Kuala Lumpur, 29 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN MEMBUAT PERBANDINGAN YANG BODOH
Ham Am
Kuala Lumpur - MALAYSIA.

 

BAPAK ROKHMAWAN, SAYA TIDAK BERANI MEMANGGIL ANDA USTAZ

Maaf kan saya sedikit masok campur dalam perdebatan anda dengan Ahmad Sudirman cs. Saya tau ini mimbar sangat bebas. Tapi Islam tidak hanya bebas untuk kalian berdua, Islam berhak kepada siapa2 yang ingin menganutnya, walau hanya nampak kalian berdua yg berdebat. Tapi anda pun tau ramai orang yang menjadi juri tanpa anda melantiknya. Saya adalah salah seorang yang menyimak setiap kali kalian berbalas email. Kalian adalah 2 perwira yang tengah bertarung pendapat. Semoga Allah merahmati kalian. Tapi alangkah baiknya suatu pendapat yang diajukan secara tak emosional, lemparlah pertanyaan dengan menunggu kebenaran, jangan menunggu kemenangan. Saya adalah pak juri yang tak perlu menunggu kalian lantik. Setiap nilai yang saya hadiahkan berdasarkan kajian yang seksama.

Pada kali ini saya membaca tulisan anda, saudara Rokhmawan telah membuat 1 perbandingan yang tak munasabah langsung. Peringkat Kenabian tak kan di jumpai di dalam level sahabatnya. Peringkat wali [aulia] lain dengan ulamak. Peringkat ulamak dahulu tak sebanding dengan ulamak akhir zaman macam sekarang. Disini bukan saya mengajar. Tapi tahukah anda kata2 wali yang ada pada nama Tgk Hasan di Tiro bukan waliullah. Tgk Hasan di Tiro tak lebih dari ummat biasa yang lemah dan serba kurang macam kita2.

Jadi bila anda buat perbandingan dengan Rasulullah, memanglah macam siang dengan malam beda nya. Jangan buang waktu menunggu persamaan dengan perjuangan Nabi kita. Sahabat pun tak dapat buat apa yang semua dimiliki oleh Rasul nya. Apa lagi Tgk Hasan di Tiro. Motif perjuangan Nabi untuk meng-Islamkan orang kafir. Tgk Hasan di Tiro bukan mau meng-Islam-kan orang Indosia Jawa [orang Islam yang tak menjalankan hukum Islam sebenar].

Bila anda buat perbandinagan antara Rasulullah dengan Tgk Hasan di Tiro, jelas Ahmad Sudirman kalah 1:0. Sebab Tgk Hasan di Tiro tak boleh buat apa yang semua Nabi buat. Tgk Hasan di Tiro pun kalah 1:0.

Ini adalah sebodoh2 orang yang buat bandingan. Silahkan tunggu malam yang tak lama lagi akan terang benderang bagai di siang bolong. Sangat jarang orang mimpi di siang bolong. Masihkah anda berpikir yang anda ini pandai?. Sebab inilah saya tunda untuk panggil anda ustaz. Mungkin anda tengah dikelabui oleh suatu golongan. Entah siapa golongan itu. Kenapa anda biarkan bila orang tuang air dalam lubang pantat anda?. Maaf ini saya petik dalam salah satu pepatah Aceh [jiboh ie'lam punggo'ng] jangan biarkan orang buat macam itu atas anda. Karena anda sudah membandingkan Rasul dengan Tgk.Hasan di Tiro, yang sampai kapanpun takkan sama, maka anda telah coba untuk mengelabui umat Islam sedunia. Padahal mereka itu tak sebodoh yang anda bayangkan.

Usaha untuk mengelabui kami sedunia tak semudah Rokhmawan membalik telapak tangan. Oleh karena kebodohan anda, maka saya selaku salah seorang juri, berhak memberi anda nilai: 0 UNTUK MENDAPAT NILAI YG TINGGI CUBA LAGI, DGN BAPAK JUARA KITA KALI INI, AHMAD SUDIRMAN.

PESAN PAK JURI: sebelum anda menghadapi pak Ahmad Sudirman, ada baiknya anda belajar sekali lagi kenapa orang Aceh melawan NKRI semacam mane NKRI di benci oleh Maluku, Papua, Timor Leste, dan beberapa propinsi lain.

