Stockholm, 30 Juli 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ROKHMAWAN SIAPA YANG LEBIH JAHAT SOEKARNO, SOEHARTO, HABIBIE, WAHID, MEGAWATI ATAUKAH TGK HASAN DI TIRO ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

WAHABIYIN ROKHMAWAN & SALAFI-SOLO- WAHABI-SAUDI SIAPA DIANTARA PIMPINAN KALIAN DI NEGARA KAFIR RI YANG LEBIH JAHAT SOEKARNO, SOEHARTO, HABIBIE, WAHID, MEGAWATI ATAUKAH WALI NEGARA NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN DI TIRO ?

"Jelas sekali saya cuma menerangkan bagaimana sepak terjang Hasan Tiro di bumi ini, bukan untuk menbandingkan secara hakiki dengan perjuangan Rosululloh SAW. Tapi karena keluguan anda cs maka dikarain saya ingin membanding-bandingkannya, jelas anda cs salah kaprah. Saya menerangkan perjuangan Rosululloh SAW itu secara singkat agar kita bisa mengambil tauladan bagi kita. Nah sebenarnya yang saya utarakan kemaren baru sedikit sekali. Sebagai seorang Islam yg kaffah maka kita harus ber-i'tiba' kpd Rosululloh SAW akan tetapi ada hal-hal pengecualian yang tidak boleh kita contoh (khusus untuk Nabi dan istri-istrinya). Sedangkan Hasan Tiro sedikit sekali bahkan bertentangan dengan Rosululloh SAW baik dari pola pikir, kehidupan sehari-hari dan fisik tubuh Rosululloh SAW." (Rokhmawan , rokh_mawan@yahoo.com , Thu, 29 Jul 2004 19:57:45 -0700 (PDT))

Baiklah Rokhmawan Agus Santosa dan Salafi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Nah sekarang makin jelas itu Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah mencret karena kesesatan mereka merendahkan, menghinakan, menjatuhkan keagungan, kemulyaan, kehebatan, kebenaran Rasulullah saw dengan cara membandingkan dengan pengikut dan ummatnya Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Suatu perbandingan yang dibuat oleh orang-orang bodoh dan dungu yang ada di dunia ini yang muncul dari kalangan Islam, terutama dari kalangan dan kelompok Wahabiyin atau Salafiyyin sesat made in Saudi, seperti Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi.

Akhirnya apa yang dikatakan dan dijawab oleh Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi: "Jelas sekali saya cuma menerangkan bagaimana sepak terjang Hasan Tiro di bumi ini, bukan untuk menbandingkan secara hakiki dengan perjuangan Rosululloh SAW. Tapi karena keluguan anda cs maka dikarain saya ingin membanding-bandingkannya, jelas anda cs salah kaprah. Saya menerangkan perjuangan Rosululloh SAW itu secara singkat agar kita bisa mengambil tauladan bagi kita."

Itu adalah alasan dangkal setelah mengetahui dan mendapat kecaman dari orang yang membaca tulisan Wahabiyin Rokhmawan itu.

Coba perhatikan pagi ini Wahabiyin Rokhmawan menyatakan: "bukan untuk menbandingkan secara hakiki dengan perjuangan Rosululloh SAW"

Wahabiyin Rokhmawan kalian memang sesat dan munafik. Tidak perlu lagi kalian membawa-bawa dan mengaku-ngaku pengikut manhaj Rasulullah saw, apabila kalian telah merendahkan, menghinakan, menjatuhkan keagungan, kemulyaan, kehebatan, kebenaran Rasulullah saw dengan cara membandingkan dengan pengikut dan ummatnya Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dengan membandingkan antara Rasulullah saw dengan Teungku Hhasan di Tiro bukan seperti yang kalian katakan: "kita bisa mengambil tauladan bagi kita. Nah sebenarnya yang saya utarakan kemaren baru sedikit sekali". Tetapi memang kalian itu bodoh dan dungu.

Kalau kalian melihat ada kekurangan dalam tubuh dan diri Teungku Hasan di Tiro caranya bukan dengan membandingkan seperti antara dua calon pemimpin yang akan dipilih, sebagaimana yang kalian Wahabiyin Rokhmawan tuliskan tersebut.

Nah sekarang, apakah Raja Fahd kalian dari Kerajaan Saudi Arabia dan sekaligus sebagai penganut paham Wahabiyin atau Salafiyyin yang disebarkan oleh Syeikh Muhammad bin 'Abdul Wahab sudah mencontoh Rasulullah saw ?

Apakah Soekarno ketika memimpin Negara kafir RI telah mencontoh Rasulullah saw demi tegaknya Islam secara menyeluruh sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw ketika membangun dan mengakkan Daulah Islam di Yatsrib ?.

Apakah Soeharto dengan pancasila saktinya telah mencontoh kepemimpinan Rasulullah saw dalam hal menegakkan keadilan, kejujuran, amanah sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw ketika membangun dan menegakkan Daulah Islam di Yatrsib ?

