Stockholm, 27 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MAKIN MELANTUR BURUNG BEO-WAHABIYIN ROKHMAWAN & BURUNG SALAFI-SOLO-WAHABI SAUDI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN LAMA MAKIN MELANTUR SAJA BUNYI BURUNG BEO-WAHABIYIN ROKHMAWAN & BURUNG SALAFI-SOLO-WAHABI SAUDI

"Islam tegak bukan karena kekuasaan melainkan Islam tegak karena dakwah. Tujuan kita diciptakan oleh Alloh SWT adalah untuk beribadah (dlm arti luas) kepada-Nya. Alat yang digunakan untuk penghambaan kita kepada Alloh SWT adalah dengan dakwah sesuai dengan dakwahnya Rosululloh SAW sedangkan kekuasaan atau pemerintahan Islam adalah hasil dari orang-orang yang beriman dan bertakwa kpd Alloh SWT. Apabila kita menganggap kekuasaa sebagai alat untuk menghambakan diri kita untuk beribadah kpd Alloh SWT maka fitnahlah yang akan terjadi seperti kasus di Acheh, RI dll. Sehingga mereka (Hasan Tiro, Sukarno, Suharto dll) berambisi untuk memperoleh kekuasaan. Padahal Rosululloh SAW menolak adanya kekuasaan, ini ada nash Al-qur'annya yg kuat. Tidak perlu saya ulang, silakan baca dari awal-awal saya memberi komentar kpd Bpk Ahmad cs terutama setelah anda bertanya kpd saya apakah Islam bisa tegak tanpa kekuasaan. Kata-kata imam disini tidak mutlak seperti apa yang di firmankan oleh Alloh SWT antara lain harus berhukum dengan hukum Alloh SWT dll melainkan yang lebih penting adalah dimana pemerintahan itu mengatur sebagian besar umat Islam." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Mon, 26 Jul 2004 21:28:26 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Sampai dunia kiamatpun itu Rokhmawan dan Salafi-Solonya yang sudah diikat oleh pandangan kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi Arabia, maka tetap saja bunyi burung beo-wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi tidak akan berobah, bahkan makin melantur tidak tentu ujung pangkalnya.

Karena memang burung beo-Wahabiyin Rokhmawan & Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah dicap dalam kepalanya oleh para pendiri Wahabiyin dan Salafiyyin di Saudi Arabia, maka tidak mungkin itu mereka akan yakin dan percaya sepenuh hati dan sepenuh keyakinan serta menjalankan ayat-ayat Allah SWT dengan sekuat tenaga dan sekuat keyakinan.

Karena itulah burung beo-Wahabiyin Rokhmawan & Salafi-Solo-Wahabi-Saudi makin sesat dan munafik saja.

Coba perhatikan apa kata burung beo-Wahabiyin Rokhmawan & Salafi-Solo-Wahabi-Saudi ini: "Islam tegak bukan karena kekuasaan melainkan Islam tegak karena dakwah. Tujuan kita diciptakan oleh Alloh SWT adalah untuk beribadah (dlm arti luas) kepada-Nya. Alat yang digunakan untuk penghambaan kita kepada Alloh SWT adalah dengan dakwah sesuai dengan dakwahnya Rosululloh SAW sedangkan kekuasaan atau pemerintahan Islam adalah hasil dari orang-orang yang beriman dan bertakwa kpd Alloh SWT."

Ini memang persis itu ajaran Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, dimana dengan dakhwah untuk menghancurkan bid'ah, khurafat, dan menjauhkan diri dari politik dan kekuasaan. Bangunan-bangunan yang dibuat diatas kuburan dihancurkan, karena dijadikan tempat meminta-minta dan berdo'a-do'a kepada roh dalam kubur. Sehingga tidak ada satupun kuburan di Saudi Arabia yang kelihatan, sama rata dengan tanah. Habis disapu bersih oleh kaum Wahabiyin atau Salafiyyin ini.

Memang Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab bekerjasama dengan Amir Ibnu Saud, tetapi itu Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab tidak ada minat masuk kedalam pemerintahan, walaupun diangkat oleh Amir Ibnu Saud sebagai Menteri Penerangan selama 46 tahun.

Mau juga akhirnya Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab duduk diatas kursi Menteri Penerangan dalam kabinet Ibnu Saud.