Kalau system NKRI betul kenapa ramai tak suka? Kalau anak merajok orang tua mungkin tak penuhi hasrat anak. Dan NKRI tak pernah mengaku bodoh, ekonominya sangat memalukan. Padahal hasil buminya dahsyat, rakyatnya kucar-kacir lari kemerata dunia tuk menyambung hidup. Orang pandai tak berkesempatan jadi pemimpin. Bila pemimpin indon berhadapan dengan pemimpin non-indon, semua diajak ngomong indonesia raya. Budak SMP-pun tau bahasa English. Tidak ada yang boleh dibanggakan dalam system kenegaraan indon. Tak ubah macam negara anak2. Sangat banyak keburukan & ketinggalan yang ada dalamnya. Konon negara Islam. Tunjukkan satu hukum Islam yang pernah dijalankan di indon.

Maaf saya ngomong dah lewat batas. Ini bukan hak pembicaraan juri. Tapi saya mengaku salah, hanya ini pada perjumpaan kali ini. Semoga sama2 menahan marah kalau ada.

Tapi carilah contoh lain untuk membandingkan Tgk Hasan di Tiro. Namun kalau saya Ahmad Sudirman akan saya tanya pada anda kenapa: Rasululloh saw: pernah di turun kan kitab suci yg sangat mulia [Al-Qur`an], Tgk.Hasan di Tiro: sampai sekarang Allah belum di kasih apa2 kitab, kira 2 kapan sih Allah turunkan sebuah kitab untuk Tgk.Hasan di Tiro?

Saya tau ini soalanpun di antara yang terbodoh di dunia, makanya saya tak kan tanya semacam ini pada anda.

Wahai ummat Islam di merata dunia, khususnya di tanah rencong Aceh, berhati2 lah jika ada orang yang berbulu Islam. Di zaman saya bayi ada musang berbulu ayam. Tapi saya tak pernah nampak [tak wujud]. Manusia berbulu Islam wujud seperti yang pernah Belanda utuskan ke Aceh suatu ketika dahulu. Dan sempat jadi imam di mesjid Baiturrahman.

Jangan mudah terpengaruh jika ada yang mengumumkan keburukan peperangan di Aceh. Setiap gerakan yang di buat oleh pemimpin, berarti sudah diperkirakan. Komando tau rakyat jelata akan jatuh korban. Tapi percayalah itu resiko peperangan. Sudah di perhitungkan oleh cerdik pandai Aceh.

Kalaupun peperangan tak terjadi di Aceh. Namun rakyat Aceh tetap jatuh sedalam-dalamnya. Niat baik komando Aceh untuk menyelamatkan rakyatnya.

Jangan terpengaruh dengan gembar-gembur orang cakap perjuangan tak betul, ini itu, siapapun komando/prajurit, tak lepas dari sesosok manusia, bukan malaikat. Manusia ada titik kelemahan, kesilapan, kekurang lebihannya, dsb.

Yang pasti dalam badan GAM lebih terjerumus kepada kemurnian untuk membebaskan Aceh dari cengkraman musuh yang nyata [non syaitan]. Dalam Al-Qur'an musuh yang nyata syaitan.

Wahai ummat Islam se dunia, anda tentu tahu menilai markah yang harus diberi kepada peserta kita Rokhmawan, dia buat perbandingan yang tak ada kena mengena [non munasabah]. Rasulullah dibanding dengan Tgk Hasan di Tiro, tak kan lah nak same ! bak kata orang Malaysia.

Pepatah Aceh: surah tekedi pancuri me'sua. Tatkala pencuri bawak obor, semua pun nampak dia [pencuri]. Pak Rokhmawan selamat nak balas kalau teringin nak lawan juri anda ini, semoga Allah memelihara kita selalu. Jike rajin nak berbalah kate boleh lah tuju ke email saye nacara2004@yahoo.com

Ham Am

nacara2004@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
ahmad.swaramuslim.net

Stockholm, 29 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

WAHABIYIN ROKHMAWAN SESAT MENGHINA DAN MERENDAHKAN KEAGUNGAN RASULULLAH SAW
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
 

MAKIN JELAS KELIHATAN ITU WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO- WAHABI-SAUDI MAKIN SESAT DAN HINA DENGAN TELAH MERENDAHKAN KEAGUNGAN RASULULLAH SAW

