Stockholm, 26 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO MERUPAKAN BURUNG BEO-NYA KAUM WAHABIYIN SAUDI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KAUM WAHABIYIN SAUDI MELALUI KELOMPOK ROKHMAWAN & SALAFIYYAH-SOLONYA INGIN HANCURKAN THAGHUT PANCASILA DIGANTI DENGAN IDEOLOGI WAHABIYIN SAUDI TETAPI SALAH KAPRAH TIDAK TAHU BAGAIMANA METODE PENGGANTIANNYA

"Atas dasar apa bpk Ahmad Sudirman bisa mengatakan kalau Manhaj Salafy mendukung dan menyokong penuh pendudukan TNI yang telah mencaplok, menjajah Acheh ?. Apa hanya karena kami menggolongkan NII, GAM/TNA kedalam kaum khowarij ?. Kalau memang jawabannya itu yaaa. Itu adalah kekhilafan yang anda semua lakukan. Mengapa anda berbuat dan berkata demikian-demikian yang tidak ada dasarnya sama sekali kecuali sejarah Aceh saja. Kemudian jelas anda akan mengatakan dengan dasar Al-qur'an. Sudah saya katakan dari dulu kalau kita hidup di dunia ini tidak bisa hanya berpegang kepada Al-qur'an saja melainkan harus berpegang juga kepada Al-hadist yang shohih. Saya tidak akan mengulasnya lagi karena sudah saya kupas tuntas lewat artikel yang dulu-dulu. Atas dasar apa bpk Ahmad Sudirman cs mengatakan Manhaj kami ikut dalam pergantian pemimpin?. Sudah saya jelaskan dari dulu Manhaj Salafy tidak membenarkan bahkan ada yang mengharamkan ikut dalam pemilu. Tetapi karena yang ada dalam benak bpk Ahmad Sudirman cs hanya rasa dendam, sakit hati dan dengki kepada Manhaj kami, tetap saja mereka berkoar-koar yang tidak-tidak." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Mon, 26 Jul 2004 00:34:31 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Mengapa kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo mendukung dan menyokong penuh pendudukan TNI yang telah mencaplok, menjajah Acheh ?.

Pertama, tidak ada sepatah-katapun dari kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solonya yang menyatakan secara terang-terangan dan terbuka bahwa Pihak Pemerintah RI dari mulai Soekarno sampai Megawati bersama TNI/POLRI-nya telah menduduki, menjajah, membunuh, membantai rakyat muslim Acheh.

Rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila sejak Soekarno menelan Negeri Acheh 14 Agustus 1950, itu pihak Wahabiyin atau Salafiyyin dari Saudi tidak terdengar suaranya. Padahal itu rakyat muslim Acheh telah lama di bunuh dan dihancurkan oleh pasukan TNI/POLRI yang telah disumpah untuk taat dan setia pada thaghut pancasila.

Adakah pihak Kerajaan Saudi Arabia dibawah pengaruh kekuasaan kaum Wahabiyin atau Salafiyyin melakukan tindakan protes dan tindakan pengutukan terhadap kejahatan pihak Pemerintah RI dibawah Presiden Megawati dan TNI/POLRI dibawah perintah Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu ?.

Padahal kalian kelompok Rokhmawan dan kelompok Salafi-Solo-nya telah menyatakan dan mendeklarkan akan menggati sistem thaghut pancasila dengan sistem Islam ala Wahabiyin atau ala Salafiyyin.

Mengapa ketika Jenderal Soeharto memegang kekuasaan dengan pancasila-saktinya menggempur dan membunuh rakyat muslim Acheh, pihak Rokhmawan dan Salafi diam bungkan seribu bahasa ?.

Mengapa ketika Susilo BambangYudhoyono mendeklarkan perang terhadap rakyat muslim Acheh pada tanggal 19 Mei 2003, kalian kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya tidak kedengaran suaranya, baik dalam majalah kalian dan situs kalian mengutuk tindakan biadab pasukan TNI/POLRI atas perintah Panglima TNI Jenderan TNI Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu membunuh rakyat muslim Acheh ?.

Apakah kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo memang sudah buta atau memang pura-pura tidak tahu, atau kalian menganggap bahwa rakyat muslim Acheh telah melakukan pemberontakan terhadap pihak Pemerintah Negara kafir RI ?.