Tetapi kepada para pengikut Wahabi atau kaum Wahabiyin ini dilarang melibatkan diri dalam pemerintahan dan politik, lebih baik berdakhwah saja, sebagaimana Rasulullah saw berdakhwah ketika di Mekkah. Tetapi jangan mencontoh Rasulullah saw ketika di Yatsrib, karena Rasulullah saw ketika di Yatsrib bukan berdakhwah lagi melainkan telah membangun dan membentuk Daulah Islam dan pergi berperang melawan dan mempertahankan Islam, Negara, rakyat Islam di yatsrib dari serangan kaum musyrik dan kafir yang menyerang dari luar Yatsrib, khususnya dari kaum musyrikin dan kafirin Mekkah.

Begitu juga untuk kaum Wahabiyin atau Salafiyyin itu manhaj hijrah Rasulullah saw jangan diikuti, karena itu tidak betul berhijrah dari Mekkah ke Madinah, yang benar arti hijrah adalah "pindah dari amalan keburukan kepada amalan kebaikan".

Selanjutnya itu kaum Wahabiyin atau salafiyyin ini membuang jauh-jauh ayat-ayat Allah SWT yang memerintahkan hijrah seperti yang terkandung dalam surat Al-Anfal:72, 74, 75, Al Baqarah, QS 2: 218, Al Ahzab, QS 33: 50, Ali 'Imran, QS 3: 195, At Taubah, QS 9: 20, An Nahl, QS 16: 41, 110, Al-Haj, QS 22: 58, An-Nisa, QS 4: 89, 97, 100.

Seterusnya itu Daulah Islam Rasulullah yang dibangun dan ditegakkan di Yatsrib dianggap sebagai
hasil dari orang-orang yang beriman dan bertakwa kpd Alloh SWT, melalui dakhwah-dakhwah yang dilakukan Rasulullah saw di Mekkah.

Apabila dakhwah-dakhwah itu tidak berhasil, maka hasilnya Daulah Islampun nihil alias nol. Tetapi karena dakhwah Rasulullah saw di Mekkah berhasil, maka hasilnya Daulah Islam di Yatsrib.

Begitu juga setelah Rasulullah hijrah ke Yatsrib, itu dakhwah di Yatsrib makin gencar dilakukan keluar negeri Yatsrib, tetapi bukan melalui perang, hanya melalui dakhwah.

Nah, itulah ajaran kaum Wahabiyin atau salafiyyin yang dicerna oleh Rokhmawan burung beo-nya Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi.

Jadi wajarlah kalau di mimbar bebas inipun bunyinya sama seperti bunyi kaum Wahabiyin di Saudi Arabia: "Apabila kita menganggap kekuasaan sebagai alat untuk menghambakan diri kita untuk beribadah kpd Alloh SWT maka fitnahlah yang akan terjadi seperti kasus di Acheh, RI dll. Sehingga mereka (Hasan Tiro, Sukarno, Suharto dll) berambisi untuk memperoleh kekuasaan. Padahal Rosululloh SAW menolak adanya kekuasaan, ini ada nash Al-qur'annya yg kuat."

Memang begitulah paham dan ajaran Wahabiyin atau Salafiyyin ini. Semua kaum Wahabiyin atau Salafiyyin harus dijauhkan dari kekuasaan, pemerintahan dan politik. Difokuskan kepada penghancuran bid'ah dan khurafat, terutama kepada orang-orang yang pergi ziarah kekuburan wali atau orang alim untuk minta berkah. Tetapi, kalau Raja, Presiden, Menteri-menteri berbuat korupsi, melakukan tindakan yang menyimpang dari apa yang ditetapkan Allah SWT, maka dibiarkan. Lihat saja di Saudi Arabia. Kaum Wahabiyin atau Salafiyyin ini membiarkan apa kerja itu Raja-Raja keturunan Ibnu Saud ini.

Kaum Wahabiyin atau Salafiyyin di Saudi dilarang memprotes, membangkang, menentang kepada Raja dan keluarga raja keturunan Ibnu Saud, walaupun kelihatan banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh keluarga Raja keturunan Ibnu Saud ini. Misalnya tidak mengapa bekerja sama dengan pimpinan Negara kafir federasi Amerika yang menghancurkan ummat Islam di Afghanistan dan di Irak. Selama pimpinan Negara kafir federasi Amerika tidak menggangu raja Saudi Arabia, maka dipeluknya erat-erat itu George W. Bush.