"Di bawah ini akan kami terangkan secara ringkas akan perbedaan yang begitu mencolok antara perjuangan Rosululloh SAW dan Hasan Tiro cs. Saya mengharap agar semua umat Islam di dunia khususnya di aceh dapat membuka mata hati kalian. Dan jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu Hasan Tiro dan kroni-kroninya serta Bpk Ahmad Sudirman cs". (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 29 Jul 2004 00:27:04 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Makin kelihatan itu Wahabiyin Rokhmawan yang hidungnya sudah ditarik oleh Fahd dari Saudi yang sudah bekerjasama erat dengan pemimpin negara kafir Federasi Amerika George W. Bush dan juga telah ditarik hidungnya oleh Megawati dari Negara kafir RI yang terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Wahabiyin Rokhmawan dengan kalian membandingkan Rasulullah saw dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro jelas itu cara pemikiran sesat kaum Wahabiyin atau Salafiyyin Saudi yang sekarang sudah menjadi racun bagi kehidupan seluruh ummat Islam di dunia.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan yang sesat telah menjadikan Rasulullah saw yang agung dan mulia menjadi bulan-bulanan kalian hanya sekedar untuk mempertahankan para pimpinan raja Saudi dan pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid dan Megawati yang telah membentuk lembaga tandingan dalam pembuatan aturan, hukum, undang-undang disamping aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah SWT, lalu tidak menetapkan aturan, hukum, undang undang menurut aturan, hukum, undang undang yang telah diturunkankan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw, sebagaimana yang ditegaskan dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47, dan Allah SWT telah memvonis mereka itu kafir, zhalim, fasik.

Jelas Wahabiyin Rokhmawan, itu Rasulullah saw adalah contoh yang mulia yang harus diikuti, tanpa pembangkangan, bukan untuk dibandingkan sebagaimana yang kalian lakukan sekarang ini.

Dengan membandingkan Rasulullah saw dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, jelas itu merupakan suatu penghinaan dari pihak Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya yang sesat itu.

Kalian tidak sadar dan pura-pura bodoh, tidak ada di dunia ini yang bisa dibandingkan dengan Rasulullah saw. Aapakah kalian Wahabiyin Rokhmawan hanya karena ingin mempertahankan Negara kafir RI yang dipimpin oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati sehingga kalian Wahabiyin Rokhmawan melangkah jauh dalam kesesatan dengan menjatuhkan harga dan martabat agung Rasulullah saw untuk dipakai sebagai alasan mempertahakan para pimpinan RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurraman Wahid, Megawati terlepas dari hukuman dan vonis Allah SWT dalam dasar hukum Al-Maidah: 44, 45, 47.

Wahabiyin Rokhmawan kalian memang secara rendah telah membuat perpecahan dikalangan kaum muslimin dengan racun paham Wahabi atau Salafi kalian.

Dengan kalian melakukan perbandingan yang rendah bagi Rasulullah dengan pengikut dan ummatnya, itu adalah suatu perbandingan yang sungguh menghinakan seluruh kaum muslimin di dunia ini.

Jelas, Wahabiyin Rokhmawan dengan cara kalian itu menggambarkan dan menunjukkan bahwa kalian telah berusaha sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan pembunuhan dan penjajahan di negeri Acheh oleh para pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan telah mempertahankan politik Raja Fahd dari Saudi yang telah meminta pertolongan dan bantuan kepada pihak kaum kafir pemerintah Negara kafir Fedrasi Amerika George W. Bush.

Makin kelihatan Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik ini dalam usaha untuk menghancurkan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menetukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila, dengan cara mendukung penuh pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan oleh pihak TNI/POLRI di Negerti Acheh.

Wahabiyin Rokhmawan kalian memang secara terang-terangan telah melakukan tindakan yang kejam dan keji serta hina dengan cara merendahkan martabat agung Rasulullah saw melalui cara membandingkan dengan pengikut dan ummat-nya.

Bagi orang-orang yang bodoh yang bisa diracuni oleh paham Wahabi atau Salafi Saudi akan percaya dengan apa yang telah dilakukan dan ditulis oleh Wahabiyin Rokhmawan ini.

Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik ini tanpa disadari telah mengobarkan makin besarnya konflik di Negeri Acheh. Wahabiyin Rokhmawan secara terang-terangan mendukung penjajahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah Negara kafir RI, dan kebijaksanaan politik Fahd yang telah mengemis dan bertekuk lutu kepada kaum Kafir Negara kafir Federasi Amerika dibawah George W. Bush.