Itu kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo menggolongkan Khawarij kepada pihak GAM dan TNA adalah tidak banyak pengaruhnya kepada perjuangan GAM dan TNA di Negeri Acheh dan di dunia. Itu Khawarij hanyalah kelompok kalian yang gombal dan tidak ada apa-apanya. Itu khawarij yang kalian sebut-sebutkan sifatnya adalah sebenarnya lebih cocok dan kena dilabelkan kepada pemerintah Negara kafir RI yang telah menghancurkan rakyat muslim Acheh dan menjajah Negeri muslim Acheh.

Kalian menggolongkan khawarij kepada pihak GAM, TNA, NII, Hizbut Tahrir adalah salah alamat. Yang tepat alamatnya dalah para pimpinan Negara kafir RI yang telah menindas dan membunuh rakyat muslim Acheh dan rakyat muslim-nya sendiri.

Tetapi, karena kebodohan kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya yang hanya merupakan burung beo-nya kaum Wahabiyin Saudi atau kaum Salafiyyin Saudi, maka ciri-ciri yang ada pada pemerintah Negara kafir RI tidak kelihatan oleh Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya. Atau kalaupun kelihatan, maka itu ciri-ciri khawarij tidak bisa dikenakan kepada para pimpinan Negara kafir RI yang telah berani secara terang-terangan membentuk lembaga tandingan untuk pembuatan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang Allah SWT.

Karena kalau kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya melabelkan Khawarij kepada pimpinan Pemerintah Negara kafir RI, maka akan terkena akibatnya kepada rezim Kerajaan saudi Arabia yang mirip dengan rezim Pemerintah Negara kafir RI. Bagaimana tidak ?. Itu penguasa Kerajaan Saudi telah bertekuk lutut kepada George W. Bush dari Negara kafir Federasi Amerika.

Yang jelas, apa yang dilakukan oleh pihak kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya, terlebih dahulu harus ada persetujuan dari pemimpin kaum Wahabiyin atau Salafiyyin di saudi Arabia. Sedangkan kaum Wahabiyyin atau Salafiyyin Saudi tidak mungkin mengecam rezim Pemerintah Kerajaan Saudi, karena memang sebenarnya yang berkuasa di Saudi adalah justru pihak kaum Wahabiyyin atau Salafiyyin.

Jadi, wajar kalau kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya hanya merupakan burung beo penyambung lidah kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi. Dimana kalau pimpinan Wahabiyin Saudi mengatakan jangan kutuk pemerintah Megawati dari Negara kafir RI, maka sampai kiamatpun tidak akan dikutuk itu kejahatan dan kebiadaban pimpinan RI bersama TNI/POLRI-nya yang membunuh dan menjajah Negeri dan rakyat Acheh.

Jadi, Rokhmawan dan salafi-Solo, kalian jangan munafik. Kalian memang tidak mempunyai kekuasaan dan kalian tidak bisa berpikir bebas, kecuali pikiran kalian telah diatur dan disetir oleh kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi. Jangan munafik Rokhmawan dan Salafi-Solo.

Apa yang bisa kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo berikan untuk bahan penyelesaian konflik Acheh, kalau kalian hanya mengajukan usul berunding dengan cara damai disaksikan oleh orang ketiga. Itu cara dialog dan perundingan model yang kalian ajukan telah beberapa kali dilakukan oleh pihak GAM dan pihak Pemerintah Negara kafir RI, baik di Geneva ataupun di Tokyo, Jepang. Tetapi itu semua gagal terus, karena memang pihak Pemerintah Negara kafir RI membatalkan dan tidak ingin secara jujur melaksanakan isi perjanjian itu. Pihak Pemerintah RI tetap berusaha sekuat tenaga untuk menduduki dan menjajah Negeri Acheh, dimana kelihatan dari apa yang diungkapkan dan disodorkan disetiap perundingan, yakni, berunding tentang Acheh dalam kerangka NKRI.

Itu artinya pihak Pemerintah Negara kafir RI tetap ingin menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Boleh berunding, tetapi dalam kerangka NKRI, karena NKRI diklaimnnya sudah final.

Jadi sampai kiamat-pun kalau pihak Pemerintah Negara kafir RI tetap dalam pendiriannya seperti itu, maka itu konflik Acheh tidak akan selesai.