Begitu juga di Negara kafir Pancasila RI, walaupun dimulut Rokhmawan dan Salafi-Solo ingin menghancurkan sistem thaghut pancasila, tetapi karena pihak kaum Wahabiyin atau Salafiyyin di Saudi melarang memprotes keras kepada pimpinan Negara kafir RI, maka sunyi senyap saja. Boleh dilakukan tetapi dengan cara dakhwah. Tetapi dalam dakhwah juga jangan disinggung ayat-ayat yang terkandung dalam surat Al-Maidah: 44, 45, 47. Sebabnya itu dianggap membangkang kepada pimpinan negara RI yang mayoritas rakyatnya muslim, walaupun negaranya negara kafir, karena hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Misalnya tidak mengapa Negara kafir RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Tetapi kalau rakyat muslim Aceh menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila dianggap sebagai pemberontak dan digolongkan kepada khawarij. Alasannya rakyat Acheh menentang dan memberontak kepada pemerintah Negara kafir RI.

Kemudian, kaum Wahabiyin atau Salafiyyin jangan menghambakan kepada kekuasaan, karena kekuasaan itu akan menjadi fitnah. Rasulullah saw ketika membangun dan menegakkan Daulah Islam di Yatsrib itu bukan untuk kekuasaan, bahkan Rasulullah menolak kekuasaan, dan Rasulullah hanya untuk berdakhwah saja sampai akhir hayatnya.

Seterusnya yang dinamakan imam itu menurut kaum Wahabiyin adalah bukan yang menjalankan apa yang diperintahkan Allah melalui Rasul-Nya Muhammad saw. Tetapi yang dinamakan imam adalah yang memimpin mayoritas ummat Islam.

Jadi, bisa saja itu Megawati yang dari partai sekular PDI-P dan Soekarno yang mencampur adukkan nasionalisme agama dan komunis, juga bisa saja Jenderal Soeharto yang mensaktikan pancasila, begitu juga Abdurrahman Wahid yang cinta pada sekularisme dijadikan sebagai imam kaum muslimin dalam pemerintahan sekular Negara kafir RI, karena mayoritas rakyat Negara kafir RI adalah ummat Islam.

Nah, itulah pandangan-pandangan yang diajarkan oleh kaum Wahabiyin atau Salafiyyin dari Saudi Arabia yang telah menjadi racun bagi kehidupan kaum muslimin di seluruh dunia, khususnya kaum muslimin di Negara kafir RI.

Jadi, makin lemah saja itu kaum muslimin yang dikontrol oleh kaum Wahabiyin atau Salafiyyin made in Saudi ini.

Itulah racun yang disebarkan oleh kaum Wahabiyin atau Salafiyin Saudi yang sekarang terus merayap kemana-mana, hanya bagi ummat Islam yang yakin sepenuh hati dan yang ingin menjalankan ayat-ayat yang telah diturunkan Allah SWT dengan sepenuh hati, maka itu pahak Wahabiyin atau Salafiyyin tidak masuk dan tidak mungkin berkembang.

Karena itu kaum Wahabiyin atau Salafiyyin ini kalau berjumpa dengan orang-orang muslim ynag mukmin yang yakin seyakin-yakinnya akan ayat-ayat Al-Qur'an dan menjalankannya sepenuh keyakinan dan sepenuh tenaganya, maka pihak kaum Wahabiyin atau Salafiyyin ini tidak berkutik. Paling untuk menghidarnya dipakailah senjata gombal khawarijnya.

Bagi kaum Wahabiyin atau Salafiyyin made in Saudi ini tidak peduli apakah dengan senjata khawarijnya itu akan memporak-porandakan ummat Islam atau tidak, bagi mereka tidak menjadi persoalannya. Pokoknya pakai dalil picik saja yang disebut tiga dalil picik, yaitu jahil fikih, jahil syariat Islam, dan jahil fitrah manusia.