Sekarang jelas itu pihak Megawati, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, AM Hendropriyono, Amien Rais, Akbar Tandjung bergembira dengan tampilnya Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik ini untuk membelanya dalam usaha memukul dan menghancurkan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Dan jelas itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solonya telah mendeklarkan secara terang-terangan permusuhan dan perang terhadap rakyat Acheh.

Wahai kaum musilimin di dunia, khususnya di Negeri acheh, hadapilah Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi yang telah menghancurkan kaum muslimin dan memporak-porandakan kesatuan ummat Islam dengan paham Wahabi atau Salafi-nya yang sesat dan penuh kemunafikan ini.

Mereka kaum Wahabiyin Rokhmawan memakai Islam dan salafi-nya adalah sebagai kedok untuk mempertahankan rezim penguasa Kerajaan Saudi Arabia dan sekaligus membantu dan menyokong penuh rezim penguasa Negara kafir RI yang sedang menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Pahak Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik ini makin terlihat dari hari kehari, dan racun paham Wahabi inilah yang sebenarnya menghancurkan kesatuan kaum muslimin diseluruh dunia. Dengan didukung oleh para pemuka Wahabiyin di Saudi mereka menyebarkan racun paham Wahabinya keseluruh peloksok dunia, termasuk kedalam masyarakat di Nusantara ini, yang juga sekaligus membantu mempertahankan sistem thaghut pancasila untuk dijadikan alat menghancurkan dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila.

Bagaimana sebenarnya pihak Pemimpin Negara kafir RI yang didukung dan didindingi oleh kaum Wahabiyin Rokhmawan itu yang sampai sekarang berada dalam tekanan dan penguasaan serta bantuan dari kaum Negara kafir Federasi Amerika dibawah Administrasi George W. Bush. Para pimpinan RI yang hidungnya telah ditarik oleh Bush dalam masalah bantuan ekonomi, ternyata didukung penuh oleh kaum Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik yang sedang menyebarkan paham Wahabi atau Salafi-nya kepeloksok dunia. Tetapi pada kenyataannya, itu paham Wahabi atau Salafi ini merupakan racun mematikan bagi kehidupan persatuan kaum muslimin di dunia.

Lihat saja dengan cara merendahkan dan menghinakan keagungan dan kehebatan serta ketinggian Rasulullah saw melalui perbadingan dengan pengikut dan ummatnya, yakni Teungku Hasan Muhammad di Tiro, menunjukkan bagaimana hina dan rendahnya Wahabiyin Rokhmawan ini dimata kaum muslimin yang menyadari dan meyakini serta mengikuti manhaj Rasulullah saw sebagai uswatun khasanah, bukan untuk dibandingkan. Karena memang Rasulullah saw tidak ada seorangpun dari para pengikut dan umatnya yang sebanding dengan beliau.

Betapa bodoh dan degilnya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya ini secara membabi buta merendahkan dan menghinakan keagungan dan kehebatan Rasulullah saw.

Tentu saja Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang telah berjuang sekuat tenaga untuk membangun rakyat Acheh dan membebaskan Negeri Acheh yang sedang diduduki dan dijajah oleh Soekano, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati ini adalah usaha yang benar-benar didorong dan dijiwai oleh semangat Islam. Bukan seperti pihak pimpinan Negara kafir RI yang dengan terus menerus melakukan pembunuhan melalui TNI/POLRInya yang sudah disumpah setia untuk taat kepada thaghut pancasila, termasuk para pimpinannya yang telah disumpah untuk taat dan menjalankan thaghut pancasila.

Itulah para pimpinan Negara kafir RI yang telah disumpah untuk taat kepada pancasila yang dibela dan didukung oleh Wahabiyin Rokhmawan yang sesat dan munafik ini.

Perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah lebih baik dan lebih utama dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh Soekarno yang menjajah Negeri Acheh; oleh Soeharto yang membunuh rakyat muslim Acheh dan terus menjajah Negeri Acheh; oleh BJ Habibie yang tetap meneruskan kebijaksanaan pendudukan dan penjajahan di negeri Acheh; oleh Abdurrahman Wahid yang juga tetap mempertahankan pendudukan dan penjajahan dinegeri Acheh; dan oleh Megawati bersama TNI/POLRI yang tetap membunuh dan menjajah Negeri Acheh sampai detik sekarang ini.