Padahal saya sudah mengajukan jalan penyelesaian secara damai dan aman, yakni melalui jajak pendapat dengan cara referendum yang disaksikan oleh badan PBB dengan memilih dua opsi, opsi YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI.

Tetapi, karena pihak Pemerintah Negara kafir RI tidak menghendaki Negeri Acheh itu jatuh kembali ketangan pemilik yang sah yakni rakyat muslim Acheh, maka pihak Pemerintah Negara kafir RI berusaha dengan berbagai cara dan jalan menghancurkan siapa saja dari rakyat Acheh yang ingin menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Selanjutnya, kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya ikut dalam proses penggantian pemimpin di Negara kafir RI.

Dengan cara kalian yang diam diri tidak berani mengemukakan alasan dasar sebagaimana yang tercantum dalam dasar hukum surat Al-Maidah: 44, 45, 47 kehadapan para pimpinan Negara kafir Pancasila, maka selama itu kalian telah ikut bertanggung jawab atas kelangsungan proses penggantian kepemimpinan di Negara kafir RI.

Buktinya, apakah kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solonya berani secara terang-terangan dan terbuka menyampaikan apa yang tertuang dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45 , 47 bahwa apa yang telah dilakukan dalam lembaga Kegislatif, seperti DPR, MPR dan juga dalam badan Eksekutif telah melanggar dan telah menjadi lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT.

Sampai kiamat-pun kalian kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya tidak akan berani menyatakan dan menyampaikan dakhwah model demikian. Mengapa ? karena pihak pimpinan kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi telah melarangnya. Sebabnya, apabila kaum Wahabiyin atau Salafiyyin membenarkan pengimanan sepenuh hati dan menjalankan sepenuh hati dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47 maka akibatnya akan mengenai kepada muka-muka para kaum Wahabiyin atau Salafiyyin yang berkuasa di Kerajaan Saudi Arabia.

Seterusnya menyinggung pemilihan umum legislatif di Negara kafir RI pada tanggal 5 April 2004 dan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 5 Juli 2004, secara tidak disadari oleh kelompok Rokhmawan dan kaum Salafi-Solo-nya bahwa pihak Rokhmawan dan Salafi-nya telah ikut juga membantu jalannya Pemilu. Mengapa ? Karena tidak pernah terdengar dari para pimpinan Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi menyatakan boikot pemilu di Negara kafir RI, disebabkan Negara kafir RI telah melakukan kejhatan dan pelanggaran hukum internasional dan hukum nasional dengan memberlakukan Darurat Militer di Negeri Acheh dan dilanjutkan dengan Darurat Sipil di Negeri Acheh.

Walaupun pihak Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya menulis: "Sudah saya jelaskan dari dulu Manhaj Salafy tidak membenarkan bahkan ada yang mengharamkan ikut dalam pemilu."

Jelas pihak Hawabiyin atau salafiyyin mengharamkan ikut pemilu karena memang sebenarnya gerakan Wahabi ini bukan gerakan yang berjuang menegakkkan dan membangun Daulah Islam, melainkan meluruskan ketauhidan sebagaimana yang telah dijalankan oleh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab yang menghancurkan bid'ah dan khurafat. Soal politik, mereka tidak terlibat. Yang dipentingkan oleh pihak Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab bersama keluarga Ibnu Saud adalah menghancurkan bid'ah dan khurafat, seperti menghancurkan bangunan-bangunan yang dibuat diatas kuburan atau makam.

Wahabiyin ikut terlibat dalam perang bersama keluarga Ibnu Saud karena memang dari sejak awal mereka saling bantu membantu. Tetapi, gerakan Wahabi atau Salafi yang dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab bukan gerakan untuk membangun dan menegakkan Daulah Islam selepas dinasti Usmaniyah Turki hancur, melainkan hanya untuk menyebarkan gerakan Wahabi atau Salafi-nya keseluruh dunia tanpa melibatkan politik didalamnya, apalagi ikut terlibat dalam membangun dan menegakkan Daulah Islam.

Tidak ada dalam kamus Wahabi atau Salafi itu menegakkan dan membangun Daulah Islam sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw. Yang ada dalam kamus Wahabi atau Salafi ini adalah dakhwah-dakhwah untuk menghancurkan bid'ah, khurafat, kuburan-kuburan bila ada dibangun diatasnya rumah. Lihat saja itu di Saudi apakah ada kuburan-kuburan di Saudi sebagaimana yang tampak di Jawa. Atau itu kuburannya Soekarno, kalau ketahuan oleh kaum Wahabiyin dari Saudi itu kuburan Soekarno dihancurkan dan diratakan dengan tanah. Tetapi kalau oleh Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya dianggap angin lalu saja.