Apakah BJ Habibie yang hampir sebagian hidupnya bersama Soeharto pengutak-atik pancasila telah mencontoh kepemimpinan Rasulullah saw dalam menegakkan hukum Islam dan menjalankan aturan, hukum, undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw ?

Apakah Abdurrahman Wahid dari Nahdhatul Ulama atau NU yang senang dan cinta zionist Simon Peres dan senang sekularisme telah mencontoh Rasulullah saw dalam memimpin ummat Islam dan Daulah Islam menuju kepada keridhaan Allah SWT ?

Apakah Megawati bersama TNI/POLRI yang sedang berperang dan menghancurkan rakyat muslim Acheh untuk tujuan mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh telah mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah saw ketika membangun dan menegakkan serta menjalankan apa yang telah diturunkan Allah SWT ?

Jelas, Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi kalian tidak perlu menjawabnya, karena memang kalian tidak akan mau menjawabnya dengan benar, jujur, dan adil.

Soekarno adalah benar-benar yang telah membangkang kepada semua aturan, hukum, undang-undang yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya Muhammad saw. Dengan cara mencampur adukkan nasionalisme agama (Islam) komunis yang diaduk menjadi nasakom adalah salah satu bukti dari sekian ribu bukti pembangkangan Soekarno kepada ayat-ayat Allah SWT yang berisikan hukum Islam untuk ditegakkan, dijalankan dan dijaga di Negara kafir RI.

Begitu juga dengan Soeharto yang telah mencampur-adukkan, mengkutak-katik pancasila sehingga menjadi pancasila sakti untuk diajarkan kepada seluruh rakyat di Negara kafir RI. Itu menggambarkan bahwa Soeharto telah membangkang dan membandel kepada apa yang telah diperintahkan Allah SWT untuk dijalankan dan dilaksanakan oleh semua kaum muslimin, khususnya para pemimpin yang mengaku muslim, seperti oleh Soeharto ini.

Juga perhatikan apa yang dijalankan BJ Habibie yang hampir sebagian besar usia tuanya dihabiskan bersama Soeharto yang telah menjalankan kebijaksanaan politik ala Fir'aun yang membangkan dan tidak mau menjalankan dan tidak mau menentapkan aturan, hukum, undang undang menurut aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw.

Lihat juga Abdurrahman Wahid yang dengan seenak udelnya menerima pancasila dengan kedua tangan terbuka, menerima zionist Simon Peres dengan senang hati bahkan mau melakukan hubungan dagang dan membuka hubungan diplomasi antara Negara kafir RI dan Negara Yahudi Israel. Begitu juga Abdurrahman Wahid yang tergila-gila kepada sekularisme. Jelas itu semua telah melanggar dan membangkang kepada aturan, hukum, undang undang yang telah diperintahkan Allah SWT untuk dijalankan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat, pemerintah dan negara.

Perhatikan juga sekarang yang telah dijalankan dan dipertahankan oleh Megawati dari Partai sekular PDI-P yang telah secara terang-terangan mempertahankan sistem thaghut pancasila yang sangat bertentangan dengan sistem yang diturunkan Allah SWT. Dan juga Megawati dan TNI/POLRI dibantu oleh Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Da'i Bachtiar, AM Hendropriyono membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara kafir Pancasila. Disamping itu Megawati tetap menjalankan dan mempertahakan kejahatan yang telah dijalankan Soekarno dalam menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh.

Nah, itulah pimpinan kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi. Yang kalian dengan sepenuh hati telah mendukung dan menyokong sistem thaghut pancasila, walaupun mulut dan ucapan kalian menyatakan sebaliknya. Tetapi fakta dan bukti menunjukkan bahwa kalian adalah benar-benar penyokong dan pendukung sistem thaghut pancasila. Mengapa ? Karena dengan tanpa mengadakan bantahan sedikitpun kepada pihak pimpinan RI bahwa yang dijalankan di Acheh adalah merupakan kejahatan yang berupa perampokan, pendudukan, dan penjajahan yang sangat dikutuk oleh dunia internasional dan oleh dunia Islam. Tetapi karena kalian Wahabiyin Rokhmawan dan salafi-Solo-Wahabi-Saudi buta dan tidak mau mengakui kejahatan Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh, maka kalian anggap pembunuhan yang dilakukan TNI/POLRI terhadap rakyat muslim Acheh adalah merupakan perbuatan yang bisa diterima dan dibenarkan menurut paham Wahabi atau Salafi kalian. Memang kalian itu telah sesat, munak, dan jahat.

Setelah melihat kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh pimpinan Negara kafir RI yang juga pemimpin Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi, maka kita bandingkan mereka itu dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jelas, Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah seorang rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara kafir Pancasila. Dimana Negerinya Teungku Hasan di Tiro ini telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dengan memakai cara yang licik dan sepihak yakni dengan dibuatnya PP RIS No. 21/1950 pada tanggal 14 Agustsu 1950 dan PERPPU No.5/1950 melalui mulut Propinsi Sumatera Utara.