Hijrah Teungku Hasan Muhammad di Tiro ke Swedia adalah lebih baik daripada kaum Wahabiyin Rokhmawan sesat dan munafik yang katanya ingin merobah sistem thaghut pancasila tetapi kenyataannya justru memperteguh sistem thaghut pancasila itu sendiri dengan melalui cara mendukung dan menyokong penuh Negeri Acheh tetap berada dalam kungkungan dan kerangka Negara kafir RI.

Kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh pihak pimpinan Negara kafir RI dari mulai Soekano, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati yang terus ditutupi oleh Wahabuyin Rokhmawan adalah menggambarkan betapa dangkal, picik, sesat dan munafiknya Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-nya ini.

Wahabiyin Rokhmawan apapun yang kalian lakukan dan katakan kepada pihak rakyat Acheh dan pimpinan rakyat Acheh, itu semua adalah merupakan racun paham Wahabiyin atau Salafiyyin made ini Saudi.

Insya Allah dengan mengharap pertolongan, izin, dan ridha Allah, semangat dan keyakinan yang tinggi dan dengan usaha yang besar rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara kafir Pancasila akan berhasil menegakkan dan membangun Negeri Acheh yang bebas dari Negara kafir RI, dimana Islam akan tegak di bumi Acheh, bukan seperti di Negara kafir Pancasila dengan thaghut pancasilanya yang tetap dipegang erat-erat oleh Wahabiyin Rokhmawan, walaupun mulutnya mengatakan tidak, tetapi realitanya justru mendukung dan memakai sistem thaghut pancasila untuk menghancurkan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara kafir Pancasila.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 29 Jul 2004 00:27:04 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Beberapa Perbedaan Perjuangan Rosululloh SAW dan Hasan Tiro cs
To: ahmad@dataphone.se
Cc: ahmad_jibril1423@yahoo.com, hudoyo@cbn.net.id, sea@swipnet.se, siliwangi27@hotmail.com, habearifin@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, megawati@gmt.net, hassan.wirayuda@ties.itu.int, alchaidar@yahoo.com, perlez@nytimes.com, syifasukma@yahoo.com, imarrahad@eramuslim.com, viane@kon-x.com, muhammad59iqbal@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, abu_farhan04@yahoo.com

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr.Wb

Beberapa Perbedaan Perjuangan Rosululloh SAW dan Hasan Tiro
Di bawah ini akan kami terangkan secara ringkas akan perbedaan yang begitu mencolok antara perjuangan Rosululloh SAW dan Hasan Tiro cs. Saya mengharap agar semua umat Islam di dunia khususnya di aceh dapat membuka mata hati kalian. Dan jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu Hasan Tiro dan kroni-kroninya serta Bpk Ahmad Sudirman cs.

Rosululloh SAW: Seorang yang maksum dan beliau merupakan utusan Alloh SWT sebagai khotamun ambiya', keras terhadap orang kafir (menolak Islam) tetapi lembut terhadapa orang Islam.

Tgk. Hasan Tiro: Seorang yg jauh sekali dari maksum dan dia merupakan seorang pelarian politik yang pengecut, keras terhadap orang islam yang tidak sesuai dengan pendapatnya apalagi yang telah mendzaliminya. Namun lembut dan adil terhadap orang kafir (menolak Islam), mau bekerja sama dan tolong menolong dengan orang kafir apalagi orang kafir tsb tidak mendzaliminya atau adil.

Rosululloh SAW : Perjuangannya dengan tulus ikhlas tanpa ambisi untuk menjadi penguasa dan diperuntukkan demi keselamatan umatnya sampai akhir zaman.

Tgk. Hasan Tiro: Perjuangannya dilandasi dengan sakit hati dan balas dendam karena merasa terdzalimi dan diperuntukkan bagi aceh saja serta berambisi menjadi penguasa paling tidak aceh bisa merdeka di bawah kaki ajudannya.

Rosululloh SAW : Selalu mengutamakan sunnahnya dalam kehidupan sehari-harinya.
Tgk. Hasan Tiro : Tidak nampak sunnah Rosul yang ada padanya.

Rosululloh SAW : Berjuang bersama para sahabatnya melawan orang kafir harby.
Tgk. Hasan Tiro : Berjuang bersama kroni-kroninya melawan orang islam yg khilaf.