Karena memang tidak ada dalam kamus Wahabi atau Salafi membangun dan menegakkan Daulah Islam sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw di Yatsrib, maka kelompok Rokhmawan dan Salafi-Solo pandainya hanya berdakhwah keliling, pakai jubah putih bergebay-gebay, jangkut leleh kebawah, kumis dicukur licin saja. Dan memang itulah cara dan metode dakhwah Wahabi atau Salafi ini. Dasar-dasar hukum Islam yang menyinggung kenegaraan dan pemerintahan tidak mau dijalankan dengan sepenuh hati dan sepenuh keyakinan.

Lihat saja kehidupan kaum Wahabi atau Salafi di pusatnya di Saudi, jangan jauh-jauh, Itu rakyat yang bukan rakyat Saudi yang benar-benar arab Saudi, itu adalah warga negara nomor dua. Mereka itu memang munafik. Tetapi kalau terhadap rakyat Amerika dan penguasa Amerika manggut-manggut. Jadi jangan munafik Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya.

Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya yang memulai memecah belah umat Islam adalah kalian. Apakah kalian pikir itu Wahabiyin atau Salafiyyin mengikuti manhaj Rasulullah saw ? Bagi orang kampung yang tidak mempergunakan akal pikiran dan keyakinan serta Petunjuk Allah SWT, maka akan sesat dibuatnya, kalau percaya begitu saja pada kaum Wahabi atau Salafi yang diimport dari Saudi Arabia ini.

Dengan orang model Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya lantang mendeklarkan: NII, GAM, TNA, Hizbut Tahrir, Abu Bakar Basyir, LDII, dll. Sebagai golongan Khawarij karena didasarkan pada "jahil terhadap ilmu fiqih, fitrah manusia dan syariat islam"

Coba pikirkan apakah memang itu ilmu fiqh hanya bisa dipelajari dan dikuasai oleh kaum Wahabi atau Salafi dari Saudi saja. Dan itu pelajaran syariat Islam hanya bisa dipelajari dan dikuasai oleh kaum Wahabi atau Salafi dari Saudi saja ? Kan itu alasan yang bodoh dan salah kaprah.

Coba saja baru saja saya mempertanyakan apakah kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo percaya yakin sepenuh hati dan mau menjalankan sepenuh keyakinan dan sepenuh kekuatan tenaga itu dasar hukum surat Al-Maidah: 44, 45, 47.

Eh, rupanya baru dihadapkan pada satu persoalan itu Rokhmawan dan salafi-Solo-nya sudah kelabakan, tidak sanggup menjawabnya, kecuali menulis: "Insya Alloh dengan sekuat tenaga yang diberikan Alloh SWT kepada kami, kami meyakininya dengan sepenuh hati (YA). Walaupun kami meyakini dengan sepenuh hati tetapi kami tidak akan mengatakan orang islam si A, si B termasuk kafir, dlolim, fasyik. Kalau seandainya kami mengatakan demikian ( si A, si B kafir) berarti kami seolah-olah ingin menyamai Alloh SWT dalam memvonis seseorang." (Fri, 16 Jul 2004 00:08:58 -0700 (PDT))

Dari jawab Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya ini sudah kelihatan bahwa memang benar itu kaum Wahabi atau Salafi Saudi ini memang tidak dibenarkan untuk membangkang kepada penguasa Wahabi atau Salafi di Saudi Arabia.

Kalau itu Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya menerima dan meyakini sepenuh hati, serta menjalankan sepenuh hati tanpa pembangkangan Al-Maidah: 44, 45, 47, maka jelas akan bertentangan dengan apa yang telah diajarkan oleh kaum Wahabi atau Salafi Saudi ini.

Padahal kan sudah jelas, bahwa Allah SWT yang menjatuhkan hukuman dalam Al-Maidah: 44, 45, 47. Bukan Rasulullah saw, bukan Ahmad Sudirman, bukan kaum Wahabi atau bukan kaum Salafi, bukan Rokhmawan, bukan Salafi-Solo yang menjatuhkan hukuman kepada mereka yang membuat lembaga tandingan pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT lalu tidak menetapkan hukum, undang-undang menurut aturan, hukum, undang-undang Allah, maka mereka yang berbuat itu disebut dan dihukum Allah SWT dengan sebutan kafir, zhalim, fasik.