Padahal kalau ditelusuri sedikit mendalam, justru itu kaum Wahabiyin atau Salafiyyin made in Saudi ini memang sesat karena secara terang-terangan membangkang dan menolak serta tidak mempercayai sepenuh keyakinan serta tidak ingin menjalankan sepenuh keyakinan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Contohnya saja itu kaum Wahabiyin atau Salafiyyin menolak mentah-mentah dan tidak mau menjalankan dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47. Bagi kaum Wahabiyin atau Salafiyyin menolak dan tidak menjalankan ayat-ayat Allah tidak menjadi persoalan besar, yang penting itu khurafat dan bid'ah dihancurkan seperti menghancurkan bangunan-bangunan diatas kuburan. Itu tujuan pergerakan kaum Wahabiyin atau Salafiyyin nomor satu. Coba baca lagi sejarah sepak terjang Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab pada awal-awalnya di kampung kelahirannya, 'Uyainah. Kemudian karena ditentang oleh pihak Khalid Sulaiman bin Ari'ar al-Khalidi yang mengancam kepada Amir Uthman penguasa daerah 'Uyainah: "Apabila Amir Uthman tetap membiarkan dan mengizinkan Syeikh Muhammad terus berdakwah dan bertempat tinggal di wilayahnya, serta tidak mau membunuh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab, maka semua pajak dan upeti wilayah Badui yang selama ini dibayar kepada Amir Uthman akan diputuskan (ketika itu wilayah Badwi tunduk dibawah kekuasaan pemerintahan Uyainah).". Akhirnya Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab keluar dari 'Uyainah pergi keluar 'Uyainah menuju ke Negeri Dar'iyah yang dikuasi oleh Amir Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Saudi Arabia).

Terakhir, memang wajar kalau burung beo-Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi Saudi ini terus berkicau tanpa ujung pangkalnya di mimbar bebas ini dengan bunyi dakhwah-dakhwahnya yang bercita-cita merobah sistem thaghut pancasila dengan sistem Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi-nya dengan cara manhaj dakhwah ala Wahabi atau Salafi made ini Saudi yang tunduk patuh kepada thaghut pemerintah Negara kafir Federasi Amerika.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 26 Jul 2004 21:28:26 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Itu Sdr Syifa dan Peace org dll, Kalau Membaca Komentar Harus Dari Awal
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk, narastati@yahoo.com, netty_suwarto@hotmail.com, me_yuni@yahoo.com, dhienpayabujok@yahoo.com, djuli@pc.jaring.my, alue_meriam@yahoo.com, tgk_dibarat@yahoo.com, sjones@crisisweb.org, panglima_tiro@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Itu Sdr Syifa dan Peace org dll, kalau membaca komentar harus dari awal.

Baiklah sdr Syifa yang begitu lugu sekali, anda perlu baca ulang komentar-komentar yang pernah saya kirimkan kepada bpk. Ahmad Sudirman cs juga kepada anda sendiri.

Anda menulis "Terlebih dahulu saya sampaikan, kenapa anda (Rokhmawan) belum memberi jawaban atas tanggapan-tanggapan saya terdahulu ?".

Yang anda maksudkan yang mana, kelihatan sekali kalau sdr Syifa ini tidak mau membaca komentar-komentar saya yang sudah terkirimkan kepada Bapak Ahmad Sudirman cs juga kepada anda. Coba anda baca ulang lagi dari awal (kira-kira 1,5 - 2 bulan yg lalu) perdebatan saya melawan bpk Ahmad Sudirman.

Tapi tidak mengapa akan saya ringkas sedikit saja. Islam tegak bukan karena kekuasaan melainkan Islam tegak karena dakwah. Tujuan kita diciptakan oleh Alloh SWT adalah untuk beribadah (dlm arti luas) kepada-Nya. Alat yang digunakan untuk penghambaan kita kepada Alloh SWT adalah dengan dakwah sesuai dengan dakwahnya Rosululloh SAW sedangkan kekuasaan atau pemerintahan Islam adalah hasil dari orang-orang yang beriman dan bertakwa kpd Alloh SWT.

Apabila kita menganggap kekuasaa sebagai alat untuk menghambakan diri kita untuk beribadah kpd Alloh SWT maka fitnahlah yang akan terjadi seperti kasus di Acheh, RI dll. Sehingga mereka (Hasan Tiro, Sukarno, Suharto dll) berambisi untuk memperoleh kekuasaan. Padahal Rosululloh SAW menolak adanya kekuasaan, ini ada nash Al-qur'annya yg kuat. Tidak perlu saya ulang, silakan baca dari awal-awal saya memberi komentar kpd Bpk Ahmad cs terutama setelah anda bertanya kpd saya apakah Islam bisa tegak tanpa kekuasaan. Ini saya kirimkan kepoada anda juga.Kemudian untuk pertanyaan anda: "Apakah benar Penguasa Pemerintah RI penerus Risalah Rosulullah ?"