Rosululloh SAW : Berdakwah di mulai dari masyarakatnya yang jauh dari islam (kafir)
Tgk. Hasan Tiro : Berdakwah di mulai dari masyarakatnya yg sudah mengenal lama akan islam yg kaffah.

Rosululloh SAW : Berhijrah ke madinnah karena mendapat perintah dari Alloh SWT.
Tgk. Hasan Tiro : Berhijrah ke swedia karena suatu alasan tertentu misalnya kewarganegaraannya dicabut, alasan perkawinan, takut dipenjara oleh musuhnya dll.

Rosululloh SAW : Berhijrah ke Madinnah dengan membawa para pengikutnya/sahabat-sahabatnya. Sedangkan yang masih tinggal di Makkah mereka orang-orang yang sudah tua atau karena alasan yang diperbolehkan syar'i untuk tidak berhijrah ke Madinnah.
Tgk. Hasan Tiro : Berhijrah ke Swedia tidak membawa rakyatnya melainkan hanya para kroni-kroninya. Padahal rakyat aceh banyak yang sehat dan kuat untuk berhijrah ke Swedia.

Rosululloh SAW : Berhasil membentuk Daulah Islam di Madinnah.
Tgk. Hasan Tiro : Belum dan tidak akan berhasil membentuk Daulah Islam di Swedia.
Rosululloh SAW : Sebagian besar memenangkan peperangan melawan kafir harby, hanya ada 1,2 peperangan yang gagal dimenangkannya..
Tgk. Hasan Tiro : Selamanya tidak akan memenangkan perang melawan TNI.

Rosululloh SAW : Seorang yang pemberani dan ahli di medan perang, adakalanya beliau memimpin peperangan secara langsung hingga dirinya pernah mengalami luka-luka, gigi rontok dll.
Tgk. Hasan Tiro : Seorang yg pengecut, tidak berani memimpin perang melawan pemerintaha RI.

Rosululloh SAW : Tidak hanya pandai berbicara melainkan pandai juga dalam prakteknya dalam segala bidang termasuk militer.
Tgk. Hasan Tiro : Pandainya hanya berkoar-koar, seperti menyeru dan memeras tenaga rakyat aceh untuk memerangi RI, sedangkan dia hidup mewah di Swedia.

Rosululloh SAW : Kembali ke Makkah untuk berdakwah dan membentuk masyarakat Islam sehingga terjadilah futtul makkah/pembukaan kota makkah dimana tidak ada setetes darahpun yang mengalir.
Tgk. Hasan Tiro : Kembali ke Aceh kalau Aceh sudah merdeka. Paling tidak kalau Aceh merdeka maka ajudannya termasuk bpk Ahmad Sudirman, mereka semua akan pulang kembali ke Aceh (bpk Ahmad Sudirman sendiri pernah menuliskan secara pribadi kpd saya, Insyaalloh bila waktunya telah tiba saya akan kembali kepangkuan ibu pertiwi) dan kemerdekaanya sudah tentu atas banjiran darah dari rakyat Aceh.

Rosululloh SAW : Tidak di monitor oleh kafir quraisy, yahudi dan nasrani.
Tgk. Hasan Tiro : Dalam kehidupannya telah di monitor negara Swedia yg bertujuan untuk menghancurkan Islam di Indonesia.

Rosululloh SAW : Minta pertolongan hanya kepada Alloh SWT.
Tgk. Hasan Tiro : Minta pertolongan kepada orang kafir (menolak Islam) yaitu kepada pemerintahan Swedia.

Rosululloh SAW : Mengutamakan kesederhanaan bahkan kemiskinan dunia dengan hadistnya sbb. Para sabat berkata, Sesungguhnya kami mencintai engkau yaa Rosul. Kemudian Rosululloh SAW bersabada, " pikirkan lagi terlebih dahulu ". Sampai tiga kali, kemudian beliau bersabda, "bersiap-siaplah untuk menghadapi penderitaan dan kemiskinan".
Tgk. Hasan Tiro : Mengutamakan kekayaan terbukti dengan pindahnya ke Swedia yang penuh dengan gemerlapnya dunia disertai jas mahalnya yang dipakai setiap dia melangkah.

Rosululloh SAW : Membantu kaum dhuafa' dengan banyak bersedekah dan memerintahkan para sahabatnya untuk menyantuni kaum dhuafa' dan fakir miskin di makkah maupun di madinnah.
Tgk. Hasan Tiro : Tidak pernah membantu kaum dhuafa' yang tinggal di aceh bahkan memeras hartanya untuk dibelikan senjata dari swedia, membiarkan rakyat aceh mati kelaparan dan ketakutan tanpa membantu dalam hal logistik ( sandang pangan ).