Nah, jelas Teungku Hasan adalah seorang pejuang yang sedang membebaskan Agama Islam, tanah air, dan rakyat Acheh dari belenggu penjajah Negara kafir RI dibawah pimpinan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Megawati bersama TNI/POLRI-nya.

Jadi, seorang pejuang kemerdekaan Negeri Acheh adalah lebih baik dan lebih tinggi nilainya dibanding dengan seorang pemimpin yang sedang menjajah Negeri Acheh, seperti Megawati, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Da'i Bachtiar, AM Hendropriyono, Amien Rais, Akbar Tandjung dan yang lainnya.

Terakhir, kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi sadarlah bahwa para pimpinan kalian di Negara kafir RI memang benar-benar jahat yang telah membangkang kepada ayat-ayat hukum yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw untuk ditegakkan, dijalankan, dan dipelihara di muka bumi ini.

Kalian Wahabiyin Rokhmawan dan Salafi-Solo-Wahabi-Saudi telah munafik dan sesat dengan menyebarkan paham Wahabi atau Salafi untuk melindungi kejahatan pipinan kalian baik di Kerajaan Saudi Arabia dibawah Raja Fahd maupun di Negara kafir RI sekarang dibawah Megawati yang sekular dari partai sekular PDI-P.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 29 Jul 2004 19:57:45 -0700 (PDT)
From: rohma wawan rokh_mawan@yahoo.com
Subject: Bapak Ahmad Sudirman cs, Ham AM Kena Baunya
To: ahmad@dataphone.se
Cc: serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, webmaster@detik.com, kompas@kompas.com, solopos@bumi.net.id, editor@jawapos.co.id, achehmerdeka@yahoo.com, redaksi@sinarharapan.co.id, redaksi@forum.co.id, gatra@gatra.com, koran@tempo.co.id

Assalaamu'alaikum Wr.Wb
Bismillahirrohmaanirrohiim

Kelihatan sekali kalau orang-orang Aceh yg pro dengan GAM/TNA (Hasan Tiro cs) atau bahkan para Anggota GAM/TNA begitu melihat pimpinannya di bongkar kejahatan atau boroknya maka semua yang mendukung Hasan Tiro cs tidak akan menerimanya.

Begitu pula yang terjadi dengan bpk Ahmad cs dan sdr Ham am. Sebenarnya anda begitu lugu sekali untuk membaca komentar-komentar saya thd Bpk Ahmad Sudirman, terutama mengenai komentar yang terakhir saya kirim sebelum komentar ini yaitu mengenai perbandingan yang mencolok antar perjuangan Rosululloh SAW dan Hasan Tiro.

Jelas sekali saya cuma menerangkan bagaimana sepak terjang Hasan Tiro di bumi ini, bukan untuk menbandingkan secara hakiki dengan perjuangan Rosululloh SAW. Tapi karena keluguan anda cs maka dikarain saya ingin membanding-bandingkannya, jelas anda cs salah kaprah.

Saya menerangkan perjuangan Rosululloh SAW itu secara singkat agar kita bisa mengambil tauladan bagi kita. Nah sebenarnya yang saya utarakan kemaren baru sedikit sekali. Sebagai seorang Islam yg kaffah maka kita harus ber-i'tiba' kpd Rosululloh SAW akan tetapi ada hal-hal pengecualian yang tidak boleh kita contoh (khusus untuk Nabi dan istri-istrinya). Sedangkan Hasan Tiro sedikit sekali bahkan bertentangan dengan Rosululloh SAW baik dari pola pikir, kehidupan sehari-hari dan fisik tubuh Rosululloh SAW.

Seharusnya anda sekaliyan berterimakasih masih ada orang yang menasehati Hasan Tiro cs, Bpk Ahmad Sudirman cs walau lewat mimbar bebas ini. Sudahlah dalam diri Hasan Tiro (maaf) sangat bertentangan dengan Rosululloh SAW.

Kemudian untu Pak Ahmad Sudirman anda juga super lugu sekali mana mungkin saya merendahkan Rosululloh SAW, jelas kami memuliakannya karena beliau sebagai Nabi dan Rosululloh.

Di sini saya tidak ingin merendahkan siapa-siapa, saya tidak merendahkan Hasan Tiro maupun Bpk. Ahmad cs. Mengenai komentar-komentar saya ini, jelas tujuan saya ingin meluruskan anda semua yang mengagung-agungkan pimpinan kaliyan (Hasan Tiro).

Untuk contoh saja orang RI sangat setia dengan pancasila, Sukarno, Suharto dll (tapi tidak semua setia, tunduk patuh lho). Kemudian bpk Ahmad Sudirman menerangkan siapa itu pimpinan yang mereka ikuti, bahkan pak Dirman telah menjelek-jelekkan terhadap orang yg sudah tiada. Kena batunya tuh.

Wallohu'alam bi showab

Wassaaam

Rokhmawan Agus Santosa

rokh_mawan@yahoo.com
rokh-mawan@plasa.com
solo, jateng, Indonesia
----------