Ahmad Sudirman hanya menjelaskan dan memberitahukan siapa yang telah melakukan dan membuat lembaga tandingan pembuat aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT lalu tidak menetapkan hukum, undang-undang menurut aturan, hukum, undang-undang Allah di Negara kafir RI. Kemudian disorot oleh dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47.

Jadi kalau Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya mengangap Ahmad Sudirman yang mengkafirkan si A si B dari umat Islam, jelas itu salah kaprah. Jelas itu Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya bodoh dan picik.

Tetapi, karena Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya hanyalah merupakan burung beo-nya kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi, ya, akhirnya kalau berdebat di mimbar bebas ini asal cuap saja.

Kemudian, itu Rokhmawan dan Salafi-Solonya sudah lupa, siapa yang mengobarkan perang/permusuhan antara umat islam Aceh dengan kelompok Salafi-Solo, kalau bukan Rokhmawan sendiri yang lebih dulu mendeklarkan bahwa GAM, TNA, NII, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir adalah masuk golongan Khawarij dengan alasan "jahil terhadap ilmu fiqih, fitrah manusia dan syariat islam"

Ya, jelas, karena Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya telah mendeklarkan permusuhan kepada pihak GAM, TNA, NII, Hizbut Tahrir, LDII, Abu Bakar Basyir dan itu dinyatakan terbuka kehadapan kaum muslimin di seluruh dunia, melalui mimbar bebas ini, maka Ahmad Sudirman setelah melihat pihak Rokhmawan dan Salafi-nya terus ngotot dengan alasan "jahil terhadap ilmu fiqih, fitrah manusia dan syariat islam". Padahal sebenarnya, kaum Salafi-Solo itu sendiri setelah dipelajari dan diteliti dan dipertanyakan ternyata mereka juga termasuk kelompok sesat dan munafik, maka hanya ada satu jalan untuk menghadapi kelompok Rokhmawan dan salafi-Solo sesat dan munafik ini yakni dengan cara menyatakan bahwa kelompok Rokhmawan dan salafi-Solo-nya merupakan musuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Jadi, siapa duluan yang menyiramkan bensin dan membakarnya, maka merekalah yang akan menerima akibatnya. Sekarang, rasakan oleh Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya ini. Bahwa akibat dari ulah kalian, yang seenak udel sendiri dengan berbagai alasan gombal khawarij kalian maka kalian tersungkur kedalam kancah kehancuran. Apa yang bisa dilakukan oleh kaum Wahabiyin atau Salafgiyyin Saudi untuk menolong kalian Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya ?

Paling saran saya, lebih baik kalian diam dan kalau perlu keluar dari negara kafir RI kembali ke Negeri asal Kaum Wahabi atau Salafi di Saudi Arabia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 26 Jul 2004 00:34:31 -0700 (PDT)
From: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>
Subject: Bapak Ahmad Sudirman cs Telah Ber-Sukhudzon Kepada Manhaj
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Bapak Ahmad Sudirman cs Telah Ber-Sukhudzon Kepada Manhaj Salafy.

Semoga dengan rahmat dan hidayah-Nya, Alloh SWT membukakan pintu taubat kepada bpk Ahmad Sudirman cs, Warga NII dan Anggota GAM/TNA atas kejahilan-kejahilan yang telah mereka lakukan.

Sementara saya tujukan untuk semua umat muslim di manapun berada khususnya Bpk Ahmad Sudirman cs, Warga NII, GAM/TNA tunjukkan kepada saya apakah ada ulama dari kalangan anda yang di akui oleh Alloh SWT dan telah disepakati oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia ini ? (Jangan mengada-ada kalau menjawab).

Namun apabila kaliyan tetap menjawab ada berarti ulama tersebut bukan ulama yang sebenarnya. Karena bagaimana mungkin ada ulama dari kalangan kaiyan kok mengatas namakan kebangsaan, kenegaraan (NII). Yang dinamakan ulama itu adalah ulama rusydi yang meyakini Al-qur'an dan Al-hadist yang shoheh serta berjuang untuk kemaslahatan umat islam di manapun berada.