Rosululloh SAW : Yakin akan pertolongan Alloh SWT.
Tgk. Hasan Tiro : Tidak yakin akan pertolongan Alloh SWT terbukti dengan memaksa GAM/TNA membeli berbagai senjata walaupun dengan cara yang tidak diperbolehkan islam (menjual ganja, memeras rakyat aceh terutama yg dari jawa dll).

Rosululloh SAW : Tidak ragu akan hukum-hukum Alloh SWT yang diterapkan di Madinnah dan di Makkah.
Tgk. Hasan Tiro : Masih meragukan tentang penerapan hukum-hukum Alloh SWT di aceh terbukti dengan perkataan ajudannya yaitu bpk. Ahmad Sudirman yang mengatakan intinya, setelah Aceh merdeka maka kepemimpinan diserahkan penuh ke tangan rakyat Aceh dan hukum apa yang sesuai untuk rakyat Aceh diserahkan juga sepenuhnya sesuai keinginan rakyat Aceh.

Rosululloh SAW : Bertujuan untuk menyelamatkan dan menunjukkan jalan yg lurus kepada masyarakat di Makkah dan Madinnah serta umatnya sampai akhir zaman.
Tgk. Hasan Tiro : Bertujuan untuk kemerdekaan rakyat Aceh dengan menghalalkan segala cara.

Rosululloh SAW : Merupakan uswah hasanah ( contoh yg baik ) bagi kita, sehingga kita harus ber-i'tiba' kpd beliau.
Tgk. Hasan Tiro : Bukan merupakan uswah hasanah bagi kita karena memang tidak ada satupun yang bisa kita contoh dari kehidupannya.

Rosululloh SAW : Tidak pernah mendzalimi masyarakat di Makkah dan di Madinnah.
Tgk. Hasan Tiro : Selalu mendzalini masyarakat di Aceh dengan cara menyuruh berjuang mati-matian melawan TNI, padahal tidak mungkin itu aceh bisa menang melawan TNI kecuali kalau mereka mendapat bantuan dari syaiton (swedia dan negara kafir lainnya).

Demikianlah sedikit yang bisa saya terangkan perbedaan-perbedaan yang sangat mencolok antara perjuangan Rosululloh SAW dan Hasan Tiro. Tentu ini tidak dilihat dari kacamata pancasila tetapi melalui kacamata islam yg syammill ini. Semoga uraian yg singkat tersebut di atas bisa bermanfaat bagi rakyat aceh, Anggota GAM/TNA agar anda sekalian tidak mudah terkena propaganda bpk. Ahmad Sudirman cs yang bertujuan untuk menghancurkan Islam di Indonesia dengan cara mengkafir-kafirkan umat Islam dan membunuh sesama umat islam. Ingat anda rakyat aceh dan Anggota GAM/TNA berkenaan dengan perjuangan kaliyan, maka saya menyimpulkan perjuangan anda sia-sia dan menghabiskan beribu-ribu nyawa hanya untuk satu kata MERDEKA.
Alloh SWT berfirman : "Katakanlah, apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini , sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al Kahfi 103-104).

"Dan amalannya hanya akan menjadi amalan yang meletihkan."(Al-Ghasyiyah:3).
Wahai rakyat aceh dan Anggota GAM/TNA yang kami hormati bukankah kaliyan sudah berjuang berpuluh-puluh tahun dengan mengorbankan beribu-ribu nyawa umat islam tetapi hasilnya hanya duka nestapa saja. Kalau anda semua tetap mengikuti kata orang pengecut tersebbut di atas niscaya sampai kiamatpun aceh tidak akan menang melawan TNI. Seharusnya mulai sekarang anda semua menyadari akan kesia-siaan anda dalam berjuang. Yakinlah Alloh SWT tidak akan meridloi orang-orang islam yang berperang melawan saudaranya sendiri. Apabila anda ingin merdeka maka gunakan cara-cara yang tidak bertentangan dengan islam. Misalnya duduk dalam musyawarah atau perundingan yang ditengahi oleh pihak yg independent dan tunjukkan itikad yang baik.
Wallohu'alam bi showab

Wassalaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------