Inilah pertanyaan anak SD yang lugu sekali. Memang dari awal sdr sukma bertanya kepada saya pasti pertanyaan yg sudah tahu jawabannya yaitu tidak, seperti misalnya "Apakah Rosululloh SAW yang menentang Abu Jahal termasuk Khowarij ?". Jelas sekali tidak. Untuk sukma yang menggelikan anda tidak usah bertanya soal itu alangkah baiknya anda ikuti perdebatan saya melawan pak Ahmad Sudirman. OK !.

Suatu saat anda akan tahu siapa itu pemimpin yang mereka muliakan (Hasan Tiro). Yang jelas perjuangan Hasan Tiro sudah melenceng dan menyempal dari perjuangan Rosululloh SAW. Sedikit akan saya tanggapi menurut imam Al Bahari Khowarij adalah "Setiap orang yang memberontak kepada imam (pemerintah) kaum muslimin adalah Khawarij. Dan berarti dia telah memecah kesatuan kaum muslimin dan menentang sunnah. Dan matinya seperti mati jahiliyyah." (Syarhus Sunnah karya Imam Al Barbahari, tahqiq Abu Yasir Khalid Ar Radadi hal. 78).

Kata-kata imam disini tidak mutlak seperti apa yang di firmankan oleh Alloh SWT antara lain harus berhukum dengan hukum Alloh SWT dll melainkan yang lebih penting adalah dimana pemerintahan itu mengatur sebagian besar umat Islam.

Nah dengan adanya kelompok yang ingin memperjuangkan syariat dan hukum-hukum Alloh SWT tetapi selama tidak terjadi peperangan dan pembunuhan maka bukan khowarij. Manakal sebaliknya adanya kelompok yang ingin merdeka, ingin menentukan nasib sendiri dengan dalih ingin menegakkan Daulah Islam tetapi mengakibatkan perpecahan dikalangan umat Islam itu sendiri dan terjadi peembunuhan dll maka inilah yang di namakan Kaum Khowarij apalagi kalau mereka memiliki ciri-ciri seperti jahil terhadah fikih dan syariat Islam, jahil terhadap fitrah manusia dan mengkafir-kafirkan orang Islam dll. Semoga dengan penjelasan yg sedikit sekali ini dapat membuka wawasan anda sdr Sukma di Cilegon.

Kemudian terimakasih saya sampaikan kepada sdr Peace org atas komentar balik anda. Sebenarnya terjadinya perpecahan umat Islam ini salah satunya adalah mereka mudah menggolongkan umat islam si A, si B kedalam kaum kafir.

Kemudian juga karena mereka tidak mau menuntut ilmu terutama ilmu hadist bersama para perawinya yang shohih. Nah apabila kita tidak mau menuntut ilmu hadist maka beginilah akibatnya umat Islam merasa benar sendiri.

Sebenarnya saya sudah memberi saran kepada Bpk Ahmad Sudirman cs agar mereka memperhatikan dan menuntut ilmu hadist yang begitu banyak sekali. Nah dengan kita tahu hadist yang shohih maka tidak mungkin kita akan menggolongkan mereka ( Amin Rais, SBY dll ) ke dalam kafir.

Namun jelas sekali itu pak Dirman cs menolak mentah-mentah karena mereka berpedoman hanya dengan Al-qur'an saja. Ini khan namanya salah kaprah. Anda baca lagi komentar saya dari pertama-pertama saya terjun ke mimbar bebas ini. Di mana mereka mengatakan kurang lebih " Hadist banyak yang palsu, dloif kendati di tulis ini hadist shohih". Khan dari sini saja mereka (Bpk. Ahmad cs) sudah tidak mempercayai dan meyakini itu hadist shohih. Padahal saya sudah sering menasehati mereka agar mereka belajar dulu mengenai ilmu hadist tetapi mereka tidak pernah menghiraukannya dan malah memaki kami.

Saran saya untuk semua umat Islam di seluruh dunia ini terutama yang baru bergabung dengan mimbar bebas ini maka di harapkan bacalah dari awal perdebatan saya melawan pak Ahmad Sudirman cs dan fahamilah setiap kalimat yang saya lontarkan kepada mereka.

Waalohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------