamu.

Rasulullah mengambil Madinah pertama sekali. Setelah madinah mantap baru diambilnya Mekkah. Tahap demi tahap adalah sistimatis bukan membabi buta. Kami bangsa Acheh tentu membebaskan Acheh dulu dari penjajahan orang orang kalian hai Rokhmawan. (orang yang mampu berfikir, Rokhmawan tergolong dalam penjajah. Dia memerangi/menjajah bangsa Acheh lewat mimbar bebas ini, tapi dia tidak sadar). Lalu setelah itu menyusul bangsa bangsa yang lain juga akan mardeka satu persatu.

Disaat itu Hindunesia Jawa Penjajah bubar agar kaum dhuafa tidak terbeban utang luar negri sampai ke anak cucunya sementara yang menikmatinya adalah Sontoloyo sontoloyo termasuk Rokhmawan cs.

"Saran saya buat bpk. Husaini mulai sekarang anda tidak usah mengirim komentar anda yang amburadul dan plin-plan (kadang kesana kadang kesini), alangkah baiknya anda menjadi pembaca yang budiman saja dari pada mengomentari nggak jelas. Kemudian kalau anda ingin mengomentari maka fahami dulu apa yang di tuliskan dan pikir yang masak-masak apa yang akan u tuliskan (apakah komentar yg akan anda tulis bertentangan dengan komentar bpk yg dulu atau tidak)." (Rokhmawan, 25 Juli 2004)

Liciknya kamu, maling teriak maling, anda adalah hambanya "firaun", bukan hamba Allah.

Saya berani ber-mubahalah dengan anda, sebagaimana tersebut dalam surat Ali 'Imran, QS 3: 61, mari kita sama-sama memintakan kepada Allah agar mendapatkan kutukan-Nya langsung andaikata kita berada dalam golongan yang bathil. Orang orang tipe anda tak layak berada di mimbar bebas ini. Lazimnya dua tiga kali sudah cukup, namun kalian ini benar benar menyebalkan.

"NB: Kami tidak memihak kepada RI maupun GAM/TNA." (Rokhmawan, 25 Juni 2004)

Kalau kamu tidak memihak kepada RI, kenapa kamu bela mati-matian sampai berani mengorbankan diri menjadi hamba thaghut dengan memelintirkan ayat ayat Allah surah Al Maidah ayat 44, 45 dan 47 serta ayat ayat Allah lainnya sebagaimana dijelaskan Ustaz Sudirman.

"Jelas Ilmu-ilmu yang kami pelajari berdasarkan Aal-qur'an dan Al-hadist yang shohih, sedangkan ilmu yang mereka (NII, GAM/TNA ) pelajari hanya berdasarkan Al-qur'an dengan penafsiran seenaknya sendiri berdasakan hawa nafsu." (Rokhmawan, 25 Juli 2004)

Ilmu yang kamu pelajari adalah "Hikayat Musang", tapi kamu tidak sadar sebab betapa lama kalian bersekongkol dengan Thaghut/Berhala Pancasila, namun kalian tidak sadar. Apa artinya kamu membantah sedangkan realitanya demikian, namun kalian tidak mampu memahami realita. Mari kita "ber-mubahalah". Jelas siapa yang munafiq akan terbukti. Jangan asik memposisikan diri dengan "maling teriak maling".

Billahi fi sabililhaq

Husaini Daud Sp

husaini54daud@yahoo.com
Sandnes, Norwegia.
----------