Baiklah bpk.Ahmad Sudirman cs yang belum mau menerima kebenaran yang datang dari Alloh SWT dan Rosululloh SAW, mengapa anda tidak henti-hentinya memfitnah, mencela dan menuduh Manhaj Kami ?.

Apa hanya karena kami menggolongkan NII, GAM/TNA ke dalam Kaum Khowarij ?. Sudah sering saya sarankan hapus saja kejahilan-kejahilan yang ada pada anda semua. Dengan langkah begitu maka kami insyaalloh akan menghapusnya sendiri tetapi ini juga memerlukan bukti dan fakta dilapangan. Sebelum kami memvonis anda semua termasuk Kaum Khowarij, maka kami membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus membuktikannya berdasarkan ilmu dan fakta dilapangan.

Sedangkan bpk Ahmad cs mengatakan kami sesat, munafik, teroris dan biadab hanya membutuhkan waktu tidak kurang dari 3 hari yang ditampilkan lewat mimbar bebas ini (ini tidak pernah dicontohkan oleh ulama Rusydi), yang lebih parah lagi dia tidak membuktikannya dengan fakta kehidupan sehari-hari. Ingat fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Rosululloh SAW bersabda, "Mencaci umat islam adalah kefasyikan dan membunuhnya adalah kekafiran" ( HR. Bukhori ), tolong diralat kalau ada kesalahan.

Atas dasar apa bpk Ahmad Sudirman bisa mengatakan kalau Manhaj Salafy mendukung dan menyokong penuh pendudukan TNI yang telah mencaplok, menjajah Acheh ?.

Apa hanya karena kami menggolongkan NII, GAM/TNA kedalam kaum khowarij ?. Kalau memang jawabannya itu yaaa. Itu adalah kekhilafan yang anda semua lakukan. Mengapa anda berbuat dan berkata demikian-demikian yang tidak ada dasarnya sama sekali kecuali sejarah Aceh saja. Kemudian jelas anda akan mengatakan dengan dasar Al-qur'an. Sudah saya katakan dari dulu kalau kita hidup di dunia ini tidak bisa hanya berpegang kepada Al-qur'an saja melainkan harus berpegang juga kepada Al-hadist yang shohih. Saya tidak akan mengulasnya lagi karena sudah saya kupas tuntas lewat artikel yang dulu-dulu.

Atas dasar apa bpk Ahmad Sudirman cs mengatakan Manhaj kami ikut dalam pergantian pemimpin?. Sudah saya jelaskan dari dulu Manhaj Salafy tidak membenarkan bahkan ada yang mengharamkan ikut dalam pemilu. Tetapi karena yang ada dalam benak bpk Ahmad Sudirman cs hanya rasa dendam, sakit hati dan dengki kepada Manhaj kami, tetap saja mereka berkoar-koar yang tidak-tidak.

Naaah setelah anda umat Islam di seluruh dunia melihat komentar bpk Ahmad kemaren jelas sekali yang akan mengadu domba untuk berperang adalah dia /pak Ahmad. Perhatikan komentarnya di bawah ini (intinya saja): "Kaliyan Rokhmawan dan Salafy di solo mulai saat ini kalian menjadi musuh umat Islam di Aceh ".

Apabila kita perhatikan kalimat ini maka akan di tarik kesimpulan:

1. Bapak Ahmad mulai mengobarkan perang/permusuhan antara umat islam aceh dengan Manhaj Salafy di Solo.

2. Bapak Ahmad Sudirman berlagak sebagai ulama', Amirul Mukminin/Imam/Presiden bagi rakyat acheh sehingga dia mengumumkan perang terhadap kami.

3. Kalimat di atas berkurang beberapa kata dari yg kemaren-kemaren dimana dia mengatakan, "Kaliyan Rokhmawan dan Salafy di Solo mulai saat ini menjadi musuh umat islam di Aceh dan seluruh dunia....".

Perlu kami jelaskan lagi Manhaj kami tidak pernah ikut dalam proses pengangkatan pemimpin model Sukarno, Suharto, Habibi dst bahkan Hasan Tiro cs sekaligus. Jelas sekali alasan apapun yang mereka pakai, mereka sangat berambisi kepada kekuasaan.

Wallohu'alam bi showab.

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------